Showing posts with label ditembak mati. Show all posts
Showing posts with label ditembak mati. Show all posts

Friday, 19 July 2013

2 WNA Ditembak, Polisi Periksa 18 Saksi

INILAH.COM, Jakarta - Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imam mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus dua orang warga negara asing yang terkena tembakan di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat.

"Sudah ada 18 orang saksi yang kita periksa, kini masih didalami lagi oleh penyidik," kata Fadil di Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Dikatakan oleh Fadil, para saksi yang sudah dimintai keterangannya itu yakni 7 orang security, 7 juru parkir, satu pacar korban, 1 orang pemilik serta 1 orang agen apartemen dan 1 orang teman pacar korban.

"Kita akan lakukan rekon supaya teridentifikasi secara jelas kejadiannya, sebab kami sudah mengarah kepada pelakunya jadi biar tambah jelas lagi," terang dia.

Di samping itu, kata Fadil, pihaknya juga telah menyita beberapa barang bukti berupa proyektil, selongsong, 2 unit HP, rekaman cctv dan print out parkir. [mes]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2010176/2-wna-ditembak-polisi-periksa-18-saksi#.UenNUeBMGZY

Sunday, 14 July 2013

Pelaku Curas Ditembak, Dua Kantor Polisi di Musirawas Dibakar

Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)


MUSIRAWAS
 - Warga membakar Mapolsek Rawas Ulu dan Mapolsek Sementara Rupit, Musirawas, Sumatera Selatan, menyusul tewasnya seorang pelaku pencurian akibat ditembak polisi. Aksi massa itu membuat kondisi di Rupit mencekam. 


Selain itu, massa juga memblokir Jalinsum dengan cara membakar ban di tengah jalan. Hingga rabu (3/7/2013) dini hari arus lalu lintas lumpuh. 

Pengamanan hanya dilakukan personel TNI AD karena saat kejadian fungsi Kepolisian belum berjalan. Personel TNI yang diterjunkan ke lokasi sebanyak dua kompi berjumlah 200 orang dari Kodim 142 dan Kodim 141. 

Aksi massa itu sebagai buntut tewasnya Heri (19) warga Karanganyar, menjadi target operasi Polres Musirawas. Heri dikenal sebagai pelaku curas 

di daerah Rupit dan meresahkan warga. Penembakan terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur.

(Era Neizma Wedya/Sindo TV/tbn)

http://news.okezone.com/read/2013/07/03/340/831081/pelaku-curas-ditembak-dua-kantor-polisi-di-musirawas-dibakar

Residivis Curat Ditembak Mati


Jum'at, 5 Juli 2013 04:45 wib
SURABAYA - Sepak terjang Abdul Wahid alias Bahet, pelaku curanmor yang ditembak mati Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, ternyata luar biasa. Pelaku berusia 30 tahun ini, sudah delapan belas kali mencuri mobil dan sudah enam kali masuk penjara atas kasus curanmor dan curas.

Inilah barang bukti yang berhasil disita dari pelaku Abdul Wahid, pelaku spesialis l300 yang ditembak mati Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Diantaranya, satu pisau berukuran sekitar 30 centimeter (cm), satu set kunci t, tiga unit handphone, satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan satu unit mobil l 300 nopol L 8043 SI.

Selain menyita barang bukti milik Abdul Wahid, polisi juga menangkap Sunarto (21), komplotan Abdul Wahid. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku asal Sidorame Surabaya ini.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, mengatakan dalam aksinya, pelaku Abdul Wahid dan Sunarto ini bersama tiga pelaku lain yang masih buron. Komplotan ini selalu mencari sasaran mobil l 300, baik di Surabaya maupun di luar kota. Dengan menggunakan kunci T, komplotan Abdul Wahid ini sudah 18 kali mencuri, enam di Sidoarjo dan Gresik, sisanya di Surabaya.

Dari catatan di kepolisian, sepak terjang Abdul Wahid di dunia kriminalitas ini luar biasa. Wahid sudah enam kali keluar masuk penjara, diantaranya ditangkap Polsek Genteng, Polsek Gubeng, dan Polsek Pabean cantikan atas kasus penjambretan. Wahid juga pernah ditangkap Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim atas kasus pencurian.


http://surabaya.okezone.com/read/2013/07/05/519/832255/residivis-curat-ditembak-mati

Monday, 8 July 2013

Pelaku Curanmor Ditembak Mati Dikenal Langganan Penjara

Kamis, 04/07/2013 09:24 WIB

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Surabaya - Sunarto dan Abdul Wachid sudah malang melintang di dunia hitam kejahatan khususnya curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Dua orang yang berkomplot itu setidaknya sudah beraksi di 17 lokasi berbeda. Mereka juga tak segan-segan melukai korbannya jika melawan

"Selain beraksi di Surabaya, mereka juga beraksi di Gresik dan Mojokerto," kata AKP Agung Pribadi dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Kamis (4/7/2013).

Tapi nasib dua sekawan itu berbeda saat ditangkap polisi. Abdul Wachid tewas ditembak karena mencoba melawan sedangkan Sunarto ditangkap dan masih hidup. Bahkan Sunarto lah yang menjadi petunjuk polisi untuk menemukan Abdul Wachid. 

Berikut lokasi yang pernah menjadi aksi kejahatan kedua penjahat tersebut seperti yang dituturkan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu. Pencurian L300 di 9 lokasi yakni Jalan Sulung ( 2 kali), Bubutan, Pumpungan, Keputih, Manukan Tirto, Ngagelrejo Kidul, Kemayoran Baru, Koblen. 

Pencurian Suzuki Carry pick up di Jalan Boto Putih, pencurian Toyota Kijang di Jalan Banyu Urip, dan pencurian Suzuki Carry di bawah tol Banyu Urip. "Pelaku juga beraksi di 2 lokasi di Gresik serta 3 lokasi di Mojokerto," lanjut Agung.

Khusus untuk Abdul Wachid, ujar Agung, pernah 6 kali keluar masuk penjara. Abdul Wachid pernah ditangkap Polsek Genteng kasus jambret, Polda Jatim kasus curanmor, Polsek Pabean Cantikan kasus jambret, Polsek Gubeng kasus pencurian dengan kekerasan, dan Polrestabes Surabaya kasus pencurian dengan kekerasan serta curanmor.
"Abdul Wachid ini diindikasikan ikut kelompok yang pernah mencuri mobil rental dan mayat korbannya dibuang di Purwodadi, Pandaan pada 4 Juni lalu," tandas Agung.


(iwd/iwd) 


http://news.detik.com/surabaya/read/2013/07/04/092445/2292183/466/pelaku-curanmor-ditembak-mati-dikenal-langganan-penjara

Perampok Spesialis Mobil Ditembak Mati


Kamis, 4 Juli 2013 11:20 WIB
Laporan Wartawan Surya,Haorrahman
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Seorang perampok spesialis mobil L 300 dan pencurian sepeda motor (curanmor), berinisial WH (30), warga Wonokromo Surabaya, ditembak mati oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Kamis (4/7/2013) dini hari, di Jalan Raya Pucang Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, membenarkan kejadian tersebut.
"Anggota kami terpaksa melakukan tindakan tegas, karena saat hendak ditangkap, tersangka melakukan perlawanan yang membahayakan anggota," kata Setija.
WH sendiri merupakan spesialis pencurian roda empat, sebanyak 17 kali.

http://www.tribunnews.com/2013/07/04/perampok-spesialis-mobil-ditembak-mati

Thursday, 27 June 2013

BNPT: 90 Teroris Ditembak Mati Sejak 2002


Kamis, 27 Juni 2013 04:34 wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
SOLO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, membeberkan 900-an pelaku teror ditangkap sejak 2002. Dari jumlah tersebut hanya 90 pelaku yang ditembak.

Ansyaad membantah bila penanganan pelaku teroris yang dilakukan Densus 88 maupun BNPT melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena selalu diakhiri dengan tewasnya teroris. Menurutnya, penanganan terorisme di Indonesia lebih lembut jika dibandingkan dengan negara lain.

“Di Amerika yang katanya negara menjunjung tinggi HAM dan demokrasi, hampir 100 persen pelaku terorisme ditembak. Tapi di Indonesia, yang penanganannya jauh lebih lembut dibandingkan negara lain masih saja dikatakan melanggar HAM bila Densus menembak mati teroris," papar Ansyaad Mbai di Solo, Jawa Tengah, Rabu 26 Juni.

Berbeda saat ada anggota Densus yang tertembak mati, tidak pernah ada pembelaan terkait HAM.

“Kadang Densus diperlakukan tidak adil. Densus itu hadir karena kebrutalan teroris dan terorisme harus diungkap sampai akar-akarnya,” jelasnya.

Menurut Ansyaad, penanggulangan terorisme di Indonesia telah diakui dunia internasional. Bahkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) merekomendasikan Indonesia sebagai tempat belajar penanggulangan terorisme dan menjadi model penanggulangan terorisme internasional.

Ansyaad mengatakan, pelaku teror harus dibasmi. Pasalnya jika aksi-aksi terorisme tidak bisa diungkap maka akan terjadi konflik horisontal dan saling tuduh di antara kelompok masyarakat.

“Pemerintah Nigeria datang ke Indonesia khusus untuk belajar penanganan masalah terorisme atas rekomendasi dari PBB,” katanya.

Terkait aksi terorisme di Indonesia, Ansyaad mengatakan aksi-aksi terorisme beralih ke Poso setelah gagal di Aceh. Untuk membiayai kegiatan di Poso, kelompok-kelompok teroris tersebut menghimpun dana dengan melakukan perampokan di sejumlah bank, toko emas, dan sebagainya.

“Dari kegiatan yang mereka sebut sebagai fai tersebut, kelompok Abu Roban berhasil mengumpulkan dana  Rp1,8 miliar. Tetapi ternyata dana yang diperoleh tidak disetorkan semuanya, karena digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Di tempat yang sama Abdul Rahman Ayub, salah satu alumnus Afghanistan, mengatakan aksi-aksi terorisme di Indonesia terjadi karena kelompok tersebut tidak paham bahwa Indonesia adalah negara Darul Islam.

“Tetapi kelompok-kelompok itu menginginkan Indonesia menjadi negara Darul Islam versi mereka,” ujarnya.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(tbn)

http://jogja.okezone.com/read/2013/06/27/511/828207/bnpt-90-teroris-ditembak-mati-sejak-2002

Dor... Dua Maling Motor Ditembak Mati Polisi di Cibubur


Senin, 24 Juni 2013 19:07 wib

JAKARTA- Anggota Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, telah menembak mati dua orang pelaku pencurian mobil di wilayah Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (23/6). 


Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, pihaknya telah menangkap empat pelaku yakni PM (28), CS (35), ZN, dan DD (36). "Pelaku ZN dan DD kami tembak, karena saat ditangkap dua pelaku melarikan diri," ujar Slamet kepada wartawan, Senin (24/6/2013).

Polisi memburu dua pelaku itu setelah mendapatkan laporan masyarakat yang telah kehilangan mobil Kijang Toyota Avanza warna hitam bernopol B 1591 BKV di kawasan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat.

"Anggota kami langsung mengejar dan menghadang pelaku di kawasan Cibubur pom bensin Jakarta Timur. Tapi saat dikejar pelaku malah mempercepat kendaraannya," tuturnya.

Setelah dihadang, kata Slamet, para pelaku hendak melarikan diri, polisi pun memberikan tembakan peringatan tapi tidak dihiraukan oleh para tersangka.

"Akhirnya polisi menembak, dan mengenai dua orang pelaku. Mereka tewas saat perjalanan ke RS Polri Jakarta Timur," tutupnya.

Sementara itu, menurut Kasubdit Ranmor Polda Metro Jaya, AKBP Arie Ardian Rishadi, para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak tujuh kali dengan menggunakan mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. "Modusnya mereka yaitu, menyewa kendaraan lalu mencari sasaran yang terparkir di pinggir jalan, dan merusak pintu mobil dengan kunci Letter T," ujar Arie. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ugo)

http://jakarta.okezone.com/read/2013/06/24/501/826960/dor-dua-maling-motor-ditembak-mati-polisi-di-cibubur

Saturday, 15 June 2013

Satpam Itu Ditembak Oknum Polisi Saat Tidur


Sabtu, 15 Juni 2013 | 14:33 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan mengatakan, satpam bernama Luki Nugroho (25) tewas ditembak oleh anggota polisi saat sedang tidur. Ketika itu korban bersama dua rekan lainnya tengah istirahat di sebuah ruang istirahat perusahaan PT Tunas Arta Graha.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, pelaku yakni Brigadir Satu Priyo Yustianto seorang anggota Sabhara Polrestabes Semarang datang keruangan tersebut. Tanpa ada masalah atau alasan lain, pelaku kemudian menodongkan pistol jenis revolver pada ketiga orang yang tengah beristirahat di ruang itu. Pelaku datang dalam kondisi mabuk.
Peluru bersarang di kepala korban bagian kanan dan tembus ke bagian kiri. Korban mengalami luka parah sebelum akhirnya tewas di IGD RSUP dr Kariadi Semarang. Rekan korban yang lain sempat terbangun dan lari untuk menyelamatkan diri.
"Harusnya pelaku itu hanya jaga sampai jam 10 malam, tapi bukannya pulang malah pergi minum 'congyang' (jenis minuman keras) di Jalan Pahlawan. Pulang dari sana kembali ke perusahaan itu malah nodong kawannya pakai pistol," kata Elan saat ditemui di IGD RSUP dr Kariadi Semarang.  
Briptu Priyo Yustianto memang bertugas melakukan pengawalan di PT Tunas Arta Graha, sebuah perusahaan jasa pengisian uang ATM. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Guntur no 26 Gajahmungkur Semarang.
"Jadi dia ini memang sering ke situ, sehingga bolak-balik ke situ ya tidak apa-apa. Itu memang tempat istirahat para petugas, memang pelaku terpengaruh alkohol," jelasnya.
Elan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tidak ada masalah atau dendam antara pelaku dan korban. Ia mengatakan pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Elan memastikan akan menindak tegas anggota yang melakukan kelalaian tersebut.
"Kode etik dan disiplin, bisa juga dipecat. Dan kami tidak akan menutupi peristiwa ini karena itu memang kesalahan," tandasnya.
Editor : Caroline Damanik

http://regional.kompas.com/read/2013/06/15/14332659/Satpam.Itu.Ditembak.Oknum.Polisi.Saat.Tidur.

Polisi Tembak Mati Curanmor


Sabtu, 15 Juni 2013 , 02:23:00

BEKASI  –  Jajaran Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menembak mati seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) bernama Chandra Halim alias Ahmadi. Sedangkan, seorang tersangka lain, Taryadi alias Pucuk terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Mereka ditembak lantaran berusaha melawan saat ketika ditangkap petugas di dalam tol Bekasi, kemarin.

Informasi yang dihimpun dari Humas Polda Metro Jaya, tersangka Chandra ditembak petugas mengenai rahang sebelah kanan, hingga akhirnya tewas. Sedangkan tersangka Pucuk ditembak pada bagian paha sebelah kanan.

Saat dilakukan penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan, bahkan tembakan peringatan tidak diindahkan. Sehingga petugas terpaksa menembak para tersangka untuk melumpuhkannya.

Dari tangan para tersangka, Polisi menyita barang bukti berupa kendaraan Roda empat jenis Toyota Avanza B 1534 BRH yang digunakan oleh para pelaku. Diduga mobil tersebut merupakan hasil aksi kejahatan mereka.

Sementara jasad korban (Chandra Halim) langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakata Timur untuk diotopsi. Kasus ini masih dalam pengembangan Jajaran Reskrim Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, aksi perampokan dengan menggunakan senjata api terjadi di rumah milik Dodi Hendra (42) di Perum Jaka Permai, Kelurahan. Jakasampurna, Keceamatan, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Tiga orang pelaku melumpuhkan korban, Kevin, sebelum menggasak sejumlah harta di dalam kamar utama.

http://www.jpnn.com/read/2013/06/15/176994/Polisi-Tembak-Mati-Curanmor-

Menurut keterangan saksi, Kevin kepada petugas Kepolisian, dia mendapati tiga orang pelaku turun dari lantai dua rumah. Saat itu, ia tengah membuat teh di dapur. Korban dan pelaku berpapasan saat pelaku turun dari kamar atas.

Kendati korban ketakutan, Kevin berusaha melarikan diri. Sayang, belum berhasil kabur, pelaku memukulnya menggunakan gagang senjata api hingga mengalami luka robek di bagian pelipis sebelah kanan.

Kemudian para pelaku mengikat Kevin menggunakan kabel plester, selanjutnya para pelaku mengambil barang - barang yang berada di kamar bawah, diantaranya dua buah laptop, tiga buah Hp, satu buah kamera Canon XLR, perhiasan emas dan uang tunai Rp 4 juta.

Puas dengan hasil incarannya, pelaku lantas melarikan diri menggunakan mobil Daihatzu Xenia yang tak diketahui nomor polisinya.

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Barat, Iptu Wahid Key ketika ditanya apakah pelaku yang ditembak mati polisi berkaitan dengan pelaku perampokan di Bekasi Barat tersebut, dia menjawab, tidak ada kaitannya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan terkait kasus perampokan tersebut. “Pelakunya belum tertangkap, dan masih dalam penyelidikan,” tuturnya.  (adi)

http://www.jpnn.com/read/2013/06/15/176994/Polisi-Tembak-Mati-Curanmor-#

Seorang Satpam Tewas Ditembak Mati Oknum Polisi


Sabtu, 15 Juni 2013 - 15:05

Semarang, Seruu.com - Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) jasa pengisian uang ATM PT TAG dikabarkan tewas tertembus timah panas di bagian kepala, Sabtu (15/6/2013) dini hari.

Kuat dugaan satpam bernama Luky Nugroho (26) itu tewas ditembak seorang oknum anggota Dalmas Polrestabes Semarang, Briptu Priya Yustiyanto.

Luky ditembak ketika sedang berjaga di kantornya, Jalan Guntur nomor 26 Semarang, Jawa Tengah. Sesaat setelah ditembak, ia sempat mendapatkan perawatan medis RSUP Dr Kariadi. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan Polrestabes Semarang, warga Lamper Mijen RT 3/ RW 5 Lamper Tengah, Semarang itu ditembak sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tertembak di bagian kepala, dengan menggunakan senjata api (senpi) jenis Revolver milik Briptu Priya diperbantukan di perusahaaan ini.

Insiden bermula saat Briptu Priya datang ke kantor PT TAG Sabtu dini hari. Priya yang tampak kesal sempat membanting helm beberapa saat setelah tiba di kantor ini.

Entah bagaimana awalnya, Briptu Priya menodongkan senjatanya kepada Luky dan akhirnya menyalak. Peluru yang dimuntahkan mengenai kepala korban yang langsung tersungkur. Korban pun langsung dilarikan ke RSUP Dr Kariadi.

Belum diketahui penyebab pasti penembakan tersebut. Sementara itu, Briptu Priya berikut barang bukti senpi telah diamankan di Provost Polrestabes Semarang. Belum ada penjelasan resmi dari Polrestabes Semarang terkait insiden penembakan ini.[ast]


- See more at: http://city.seruu.com/read/2013/06/15/169273/seorang-satpam-tewas-ditembak-mati-oknum-polisi#sthash.3RYUPWRp.dpuf


Thursday, 13 June 2013

RINGKASAN KASUS KEKERASAN, PENANGKAPAN, PENAHANAN, DAN PENEMBAKAN DI PAPUA SEJAK 30 April 2013 - 22 Mei 2013



RINGKASAN KASUS KEKERASAN, PENANGKAPAN, PENAHANAN, DAN PENEMBAKAN DI PAPUA SEJAK 30 April 2013 - 22 Mei 2013
Laporan ini disusun oleh : Oktovianus Pogau
Laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), pihak Gereja, hingga masyarakat sipil di Papua (red, Papua dan Papua Barat) melaporkan telah terjadi serangkain kekerasan yang masif berupa penembakan, pembunuhan, pelarangan dan pembubaran paksa massa aksi, hingga penangkapan dan penahanan, yang disertai dengan penyiksaan di beberapa tempat, seperti di Sorong, Jayapura, Biak, Timika, dan Wamena, sejak 30 April 2013 - 22 Mei 2013. 
Dalam laporan tersebut, disebutkan aparat keamanan dari Kepolisian Daerah Papua (Polda) Papua, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodam XVII/Cenderawasih menjadi aktor utama. Ruang demokrasi di tanah Papua benar-benar dibungkam. Wartawan asing, diplomat internasional, dan lembaga HAM Internasional “dilarang” untuk berkunjung ke tanah Papua.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan National Papua Solidarity (NAPAS) di Jakarta juga melaporkan hal yang sama, yakni tindakan aparat keamanan telah mengakibatkan 4 orang tewas ditembak, 4 orang luka-luka kritis dan 34 orang ditangkap, 21 orang ditahan untuk menjalani proses hukum dengan tuduhan makar - kecuali Ketua Umum KNPB, Victor F Yeimo yang kembali menjalani sisa masa tahanan 2 tahun.
Adapun kronologis singkat peristiwa-peristiwa tersebut yang saya rangkum berdasarkan wilayah atau Kota terjadinya kekerasan (tabel kekerasan secara lengkap silakan lihat di lampiran dalam bentuk tabel).

Penembakan, Penyiksaan dan Penangkapan di Sorong
Pada 30 April 2013, sekitar pukul 21.00 Wit, aparat gabungan TNI/Polri menggunakan satu buah mobil Avanza, satu mobil Inova dan satu buah mobil patroli mendekati sejumlah warga yang sedang berada dalam tenda di rumah bapak Isak Klaibin. Warga sedang berkumpul untuk rapat dan ibadah menyambut hari aneksasi Papua ke dalam Negara Indonesia.
Melihat Polisi terus melakukan patroli, termasuk menghalangi warga yang akan ibadah di rumah bapak Isak Klaibin, warga marah dan sempat menghalangi satu buah mobil Avanza yang belakangan diketahui digunakan oleh Wakapolres Sorong. Melihat warga menghalangi mobil yang ditumpangi Wakapolres, aparat TNI/Polri marah dan mengeluarkan tembakan secara membabi buta.
Lima warga tertembak peluru aparat keamanan. Tiga warga yang meninggal adalah Apner Malagawak (22), Thomas Blesya (28), dan ibu Salomina Klaibin (37) - meninggal setelah dirawat seminggu lamanya di Rumah Sakit Se Be Solo, Sorong. Yang luka kritis dan masih dirawat keluarga hingga kini adalah Herman Lokden (18), dan Andreas Sapisa (22).

Sekitar pukul 22.30 Wit, aparat juga menangkap enam warga sipil, Klemens Kodimko (71), Obeth Kamesrar (65), Antonius Safuf (62), Obaja Kamesrar (40), Yordan Magablo (42) dan Hengky Mangamis (39). Keenam warga ini dituduh melakukan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Negara (Makar), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106, Pasal 107, Pasal 108, Pasal 110, Pasal 160, Pasal 164 KUHP, ancama hukum maksimal 20 tahun penjara.

Pada 9 Mei 2013, sekitar pukul 12.30 Wit, bapak Isak Klaibin (38), yang disebut-sebut sebagai pimpinan OPM Wilayah Sorong menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setelah dibujuk oleh pihak gereja di Sorong. Klaibin juga didakwa  melakukan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Negara (Makar), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106, Pasal 107, Pasal 108, Pasal 110, Pasal 160, Pasal 164 KUHP, ancaman hukum maksimal 20 tahun penjara.  
Penangkapan, Penyiksaan dan Penahanan di Timika
Penangkapan, penyiksaan, disertai penahanan juga terjadi di Timika, pada 1 Mei 2013, sekitar pukul 13.00 Wit. Puluhan warga berkumpul di Jalan Trikora, tepat depan SD Negeri II Kwaki Baru, Timika, untuk beribadah.  Diketahui, massa juga sudah lebih dulu mengibarkan bendera bintang kejora disebuh tiang kayu pendek. Melihat itu, aparat Kepolisian dari Polres Timika, anggota Perintis, Dalmas Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru, Brimob B Polda dan dibantu oleh Garnizun TNI membubarkan warga, dan mengeluarkan tembakan beruntun ke udara.
Aparat menangkap 16 Warga sipil. Mereka mengalami penyiksaan hebat selama dalam perjalan ke Polres Mimika, dan ketika sudah di Polres. Yang ditahan adalah Domy Mom, Altinus Uamang, Musa Elas, Jhony Niwilingame, Hari Natal Limagay, Jhon Kum, Semuil Deikme, Miriyan Tzenawatme, Mon Deikme, Aminus Hagabal, Yacob Onawame, Hery Onawame, Biru Kogoya, Seorang Suku Sorong Ayamaru, Seorang bermarga Beanal dan Alpon.
Keesokannya, 8 warga dibebaskan, dan 7 orang ditahan dengan dakwaan melakukan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Negara (Makar), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106, Pasal 107, Pasal 108, Pasal 110, Pasal 160, Pasal 164 KUHP, ancama hukum maksimal 20 tahun penjara. 
Penangkapan Warga di Biak
Pada 1 Mei 2013, sekitar pukul 04.00 Wit, ada aksi pengibaran bendera Bintang Kejora di Kantor Diklat Pemerintah Kabupaten Biak, tetap di Kampung Ibdi. Setelah mendapat kabar, aparat dikerahkan untuk menurunkan Bendera tersebut, kemudian Polisi dibantu oleh TNI mencari pelaku pengbaran bendera yang diduga melarikan diri.
Lima orang dengan inisial YW, YA, YB, OW, MG dan GSY ditangkap aparat TNI/Polri di Kampung Ibdi siang harinya. Saat dibawa ke Kantor Polisi, mereka sempat disiksa, dan dipaksa mengakui sebagai pelaku pengibaran bendera. Saat ini, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dengan dakwaan melakukan Tindak Pidana Kejahatan Terhadap Negara (Makar), sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106, Pasal 107, Pasal 108, Pasal 110, Pasal 160, Pasal 164 KUHP, ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.  
Pelarangan dan Pembubaran Massa Aksi, disertai dengan penangkapan sewenang-wenang di Jayapura
Pada 1 Mei 2013, sekitar pukul 09.30 Wit, tepat di Lingkaran, Depan Kantor Pos Abepura, aparat kembali melakukan penangkapan terhadap salah satu anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Martinus Yohame (26). Yohame saat itu sedang melakukan orasi-orasi untuk mengumpulkan massa aksi yang rencana akan beribadah di Sentani untuk memperingati hari Aneksasi Papua ke dalam Indonesia. Saat laporan ini dibuat, kabar Yohame masih belum diketahui.
Pada 8 Mei 2013, mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Peduli Penegakkan HAM (SPP HAM) mengajukan surat pemberitahuan aksi bernomor: 00/SP/PAN-SPHAM-UTSN/V/2013, untuk agenda aksi pada tanggal 13 Mei 2013. Pihak Polda Papua menolak mengeluarkan surat tanda terima dengan alasan SPP HAM sebagai organisasi pelaksana aksi tidak memiliki AD/ART dan tidak terdaftar pada Badan Kesbangpol Propinsi Papua.
Namun, pada 13 Mei 2013, SPP HAM tetap melaksanakan aksi damai di Kota Jayapura. Aksi ini bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban negara atas tewasnya 3 orang warga sipil di Aimas Kabupaten Sorong dan pengkapan seweng-wenang terhadap warga sipil di Sorong, Biak, Mimika dan Jayapura pada 30 April dan 1 Mei 2013.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.30 Wit, didepan Kampus Universitas Cendrawasih (Uncen) Waena dan Kampus Uncen Abepura serta di depan taman Budaya Expo Waena, Distrik Heram Kota Jayapura. Aparat Kepolisian (Brimob dan Dalmas Polresta dan Polda Papua) membubar paksa aksi karena alasan tidak ada surat izin. Saat pembubaran paksa Polsi menangkap 4 orang masa aksi, selain itu mereka juga menyiksa seorang Mahasiswa Uncen. Aksi penangkapan dan penyiksaan ini terjadi  di depan halte bus Universitas Cendrawasih Perumnas 3 Waena Jayapura.
Empat orang yang ditahan dan seorang yang disiksa adalah sebagai berikut, Victor Yeimo (masih ditahan), Marthen Manggaprouw (sudah bebas), Yongky Ulimpa (sudah bebas), Elly Kobak (sudah bebas), dan Markus Giban (Mahasiwa Uncen) yang dipukul dengan popor senjata dan patah tangan kiri dan kini sedang dirawat di rumah Sakit RSUD Abepura
Pada 22 Mei 2013, sekitar pukul 12.00 Wit, Yason Ngelia, Ketua BEM Fisip Uncen ditahan, dan interogasi aparat Polresta Jayapura. “Saat itu saya menolak untuk diinterogasi karena tidak ada surat pemanggilan tetapi mereka (Polisi) katakan bahwa ini perintah jadi adik ikuti saja,” Kata Yason. Dia dimintai keterangan selama 6 jam (12.00-18.00 WIT) terkait aksi tanggal 13 Mei di depan kampus Uncen yang kemudian dibubarkan paksa oleh gabungan Aparat Kepolisian. Pada aksi itu, Yason Ngelia sebagai kordinator lapangan.
Penembakan Warga Sipil oleh Anggota TNI di Wamena
Pada tanggal 9 Mei 2013, Pukul 09.30 Wit, di Jalan Yos Sudarso, terjadi penembakan terhadap seorang warga sipil yang diketahui bernama Arton Kogoya. Menurut keterangan beberapa saksi mata, Arton dalam keadaan mabuk, dan membuat keonaran di sebuah warung internet di jalan Yos Sudarso. Pemilik warnet kemudian memanggil beberapa anggota TNI. Ada enam orang anggota TNI menegur korban, namun karena tidak digubris oleh korban, aparat kemudian menembak mati korban dengan timah panas sebanyak enam kali, dan tewas ditempat.

Penjambret Ditembak Mati Polisi Surakarta


Sabtu, 08 Juni 2013, 19:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jajaran Kepolisian Resor Kota Surakarta menembak tersangka kasus penjambretan di depan Toko Sepatu Sadinoe di Jalan Kusumodiningratan Keprabon, Banjarsari Solo, Sabtu (8/6).
Polisi Polsek Banjarsari mampu melumpuhkan pelaku dengan menembak kakinya, saat tersangka bernama Wawan Ardi (30), warga Pasar Kliwon Solo, berupaya kabur hingga di depan SMP Theresia Surakarta di Jalan Saharjo Kebalen Solo, Solo.
Kini, tersangka dirawat di Rumah Sakit Brayat Minulya Solo, untuk perawatan karena tertembak di bagian paha kanannya.
Sulardi (41), saksi mata dan warga Pringgondani Banjarsari mengatakan penembakan tersangka yang mengendarai sepeda motor itu terjadi di Jalan Kusumoyudan Keprabon.
Tersangka langsung melarikan diri lagi ke arah kanan Jalan Saharjo atau di depan sekolah SMP Theresia, namun dia dapat ditembak kakinya oleh petugas, setelah mengabaikan tembakan peringatan. "Peristiwa jambret itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Sunarto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut yakni tersangka penjambretan dengan membawa senjata mainan jenis pistol 'airsoft gun.'
Pelaku penembakan terpaksa melumpuhkan korban dengan ditembak kakinya karena saat dilakukan tembakan peringatan justru melarikan diri.
Menurut dia, kronologi kejadian berawal saat pelaku melakukan penjambretan terhadap korban pengendara sepeda motor, Mutiara (39) yang berboncengan dengan Lie Tuan (70), warga Perum Wanawasa Blok E 3 Mojosongo Solo.
Korban dengan mengendara sepeda motor Honda Supra X 125 Nopol AD 6998 EK dari arah selatan dan setibanya lokasi kejadian, pelaku yang mengendarai Yamaha Xeon Nopol AD 6972 ZU langsung merebut tas korban.
Namun, pelaku tidak sempat membawa kabur tas korban karena petugas polisi yang sedang melintas di lokasi tersebut langsung mendatangi penjambret itu.
Pelaku langsung membawa lari sepeda motor korban ke arah Jalan Kusumoyudan dan petugas langsung melakukan pengejaran. Pelaku terjatuh setelah ditembak oleh petugas dan akhirnya dilumpuhkan kakinya dengan timah panas.
Korban yang terluka lecet pada kakinya langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi keduanya minta rawat jalan dan pulang ke rumahnya. "Kami menyita sebuah sepeda motor Yamaha Xeon dan senjata airsoft gun, sebuah handphone milik tersangka," katanya.
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/06/08/mo2ppa1-penjambret-ditembak-mati-polisi-surakarta