Showing posts with label Tangerang selatan. Show all posts
Showing posts with label Tangerang selatan. Show all posts

Wednesday, 25 April 2012

Todong Korban dengan Sangkur, Perampok Motor di Ciputat Didor Polisi


Law and Crime Wed, 25 Apr 2012 11:56:00 WIB Chazizah Gusnita - detikNews

Jakarta Perampok sepeda motor yang beraksi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, akhirnya ditangkap. Satu di antaranya ditembak polisi, dan seorang lainnya dipukuli warga.

"Satu orang diantaranya menjadi bulan-bulan warga dan seorang lainnya ditembak polisi," kata Humas Polda Metro Jaya di situsnya, Rabu (25/4/2012).

Peristiwa ini berawal saat korban mereka, Dida tiba-tiba ditodong dengan sangkur oleh dua pelaku. Motor yang dikendarai Dida dikemudian dirampas pelaku.

"Kejadiannya Senin (23/4) malam. Korban pun langsung teriak dan beberapa warga yang melihat ikut melakukan pengejaran," jelasnya.

Petugas polisi yang saat itu berpatroli di lokasi kejadian juga mengejar. Saat pelaku berada di Alfamart Tegal Rotan, Ciputat, polisi mencocok keduanya.

"Seorang diantaranya dihakimi massa dan seorang diantaranya ditembak di lengan kanan dan kaki kanan," ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 2 unit sepeda motor milik tersangka, 5 buah kunci T, 1 buah sangkur, 1 buah handphone dan 1 buah dompet.

"Motor korban juga diamankan," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan di situs Humas Polda Metro tersebut.

Tindakan tegas seperti melepaskan timah panas ke pelaku, dilakukan petugas karena pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) sekarang semakin nekat.

"Pelaku membawa senjata tajam dan senjata api. Kalau membahayakan terpaksa dilumpuhkan," tegasnya.

(gus/ndr)
Sumber: detikcom

http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Law+and+Crime&y=cybernews|0|0|12|3511


Tuesday, 17 April 2012

Curi Laptop di Asrama Polisi, Herudin Tewas Ditembak


Herudin (23), seorang pencuri laptop dari sebuah mobil yang diparkir di halaman asrama Polsek Curug tewas ditembak polisi, Senin (16/4). Tersangka  mengalami luka di bagian pungung.

Peristiwa berawal ketika pelaku kepergok warga ketika sedang mengambil laptop dari dalam mobil yang telah dia pecahkan kacanya dengan batu. Warga kemudian berteriak sehingga membuat penghuni asrama Polsek Curug berdatangan dan mengejar pelaku.

Brigadir Fisnu yang mendengar teriakan warga segera keluar. Dia lalu memberikan tembakan peringatan ke udara agar pelaku menyerah. Namun tembakan peringatan hingga empat kali tidak diindahkan pelaku.
Kemudian tembakan diarahkan ke kaki pelaku namun sayang mengenai punggung pelaku. Saat itu juga Herudin langsung ambruk. Dari tangan pelaku disita sebuah laptop merk Compact dan sebuah batu yang digunakan pelaku memecahkan kaca mobil. Kasusnya kini ditangani Polsek Metro Curug. (w-2)


http://www.tangselraya.com/component/content/article/47-home/2791-curi-laptop-di-asrama-polisi-herudin-tewas-ditembak.html#.T40xsFQmDNs.twitter

Friday, 30 March 2012

Dua Pembacok Polisi Bekasi Ditembak Mati


Mereka yang tewas adalah Hendra Saputra dan Dede. 

Diselidiki apakah terkait teror.

JUM'AT, 30 MARET 2012, 11:42 WIB





Dua pembacok polisi Bekasi ditembak mati 



VIVAnews - Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan, kepolisian berhasil menangkap tersangka pembacokan dan penembakan terhadap anggota Polres Bekasi yang sedang melakukan patroli.

Penangkapan itu sendiri tidak berjalan mulus karena para tersangka melakukan perlawanan. "Terjadi tembak menembak pukul 03.30 WIB dan setelah tim jihandak (penjinak bahan peledak) lakukan sterilisasi TKP," kata Boy dalam pesan singkat yang diterima oleh VIVAnews.com, Jumat 30 Maret 2012.

Boy mengemukakan setelah olah TKP, ditemukan 2 tersangka meninggal karena tertembak. "Atas nama Hendra Saputra berdasar KTP (Tasikmalaya), 1 orang atas nama Dede," ujarnya.

Selain itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya adalah 1 pucuk senjata api revolver, 3 kaleng alumunium powder (bahan peledak), dokumen-dokumen cara perampokan bank, buku jihad, 2 sepeda motor, 5 buah hand phone, 3 pisau belati. "Sedang di selidiki apakah mereka terkait dengan jaringan teror," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua RT 06 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Dahlah mengatakan, dini hari tadi sebuah rumah kontrakan di lingkungannya digerebek Densus 88. Kontrakan itu disewa Endar Saputra.

"Sekitar pukul 01.30 WIB malam, pihak aparat datang ke rumah saya minta izin dan mengatakan di wilayah kami ada teroris," kata Ketua RT 06, Dahlah kepada VIVAnews.com, Jumat 30 Maret 2012.

Sebelum menggerebek, petugas dan RT setempat menyuruh tetangga lainya meninggalkan lokasi kontrakan. Diketahui Endar Saputra menerima tamu sekitar dua orang pada pukul 19.00 wib kemarin. Dua orang itu bernisial D dan H.

"Saat kejadian tampaknya tidak ada istrinya, namun temannya ada dua orang yang datang kemarin jam 19.00 malam. Saat didesak ke luar tidak ada jawaban hingga dilakukan pengasapan oleh petugas serta penyemprotan ke dalam kontrakan. Namun penghuni tidak juga keluar, hingga terjadi baku tembak yang terdengar sampai puluhan kali," kata Dahlan.



http://us.nasional.vivanews.com/news/read/300497-dua-pembacok-polisi-bekasi-ditembak-mati

Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88


Jumat, 30 Maret 2012 | 11:17

[JAKARTA] Dua warga yang diduga kelompok teroris tewas ditembak oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri, di kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Jumat (30/3) dini hari.   

Pada penyergapan gerombolan terjadi di rumah kontrakan di Jalan Al Iklas Kampung Lio No 12 Rt 06/01 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren tersebut, polisi juga menyita sejumlah benda berbahaya yang diduga milik jaringan teroris itu. Benda-benda itu, adalah bahan peledak, dokumen perampokan bank, buku jihad, dua sepeda motor, lima HP, tiga pisau, dua pucuk pistol jenis colt, dan puluhan butir amunisi aktif.   

Kepala Bidang Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli mengatakan, pelaku tersebut sebelumnya terlibat pemalakan, pembacokan, dan penembakan terhadap anggota Polres Bekasi yang sedang patroli.   

“Pelaku yang meninggal bernama Hendra Saputra asal Tasikmalaya Jawa barat dan Dede,” ujar Boy kepadaSP, Jumat. [G-5] .    

http://www.suarapembaruan.com/home/terduga-teroris-ditembak-mati-densus-88/18602

Saturday, 18 February 2012

Bandit Curanmor Terkapar Ditembak Polisi


Alap=alap motor Ditembak Buser.(abie)


Kabar6-Ali (17) tak berkutik. Pelaku pencurian kenderaan bermotor ini hanya bisa mengerang kesakitan, saat sebutir timah panas petugas bersarang tepat di kaki kanannya.

Tak tampak lagi seringai garang di wajahnya. Bahkan, pemuda asal Kampung Tembongwah, Desa Balapulang, Tegal, Jawa Tengah itu hanya bisa meminta ampun saat petugas menggelandangnya secara paksa ke Mapolsek Pondok Aren, Sabtu (18/2).

Ya, Ali disergap petugas saat sedang asik nongkrong di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). Saat diringkus, Ali justru tengah membawa serta sepeda motor Yamaha Mio B 6135 NPN, milik Eti Rusniwati yang baru dicurinya dua hari lalu.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Victor Alexander Lateka mengatakan, Ali merupakan salah satu pelaku kriminalitas yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) petugas.

"Ali kami ringkus saat sedang nongkrong dengan sepeda motor yang baru dicuri dua hari lalu. Kami menduga, saat itu Ali akan bertransaksi dengan penadah ditempat itu," ungkap kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, lanjut Kapolsek, Ali mengaku sudah 5 kali melakukan aksi pencurian diwilayah Kecamatan Pondok Aren. Dalam aksinya, Ali tidak sendirian. Melainkan dibantu oleh 5 orang yang menjadi komplotannya.

"Selain menyita sepeda motor Yamaha Mio Eti Rusniwati, dari tempat persembunyian Ali kami juga berhasil menyita 1 buah kunci leter T dan 2 unit sepeda motor lain yang juga hasil kejahatan," ujar Kapolsek.

Saat ini, jajaran Kepolisian sektor Pondok Aren sedang memburu komplotan Ali yang sudah diketahui identitasnya.(abie) 



http://www.kabar6.com/tangerang-raya/tangerang-selatan/2718-bandit-curanmor-terkapar-ditembak-polisi.html

Tuesday, 31 January 2012

Gembong Curanmor Ditembak Mati


Selasa, 31 Januari 2012 


 [TANGERANG] Jajaran petugas Polsek Pondok Aren menembak mati satu dari lima pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di Kabupaten Tangerang, Selasa (31/1), sekitar pukul 04.00 WIB. Tersangka yang tewas adalah Herman (25), warga asal Lampung.   

Herman ditembak karena berupaya kabur dan merebut senjata petugas saat diminta menunjukkan tempat persembunyian teman-temannya di wilayah Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang.   

Dari hasil penyelidikan diketahui, Herman ternyata adalah salah satu pelaku curanmor yang tega menembak korbannya, Denis (25), di depan Klinik Ananta, Jalan Raya Ceger, No 88, RT 02/05, Kelurahan Jurang Mangu, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Selasa (17/1) malam lalu.   

"Herman terpaksa diberi sanksi tegas, karena berupaya kabur dan nyaris merebut senjata petugas saat akan ditangkap. Jenazah Herman sudah kami evakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi," ujar Kapolsek Pondok Aren, Kompol Viktor Alexander Lateka.   

Sebelum menembak mati Herman, petugas menembak tiga pelaku lainnya masing-masing Rusdi (24), Ridwan (25), dan ulian (19). Herman dan seorang pelaku lainnya, Mardiansyah (19) justru menyerahkan diri diringkus dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah yang dijadikan tempat persembunyian komplotan itu di bilangan Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.   

Namun, polisi yang akan mengembangkan kasus ini kemudian menggiring Herman dan kawan-kawannya untuk menunjukkan tempat persembunyian anggota mereka lainnya. Saat itulah Herman berusaha kabur sehingga dihadiahi timah panas dan akhirnya tewas di tempat.   

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Aren, Ipda David Yunior Kanitero mengatakan, komplotan pelaku pencurian sepeda motor ini sudah belasan kali mencuri di wilayah Pondok Aren dan wilayah Kabupaten Tangerang.   

Ketika beraksi, komplotan ini tak segan-segan melukai korbannya. "Mereka sering mencuri sepeda motor di wilayah Pondok Aren. Komplotan ini dikenal sadis karena tak segan melukai korbannya," ungkap David.   

"Kami menembak tiga dari lima pelaku yang saat itu tidak mengindahkan peringatan anggota dan mencoba melarikan diri saat disergap," ujar David.   

Dari tangan para komplotan itu, petugas berhasil mengamankan 3 unit sepeda motor, 2 kunci letter T, dan 1 kunci letter Y yang disimpan di tempat persembunyiannya. Polisi masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut guna mencari keberadaan pelaku lainnya yang hingga kini belum berhasil ditangkap. [132]