Showing posts with label perampas. Show all posts
Showing posts with label perampas. Show all posts

Thursday, 13 June 2013

Polisi Tembak Empat Anggota Komplotan Penculik

metropolitan - Selasa, 11 Juni 2013 | 16:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Enam orang pelaku penculikan dengan perampasan dibekuk pihak kepolisian. Para pelaku ditangkap setelah melakukan penganiayaan terhadap sembilan orang di wilayah Jakarta dan Bekasi. Para pelaku menuduh korban karena menggelapkan mobil rental pegadaian.

"Enam pelaku yang berhasil ditangkap adalah Pius Agung, Rico, Deni Irawan, Edi Riyanto, Taufik Hidayat, dan Putra Hanjaya. Mereka beraksi dengan komplotan 14 orang, namun masih ada 8 pelaku yang masih dikejar anggota diantaranya Julkarnain, Aan, Evan, Bilit, Delfi, Ajis, Sahrudi dan Ando," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (11/6/2013).

Ia menjelaskan, para pelaku menjalankan aksinya untuk menculik korban tersebut dengan modus yang sama namun waktu dan tempatnya berbeda. Akan tetapi, setelah satu persatu korban diculik oleh pelaku kemudian para korban ini dikumpulkan dalam satu tempat di kawasan vila puncak.

"Jadi modusnya itu para tersangka menuduh korban sebagai penadah mobil rental atau pemegang gadai, kemudian menculik korban dengan alasan akan diselesaikan. Namun, para tersangka menyekap, menganiaya, memeras korban dan keluarga korban serta merampas kendaraan korbannya," jelasnya.

Kasus ini terungkap saat pihak kepolisian menerima laporan dari pihak keluarga korban Khairudin karena salah satu korban bernama Riko telah dibebaskan oleh pelaku lantaran sudah memberikan tebusan ke rekening pelaku Julkarnain sebesar Rp 34 juta.

"Akhirnya petugas melakukan pelacakan keberadaan tersangka dan korban hingga berhasil ditangkap 6 pelaku serta seluruh korban berhasil diselamatkan di Villa Gelatik Jalan Gandamanah RT 03/012, Tugu Selatan, Cisarua, Bogor, Jawa Barat," jelasnya lagi.

Terlihat, para tersangka kakinya digulung perban putih dengan noda bercak darah akibat tembakan petugas Kepolisian karena pelaku berupaya melarikan diri. Para pelaku tersebut berbaris saling merangkul menahan sakit luka tembak yang ada di kakinya, tertatih berjalan dan merangkul dalam setiap langkahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 328 KUHP tentang penculikan, pasal 333 KUHP tentang merampas kemerdekaan seseorang dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan ancaman di atas lima tahun penjara.

"Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Honda Jazz warna hitam dan 1 unit Honda Jazz warna biru, 1 mobil Toyota Xenia silver, 1 mobil Suzuki APV dan 1 mobil Toyota merah. Kemudian 8 HP milik pelaku, 1 buah borgol, kunci roda, kabel listrik, kunci stir mobil, 1 dasi, uang tunai Rp 420 ribu, 8 kartu ATM, 8 lembar resi transfer dan 2 STNK mobil dan 1 STNK sepeda motor," tandasnya.[bay]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1998518/polisi-tembak-empat-anggota-komplotan-penculik#.Ubm90uBMGZY

Thursday, 24 May 2012

Perampas Motor di Masjid Agung Jawa Tengah Ditembak Polisi


Semarang- Seorang pelaku perampasan yang sering melakukan aksinya di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang,  ditangkap tim Reskrim Polsek Gayamsari, kamis (24/5) siang . Polisi terpaksa menghadiahi tersangka dengan timah panas karena hendak kabur saat akan ditangkap di rumah tinggalnya di sebuah lapak di daerah Pati Unus Semarang.
tersangka Maruto
Modus yang dilakukan tersangka yang bernama Maruto alias Bebek (31) ini yaitu dengan mengaku sebagai pihak keamanan MAJT, lalu tersangka meminta HP dan motor korban, lalu si korban disuruh mengambil di pos penjagaan di dalam area masjid.
”Sasaran saya remaja yang sedang pacaran di kawasan sekitasaya Masjid Agung, lalu dengan senjata tajam saya mengancam korban untuk menyerahkan motor dan HP”, terang Maruto .
Dalam melakukan aksinya, Maruto tidak sendirian, dia dibantu sekitar 4 orang rekannya yang saat ini sedang buron. Dari tangan tersangka sendiri polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa  1 unit motor, 2 buah hp, 1 celurit dan 1 buah pisau dapur.
Wakapolsek Gayam sari, AKP Deddy Kurniawan,  mengatakan bahwa selain sering mengaku sebagai keamanan masjid, pelaku juga kadang mengaku sebagai anggota kepolisian untuk menakuti anak-anak yang tengah berpacaran. Bahkan, salah satu pelaku yang masih buron juga ada yang pernah melakukan aksi pemerkosaan.
Untuk saat ini baru satu tersangka yang berhasil ditangkap. Polsek Gayamsari masih terus mengembangkan penyelidikan dan memburu pelaku lainnya. (fer/jak)

http://kabar17.com/2012/05/perampas-motor-di-masjid-agung-jawa-tengah-ditembak-polisi/

Friday, 18 February 2011

Perampas senjata polisi disisir

WASPADA ONLINE

LHOKSUKON - Pasca kematian Kamaruzzaman alias Komar (35), yang diklaim polisi terpaksa ditembak mati karena berusaha kabur dan merampas senjata petugas di Desa Matang Paya, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, aparat Polres sampai kemarin terus menyisir desa tersebut.

“Kita masih berusaha mencari senjata Komar yang diduga disembunyikan di kawasan Matang Paya. Ini berdasarkan pengakuan Komar sebelum ia meninggal dunia,” kata Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid, melalui Kasat Reskrim AKP Erlin Tang Jaya, pagi ini.

Terkait operasi penyisiran ini, Kasat Reskrim mengimbau masyarakat luas, khususnya warga Matang Paya, ikut berperan aktif membantu polisi, minimal dengan cara segera melapor jika melihat atau mengetahui sesuatu yang mencurigakan terkait kasus tersebut.

“Bantuan informasi seperti itu sangat penting bagi pihak kepolisian supaya kasus yang meresahkan masyarakat ini cepat tuntas. Para pelaku yang merasa terlibat, juga kita imbau segera menyerahkan diri secara baik-baik, sebelum kita tempuh upaya paksa,” saran Erlin.

Erlin merincikan, anggota komplotan Komar berjumlah enam orang. Dua diantaranya sudah diamankan, yakni Komar dan Mansur alias Tengku Aceh alias Abu Aceh. Sedangkan empat orang lagi masih diburu. “Identitas mereka sudah kita kantongi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Kamaruzzaman alias Komar, warga Desa Cot Trueng, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, ditembak mati oleh Tim Gabungan Polres Aceh Utara, di kawasan perkebunan Desa Matang Paya, Kemukiman Buah, Kecamatan Baktiya Barat--Sampoiniet, Aceh Utara, Selasa (15/2) sekira pukul 17:30 WIB.

Komar yang disebut-sebut polisi sebagai pelaku utama percobaan perampokan dan penembakan Toko Mas Subur Baru, di Lhoksukon, 24 Januari 2011 lalu, terpaksa ditembak karena berusaha kabur dan merampas senjata petugas.

“Komar kita tangkap di rumahnya, sekitar pukul 16:00 Wib. Kepada petugas, tersangka mengaku dirinya yang menembak Toko Mas Subur Baru dengan AK-56 dan senjata itu sudah dibuang di rawa-[rawa Desa Matang Paya," ujarnya.

Namun, saat tersangka diminta menunjukkan senjata itu, sekira pukul 17:30, ia malah mencoba merampas senjata petugas dan berusaha kabur. Itu sebabnya ia terpaksa ditembak.