Showing posts with label Lumajang. Show all posts
Showing posts with label Lumajang. Show all posts

Saturday, 20 August 2011

7 Perampok Dikepung & Ditembak Polisi, 1 Tewas


Jum'at, 19 Agustus 2011 07:40 wib


PROBOLINGGO
- Tidak ada ampun untuk pelaku kriminal. Polisi terpaksa menembak satu dari tujuh perampok bercadar. Mereka sempat dikepung setelah merampok sebuah toko beras di Probolinggo, Jawa Timur.

Meski seorang perampok tewas, namun enam perampok berhasil kabur dan menggasak harta korban senilai Rp90 juta berbentuk uang tunai dan perhiasan.

Pelaku perampokan, Yanto (30), warga Ranuyoso, Lumajang, tewas setelah berusaha melawan petugas. Timah panas pun terpaksa diarahkan ke tubuh pelaku.

Perampok diperkirakan masuk memalui jendela rumah kemudian menyergap dan mengancam penghuni rumah, Bahran, di Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Selain Bahran, istrinya, Endang, juga kalungi celurit.

Namun anak korban, Novi, yang tidur di kamar depan lepas dari pengamatan perampok. Dia pun langsung menelepon polisi yang hanya berjarak sekira 200 meter dari rumah.

Saat perampok asyik mengacak isi almari, seketika anggota Polsek Banyu Anyar sudah mengepung.

Kawanan perampok berhasil kabur melalui atap kandang sapi dan seorang terjebak kemudian berhasil dilumpuhkan.

Untuk kepentingan penyedilikan mayat pelaku dibawa ke Rumah Sakit Waluyo Jati untuk diautopsi.

Polisi hingga hari ini masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap apakah aksi perampokan tersebut terkait dengan kasus-kasus sebelumnya. Kasus perampokan seperti ini merupakan kali ketiga dalam sebulan terakhir di Probolinggo.

(Hana Purwadi/RCTI/ton)

Tuesday, 12 July 2011

Gasak Emas 1,5 Kg Ditembak Mati

  • SELASA, 12 JULI 2011 | 07:18 WIB


LUMAJANG | SURYA - Aksi perampokan di siang hari kembali terjadi di Kabupaten Lumajang. Emas perhiasan total seberat 1,5 kilogram digasak komplotan perampok bersenjatakan pistol dan celurit dari Toko Emas MS Jaya, milik H Fauzi (50), Senin (11/7) sekitar pukul 11.45 WIB.

Namun, hanya berselang lima belas menit, dua dari enam pelaku perampokan berhasil dilumpuhkan anggota Polres Lumajang. Mereka adalah Hafid (32), warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember dan Suprayitno (42), warga Desa Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Sedang pelaku lainnya berhasil lolos dari sergapan petugas.

Perampokan di kompleks pasar kecamatan di Desa Nogosari, Kecamatan Rowokangkung, itu bermula saat enam orang yang mengendarai tiga motor tiba-tiba berhenti di depan toko emas milik H Fauzi. Tiga orang yang membonceng, kemudian menyebar.

Salah satu dari anggota komplotan lalu menghampiri pedagang pasar dan menodongkan pistolnya. “Saya sempat melihat, satu orang membawa pistol dan yang satu menenteng celurit,” ujar Nasidah (55) salah seorang pedagang.

Tahu nyawanya terancam, para pedagang yang berada di samping toko emas tersebut lari menyelamatkan diri. Suasana tegang dan mencekam saat perampok memuntahkan dua pelurunya ke udara.

Beberapa saat setelah itu, pelaku menodongkan pistol itu ke arah pelayan toko emas. Mendapat perlakuan seperti itu, empat pelayan toko yang tengah menunggu pembeli, ketakutan. Mereka pun menuruti perintah sang perampok.

Musrifah (28), salah satu pelayan toko, menceritakan, ia bahkan dibentak-bentak oleh pelaku. ”Jangan bergerak, dan jangan sekali-kali berteriak,” kata Musrifah menirukan perkataan seorang perampok.

Seorang pelaku yang membawa celurit lantas memecahkan kaca etalase dengan celurit yang ia bawa. Dalam kondisi perampok agak lengah, Musrifah kemudian berusaha menelepon H Fauzi, majikannya.

Namun, aksi Musrifah ini diketahui. Sang perampok langsung menebaskan celuritnya ke tubuh Musrifah. “Untung saya bisa menghindar,” terang Musrifah sambil sesenggukan.

Tak berapa lama, petugas dari Polres dan Polsek Rowokangkung mendatangi lokasi kejadian, bersama Kapolres Lumajang, AKBP Tejo Wijanarko. Dari hasil identifikasi sementara, Tejo menyebut, pelaku membawa ludes perhiasan milik H Fauzi yang dipajang di etalase tokonya. ”Emas yang berhasil dibawa kabur sekitar 1,5 kilogram,” ujar Kapolres.

Ditembak

Sementara itu, secara tak terduga, dua pelaku berhasil ditangkap Briptu Didit Adi, anggota Polsek Rowokangkung.

Menurut Didit, usai memperoleh kabar perampokan, ia langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun, belum sempat sampai di lokasi, di tengah perjalanan, Didit berpapasan dengan para pengendara motor.

Curiga dengan gelagatnya, Didit membuntuti para pelaku. Namun, aksi itu diketahui pelaku. Para perampok pun berusaha kabur hingga akhirnya Didit melepaskan tembakan.

Hafid yang berboncengan dengan Suprayitno, yang saat itu berada di posisi paling belakang, terkena peluru yang dimuntahkan petugas. Hafid jatuh tersungkur dari motornya, sedang Suprayitno yang mengendarai motor tidak dapat berkutik saat Didit menodongkan senjatanya.

“Ada sekitar dua peluru yang bersarang di punggung korban,” ujar Kapolres.

Melihat ada pelaku perampokan tertangkap, warga kemudian datang dan memukuli mereka. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Suprayitno yang pecatan guru olahraga sebuah SD di Surabaya ini segera diamankan di Mapolsek Rowokangkung. Sedangkan Hafid yang kondisinya parah dibawa ke RS Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Hafid dikabarkan tewas. Pelaku meninggal lantaran diduga kekurangan darah. “Kami akan terus kejar empat pelaku lainnya yang belum tertangkap. Kami menduga pelaku lari ke arah Jember,” kata Tejo.

Ditanya apakah kejadian itu ada kaitannya dengan perampokan sebelumnya di Kunir Mei 2010 silam, Tejo belum berani memastikan. Seperti diketahui, perampokan serupa pernah terjadi di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Lumajang. Jumlah emas yang digasak sekitar 3,5 kg. Pelaku saat itu juga berasal dari Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, sama seperti alamat pelaku perampokan yang kemarin tewas.

“Bisa saja mereka komplotannya. Kami masih menyelidiki kemungkinan itu. Kita tunggu aja tiga sampai empat hari perkembangannya,“ tandas Kapolres.

http://www.surya.co.id/2011/07/12/gasak-emas-15-kg-ditembak-mati

Saturday, 5 February 2011

Komplotan Curwan Ditembaki Polisi

05 Februari 2011, 11:47:38| Laporan Sentral FM Lumajang

Terluka, 3 Pelaku Menghilang
Komplotan Curwan Ditembaki Polisi

suarasurabaya.net| Segerombolan pelaku pencurian hewan alias curwan, Jumat (04/02) kemarin, menyerbu rumah warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang Lumajang. Pelaku yang diperkirakan berjumlah 10 pelaku, melakoni aksi pencurian sapi di kandang belakang rumah milik MISTAM SUMI (30), yang tinggal di Dusun Mrutu RT-13/RW-06.

Pelaku menerobos kandang sapi di belakang rumah korban, melalui pintu kandang sebelah timur. Kemudian kawanan ini menggondol sapi betina jenis limusin warna merah berumur sekitar 7 tahun dengan ciri-ciri tanduk gundul yang diperkirakan seharga Rp 5 juta ini.

Apesnya, kala pelaku berusaha menuntun sapi kabur, aksi mereka keburu tercium aparat Polsek Kedungjajang. Seketika, petugas melakukan penyergapan terhadap mereka. Bahkan dalam aksi penyergapan ini, petugas sempat terlihat baku tembak dengan pelaku.

Dalam aksi baku tembak yang terjadi di kegelapan malam itu, petugas sempat melukai 3 pelaku. Hal ini dibuktikn dengan temuan ceceran darah yang ada di lokasi kejadian.

AKP JOKO YUWONO Kapolsek Kedungjajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang, Sabtu (05/02), menyebutkan jika sebelum dilakukan penyergapan terhadap kawanan bandit curwan ini, pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa ada kawanan penjahat yang akan melakoni aksinya sejak sore.

“Setelah mendapatkan informasi tersebut, sejak petang kami langsung mengerahkan personil untuk melakukan pemantauan Kamtibmas. Saya bersama 7 anggota lainnya, melakukan penyisiran di berbagai Desa dengan patroli mobile. Namun, baru menjelang dinihari, kami melihat ada gerombolan pria yang mencurigakan melintas di jalanan Desa Jatisari, sekitar pukul 02.30,”kata AKP JOKO YUWONO ketika ditemui di kantornya.

Ternyata, gerombolan pelaku kedapatan menuntun sapi yang kami duga kuat sebagai hasil curian. “Makanya, saya langsung perintahkan anggota melakukan tembaan peringatan. Dan ternyata, gerombolan pelaku ini nekat kabur. Makanya, anggota langsung membidik untuk melumpuhkannya,” papar AKP JOKO YUWONO.

Dari aksi baku tembak ini, Kapolsek Kedungjajang memastikan, jika tiga orang pelaku yang saat itu berhasil dibidik. Namun, pelaku yang terluka tembak tetap berusaha kabur meski kondisinya berdarah-darah. Bahkan, ketika pelaku yang terluka ini, kemudian berhasil melarikan diri dan menghilang di kegelapan malam.

“Sampai pagi ini, kami bersama anggota terus melakukan penyisiran. Namun, pelaku tak berhasil kami temukan,” urai AKP JOKO YUWONO.

Dengan menghilangnya kawanan yang diduga sebagian tertembak ini, Kapolsek Kedungjajang berharap, masyarakat ikut membantu memberikan informasi kepada polisi, jika mengetahui atau menemukan keberadaan pria tak dikenal di lingkungannya.

“Apalagi, jika pria itu diketahui terluka tembak. Kami berharap informasi masyarakat agar penangkapan bisa cepat kami lakukan,”pungkas AKP JOKO YUWONO Kapolsek Kedungjajang seraya menyebutkan sampai pagi ini pencarian tetap dilakukan anggotanya dengan dibantu aparat Polres Lumajang. (her/tin)

Teks foto :
1. AKP JOKO YUWONO Kapolsek Kedungjajang menunjukkan barang-bukti sajam jenis clurit yang diamankan.
2. Petugas Polsek Kedungjajang menyisir lokasi pencurian.
Foto : Dok. Sentral FM

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=b753c626a2472edcdebc1655b9320fc2201188481

Tuesday, 1 February 2011

Diuber Polisi, Rampok Nyungsep Nabrak Toko

01 Februari 2011, 16:54:15| Laporan Sentral FM Lumajang

Diuber Polisi, Rampok Nyungsep Nabrak Toko

suarasurabaya.net| Sepak-terjang penjahat jalanan spesialis begal yang satu ini dihentikan aparat gabungan Unit Buru Sergap Utara Satuan Reskrim Polres Lumajang. Penjahat jalanan bernama RUDI HARTONO (17), warga Dusun Pancak, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember ini, disergap petugas seusai tahlil di rumah kerabatnya di Desa Bayuurip, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

RUDI HARTONO telah dijebloskan ke tahanan Mapolres Lumajang sebagai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Dalam penyergapan ini, ternyata pelaku tampak nekat berusaha menghindari penangkapan. Apalagi, dipergoki jika penjahat yang dalam aksinya berperan sebagai joki ini, kemudian berusaha kabur tancap gas motornya.

Petugas yang telah menyanggong keberadaan tersangka RUDI HARTONO ini pun segera melakukan pengejaran. Aksi adu kejar berlangsung cukup seru, sampai akhirnya remaja komplotan rampok ini pun tak bisa mengendalikan laju motornya lalu menabrak sebuah toko di Desa Batuurip.

Seketika tersangka nyunsep dan mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Dalam kondisi seperti itu, akhirnya mudah saja petugas meringkusnya lalu memboyong remaja yang satu ini ke Mapolres Lumajang.

Terkait sepak terjang tersangka RUDI HARTONO ini, AKP KUSAMINDAR Kasat Reskrim Polres Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang, Selasa (01/02) menyebutkan, jika tersangka telah lama berkecimpung dalam aksi penghadangan terhadap pengendara motor dengan modus rampok jalanan alias begal.

Menurut Kasat Reskrim, terakhir tersangka beraksi menghadang seorang pemuda yang tengah melintas di Jalur Lintas Timur (JLT), pada Kamis (02/09/2010) sekitar pukul 23.10 lalu. Yang menjadi sasaran aksinya adalah korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI (19), warga Dusun Krajan I, Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono.

Korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI ini tak lain adalah keponakan Drs H AS’AT MALIK, Mag, Wakil Bupati Lumajang yang saat itu tengah berkendara motor Yamaha Yupiter Z bernomor polisi N-2203-ZD.

Ketika korban dalam perjalanan menuju ke kawasan kota Lumajang, ia dihadang oleh tersangka RUDI HARTONO yang saat itu beraksi bersama tersangka lain, yakni IMAM GHOZALI (23), warga Dusun Congapan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

”Tersangka IMAM GHOZALI sudah berhasil kai bekuk sebelumnya. Kini, IMAM GHOZALI telah mendekam di Lapas Kelas 2 B Lumajang,” jelas AKP KUSMINDAR. Dalam aksi penghadangan terhadap korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI ini, tersangka menguntitnya di jalanan sepi itu, kemudian menghadangnya. Ketika korban tak mau berhenti, komplotan begal ini menendang motornya hingga korban pun terpaksa menghentikan laju motornya.

Setelah korban menyerah itulah, seorang pelaku mengeluarkan sajam berupa clurit yang langsung dikalungkan kepada keponakan Wakil Bupati Lumajang ini. Dalam kondisi terancam itu, korban tak berkutik kala pelaku merampas motornya lalu kabur ke arah Jalanan Banyuputih.

Di sana, pelaku cepat menghilang hingga korban pun hanya bisa pasrah lalu melaporkan kejadiannya ke Polres Lumajang. Berbekal laporan inilah, petugas gabungan Unit Buru Sergap Utara dan Selatan melakuka penyelidikan, hingga akhirnya identitas kawanan begal ini pun dikantongi.

”Selanjutnya, anggota meringkus IMAM GHOZALI selaku eksekutor rampok. Dalam penangkapan itu, IMAM GHOZALI dilumpuhkan dengan ditembak betisnya karena nekat kabur. Dan. baru semalam tersangka lainnya, yakni udi Hartono akhirnya kami bekuk juga,” ujar Kasat Reskrim.

Dalam penyidikan awal, selain melakoni aksi begal dengan korban keponakan Wakil Bupati Lumajang, komplotan IMAM GHOZALI CS ini juga beraksi di jalanan Desa/Kecamatan Jatiroto, pada Senin (15/10/2007) lalu. Kala itu, komplotan ini dengan menggunakan 3 unit motor berbeda, menguntit koprban SUPAIRI (40), warga Dusun Persil, Desa/Kecamatan Jatiroto.

Korban SUPAIRI yang saat itu tengah berboncengan motor Honda Supra warna biru-hitam bernomor polisi N-4357-YM dengan Buchori, temannya, dihadang ketika melintas di jalaan Desa Rojopolo. Korban waktu itu sempat melakukan perlawanan, hingga korban Supairi dibacok lengan kanannya hingga putus. Sedangkan, korban BUCHORI dibacok pahanya hingga terluka parah. ”Aksi kawanan ini memang cukup sadis,” kata AKP KUSMINDAR Kasat Reskrim. (her/ipg)

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=0d4f8d32e9fdf51c3ad69a2cec48cdc2201188341

Wednesday, 5 January 2011

Sisa Komplotan Rampok Bersenpi Jadi Target

05 Januari 2011, 18:26:52| Laporan Sentral FM Lumajang

Sisa Komplotan Rampok Bersenpi Jadi Target

suarasurabaya.net| Diantara sekian banyak pengungkapan yang dilakukan aparat Polres Lumajang selama tahun 2010, ternyata masih tersisa penuntasan satu perkara menonjol yang diakui sebagai target pengungkapan berikutnya.

Yakni, pengungkapan komplotan rampok bersenjata api yang menyatroni Toko emas Cap Semar di Pasar Kunir, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir. Dari enam pelaku yang aksinya mengegerkan warga Kota Pisang, pada pertengahan Tahun 2010 lalu, dua diantaranya telah ditembak mati.

Kedua pelaku yang ditembak mati aparat Polres Lumajang, adalah MOKID (49) dan SOHIB (50), keduanya penjahat spesialis perampokan emas asal Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Keduanya terlibat baku tembak dengan aparat Polres Lumajang, setelah menguras perhiasan sebanyak 3 kilogram di toko emas milik H SUWINARNO (35), pengusaha emas asal Dusun Gentengsari, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh ini.

Dalam aksi pengejarannya, baik Mokid maupun Sohib akhirnya trepojok di Jl. Desa Rojopolo hingga terlibat baku tembak dengan berbekal senjata jenis FN. Namun, keduanya berhasil ditembak mati, meski seorang anggota Polres Lumajang yang melakukan pengepungan juga tertembak pahanya.

Selain kedua pelaku yang tewas di lokasi penyergapan ini, ada dua lagi pelaku yang ditangkap hidup-hidup. Keduanya adalah DIDIK PRAYITNO (27), yang bertindak sebagai joki motor dan ANAFI bin DASIL alias NAPI (25), keduanya asal Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Diantara komplotan ini, menurut AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang, Rabu (05/01) menyebutkan, jika masih tersisa satu lagi kawanan yang belum tertangkap dan masih dalam pengejaran.

Satu komplotan yang maish buron bernama AMRON. ”Sedangkan, 4 kawanan lainnya telah ditangkap dua diantaranya dalam keadaan hidup dan dua komplotan lain tewas ditembak,” beber AKBP TEJO WIJANARKO.

Satu pelaku yang masih dalam pengejaran, disebutkan Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Batu, Malang ini, telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Kami masih membutuhkan waktu untuk membekuk seorang komplotan yang masih buron ini. Dan, kami akan berupaya keras dalam waktu dekat untuk segera menangkapnya,” kata Kapolres kepada DIDI reporter Sentral FM Lumajang.

AKBP TEJO WIJANARKO juga menegaskan, jika komplotan perampok ini memang murni komplotan rampok spesialis toko emas antar pulau dengan sepak terjang aksi di Jawa dan Bali. ”Bahkan, kami telah melakukan koordinasi dengan Polres jajaran lainnya, untuk membantu mempercepat penangkapan sisa komplotan rampok bersenpi ini karena aksinya membahayakan,” pungkas TEJO WIJANARKO. (her/ipg)

Teks Foto :
- AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang.
Foto : Sentral FM


http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=d32668ccd8fcdb70be065731d8f5f60b201187148

Tuesday, 7 December 2010

Terlibat Baku Tembak, Seorang Polisi Jadi Korban

Terlibat Baku Tembak, Seorang Polisi Jadi Korban

07 Desember 2010, 15:29:17| Laporan Sentral FM Lumajang


suarasurabaya.net| Penyelidikan intensif atas aksi yang dijalani tersangka ANAFI bin DASIL (25), perampok bersenjata api terus dilakukan di Mapolres Lumajang. Mereka memang dikenal sadis.

Betapa tidak, bersama 5 kawanan lainnya, masing-masing AMRON (masih buron), YUDA, telah tertangkap Polda Jatim, DIDIK PRAJITNO (27), yang bertindak sebagai joki, MOKID (49) dan SOHIB (50), seluruhnya warga Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember terbilang sangat profesional dalam melakoni aksinya.

Pelaku merencanakan matang aksinya, dengan skenario perampokan yang rapi. "Pelaku agaknya survei terlebih dulu sebelum melakoni aksinya. Hal itu dibuktikan, mereka beraksi dalam hitungan beberapa menit saja, dan tahu persis bagaimana cara beraksi serta kabur,”kata AKP KUSMINDAR Kasat Reskrim Polres Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang mendampingi AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres, Selasa (07/12).

Bahkan, ketika arah kabur pelaku terlacak, ANAFI bin DASIL alias NAPI bersama kawanan lainnya nekad melakukan baku tembak dengan petugas. Mereka tak segan melakukan perlawanan dan saling jual tembakan.

Akibatnya, dua kawanannya yang bernama MOKID dan SOHIB akhirnya tewas. Sedangkan, seorang personil Polres Lumajang terluka tembak di bagian paha sebelah kirinya.

Di sisi lain, kawanaan rampok bersenpi ini diidentifikasi merupakan wajah lama dalam serangkaian aksi ’365’ (perampokan, red) di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu, mereka juga pandai menyembunyikan kedoknya sebagai perampok dengan kamuflase sebagai tokoh terpandang di desanya.

”Seperti SOHIB anggota komplotan yang ditembak mati menyamar sebagai sosok terpandang yang dikenal kaya. Istri pertamanya memiliki 3 toko emas di wilayah Jember. Sedangkan, istri keduanya adalah pegawai Telkom di Jakarta. Dan, istri ketiganya adalah pegawai Bank Danamon. Hal ini menunjukkan jika SOHIB ini sosok terpandang,”paparnya.

Terkait dengan istrinya yang memiliki 3 toko emas di lokasi berbeda di wilayah Jember, petugas sempat menghubungkan dengan aksi perampokan toko emas Semar di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir dan serangkaian perampokan emas lainnya. Diduga, di toko emas milik istrinya, digunakan sebagai tempat pencucian emas hasil rampokannya. (her/tin)

Share on Facebook


http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=6bf63ab988f7dd965e16181babbdedc2201085844

Saturday, 16 October 2010

Perampok Emas Lumajang Ditembak

14 Oktober 2010

Surabaya - SURYA- Satu dari tiga kawanan perampok Toko Emas Semar Lumajang pada 19 Mei 2010 ditangkap anggota Resmob Polda Jatim di Bondowoso, Selasa (12/10). Pelaku, Agus Widodo alias Dodo, 40, ditangkap saat mendampingi istrinya di Hotel Palem Bondowoso. Dalam penangkapan itu polisi menyita sepucuk pistol FN mainan.

Dodo yang menjadi buronan polisi sejak lima bulan terakhir tergolong licin. Pelaku perampokan yang bertugas sebagai joki motor itu pandai menutupi kedoknya. Selama pelarian, ia juga diketahui memiliki tempat persembunyian di Banyuwangi.

Kanit Resmob Ditreskrim Polda Jatim Kompol Eko Suswoyo menjelaskan, pelaku ditangkap setelah diketahui keluar dari persembunyian. “Saat ditangkap dia berusaha melarikan diri, sehingga kami harus melumpuhkan dengan tembakan,” ujar Eko di Mapolda Jatim, Rabu (13/10). Pelaku menderita luka tembak di bagian paha kiri dan pergelangan kaki kanan. n rey

Dibaca: 117 kali

http://www.surya.co.id/2010/10/14/perampok-emas-lumajang-ditembak.html

Thursday, 14 October 2010

Jaringan Perampok Toko Emas Lumajang Sering Beraksi di Tapal Kuda

13 Oktober 2010

suarasurabaya.net| Jaringan perampok toko emas di Lumajang ternyata sering beraksi di wilayah tapal kuda, Kediri dan sekitarnya.


Polda Jawa Timur sudah membekuk 3 orang diantaranya. MOKIB dan SHOHIB terlebih dahulu ditembak mati polisi seusai merampok toko emas Semar milik WINARNO di Desa Kunir Lor Kecamantan Kunir, Lumajang pada 19 Mei 2010 lalu. Dalam aksinya, keduanya menodongkan senjata untuk menakuti korbannya.

Sedangkan AGUS WIDODO (40) asal Jember ditangkap saat menemani isterinya merias pengantin di Hotel Palem Bondowoso. Sementara 2 orang lainnya berinisial ABR dan NP masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

AKBP AWANG JOKO RUMITRO Kasat Pidum Polda Jatim mengatakan jaringan perampok tersebut biasa beraksi di wilayah tapal kuda. “Mereka sering merampok di wilayah tapal kuda, Kediri dan sekitarnya, bahkan di wilayah-wilayah lain,” kata AWANG di Mapolda Jatim, Rabu (13/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan jika beraksi di wilayah lain, jaringan perampok toko emas itu kerap menggandeng kelompok perampok lain di wilayah yang bersangkutan. Diakui AWANG, pengejaran terhadap tersangka perampok sulit diendus karena selama pelarian, tersangka dilindungi keluarganya.(git)

Powered by Telkomsel BlackBerry ®

http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=dc0a373c328a327239ce4a727714e285201083571

Merampok karena Dipaksa Teman

14 Oktober

GARA-GARA kabur saat diminta menunjukkan tempat persembunyian kawanannya, Agus Widodo alias Dodo (40), terpaksa ditembak kedua kakinya. Kawanan Dodo dicari karena terlibat aksi perampokan toko emas di Lumajang, 19 Mei lalu.

Dodo sendiri ditangkap saat mendampingi istrinya di Hotel Bondowoso. Dalam penangkapan itu polisi menyita sepucuk pistol FN mainan. Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Awang Joko Rumitro, Rabu (13/10) mengungkap, Dodo yang buron polisi sejak lima bulan lalu itu tergolong licin karena ia pintar dalam menutupi kedoknya.

”Tersangka diketahui memiliki tempat persembunyian di Banyuwangi,” jelas Awang didampingi Kanit Resmob Satpidum Ditreskrim Polda Jatim Kompol Eko Siswoyo.

Setelah menangkap Dodo, petugas melakukan penggeledahan di tempat tinggalnya di Jember. ”Pada penggeledahan itulah, polisi mendapatkan satu pucuk senjata api mainan yang digunakan dalam tindak kejahatan,” ujar Eko.

Kepada petugas, tersangka mengaku ikut dalam aksi perampokan karena dia diajak teman-teman dan diancam bila menolak. ”Sampai sekarang ini saya belum bisa menikmati hasil rampokan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Dodo terlibat dalam perampokan Toko Emas Semar milik Winarno di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Lumajang. Perampok yang terdiri enam orang itu berusaha membawa kabur 3 kg emas yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 470 juta.

Dua pelaku ditembak mati oleh anggota Polres Lumajang, masing-masing Sueb, warga Tanggul, Jember, dan Mugib.

Dodo beralasan ia merampok karena dipaksa teman. Tersangka menderita luka tembak di bagian paha kiri dan pergelangan kaki kanan. Dodo, buron polisi sejak lima bulan lalu itu tergolong licin karena ia pintar dalam menutupi kedoknya. faz

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=64d4601b7603fea381875c5c4fc3e3ba&jenis=17e62166fc8586dfa4d1bc0e1742c08b

Tuesday, 28 September 2010

Berusaha Kabur, Tersangka Pembobol Rumah Ditembak

28/09/2010 21:13 | Pencurian
Liputan6.com, Lumajang: Seorang anggota kawanan pembobol rumah ditembak tim Reskrim Kepolisian Resor Lumajang, Jawa Timur, belum lama berselang. Polisi terpaksa menembak kaki Husen karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Saat dirawat warga Desa Taman Paiton, Probolinggo ini selalu menangis.

Tersangka ditangkap karena terlibat sejumlah aksi kriminal di wilayah hukum Polres Lumajang. Ia ditangkap saat berada di salah satu tempat pelacuran di Probolinggo. Ketika itu polisi menjebaknya dengan seorang wanita penghibur dan meringkusnya saat sedang bermesraan.

Dari tangan tersangka polisi menemukan barang bukti berupa tiga buah telepon seluler. Sementara barang bukti sepeda motor dan peralatan elektronik lainnya masih dicari.

Tersangka kini masih mendekam di Mapolres Lumajang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(IAN)





http://buser.liputan6.com/berita/201009/298652/Berusaha.Kabur.Tersangka.Pembobol.Rumah.Ditembak

Monday, 6 September 2010

Rampas Motor Keponakan Bupati, Ditembak Polisi

06 September 2010, 14:33:17| Laporan Sentral FM Lumajang

suarasurabaya.net
| Sepak-terjang penjahat jalanan spesialis begal yang satu ini, Minggu (04/09) petang, dihentikan aparat gabungan Unit Buru Sergap Utara dan Selatan Satuan Reskirm Polres Lumajang.

Penjahat jalanan bernama IMAM GHOZALI (23), warga Dusun Congapan, Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember ini, disergap petugas di rumahnya.

Dalam penyergapan ini, ternyata pelaku tampak nekat berusaha menghindari penangkapan. Apalagi, dipergoki jika penjahat kakap ini nekat bersembunyi di plafon rumahnya, selama 30 menit ketika petugas menerobos masuk ke rumahnya.

Kala petugas berusaha meringkusnya, pelaku memilih nekat kabur meloncat dari atap hingga petugas pun melumpuhkannya dengan menembak betis kananya hingga jatuh tersungkur.

Tersangka yang ambruk dengan betis bolong ditembus timah panas inipun, akhirnya mudah saja diringkus petugas. Selanjutnya, ia diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.

Terkait sepak terjang tersangka IMAM GHOZALI ini, AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang ketika dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM Lumajang di Rumah Sakit Bhayangkara menyebutkan, jika tersangka telah lama berkecimpung dalam aksi penghadangan terhadap pengendara motor dengan modus begal.

Menurut Kapolres, terakhir tersangka beraksi menghadang seorang pemuda yang tengah melintas di Jalur Lintas Timur (JLT), pada Kamis (02/09) sekitar pukul 23.10 lalu. Yang menjadi sasaran aksinya adalah korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI (19), warga Dusun Krajan I, Desa Bondoyudo, Kecamatan Sukodono.

Korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI ini tak lain adalah keponakan Wakil Bupati Lumajang Drs H AS’AT MALIKk, yang saat itu tengah berkendara motor Yamaha Yupiter Z bernomor polisi N-2203-ZD.

”Ketika korban dalam perjalanan menuju ke kawasan kota Lumajang, ia dihadang oleh tersangka IMAM GHOZALI yang saat itu beraksi bersama dua komplotannya,” papar AKBP TEJO WIJANARKO.

Kedua komplotan tersangka ini, belakangan diidentifikasi berinisial ZR, MH dan RD. ”Ketiga komplotannya kini maish kami buru. Anggota masih ada di lapangan untuk melacak persembunyiannya,” sambung AKBP TEJO WIJANARKO.

Dalam aksi penghadangan terhadap korban ANDIKA ANGGA ROSIYADI ini, tersangka menguntitnya di jalanan sepi itu, kemudian menghadangnya. Ketika korban tak mau berhenti, komplotan begal ini menendang motornya hingga korban pun terpaksa menghentikan laju motornya.

Setelah korban menyerah itulah, seorang pelaku mengeluarkan sajam berupa clurit yang langsung dikalungkan kepada keponakan Wakil Bupati Lumajang ini. Dalam kondisi terancam itu, korban tak berkutik kala pelaku merampas motornya lalu kabur ke arah Jalanan Banyuputih.

Di sana, pelaku cepat menghilang hingg akorban pun hanya bisa pasrah lalu melaporkan kejadiannya ke Polres Lumajang. Berbekal laporan inilah, petugas gabungan Unit Buru Sergap Utara dan Selatan melakukan penyelidikan, hingga identitas kawanan begal ini pun dikantongi.

Selanjutnya, petugas melakukan penyergapan hingga seorang pelaku ditangkap meski terpaksa dilumpuhkan dengan menembak betisnya. ”Sementara tiga pelaku lainnya semoga cepat tertangkap,” ujar Kapolres.

Dalam penyidikan awal, selain melakoni aksi begal dengan korban keponakan Wakil Bupati Lumajang, komplotan IMAM GHOZALI CS ini juga beraksi di jalanan Desa/Kecamatan Jatiroto, Senin lalu. Kala itu, IMAM GHOZALI bersama 5 orang komplotan lainnya dengan menggunakan 3 unit motor berbeda, menguntit korban SUPAIRI (40), warga Dusun Persil, Desa/Kecamatan Jatiroto.

Korban SUPAIRI yang saat itu tengah berboncengan motor Honda Supra warna biru-hitam bernomor polisi N-4357-YM dengan BUCHORI, temannya, dihadang ketika melintas di jalaan Desa Rojopolo. Korban waktu itu sempat melakukan perlawaan, hingga korban SUPAIRI dibacok lengan kanannya hingga putus.

”Sedangkan, korban BUCHORI dibacok pahanya hingga terluka parah. Aksi kawanan ini memang cukup sadis. Untuk itu, seluruh komplotannya menjadi atensi penangkapan kami sebagai pengembangan hasil ungkap ini,” kata Kapolres Lumajang.(her/ipg)

Teks Foto :
- AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang menunjukkan barang-bukti motor yang disita.
Foto : Sentral FM

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=b6cd1620840d11000dbe1c77b37b2258201082015

Tuesday, 31 August 2010

Polisi Tembak Komplotan Pembajak Truk di Lumajang


TEMPO Interaktif, Lumajang -Anggota Kepolisian Resor Lumajang menembak seorang pelaku pembajakan truk di Jalan Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Jawa Timur, Selasa (31/8).

Eko, 32 tahun, anggota komplotan pembajak yang merupakan warga Dusun Gentengan Desa Condro Kecamatan Pasirian ini ditembak saat hendak kabur ketika diminta menyerah oleh polisi.
Eko yang melakukan aksi bersama seorang temannya itu menghadang truk bermuatan gabah dengan nomer polisi S-6239-DE yang dikendarai Abdul Kadir, 36 tahun, warga Dusun Guwo, Desa Sekarjabo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Korban saat itu hendak mengirim gabah untuk digiling di penggilingan padi di Kecamatan Tempeh. Ketika tengah melewati Desa Wonorejo, truk yang dikendarainya itu tiba-tiba dihadang oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor.

Korban yang turun dari truk melakukan perlawanan dengan memukulkan stang dongkrak mobil kepada pelaku. Sembari melawan, korban juga berteriak minta tolong kepada warga sekitar.

Kejadian ini memancing perhatian warga setempat sehingga beramai-ramai menolong korban. Hal ini diketahui juga oleh anggota Polres Lumajang, Inspektur Dua M Sueb, yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

Bersana dengan warga, polisi berusaha melakukan pengepungan terhadap pelaku.
Satu orang pelaku yang identitasnya belum diketahui berhasil melarikan diri. Sedangkan seorang pelaku yang juga hendak melarikan diri keburu dilumpuhkan oleh polisi dengan menembak kakinya.

Dalam keadaan tidak berdaya, pelaku sempat menerima beberapa kali pukulan dari massa. Sedangkan seorang komplotannya berhasil kabur meninggalkan motor yang digunakannya menghadang truk tersebut. ”Seorang tersangka lainnya masih kami kejar.” kata Kepala Kepolisian Sektor Kedungjajang Ajun Komisaris Joko Yuwono.

Joko mengatakan akan berupaya agar aksi serupa tidak menganggu keamanan pengguna jalan. ”Terutama saat arus mudik dan balik lebaran mendatang,” katanya. Korban sendiri mengaku sudah dibuntuti sejak dari Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo.

DAVID PRIYASIDHARTA

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/08/31/brk,20100831-275463,id.html

Saturday, 28 August 2010

Rampok Bersenpi Segera Jadi Pesakitan

26 Agustus 2010, 16:07:52| Laporan Sentral FM Lumajang


suarasurabaya.net
| Jika berbagai daerah di Indonesia disibukkan dengan maraknya aksi perampokan yang dilakukan kelompok bersenjata api (senpi) yang mengincar toko emas dan perbankan, satu kelompok berbahaya ini telah dibekuk aparat Polres Lumajang, pada akhir Mei 2010 lalu.

Dalam penangkapan ini, seorang pelakunya berhasil diringkus hidup-hidup. Meski, dua anggota komplotan lainnya tewas diterjang timah panas dari moncong pistol organik petugas dalan baku tembak seru di jalanan Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto seusai menggasak 3 kilogram emas di Toko emas Semar di Pasar Kubnir, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir.

Pelaku yang ditembak mati adalah MOKID (49) dan SOHIB (50), keduanya warga Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember. Sementara, pelaku yang ditangkap dalam kondisi segar bugar adalah anggota baru komplotan ini, yang bernama DIDIK PRAYITNO (27), warga Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

AKP KUSMINDAR Kasat Reskrim Polres Lumajang dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM, Kamis (26/08), menyatakan jika seluruh rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka DIDIK PRAYITNO telah tuntas dilakukan. ”Bahkan, berkas perkara DIDIK PRAYITNO ini telah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lumajang,” kata AKP KUSMINDAR.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara pelaku perampokan bersenjata api ini, sepak-terjang kelompok berbahaya ini akan segera disidangkan. Dan, tersangka komploran rampok bersenpinya akan segera menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

AKP KUSMINDAR juga membeberkan sedert pengakuan yang disampaikan tersangka DIDIK PRAYITNO melalui pemeriksaan sebelumnya. Dikatakannya, DIDIK PRAYITNO sebagai anggota baru kelompok rampok bersenjata api yang dikoordinir MOKID dan SOHIB, yang salah-stau diantaranya adalah pecatan TNI ini, turut bergabung karena tercatat sebagai keponakan SOHIB, selaku otak komplotannya.

”Tersangka DIDIK PRAYITNO yang merupakan keponakan SOHIB ini, merupakan kader baru yang mulai diajari untuk melakoni aksi perampokan oleh pamannya. Ia masih dalam tahap percobaan untuk melakoni aksi kejahatan dan dimulai dari aksi perampokan pada Toko Emas Cap Semar di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, kemarin,” papar AKP KUSMINDAR.

Dalam aksi permpaokan itu, kelompok ini berjumlah 6 orang. Selain trcatat nama MOKID dan SOHIB yang telah ditembak mati polisi, juga terdapat nama DIDIK PRAYITNO yang ditangkap hidup-hidup dalam penyergapan itu. ”Pelaku lainnya adalah YUDA, NAPI dan AMRON yang berhasil meloloskan diri dari baku tembak pertengahan Mei lalu,” beber AKP KUSMINDAR.

Namun, dalam aksi pertamanya ini, DIDIK PRAYITNO malah dihadapkan dengan kegagalan hingga aksi perampokan ini berantakan. Pasalnya, setelah berhaisl menggasak 3 kilogram emas disertai aksi obral tembakan, malah terjadi aksi perampokan hingga berbuntut kejar-kejaran lalu paman dan seorang komplotan lainnya tertembak mati.

”Sementara itu, untuk upaya pengejaran sampai hari ini kami tetap mengembangkan pengejaran kepada 3 anggota komplotan lainnya,. YUDA, AMRON dan NAPI untuk menelusuri jejak pelaku yang berhasil kabur. Kami menduga mereka masih berada di wilayah Tapal Kuda saja,” kata AKP KUSMINDAR.(her/ipg)

Teks Foto :
- DIDIK PRAYITNO dikawal ketat
polisi.
Foto : Dok. Sentral FM

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=4851cbaa7c0bc64ab42a9ab138af9422201081485

Tuesday, 25 May 2010

Kelompok MOKID dan SOHIB Masih Cooling Down

suarasurabaya.net| Pengerahan pasukan polisi gabungan untuk memburu gembong perampok jaringan MOKID dan SOHIB membuat rencana serangan balasan kelompok ini harus disusun ulang.

Hal ini disampaikan AKBP DEDY PRASETYO Kapolres Lumajang ketika ditemui DIDI reporter Sentral FM Lumajang di kantornya, Selasa (25/05). Mantan Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya ini mengungkapkan, keberadaan pengerahan personil kepolisian secara maksimal, membuat pelaku berpikir ulang untuk melakukan aksi susulan.

Memang dari informasi intelejen menyebutkan adanya indikasi rencana serangan balasan di wilayah hukum Polres lumajang, baik dengan sasaran masyarakat, polisi, toko emas maupun bank, pasca ditembak matinya dua gembong rampok MOKID dan SOHIB. Namun peningkatan kewaspadaan polisi membuat ancaman itu tidak terbukti.

“Informasi intelejen awal, sangat akurat adanya indikasi serangan balasan. Untuk itu, kami mengerahkan personil maksimal karena mereka punya senpi jenis FN 46. Mungkin dengan dimaksimalkannya perburuan ini membuat sisa komplotan ini
colling down dulu,” papar DEDY.

Mengantisipasi aksi perampokan lanjutan, Polres Lumajang juga telah mengimbau setiap toko emas dan perbankan, untuk memasang CCTV, alarm yang teroneksi ke Mapolres Lumajang, dan meningkatkan pengamanan internal. “Kami juga telah menempatkan personil untuk melakukan pengamanan di lokasi,” imbuh DEDY.

Informasi lain seputar upaya pengejaran terhadap sisa kelompok rampok bersenpi ini, disebutkan Kapolres, YUDA, NAPI dan AMRON yang kini masih buron, sempat pulang dulu ke rumahnya masing-masing di Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Di kampungnya, ketiga sisa kelompok rampok ini menginformasikan kepada pihak keluarga jika MOKID dan SOHIB tertangkap petugas seusai melakukan aksi perampokan di Toko Emas Cap Semar Pasar Kunir, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir.

Bahkan, mereka yang menginformasikan jika MOKID dan SOHIB tertembak mati dalam baku tembak di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto. Dengan informasi itulah, pihak keluarga kemudian mencari informasi ke Mapolres Lumajang. (her/edy)

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=6595f641aeed17af74bcfbd5f6e16738201077067

Polisi Tembak Empat Pelaku Pencurian Sapi

Empat Pelaku Pencurian Sapi

TEMPO Interaktif, LUMAJANG - Empat orang anggota komplotan pencurian hewan Selasa dini hari tadi (24/5), sekitar pukul 03.00 ditembak anggota Kepolisian Resor Lumajang. Polisi yang sedang melakukan patroli memergoki mereka di Dusun Rekesan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang.

Kepala Polres Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi Dedi Prasetyo menjelaskan, polisi mencurigai sebuah mobil Suzuki APV. Apalagi di dalam mobil tampak seekor sapi. Ketika dihadang, Mobil malah melaju kencang, bahkan menabrak sepeda motor polisi.

Terjadi kejar mengejar. Mobil yang lari ke arah Malang melawati jalur Selatan berhasil disusul polisi di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Polisi menembak ke arah pintu mobil dan ternyata tembus mengenai pinggang Yusuf yang mengemudikan mobil yang membuat mobil oleng dan menabrak jembatan.

Kawanan pencuri berhamburan keluar dari mobil. Yusuf melarikan diri ke dalam hutan. Tiga orang lainnya berhasil diciduk setelah terkena tembakan polisi. ”Mereka merupakan alap-alap pencurian hewan, dan sudah sering melakukan aksinya di Lumajang,” kata Dedi Prasetyo.

Selain Yusuf, anggota kawanan lainnya adalah Umar dan Sakur, ketiganya warga Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, serta Sahar, warga Kelurahan Pohsangit, Kota Probolinggo. Umar, Sakur dan Sahat, hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayanghkara Lumajang.

Menurut Dedi Prasetyo, sapi yang dicuri milik Ismail, warga Dusun Rekesan. Modus operansi kawanan pencuri ini cukup rapih. Untuk mengelabui polisi, mereka sengaja menggunakan kendaraan berupa kendaraan tertutup, seperti Suzuki APV. Untuk memasukkan hewan curiannya, kursi belakang mobil terlebih dahulu dipreteli.

Polisi, kata Dedi pula, akan mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan, baik aksi pencurian yang telah mereka lakukan hingga penadah yang biasa menampung hewan curian mereka.
DAVID PRIYASIDHARTA.

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/05/25/brk,20100525-250246,id.html

Monday, 24 May 2010

Polisi Lumajang Siaga 1 Sisa Komplotan Perampok Toko Emas Semar Bersenjata 4 Pistol

Senin, 24/05/2010 13:32 WIB

Lumajang
- Komplotan perampok spesialis toko emas dan nasabah bank pimpinan Mugib Alias Sokip yang tewas ditembak polisi menjadi PR tersediri. Pasalnya, 3 pelaku lainnya yang saat ini belum tertangkap masih berkeliaran bebas dan membekali dirinya dengan 4 pistol.

Sepak terjang kawanan perampok asal Desa Manggisan Kecamatan Tanggul, Jember dalam dunia kejahatan sudah berlangsung 15 tahun terakhir.

"3 Pelaku perampokan masih berkeliaran dan bawa 4 senpi," kata Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Prasetyo, di Mapolres Lumajang, Senin (24/05/2010).

Kapolres Lumajang mengimbau anggotanya dalam memburu 3 DPO perampokan toko emas Semar berhati-hati. Karena komplotan Mugib alias Sokip cs, terkenal sangat mahir menggunakan senjata api.

"Anggota polisi yang tertembak itu bukan dibidik, melainkan ditembak tanpa menghadap sasaranya," jelasnya.

Data di kepolisian, selain 3 DPO, Yuda, Amron dan Napi, polisi juga memburu anggota lainya seperti Munib, Slamet, Buang dan Eko. Semua pelaku yang diburu berasal dari Desa Manggisan, Tanggul, Jember. "Semuanya melarikan diri usai MUgib Alias Sokip pimpinannya tewas ditembak mati polisi," pungkas AKBP Dedy Prasetyo.
(bdh/bdh)

http://us.surabaya.detik.com/read/2010/05/24/133243/1362949/475/sisa-komplotan-perampok-toko-emas-semar-bersenjata-4-pistol

Thursday, 20 May 2010

Bopong 3kg Ditembak Mati

LUMAJANG – SURYA - Warga Lumajang dikejutkan ulah enam perampok bersenjata api yang menguras 3 kilogram (kg) perhiasan dari Toko Emas Semar di Pasar Kunir stan nomor 5, Kecamatan Kunir, Rabu (19/5) siang.

Setelah melepaskan beberapa kali tembakan ke udara untuk menggertak penjaga toko, pembeli, dan warga sekitar, dengan tiga sepeda motor mereka kemudian kabur dengan membopong 3 kg emas yang dimasukkan dalam dua karung atau kantong tepung terigu.

Namun karena cepatnya laporan korban, aparat Polres Lumajang dan Polsek Kunir segera menerjunkan timnya untuk memburu di sejumlah titik yang diduga menjadi arah kaburnya para pelaku. Dan di titik 20 km dari tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di Desa Rejopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, polisi berhasil memergoki mereka. Kejar-kejaran pun terjadi.

Bak film laga, para polisi dan kawanan perampok pun terlibat baku tembak. Dengan tetap membopong dua karung emas itu, mereka tak mau menyerah kepada petugas. Namun polisi berhasil melumpuhkan sebagian dari mereka. Dua perampok ditembak mati, seorang tertangkap, sedangkan tiga lainnya berhasil meloloskan diri.

Dari penyergapan itu, polisi berhasil mengamankan satu kantong yang berisi sekitar 2 kg emas. Sedangkan perhiasan yang di kantong lainnya diperkirakan seberat 1 kg, berhasil tetap dibopong oleh pelaku lainnya pada saat mereka menggeber laju sepeda motornya.

Dua perampok yang ditembak mati adalah Mogib 36, dan Sueb 39, warga Tanggul, Jember. Tubuh keduanya diberondong peluru oleh petugas. Sueb tewas di lokasi, sedangkan Mugib mengembuskan napas terakhirnya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.

Terbunuhnya bandit yang sudah dikenal di Lumajang dan Jember itu menjadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan. Akibatnya, jalur menuju Jember itu selama hampir satu jam macet total.

Dalam baku tembak tersebut, nasib sial menimpa Brigadir Widi, anggota Reskrim Polres Lumajang. Saat berusaha menangkap kawanan perampok di Desa Rojoplo —kawasan jalan raya Lumajang-Jember itu, paha kirinya terkena peluru pistol milik perampok.

“Saya tertembak saat hendak melumpuhkan salah satu pelaku,” kata Brigadir Widi saat ditemui wartawan di Ruang IGD RSUD Bhayangkara Lumajang, Rabu sore.

Sedangkan dalam pengejaran berikutnya, polisi berhasil menangkap seorang pelaku, Didik. Warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember ini ditangkap polisi tidak jauh dari lokasi baku tembak antara polisi dan perampok di Desa Rojopolo. Namun, polisi masih belum berhasil mendapatkan satu kantong lagi yang berisi sekitar 1 kg emas dari toko emas milik H Suwinarno.

Spesialis Rampok Emas

Berdasarkan data di lapangan, aksi yang diduga dilakukan oleh kawanan spesialis perampok toko emas ini tergolong nekat, karena dilakukan di siang bolong saat situasi pasar dan jalan sedang ramai.

Keenam pelaku, seluruhnya memakai helm teropong, menumpang tiga sepeda motor. Tiga pelaku bertindak sebagai eksekutor, sedangkan yang lainnya siaga di kendaraan masing-masing. Begitu sampai di dalam toko, salah seorang pelaku langsung menembakkan senjata api jenis FN ke atas, Dua pelaku yang mengikuti dari belakang langsung memecah kaca etalase dengan kapak yang dibawanya.

Setelah berhasil menguras sebagian besar perhiasan emas yang dipajang di etalase, keenam perampok itu melarikan diri ke arah timur. Namun sebelum mereka menancap gas motornya, salah seorang di antara mereka menembakkan pistolnya ke arah tukang bakso yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Melihat pistolnya diarahkan ke dirinya, penjual bakso yang hendak membantu korban itu pun mengurungkan niatnya dan berusaha bersembunyi di balik rombong baksonya. “Enggak kena, pak. Soalnya tembakannya diarahkan agak ke atas,” ujar penjual bakso itu di TKP.

Melihat aksi beringas kawanan perampok yang hanya berlangsung sekitar 5 menit itu, warga dan pengguna jalan tidak bisa berbuat apa-apa karena ketakutan.

H Suwinarno, 34, si pemilik toko mengaku tidak tahu secara persis kejadiannya. Sebab saat perampok itu beraksi, ia sedang melaksanakan salat duhur. “Enggak tahu, saya sedang salat. Kejadiannya sekitar pukul 11.30,” ungkap H Suwinarno di depan tokonya menyaksikan petugas saat olah TKP.

“Pokoknya kejadiannya begitu cepat, hanya 5 menit, kalau emasnya senilai Rp 300 jutaan” ungkap Hj Buati, istri H Suwinarto, sambil berlinang air mata.

Saat itu, lanjut Suwinarto, di tokonya hanya ada seorang karyawan, Buati, istrinya, serta seorang perempuan yang hendak membeli perhiasan. “Mereka ketakutan nggak sempat berteriak minta tolong. Tahu-tahu setelah saya keluar, sudah berantakan dan perampoknya kabur,” jelasnya.

Lelaki yang masih terlihat trauma ini, begitu mendengar toko emasnya dirampok, langsung minta bantuan ke Polsek Kunir yang jaraknya tidak jauh dari tokonya. Selanjutnya petugas langsung mengejar kawanan perampok dan mengepung dari beberapa jalur yang diduga akan dilalui kawanan perampok, yang kemudian berakhir dengan baku tembak dengan menewaskan dua pelaku serta menangkap seorang pelaku.

Sampai berita ini diturunkan, Kapolres Lumajang AKBP Dedy Prasetyo belum bersedia memberikan keterangan terkait kejadian ini, Menurutnya, pihaknya masih menunggu Kapolwil Malang yang rencananya akan ke Lumajang, Kamis (20/5) hari ini. “Nanti saja konfirmasi ke Kapolwil,” ujar Kapolres.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah polisi, nama ketiga tersangka yang sampai saat ini belum tertangkap, sudah mereka kantongi. Ketiga nama itu yakni Yd, Np, dan Imr. Semuanya warga Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember. Mereka dikenal sebagai spesialis perampok toko emas yang sadis dalam mengeksekusi sasaran maupun korban. Guna memburu ketiganya, Polres Lumajang masih melakukan penutupan jalur ke arah Jember.nst35