Showing posts with label pangkalpinang. Show all posts
Showing posts with label pangkalpinang. Show all posts

Tuesday, 20 September 2011

Spesialis Curanmor di Pangkalpinang Didor


BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua pelaku spesialis curanmor dan seorang orang yang diduga sebagai penadah berhasil ditangkap tim buser Polres Pangkalpinang, Jumat (16/9/2011) lalu.

Dl (31) warga Parit Lalang, pelaku utama curanmor tersebut terpaksa ditembak atau didor karena melawan petugas. Ag (21) warga Kampung Sebrang, rekan Dl juga ditangkap. AP (21) warga Desa Namang, juga ikut diamankan petugas.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Margiyanta melalui Kasat Reskrim AKP Andi Rahmadi, Minggu (18/9/2011) mengatakan penangkapan ketiganya berkat informasi masyarakat dan penyelidikan tim buser Polres Pangkalpinang.

"Tiga orang pelaku curanmor dan curat berhasil kita amankan. Kita ucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah membantu kita. Dari hasil interogasi dan barang bukti mereka ini merupakan pelaku curat dan curanmor," kata Andi Rahmadi.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi sebanyak empat unit sepeda motor, satu unit komputer dan beberapa spare part kendaraan bermotor yang diduga hasil curian. (J1/bangkapos.com)

Penulis : hendra
Editor : emil

http://bangka.tribunnews.com/2011/09/18/spesialis-curanmor-di-pangkalpinang-didor

Wednesday, 27 July 2011

Korban Penembakan Laporkan Polisi

Kris R Mada | Robert Adhi Kusumaputra | Rabu, 27 Juli 2011 | 17:39 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Keluarga Saufil bin Usman Mansur (17) melaporkan anggota Polres Bangka Tengah ke Polda Kepulauan Bangka Belitung di Pangkal Pinang, Rabu (27/7/2011). Saufil ditembak punggungnya oleh anggota Polres Bangka Tengah karena dituduh mencuri burung.

Korban tidak tahu kapan dan di mana tepatnya penembakan terjadi. Tahu-tahu anak saya merasakan punggungnya basah. Setelah dipegang baru diketahui kalau itu darah.
-- Usman Mansur

Orangtua Saufil, Usman Mansur (55) mengatakan, anaknya ditembak pada Rabu (20/7) dini hari di Jalan Raya Koba, Bangka Tengah. Peluru menembus punggung kanan dan bersarang di paru-paru. "Kami kecewa dengan tindakan oknum polisi. Kami mohon keadilan," ujarnya.

"Saat ditembak, korban dan temannya, Hendra sedang naik motor dan dikejar sejumlah orang yang mengendarai mobil. Korban tidak tahu kapan dan di mana tepatnya penembakan terjadi. Tahu-tahu anak saya merasakan punggungnya basah. Setelah dipegang baru diketahui kalau itu darah," tuturnya.

Hendra membawa Saufil ke rumah orangtua Hendra. Selanjutnya orangtua Hendra memberi tahu keluarga Saufil tentang kondisi remaja tersebut. Polisi tidak memberi tahu soal anak kami yang ditembak. Sampai kami bawa berobat ke Pangkal Pinang, belum ada polisi datang ke kami, ujar Usman.

Kuasa hukum keluarga korban, Yudho Murod mengatakan, polisi baru datang setelah korban selesai dioperasi. Ironinya, polisi justru meminta keluarga korban tidak mengungkapkan penembakan itu pada pihak lain. Kami khawatir ada pelanggaran prosedur oleh polisi dalam proses penembakan, ujarnya.

Sementara Kepala Polres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Kurdi mengatakan, penembakan sudah sesuai prosedur. Sebelum dikejar, korban diketahui akan mencuri burung di rumah warga di Kelurahan Arung Dalam, Bangka Tengah.

Anggota sudah memberi tembakan peringatan. Dia dan temannya malah lari dengan mengendarai sepeda motor. Mereka diketahui membawa pedang. Karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan polisi dan masyarakat, terpaksa ditembak dalam proses pengejaran, ujarnya.

Menurut dia, polisi sudah sedapat mungkin menembak pada bagian yang tidak membahayakan. Namun, peluru menembus punggung karena penembakan dalam kondisi bergerak dan gelap. Anggota menembak saat mengejar tersangka yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, ujarnya.

Saufil sudah ditetapkan sebagai tersangka pencurian burung. Saufil dan Hendra diduga spesialis pencuri burung mahal. "Hasil penyelidikan kami menunjukkan tersangka sudah melakukan pencurian di 11 lokasi. Dari tersangka sudah disita barang bukti berupa sangkar burung, sepeda motor, dan senjata tajam," tuturnya.

http://regional.kompas.com/read/2011/07/27/17393971/Korban.Penembakan.Laporkan.Polisi..

Friday, 22 July 2011

Dor.. Nasir Tersungkur

edisi: 08/Jul/2008 wib
PANGKALPINANG, BANGKAPOS -- Satu persatu para tersangka perampokan karyawan PT Bintang Sriwijaya dibekuk polisi, Sabtu (5/7) lalu.
Muhammad Nasir (33), satu dari enam tersangka yang masuk Daftar Pencaharian Orang (DPO) Polresta Pangkalpinang berhasil ditangkap Tim Reskrim Polresta Pangkalpinang bekerjasama dengan Polsek Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan, di sebuah warung kopi di Ogan Ilir, Sabtu (5/7) kemarin.

Penangkapan tersangka kasus perampokan dan pencurian dengan kekerasan ini berlangsung cukup alot. Pasalnya, tersangka yang sedang bersantai di sebuah warung kopi di Dusun Sungai Pinang Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir ini sempat melarikan diri ketika hendak di sergap Tim Gabungan.

Kendati polisi telah memberikan beberapa kali tembakan peringatan, namun tidak digubris tersangka yang tetap
berusahakabur dari kejaran polisi. Takut buruannya lepas, timah panaspun dihadiahkan kepada Nasir. Dor.. dor, Nasir tersungkur. Timah panas tepat bersarang di kedua kakinya.

“Aku dak tahu lagi waktu itu pak,” papar
Nasir saat ditemui harian ini di ruang Reskrim Polresta Pangkalpinang, Senin (7/7).

Menurut
Nasir, Ia sebenarnya sudah melupakan peristiwa perampokan tersebut. Menurutnya, kejadian itu sudah lama berlalu dan tidak mungkin akan diingat oleh masyarakat lagi.

“Aku dak galak lagi, begawe macem itu. Mangkonyo waktu aku sampe di kampung aku begawe halal, nyupir angkot pak (saya tidak mau lagi bekerja seperti itu. Karenanya saat tiba di desa saya mencari kerjaan halal, jadi supir angkot pak--red),” jelas
Nasir.

Pihak keluarga tersangka sendiri belum mengetahui penangkapan dirinya tersebut. Pasalnya, saat penangkapan tersangka sedang menjalankan aktivitasnya sebagai supir angkot di kampung dan belum sempat pulang kerumah.
“Istri dan anak aku belum tahu kalau aku ditangkep di sini,” tutur
Nasir.

Tersangka
Nasir ditangkap karena keterlibatannya dalam kasus perampokan dan pencurian yang disertai kekerasan beberapa bulan lalu. Perampokan itu terjadi pada 30 Agustus 2007, melibatkan enam orang tersangka bersenjata api. Kendati gagal menjalankan misinya merampok karyawan PT Bintang Sriwijaya Pangkalpinang. Namun, aktivitas para tersangka ini telah meresahkan masyarakat.

“Ku jugo la tahu kawan-kawanku banyak la di tangkep, dari koran dan TV,” katanya.

Dijelaskan
Nasir, posisinya saat menjalankan aktivitas perampokan tersebut adalah sebagai eksekusi bersama satu rekan lainnya. Kendati memegang senjata api (senpi--red), Nasir mengakui tidak sempat menggunakan senpi tersebut. Pada saat kejadian korban langsung menginjak pedal gas dan meluncur.

“Kami idak dapet apolah, cuma kami sempat mecah kaco mobilnyo,” kenang
Nasir sambil tertunduk.
Sementara itu, Kapolresta Pangkalpinang AKBP AA Oka Putra membenarkan adanya laporan penangkapan tersangka Muhammad
Nasir.

“Kita sudah menerima laporan penangkapannya,” papar Oka.

Dijelaskan Oka, kasus perampokan tersebut akan terus dikembangkan. Ia berharap masyarakat dapat memberikan partisipasi aktifnya dengan memberikan informasi terkait keberadaan para tersangka.
“Kita akan terus melakukan pengejaran kepada tersangka lainnya,” tegas Oka.
(i6)

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:3zQ0ufYm2g0J:cetak.bangkapos.com/etalase/read/10509.html+berusaha+kabur+nasir+ditangkap&cd=6&hl=id&ct=clnk&gl=id&source=www.google.co.id