Showing posts with label manado. Show all posts
Showing posts with label manado. Show all posts

Tuesday, 18 December 2012

Takut Ditembak Polisi, Pelaku Pembunuhan Serahkan Diri

Manado, ON : Karena takut ditembak oleh Polisi, Pelaku penikaman pemuda Tomohon hingga tewas di Kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara, memilih menyerahkan diri.
Pelaku penikaman tersebut adalah CT alias Chris (16) warga Kelurahan Teling Bawah Kecamatan Wanea, OL alias Okto (18) warga Mahakeret Barat, YS alias Yos (16) warga Mahakeret Barat Kecamatan Wenang dan FO alias Nando (17) warga Titiwungen Utara Kecamatan Sario.

Keempat pemuda ini menyerahkan diri kepada seorang anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Wenang yang sedang melakukan patroli di Jl. Sarapung, Senin (17/12/2012) sekitar pukul 15.00 WITA.

Menurut keterangan pelaku kepada Polisi mereka menikam Melky Langi, karena Melky terlihat akan menyerang mereka yang sedang mengendarai sepeda motor di jalan depan KFC Megamas.

Saat itu para pelaku menggunakan dua motor berboncengan di motor Honda Beat putih dan Yamaha Vega ZR hitam.

Korban terlihat mengejar dan akan memukul. Karena terancam. Yos kemudian menghentikan motor Honda Beatnya, lalu Chris mengambil pisau dari bagasi dan melayangkan tikaman ke dada korban. Usai menikam, pisau terlepas ke aspal dan mereka kembali ke motor.

Rekan korban Christian Sumakud yang melihat kejadian itu mencoba mengejar pelaku malah ikut jadi korban.

Pelaku lainnya, Okto yang sedang berboncengan dengan Nando mengetahuinya, kemudian turun dari motor dan mengambil pisau yang terlepas ke aspal dan menikam hingga kena di bagian pelipis kirinya.

Kapolsek Wenang Kompol AV Montung membenarkan para pelaku sudah menyerahkan diri. "Memang benar, tapi kami belum tahu alasan mereka menyerahkan diri. Mereka masih dalam pemeriksaan," terangnya.

Menurut Montung, identitas pelaku terungkap karena terekam CCTV pengelola kawasan Megamas ketika mereka melarikan diri. Motor Honda Beat yang dikendarai Yos berboncengan dengan pelaku, mengalami kecelakaan terantuk polisi tidur hingga body motor lecet dan kaca spionnya terlepas. Keduanya pula mengalami lecet di tangan dan kaki.

"Memang gambarnya kabur, tapi anggota saya mengenalinya motor yang digunakan. Penyelidikan pun langsung diarahkan kepada mereka (pelaku). Karena takut mereka akhirnya menyerahkan diri," jelas Montung.

Untuk diketahui, dua warga asal Kota Tomohon, Christian Sumakud dan Melky Langi (26) ditusuk di dalam kawasan Megamas Minggu 16/12 dinihari sekitar pukul 04.00 WITA.

Saat itu, kedua korban bersama rekan-rekan kerjanya di selesai berkaraoke di Inul Vista  Megamas dan Corner Pub Bahu Mall.

Mereka menuju lokasi kejadian karena akan mengambil motor rekannya yang diparkir di depan rumah makan Ratu Muda, tak jauh dari lokasi kejadian.

Melky tewas di TKP karena luka tusukan yang tepat mengenai jantung, sedangkan Christian tak sadarkan diri di RS Siloam Manado akibat luka tikaman di pelipis kiri.

  

http://obornews.com/8536-berita-takut_ditembak_polisi_pelaku_pembunuhan_serahkan_diri.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Sunday, 9 September 2012

Seorang Warga Tertembak Pistol Anggota Polisi di Manado

Sabtu, 08/09/2012 08:36 WIB

Manado, Seorang warga menjadi korban penembakan oleh DK alias Des, anggota polisi berpangkat brigadir yang bertugas di jajaran Polresta Manado. Korban bernama Devit Doni Merpati, mengalami luka tembak di bagian bokong.

Informasi yang diperoleh detikcom, penembakan itu terjadi dikarenakan korban melakukan penyerangan menggunakan parang kepada anggota polisi tersebut saat sedang mengisi bensin sepeda motornya di sebuah kios pengecer bensin di Jalan Sam Ratulangi (PIKAT), Kecamatan Sario Manado, Jumat (7/9/2012) sekitar pukul 03.00 WITA. 

Karena nyawanya terancam, DK mengeluarkan pistol dan memberikan tembakan peringatan. Karena korban terus menyerang, DK berkelit menghindar serta melepaskan tembakan yang mengenai bokong korban.

Korban akhirnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit Bhayangkara Manado akibat luka tembak tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut penembakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur yang berlaku.

“Kan sudah diberi tembakan peringatan, dia masih tetap menyerang, ya diberikan tembakan melumpuhkan,” kata Ampulembang kepada detikcom, Sabtu (8/9/2012).

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif hingga terjadi penembakan tersebut. Pihaknya akan memintai keterangan korban dan juga akan memeriksa anggotanya yang melakukan penembakan.

“Kalau memang ada unsur penyalahgunaan senjata oleh anggota saya, maka akan diproses. Tetapi sejauh ini penembakan sudah sesuai prosedur,” pungkas Ampulembang.

(mpr/mpr) 


http://news.detik.com/read/2012/09/08/083638/2011914/10/seorang-warga-tertembak-pistol-anggota-polisi-di-manado

Korban Penembakan Anggota Polisi Lapor ke Polda


korban penembakan
Sabtu, 8 September 2012 17:13 WIB
JAKARTA – Main tembak, polisi dilaporkan ke Propam. Jumat (7/9/2012) malam, Devit Merpati,30, melaporkan seorang anggota polisi berpangkat brigadir yang bertugas di jajaran Polresta Manado berinisial D karena menembak bokongnya. Di Palembang, seorang anggota Brimob dilaporkan Sudirman yang ditembak bahunya.
Kabar diperoleh, Devit Merpati, terpaksa ditembak karena mengancam dengan parang kepada anggota polisi tersebut saat mengisi bensin motornya di sebuah kios pengecer bensin di Jalan Sam Ratulangi (PIKAT), Kecamatan Sario Manado. Sebelum ditembus bokongnya, anggota tersebut sudah memberi peringatan ke udara tapi tak digubris.
Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut penembakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Aparat kepolisian masih memeriksa keduanya untuk mengungkap kasus yang sebenarnya.
“Kalau memang ada unsur penyalahgunaan senjata oleh anggota saya, maka akan diproses,” pungkas Ampulembang. Di Palembang, Sudirman ditembak anggota Brimob saat mengamankan lahan perkebunan tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis PT Perkebunan Nusantara VII, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, 27 Juli 2012, melaporkan kasusnya ke Polda setempat, Jumat (7/9).
Menurut organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Sabtu (8/9), korban didampingi Andre, salah satu anggota tim advokasi penyelesaian konflik agraria dengan PTPN VII.
Korban yang melapor yakni Sudirman yang mengalami luka tembak di lengan, Farida yang yang tertembak di bahu, Rusman, korban tertembak di tangan dan harus diamputasi salah satu tangannya, serta Darmawan orang tua Angga, bocah SMP yang tewas tertembak.
http://www.harianterbit.com/2012/09/08/korban-penembakan-anggota-polisi-lapor-ke-polda/

Sunday, 5 February 2012

Wakil Walikota Manado Sarankan Polisi Tembak di Tempat


Tribunnews.com - Sabtu, 4 Februari 2012 03:34 WIB

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Aksi pencurian dan perampokan yang akhir-akhir ini marak di Kota Manado membuat Wakil Wali Kota Manado Harley Mangindaan gerah. Putra Menteri Perhubungan EE Mangandiaan itu mengusulkan agar pelaku kejahatan ditembak di tempat.
"Banyak masukan dari masyarakat kepada kami untuk disampaikan ke Polresta yang meminta pelaku kejahatan ditembak di tempat, agar mereka jera," ujar pria yang akrab disapa Ai ini, Jumat (3/2).
Namun demikian, Ai menyadari bahwa polisi memiliki prosedur tersendiri dalam menindak pelaku kejahatan.
Ia pun berupaya untuk terus meningkatkan keamanan di Kota Manado, yang bukan hanya terjadi pada malam hari, namun juga siang hari. Sebab berdasarkan pengamatannya, tindak kejahatan dan kriminal terjadi bukan hanya pada malam hari, melainkan pula siang hari.
"Untuk itu warga harus peduli menjaga keamanan, bukan hanya pada malam hari, melainkan pula siang hari, 1x24 jam," ungkapnya.
Satu di antaranya tetap menjaga lingkungan dengan lebih mengaktifkan siskamling. Pelaku kejahatan akan berpikir dua kali, jika warga peduli pada keamanan lingkungan. "Masyarakat tetap tenang, namun waspada, karena awal tahun ini kejahatan meningkat," kata Ai.
Menanggapi usulan Ai tersebut, Kapolresta Manado Kombes Amran Ampulembang mengatakan bahwa tembak di tempat bisa dilakukan apabila situasinya memang mendesak untuk dilakukan.
Ampulembang mengatakan, jika situasinya memang harus melakukan tindakan tembak di tempat bagi para pelaku kejahatan maka akan dilakukan. Apalagi jika sudah membahayakan diri dan oarang lain.
"Dilihat konteksnya kalau memang situasinya mendesak bisa dilakukan apalagi membahayakan orang dan membahayakan diri bisa dilakukan," kata Ampulembang.
Namun diingatkan Ampulembang bahwa semua harus tetap dilakukan sesuai peraturan yang mengatur akan hal itu. "Semua ada aturannya dan semua harus sesuai aturan hukum yang ada," katanya.
Di mata pakar psikologi otak, Taufik Pasiak berpendapat, kehidupan modern di sebuah masyarakat membawa setiap orang terseret terhadap perilaku individual. Terutama di Kota Manado, perkembangan kotanya yang pesat telah berbanding lurus dengan tindakan kriminal.
"Orang kini lebih cenderung individu. Spiritual hampir dilupakan inilah yang buat rawan terjadinya aksi-aksi negatif," ujarnya dalam diskusi HMI bertajuk Noda Kriminalitas di Wajah Kota Ekowisata di Masjid Raya Ahmad Yani.
Akibat ini, tentu Kota Manado yang mendambakan sebagai kota ekowisata akan tercoreng. "Orang ingin berwisata ke Manado akan berpikir panjang kalau kriminalnya tinggi," ungkapnya.
Karena itulah, sebagai langkah antisipasif, polisi terus turun ke masyarakat.(erv/ald/bdi)
http://www.tribunnews.com/2012/02/04/wakil-walikota-manado-sarankan-polisi-tembak-di-tempat

Monday, 28 November 2011

Dua Penjahat Nangis Ditembak Polisi


TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Tak ada ampun bagi penjahat. Tim khusus Reserse Mobile Polda Sulut berhasil meringkus gembong pembobol rumah di Politeknik, di wilayah Koha Mapanget, Jumat (25/11/2011) tengah malam.
Dua tersangka Fikry Rumondor (41) dan Fiky Suareka (25) dilumpuhkan dengan empat timah panas.
Gembong penjahat tersebut diringkus di Koka Mapanget, Kota Manado. Kedua spesialis pembobol rumah itu, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan.
Dua pria itu tak mampu menahan sakit.
ketika tim medis berusaha mengangkat peluru dari kaki mereka.
Fikry yang tercatat sebagai residivis, sampai menangis. Ia tak mampu menahan sakit akibat luka tembak. "Aduh dokter sakit, oh Tuhan, sakit sekali," rintih Fikry.
Darah pria itu berceceran di lantai. Baju putihnya pun dipenuhi darah. Di tengah perawatan, Fikry meminta minum, ia kehausan "Dok, haus minta minum," tutur Fikry. Ia pun diberi air mineral.
Warga Laikit itu mengaku kapok. Itu pengalaman pertamanya ditembak polisi. Fikry mengaku sudah berulang kali melakukan pencurian.
Dari catatan polisi ada empat lokasi rumah dibobol, selang dua minggu bebas dari penjara. Fikry merupakan residivis kasus pencabulan gadis belia.
Kata Fikry, ia terpaksa mencuri untuk menghidupi keluarganya, sekaligus menafkahi tiga anaknya. "Anak saya tiga, tinggal di rumah ibu saya," ujarnya.
Rekan Fikry pun mengalami nasib serupa. Peluru-peluru menerjang kaki kiri pria bertato itu. Pria asal Tingkulu ini pun meringis kesakitan, hingga tubuhnya bergetar menggigil.
Fiky meringis kesakitan, ia merasa tulangnya seperti disayat-sayat "Rasa kram," tuturnya sembari menutup mata.
Fiky mengaku, ia terpaksa mencuri untuk biaya operasi anaknya yang berusia 7 bulan. Bayi itu mengidap sakit paru-paru. Ia sementara belum punya uang cukup, barang hasil curian seperti laptop, dan ponsel pun belum laku terjual.
"Anak saya sakit paru-paru, perlu uang untuk biaya operasi," kata dia.
Fiky pun mengaku, dalam dua minggu sudah menyatroni delapan rumah, belakangan ia meralat ada enam rumah yang ia sambangi.
Komisaris Besar Jefry Lasut, Direktur Reskrim Umum Polda Sulut menjelaskan, polisi terpaksa melumpuhkan dua tersangka pencurian dengan peluru karena mereka melawan dan berusaha kabur saat hendak ditangkap.
Keduanya merupakan kelompok pembobol rumah dengan berbagai modus kejahatan.
"Sasarannya barang elektronik, ada juga barang berharga lain. Mereka ini biasa beraksi tak tentu, bisa malam bisa juga siang. Modusnya ada yang merusak kunci, ada juga melakukan pengalih perhatian, mengajak tuan rumah mengobrol, lalu yang lain masuk ke rumah, ada juga modus pinjam toilet, lalu masuk ke kamar," ujar Lasut.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Tribun Manado
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tuesday, 25 October 2011

Tersangka Pemerkosa Gadis Cantik Ditembak Polisi


TRIBUNKALTENG.COM, MANADO - Upaya perburuan empat tersangka pelaku penyekapan 15 jam disertai perkosaan terhadap seorang gadis cantik berusia 18 tahun di Karombasan Selatan, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Kota Manado, 17 hari silam, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (25/10/2011) pukul 14.00 Wita.

Tim Reserse Mobil (Resmob) Khusus Polda Sulut dipimpin AKP B Torondek, berhasil melumpuhkan MS (18), warga Ranotana Weru, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea. Sebuah peluru yang mengenai kaki kanan berhasil melumpuhkan MS yang berusaha kabur. Sementara tiga tersangka lain, yakni ST, RS, dan As masih buron.

"Aduh dok, aduh, aduh sakit," ucap MS saat menjalani pengobatan luka tembak selama satu jam di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dibawa ke Polresta Manado untuk pemeriksaan. MS dan tiga rekannya, seperti diberitakan, pada  8 Oktober dini hari lalu, menyekap korban, sebut saja Melati di dekat Markas Polda Sulut.

Dibawah todongan pisau, MS dan tiga rekannya bergiliran memperkosa Melati. Sadisnya, para pelaku berusia muda ini merekam aksi mereka dengan menggunakan kamera telepon seluler. Beruntung Melati berhasil kabur ketika para pemerkosanya tertidur akibat  mabuk.

Di depan petugas Polisi yang menginterogasinya MS  pun mengakui perbuatannya. Sementara Melati yang datang didampingi Neny Rahmawati dari Lembaga Bantuah Hukum Anak, enggan berkomentar dan langsung masuk ke  ruang perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polresta
Kepada Tribun, Melati memastikan MS  satu dari tiga tersangka.

Melati hanya berharap, pelaku pemerkosanya semuanya bisa tertangkap, dan menerima hukuman setimpal "Kalau boleh dorang kase hukuman setimpal," kata perempuan asal Amurang ini.

Meski masih belum melupakan peristiwa pahit itu, Melati mengaku kasihan tersangka kena tembak di kaki. Namun Melati masih tetap khawait  rekaman perkosaan yang dipegang tersangka lain beredar. MS sendiri mengaku hasil rekaman adegan perkosaan dibawa tersangka ST.

Neny Rammawati sendiri mendesak aparat hukum mengganjar tersangka  dengan pidana seberat-beratnya. "Salut pada kepolisian yang berupaya mengungkap kasus ini. Masih ada tersangka lain yang buron, agar diupayakan segera ditangkap. Para pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya.

Untuk diketahui, MS  tertangkap di rumahnya di Ranotana Weru. MS  merupakan remaja putus sekolah dengan ciri khs kaki kiri ditato dan berprofesi sebagai tukang ojek.
MS sendiri keberadaannya diketahui saat mengunjungi pacarnya di Desa Sukur, Minahasa Utara.

Setelah pelarian dua minggu lebih, MS kehabisan uang sehingga kembali ke rumahnya, mengambil uang, laru mempersiapkan upaya pelarian kembali.

Seperti diberitakan,  Melati (19) bekerja di salah satu pub di Manado. Ia tinggal di rumah indekos, jauh dari orangtuanya yang sudah bercerai. Sekitar tengah malam, ia mengantar teman seprofesinya pulang menumpang taksi. Ia kemudian pulang seorang diri, rencana hendak pulang ke indekosnya di Malalayang.

Namun saat berjalan di Jalan Bethesda, dekat markas Polda Sulut, MS menyapanya,  mengajaknya ikut.  Melati  menolak, namun akhirnya terpaksa ikut lantaran ditodong pisau badik. "Kita takut, dorang todong, se naik di oto, ada empat orang. Dorang bawa di rumah, di Pakowa kalau tidak salah," ujar Melati.

Ia kemudian dibawa ke satu rumah di daerah Pakowa, Wanea. Dia dimasukkan ke dalam kamar ber-AC, direbahkan di karpet. Tangan wanita itu dikat, matanya ditutupi kain.
Melati mengaku tak mengenal para pemuda tersebut, ia hanya tahu dua dari empat pemuda pelaku pemerkosanya.

(tribunmanado.co.id)


http://kalteng.tribunnews.com/2011/10/26/tersangka-pemerkosa-gadis-cantik-ditembak-polisi

Sunday, 9 October 2011

Berprofesi Ganda, Sopir Mikrolet Paal 2 Ditembak Polisi


MANADO – NL alias Wiro Tato (31), sopir mikrolet jurusan Paal 2 – Pasar 45, ditembak pihak kepolisian saat melarikan diri dari tahanan. Ayah satu anak ini tak berdaya setelah tiga peluru bersarang di kakinya.
Wiro ditangkap karena selain sebagai sopir mikrolet, ia juga memiliki profesi lain, yaitu sebagai papancuri. Dalam menjalankan aksinya, Wiro bekerja sama dengan istrinya, MAA alis Nini (28).
Diakui Wiro, profesi sebagai papancuri dilakoninya sejak tahun 2006 lalu karena butuh uang. Pendapatan sebagai sopir mikrolet, kata Wiro, tidak mencukupi karena kebutuhan hidup yang sangat banyak.
Setelah beraksi bersama istrinya, Wiro kemudian membentuk jaringan papancuri bersama dua rekannya. Sepak terjang mereka merentang dari Kota Manado hingga Luwuk, Sulawesi Tengah.
Namun aksi jaringan tersebut terbongkar saat buser Polresta Manado berhasil meringkus Wiro dan istrinya beberapa hari yang lalu. Dua orang anggota kawanannya berhasil kabur dan kini menjadi buronan polisi.
Wiro, yang tak rela mendekam di balik sel, berusaha melarikan diri dari tahanan polisi. Namun tiga peluru yang bersarang di kedua kakinya membuat Wiro kapok.
“Adoh, so tobat komang,” ungkapnya saat tertangkap, Jumat (7/10).
Di masa kejayaannya, jaringan papancuri Wiro telah menggasak berbagai barang, mulai dari barang elektronik, genset, ponsel, hingga ban mobil. Menurut pengakuan Wiro, hasil curian termahal yang pernah digasaknya adalah ponsel Nokia N95 yang dijualnya dengan harga 1,2 juta.
Wiro kini diamankan di sel Polresta Manado.

http://www.palakat.com/berprofesi-ganda-sopir-mikrolet-paal-2-ditembak-polisi/5955

Wednesday, 6 July 2011

Angli Tambahani Pelaku Curas Ditembak di Paha Kiri

Angli_Tambahani,_pelaku_Curas_di_tangani_tim_kesehatan_dari_RS_Bayangkara._Ia_ditembak_dipaha_sebelah_kirinya_._.jpg
TRIBUNMANADO/KEVRENT SUMURUNG


Tribun Manado - Rabu, 6 Juli 2011 09:50 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-
Angli Tambahani (17) terlihat kesakitan saat petugas medis hendak mengangkat satu butir peluru yang bersarang di paha sebelah kirinya. Ia terus menjerit kesakitan saat ditangani oleh tim medis dari Rumah Sakit (RS) Bayangkara, Rabu (6/7).

Pemuda ini diduga merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan yang diciduk oleh 7 orang anggota polisi dari tim unit Reskrim Mobil (Reskrim Mob) Polda Sulut. Ia terpaksa ditembak karena mencoba melarikan diri saat tim Reskrim Mob memintanya menunjukkan lokasi dari rekannya dalam melakukan aksi kejahatan.

Awalnya, Angli Tambahani diciduk dirumahnya yang terletak di keluarahan Pakowa. Awalnya, pemuda ini tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Petugas, kemudian memintanya menunjukkan tempat kediaman dari tersangka lainnya yang merupakan rekan dari Angli Tambahani dengan menggunakan sebuah mobil.

Ditengah perjalanan yakni di Keluruhan Pomorow Teling, tiba-tiba saja Angli mencoba melarikan diri. "Awalnya saat sudah mempunyai firasat kalau pelaku akan melarikan diri. Ternyata firasat saya memang benar. Di tengah jalan pelaku mencoba melarikan diri. Kami pun terpaksa menembaknya di paha sebelah kiri korban," terang satu diantara anggota Polisi dari tim unit Reskrim Mob.

Direktur Reskrim Polda Sulut, Kombes Pol Jefry Lasut saat ditemui di RS Bayangkara mengatakan pihaknya terpaksa mengambil langkah seperti itu agar pelaku tidak melarikan diri. Mengenai barang bukti, Ia mengatakan bahwa pihak telah mengamnkan sebanyak 2 kendaraan motor yang merupakan hasil kejahatan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan oleh Angli Tambahani.
(kev)
http://manado.tribunnews.com/2011/07/06/angli-tambahani-pelaku-curas-ditembak-di-paha-kiri

Wednesday, 6 April 2011

Perampokan di Manado Dilakukan Residivis dari Surabaya

Ilustrasi. TEMPO/Zulkarnain

06 April 2011

TEMPO Interaktif, MANADO - Tim Buru Sergap Kepolisian Resor Kota Mando bekerjasama dengan aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, berhasil mengungkap kelompok pelaku perampokan di depan Gereja Katolik Katedral Hati Tersuci, di Jalan Samratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara.


Kepala Polresta Manado Komisaris Besar Polisi Aridan J Roeroe dalam jumpa pers Selasa malam (5/4) menjelaskan, para pelaku adalah residivis asal Surabaya.

Menurut Roeroe, kelompok yang beranggotakan lima orang itu ditangkap di kawasan Tretes Pasuruan Jawa Timur, Minggu (3/4). Bahkan salah seorang di antaranya sudah lebih dahulu ditangkap aparat Kepolisian Resor Pasuruan karena terlibat kasus narkoba.

Mereka diringkus sesaat meninggalkan sebuah villa dengan menggunakan mobil. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Bahkan anggota Tim Buser Polresta Manado mengeluarkan tembakan untuk menghentikan kawanan rampok yang ternyata juga telah menjadi residivis dalam kasus penjambretan di wilayah Surabaya.

Dalam pengejaran tersebut, TM alias Tonny harus meregang nyawa karena kehabisan darah setelah ditembak di kaki karena melakukan perlawanan.

Dua orang lainnya masing-masing SD alias Blutus alias Udin dan AS alias Arif juga harus mengalami cacat karena mendapatkan tembakan di bagian kaki. Adapun seorang lagi, S alias Yanto berhasil kabur.

Namun belakangan diinformasikan bahwa Yanto berhasil ditangkap Tim Buser Polrestabes Surabaya.

SD alias Blutus alias Udin serta AS alias Arif, Senin (4/4) dibawa ke Manado untuk menjalani proses hukum. “Mereka sudah dipastikan sebagai pelakunya,” ujar Roeroe.

Dalam kasus ini, Polresta Manado telah mengamankan tiga buah motor yang digunakan para tersangka, yaitu motor Honda Revo hitam DB 5567 GH milik Rayani Irfan, warga Perumnas Paniki Dua, Blok Durian Nomor 19 Mapanget; Suzuki Smash hitam DB 9694 LO milik Ferry Oley, warga Paniki; dan Suzuki Sky Drive DB 9012 LT milik Yanti Amir yang juga warga Perumnas Paniki Mapanget

Selain itu juga disita dua bilah parang yang dijadikan senjata untuk menebas para korban.

Peristiwa di depan Gereja Katedral Hati Tersuci terjadi 20 Desember 2010 lalu. Maria Julitawati yang menjadi korban, tidak hanya kehilangan uang Rp 140 juta, tetapi juga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit karena kedua tangannya dibacok parang para pelaku.

Peristiwa yang berlangsung pagi hari itu, ketika Maria baru saja pulang dari Bank Mandiri dan berjalan sembari menunggu kendaraan angkutan kota. Namun rupanya gerak-gerik dari korban sudah diincar para pelaku.

Sementara itu, Wakapolresta Manado Ajun Komisaris Besar Jackson Lapalonga mengatakan, selain beraksi di depan Gereja Katedral, para pelaku ini juga merupakan komplotan yang melakukan penjambretan di di lorong Samrat, Kota Manado, 28 Oktober 2010 lalu.

Saat itu karyawan Money Changer Haji La Tunrung diserempet dan dirampas uangnya senilai Rp 80 juta. “Setelah dicek ternyata ada residivis dari Balikpapan dan di Surabaya,” papar Lapalonga. ISA ANSHAR JUSUF.

Kasat Reskrim Polresta Manado: Yang Ditembak Mati Koordinator Perampok

Salah stau rampok yang ditembak kakinya (foto beritamanado)

MANADO – Aksi pelarian para pelaku perampokan berdarah yang terjadi di halaman Gereja Katedral Jl. Sam Ratulangi Manado 20 Desember 2010 lalu, akhirnya terhenti setelah dibekuk pihak Kepolisian Polresta Kota Manado yang dibantu personil Satreskrim Polrestabes Surabaya, di daerah Tretes, Kabupaten Malang Jawa Timur.

Dalam konfrensi persnya Kapolresta Manado Kombespol Aridan Roeroe yang didampingi Wakapolresta AKBP Jackson Lapalonga, Kasat Reskrim Kompol Asep Darmawan dan kabubag humas AKP Desy Hamang, menyatakan penangkapan ini adalah bagian dari rangkaian pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh personil kami, sehingga hal ini perlu diberi diapresiasi, mengingat belakangan ini di Kota Manado banyak terjadi kasus pencurian dengan penganiayaan dan tindakan terror.
Pada kesempatan yang sama, Kasat reskrim kompol Asep Darmawan menjelaskan, pengembangan penyelidikan sudah sejak tiga bulan yang lalu pasca perampokan di halaman Gereja Katedral Manado, berdasarkan informasi yang diperoleh baik dari masyarakat maupun intelejen.
“Kami menuju Jawa Timur. Setelah dikembangkan, diketahui para pelaku ternyata sedang berada di daerah Banjarmasin Kalimantan. Saat mereka tiba di Bandara Juanda, kami mulai membuntuti, dua orang langsung menuju rumahnya, sedangkan tiga orang lainya menuju daerah Tretes dan menginap di salah satu villa. Dari situlah kami berhasil menangkap para gembong perampok tanpa perlawanan,” jelasnya.
Dua orang berhasil ditangkap, satu orang telah diamankan Polres Pasuruan karena kasus narkoba. Satu orang buron dan satunya lagi tewas tertembak saat mau melarikan diri, yang tertembak itu merupakan koordinator kelompok.
Selanjutnya Asep juga menerangkan peran dan tugas masing-masing pelaku. S alia A berperan menggambar/memetakan lokasi objek,
SD berperan sebagai pengendara sepeda motor, AS sebagai eksekutor, sedangkan yang lainya mengawasi lingkungan sekitar.
Yang diamankan ini adalah eksekutor dan pengendara motor yakni AS alias Arif dan SD alias Udin. M alias Mustopa yang merupakan kordinatornya tewas tertembak, S alias Sugianto masih buron. Sedangkan T alias Tony ditahan Polres karena kasus narkoba.
“Dua eksekutor ini dilumpuhkan dengan tembakan masing-masing di kaki kiri dan kanan, karena berupaya melarikan diri,” tandas Asep. (sa)

http://beritamanado.com/2011/04/06/kasat-reskrim-polresta-manado-yang-ditembak-mati-koordinator-perampok/