Showing posts with label Jakarta Utara. Show all posts
Showing posts with label Jakarta Utara. Show all posts

Tuesday, 26 June 2012

Seorang Perampok di Jakut Tewas Ditembak Polisi


RIMANEWS - Satuan Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya berhasil meringkus enam orang perampok bersenjata api dengan target utama nasabah bank. Salah satu pelaku, Rizky (25), tewas ditembak karena melawan saat hendak ditangkap petugas.
Informasi Humas Polda Metro Jaya, Rizky tewas tertembak di Apartemen Gading Asri, Jakarta Utara, pada Kamis (21/6). "Penyidik masih mengejar satu pelaku lain, yaitu Muslim alias Guru," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto.
Lima pelaku lain yang berhasil ditangkap antara lain, Anton (22), Edy (37), AT (45), Hari (36), dan Doni (27). Mereka ditangkap di lima tempat berbeda di Jakarta, Bali, Bandung, Palembang, dan Pekanbaru.
Menurutnya, Rizky merupakan aktor utama di setiap aksi perampokan. Dia tidak segan-segan menembak korban bila melakukan perlawanan. Sementara Doni, Edy, dan Anton berperan mengendarai sepeda motor dan merampas barang milik korban.
"Hari merupakan kapten mereka," katanya.
Keenam pelaku, kata dia, telah 15 kali beraksi di sejumlah tempat, antara lain di Jakarta sebanyak 12 kali, Depok dua kali, dan Bogor satu kali. Total uang yang berhasil dirampok oleh para pelaku Rp 800 juta.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan dua modus, yakni memecahkan ban atau kaca kendaraan korban dan mengikuti korban. "Sebelum melumpuhkan korban pelaku terlebih dahulu mengintai korbannya di bank," kata Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan, AKBP Helmy Santika.
Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti dari para pelaku, antara lain, tiga pucuk senjata, puluhan butir peluru, tiga senjata tajam, telepon genggam, uang tunai Rp 50 juta, lima unit sepeda motor, dan dua unit mobil.
Menurut Helmy, tiga senjata api yang dipakai tersangka dua di antaranya merupakan senjata pabrikan dan satu air softgun. Pihaknya hingga kini masih melakukan penyidikan dari mana para pelaku mendapatkan senjata api itu.
Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Undang-Undang Darurat No. 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.(yus/mrdk)

http://m.rimanews.com/read/20120625/67161/seorang-perampok-di-jakut-tewas-ditembak-polisi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Thursday, 26 January 2012

Polisi tewas ditembak polisi saat mainkan pistol



Kamis, 26 Januari 2012 15:40 WIB 
Jakarta (ANTARA News) - Seorang anggota kepolisian dari Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri, Bripda F tewas ditembak temannya, Bripda H saat memainkan pistol milik Briptu G, karena faktor ketidaksengajaan.

"Kejadiannya kemarin (Rabu) sekitar pukul 19.30 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Rikwanto mengatakan kejadian berawal saat pelaku mengambil senjata api milik saksi, Briptu G yang sedang mandi di rumah kontrakan di Jalan Enim Nomor 132, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelaku memainkan dan menembakan senjata api ke bawah, namun tidak meletus, selanjutnya pelaku becanda dengan menarik pelatuk senjata api yang diarahkan ke wajah korban.

"Ternyata senjata api meletus yang mengenai dahi Bripda F," ujar Rikwanto.

Saat ini, pelaku sudah diamankan petugas, guna penyelidikan lebih lanjut atas kelalaiannya menggunakan senjata api hingga menewaskan temannya.

Bripda H dan Briptu G tercatat sebagai teman korban yang bertugas di Baharkam Mabes Polri.

Rikwanto menyatakan pelaku akan menjalani sidang kode etik profesi dan kemungkinan menjalani sidang pidana umum dengan ancaman menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Boy Rafli Amar menambahkan pelaku diduga lalai saat memegang senjata api hingga menewaskan Bripda H.
(S035/T014/E001) 


http://www.antaranews.com/berita/294559/polisi-tewas-ditembak-polisi-saat-mainkan-pistol

Saturday, 25 June 2011

Dor! Pencuri Mobil Ditembak Polisi Tanjungpriok

Metropolitan - Sabtu, 25 Juni 2011 | 19:35 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Kepolisian Polsek Tanjung Priok, menembak Waskim (40) salah satu dari empat pelaku pencurian kendaraan roda empat. Dari hasil pengakuan tersangka, empat buah mobil hasil kejahatan kelima komplotan tersebut berhasil disita. Komplotan pencurian mobil tersebut beraksi di Jalan Mandor Iren RT 2/9, Sunter Jaya, Tanjungpriok, Jakarta Utara.


Menurut keterangan Kapolsek Tanjung Priok Komisaris Polisi (Kompol) Ade Rahmat Idnal, Sabtu (25/6/2011), tertangkapnya Waskim setelah kepergok beraksi bersama empat kawanannya.

Dijelaskan Kapolsek, daerah operasi kawanan tersebut berada di wilayah Sunter Jaya. "Memang sudah banyak laporan, sering terjadinya pencurian mobil yang berada di wilayah Sunter Jaya," ungkapnya. Untuk itu, satuan resese dan kriminal Polsek Tanjungpriok melakukan observasi. Sudah tiga bulan ini dilakukan observasi, dilokasi rawan kejahatan kendaraan roda empat.

Alhasil, saat itu, pihak Kepolisian mencurigai adanya dua mobil berjalan mundur nopol E 1057 YF. Rupanya Hendro Sulistiyo (34) dan Sumanto (32) warga sekitar yang mengenali pemilik kendaraan mencoba menghentikan mobil hasil kejahatan komplotan Waskim. Saat itu, anggota pun melintas, yang melihat adanya warga berteriak maling mobil bertindak.

Waskim dan dua rekannya panik mobil hasil kejahatan salah satu rodanya terperosok ke dalam selokan, turun dari mobil dan melarikan diri. "Mobil tidak dapat dilarikan, Waskim dan Sukandi alias Belut serta Jhon berusaha naik ke dalam mobil Avanza merah, yang merupakan kawan ketiganya," ucap Kapolsek.

Dua rekannya, WW (35) dan PRKN (50) berada di mobil Avanza warna merah pun juga panik. Tembakan peringatan pun tidak digubris ketiganya. Akhirnya, Waskim warga Blok Tengah RT 6/2, Kedokanbunder, Indramayu, ditembak lutut kanannya hingga jatuh tersungkur.

Sedangkan, Sukandi warga Desa Srengseng, Krangkeng, Indramayu berhasil kabur meski terkena luka tembak di bagian pungungnya. Sedangkan, Jhon kabur dengan membawa Sukandi naik ke dalam mobil.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, namun mereka berhasil kabur.

Pihak Kepolisian pun ditambahkan Ade Rahmat sempat menyisir rumah sakit di wilayah Jakarta. "Kami lakukan penyisiran kalau-kalau ada korban luka tembak yang datang. Namun tidak ditemukan satupun rumah sakit yang menangani pasien luka tembak."

Dari pemeriksaan Waskim, akhirnya berkembang mobil hasil kejahatan disita dari pembeli. Tiga mobil yang berhasil disita yakni, Avanza Silver D 1827 HH, Xenia hitam AA 9198 GF, dan Avanza hitam B 8697 IW. "Kemungkinan plat nomor ketiga mobil adalah palsu. Sebab, STNK mobil dan plat nopol dibuat di wilayah Jakarta Timur," terang Kapolsek.

Dalam aksinya, Waskim sebagai pemetik mobil yang sedang diparkir di dalam rumah. Kunci pintu mobil dibuka paksa dengan menggunakan bor tangan merk Makita. Begitu juga kunci kontak mobil. "Setiap mobil yang akan dicuri, membutuhkan waktu hanya 5 menit," paparnya. Bahkan, keempat mobil yang dijadikan barang bukti, diakui Waskim dicuri dari wilayah Sunter Jaya.

Untuk satu unit mobil yang dicuri, dijual seharga Rp15 juta. Mobil dijual di wilayah Indramayu oleh komplotan tersebut. Sebelumnya, Waskim pernah ditahan dengan kasus yang sama di wilayah hukum Polres Jakarta Selatan.

"Dia ini sudah menjalani tahananan selama 30 bulan, di LP Cipinang," katanya. Untuk itu, Polsek Tanjungpriok mengimbau agar pemilik kendaraan yang memarkir agar menambah kunci ganda. "Saya minta masyarakat untuk menambahkan kunci ganda kendaraan, dan memarkir kendaraan di tempat yang ada penjaganya," imbau Kapolsek. [antara]

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1641142/dor-pencuri-mobil-ditembak-polisi-tanjungpriok

Friday, 21 May 2010

Korban Luka Tembak ITC Mangga Dua Di RS Polri Membaik

ITC Mangga Dua, Jakarta. TEMPO/Andika Pradipta

TEMPO Interaktif, Jakarta --Inda Budiman, 31, korban salah tembak oleh brimop di ITC Mangga Dua, kemarin (20/5), sejak semalam lalu telah dipindahkan ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepindahan Inda tersebut, menurut Yani, istri Inda, dilakukan pada malam hari melalu pintu belakang Rumah Sakit Husada, tempat Inda dirawat sebelumnya. Menurut Yani, pihak keluarga Inda setuju atas pemindahan pasien dikarenakan jaminan seluruh biaya pengobatan Inda akan ditanggung oleh Pihak Kepolisian."

"Pindah, soalnya kalau di Rumah Sakit Polri semua biaya kan ditanggung," Kata Yani, saat ditemui oleh Tempo di Ruang Cendrawasih, Rumah Sakit Polri Sukanto, siang ini.

Kondisi Inda sendiri saat ini telah membaik, menurut Inda, tim dokter yang telah memeriksanya memastikan tidak terdapat peluru timah yang bersarang ditubuhnya. "Jadi pelurunya cuma nyerempet aja tapi nembus badan, dirawat karena khawatir itu kan timah panas takut ada organ dalam yang meleleh," Ujar Indra, yang kini tengah puasa dan hanya terima asupan melalui selang infus.

Inda Budiman, kemarin menjadi korban sasaran tembak dari seseorang yang dicurigai sebagai anggota Brimop di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.

Gustidha Budia

http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/05/21/brk,20100521-249435,id.html