Showing posts with label curamor. Show all posts
Showing posts with label curamor. Show all posts

Saturday, 7 April 2012

Berusaha Kabur Saat Penangkapan, Kaki Residivis Ditembak


TASIKMALAYA, (PRLM).- Seorang residivis, Ab Fa (30) terpaksa dilumpuhkan polisi dengan peluru di bagian betis kaki kanannya, karena tersangka berusaha kabur ketika hendak ditangkap. Tersangka dilarikan ke RSUD Tasikmalaya, untuk mendapatkan perawatan intensif petugas rumah sakt di sana, karena luka tembak, dan dijaga ketat petugas polisi, Jumat (6/4/12).
Di hadapan polisi, tersangka nekad melakukan aksi pencurian di rumah adiknya itu di Dusun Marga Laksana Desa/Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasimalaya, dengan alasan masih merasa sakit hati karena ditolak ketika hendak meminjam uang tempo hari.
Tersangka Ab F dipergoki adiknya mencuri sebuah mesin jahit dan sepeda motor di rumah adiknya sendiri.
Tersangka mengaku nekad mencuri di rumah adiknya sendiri di daerah Sukaraja, karena selain kepepet kebutuhan sehari-hari, juga didorong rasa dendam, yang sudah lama akibat meminjam uang, tapi tidak dikasih.
Tersangka sempat menjual mesin jahit dan sepeda motor yag dicurinya itu seharga Rp 3 juta. Ketika ditanya polisi, tersangka bukan kali itu saja melakukan pencurian, melainkan sebelumnya pun sempat melakukan perbuatan yang sama, sehingga ia pernah dipenjara selama sembilan bulan. (A-14/A-88)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/183514

Monday, 27 February 2012

Herman Berbaju Batik Saat Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Senin, 27 Februari 2012 03:34 WIB

TRIBUNNEWS.COM, KOTABUMI - Herman (26) warga Desa Tujok Karta, Tulang Bawang Barat, tewas ditembak Polisi, Minggu (26/2) sekitar pukul 15.00 WIB. Kasatreskrim Polres Lampura, AKP Oktoviadi kepada Tribunlampung.co.id, pelaku ditangkap berdasarkan adanya laporan masyarakat.
Saat itu, Sugiono (30) warga Muara Sungkai, Lampura menjadi korban curas. Motor korban diambil pada Jumat (24/2), setelah dilakukan penyelidikan, pelaku mengarah kepada tersangka. Saat akan diamankan, pelaku melakukan perlawanan, akhirnya, polisi terpaksa menembak tersangka. "Tersangka diamankan Minggu sore," jelasnya.
Selain melakukan tindak pencurian dengan kekerasan, tersangka diduga terlibat perampokan, dengan korban atas nama Ansyori. Kejadian tersebut pada bulan Januari 2012 lalu. Pantauan Tribunlampung.co.id, jasad Herman dibawa mobil Mapolsek Abung Timur, Minggu (25/2) sekitar pukul 17.15 WIB.
Tersangka curas ini, masih menggunakan pakaian batik warna merah, dan celana warna coklat. Petugas medis RSU Ryacudu langsung memberikan pertolongan medis, namun setelah dilakukan pemeriksaan denyut jantung, ternyata Herman sudah meninggal. "Dia sudah meninggal sejak dibawa ke UGD," jelas seorang perawat. (ang)

Editor: Prawira Maulana  |  Sumber: Tribun Lampung
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
http://www.tribunnews.com/2012/02/27/herman-berbaju-batik-saat-ditembak-polisi

Wednesday, 21 December 2011

Colong Scoopy, 2 Pemuda Ditembak Polisi


Tersangka Curanmor, Ade Udin dan Jaja Diamankan Petugas Polsek Serpong (abie)
Kabar6-Perang terhadap para pelaku kejahatan Pencurian Kenderaan Bermotor (curanmor) terus dikumandangkan jajaran petugas Kepolisian Sektor Serpong.

Kali ini, satu dari dua pelaku curanmor, Ade Udin (25), terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas Polsek Serpong, karena berupaya melawan dan kabur saat akan ditangkap, Senin (19/12).

Sementara, pelaku lainnya, Jaja (26), memilih menyerah pasrah setelah menyaksikan rekannya terkapar dengan betis berlubang dan berlumur darah. 

Ya, Ade Udin dan Jaja ditangkap saat tengah beraksi mencuri sepeda motor Honda Scoopy B 3761 NPH milik Wasdi Setyadi, di Kampung Jelupaang, Kecamatan Serpong Utara Utara, Tangerang Selatan.

Kapolsek Serpong, Kompol Heribertus Ompusungu mengatakan, dua pelaku pencurian sepeda motor tersebut sudah lama menjadi target polisi, karena kerap beraksi diwilayah Serpong.

"Dua pelaku menggotong sepeda motor Honda Scoopy B 3761 NPH dari pelataran rumah Wasdi Setiadi ke tempat sepi sebelum kemudian merusak kunci dan stang motor," ujar Heribertus.

Namun, aksi tersebut sempat diketahui warga yang kemudian langsung meneriaki keduanya maling. Suasanasekitar lokasipun langsung berubah menjadi heboh.

Petugas patroli Polsek Serpong yang kebetulan berada di lokasi, langsung bertindak dengan mengejar kedua pelaku. "Sebelumnya anggota sudah meminta Ade Udin untuk menyerah. Tapi, karena peringatan itu tidak digubris, terpaksa anggota mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kanan pelaku," ujar Kapolsek.

Sementara, Jaja yang melihat rekannya ambruk bersimbah darah, tanpa diminta lagi langsung menyerah kepada petugas.

Kepada petugas, Ade dan Jaja mengaku baru satu kali mencuri sepeda motor. Keduanya mengaku terpaksa mencuri karena tidak memiliki pekerjaan. Namun pengakuan tersebut dibantah oleh petugas.

"Tersangka mengaku baru satu kali mencuri. Tapi itu hanya pengakuan saja. Kami menduga pelaku sudah sering melakukan kejahatan di wilayah Serpong," ungkap kapolsek. (shon/abie/rah)



http://www.kabar6.com/tangerang-raya/tangerang-selatan/2105-colong-scoopy-2-pemuda-ditembak-polisi.html

Sunday, 11 December 2011

Pelaku Pencurian Kendaraan Ditembak Polisi

Sabtu, 10/12/2011 - 21:11
 
SUKABUMI, (PRLM).- JJ alias Bento (37) warga Kampung Pabuaran, Desa Mangkalaya, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (10/12) malam ditembak petugas Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota.

Penembakan terpaksa dilakukan karena tersangka pelaku pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) itu berusaha melakukan perlawanan.

“Kami terpaksa menembak pelaku curanmor setelah berusaha melakukan perlawanan,” kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres)Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar, Witnu Urip Laksana kepada "PRLM", Sabtu (10/12). (A-162/A-88)***


http://www.pikiran-rakyat.com/node/168827