Monday, 14 November 2011
Maling Motor Digebuki Massa
Tuesday, 25 October 2011
Dimassa Anggota TNI Tewas
| Selasa, 25 Oktober 2011 02:09 |
PALEMBANG – Suasana Jalan AKBP H Umar, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning, tadi malam (24/10), mencekam. Puluhan anggota TNI dan Polri memenuhi jalan, lantaran seorang anggota TNI dari kesatuan Pembekalan dan Angkutan (Bekang) Kodam II/Swj, Prajurit Satu (Pratu) Kusnanto, tewas diserang massa.
Dia terkapar bersimbah darah di depan salah satu rumah warga di Lr Maju Jaya, Gg Waras Jaya, RT 02, Kelurahan Ario Kemuning, Kecamatan Kemuning. Korban, yang bertugas sebagai sopir di Satuan Bekangdam II/SWJ itu, menderita dua luka tusuk di dada kiri dan satu liang di punggung kanan.
Sebelumnya, korban cs yang diduga berjumlah 30 personel, terlibat bentrok dengan warga setempat. Dua warga sipil juga terluka, satu dirawat di RS Bhayangkara atas nama Budi dengan dua lubang luka tusuk. Kemudian, Hermansyah mengalami luka lecet-lecet di sekujur tubuh.
Korban Pratu Kusnanto sendiri sempat dilarikan ke RS AK Gani. Namun, karena kehabisan darah akhirnya meninggal. Bagaimana kejadian sebenarnya?
Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, bermula sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu, dua mobil yang sedang melintas di Jl AKBP H Umar—datang berlawanan arah--- terjebak macet karena kondisi jalan yang memang sempit. Lalu datang sepeda motor yang diduga dikendarai oleh oknum TNI AD yang membonceng temannya (diduga juga TNI).
Seorang warga kemudian keluar lalu mencoba mengatur jalan dan meminta salah satu mobil untuk mengalah. Oknum TNI tersebut, berada persis di belakang salah satu mobil juga diminta untuk mundur. “Tidak ada acara, memang macet karena jalan sempit. Yang datang motor dua orang berboncengan sempat membentak dan marah-marah,” ujar Basir, seorang warga.
Mengaku sebagai anggota TNI, kedua pengendara motor tadi berteriak dan mengancam bakal datang kembali. Kejadian tersebut sempat membuat suasana sekitar lokasi mencekam.
Warga yang merasa terancam kemudian bersiap-siap di sekitar lokasi kejadian. Setengah jam kemudian, anggota TNI tersebut datang bersama rombongan yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang dengan mengendarai 15 sepeda motor.
Ketika korban dan rombongan tiba, langsung dikejar ratusan warga yang terus meneriakkan kata maling. Korban Pratu Kusnanto yang diduga masih duduk di atas motor Honda Mega Pro warna hitam BG 6720 Q langsung diserbu. Dia dianiaya warga hingga dikejar masuk ke Gg Waras Jaya sekitar 50 meter dari tempat parkir motor.
Dugaan tersebut, terlihat dari darah korban yang berceceran dari lokasi motor di parkir hingga Gg Waras Jaya. “Kami idak tahu persis kejadiannyo Pak. Cepat nian. Sekitar rumah kami seperti mencekam. Kareno sudah ratusan warga yang ikut ngejar. Termasuk yang datang pakai motor lain jugo ikut dikejar. Itulah motornyo ditinggal galo di depan toko Sejahtera,” terang seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Pantauan Sumatera Ekspres, di lokasi kejadian tampak anggota Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SH SIk, Kasat Intelkam Kompol Suyanto SIk, Kapolsekta Kemuning AKP Ibrahim. Dari unsur TNI, tampak salah seorang Komandan Koramil (Danramil), anggota Kodim 0418 Palembang, Detasemen Polisi Militer (Denpom) II-4 Palembang, dan Detasemen Intel Kodam (Den Intel) Kodam II/Swj.
Petugas Denpom mengamankan barang bukti berupa 15 motor yang tertinggal di TKP. Masing-masing, Kawasaki Ninja 250 R BG 3117 SS, Honda Mega Pro BG 2390 IF, Yamaha Jupiter Z BG 2451 RA, Honda Mega Pro BG 5728 KS, Yamaha V-Ixion BG 2871 RE, Honda Mega Pro BG 5216 VK, dan Honda Mega Pro BG 6720 Q (informasnya milik korban Pratu Kusnanto). Lalu, Yamaha V-Ixion BG 3652 UD, dan Honda Supra Fit X BG 3528 UM.
Selanjutnya, Yamaha V-Ixion BG 5258 RB, Yamaha V-Ixion BG 5473 JR, Honda Kharisma BG 2739 UN, Kawasaki Ninja BG 3467 LY, Yamaha Jupiter Z BG 5727 UJ, dan Yamaha RX King BG 5689 AC. Belasan motor itu, diangkut menggunakan mobil truk dan mobil pick up patroli Denpom. Sisanya, yang tertinggal kunci kontaknya, dijalankan oleh anggota Denpom.
Sementara itu, satuan Reskrim Polresta Palembang hanya mengamankan sandal jepit. Juga baju yang masih ada bercak darah untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Camat Kemuning Alex Fernandus SSos MSi datang ke lokasi untuk menenangkan warga. Ia langsung mengumpulkan empat ketua RT di sekitar lokasi yakni Ketua RT 01, 02, 04 dan 14. “Tidak perlu khawatir, kejadian ini sudah ditangani oleh Danramil, POM dan pihak kepolisian. Jadi warga tidak perlu resah,” ujar Alex di hadapan warga dan para ketua RT.
Meski begitu, Ia meminta para Ketua RT agar mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah pascakejadian yang menggegerkan warga sekitar kelurahan Ario Kemuning.itu. “Warga tidak perlu keluar rumah, sudah malam lebih baik istirahat. Jangan nongkrong-nongkrong di jalan, malah membuat warga lain menjadi resah.” Terpisah Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) II Sriwijaya, Kol Arm Jauhari Agus Suradji tak bisa dihubungi via teleponnya. .(mg10/mg13/mg18/mg19/mg37/12)
http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=16114:dimassa-anggota-tni-tewas&catid=19:berita-utama&Itemid=66
Tuesday, 28 June 2011
Raja Copet di Bogor Bonyok Dikeroyok
Rabu, 29 Juni 2011 - 6:32 WIB
BOGOR (Pos Kota) – Petualangan raja copet Pasar Anyar di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor berakhir. Setelah menjadi TO polisi, ia tidak berkutik saat massa menangkapnya usai beraksi .
Raja copet Hartadi 26, yang biasa beraksi diseputar kawasan Plaza Dewi Sartika, Jalan Nyi Raja Pemas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang babak belur akibat pengadilan jalanan massa, lalu diserahkan ke petugas .
Penangkapan pelaku berkat teriakan Karyati 36, pengunjung Plaza Ramayana Dewi Sartika. Korban yang tengah berbelanja, merasa dompetnya dicopet. Anak korban bernama Putra Aditia, 10 tahun memastikan ke ayahnya, jika dompetnya diambil pelaku.
Istri korban berusaha mengejar pelaku sambil berteriak copet. Massa yang mengepung, lalu menangkap spesialis copet ini dan menghakiminya. Polisi yang mengamankan pelaku, berhasil menyita dompet warna merah milik korban berisi uang Rp 250 ribu dan sebuah HP.
Korban warga Parung, Kabupaten Bogor ini menuturkan, pelaku cepat beraksi.Namun anaknya yang berada di belakangnya melihat. Yakin telah kehilangan barang berharga, dirinya langsung berteriak hingga mengundang penasaran warga yang kemudian menangkap pelaku yang tengah kabur.
“Untung polisi cepat tiba dilokasi. Hadiah pukulan dan tendangan ke wajah dan tubuhnya, membuat pelaku langsung tersungkur bersimbah darah. Pelaku yang babak belur langsung digelandang ke Mapolsek Bogor Tengah untuk dimintai keterangan,” kata korban.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, AKP Achmad Choerudin, membenarkan penangkapan tersebut. “Peristiwa itu benar. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek. Hingga kini kasusnya masih kami kembangkan,” ungkap AKP Choerudin yang menjerat tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pidana penjara 5 tahun.(yopi/b)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/29/raja-copet-di-bogor-bonyok-dikeroyok
Tuesday, 26 April 2011
Sempat Dikeroyok Warga, Pencuri Motor Didor Polisi
Selasa, 26 April 2011 - 18:28 WIB
TANGERANG (Pos Kota)- Tersangka pencuri motor Udin Syamsudin,42.yang kepergok mencuri motor di halaman mesjid, usai dikroyok warga, ditembak betisnya oleh buser Polsekta Cipondoh, saat pengembangan,Selasa (26/4).
Menurut Kanit Reskrim Polsek Cipondoh, AKP Ade R Hasibuan, tersangka Kamis (21/4) malam mencuri motor Suzuki Satria milik Ahmad Saifulmilah di parkiran Masjid Al-hidayah Kelurahan Kenanga,Kecamatan Cipondoh. Pencurian itu dilakukan bersama temannya Saiful Bachri,43. Kedua tersangka ditangkap warga dan dikeroyok hingga babak belur.
Atas kejadian itu Kanit Reskrim bersama anggota mengamankan kedua tersangka dan barang bukti 2 motor serta 2 kunci leter T. “Usai saya obati, kedua tersangka dibawa ke rumah kontrakan pelaku untuk pengembangan.Tapi tersangka Udin hendak kabur sehingga terpaksa ditembak paha kanannya,” jelasnya.
Dalam pengembangan , petugas menangkap tersangka Gun dan Yan tersangka penadah motor curian di rumah Gang Kabel Cipondoh. Petugas menyita motor Yamaha Vixion dan Vario yang diduga hasil kejahatan.
Dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka Saiful dan Udin sudah 8 kali mencuri motor dan motornya dijual di Malimping Banten dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.(maryoto/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/26/sempat-dikeroyok-warga-pencuri-motor-didor-polisi
