Showing posts with label pencurian. Show all posts
Showing posts with label pencurian. Show all posts

Thursday, 21 October 2010

Pencuri Tewas Ditembak

KAMIS, 21 OKTOBER 2010 | 06:05 WITA

Watampone, Tribun - Seorang pria yang diduga pencuri di Kabupaten Bone dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone, Selasa (19/10) malam untuk mendapat perawatan. Pasalnya, pria berinisial AL (20) tersebut ditembak oleh aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Patimpeng dan mengenai pinggangnya.

Peluru itu tembus di bagian perut korban. Penembakan tersebut terjadi saat polisi melakukan pengejaran terhadapnya.
Namun nahas bagi Adi, di tengah perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak dapat tertolong.
Penembakan AL berawal dari penggerebekan yang dilakukan polisi di Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Bone, pada Selasa (19/10) siang sekitar pukul 14.00 wita.
Polisi melakukan upaya penangkapan, setelah AL dilaporkan telah melakukan pencurian telepon seluler (ponsel) milik salah seorang warga berdasarkan laporan polisi LP/25/x/2010/Sulsel Res Bone Patimpeng.
Saat digerebek, pria ini langsung kabur karena mengetahui kedatangan polisi. Polisi pun langsung mengejar tersangka. Informasi yang dihimpun, polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan.
Sehingga pada saat AL melompat, polisi langsung menembak dan yang mengenai pinggang dan peluru tembus di perut bagian bawah sebelah kiri.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Trihanto Nugroho, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, anggota komplotan pelaku pencurian ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena melarikan diri ketika akan ditangkap.
Trihanto juga mengatakan, sekalipun AL bukan residivis, namun diduga telah beberapa kali melakukan tindak pidana.
Setelah ditembak, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bone dan meninggal dunia dalam perjalanan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Bone untuk divisum. Usai divisum, jenazahnya langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Pelleng-Pellengnge, Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, yang berjarak sekitar delapan puluh kilometer dari Kota Watampone. (ans)

Patimpeng Kondusif

UNTUK menjaga situasi kamtibmas pascapenembakan di Dusun Pelleng-Pellengnge, Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Kapolres Bone AKBP Zarialdi dan Kasat Reskrim Polres Bone AKP Trihanto Nugroho langsung ke lokasi kejadian dan bertemu keluarga AL (20), pria yang tewas ditembak oleh anggota Unit Reskrim Polsek Patimpeng, Selasa (19/10).

Kapolres dan Kasat Reskrim berada di lokasi kejadian pada Selasa malam hingga Rabu (20/10) kemarin.
Unit Patmor Polres Bone juga dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penjagaan. Kanit Patmor Polres Bone, Ipda Supiadi, via ponsel dengan wartawan menjelaskan, situasi di Patimpeng kondusif.
AL diketahui sebelumnya pernah dua kali digerebek, namun selalu berhasil meloloskan diri. (ans)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/133676/Pencuri-Tewas-Ditembak

Tuesday, 19 October 2010

Penjahat Kambuhan Tersungkur Didor Polisi

tuesday, 19 october 2010 06:22

Dilaporkan mencuri mencuri sepeda motor, seorang penjahat kambuhan tersungkur karena ditembak polisi. Tersangka Rozikin Siregar (30) warga Kampung Dalam Kabanjahe, terpaksa ditembak karena mencoba kabur dari kejaran petugas Tim Opsnal Reskrim dan Unit VC Polres Tanah Karo, Senin (18/10) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kasat Reskrim Polres Karo AKP Lukmin Siregar yang dikonfirmasi wartawan, Senin (18/10) mengatakan, tersangka dibekuk usai mencuri sepeda motor Yamaha VGR yang sedang parkir di depan toko Lamegogo Kabanjahe, Senin (18/10) sekitar pukul 07.00 WIB.


Berdasarkan catatan polisi, pria bertato ini sudah sering berurusan dengan hukum. Salah satunya adalah terlibat kasus ganja tahun 2003 dengan hukuman 2 tahun 4 bulan penjara. Tahun 2007 terlibat pembongkaran Istana Pancing dan kasus percobaan pencurian.


“Tersangka sudah kita jebloskan ke dalam penjara, sementara barang bukti berupa Yamaha VGR BK-2351-SG milik korbannya Lukman telah kita amankan,” tutup Lukmin.


Sumber di kepolisian menyebutkan, sekitar pukul 07.00 WIB, Rusman mengatakan istrinya berbelanja ke pasar mengendarai sepeda motor. Selanjutnya Rusman memarkir sepeda motornya di depan toko Lamegogo. Usai belanja, korban spontan kaget karena sepeda motor miliknya sudah berpindah tangan. Oleh korban peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Mendapat laporan, Tim Opsnal dan Unit VC langsung melakukan olah TKP dan mencari tahu tentang pelaku curanmor tersebut.


Terakhir, petugas menerima laporan seorang pengendara sepeda motor tanpa plat BK, mengenakan kemeja warna putih melintas dengan gerak-gerik mencurigakan. Pengejaran pun dilakukan. Begitu melihat buruannya. petugas coba menghentikan laju sepeda motor tersebut. Namun tersangka bukannya berhenti, malah tancap gas.


Tidak mau kehilangan buruannya, petugas mengejarnya sekaligus memberikan tembakan peringatan ke udara. Karena tidak dihiraukan, petugas langsung menembak kaki tersangka dan tersungkur ke tanah, selanjutnya digelandang ke komando.


“Rencananya sepeda motor tersebut akan kujual kepada yang mau membelinya seharga Rp 1,5 juta,” kata tersangka Rozikin saat dimintai keterangan di Polres Karo, Senin (18/10


http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48101:penjahat-kambuhan-tersungkur-didor-polisi&catid=31:global-hot&Itemid=57

109 Tersangka Pencurian, 40 Orang Residivis

18 Oktober 2010, 16:50:43| Laporan Agita Sukma Listyanti


suarasurabaya.net
| Empat puluh orang lebih pelaku tindak kriminal ternyata residivis. Mayoritas adalah pemain lama.

Itu diungkapkan Kombes Polisi COKI MANURUNG Kapolrestabes Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (18/10). Dari 109 tersangka pencurian dengan pemberatan (curat), dengan kekerasan (curas) dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang berhasil diamankan Sat Reskrim jajaran Polrestabes Surabaya selama Agustus hingga pertengahan Oktober 2010, 40 orang diantaranya merupakan residivis untuk kasus yang sama.

Bahkan 4 orang diberikan tindakan tegas berupa tembak mati karena melawan petugas saat hendak ditangkap. Satu diantaranya adalah SIMON pelaku curas yang ditembak pekan lalu.

"Ada 40 orang yang residivis untuk kasus yang sama. Empat orang ditembak mati," kata COKI.

Para pelaku terdiri dari beragam kalangan usia. Mulai dari mahasiswa, pelajar bahkan di bawah umur. Seperti kasus curanmor yang ditangani Polsek Genteng. Pelaku masih berusia 13 tahun.

Menurut COKI, para tersangka kasus curanmor rata-rata memiliki jaringan dengan luar daerah. Diantaranya Sidoarjo dan Gresik, seperti yang dilakukan oleh komplotan pelaku curanmor di kawasan Wonokromo.

Daerah Surabaya, diakui COKI rawan tindak kejahatan. Dari wilayah 28 Polsek yang ada di Surabaya , lanjutnya, memiliki tingkat kerawanan masing-masing.(git)

Teks Foto :
- Kombes Polisi COKI MANURUNG Kapolrestabes Surabaya menunjukkan satu diantara pelaku curas yang ditembak mati Sat Reskrim Polrestabes Surabaya pekan lalu.
Foto : GITA
suarasurabaya.net

http://www.suarasurabaya.net/v06/kelanakota/?id=1bccc8b78a439b716ce1ac0c3c2a1810201083745

Tuesday, 12 October 2010

Pelaku Curnik Ditembak Polisi

Selasa, 12-10-2010


Berusaha Saat HendakDitangkap
BELOPA,UPEKS--Seorang pencurian elektronik dilumpuhkan jajaran Polres Luwu Kamis, pekan lalu. Pelaku curnik yang telah lama Daftar Pencarian Orang (DPO) ditembak di Desa Kecamatan Larompong.
Pelumpuhan perampok curnik dengan timah panas, pada saat dilakukan penangkapan tersebut berusaha melawan petugas. Bahkan, borgol diputuskan serta senjata petugas berupa pistol berusaha untuk direbutnya.
Kapolres Luwu Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rudy Heru Susanto melalui Kasatreskrim, AKP Abdul Muttalib yang dikomfirmasi mengatakan pelaku pencurian elektronik yang telah lama dicari itu telah ditangkap. Hanya, pada saat akan ditangkap ia berusaha melawan, akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas.
"Anggota melakukan penembakan karena pada saat ditangkap, ia berusaha melawan bahkan mau merebut senjata petugas," jelas Muttalib yang didampingi Syahromi yang ditemui media ini di Mapolres Luwu, Senin (11/10).
Muttalib menjelaskan, Nahruddin 28, warga Babang itu dijadikan DPO sejak Juni 2009 lalu. Ia dilaporkan oleh seorang guru di SMAN 1 Walenrang. Nahruddin merupakan pelaku pencuri 4 unit komputer di SMAN 01 Walenrang, dan 2 unit TV dan 1 unit LCD di SMAN Bosso, Walmas.
"Penagkapan dilakukan berdasarkan hasil pengembangan dari salah seorang tersangka yang telah ditangkap sebelumnya," urai Muttalib. ()

Monday, 6 September 2010

2 Pencuri di Toko Material Ditembak Polisi

4 September 2010

JAKARTA (Pos Kota)-Dua pencuri di toko meterial ditembak polisi saat kepergok beraksi di Jalan Meruyura Ilir, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Sabtu (4/9) pukul 00,15 WIB. Pemilik toko memergoki pencuri lewat CCTV yang dipasang di tokonya. Melihat ada orang tak dikenal mau masuk toko, diam-diam pemilik menghubungi polisi.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kembangan segera muluncur ke Toko Material Metro 10 tersebut. Betul, ketika itu beberapa lelaki tak dikenal sedang membobol toko tersebut.

Melihat polisi datang, pelaku berusaha kabur. Bahkan dua di antaranya melawan polisi dengan linggis dan obeng. ” Karena melihat pelaku beringas dan sudah diberi tembakan peringatan namun tidak mau menyerah, anggota kami terpaksa menembak keduanya,”jelas Kapolsek Kembangan AKP Tri Yulianto Sik.

Tersangka Kusnadi, 48, dan Partono, 52, dilarikan ke rumah sakit untuk diobati lukanya. namun pagi ini sudah ditahan di Polsek Kembangan. “Kami masih mencari pelaku yang kabur. Diduga pelaku adalah pencuri spesialis toko material. Kasus ini masih dikembangkan,”jelas Tri Yulianto.

Belakangan ini pencurian di toko material memang marak. Ini sebagai akibat bahan bangunan yang kian mahal. Diduga ada sindikat yang juga menampung hasil curian tersebut.

Polisi mengimbau pemilik toko memasang CCTV karena sangat membantu untuk mengetetahui adanya orang tak dikenal ketika mau memasuki toko atau rumah warga.(warto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/09/04/2-pencuri-di-toko-material-ditembak-polisi

Saturday, 4 September 2010

2 Pencuri di Toko Material Ditembak Polisi

4 September 2010

JAKARTA (Pos Kota)-Dua pencuri di toko meterial ditembak polisi saat kepergok beraksi di Jalan Meruyura Ilir, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Sabtu (4/9) pukul 00,15 WIB. Pemilik toko memergoki pencuri lewat CCTV yang dipasang di tokonya. Melihat ada orang tak dikenal mau masuk toko, diam-diam pemilik menghubungi polisi.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kembangan segera muluncur ke Toko Material Metro 10 tersebut. Betul, ketika itu beberapa lelaki tak dikenal sedang membobol toko tersebut.

Melihat polisi datang, pelaku berusaha kabur. Bahkan dua di antaranya melawan polisi dengan linggis dan obeng. ” Karena melihat pelaku beringas dan sudah diberi tembakan peringatan namun tidak mau menyerah, anggota kami terpaksa menembak keduanya,”jelas Kapolsek Kembangan AKP Tri Yulianto Sik.

Tersangka Kusnadi, 48, dan Partono, 52, dilarikan ke rumah sakit untuk diobati lukanya. namun pagi ini sudah ditahan di Polsek Kembangan. “Kami masih mencari pelaku yang kabur. Diduga pelaku adalah pencuri spesialis toko material. Kasus ini masih dikembangkan,”jelas Tri Yulianto.

Belakangan ini pencurian di toko material memang marak. Ini sebagai akibat bahan bangunan yang kian mahal. Diduga ada sindikat yang juga menampung hasil curian tersebut.

Polisi mengimbau pemilik toko memasang CCTV karena sangat membantu untuk mengetetahui adanya orang tak dikenal ketika mau memasuki toko atau rumah warga.(warto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/09/04/2-pencuri-di-toko-material-ditembak-polisi

Thursday, 2 September 2010

Perampokan Digagalkan Polisi, Satu Pelaku Tewas

2-Sep-2010

indosiar.com, Tangerang
- Menjelang lebaran, tampaknya aksi perampokan kian merajalela. Para pelaku banyak yang nekat beraksi di siang hari. Seperti yang terjadi Rabu (01,09,10) siang di wilayah BSD City, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kawanan perampok yang terdiri dari empat orang, diduga tengah mengintai sebuah mesin ATM yang sedang diisi uang sekaligus mengincar sebuah mobil di tempat parkir. Aksi mereka kepergok polisi yang tengah patroli. Akhirnya satu dari empat pelaku tewas ditembak di tempat, sedangkan tiga lainnya kabur.

Seorang pria yang diduga akan merampok mesin ATM disebuah minimarket dikawasan Cilengang, BSD City, Kota Tangerang Selatan, Banten terkapar bersimbah darah. Pelaku yang belum diketahui identitasnya ini meregang nyawa setelah ditembak mati petugas kepolisian. Pelaku terpaksa ditembak mati setelah berupaya kabur karena tertangkap tangan tengah mencongkel sebuah mobil di parkiran sebuah minimarket.

Petugas mencurigai, pelaku hanya berpura-pura mengalihkan perhatian dengan mencongkel sebuah mobil. Padahal, pelaku yang semuanya berjumlah 4 orang dicurigai tengah mengintai petugas jasa bank yang akan mengisi uang di mesin ATM disebuah minimarket. Satu dari empat pelaku terpaksa ditembak mati dan tiga pelaku lain berhasil kabur menggunakan sebuah mobil.

Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah pelaku langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Tangerang. Polisi juga kini tengah memburu tiga pelaku lain yang berhasil kabur. Diduga para pelaku merupakan kawanan perampok yang biasa beraksi disejumlah mesin ATM dan sudah meresahkan masyarakat.
(Mas'ud Ibnu Syamsuri/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/87351/perampokan-digagalkan-polisi-satu-pelaku-tewas

Wednesday, 25 August 2010

Ditembak Mati di Depan Poltabes

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -Melarikan diri saat akan dibawa ke Rutan Poltabes Banjarmasin, Bahran (28) ditembak hingga tewas, Rabu (25/8) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun, Bahran diamankan petugas karena nyaris dihakimi massa, setelah diketahui mencuri satu unit helm, di kawasan Pengambangan, sekitar pukul 16.00 Wita.

Setelah dibawa ke Poltabes Banjarmasin dan menjalani pemeriksaan, malam harinya, seorang petugas menggiring Bahran ke rutan Poltabes Banjarmasin.

Belum sampai ke ruang tahanan, Bahran malah melakukan perlawanan ke petugas dengan menyikut menggunakan siku ke arah dada petugas.

Karena hal itu, petugas terjatuh dan Bahran melarikan diri.
Petugas lainnya yang mengetahui kejadian tersebut, langsung melakukan pengejaran terhadap Bahran yang sudah berlari keluar dari area Poltabes Banjarmasin.

Sempat diberi tembakan peringatan ke udara, namun Bahran tetap tidak menggubris, kemudian tembakan diarahkan ke tubuh Bahran. Bahran akhirnya jatuh di depan Poltabes Banjarmasin dan meninggal satu jam kemudian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga masih menunggu jenazah Bahran di keluarkan dari IGD Rumah sakit Bhyangkara.(edward pah)

http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/8/25/54611/ditembak-mati-di-depan-poltabes

Monday, 2 August 2010

Warga Tuntut Polisi Lampung Usut Kematian Tahanan


TEMPO Interaktif, Bandar Lampung - Keluarga korban tahanan yang ditembak mati polisi melapor ke Kepala Bidang Provos dan Pengamanan Kepolisian Daerah Lampung, Senin (2/8). Mereka menilai ada sejumlah kejanggalan dalam tewasnya Arifin, tahanan Kepolisian Resor Tulang Bawang.

"Ada indikasi korban disiksa dan ditembak dari jarak dekat di bagian lutut," kata Riyan, keluarga korban yang mendatangi Kepolisian Daerah Lampung, Senin (2/8).

Menurut warga Bujung Tenuk, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, itu, setidakya ada lima kejanggalan yang menyebabkan kematian saudara sepupunya. Kejanggalan itu, kata dia, polisi merusak rumah korban meski sudah diserahkan pihak keluarga, penangkapan korban yang diduga melakukan tindak pencurian tanpa ada surat perintah, polisi tidak pernah membuat berita acara pemeriksaan, dan luka di sekujur tubuh.

"Luka tembak di lutut diduga dilakukan dari jarak dekat dan dari depan. Alasan hendak melarikan diri sangat mengada-ada," ujarnya.

Dia berharap Kepolisian Daerah Lampung menyelidiki penyebab kematian Arifin dan menyeret pelakunya ke pengadilan. Selain ke Kepolisian Daerah Lampung, keluarga korban juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tulangbawang.

"Kami juga akan melaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Saudara kami telah menjadi korban penyiksaan di dalam tahanan oleh aparat penegak hukum," katanya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigadir Jenderal Sulistiyono Ishak mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data di lapangam bersama Kepolisian Resor Tulangbawang. Dia berterimakasih keluarga korban melaporkan kejanggalan itu agar kasusnya menjadi terang.

"Kesimpulan baru bisa diketahui dari hasil autopsi mengenai penyebab kematian tersangka," katanya.

Arifin, tersangka pencurian, tewas setelah diserahkan keluarganya ke polisi. Warga menduga Arifin menjadi korban penyiksaan di tahanan polisi. Banyak ditemukan luka bekas penganiayaan di sekujur tubuh dan luka tembak di lutut korban.

Kasus tewasnya warga Bujung Tenuk, Menggala itu membuat ratusan warga mengamuk. Mereka membakar pos penjagaan polisi di kecamatan itu dua pekan lalu.

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/08/02/brk,20100802-268206,id.html

Wednesday, 28 July 2010

Polisi Tembak Gembong Pencuri


SIAGA-TEMBAK: Meski sudah ditembak kakinya, tersangka gembong pencurian AS (30) terus berusaha menyerang polisi saat hendak ditangkap.


Satuan Unit khusus Polisi Sektor Kota Rappocini kemarin memang berhasil menangkap gempbong pencurian yang telah meresahkan warga di rumahnya. Namun saat akan ditangkap, pelaku malah berusaha melawan.

"Pelaku jadi target operasi dan dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri dan menyerang polisi yang akan menangkapnya. Kita terpaksa menembaknya karena pelaku merupakan gembong pencurian yang sangat berbahaya," kata Kanit Reskrim Polsekta Rappocini Iptu Eko Yusmiarto di Makassar, kemarin.

Kronologis penangkapan itu terjadi saat polisi menggerebek rumah pelaku. Saat itu pelaku langsung melakukan perlawanan dan menyerang polisi. Polisi yang terdesak karena diserang dengan menggunakan badik sepanjang 40 centimeter langsung menembak kaki kirinya.
Bahkan saat tertembak pun, pelaku masih nekat melarikan diri dengan memanjat pagar tetangganya. Namun, usahanya tersebut gagal karena banyaknya polisi yang mengepung rumahnya.

http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/07/26/brk,20100726-266209,id.html

Monday, 12 July 2010

Pembobol Toko Ponsel Ditangkap

12/07/2010 05:38
Liputan6.com, Majene: Seorang pelaku pembobol toko telepon seluler (ponsel) di Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (11/7), ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. Sedangkan lima pelaku lainnya langsung menyerah saat diringkus di tempat persembunyian mereka di Desa kampung baru, Kecamatan Banggae, Majene.

Para pelaku yang masih di bawah umur ini mencuri di salah satu toko ponsel di Labuang, Banggae Timur. Mereka ditangkap berkat informasi dan bantuan masyarakat. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu komputer jinjing (laptop) bersama speaker aktif dan empat ponsel.

Polisi masih terus mengembangkan kasus itu guna mengungkap pelaku lainnya. Polisi menduga komplotan itu dikoordinir seseorang yang identitasnya sudah diketahui.(BOG)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201007/285798/Pembobol.Toko.Ponsel.Ditangkap

Sunday, 27 June 2010

Maling Rokok Ditembak Polisi

Selasa, 22 Juni 2010 - 10:55 WIB

SURABAYA(Pos Kota) – Dua orang maling toko dibekuk aparat kepolisian. Terakhir mereka diketahui menguras salah satu toko milik warga Desa Gerenden Kecamatan Puger, dan membawa kabur uang tunai Rp 30 juta plus dua karung rokok.

Dua maling itu adalah Ilyas,40 warga Dusun Gadungan Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger dan Muhamad Imam alias Mat Ondo,35 warga Desa Jambearum Kecamatan Puger.

Kedua maling itu ditangkap di rumah Juman, warga Dusun Gadungan Desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger. Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni rokok dan celurit, stang, parang, topeng wajah, kunci T, linggis, cat tembok dan dua unit Hp.

Polisi menggerebek rumah Juman sekitar pukul empat pagi. Sejak lama warga curiga dengan rumah tersebut, karena selain jauh dari keramaian, juga sering tampak beberapa orang saat malam hari. Sementara saat siang hari sepi kegiatan.

Rumah Juman ditengarai menjadi tempat kongko dan persembunyian komplotan pencuri tersebut.

Pengepungan polisi di rumah Juman membuahkan hasil. Ilyas dan Mat Ondo ditangkap, namun mereka harus dibedil dulu karena mencoba melarikan diri. “Kami tak mau kehilangan buruan kami,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, Ajun Komisaris M. Nur Hidayat, Selasa(22/6).

Hasil pengembangan penyelidikan polisi, barang-barang hasil curian itu diserahkan kepada Sali, warga Kecamatan Tanggul, untuk dijual. Dua zak rokok sudah dibeli Aziz, warga sedesa Sali, dengan garga Rp 7 juta.(nurqomar/dms)

Friday, 11 June 2010

Polisi Tembak Mati Warga Aceh Timur

Petugas UGD Rumah Sakit Umum Cut Mutia sedang menangani jenazah Raden yang tewas tertembak di kawasan Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Kamis (10/6).SERAMBI/SAIFUL BAHRI

Fri, Jun 11th 2010, 11:56

LHOKSEUMAWE
- Raden (25), warga Bagok, Aceh Timur, tewas setelah perutnya ditembus peluru yang ditembakkan seorang oknum polisi yang sedang mengawal aktivitas PT Satya Agung di Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, Kamis (10/6) menjelang magrib. “Raden ditembak karena ia mencuri getah di perkebunan karet PT Satya Agung,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli saat ditanyai Serambi, tadi malam.

Berdasarkan informasi dihimpun dari berbagai sumber, menjelang magrib kemarin banyak warga yang mendengar sekitar delapan kali suara tembakan di areal perkebunan karet, tepatnya di Dusun Leubok Pakam, Desa Meunasah Dayah, Kecamatan Simpang Keuramat. Tak lama setelah suara tembakan itu reda, ternyata Raden, warga Aceh Timur yang dan menetap di desa itu sejak 1,5 tahun lalu, ditemukan tewas bersimbah darah. Korban pun langsung dievakuasi naik mobil patroli Polsek Simpang Keuramat ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe.

Keuchik Meunasah Dayah, Saiful Bahri, menyatakan tak tahu persis awal mula insiden itu, karena saat kejadian dia sedang tak berada di tempat. Tapi berdasarkan informasi yang dia himpun dari warganya, sebelum Raden tewas banyak warga yang mendengar suara tembakan. Jumlahnya diperkirakan sekitar delapan kali.

Sedangkan motif penembakan Raden, menurut Saiful, masih simpang siur. Versi masyarakat menyebutkan bahwa dia sedang pulang dari menderes getah (karet) dengan berjalan kaki. Sedangkan yang dikejar oknum polisi justru dua orang yang ditengarai mencuri karet, tapi mereka lari naik sepeda motor. Dengan demikian, Raden diduga korban peluru nyasar.

Namun, versi lain menyebutkan bahwa Radenlah yang diyakini polisi sebagai pencuri getah. Apalagi, polisi menemukan empat karung getah di tempat korban dipergoki dan akhirnya didor. “Jadi pastinya saya tidak tahu, karena saya pun baru akan meluncur ke lokasi kejadian,” ujar Keuchik Saiful Bahri via telepon pukul 21.0 WIB tadi malam.

Berdasarkan data rumah sakit, korban diantar naik mobil patroli Polsek Simpang Keuramat sekitar pukul 18.45 WIB dalam keadaan sudah tak bernyawa. Berdasarkan hasil visum, di sekujur tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan/penyiksaan. Hanya ada luka berbentuk lubang kecil di bagian punggung belakang dan luka lubang lebih besar di atas pusat korban. Luka di bagian depan itulah yang membuat usus korban menjulur ke luar. Usai ditangani petugas di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU Cut Meutia, sekitar satu jam kemudian jenazah korban dievakuasi ke ruang kamar mayat RSU tersebut.

Diduga curi getah
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli yang dihubungi Serambi tadi malam membenarkan, ada seorang pria yang tewas ditembak anggota kepolisian yang sedang bertugas menjaga keamanan di PT Satya Agung. Korban diduga terlibat mencuri getah milik perusahaan perkebunan yang berlokasi di pedalaman Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara itu, persisnya di kawasan Simpang Tiga Lubuk Pakam.

Sejauh ini, Polres Lhokseumawe telah menahan di mapolres setempat dua oknum polisi, satu di antaranya diduga sebagai pelaku penembakan. “Apa pun alasannya, dia dinyatakan telah melanggar hukum dan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres sembari meminta maaf kepada warga jika ada tingkah laku anggotanya yang tidak menyenangkan serta menyakiti hati masyarakat.

Menurut Zulkifli, dua anggota polisi jajaran Polres Lhokseumawe itu memang sedang ditugaskan menjaga keamanan di PT Satya Agung, Simpang Keuramat. Saat kedua personel polisi itu menjaga keamanan, tiba-tiba ada tiga pria yang diduga pencuri getah, datang dengan cara mengendap-endap.

Melihat patroli polisi datang, kata Kapolres, tiga pria itu langsung lari, masuk ke semak belukar. Pada saai itulah polisi melepaskan tembakan peringatan ke udara tiga kali. Namun, ketiga pria itu tidak mengindahkannya, sehingga polisi melepaskan tembakan ke kaki tersangka. Tapi ternyata tembakannya meleset. Yang terkena justru perut Raden, sehingga ia menemui ajal di tempat kejadian. Sedangkan dua temannya berhasil kabur dan sampai tadi malam belum diketahui keberadaannya. “Namun, di lokasi kejadian polisi berhasil menyita barang bukti berupa empat karung getah, tiga sepeda motor yang diduga milik korban dan dua temannya,” kata Kapolres melalui telepon genggamnya.
(bah/ib)

http://www.serambinews.com/news/view/32520/polisi-tembak-mati-warga-aceh-timur

Friday, 14 May 2010

Pencuri Berkedok Penarik Sumbangan Ditembak

13/05/2010 21:47 | Pencurian
Liputan6.com, Lumajang: Achmad Fauzin, pemuda asal Jember ditembak personel Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Ia kedapatan mencuri komputer jinjing dan telepon genggam, Kamis (13/5).

Saat beraksi, tersangka berpura-pura menarik sumbangan untuk pembangunan masjid. Setelah dilumpuhkan dengan timah panas, warga Desa Rampaksari, Jember, itu hanya bisa meringis kesakitan saat dibawa ke ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Bhayangkara, Lumajang.

Aksinya di sebuah toko telepon seluler, kepergok pemiliknya. Sang pemilik toko langsung meneriakinya maling. Petugas patroli Polres Lumajang yang melintas di dekat lokasi kejadian pun langsung mengejar.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku mencuri karena tak memiliki pekerjaan alias menganggur. "Waktu itu saya minta sumbangan, orangnya menjahit, dan
laptop ada di ruangan tengah dan saya ambil," katanya.

Biasanya, tersangka beraksi bersama kelompoknya yang berjumlah empat orang dan tersebar di wilayah Jember, Probolinggo, dan Lumajang.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita satu komputer jinjing dan telepon genggam milik korban. Kini tersangka harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi. Ia terancam hukuman penjara lima tahun.(PAG/ANS)

http://buser.liputan6.com/berita/201005/276868/Pencuri.Berkedok.Penarik.Sumbangan.Ditembak

Tuesday, 4 May 2010

Anggota Sindikat Penjualan Senjata Api Tewas Ditembak Polisi

Selasa, 04 Mei 2010 17:21 WIB

PEKANBARU--MI:
Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Rokan Hulu menembak mati satu dari lima anggota kawanan penjualan senjata api, Selasa (4/5) dini hari. Polisi juga berhasil menahan satu tersangka yang juga menjadi kawanan tersebut.

Kepala Polres Rokan Hulu Adang Suherman mengatakan, Baduali Pohan, salah satu anggota kawanan tersebut, tewas ditembak di bagian perut bagian atas. Tersangka yang berhasil dibekuk adalah Karno Sihombing. "Bos kompolotan ini, Regar Ompong, berhasil kabur bersama dua anggotanya saat disergap," kata Adang.

Menurut Adang, Regar Ompong merupakan residivis kejahatan pencurian kendaaraan bermotor dan senjata api. Polisi mencium rencana kompolotan ini yang akan menjual senjata api sejak tiga hari yang lalu.

Polres Rohul kemudian menurunkan tim untuk mencari keberadaan kawanan tersebut. Informasi yang diperoleh polisi, kawanan ini akan menjual senjata api jenis laras pendek dan panjang berikut beberapa pelurunya.

"Kami kemudian mengetahui keberadaan mereka yang sedang menggunakan mobil di dalam kota. Menghindari kontak dengan masyarakat, kami mengikuti mereka hingga ke batas kota," jelas Adang.

Polisi kemudian memepet mobil para penjahat di Desa Murini, Kecamatan Tambusai. Petugas kemudian melepaskan tembakan pertama ke arah udara sebagai peringatan supaya mereka tiarap.

Polisi kemudian melepaskan tembakan kepada Baduali ketika ia terlihat akan bangkit dari tiarap sambil berusaha meraih sesuatu di pinggangnya. Petugas menduga Baduali akan meraih senjata.

"Tembakan tersebut sebenarnya diarahkan ke kaki untuk melumpuhkannya. Namun, saat ditembak, Baduali sedang bangkit dari tiarap. Terlebih lagi kondisi saat itu hujan. Tembakan yang diarahkan ke kaki malah mengenai perut," jelasnya.

Polisi kemudian melarikan Baduali ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu. "Namun ia tewas di perjalanan," tandasnya. Belakangan diketahui, senjata yang berusaha diraih Baduali merupakan celurit bukan senjata api. (BG/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/04/140501/126/101/Anggota-Sindikat-Penjualan-Senjata-Api-Tewas-Ditembak-Polisi-

Buronan Polisi Dihadiahi Timah Panas

Selasa, 04-05-2010
Buronan Polisi Dihadiahi Timah Panas
MAJENE, UPEKS--Resesrse dan Kriminal (Reskrim) Polres Majene berhasil menangkap salah seorang boronan Acong (28), warga Lingkungan Rangas, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae. Tersangka tertangkap setelah ditembak dengan timah panas.
Tersangka diduga terlibat berbagai kasus tindak kriminalitas. Acong baru pulang dari pelariannya di Campalagian dibekuk petugas saat berada dirumahnya di Lingkungan Rangas, Kelurahan Totoli.

Lantaran melakukan perlawanan akhirnya Polisi meringkusnya dan melumpuhkannya dengan timah panas tepat bagian perut sebelah kanan hingga tembus keluar sebanyak dua kali.
Meskipun tersangka sudah dilumpuhkan, namun masih bisa kabur dari kepungan tim buser Polres Majene.

Setelah beberapa jam lamanya akhirnya tersangka diketahui bersembunyi di rumah keluarganya sendiri akhirnya atas bujukan dari keluarganya sendiri akhirnya Acong diserahkan kepada petugas dalam keadaan luka dan kemudian diantar ke Rumah Sakit Umum Majene untuk dilakukan perawatan dokter.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Muh Erwin pada saat itu memimpin penangkapan kepada Upeks mengatakan, Acong merupakan boronan sejak 3 bulan lalu terkait kasus dugaan pencurian dilakukan di beberapa tempat. "Setelah beberapa hari, kami bersama anggota melakukan penyelidikan di daerah Rangas tentang keberadaan tersangka. Akhirnya, tersangka diketahui telah berada dirumahnya. Kami melakukan penangkapan dirumahnya, namun di saat kami ingin membekuknya tiba-tiba dia kabur, meskipun sudah beberapa kali memberikan peringatan, tetapi korban tidak menghidahkannya akhirnya kami melumpuhkan dengan tembakan," kata Erwin. (ali) (
)

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=46336

Wednesday, 21 April 2010

Ditembak Mati Hanya karena Curi 3 Ayam

Rabu, 21 April 2010 | 16:16 WIB

SURYA/ais
Senapan angin maut dari Blitar yang menewaskan Sopiin, maling ayam dari Kediri.
BLITAR, KOMPAS.com — Semula Didik Suryanto (32) warga Dusun-Desa Tawangrejo, Wonodadi, Kabupaten Blitar, menjadi korban pencurian. Namun, kini dia berstatus tersangka karena diduga menembak mati Sopi’in (30) memakai senapan angin saat warga Desa Deyeng, Ringinrejo, Kabupaten Kediri itu tepergok mencuri tiga ayam Didik, Senin (19/4/2010) dini hari.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Blitar AKP Edy Herwiyanto, awalnya peternak ayam itu diperiksa di Mapolres Blitar sebagai korban pencurian ternak ayam miliknya. Namun, dengan adanya korban tewas, akhirnya pemeriksaan diperdalam lagi.

“Ternyata terbukti, Didik menembak Sopi’in yang juga pencuri ternak ayam miliknya dengan senapan angin hingga tewas seketika,” ujar Edy, di kantornya. Tertembaknya Sopi’in diketahui banyak warga dan polisi. Hanya, saat itu polisi belum mengetahui penembak pria tersebut.

Kepala Satreskrim menjelaskan, pada Senin (19/4/2010) sekitar pukul 03.00 WIB, Didik bersama beberapa warga melakukan pengintaian terhadap Sopi’in yang terlihat mondar-mandir. Dia dicurigai sebagai maling ayam yang sering beraksi di desa tersebut.

“Dugaan warga ternyata benar. Sopi’in mendatangi kandang ayam milik Didik dan mencoba mencuri ayam,” ungkapnya. Didik yang memergoki Sopi’in langsung mengejar bersama beberapa warga lain.

Khawatir pelaku kabur, Didik menembak Sopi’in dengan senapan angin. Ternyata, tembakan senapan angin itu membuat korban roboh dan tewas seketika. “Berdasarkan keterangan beberapa saksi, awalnya (Didik) hanya ingin melumpuhkan pelaku. Tapi Didik justru mengeluarkan senapan dan menembaknya mengenai dada sebelah kanan hingga tewas,” terangnya.

Kata Edy, tersangka Didik dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Perampasan Nyawa Orang Lain (pembunuhan), dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Didik langsung ditahan di Mapolres Blitar.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah senapan angin , tiga ayam, karung plastik, tampar, dan tali plastik. “Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain yang diduga terlibat dalam tewasnya korban Sopi’in,” imbuhnya. (ais)

Sunday, 11 April 2010

Permadi: Koruptor Layak Ditembak Mati!

Lia Harahap - detikNews














Jakarta - Politisi Partai Gerindra Permadi punya usulan jitu untuk menghilangkan korupsi di Indonesia. Menurutnya, hukuman yang layak untuk koruptor adalah ditembak mati.

"Saya minta hukuman yang tepat untuk para koruptor ini adalah ditembak mati," ujar Permadi dalam diskusi di Doekoen Coffee, Graha Pancoran Mas, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (11/4/2010).

Permadi menilai kondisi korupsi di Indonesia sudah sangat mewabah. Dan faktanya memang Indonesia termasuk negara terkorup di Asia.

Pria yang kerap tampil hitam-hitam ini mendesak Presiden segera menetapkan negara dalam keadaan gawat darurat korupsi.

"Saya minta Presiden mengeluarkan Perppu yang membuat para koruptor itu jera," pungkas pria yang mengaku penyambung lidah Bung Karno ini.
(Rez/gun)

Tuesday, 6 April 2010

Curi Kambing, Rohmad Ditembak Polisi

06 April 2010 | 19:58 wib | Daerah

Magelang, CyberNews. Akibat mencuri seekor kambing, Rohmad Sugiarto (32) harus merasakan timah panas polisi. Ia ditembak karena berupaya melarikan diri saat akan dibawa ke kantor polisi.

"Kami sudah berupaya baik-baik namun Rohmad justru melarikan diri. Ia berusaha kabur saat akan dimasukkan ke dalam mobil tahanan,” kata Kapolres Magelang AKBP Kif Aminanto dalam gelar perkara, Selasa (6/4).

Menurut AKBP Kif Aminanto Rohmad ditangkap di rumahnya di Dusun Karang Wetan, Desa Pucang, Kabupaten Magelang. Ia merupakan tersangka pencurian kambing milik Muhyidin, warga Dusun Gioso Gunung, Desa Candisari, Kecamatan Secang.

Dalam aksinya, Rohmad melakukan perencanaan secara rapi. Bersama Suroto (35), dan Nuryanto alias Pesing (28), Rohmad menyewa sebuah Mitsubishi L-300. Mobil ini digunakan untuk ‘berburu’ kambing warga yang dikandangkan di tempat sepi.

Setelah berputar-putar, sekitar pukul 03.00 WIB Rohmad dkk akhirnya berhenti di kandang milik Muhyidin. Melihat keadaan sepi, Rohmad segera beraksi. Ia terlebih dulu merusak pintu kandang sebelum membawa lari kambing.

Namun naas kambing belum sempat dinaikkan ke mobil, warga keburu memergoki aksi sopir angkutan umum jurusan Menowo Pucang ini. Tanpa pikir panjang, Rohmad dkk pun kemudian kabur dan meninggalkan kambing di kebun kosong.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke Polsek Secang dan dilanjutkan ke Polres Magelang. Karena takut ditangkap mereka kemudian bersembunyi. Rohmad dan Pesing tetap di sekitar Secang sementara Suroto melarikan diri ke Palembang.

Setelah berbulan-bulan bekerja keras, petugas Polres Magelang akhirnya berhasil mengungkap kasus ini. Selasa Rohmad dan Suroto berhasil digelandang ke Mapolres Magelang, sementara Pesing sudah lebih dulu mendekam di dalam penjara.

Menurut kapolres kedua tersangka akan dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan tuntutan 7 tahun penjara. Saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Mitsubishi L-300 warna coklat, satu ekor kambing, dan sebuah ikat pinggang. Ikat pinggang ini digunakan untuk mengikat kambing.

"Ia sudah lama kami kejar karena terlibat berbagai tindak kejahatan. Ia pernah masuk penjara empat bulan dalam kasus pencurian kusen kayu. Kemarin ia juga dilaporkan mencuri empat ikat kayu bakar," jelas kapolres.

( MH Habib Shaleh /CN13 )


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/04/06/51198/Curi-Kambing-Rohmad-Ditembak-Polisi

Wednesday, 31 March 2010

Tersangka Jambret Ditembak

Rabu, 31-03-2010
MAKASSAR,UPEKS--- Seorang pria yang teridentifikasi sering terlibat pencurian drngan kekerasan (curas) dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Makassar Barat dan Timur ditembak, Selasa (30/3) dinihari.

Kapolres Makassar Timur, AKBP Totok Lisdiarto di dampingi Kasat Reskrim AKP Dharma Ginting, di Makassar, saat dihubungi Upeks membenarkan penembakan tersebut.
Menurut Totok, saat akan diamankan anggota Resmob Polresta Maktim, A Zulfikar, langsung mencabut badiknya dan melakukan perlawanan.

Karena buruan polisi itu tidak mengindahkan tembakan peringatan, akhirnya sebutir timah panas bersarang di kakinya.

Zulfikar itu sudah lama diintai tim Unit Khusus Polres Makassar Timur. Ketika melintas disekitar perempatan Jalan Sungai Saddang dan Gunung Latimojong, petugas langsung mengejar.

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Kapolres, saat melakukan curas alias jambret, Zulfikar tidak segan-segan melukai korbannya.

Beberapa bulan sebelumnya, anggota komplotan Zulfikar berjumlah lima orang, lebih dulu
tertangkap. Mereka itu, telah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sari Makassar.
Dibagian lain Kapolres menandaskan, salah satu kesulitan meringkus pelaku jambret, karena pelaku selalu berpindah-pindah tetap karena tidak memiliki domisili tetap.

Berdasarkan keterangan empat rekannya, Zul memang tidak mempunyai tempat tinggal dan suka berpindah-pindah demi menghindari kejaran polisi," katanya.

Berdasarkan laporan polisi (LP) dari para korban-korban, tersangka pernah beraksi 20 kali di wilayah Makassar Barat. Khusus di Makassar Timur, hanya 13 kali beraksi.

Dalam pemeriksaan, pelaku juga mengaku, pernah menggasak uang tunai Rp600 juta di wilayah Makassar Barat.

"Untuk membongkar sindikatnya, Polres Makasar Timur akan terus koordinasi Polwiltabes, Polres jajaran serta Polsek,'' tandas Totok yang juga mantan Kepala Detasemen (Kaden) Brimob Polda Sulselbar tersebut.

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=43937&jenis=Metro