Showing posts with label langkat. Show all posts
Showing posts with label langkat. Show all posts

Thursday, 5 April 2012

Tahanan Polisi Ditemukan Tewas di Bak Kamar Mandi


Sumut - Rabu, 04 Apr 2012 01:08 WIB

Stabat, (Analisa). Tersangka kasus cabul, Su (41) Kecamatan Hinai, ditemukan tewas dalam kamar mandi sel tahanan Mapolres Langkat, Selasa (3/4) dinihari.
Polisi menduga, dia tewas diduga akibat menderita sakit epilepsi. Saat ditemukan tahanan lain, posisi wajahnya masuk atau tenggelam ke dalam bak air di kamar mandi sel. Guna mencari tahu penyebabnya, jasadnya dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk otopsi.

Kapolres Langkat AKBP Leonardus Eric Bhismo, SIK, SH, ketika dikonfirmasi Analisa, Selasa (3/4) mengakui, pihaknya sudah melakukan otopsi di RSUD dr Pringadi Medan. Langkah ini diambil setelah ada persetujuan dari pihak keluarga.

"Dugaan sementara sebelum ada hasil otopsi, dia menderita epilepsi, karena saat ditemukan pada pukul 03.00 WIB, dia sedang berada di dalam kamar mandi sel tahanan," jelas Eric.

Saat ini, sambung Eric, hasil otopsinya belum dapat diperoleh, mungkin pekan depan. Namun, dari informasi diperoleh dari tim otopsi, tidak ditemukan luka luar maupun dalam. Bahkan tidak ada lembam dari tubuh korban. 

"Kita juga sudah memeriksa atau memintai keterangan dari tiga orang teman selnya dan dua petugas penjaga sel tahanan juga kita mintai keterangan," katanya.

Dari keterangan teman satu selnya, tersangka sudah meninggal ketika dia terbangun tidur dan hendak buang air kecil. Ketika itu tubuh Su sudah berada di dalam bak air kamar mandi. Kejadian itu membuat teman satu selnya geger, lalu menjerit memanggil petugas. Saat itulah, diketahui Su sudah meninggal dunia. 

Kasat Reskrim AKP Aldi Subartono SH SIK secara terpisah mengatakan hal yang sama kepada Analisa. 

"Hasil otopsinya belum dapat diperoleh sekarang, mungkin seminggu lagi. Namun dari informasi didapat dari tim otopsi, tidak ditemukan luka luar maupun dalam bahkan lembam dari tubuh korban," tegas Aldi.

Seperti diketahui, korban merupakan tahanan Polres Langkat terkait kasus pencabulan terhadap anak tirinya, terjadi awal Maret lalu. Berdasarkan pengaduan diterima polisi, korban ditahan di sel Mapolres sebelum kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. 

Di RSUD dr Pirngadi Medan, keluarga korban, Yono (40) warga Jalan Brigif Pasar 12 T. Morawa mengatakan, otopsi dilakukan atas permintaan keluarga untuk memastikan kematian korban. "Ini dilakukan agar tidak ada kecurigaan keluarga dan tidak ada dendam," katanya.

Sebelum meninggal, katanya, korban yang bekerja sebagai agen kelapa di Stabat sempat menelpon keluarganya. "Saya tidak tahu pasti siapa yang ditelponnya, tapi dari keluarga lain menyatakan dia sempat menelpon semalam dan sehat, makanya kami minta visum," jelasnya.

Terkait kasusnya ini, salah satu keluarga mengatakan, baru dua minggu masuk penjara akibat dugaan mencabuli anak tirinya. "Dia diduga memperkosa anak tirinya. Ketahuannya ketika, si anak melakukan tes kesehatan untuk masuk keperawatan. Dari tes kesehatan itu, anak tirinya ini tidak perawan," ungkapnya.

Atas dasar itulah, pihak keluarga melaporkannya ke Polsek Stabat. "Terlepas dari kesalahannya ini, pihak keluarga ingin memastikan kematiannya," jelasnya. Usai diotopsi mayat langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. (hpg/nai/dgh)

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/04/43998/tahanan_polisi_ditemukan_tewas_di_bak_kamar_mandi/#.T318nO2EOfQ

Monday, 27 June 2011

Ribuan Petani Langkat Bentrok dengan Polisi

Headline News / Nusantara / Senin, 27 Juni 2011 14:42 WIB

Metrotvnews.com, Langkat: Ribuan petani bentrok dengan tim gabungan Polri-TNI-Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Leuser, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Senin (27/6). Bentrokan dipicu penggusuran lahan.

Para petani adalah pengungsi konflik Aceh yang memanfaatkan lahan seluas 220 ribu hektare untuk perkebunan kelapa sawit dan karet. Mereka langsung menyerang dengan batu dan bambu runcing begitu tahu lahan garapannya terancam digusur.

Sementara, aparat yang gagal bernegosiasi, terpaksa menyerang balik para petani dengan peluru karet. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak tiga polisi dan tiga warga dilaporkan luka-luka.(ARD)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/06/27/130988/Ribuan-Petani-Langkat-Bentrok-dengan-Polisi

Sunday, 10 April 2011

Keluarga Lehman Tak Terima Polisi Menembak Mati

Tribunnews.com - Senin, 11 April 2011 00:26 WIB
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN
- Kematian Lehman (35) warga Pasar 4,5 Tanjung Beringin, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, yang diduga menjadi bandar sabu-sabu menuai kontroversi. Keluarganya tak yakin jika pria yang ditembak mati oleh polisi tersebut mencoba kabur dan melawan saat ditangkap, Sabtu (9/4/2011). Apa lagi dikabarkan Lehman sampai mengeluarkan senjata api untuk melukai polisi yang hendak menagkapnya.

Keluarga menyayangkan tindakan polisi yang harus menembak mati Lehman. Keluarga Lehman berencana Senin (11/4/2011) akan mempropamkan Dit Narkoba Polda Sumut karena hal tersebut.

“Lehman itu sangat takut sama polisi. Jadi gak mungkin ia melawan, apalagi dikabarkan katanya ia mengeluarkan senjata api untuk melawan polisi,” kata Supiah, saat dihubungi melalui telpon selularnya, Minggu (10/4/2011) malam. Menurutnya, jika memang benar adiknya terbukti bersalah sebagai pengedar narkoba. Apakah tindakan polisi sudah benar menembak matinya?

"Masih banyak lagi pengedar narkoba yang lebih besar lagi di Medan ini. Tapi kenapa adiku yang harus ditembak, kenapa bukan yang lain. Lagian polisi juga sudah tahu identitas dan alamat Lehman. Kalaupun memang ia berhasil meloloskan, kan bisa suatu hari diintai dirumahnya," ujar Supiah dengan suara terisak-isak.

Supiah mengaku heran, ada empat polisi yang ia dengar akan menangkap Lehman, namun peristiwa penembakan bisa terjadi.

"Kenapa untuk menangkap seorang Lehman tidak sanggup. Kenapa polisi harus menembaknya, apakah polisi tidak bisa mengejar dan membekuk Lehman seorang diri. Seharusnya kan dikejar, bukan ditembak seperti itu," ujarnya.

Semasa hidup, dikatakan Supiah, Lehman adiknya tersebut giat bekerja. Selain memiliki dua kios, Lehman juga memiliki puluhan meja biliar. Selain itu, Lehman juga bekerja menjadi agen pupuk.

“Uang dia banyak, untuk apa dia jadi bandar narkoba. Selain bekerja sebagai agen pupuk, adik ku ini juga memiliki dua kios dan puluhan usaha biliar. Dari biliar saja dia bisa untung Rp 15 juta sampai Rp 20 juta," ujarnya yang terkesan tak habis fikir.

"Kalau ada uang, Lehman selalu membawanya dan tidak pernah tinggal dirumah. Baru-baru ini, ia juga minjam uang sebesar 200 juta dari bank. Katannya uang itu untuk membangun usaha grosirnya," katanya.

Supiah juga mengatakan, adiknya, saat keluar rumah membawa uang Rp 50 juta serta perhiasan kalungnya. Namun, setelah kejadian, mereka tidak menemukan uang lima puluh juta yang dibawa Lehman saat keluar dari rumah.

"Keluarga hanya bisa iklas dan berharap polisi bisa menjelaskan kenapa Lehman ditembak mati," ujarnya.

Sebelumnya, Dir Narkoba Polda Sumut, Kombes Jhon Turman Panjaitan saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya membenarkan penembakan tersebut.

Menurutnya, saat itu anggotanya Brigadir Yudi Atmaja menyaruh sebagai pembeli barang haram tersebut (Sabu-Sabu).

"Mereka bertemu didepan rumah makan Sederhana Langkat. Lehman masuk ke dalam mobil sedan Brigadir Yudi untuk melakukan transaksi. Begitu transaksi usai, Yudi langsung mengaku polisi. Ternyata membuat Lehman mencoba melawan dengan memukul Yudi. Hingga akhirnya mata sebelah kiri Yudi dipukul dan langsung keluar dari mobil," ujarnya.

Melihat buruannya kabur, Yudi langsung menembak sebanyak satu kali hingga tersangka terkapar dan mengenai punggung sebelah kiri Lehman hingga bersimbah darah.

"Korban mencoba lari, begitu mengetahui bahwa polisi yang sedang melakukan transaksi dengannya," kata Jhon.

http://www.tribunnews.com/2011/04/11/keluarga-lehman-tak-terima-polisi-menembak-mati

Bandar Narkoba Tewas Ditembak Polisi


Langkat , 10 April 2011 13:50
Leman, tersangka bandar narkoba, tewas ditembak aparat Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara, dalam penyergapan di depan rumah makan Sederhana, Jalan Sudirman Stabat, Langkat.

"Benar, ada pelaku narkoba ditembak aparat Dit Narkoba Poldasu, karena pelaku melawan ketika hendak ditangkap," kata AKBP Mardiono, Kepala Satuan Polisi Resort Langkat, ketika dihubungi di Stabat, Minggu (10/4).

Selama ini, Leman, warga Pasar 4,5 Tanjung Beringin, Desa Sukadamai, Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu, dikenal sebagai bandar narkoba. Ia sudah lama menjadi incaran polisi. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 31 gram sabu-sabu.

Menurut sejumlah saksi mata, penangkapan dan penembaan itu terjadi pada Sabtu (9/4) sekitar pukul 19.15 WIB, persis di depan rumah makan Sederhana. Saat itu, salah seorang anggota polisi, Brigadir Yudi Atmaja, menyaru sebagai pembeli, yang menghubungi Leman untuk bernegosiasi pembelian narkoba.

Ketika sedang terjadi transaksi, Yudi menyebutkan identitasnya sebagai polisi. Leman pun langsung melakukan perlawanan, sehingga polisi menembak dan mengenai bahu kiri tersangka hingga tembus ke bahu kanan. Tersangka, yang tewas di tempat dibawa ke rumah sakit Insani Stabat, lalu ke RS Bayangkara Poldasu di Medan.

Masyarakat Hinai mengenal Leman dengan berbagai aksi kejahatannya, diantaranya perampokan dan pembobolan rumah. Selain itu, ia juga menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu. Leman menjadi target operasi polisi selama beberapa bulan terakhir ini. [TMA, Ant]

http://www.gatra.com/2011-04-10/artikel.php?id=147107