— Herie Purwanto SH MH, dosen Fakultas Hukum Universitas Pekalongan (Unikal)
Wednesday, 29 February 2012
Mengeliminasi Salah Tembak
— Herie Purwanto SH MH, dosen Fakultas Hukum Universitas Pekalongan (Unikal)
Monday, 27 February 2012
Polisi Salah Tembak, Satu Orang Tewas
Senin, 27 Februari 2012 10:03 wib
PURWOREJO - Kasus polisi salah tembak terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Seorang warga tewas ditembak di rumahnya oleh anggota Serse Polsek Bayan pada Minggu malam kemarin.
Polisi menembak SH (35), warga Desa Jerakah, Kecamatan Bayan, dari jarak dekat, padahal yang dicari polisi adalah adik SH berinisial Si, buronan kasus pencurian berat.
Supriyanto, seorang saksi, Senin (27/2/2012), menuturkan dua polisi datang ke rumah SH untuk menangkap Sl. Saat itu SH sedang menonton televisi. Polisi langsung meringkus SH meski yang dicari sebenarnya adalah Sl.
Seorang polisi menodongkan pistol tepat di leher SH. Korban sudah berusaha menjelaskan kepada polisi kalau yang masuk DPO adalah kakaknya. Namun entah apa yang terjadi, seorang polisi melepaskan tembakan tepat di leher korban hingga tembus ke bagian belakang. SH tewas setelah dibawa ke rumah sakit.
Sementara itu polisi yang pelaku penembakan yakni Briptu RW kini diamankan di Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan. Hingga pagi ini belum ada keterangan resmi dari Polres Purworejo.
Keluarga korban berharap kasus ini diusut tuntas sesuai prosedur dan tidak memandang bulu.
(Hartoyo/Sindo TV/ton)
http://news.okezone.com/read/2012/02/27/340/582964/polisi-salah-tembak-satu-orang-tewas
Seorang Warga Purworejo Tewas Ditembak Polisi
Nasional / Selasa, 28 Februari 2012 03:00 WIB
Metrotvnews.com, Purworejo:Supri Handoko, warga Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tewas ditembak anggota polisi Polsek Bayan. Korban tertembak saat berusaha lari ketika diinterogasi polisi.
Kapolres Purworejo, Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Taslim pun menyatakan, bertanggung jawab terhadap kasus salah tembak yang dilakukan Brigadir Rahmat Widodo itu.
Supri Handoko tewas seketika setelah punggung bagian kirinya tertembak timah panas hingga tembus dari bagian dada dan leher. Hingga kini, pihak keluarga hanya bisa berharap polisi bertanggung jawab dan segera menyelesaikan kasus tersebut. (Wrt3)
Monday, 30 May 2011
Polisi Purworejo Tembak Buruh Pabrik Tahu
Menurut Tusiman, ditengah acara terjadi perkelahian antara dua kelompok pemuda. Tusiman bersama keponakannya, Aris mencoba menghindar ke pinggir lapangan.
Anggota polisi Brigadir Kepala (Bripka) If datang ke lokasi dan melerai perkelahian. If bermaksud melepaskan tembakan peringatan. Namun pistolnya keburu meletus sebelum diarahkan ke atas dan mengenai paha kiri Tusiman.
“Tembakan pertama membuat saya kaget. Paha saya terasa panas dan keluar darah. Setelah saya gerayangi, ternyata ada pelurunya,” kata Tusiman, Minggu (29/5).
Tusiman dilarikan ke RS Palangbiru Kutoarjo. Namun karena tidak ada kamar kosong, Tusiman dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah.
Sogol Sutaryo, kakak Tusiman mengaku tidak akan menuntut polisi. Dia hanya meminta polisi membayar biaya pengobatan dan ganti rugi selama adiknya tidak bisa bekerja.
Sehari-harinya, Tusiman bekerja di pabrik tahu di Grantung, Bayan, Purworejo. ”Saya ingin adik saya sembuh. Ini musibah, saya tidak akan menuntut polisi,” ujar Sogol Sutaryo.
Kapolres Purworejo, AKBP Priyo Waseso mengatakan, pihaknya masih memeriksa Bripka If. ”Untuk sementara senjatanya kami tarik. Kami belum memberikan sanksi, karena masih diperiksa,” kata Priyo Waseso. (E1)
Foto: VHRmedia/Prayitno
http://www.vhrmedia.com/2010/detail.php?.e=2796
Saturday, 7 August 2010
Tiga Pencuri Spesialis Sapi Ditembak Polisi
05 Agustus 2010 | 15:47 wib | Daerah
Purworejo, CyberNews. Tim buru sergap (Buser) Polres Purworejo berhasil melumpuhkan tiga kawanan pencuri hewan ternak, Kamis (5/8) dini hari. Ketiganya berhasil disergap dan dilumpuhkan ketika berusaha melarikan dua ekor sapi untuk dijual di pasar hewan Binangun Wonosobo.
Ketiga sepesialis pelaku pencruian hewan ternak tersebut yakni, Tohir (23), dan Marno (30), keduanya adalah warga Kedungsari, Kecamatan.Kabupaten Purworejo. Sementara satu rekannya Budi Suwito alias Ciblek (30), warga Pangen Juru Tengah, Kecamatan/kabupaten Purworejo.
Ketiganya tertangkap buser ketika hendak melarikan diri dari lokasi kejadian. Kawanan pencuri ini mulanya mengincar ternak milik Yohanes (42) warga Boro Kulon, Kecamatan/Kabupaten Purworejo.
Aparat terpaksa melepaskan timah panas ke kaki ketiganya karena sempat melakukan perlawanan dan hendak kabur melarikan diri. Timah panas yang bersarang di kaki pelaku kemudian dikeluarkan di RSUD saras Husada Purworejo sebelum dimasukan ke Sel Mapolres Purworejo.
Berdasarkan keterangan penyidik, ketiganya menjawab pertanyaan penyidik dengan pengakuan klasik, yakni nekat mencuri lantaran tidak punya uang. Namun dengan target sasaran (sapi metal) yang harganya mencapai puluhan juta, penyidik menduga ketiganya merupakan kawanan pencuri sepsialis hewan yang sudah cukup profesinoal. Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua ekor sapi milik Yohanes.
( Nur Kholiq /CN26 )
