Tuesday, 26 March 2013
Salah Sasaran, Pemuda Tewas Ditembak Polisi di Sukabumi, Jawa barat [20 Maret 2013]
http://www.youtube.com/watch?v=6gv9RvUqVZU
Tuesday, 13 March 2012
Polisi Tembak Anggota Kawanan Perampok di Sukabumi
Jabar - Minggu, 11 Maret 2012 | 23:17 WIB
INILAH.COM, Sukabumi - Sebanyak empat orang anggota kawanan perampok kendaraan bermotor diringkus Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota dari beberapa wilayah di Kota Sukabumi dalam waktu berbeda pada Sabtu (10/3/2012) malam.
Salah satu di antaranya, N alias Bargon (38) yang juga residivis terpaksa ditembak di pahanya. Dia ditembak karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap anggota Unit Buru Sergap (Buser) di wilayah Kecamatan Cibeureum.
Sedangkan tiga lainnya, masing-masing Kd (35) dan YK alias Kuya (40) diciduk di wilayah Kecamatan Lembursitu serta AR (35) diringkus saat berada di wilayah Jalan Pemuda Kecamatan Citamiang.
''Para pelaku ini ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dan penyelidikan dari laporan warga yang kehilangan motor,'' kata Kepala Satreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Engkus Kuswaha kepada INILAH.COM, Minggu (11/3/2012).
Selain spesialisasi pencurian kendaraan bermotor, lanjut Engkus, kawanan ini juga melakukan pencurian kabel telepon. ''Tempat kejadian perkara pencurian kabel telepon ini ada di lima lokasi di lima kecamatan,'' ujarnya.
Barang bukti dari para pelaku, di antaranya satu unit mobil Kijang Avanza, satu unit sepeda motor Yamaha Mio, satu buah linggis, satu buah gunting besi, tiga buah obeng besar, dua bilah golok, dua lampu senter, dan satu gulung kabel telepon dengan panjang 150 meter.
''Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku. Juga perkara ini masih dikembangkan ke pelaku lainnya,'' imbuh Kuswaha seraya mengatakan para pelaku akan dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun.[jul]
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1839551/polisi-tembak-anggota-kawanan-perampok-di-sukabumi
Friday, 27 January 2012
Tiga Anggota Jaringan Narkoba Internasional Ditembak Mati
Metrotvnews.com, Sukabumi:Tiga anggota jaringan narkoba internasional asal Iran, ditembak mati dalam sebuah penggerebekan di perairan Ujung Genteng, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (20/1). Tujuh lainnya ditangkap.
Polisi menyita tiga senjata api. Soal berapa banyak dan jenis narkoba yang disita dalam penggerebekan di tengah laut itu, polisi masih bungkam.
Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Polisi Arman Depari mengatakan, barang bukti narkoba masih didata. Dia juga menjelaskan, tiga korban tewas terpaksa ditembak karena melawan.(ICH)
Monday, 12 December 2011
Pelaku Pencurian Kendaraan Ditembak Polisi
Sunday, 11 December 2011
Pelaku Pencurian Kendaraan Ditembak Polisi
SUKABUMI, (PRLM).- JJ alias Bento (37) warga Kampung Pabuaran, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/12) malam ditembak petugas Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota.
Penembakan terpaksa dilakukan karena tersangka pelaku pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) itu berusaha melakukan perlawanan.
“Kami terpaksa menembak pelaku curanmor setelah berusaha melakukan perlawanan,” kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres)Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar, Witnu Urip Laksana kepada "PRLM", Sabtu (10/12). (A-162/A-88)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/168827
Monday, 28 November 2011
Pelaku Curanmor Ditembak Polisi
| Senin, 28 November 2011 |
SUKABUMI,(GM)-
Satu dari tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), terpaksa ditembak petugas Polresta Sukabumi, karena berusaha melakukan perlawanan. Tersangka yang ambruk ditembak petugas, yakni Ar (32), warga Kp. Pasar Saptu, Kel./Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi. Sedangkan dua orang tersangka lainnya, Jam dan Rem diamankan secara terpisah di bilangan Karamat, Kel./Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Informasi yang dihimpun "GM", Minggu (27/11) menyebutkan, terungkapnya ketiga resedivis kambuhan spesialias pencurian kendaraan roda dua yang beraksi di wilayah Kota Sukabumi ini, bermula dari laporan sejumlah korban kepada petugas, Sabtu (26/11) lalu. Berbekal laporan itu, petugas kemudian melakukan pengembangan ke lapangan.
Petugas yang sudah mengantongi ciri-ciri para tersangka, selanjutnya meringkus satu per satu tersangka di beberapa tempat terpisah di Kota Sukabumi. Tanpa kesulitan berarti, petugas meringkus Ar di kawasan Pasar Saptu, Kel./Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi.
Tidak lama setelah meringkus tersangka Ar, petugas kemudian meringkus dua orang tersangka lainnya, yakni Jam dan Rem di rumahnya masing-masing di kawasan Karamat, Kec. Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini meringkuk di ruangan tahanan Polresta Sukabumi.
Jam ketika dimintai keterangan petugas di Mapolresta Sukabumi mengakui, selama beberapa bulan beraksi di beberapa tempat di Kota Sukabumi dirinya telah melakukan 18 kali curanmor.
"Selama ini, kita selalu melakukan aksi curanmor secara bersama-sama dengan tersangka lainnya. Aksi dilakukan setiap menjelang malam hari, yakni sekitar pukul 21.00 WIB hingga larut malam," katanya.
Sasaran aksi, diakuinya, selain tempat parkir di pusat perbelanjaan atau pasar, juga halaman parkir rumah. Alat yang biasa digunakan beraksi berupa gunting besi, golok, dan senjata tajam (sajam) lainnya. "Sasaran operasi kendaraan roda dua bermacam jenis dan merek," ucapnya.
Kepada petugas, ia mengakui uang hasil penjualan motor curian dibagi rata. Satu unit motor hasil curian dijual seharga Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.
"Uang hasil penjualan motor curian dibagi secara merata dengan rekan-rekan lainnya. Uang hasil pembagian penjualan motor dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari," tukasnya.
Sementara itu, Kapolresta Sukabumi, AKBP. Witnu Urip Laksana didampingi Kasat Reskrim, AKP Engkus Kuswaha ketika ditemui "GM" usai memimpin penangkapan terhadap para tersangka mengungkapkan, ketiga tersangka sudah lama menjadi incaran petugas. (B.118)**
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111128103321&idkolom=nasionaldaerah
Sunday, 12 December 2010
Seorang Perampok Kantor Pos Ditembak Mati
Tim Cepat Tindak (TCT) Ditreskrim Polda Jabar meringkus empat perampok yang membawa kabur uang pensiunan kantor PT Pos Indonesia Cabang Jampang Kulon, Sukabumi, sebanyak Rp 90 juta, Kamis (9/12) dini hari, di tempat yang berbeda. Keempat tersangka yang diamankan tersebut berinisial RN, Do, Di, dan Is. Salah satu di antaranya ditembak mati.
Para petugas yang dipimpin Kompol Zul Azmi, terpaksa menembak mati tersangka RN, karena hendak melarikan diri dan berusaha melawan petugas saat ditangkap di tempat persembunyiannya, di daerah Padalarang. Kini polisi masih mengejar pimpinan perampok berinisial Ek.
Selain menangkap dan mengamankan tersangka, polisi menyita barang bukti alat kejahatan serta hasil perampokan, yaitu satu unit Suzuki AVP, kapak, golok, linggis, lakban, tali sumbu kompor, dan uang tunai sebesar Rp 40 juta.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mendapat informasi bahwa Di, salah seorang tersangka berada di salah satu tempat hiburan di Kota Bandung. Polisi pun menangkap Di. Kepada polisi, ia mengaku telah ikut merampok di daerah Jampang Kulon bersama kelima rekannya. Setelah mendapatkan identitas serta alamat pelaku lainnya dari Di, polisi pun mengejar tersangka lainnya.
Saat menangkap tersangka RN dam Do di daerah Padalarang, petugas sempat mendapatkan perlawanan dari kedua tersangka. Bahkan salah seorang polisi terluka akibat sabetan golok RN. Melihat keadaan itu, polisi pun menembaknya karena perbuatan tersangka RN membahayakan jiwa petugas lainnya.
Dari tempat kontrakan yang dijadikan safe house yang disewa kawanan perampok tersebut, polisi menyita barang bukti berupa kapak, golok, linggis, lakban, tali sumbu kompor, dan mobil.
Setelah itu polisi langsung mengembangkan penyelidikan ke Sukabumi, tempat tersangka Is bersembunyi. Berbekal data akurat, polisi dengan cukup mudah menangkap tersangka Is dan menyita hasil kejahatan berupa uang tunai sebesar Rp 40 juta.
"Kini tinggal gembong perampoknya Ek yang belum tertangkap. Diduga dia (Ek, red) mencium penangkapan rekan-rekannya dan ia pun langsung kabur," kata sumber di Polda Jabar yang enggan disebutkan namanya.
Dikatakan, keempat tersangka merupakan residivis dengan kasus sama. "Para pelaku residivis dengan kasus yang sama," ujarnya.
Ketika dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Agus Rianto membenarkan, jajaran Ditreskrim Polda Jabar telah menangkap 4 perampok uang pensiunan sebesar Rp 90 juta dari kantor Pos Indonesia Cabang Jampang Kulom Sukabumi.
"Kami pun terpaksa menambak salah satu tersangka karena saat ditangkap melakukan perlawanan yang dapat membahayakan jiwa anggota. Kami pun memberikan tindakan tegas. Kasus ini masih dalam pengembangan," terangnya.(B.115)**
Thursday, 9 December 2010
Dor! Satu Perampok Ditembak Mati
INILAH.COM, Bandung - Polisi terpaksa menembak mati RN, seorang tersangka pelaku perampokan uang pensiunan Kantor PT Pos Indonesia cabang Jampang Kulon Sukabumi sebesar Rp90 juta. Dalam penangkapan di kawasan Padalarang, RN mencoba melawan polisi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Agus Rianto membenarkannya jajaran
Ditreskrim Polda Jabar telah menangkap 4 pelaku perampokkan uang pensiunan kantor Pos Indonesia cabang Jampang Kulon Sukabumi senilai Rp90 juta.
"Kita pun terpaksa menembak salah satu tersangka karena saat ditangkap tersangka melakukan perlawanan yang dapat membahayakan jiwa anggota, sehingga kami pun memberikan tindakan tegas," ujar Agus kepada wartawan, Kamis (9/12/2010).
RN ditembak dalam penangkapan di Padalarang saat tengah bersama DO. Polisi sempat mendapat perlawanan dari kedua tersangka. Saat penangkapan, seorang polisi mengalami luka sabetan golok yang dilayangkan tersangka RN. Terpaksa polisi pun menembak tersangka karena membahayakan jiwa polisi lainnya.
Dari tempat kontrakan yang dijadikan safe house yang disewa oleh kawanan perampok itu, polisi menyita barang bukti berupa kapak, golok, linggis, lakban, tali sumbu kompor dan mobil.
Sebelumnya, empat perampok uang pensiunan Kantor PT Pos Indonesia cabang Jampang Kulon, Sukabumi, senilai Rp90 juta diringkus Tim Cepat Tindak (TCT) Polda Jabar, Kamis (9/12/2010).
Keempat tersangka tersebut berinisial RN, DO, DI dan Is. Mereka ditangkap di tempat persembunyiannya di kawasan Padalarang. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan. Ketiga tersangka DO, DI dan IS kini mendekam di tahanan Mapolda Jabar.[gin]
http://jabar.inilah.com/read/detail/1045942/dor-satu-perampok-ditembak-mati
Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan di Bekasi
TEMPO Interaktif, Bekasi-Polisi menembak Mulyadi, 24 tahun, pelaku pembunuh Roni Rahman dengan cara menggorok batang lehernya hingga nyaris putus. Mulyadi diringkus di rumahnya Kampung Bojong Kaung, Nagrak, Sukabumi, Jawa Barat, dengan cara ditembak kakinya, Selasa lalu.
Kepala Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten Komisaris Besar Setija Junianta, mengatakan identitas dan keberadaan pelaku berhasil diendus setelah memeriksa lima orang saksi usai pembunuhan yang dilakukan pada Senin dini hari lalu (6/12). Keterangan yang didapat polisi menyebutkan, pelaku adalah orang yang paling terakhir bersama korban.
"Dia (Mulyadi) terlihat ke rumah korban pada Ahad malam sebelum pembunuhan terjadi, ketika diringkus berusaha melawan sehingga kami tembak kakinya," kata Setija kepada wartawan di Bekasi, Rabu siang kemarin.
Pembunuhan sadistis itu dilatari persoalan sepele, pelaku tidak terima korban terus-terusan marah meminta ponsel miliknya Samsung B 2100 dikembalikan. Ponsel itu dia digadaikan kepada pelaku sebesar Rp 50 ribu. Namun pelaku tidak memberikan karena ponsel tersebut telah dia serahkan ke pacarnya.
Keduanya lantas terlibat perkelahian.Pelaku yang telah menyiapkan pisau panjang yang disimpan dalam tasnya menebas leher korban dua kali. Setelah mengetahui korbannya meninggal dunia, pelaku melarikan diri ke kampung halamannya. Dia membawa kabur dua ponsel milik korban Nokia E63 dan Esia.
Korban tewas di ruang tamu rumahnya di Kampung Rawa Sapi, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin dini hari lalu.
Menurut pengakuan pelaku Mulyadi, malam hari sebelum membunuh dia mendatangi korban. Pelaku mengaku mengajak korban Roni membeli makan tidak jauh dari rumahnya. Seusai makan, keduanya kembali ke rumah konban untuk menonton televisi.
Sekitar pukul 24.00 WIB, korban kembali mengomel meminta ponseln miliknya dikembalikan. "Saya kesal dia (korban) marah-marah terus meminta handphonenya dikembalikan, jadi saya bacok," katanya di kantor Polres Metropolitan Bekasi Kabupaten.
Menurut Setija, pelaku diduga telah merencanakan pembunuhan tersebut karena lebih dulu menyiapkan pisau panjang di dalam tasnya. Pisau tersebut dia buang sekitar 50 meter dari rumah korban. Pelaku terancam dijerat pasal berlapis Pasal 340 KUH subsider Pasal 365 ayat 3 KUHP, tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan. "Ancaman hukumannya seumur hidup," katanya.
HAMLUDDIN
http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/12/09/brk,20101209-297659,id.html
