Sunday, 14 July 2013
Para Jenderal TNI & Polri Senang Prajuritnya Mati Ditembak
Wednesday, 28 November 2012
Ini Penjelasan Kapolri Soal Tewasnya 3 Polisi Oleh OTK di Papua
Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan masih mendalami dan menyelidiki pelaku penembakan tersebut. Belum bisa dipastikan apakah pelakunya Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau bukan.
"Kita tunggu hasil penyelidikan. Itu yang masih kita dalami," ujar Timur sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Timur menjelaskan peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIT. Lokasi Mapolsek Pirime berada di wilayah puncak Jaya Wijaya, sekitar 8 jam perjalanan dari kota Jayapura.
Timur juga membenarkan korban penembakan berjumlah tiga orang, yaitu Kapolsek Pirime dan dua anggotanya. "Kapolda Papua juga sudah mendekati TKP. Situasinya sudah bisa dikendalikan Kapolres," imbuhnya.
Timur juga mengatakan ketiga korban penembakan telah ditemukan, dan saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Satu SSK Brimob juga sudah diterjunkan ke lokasi untuk pengamanan wilayah.
"Status keamanan tetap bahwa lokasi terlokalisir di satu lokasi Jaya Wijaya," kata Timur.
Penyerangan pagi tadi menambah catatan peristiwa berdarah di Papua. Sebelumnya pada Oktober lalu, penembakan juga terjadi. Kala itu, personel gabungan TNI/Polri diserang kelompok bersenjata di Muara Sungai Kebo, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Papua. Dua orang prajurit TNI mengalami luka tembak.
(rmd/try)
http://news.detik.com/read/2012/11/27/143936/2102729/10/ini-penjelasan-kapolri-soal-tewasnya-3-polisi-oleh-otk-di-papua
Monday, 10 September 2012
Polisi Tewas Ditembak OTK
Dari informasi yang diperoleh SP, Senin (10/9) siang, di Kampung Milineri, Distrik Wenam, sekitar 5 orang tak dikenal tiba tiba menembak Bripda Jefri Runtuboy, anggota Polres Tolikara yang sedang melaksanakan pengamanan pengaspalan jalan raya Wamena - Puncak Jaya milik PT Modern.
Sekitar pukul 10.00 WIT, Bripda Jefri Runtuboy dan Bripda Faisal Asri menuju lokasi pengaspalan Jalan di Kampung Milineri dengan menggunakan truk bersama sama dengan karyawan PT. Modern.
Setelah tiba di lokasi pengaspalan yang merupakan jalan tanjakan menikung, Bripda jefri Runtuboy berbagi tugas dengan Bripda Faisal Asri. Bripda Jefri bertugas mengamankan bagian atas sektor jalan dan Bripda Faisal Asri mengamankan bagian bawah sektor jalan.
Sekitar pukul 11.40 WIT pada saat karyawan PT. Modern mengerjakan pengaspalan jalan, melintas dua OTK dengan berjalan kaki menuju korban yang ada di bagian sektor atas jalan pengaspalan.
Kemudian dua OTK menghampiri Bripda Jefri Runtuboy. Mereka berbincang sebentar dan tiba tiba salah seorang mengeluarkn pistol dan menembaki korban. Pada saat OTK menembaki korban, tiba tiba muncul 3 OTK lain.
Setelah melakukan penembakan, pelaku kemudian menodongkan pistol ke arah Indi (20) karyawan PT. Modern, namun karena Indi mengaku sebagai karyawan pelaku membebaskannya dan kemudian langsung melarikan diri ke arah Distrik Geya.
Bripda Faisal Basri yang mendengar suara tembakan segera lari ke arah korban dan mendapatkan korban telah meninggal dunia. Sebanyak 20 orang anggota Polres Tolikara datang ke lokasi dan melakukan pengejaran.
Jenazah korban dibawa ke Puskesmas Karubaga. Hasil outopsi diketahui terdapat luka tembak pada mata kanan, 6 luka tembak di dada, luka tembak di tengkuk, luka tembak di lengan kanan atas serta luka tembak di punggung. Ditemukan juga dua butir proyektil kaliber 9 mm dibagian tubuh korban. [154]
http://www.suarapembaruan.com/home/polisi-tewas-ditembak-otk/24458
Tuesday, 6 December 2011
Penyerang Brimob Kelompok Penembak Kapolsek
| |||
|
RELATED
NEWS
|
||
Monday, 5 December 2011
Dua Polisi Ditembak Mati Di Papua
| 2011-12-05 12:09:48 CRI |
Monday, 24 October 2011
Kapolsek Mulia Ditembak di Kepala dan Dada
INILAH.COM, Jakarta - Kapolsek Mulia, Puncak Jaya, Papua, AKP Dominggus Octavianus, tewas ditembak mati dua orang yang diduga dari kelompok separatis Papua, Senin (24/10/2011) sekitar pukul 11.30 WIT.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes (Pol) Wachyono, mengatakan bahwa Dominggus ditembak dua kali hingga menyebabkan kematian. "Mengena pada bagian hidung dan dada sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ucapnya melalui pesan singkat, Senin (24/10/2011).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Bahrul Alam, mengungkapkan Dominggus ditembak di bagian hidung, setelah sebelumnya dilumpuhkan oleh dua orang tak dikenal, saat sedang bertugas di Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya Papua
"Satu kali (ditembak), keduanya (pelaku) berusaha untuk mengambil senjata api Kapolsek dan akhirnya berhasil. Kemudian ditembakkan ke hidung hingga tembus ke (bagian) belakang," terang Anton di Mabes Polri, Jakarta.
Selepas menembak, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah hutan sambil membawa senjata korban. [mvi]
Saturday, 25 June 2011
Anggota Polisi Ditembak di Kepala
| Saturday, 25 June 2011 | |
| JAYAPURA – Kasus penembakan terhadap anggota polisi kembali terjadi. Briptu M Yazin, anggota Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Bandara Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ditembak orang tak dikenal pukul 09.00 WIT kemarin. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Wachyono mengungkapkan, korban ditembak saat melakukan tugas. Motifnya perampasan senjata api laras pendek yang dipegang korban.“Telah terjadi perampasan senpi laras pendek dan penembakan terhadap pemilik senpi anggota KP3 Bandara Mulia, Puncak Jaya atas nama Briptu M Yazin,”ujarWachyono. Menurutnya,pelaku adalah orang tidak dikenal berjumlah lima orang.Setelah melakukan aksi,mereka melarikan diri ke arah Gunung Nanas.Sementara itu, korban dibiarkan dalam kondisi bersimbah darah.“Korban masih kritis saat ini dirawat di RS Bhayangkara Jayapura,” katanya. Dia mengungkapkan,M Yazin terkena peluru di bagian kepala sebelah kiri. Disinggung kemungkinan para pelaku adalah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), Wachyono enggan berandai-andai.Pihaknya masih mendalami kasus ini dan melakukan olah tempat kejadian perkara.“Kasusnya masih kami selidiki,”tambahnya. Seorang saksi mengaku mendengar dua kali tembakan. Setelah itu didapati seorang anggota polisi tergeletak bersimbah darah. Ria, warga Kabupaten Puncak Jaya, mengungkapkan saat penembakan terjadi kondisi Bandara Mulia sepi. Menurutnya, bandara biasanya ramai menjelang siang hari, di mana pesawat-pesawat berbadan kecil pengangkut sembako mulai berdatangan dari Kota Jayapura,Kabupaten Wamena, dan Nabire. “Kami langsung masuk rumah dan mengunci pintu begitu mendengar suara tembakan. Setelah itu,kami melihat seorang polisi tergeletak bersimbah darah,” ujarnya. Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengaku sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran, dibantu TNI. “Lima saksi terkait perampasan senjata dan penembakan misterius itu sudah kami mintai keterangan,” kata Timur di Jakarta. Meski demikian, Timur belum bisa memastikan siapa pelaku penembakan itu. “Sekali lagi, itu masih dalam penyelidikan,”tambahnya. m yamin/okezone http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/408258/ |
Friday, 18 June 2010
Personel Brimob Ditembak Mati di Papua
VIVAnews - Aksi brutal yang diduga dilakukan kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka kembali terjadi di Puncak Jaya, Papua.
Kali ini peristiwa brutal terjadi pada Senin 14 Juni 2010 pukul 15.00 Waktu Indonesia Timur di Distrik Yambi: patroli anggota Brimob ditembaki.
Akibat penembakan ini, salah seorang anggota Brimob yang berasal dari kesatuan Kepala Dua ini, Brigadir Satu Hendra, tewas tertembak. Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya Ajun Komisaris Besar Alex Korwa ketika dikonfirmasi VIVAnews, membenarkan peristiwa itu.
"Lokasi penembakan memang hutan sehingga anggota Brimob kewalahan saat terjadi penembakan. Satu anggota tewas tertembak," ujarnya saat dihubungi VIVAnews, Selasa pagi.
Menurut Kapolres, pelaku diduga keras adalah kelompok dari Werius Telenggen Komandan Regu OPM yang beberapa waktu lalu tewas ditembak. "Memang kami belum bisa simpulkan secara pasti, tapi ini masih terkait dan merupakan rangkaian kejadian sebelumnya," ujarnya.
Jenazah Briptu Hendra, Selasa siang ini akan dievakuasi dari Mulia, Puncak Jaya menuju Jayapura. Selanjutnya diterbangkan ke Jakarta menuju Mako Kelapa Dua. "Saya lagi sibuk mencari pesawat untuk evakuasi, sementara cukup dulu ya," ujar Kapolres melalui selulernya.
Juru Bicara Polda Papua AKBP Wachyono saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa itu terjadi Senin sore. Namun Wachyono menyatakan hingga kini belum mendapat kronologis kejadian.
"Saya sudah berupaya menghubungi Kapolres Puncak Jaya tapi sinyalnya sulit," kata Wachyono. Namun, ia membenarkan korban yang tertembak akan di evakuasi hari ini menuju Jakarta. (umi)
Laporan Banjir Ambarita | Jayapura
• VIVAnewsMonday, 24 May 2010
Tim Gabungan Polri/TNI Diserang Kelompok Bersenjata
"Sempat terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata hingga mengakibatkan satu anggota Polri dari Kepolisian Resor Puncak Jaya tertembak di bagian kaki,"jelas Kapolres Puncak Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Alek Korwa.
Alex Korwa mengatakan, penyerangan dilakukan kelompok bersenjata yang diduga kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu terjadi sekitar dua kilometer dari Pos TNI Yambi.
Akibat penyerangan itu terjadi kontak senjata, antara tim gabungan Polri/TNI dengan kelompok bersenjata hingga menyebabkan Bripda Saumileka tertembak di bagian kaki dan saat ini sedang dirawat di RS Mulia bersama dua anggota TNI yang dievakuasi.
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/05/22/18484/Tim-Gabungan-Polri/TNI-Diserang-Kelompok-Bersenjata/
Sebelumnya, Jum'at (21/5) sekitar pukul 20.00 Waktu Indonesia Timur, kelompok bersenjata menembaki Pos TNI di Yambi, sekitar 75 km dari Mulia. Akibatnya dua anggota terluka, salah satunya Komandan Pleton yakni Letnan Dua Agung tertembak di bagian tangan.
Tuesday, 18 May 2010
Anggota OPM Ditembak di Puncak Jaya
"Ia bernama Werianus Telenggen yang tercatat sebagai anggota OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang selama ini melakukan aksi penembakan misterius yang kerapkali terjadi di Puncak Jaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Agus Rianto, Selasa (18/5) siang.
Menurutnya, Werianus tewas ditembak aparat gabungan Polri dan TNI yang melakukan penyisiran di Kampung Goburuk. "Sebelumnya aparat meminta Werianus bersama rekan-rekannya menyerahkan diri. Namun, imbauan itu malah dibalas dengan serangan tembakan kepada aparat," jelasnya.
Aparat gabungan yang saat itu berrjumlah puluhan orang, ujarnya, berhasil memukul mundur sejumlah anggota OPM yang bersembunyi di Kampung Goburuk.
"Werianus tewas terkena timah panas dalam baku tembak antara aparat dan anggota OPM. Dari lokasi kejadian polisi menyita sepucuk senjata api AK 47 dan puluhan butir peluru yang digunakan Werianus untuk menyerang aparat keamanan," ungkapnya.
Ia menambahkan, Werianus Telenggen merupakan anak buah pimpinan OPM wilayah Puncak Jaya, Goliat Tabuni. Werianus bersama anggota OPM lainnya melakukan serangkaian penembakan, di antaranya penyerangan terhadap para karyawan PT Moderen yang mengakibatkan tiga orang tewas beberapa waktu lalu.
"Werianus tercatat sebagai pimpinan di kawasan Distrik (Kecamatan) Mulia. Jenazahnya hingga kini masih berada di RSUD Mulia guna proses identifikasi," tambah Agus. (FO/OL-01)
Monday, 17 May 2010
Aparat Keamanan Tembak Mati Anggota OPM

Juru Bicara Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Agus Rianto, mengatakan, anggota kawanan bersenjata itu ditembak karena tidak bersedia menyerah, bahkan berupaya melakukan perlawanan. “Saat disergap, kelompok ini mencoba lari bahkan juga melawan, sehingga ditembak,’’ ujarnya dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews.
Dalam penyergapan itu, aparat juga menyita sejumlah amunisi senjata api jenis AK 47 dari tempat kejadian. Dalam penyergapan itu, hanya satu orang yang berhasil ditembak, sedangkan lainya melarikan diri. “Kawanan bersenjata yang tewas diduga berinisial WT dan merupakan DPO Polda Papua atas kasus penembakan terhadap pekerja proyek jalan PT Modern beberapa waktu lalu,’’ ujarnya.
Polisi dan TNI masih terus melakukan pengejaran terhadap kawanan bersenjata itu. Mereka meminta warga proaktif untuk melapor jika melihat keberadaan mereka. “Kami masih terus melakukan perburuan terhadap kelompok bersenjata yang belum tertangkap,’’ucapnya.
Sementara jasad pelaku yang tertembak mati, kata Agus, saat ini masih berada di Rumah Sakit Mulia Puncak Jaya untuk identifikasi.
Sejak beberapa hari lalu, aparat keamanan melakukan penyisiran di Puncak Jaya, untuk mengejar dan menangkap kelompok separatis bersenjata yang selama ini kerap menebar terror penembakan maupun pembunuhan. (jn)
