Showing posts with label jaksel. Show all posts
Showing posts with label jaksel. Show all posts

Tuesday, 21 May 2013

Residivis Curanmor Ditembak Polisi Depok

Senin, 20 Mei 2013 18:57 wib
DEPOK- LW (27), residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terkapar ditembak anggota Polresta Depok. LW mencoba kabur setelah melakukan transaksi hasil kejahatan di daerah Cimanggis.

Polisi juga menyita hasil kejahatan berupa empat motor dari tangan tersangka dan penadah. Tersangka  tak berkutik saat betis kanannya ditembus timah panas yang menjebaknya dalam transaksi jual beli motor curian. 

Kompol Ronald Purba membenarkan, anggotanya berhasil mengungkap komplotan pencurian bermotor di wilayah Cimanggis dengan menangkap dua tersangka pemetik dan penadahnya berikut empat motor disita.  "Kami masih menyelidiki kasus ini, kasus ini masih dalam pengembangan," katanya kepada Okezone, Senin (20/5/2013).

Penembakan tersangka diawali penangkapan seorang pencuri motor RM (27), dilanjutkan penyergapan penadah NN (35) beserta empat motor. Terakhir LW menghubungi NN untuk menjual motor hasil curian.

Catatan kriminal tersangka telah melakukan tindak kriminal di puluhan lokasi. Sementara barang buktinya dibuang ke Karawang. Dari tangan tersangka diamankan seperangkat kunci T, dan total kerugian sementara hanya empat motor yang bisa dibuktikan.

(ugo)


http://news.okezone.com/read/2013/05/20/501/809913/residivis-curanmor-ditembak-polisi-depok

Monday, 8 April 2013

Dua Pencuri Spesialis Pecah Kaca Ditembak Polisi


Senin, 08 April 2013, 11:42 WIB 

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Anggota Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Selatan menembak dua orang yang diduga pelaku pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil di Jalan Haji Sidup, Cilandak, Pesanggrahan, Minggu (7/4).

"Keduanya berusaha melarikan diri saat disergap petugas," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Hermawan di Jakarta, Senin.

Hermawan mengatakan kedua pelaku, yakni Purnawan Setia alias Piyar (26) dan Sehelman alias Bule (22) termasuk sindikat pencurian spesialis mengambil barang di dalam mobil dengan modus pecah kaca, karena telah beraksi lebih dari 40 kali.

Kedua tersangka biasa beroperasi di Depok, Jawa Barat dan Jakarta, seperti Kebayoran Lama, Lebak Bulus, Kemang, Mampang Prapatan, Pejaten, Cinere, Jagakarsa, Cibubur, Kebon Jeruk, serta Bintaro, Tangerang.

Petugas kepolisian menangkap Piyar dan Bule berdasarkan laporan dari korbanm Achmad Irfani (40) yang kehilangan tas berisi "Ipad" yang disimpan di dalam mobilnya di parkir di Jalan Duta Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, kemudian petugas menangkap kedua pelaku.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/04/08/mkx6fl-dua-pencuri-spesialis-pecah-kaca-ditembak-polisi

Thursday, 28 March 2013

Pencuri Motor Tewas Ditembak Polisi di Mampang

metropolitan - Rabu, 27 Maret 2013 | 14:11 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Seorang pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, tewas ditembak oleh Tim Reskrim Polsek Mampang pada Rabu (27/3/2013) dini hari.

Kapolsek Mampang, Kompol Bambang Ari Wibowo mengatakan, pelaku bernama Efendi (26), ditembak setelah terpergok saat beraksi di Jalan Mampang Prapatan XV, Mampang, Jakarta Selatan. Penangkapan, dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang mengatakan sering terjadi kehilangan sepeda motor.

Mendapat laporan, Polsek Mampang pun menurunkan unit Reskrim untuk melakukan patroli. Pada Rabu dini hari, saat anggota sedang patroli di sekitar lokasi kejadian, petugas melihat ada 4 orang yang dicurigai ingin mengambil sepeda motor milik warga. Begitu petugas ingin menangkap pelaku, namun pelaku berhasil mengetahui pengintaian petugas sehingga melarikan diri.

"Pelaku kepergok dan petugas memberikan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan oleh pelaku terpaksa diambil tindakan tegas," katanya.

Bambang mengatakan, satu pelaku yang dilumpuhkan itu bernama Efendi dan tiga pelaku lainnya lolos berhasil kabur. Setelah itu, pelaku yang ditembak dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Tapi tidak kuat menahan akibat tembakan akhirnya di perjalanan meninggal dunia," ucapnya.

Saat ini petugas sedang memburu tiga pelaku yang berhasil melarikan diri. Sedangkan, jasad Efendi masih ada di RS Polri Kramat Jati. "Kasus masih dalam penyelidikan dan polisi mendapatkan dua buah kunci Leter T dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi dari tangan Efendi," tandasnya.[bay]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1971926/pencuri-motor-tewas-ditembak-polisi-di-mampang#.UVUOFI5MGZY

Monday, 25 March 2013

Dua Pencuri Tewas Ditembak Polisi


Kamis, 21 Maret 2013 | 18:42 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang menyamar sebagai petugas PT PLN, meregang nyawa setelah diterjang timah panas yang dilepaskan anggota Satreskrim Polres Jakarta Selatan.

Kedua pelaku yakni TAR, 38, dan DAR, 39, tewas ditembak pada Rabu (20/3) pukul 21.30 WIB karena berusaha melarikan diri saat diminta petugas untuk menunjukan lokasi kejahatan yang pernah dilakukan mereka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan AKB Hermawan menjelaskan, tujuh jam sebelum penembakan, kedua petugas PLN gadungan itu berhasil dibekuk di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat.

Usai penangkapan, petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan dan melacak lokasi yang pernah dijadikan sasaran aksi kejahatan. Rencananya penyidik akan menyambangi sebuah rumah di Jalan Asem, Cilandak, Jaksel. Namun belum sampai tujuan, pelaku berontak dan berniat melarikan diri.

"Pelaku mencoba kabur dan melawan petugas. Pelaku juga melawan disertai ancaman dengan menggunakan sangkur," kata Hermawan, Kamis (21/3).

Sebelum tewas, lanjut dia, pelaku sempat mengaku kepada penyidik bahwa aksi kejahatan ini dilakukan sebanyak sembilan kali dimana hanya rumah kosong yang dijadikan sasaran.

Pencurian dengan berpura-pura sebagai petugas PLN dilakukan delapan kali diwilayah Jakarta Selatan dan satu kali di Cimanggis, Kota Depok.

Lebih jauh, terang Hermawan, pelaku kerap membawa perlengkapan sebagaimana yang dimiliki petugas PLN resmi semisal kartu identitas, lembaran bukti pembayaran pelanggan serta kotak perlengkapan berisi tiga obeng pendeteksi listrik.

Tujuan menggunakan atribut tersebut untuk mengelabui warga yang berdiam dilokasi target. Setelah diselidiki ternyata kartu identitas dan lembaran bukti pembayaran pelanggan ternyata palsu.

Dalam pengungkapan kasus ini. Immbuh dia, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang yang digunakan sebagai alat kejahatan semisal komputer jinjing dan ponsel. (Golda Eksa)

Editor: Edwin Tirani

Dua tersangka perampok tewas ditembak polisi di Cipete


Kamis, 21 Maret 2013 10:56 WIB | 1061 Views


Jakarta (ANTARA News) - Aparat Polres Metropolitan Jakarta Selatan menembak dua orang yang diduga pelaku perampokan, berinisial T dan D pada Kamis sekitar pukul 02.00 WIB.

"Kedua pelaku melawan saat disuruh menunjukkan lokasi perampokan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Hermawan di Jakarta, Kamis.

AKBP Hermawan mengatakan, awalnya petugas menangkap T dan D di daerah Jakarta Barat, Rabu (20/3) malam, kemudian petugas meminta tersangka menunjukkan sasaran aksi kejahatannya.

Kedua tersangka menunjukkan beberapa lokasi yang menjadi sasaran aksi perampokan, salah satunya di Pancoran.

Petugas bersama kedua pelaku menuju lokasi lain di daerah Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, namun tersangka berupaya melarikan diri.

Hermawan menuturkan polisi telah melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun tersangka tidak peduli, sehingga akhirnya petugas melepaskan tembakan ke arah tubuh T dan D.

"Kedua tersangka meninggal saat dibawa ke rumah sakit," ujar Hermawan.

Saat ini, petugas masih memburu pelaku lainnya, karena diduga sindikat perampokan T dan D lebih dari dua orang saat menggasak sasaran aksi kejahatannya.

Hermawan menjelaskan kelompok T dan D menjalankan aksinya dengan modus menyamar sebagai pegawai PLN yang akan memeriksa listrik.

Saat masuk ke dalam rumah, para pelaku langsung melumpuhkan penghuni maupun penjaga rumah, selanjutnya menggasak barang berharga milik korban.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © 2013
http://www.antaranews.com/berita/364445/dua-tersangka-perampok-tewas-ditembak-polisi

Wednesday, 16 January 2013

Tiga Pencuri Sepeda Motor Ditembak, Dua orang tewas

Tiga Pencuri Sepeda Motor Ditembak, Dua orang tewas

Empat anggota komplotan perampok kendaraan bermotor (Curanmor) dibekuk aparat Satuan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (14/1/2013). Petugas terpaksa menembak tiga pelaku yang berusaha kabur dan melawan, dua diantaranya tewas.

Kedua pelaku yang tewas, IS, 37 tahun, dan MR, 25 tahun. Sementara HH, menderita luka tembak di bagian kakinya. Satu pelaku lagi, IT, dibekuk tanpa perlawanan.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika mengatakan keempat pelaku merupakan komplotan spesialisai perampas sepeda motor di wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Kami terpaksa menembak tiga pelaku karena berusaha kabur saat hendak dibekuk,” kata AKBP Helmy Santika kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/1/2013).

Penangkapan para tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat yang kehilangan sepeda motor. Laporan antara lain dari Achmad Rifai yang kehilangan Yamaha Jupiter Z Nopol B-6532-SRY di parkiran SMP Azhari Islamic School di Jl. Pertanian Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Selasa 8 Januari 2013.

Dari hasil penyelidikan, pada Sabtu 12 Januari 2013, petugas berhasil menangkap IS dan MR di rumah kontrakannya di daerah Poltangan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat digeledah di rumah kontrakan tersangka didapati barang bukti dua unit sepeda motor, Handphone, beberapa kunci T dan sepucuk senjata api pistol rakitan.

Dari keterangan IS dan MR, petugas kemudian berhasil menangkap tersangka HH dan IT di rumah kos di Jl. Rumbut, dekat mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Dari tangan HH, petugas menyita barang bukti sepucuk senjata api genggan jenis pistol dan dua butir peluru. Sedangkan dari tangan IT disita kunci letter T dan handphone.

Petugas kemudian melakukan pengembangan, diketahui bahwa para tersangka melakukan aksi pencurian bersama temannya, AD dan AH yang kini masih buron. Para tersangka pun diminta untuk menunjukkan persembunyian AD dan AH.

Saat dilakukan pengembangan, pada Senin (14/1/2013), para tersangka diminta untuk menunjukkan tempat kejadian dan persembunyian AD dan AH. Namun tersangka IS, MR dan HH berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa menembak pelaku hingga tersangka IS dan MR meninggal dunia. Sedangkan tersangka HH dilumpuhkan di bagian kakinya.

Dari hasil pengungkapan itu, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa 2 senjata api, kunci letter T, dan sejumlah sepeda motor. 

Bid. Humas Polda Metro Jaya


https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/572095822819278

Tuesday, 8 January 2013

Mencoba Kabur, Penjambret Ditembak Polisi di Pasar Baru


Kamis, 03/01/2013 18:03 WIB

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Seorang penjambret tewas ditembak polisi di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Penjambret ini baru saja mengambil tas korbannya, namun kepergok petugas kepolisian. Petugas terpaksa menembak pelaku karena berupaya kabur.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (1/12/2012) sekitar pukul 09.15 WIB, saat itu SY (34) sedang melintas menggunakan motor di depan Gereja Kathedral, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Kemudian dua orang penjambret DH (32) dan RN (31) memepet motor yang dikemudikan SY.

"Mereka sudah pernah melakukan kejahatan serupa," kata Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP Ari Susanto di Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2012).

Salan seorang penjambret kemudian menarik tas SY. Warga Pademangan itu kaget dan spontan berteriak 'Jambret'. Saat itu ada anggota Polsek Sawah Besar Anwaruddin di lokasi tersebut. Dia kemudian mengadang motor para pejambet tersebut.

"Motor yang dipakai penjambret itu terjatuh dan mereka melarikan diri meninggalkan motor dan tas hasil curiannya," katanya.

Dua orang penjambret ini kabur ke arah Masjid Istiqlal. Petugas kemudian bisa meringkus DH, namun RS terus kabur. Anggota Polsek Sawah Besar lainnya, Hartono, yang ikut mengejar pejambret itu kemudian melepaskan tiga tembakan peringatan.

"RN terus kabur sehingga akhirnya ditembak," katanya.

(nal/try)

http://news.detik.com/read/2013/01/03/180322/2132639/10/mencoba-kabur-penjambret-ditembak-polisi-di-pasar-baru?9922032

Friday, 14 December 2012

Coba Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi di Tanjung Barat

Sabtu, 01/12/2012 01:23 WIB

Jakarta - Polisi menembak pelaku curanmor saat beraksi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Pelaku yang bernama Agus Salim, harus dilumpuhkan timah panas karena mencoba menggondol motor milik warga di daerah tersebut.

"Kejadian kemarin malam, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pelaku alami luka tembak," tulis Kapolsek Jagakarsa, Kompol Arsalam, dalam pesan singkatnya, Jumat (30/11/2012).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebuah belati dan kunci leter T yang dipakai untuk melancarkan aksinya. Agus sendiri diketahui warga Rawa Lumbu, Bekasi.

"Dia mencoba mencuri motor Yamaha Vixion dan kepergok petugas. Karena mau kabur, dia kita tembak," terangnya.

Akibat kejadian itu, Agus mengalami luka di paha bagian kiri. Polisi langsung melarikan pelaku ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

"Kasus ini ditangani Polsek Jagakarsa, apakah ini aksi pertama atau bukan masih kita telusuri," tuturnya.

(ndu/rvk) 

http://news.detik.com/read/2012/12/01/012357/2106621/10/coba-kabur-pelaku-curanmor-ditembak-polisi-di-tanjung-barat?9922022

Sunday, 2 December 2012

Coba Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi di Tanjung Barat


Sabtu, 01/12/2012 01:23 WIB

Pandu Triyuda - detikNews

Jakarta - Polisi menembak pelaku curanmor saat beraksi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Pelaku yang bernama Agus Salim, harus dilumpuhkan timah panas karena mencoba menggondol motor milik warga di daerah tersebut.

"Kejadian kemarin malam, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pelaku alami luka tembak," tulis Kapolsek Jagakarsa, Kompol Arsalam, dalam pesan singkatnya, Jumat (30/11/2012).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebuah belati dan kunci leter T yang dipakai untuk melancarkan aksinya. Agus sendiri diketahui warga Rawa Lumbu, Bekasi.

"Dia mencoba mencuri motor Yamaha Vixion dan kepergok petugas. Karena mau kabur, dia kita tembak," terangnya.

Akibat kejadian itu, Agus mengalami luka di paha bagian kiri. Polisi langsung melarikan pelaku ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

"Kasus ini ditangani Polsek Jagakarsa, apakah ini aksi pertama atau bukan masih kita telusuri," tuturnya.

http://news.detik.com/read/2012/12/01/012357/2106621/10/coba-kabur-pelaku-curanmor-ditembak-polisi-di-tanjung-barat

Monday, 10 September 2012

Pencuri motor adu tembak dengan polisi hingga tewas


Dua orang pencuri sepeda motor hendak beraksi menggasak sepeda motor Yamaha Mio dini hari tadi di Ciputat. Aksi mereka digagalkan petugas Unit Ranmor Polres Jakarta Selatan. Satu pelaku ditembak polisi, sementara seorang lagi melarikan diri ke arah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Kita berhasil lumpuhkan satu orang pelaku ranmor dan dilumpuhkan dengan timah panas. Pelaku tewas di tempat karena berusaha melawan petugas," terang Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Hermawan kepada merdeka.com, Selasa (11/9).

Hermawan mengatakan, peristiwa pencurian tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB dinihari tadi. Saat itu kedua pelaku sedang melancarkan mencuri sepeda motor Yamaha Mio dengan menggunakan kunci letter T. Namun sial ternyata petugas Unit Reskrim Polres Jakarta Selatan sedang melaksanakan patroli tertutup yang dimulai dari Jam 21.00 WIB malam.

Melihat gelagat mencurigakan dari kedua pelaku, petugas kemudian langsung menegur kedua pelaku. Namun ternyata, pelaku beringas dan melarikan diri serta menembak dengan senjata rakitan ke arah petugas sebanyak satu kali. Melihat kejadian itu, petugas langsung mengejar pelaku dan melumpuhkannya dengan timah panas yang tepat mengenai bagian dada dari salah seorang pelaku.

"Sempat ada baku tembak, pelaku sekali nembak, tapi petugas berhasil menghindar, anggota akhirnya melumpuhkan pelaku dan palaku tertembak tepat bagian dada dia langsung tersungkur," jelas Hermawan.

Satu pelaku yang bertugas membawa motor yang digunakan untuk melakukan pencurian berhasil kabur ke arah Jagakarsa Jakarta Selatan. Petugas berhasil menyita barang bukti berupa kunci letter T yang digunakan untuk melakukan pencurian dan senjata api rakitan jenis Revolver yang digunakan untuk melawan petugas.

"Barang bukti yang kita amankan kunci T, dan senjata rakitan model Revolver," papar Hermawan.

Pelaku yang tewas kemudian dibawa petugas Kepolisian ke RS Fatmawati untuk divisum. Kasus ini kini ditangani oleh Unit Ranmor Polres Jakarta Selatan. Petugas juga masih mengejar satu pelaku yang berhasil kabur.
[ian]

http://www.merdeka.com/jakarta/pencuri-motor-adu-tembak-dengan-polisi-hingga-tewas.html

Friday, 31 August 2012

Ditembak polisi, perampok gagal gasak sepeda motor


Empat orang rampok coba melancarkan aksinya di Jalan Deplu Raya Bintaro Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sial, petugas kepolisian yang kebetulan melintas memergoki kejahatan yang mereka lakukan.

Polisi langsung melepaskan tembakan ke arah kawanan itu. Satu orang yang terkena tembakan di bagian paha namun berhasil kabur. Motor hasil rampasan mereka lalu ditinggalkan di depan sebuah SPBU di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan.

"Salah satu pelaku kita tembak, terkena bagian paha dan berhasil kabur," terang Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan, AKP Nurdin AR, Jumat (31/8).

Nurdin menjelaskan, peristiwa itu terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.15 WIB. Saat itu Bahri (32), korban yang motornya baru saja dirampas, akan pulang menuju rumahnya usai menjenguk rekannya yang sedang sakit. Saat melintas di Jalan Deplu Raya, Pesanggrahan, korban tiba-tiba saja dipepet oleh empat orang pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor dan hendak merampas sepeda motor Honda Vario warna hitam B 6765 UWT miliknya.

Korban coba melawan dan melarikan diri. Nahas, kawanan rampok berhasil mendekatinya dan korban langsung disabetkan golok oleh salah seorang pelaku.
Beruntung ayunan golok itu tidak mengenai tubuh korban. Hanya motornya yang berhasil digasak.

"Korban dipepet oleh empat pelaku, sempat terjadi perlawanan. Tapi saat di lampu merah Pondok Pinang, motor korban berhasil dirampas," papar Nurdin.

Petugas yang melihat kejadian langsung memberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan oleh para pelaku. Salah seorang pelaku yang membawa sepeda motor korban berhasil ditembak saat hendak kabur ke arah Jalan TB Simatupang.

"Tepat di depan Fedex Pondok Pinang dilakukan penembakan terhadap salah satu pelaku yang membawa kabur motor dan mengenai tubuh dan paha pelaku," jelas Nurdin.

Petugas mengamankan barang bukti sepeda motor korban dan satu bilah golok yang digunakan untuk melancarkan aksinya. Kini para pelaku sedang dalam proses pengejaran Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan.
[lia]

http://www.merdeka.com/jakarta/ditembak-polisi-perampok-gagal-gasak-sepeda-motor.html

Friday, 20 July 2012

Kasus Peluru "Nyasar", Anggota Polisi Diperiksa Propam


Penulis : Imanuel More | Jumat, 20 Juli 2012 | 13:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang anggota unit Ranmor, Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan harus menjalani pemeriksaan oleh bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) setempat. Pemeriksaan itu dilakukan akibat peristiwa pelurunyasar yang mengenai warga sipil, Kamis (19/7/2012) kemarin.
DD, inisial nama anggota tersebut, sedang dimintai keterangan terkait laporan tugas yang diembannya. Ajun Komisaris Besar Hermawan, Kasat Reskrim Polrestro Jaksel, saat dikonfirmasi Jumat (20/7/2012) menerangkan, pihaknya sedang menyiapkan laporan tugas untuk DD guna mengetahui kronologis kejadian salah tembak itu.
"Nanti baru diproses. Sementara diperiksa di Propam Jakarta Selatan untuk ditindak lebih lanjut," terang AKBP Hermawan.
Ia membenarkan peristiwa penyergapan tersangka pencurian oleh anggotanya. Penyergapan yang berlangsung di pelataran parkir sebuah ruko di Mangga Besar, Jakarta Barat, itu disertai penembakan dengan tujuan melumpuhkan tersangka yang berupaya melarikan diri.
"Perlu dilumpuhkan, karena salah satu tersangka bawa senjata api," jelas AKBP Hermawan.
Petugas sempat mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan sebelumnya. Namun, lantaran dua tersangka kasus pencurian yang disertai tindak kekerasan itu terus berupaya meloloskan diri, petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arah pelaku. Sayangnya, tembakan DD meleset dan malah bersarang di bokong Rudi, warga Sawah Besar, yang kebetulan melintas.
"Anggota mengejar pelaku, pelaku ada di posisi kiri, tapi rekorset (memantul) dan mengenai korban yang berada di sisi kanan. Hal itu juga dibenarkan korban," jabar Hermawan.
Penyergapan tersebut sebenarnya dilakukan aparat gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polres Jakarta Selatan. Tiga di antaranya adalah anggota Reskrim Polres Jakarta Selatan, sedangkan dua lainnya anggota Polres Jakarta Pusat. Target yang diburu adalah kelompok pelaku perampasan mobil APV dengan korban berinisial M0.
Adapun peristiwa perampasan mobil itu terjadi saat korban melintas di depan kawasan Mal Ambassador, Kamis (19/7/2012) dini hari. Korban yang dihadang kelompok beranggotakan enam orang itu kemudian dianiaya dan dibuang di daerah Cimanggis, Depok, sementara mobilnya dilarikan.
Pada Kamis sore, petugas mendapat laporan soal keberadaan mobil yang dicurigai tersebut berada di kawasan Mangga Besar. Petugas pun kemudian berangkat ke lokasi dan melakukan penyergapan hingga berujung pada kasus peluru nyasar itu.
Editor :
Latief


http://regional.kompas.com/read/2012/07/20/13053360/Kasus.Peluru.Nyasar.Anggota.Polisi.Diperiksa.Propam

Saturday, 7 July 2012

Ditembak, Setelah 38 Kali Rampok Minimarket


Muchadi, sebagai otak pelaku perampokan ditembak mati polisi.

Kamis, 5 Juli 2012, 15:22Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Perampok dengan senjata api
Perampok dengan senjata api
VIVAnews - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap komplotan perampok minimarket 24 jam yang beraksi di kawasan Jabodetabek. Selama 2012, komplotan ini sudah beraksi selama 38 kali.


Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Imam Sugianto mengatakan, penangkapan dilakukan atas tiga tersangka. Satu orang terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan dan melarikan diri.


Dari keterangan dua tersangka, para begal itu selalu mengincar minimarket 24 jam, yang terlihat sepi dari pengunjung saat tengah malam.


"Otak pelaku perampokan Muchadi, yang ditembak mati. Semua kegiatan diatur bersangkutan mulai dari lokasi sasaran, siapa saja yang beraksi, pembagian hasil," ujar Imam dalam keterangan persnya di Polres Jakarta Selatan, Kamis 5 Juli 2012.


Jumlah kerugian atas perampokan tersebut mencapai Rp800 juta. Kawasan Karawang, Cikampek, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, terbilang minimarket yang paling sering dirampok  komplotan ini.


Ditambahkan Imam, untuk di Jakarta Selatan sendiri, ada empat minimarket yang menjadi sasaran mereka, diantaranya Minimarket Alfamart di Jalan Bangka Raya, Pamulang, Jagakarsa dan Ciputat.


"Selain dua orang yang sudah ditahan, kami masih mencari tiga orang yang masih DPO. Salah satu yang ditangkap adalah mantan narapidana yang baru keluar penjara dua minggu," Imam menjelaskan.


Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Hermawan menjelaskan selain menyita barang bukti senjata tajam, pihaknya juga menahan barang bukti narkoba jenis ganja, dan putaw.


"Kami menduga salah satu dari pelaku ada yang mengkonsumsi narkoba. Entah digunakan saat mau merampok atau tidak," ujar Hermawan.

http://us.metro.news.viva.co.id/news/read/333011-ditembak-setelah-38-kali-merampok-minimarket

Thursday, 24 May 2012

Komplotan Pencuri Motor Didor Polisi, 2 Pucuk Pistol Disita




E Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 23/05/2012 20:07 WIB

Jakarta Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya membeku komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api. Seorang pelaku ditembak polisi karena berupaya melawan petugas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, para pelaku telah melakukan pencurian motor di 60 lokasi. Terakhir, mereka melakukan aksinya di depan Warteg di Jalan H Barong I Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (6/5) lalu.

"Pelaku melakukan aksinya dengan cara mencari sasaran kendaraan roda dua yang diparkir dan ditinggal pemilik di parkiran dengan mempersiapkan, menggunkan motor berbagai jenis dan kunci kontak khusus serta senjata api," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/5/2012).

Empat tersangka dari komplotan ini yang ditangkap masing-masing berinisial RN, AN dan KR yang merupakan eksekutor serta SL yang merupakan penadah. Dari keempat tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 2 pucuk senjata api jenis revolver rakitan berikut 8 butir peluru serta 3 unit motor hasil kejahatan.

Sementara itu, Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan, para pelaku mendapatkan senjata api tersebut dari tersangka SL. "SL ini penyedia senjata api. SL mendapatkan senjata api tersebut dari orang lain," kata Herry.

SL ditangkap di Jampang Surade, Sukabumi pada tanggal 6 Mei lalu. SL ditembak karena berupaya melarikan diri dari kejaran petugas. "Dia juga berusaha melawan petugas," katanya.

Herry mengungkapkan, ketiga eksekutor merupakan satu kelompok dengan pelaku penembakan wartawan senior TVRI, Djulie Elfano. Dalam aksinya, para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya.

"Mereka ini kelompok Lampung. Dikenal sebagai kelompok yang tidak segan melukai korbannya bila korban melakukan perlawanan," ujarnya.

Dalam aksinya itu, para pelaku menggunakan motor. Satu orang sebagai joki dan satu lainnya sebagai pemetik (eksekutor yang mencuri motor). 

"Mereka hanya butuh waktu sekian detik untuk mencongkel kunci kontak motor," imbuhnya.

Setelah berhasil mencuri, pelaku kemudian mengoper motor hasil curian tersebut ke pelku lainnya di tempat berbeda. "Kemudian nanti ada kurir SL yang mengambil motor tersebut," imbuhnya.

Kepada SL, para pelaku menjual motor hasil curian itu dengan harga yang relatif miring. "Dijual antara Rp 1,5-1,8 juta," pungkasnya.

(mei/mad)



http://news.detik.com/read/2012/05/23/200724/1923220/10/komplotan-pencuri-motor-didor-polisi-2-pucuk-pistol-disita?9922022

Wednesday, 2 May 2012

Rampok Ditembak Mati di Tanah Kusir


Sabrina Asril | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Sabtu, 28 April 2012 | 23:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Reserse Mobil Polda Metro Jaya (Resmob Polda Metro Jaya) membekuk lima pelaku yang termasuk dalam komplotan rampok yang kerap beraksi di beberapa lokasi. Polisi mengejar pelaku hingga ke kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Satu orang di antaranya tewas ditembak tim buru sergap.
"Ada empat orang yang ditangkap, satu orangnya lagi tewas ditembak dalam pengejaran," ujar Kepala Subdirektorat Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, Sabtu (28/4/2012), saat dihubungi wartawan.
Empat tersangka yang ditangkap adalah Cecep (42), Imam (45), Sihombing (34), dan Roy Pandu. Sementara itu, satu orang yang tewas bernama Bambang. "Yang tewas dibawa ke RS Polri. Sisanya masih di lokasi," papar Herry yang masih ada di lokasi penangkapan.
Herry menjelaskan bahwa komplotan ini sudah lama diintai aparat kepolisian. Mereka terlibat dalam aksi perampokan yang terjadi pada tanggal 19 Agustus 2011 di sebuah gudang kain di Jalan Kapuk Muara Nomor 3, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Ketika itu, korban, yakni Budi Jaya (34) dan Huang Zheng Zhong (39), didatangi empat laki-laki yang mengaku anggota polisi dari Mabes Polri. Tiap-tiap dari mereka membawa senjata api dan sebilah pisau badik, serta menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam B 5226 PHG.
"Mereka datang ke gudang dan merampas sejumlah uang," ucapnya. Korban kemudian dibuang di dekat ruko apartemen Sutra Barat Perum Alam Sutra.
Kerugian yang diakibatkan komplotan ini yakni uang tunai Rp 178 juta, dua ponsel Blackberry, sebuah ponsel merek asal China, dan sebuah ponsel milik korban Budi Jaya. Polisi kemudian menyita sejumlah barang bukti dari komplotan ini. Barang-barang bukti itu yakni dua borgol milik pelaku, serta potongan plakban yang sudah dipakai untuk memplakban mulut dan mata kedua korban.

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/04/28/23084751/Rampok.Ditembak.Mati.di.Tanah.Kusir

Perampok Tewas Ditembak




Arofah Supandi
29/04/2012 06:10
Liputan6.com, Jakarta: Bambang, pria yang diduga sebagai perampok, tewas ditembak polisi di Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Ahad (29/4) dini hari. Sebelumnya, pelaku bersama empat rekannya terlibat aksi kejar-kejaran dan saling tembak dengan polisi.

Polisi menembak Bambang karena tersangka melepas tembakan terlebih dulu. Tersangka beserta rekannya berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Sebelumnya, Bambang yang menumpang mobil minibus terlibat aksi kejar-kejaran dengan Tim Khusus Resmob Polda Metro Jaya sejak tol Cikarang, Jawa Barat. Di pintu tol Bekasi Barat, aksi saling tembak terjadi, layaknya film laga.

Pengejaran berlanjut hingga ke tol Lebak Bulus. Di sana, tersangka sempat terjebak kemacetan. Aksi saling tembak kembali terjadi hingga akhirnya Bambang tewas. Sedangkan empat tersangka lain, yakni Cecep, Imam, Sihombing, dan Roy Pandu, dibekuk polisi.

Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengungkapkan, Bambang dan rekan-rekannya memang sudah lama menjadi target operasi. Mereka kerap beraksi di sejumlah provinsi.

Terakhir mereka diketahui terlibat dalam perampokan kontainer dan perampokan warga negara Korea Selatan pada 2011. Dalam aksinya, mereka juga kerap mengaku-ngaku sebagai anggota kepolisian. Dari tangan tersangka, polisi menyita sebuah senjata api jenis FN.(ULF)

http://berita.liputan6.com/read/394286/perampok-tewas-ditembak

Friday, 2 March 2012

Mencoba Kabur, Rampok Toko Emas Ditembak


Metropolitan - Kamis, 1 Maret 2012 | 14:53 WIB





INILAH.COM, Jakarta - Polisi terpaksa menembak salah seorang pelaku perampokan toko emas di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, karena mencoba melarikan diri saat telah berhasil ditangkap.

"Polisi terpaksa melumpuhkan kaki kanan Muhammad Ibrahim (26) alias Wongso, dengan tembakan, karena mencoba melarikan diri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (1/3/2012) .

Rikwanto menambahkan, Wongso ditembak pada Rabu (29/2/2012) pagi, saat diperjalanan saat hendak dibawa dari Cirebon menuju Jakarta, untuk proses pengembangan kasus perampokan tersebut. "Saat itu anggota sedang istirahat di rest area tol Cikampek, kemudian Wongso melarikan diri sempat ada pengejaran terhadapnya," katanya.

Dia melanjutkan, saat ini Wongso sedang mendapat perawatan. Sebelumnya diberitakan terjadi perampokan pada Jumat (24/2/2012) lalu di Toko Emas Ciputat, Tangerang Selatan.

Polisi berhasil mengamankan sementara dua pelaku lainnya yaitu ES (27) dan S (37) di daerah Terminal Cirebon, Jawa Barat. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa tiga unit handphone, satu tas hitam berisi uang Rp 146,66 juta dan satu tas kecil berisi uang Rp 135juta.[bay]



http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1836128/mencoba-kabur-rampok-toko-emas-ditembak

Polisi Buron Penadah Emas Ciputat


Kamis, 1 Maret 2012 23:58 WIB



SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan keterangan dari para tersangka perampok empat toko emas di Ciputat, diketahui hasil rampokan telah dijual ke seorang penadah yang kini tengah diburu polisi.

"Menurut keterangan tersangka yang sudah ditangkap mereka jual kepada seorang di suatu tempat. Ini anggota sedang mencari tempat tersebut dan menemukan barang bukti yang mudah-mudahan ada lokasi tersebut," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto Kamis (1/3/2012).

Rikwanto mengatakan anggota di lapangan tengah melacak tempatnya. "Titik terangnya sudah ada tinggal masalah waktu saja," ucap Rikwanto.

Lebih lanjut, Rikwanto menjelaskan siapapun yang terlibat dengan perampokan toko emas Ciputat akan diburu, seperti seorang tersangka bernama Toni yang tidak ikut merampok namun berperan menyediakan rumah aman untuk pelarian para tersangka.

Perampokan empat toko emas di Ciputat terjadi di Pasar Ciputat Jumat (24/2/2012) lalu. Polisi mengamankan tiga tersangka di Cirebon Jawa Barat,
Moh ibrahim alias wongso (28), Edy sumarno alias andong (27), Suratno (37) dan Toni.

Wongso ditembak polisi lantaran berusaha melarikan diri saat di rest area Tol Cikampek, sementara Toni ditangkap di Serang. Toni berperan menyediakan rumah persembunyian di Serang dengan mendapatkan imbalan Rp 10 juta.

Sementara dari tiga tersangka lainnya polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yaitu tiga buah HP, satu tas hitam berisi sejumlah uang Rp 146,66 juta dan satu tas kecil berisi Rp 135 juta.

Editor : Boyozamy
Sumber : Tribunnews