Showing posts with label tanah karo. Show all posts
Showing posts with label tanah karo. Show all posts

Friday, 21 January 2011

Pencuri Kelapa Ditembak Mati

WRITTEN BY DANIEL MANIK
thursday, 20 january 2011 05:40

Keadilan di negeri ini sedang ditimbang. Seorang pencuri kelapa ditembak mati ketika Gayus – terdakwa mafia pajak ratusan miliar –divonis jauh lebih ringan dari tuntutan.

Peristiwa itu terjadi di Desa Singgamanik Kecamatan Munthe Kabupaten Tanah Karo, Rabu (19/1) siang. Pencuri kelapa malang yang belum diketahui identitasnya itu, tewas diterjang peluru pistol Kapolsek Munte, AKP J Tarigan.


Berawal, ketika pencuri yang menjadi korban penembakan itu mengambil kelapa milik Amri Pelawi warga Desa Singgamanik. Pemilik keberatan, lalu melarangnya. Namun pria yang memakai celana training bertuliskan SMAN 1 Tigabinanga itu malah mengacungkan sebilah parang dengan menyerang secara membabi buta. Melihat situasi tersebut, Amri berteriak minta tolong kepada warga. Peristiwa itu dilaporkan warga ke Polsek Munte. Mendapat laporan, Kapolsek Munte AKP J Tarigan beserta anggotanya langsung datang ke tempat kejadian.


Keterangan diperoleh, saat itu AKP J Tarigan berusaha mendekati pria itu yang tengah duduk berjongkok di sebuah perladangan. Dikabarkan, sang pencuri langsung menyerang perwira polisi itu dengan senjata tajam. "Sudah kita keluarkan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan," ujar Tarigan.


Merasa terancam AKP J Tarigan melakukan tembakan mengarah bermaksud melumpuhkan, namun tidak disangka peluru mengenai tubuh pria itu hingga tewas. Korban pun diboyong ke RSU Kabanjahe untuk divisum. Pemeriksaan sementara korban mengalami beberapa luka di tubuhnya antara lain luka di hidung berdiameter 0,5 cm dan luka di bagian kepala sebelah kiri tembus ke tempurung dengan panjang lebar 2,5 cm x 0,5 cm.


Sampai tadi malam identitas pria tersebut belum diketahui. Namun ciri-cirinya, tinggi lebih kurang 150 cm, di leher memakai tali plastik dan gantungan besi celana dalam warna kuning.


Kapolres Tanah Karo, AKBP Ignatius Agung Prasetyoko membenarkan peristiwa tersebut. Namun, soal adanya tembakan, Kapolres mengaku masih mengadakan penyelidikan. "Soal adanya korban tewas, itu benar tapi saya belum mengetahui secara pasti," katanya.


Kepala Polda Sumut Irjen Pol Drs Oegroseno SH memastikan, penembakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur. “Alasannya, pelaku menyerang terlebih dahulu. Dalam keadaan terdesak, polisi boleh menembak dari pada menghilangkan nyawa orang ya lebih baik nyawa pelakunya saja," ucap Oegroseno yang mengaku masih berada di Jakarta, saat dihubungi Global via telepon, tadi malam.


http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=53362:pencuri-kelapa-ditembak-mati&catid=30:dunia&Itemid=55

Tuesday, 19 October 2010

Penjahat Kambuhan Tersungkur Didor Polisi

tuesday, 19 october 2010 06:22

Dilaporkan mencuri mencuri sepeda motor, seorang penjahat kambuhan tersungkur karena ditembak polisi. Tersangka Rozikin Siregar (30) warga Kampung Dalam Kabanjahe, terpaksa ditembak karena mencoba kabur dari kejaran petugas Tim Opsnal Reskrim dan Unit VC Polres Tanah Karo, Senin (18/10) sekitar pukul 10.00 WIB.


Kasat Reskrim Polres Karo AKP Lukmin Siregar yang dikonfirmasi wartawan, Senin (18/10) mengatakan, tersangka dibekuk usai mencuri sepeda motor Yamaha VGR yang sedang parkir di depan toko Lamegogo Kabanjahe, Senin (18/10) sekitar pukul 07.00 WIB.


Berdasarkan catatan polisi, pria bertato ini sudah sering berurusan dengan hukum. Salah satunya adalah terlibat kasus ganja tahun 2003 dengan hukuman 2 tahun 4 bulan penjara. Tahun 2007 terlibat pembongkaran Istana Pancing dan kasus percobaan pencurian.


“Tersangka sudah kita jebloskan ke dalam penjara, sementara barang bukti berupa Yamaha VGR BK-2351-SG milik korbannya Lukman telah kita amankan,” tutup Lukmin.


Sumber di kepolisian menyebutkan, sekitar pukul 07.00 WIB, Rusman mengatakan istrinya berbelanja ke pasar mengendarai sepeda motor. Selanjutnya Rusman memarkir sepeda motornya di depan toko Lamegogo. Usai belanja, korban spontan kaget karena sepeda motor miliknya sudah berpindah tangan. Oleh korban peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Mendapat laporan, Tim Opsnal dan Unit VC langsung melakukan olah TKP dan mencari tahu tentang pelaku curanmor tersebut.


Terakhir, petugas menerima laporan seorang pengendara sepeda motor tanpa plat BK, mengenakan kemeja warna putih melintas dengan gerak-gerik mencurigakan. Pengejaran pun dilakukan. Begitu melihat buruannya. petugas coba menghentikan laju sepeda motor tersebut. Namun tersangka bukannya berhenti, malah tancap gas.


Tidak mau kehilangan buruannya, petugas mengejarnya sekaligus memberikan tembakan peringatan ke udara. Karena tidak dihiraukan, petugas langsung menembak kaki tersangka dan tersungkur ke tanah, selanjutnya digelandang ke komando.


“Rencananya sepeda motor tersebut akan kujual kepada yang mau membelinya seharga Rp 1,5 juta,” kata tersangka Rozikin saat dimintai keterangan di Polres Karo, Senin (18/10


http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=48101:penjahat-kambuhan-tersungkur-didor-polisi&catid=31:global-hot&Itemid=57