Showing posts with label DPO. Show all posts
Showing posts with label DPO. Show all posts

Monday, 8 July 2013

Kronologi Amuk Massa dan Pembakaran Dua Mapolsek


Rabu, 3 Juli 2013 00:28 WIB
TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Markas Polsek (Mapolsek) sementara di Kecamatan Rupit, Selasa (2/7/2013) dibakar sekelompok massa sekitar pukul 16.30 WIB. Aksi pembakaran Mapolsek ini diduga dipicu tewasnya warga Desa Karanganyar Kecamatan Rupit, Herlika yang diduga pelaku kejahatan Jalinsum oleh Timsus Polres Musirawas.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi pembakaran Maspolsek Rupit bermula ketika sekelompok massa yang berjumlah sekitar 30-an orang menggunakan dua unit mobil dan motor yang diduga pihak keluarga dari warga yang tewas saat digerebek tersebuit.
Massa yang datang sekitar pukul 16.30 WIB langsung membakar Mapolsek. Melihat banyak massa yang datang dengan beringas, beberapa anggota Polsek yang ada didalam Mapolsek langsung menyelamatkan diri dan diselamatkan oleh warga sekitar.
"Kejadiannya tiba-tiba, massa yang naik dua mobil dan motor yang diduga dari arah Desa Karanganyar datang langsung membakar Polsek. Untung saja, api bisa dipadamkan oleh warga disini dengan menggunakan peralatan seadanya" kata Firdaus, Camat Rupit, kepada Sripoku.com Selasa (2/7/2013).
Menurutnya, dari info yang dia dapat, pembakaran Mapolsek Rupit itu diduga dipicu penembakan terhadap warga Desa Karanganyar yang disinyalir dilakukan oleh aparat kepolisian.
Menurut informasi yang berkembang ditengah masyarakat kata Firdaus, penembakan yang menyebabkan warga Karanganyar tersebut tewas, katanya dari info yang berkembang karena kurang tepat sasaran. Karena, target operasi (TO) yang dicari oleh polisi bukan yang itu.
Sementara Kapolres Musirawas AKBP Chaidir dikonfirmasi Sripoku.com Selasa (2/7/2013) malam di Muararupit mengatakan, penembakan terhadap Erlika (17) sudah sesuai dengan prosedur.
Dikatakannya, penggerebekan di Desa Karanganyar dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat, karena diwilayah Rupit dan sekitarnya banyak tindak kejahatan curas. Dari hasil inventarisir kasus, tersangka yang tewas telah sepuluh kali melakukan tindak kejahatan. 
Kelompok pelaku diidentifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan. Menurut Kapolres, TO ada beberapa orang, salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak).
"Ya, kami telah bentuk timsus untuk penegakan hukum, kita sudah identifikasi pelaku curas, salah satunya adalah kakak bertadik, atas nama SP dan Er. Kita lakukan penggerebekan, di Desa Karanganyar tapi pelaku melawan dengan senpi rakitan, kita tembak peringatan melawan, maka dilumpuhkan dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka SP, kabur" kata
Kapolres.
Tapi lanjut Kapolres, kejadian itu dipelintir oleh kelompok tersangka bahwa polisi melakukan salah tangkap dan salah tembak. Sehingga menimbilkan gejolak ditengah masyarakat dan memancing sekelompok masyarakat membakar Polsek Rupit yang merupakan Polsek sementara. Kejadian tak hanya berhenti disitu, massa juga membakar Polsek Rawasulu.
"Berimbas juga ke Polsek Rawasulu dan sekarang ada aksi pemblokiran jalan di Jalinsum Desa Karanganyar. Kita lakukan pengamanan, kita juga  minta bantuan TNI, Brimob dan kordinasi dengan Polda Jambi untuk amankan sekitar Rawasulu, kita cegah supaya tidak ada konflik horizontal antara masyarakat Karanganyar dan Rupit, penembakan sudah sesuai prosedur, pelaku inventarisir sepuluh kasus, kelompok pelaku kita identifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan, TO kita ada beberapa salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak),"ujar Kapolres.
Komentar Amrullah, paman dari Erlika (17), warga Karanganyar yang tewas ditembak mati oleh polisi, karena diduga bandit jalinsum mengatakan, Bohong kalau ada LP, dia libur sekolah dan tidak ada kerjaan maka nyadap karet supaya ada penghasilan saat liburan. Saat menyadap karet inilah digerebek polisi.
"Dia itu (Erlika-red) masih sekolah di SMA Rupit pak, kalau syaiful kakaknya okelah, kalau herlika itu, dia anak lugu, tidak masuk akal dia penjahat apalagi harus ditembak mati" kata Amrullah.(Ahmad Fahrozi)

http://www.tribunnews.com/2013/07/03/kronologi-amuk-massa-dan-pembakaran-dua-mapolsek

Thursday, 13 June 2013

Polisi Bekuk Komplotan Penculik Karyawan Bank, 4 Pelaku Didor

Selasa, 11/06/2013 15:49 WIB
Jakarta - Polres Bekasi Kabupaten menangkap komplotan penculik Ende (30), seorang karyawan sebuah bank. Empat orang pelaku penculikan ini ditembak petugas karena berusaha kabur saat penyergapan. 

"Kasus penculikan, penyekapan dan pencurian ini dilakukan sekelompok orang sejumlah 14 orang. Yang sudah tertangkap 6 orang, yang lain masih DPO," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/6/2013).

Enam tersangka yang berhasil dibekuk adalah Pius Agung, Rico Saputra, Deni Irawan, Edi Riyanto alias Eet, Taufik Hidayat dan Putra Hanjaya. Sementara 8 tersangka lainnya masih dikejar yakni Julkarnaen, Aan, Evan, Bilit, Delfi, Ajis, Sahrudi dan Ando.

"Empat tersangka dilumpuhkan dengan timah panas petugas karena berupaya melarikan diri saat penyergapan," kata Rikwanto.

Para tersangka ditangkap di Villa Gelatik, Jl Gandamanah RT 03/12, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada Sabtu, 8 Juni 2013.

"Modusnya ini, tersangka menuduh korban sebagai penadah mobil rental atau pemegang gadai, kemudian menculik korban dengan alasan akan diselesaikan. Namun, para tersangka menyekap, menganiaya, memeras korban dan keluarganya serta merampas kendaraan korban," jelas Rikwanto.

Dari para tersangka, disita 1 unit mobil Honda Jazz hitam B 8627 CY, 1 unit mobil Honda Jazz biru B 1367 TFC, 1 unit mobil Suzuki APV silver B 1984 BFV, 1 unit mobil Daihatsu Xenia, 8 handphone berbagai merek, satu buah borgol, kabel listrik, kunci roda, tiga roll lakban, kunci stir mobil dalam keadaan patah dan bernoda darah, uang tunai Rp 420 ribu, 8 buah ATM dan mobil Toyota Camry.

"Para tersangka dikenakan pasal 328 KUHP tentang penculikan dan 333 KUHP tentang merampas kemerdakaan orang dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan," tutup Rikwanto.

Penculikan terhadap Ende ini dilakukan pada Senin (3/6/2013) pukul 23.00 WIB di SPBU Kampung Dua Kranji, Kabupaten Bekasi yang dilakukan oleh 12 tersangka. Sebelumnya, Ende janjian lebih dahulu dengan tersangka.

"Saya tidak mengenal tersangka. Namun, sebelumnya, tersangka pernah mendatangi saya untuk mencari seseorang bernama Pipit dan Khotib," jelas Ende kepada wartawan.

Ende menjelaskan, Pipit adalah seorang perempuan yang merental mobil milik tersangka Julkarnaen. Nah, Pipit ini pernah mendatangi Ende dan mantan atasan Ende bernama Khotib dengan maksud menggadaikan mobil Honda Jazz yang disewanya dari tersangka Julkarnaen. Pegadaian mobil itu dilakukan sekitar Mei 2013 lalu.

"Dia menggadaikan mobil Jazz ke saya Rp 25 juta dilengkapi STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Saya tidak tahu kalau itu mobil rentalan," ujar Ende.

Ende menuturkan, beberapa tersangka, pernah menemuinya dengan untuk mencari Pipit. Saat itu, Ende menjanjikan akan membantu tersangka untuk menemui Pipit. "Kita sudah coba pancing Pipit, tetapi Pipit tidak muncul," ujar dia.

Hingga akhirnya, pada Senin (3/6) malam, Ende ditemui 12 tersangka di SPBU Kampung Dua, Kranji, Kota Bekasi. Tiba-tiba, korban dibawa ke rumah tersangka Edi di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, kemudian dianiaya oleh para tersangka. 

"Saya diborgol, lalu dianiaya oleh para pelaku, dipukuli di bagian wajah, mata. Lalu saya ditendang, kemudian dipukul pakai batako hingga babak belur," kata Ende yang saat itu matanya terlihat masih merah, bekas pukulan pelaku.

Korban berhasil dibebaskan aparat polisi setelah sebelumnya mendapat laporan dari keluarga korban.

Foto Syurnya beredar, Polwan Cantik Rani Indah Nugraeni menghilang. Ada Apa? Simak wawancara eksklusif kami dengan Briptu Rani di "Reportase Malam" Pkl 0.30 WIB hanya di TransTV

(mei/nal)


http://news.detik.com/read/2013/06/11/154915/2270383/10/polisi-bekuk-komplotan-penculik-karyawan-bank-4-pelaku-didor

Tuesday, 28 May 2013

Ditembak Polisi, Pencuri Ternak Terkapar


Ditembak Polisi, Pencuri Ternak TerkaparKOMPAS.com/Hendra Cipto 
Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) warga dusun Bungung Konci akhirnya dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya. Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak, lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi, Senin (27/05/2013).

Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Senin, 27 Mei 2013 | 18:28 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) asal Dusun Bungung Konci dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya, Senin (27/05/2013). Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi.
Kepala Polsek Batang Inspektur Satu (Iptu) Priyo yang dikonfirmasi mengatakan, tersangka Radjaming dicari hampir satu tahun. Namun setelah melakukan penyelidikan intensif, tersangka akhirnya diketahui tempat persembunyiannya dan diringkus.
"Kita tembak tersangka karena berusaha kabur. Jadi peluru timah panas bersarang di betisnya dan kemudian kita bawa ke RSUD Takalar untuk mendapatkan perawatan tim medis. Tersangka sudah lama kita cari, berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat. Dari tangan tersangka polisi menyita sebilah badik," singkatnya.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2013/05/27/18285544/Ditembak.Polisi..Pencuri.
Ternak.Terkapar

Tuesday, 14 May 2013

5 Teroris Ditembak Mati Di Bali


March 18, 2012 | Unik
Minggu (18/3/2012) sekitar pukul 20.30 Wita telah terjadi baku tembak antara polisi anti teror dengan 5 orang tersangka teroris yang juga berkaitan dengan perampok bank CIMB Niaga Medan tahun lalu di Denpasar-Bali. Kelima tersangka ini melakukan perlawanan terhadap polisi dengan senjata api pistol jenis FN.
Kelima teroris tersebut adalah:
1. HH, umur 32, asal Bandung, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
2. AG, umur 30, asal Jimbaran, Bali tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
3. UH alias Kapten, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
4. M, alias Abu Hanif, umur 30, asal Makassar, tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
5. DD, umur 27, asal Jawa Barat tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
Selain terkait dengan perampokan di CIMB Niaga Medan, para terduga teroris ini rencananya akan melakukan teror di Bali serta merampok toko emas dan money changer di Bali.
Bahkan dari data barang bukti yang di dapat, ada beberapa lokasi yang sudah menjadi incaran mereka. Yaitu sebuah toko emas di Uluwatu, Bali Money Changer dan Kafe La Vida Loca.
Sudah diintai selama sebulan
Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan bahwa jejak teroris sudah dicium sejak sebulan lalu. Menurut Kabag Penum Mebes Polri itu, yang merupakan DPO CIMB Medan ialah tersangka teroris berinisial HH (32 tahun) asal Bandung. Tersangka ditembak mati di Jalan Gunung Soputan Denpasar.
Ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi petugas dalam memberantas teroris yang meresahkan. Apalagi kelima tersangka yang ditembak mati itu ialah kelompok gabungan teroris yang selama ini pernah ikut terlibat di CIMB Medan.
Dalam penggerebekan itu, polisi meyita 2 pucuk senjata api jenis FN, 2 magazene dan 48 butir peluru kaliber 9 milimeter, serta cebo penutup wajah.

http://www.natural.co.id/5-teroris-ditembak-mati-di-bali-2.html

Monday, 6 May 2013

Rampok Bersenpi Ditembak Mati


Rabu, 01/05/2013 - 21:44

GARUT, (PRLM).- Dua perampok  bersenjata api dilumpuhkan Satuan Reserse Polres Garut saat dalam pengejaran di Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (1/5/13). Keduanya tewas dilumpuhkan polisi karena melakukan perlawanan dengan hendak menembakkan senjata api kepada petugas di jalan raya.
Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Umar Surya Fana mengatakan, kedua tersangka sudah menjadi target operasi karena kerap menggunakan senjata api dalam melakukan aksi kriminal perampokan dan perampasan motor di sejumlah titik di Garut.
Penangkapan diawali dengan pengepungan oleh warga di kawasan pertigaan Jalan Patriot depan Universitas Uniga setelah para tersangka merampas motor dengan menodong korban. Para pelaku berjumlah empat orang dan saat dikepung sempat menembakkan senjata api. Keberadaan pelaku diketahui dari suara tembakan dan laporan warga.
"Warga sudah mengepung. Petugas hendak meringkus mereka.Namun melarikan diri dengan sepeda motor dari Jalan Pataruman sampai Jalan Patriot. Ketika hendak ditangkap, mereka membawa senjata api," ujar Umar.
Dari kedua tersangka, polisi mengamankan satu motor Vario, senjata api jenis revolver, senjata tajam, tiga pasang astag.
Adapun tempat aksi kriminal pelaku, kata Umar, di antaranya di Kampung Hampor, Kecamatan Tarogong Kidul. Dari lokasi itu pelaku merampas motor Yamaha Vixion dengan menodongkan senjata api kepada korban. Penodongan juga dilakukan di depan Toko Karangpawitan, pelaku juga menodongkan senpi dan mengambil Yamaha Mio.
"Sementara di TKP Unversitas Garut Fakultas Farmasi, motor yang diambil Satria FU namun dicegat warga dan tersangka meletuskan senjata api. Motor hasil curian ditinggal di TKP, tersangka melarikan diri bersama kelompoknya 4 orang, dua dilumpuhkan," ujar Umar.
Dikatakanya, dua perampok yang dilumpuhkan adalah Johan asal Lampung berKTP Bungbulang Garut, residivis kasus curanmor di Garut. Sementara satu lainya Dul Hamid warga Sancang Kecamatan Cibalong yang merupakan residivis empat kasus curanmor. Dua rekan tersangka masih dalam pengejaran petugas. (A-168/A-108)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/233306

Wednesday, 1 May 2013

Rebut Senjata Polisi, Pencuri Dibedil


Senin, 29 April 2013 23:38:36 WIB 

MEDAN (Pos Kota) – Spesialis pencuri terpaksa ditembak petugas Polsek Medan Area di belakang Kantor Lurah Pasar Merah, Jalan Anugrah Mataram, Gang Rahayu, Medan.
Tersangka Yitno,42, penduduk Jalan Raya, Gang Banteng, Medan, kini dirawat di RS Bhayangkara, Medan, sebelum menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra, Senin (29/4), mengatakan saat dilakukan penangkapan, tersangka bersembunyi dan mencoba merebut senjata polisi.”Karena melawan Yitno terpaksa ditembak,”kata Kapolsek.
Tersangka merupakan Daftar Pencari Orang (DPO) Polsek Medan Area. Pasalnya selama ini pelaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian rumah di Kawasan Pasar Medah dan Menteng 7.
“Dia DPO kita. Sudah 4 hari dia berada di tempat persembunyiannya itu dan kita sudah banyak mendapat laporan dari warga masalah pencurian. Pengakuan tersangka sudah lima kali melakukan aksi. Polisi juga menyita barang bukti berupa tang pemotong besi, kunci T, obeng 5 buah, tang besar, SIM 2 buah milik korban dan tas kulit,”tutup Kapolsek. (samosir)

http://www.poskotanews.com/2013/04/29/rebut-senjata-polisi-pencuri-dibedil/?utm_campaign=poskota&utm_term=news&utm_content=berita&utm_source=lewat+tol+jagorawi&utm_medium=twitter

Yitno tersungkur ditembak polisi setelah 5 kali mencuri


Senin, 29 April 2013 13:10:08
Seorang di antara kawanan pencuri yang biasa beraksi di kawasan Pasar Merah dan Menteng VII Medan, diringkus petugas Polsekta Medan Area. Dalam penangkapan itu, tersangka yang bernama Yitno (42) tersungkur setelah kaki kanannya diterjang peluru polisi.

"Tersangka dan kawanannya sering beraksi dengan cara merusak atap. Dia ditangkap di persembunyiannya di belakang Kantor Lurah Pasar Merah, Jalan Anugrah Mataram Gang Rahayu Medan Denai, Minggu (28/4) malam. Tersangka melawan dan mencoba mengambil senpi anggota, sehingga terpaksa ditembak," kata Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra di Medan, Senin (29/4).

Yitno, warga Jalan Raya Menteng, Gang Banteng, Medan telah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) Polsekta Medan Area. Dia diketahui sedikitnya lima kali melakukan pencurian rumah di Kawasan Pasar Merah dan Menteng 7.

Sebelum melakukan penangkapan, polisi mendapat kabar mengenai keberadaan Yitno. "Dia DPO kita. Sudah 4 hari dia berada di tempat persembunyiannya itu," jelasnya.

Di tempat persembunyian Yitno itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa tang pemotong besi, kunci T, 5 buah obeng, tang besar, 2 lembar SIM milik korban, dan tas kulit.

Akibat luka tembak pada kakinya, Yitno masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut. "Selain dia, kita masih mengejar empat tersangka lainnya yang berinisial P, M, Y dan R," jelas Rama.
[cob]

http://www.merdeka.com/peristiwa/yitno-tersungkur-ditembak-polisi-setelah-5-kali-mencuri.html

Sunday, 28 April 2013

Kabur, Perampok Spesialis Penumpang Taksi di Tangerang Ditembak Polisi

Sabtu, 27/04/2013 00:12 WIB
Jakarta - Dua perampok spesialis penumpang taksi ditembak petugas dari Polresta Tangerang. Mereka dilumpuhkan dengan timah panas ketika mencoba kabur saat penyergapan.

"Tindakan tegas kami lakukan karena kedua tersangka berusaha kabur ketika disergap di tempat persembunyiannya," ungkap Kanit Ranmor Polresta Tangerang, Iptu David Kanitero dalam siaran pers nya, Jumat (26/4/2013). 

Tersangka bernama Zulheri Alias Kamba, (43) diringkus petugas di Jalan Raya Serang, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Sedangkan Edi Hendra alias Pincang (32) dibekuk di rumah kontrakannya di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. 

David menjelaskan, penangkapan kedua perampok sadis tersebut berdasarkan keterangan korban bernama Maya dan Ayu. Kedua karyawati swasta itu dirampok di dalam taksi oleh lima orang pelaku di daerah Perumahan BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 12 April lalu.

"Pada saat dibawa berputar-putar, para pelaku meminta PIN ATM kedua korban. Karena takut dilukai, korban pun memberikan nomor PIN ATM nya," jelas David.

Saat kejadian pelaku berhasil menguras harta korban berupa 4 buah HP, perhiasan dan uang tunai Rp 7 juta. Seusai menguras harta korban, komplotan Kamba Cs tersebut menurunkan korban di Pintu Tol TB Simatupang, Jakarta Selatan. 

Dari laporan korban, tim Resmob Unit Ranmor mendapat informasi lokasi persembunyian dan berhasil membekuk kedua perampok spesialis penumpang taksi. 

Zulheri Alias Kamba, satu dari dua perampok spesialis penumpang taksi yang diringkus ternyata merupakan residivis kambuhan. Di hadapan petugas yang memeriksanya, Kamba yang juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Metro Jaya mengaku sudah memulai aksi kejahatannya sejak 1990-an. 

"Bahkan dia juga mengaku pernah ditahan di LP Salemba dalam kasus serupa. Namun, hukuman itu tidak membuatnya kapok. Selama menjalani masa penahanan, Kamba justru membuat kelompok baru, termasuk Edi Hendra alias Pincang yang ditangkap bersamanya," kata David. 

Sepanjang 2012 saja, Kamba mengaku sudah beraksi sebanyak 8 kali di lokasi berbeda, di antaranya di kawasan Serpong, BSD, Pondok Indah, dan Kuningan. Untuk sekali aksi, Kamba dan komplotannya yang terkenal sadis ini bisa meraup antara Rp 10 juta sampai Rp 50 juta. Hasil rampokan itu selalu dibagi rata.

(fjr/fjr)


http://news.detik.com/read/2013/04/27/001235/2231837/10/kabur-perampok-spesialis-penumpang-taksi-di-tangerang-ditembak-polisi?9911012

Perampok Ditembak Saat Mencuri Motor


Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq Minggu, 28 April 2013 | 09:32 WIB
WAJO, KOMPAS.com - Salah satu perampok yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Resor Wajo akhirnya diringkus aparat kepolisian setempat, Minggu (28/04/2013). Pelaku bernama Abib alias Anjangnge (30) terpaksa ditembak karena berusaha kabur dari kejaran aparat.
Warga Kabupaten Bone ini diringkus saat tengah mencuci sepeda motornya di rumah kerabatnya di Desa Salobulo, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pelaku yang mengetahui kedatangan polisi, sempat melarikan diri. Lantaran tidak mengindahkan tembakan peringatan aparat, pelaku terpaksa "dihadiahi" timah panas di kaki kirinya.
Anjangnge pun langsung tersungkur. Pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng Sengkang untuk diberikan perawatan medis dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
"Kami terpaksa melakukan penembakan karena pelaku ini berusaha kabur saat ditangkap. Dan memang pelaku ini telah lama kami cari karena sudah banyak kasus perampokan yang dia lakukan," tegas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Wajo AKP Praja Ganda Wiratama.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, pelaku merupakan residivis sejumlah kasus perampokan rumah dan pencurian ternak. Dalam menjalankan aksinya, pelaku kerap melukai korbannya dengan menggunakan senjata api rakitan.
Pada Senin, 2 Maret 2013 dini hari lalu, jajaran Kepolisian Resor Wajo juga menangkap SR alias AN (25), tersangka perampokan bersenjata api (senpi) yang beraksi di Dusun Bocco-Boccoe, Desa Wicudai, Kecamatan Pammana. SR merupakan kawan Anjangnge yang saat itu bisa kabur bersama dua teman lainnya, Sl dan JM.
Sebelum ditangkap, polisi sempat kejar-kejaran dengan keempat pelaku yang menggunakan mobil Avanza warna silver. Hingga saat ini aparat kepolisian setempat terus memburu dua pelaku lagi yang masih buron.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2013/04/28/09322114/Perampok.Ditembak.Saat.Mencuri.Motor

Tuesday, 23 April 2013

Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi

http://youtu.be/P5TrfA9zErc

2-dari-9-tersangka-curanmor-ditembak-polisi-resort-cilegon

http://www.beritacilegon.com/hukum-a-kriminal/2739-2-dari-9-tersangka-curanmor-ditembak-polisi-resort-cilegon,-ada-kelompok-anak-di-bawah-umur.html

Tiga Rampok di Tiga Lokasi Ditangkap


Selasa, 23 April 2013 12:41 WIB

SOREANG, TRIBUN - AK (29) dan AR (40), terpaksa ditembak di kakinya oleh polisi karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Bersama dengan IM (23), Polres Bandung berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di beberapa tempat di Kabupaten Bandung dan di luar kota.

Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin mengatakan, ketiga tersangka  ini ditangkap pada 17 April. Para tersangka ditangkap dengan selisih waktu dua minggu. Selama dua bulan melakukan aksinya, para tersangka menggasak di tiga lokasi di Kabupaten Bandung. Di antaranya SMK Gunadarma Cicalengka, SPBU Rancamanyar Baleendah dan Kantor PDAM Soreang.

"Kita sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus curas ini. Alhamdulilah kita berhasil membekuk tiga pelaku dari jumlah tujuh orang pelaku. Untuk sisanya masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kemas di Mapolres Bandung, Selasa (23/4).

Selain tiga lokasi di Kabupaten Bandung, kata dia, sindikat pencurian ini juga beraksi di luar kota. Keempat DPO tersebut yaitu LB, AC, AS dan EL. Tersangka pernah melakukan aksi pencurian di tiga tempat di Sumedang dan satu lokasi di Subang. Dalam melakukan aksinya, tujuh orang pelaku menggunakan mobil jenis minibus. Kemudian mereka langsung masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menodong para korban menggunakan senjata tajam.

"Para tersangka ini melakukan aksinya dengan menggunakan kekerasan. Mereka menodongkan senjata tajam lalu mengikat dan menyekap korban. Setelah itu para pelaku mengambil barang-barang berharga di TKP," kata Kemas.

Tersangka dikenai pasal 365 KUHP, karena melakukan pencurian disertai dengan kekerasan. Ancaman hukuman  penjara maksimal sembilan tahun. (*)

Penulis : aa

Editor : dar

http://jabar.tribunnews.com/2013/04/23/tiga-rampok-di-tiga-lokasi-ditangkap?utm_source=bandung&utm_medium=twitter

Wednesday, 17 April 2013

Ketahuan Mencuri, Pencuri Ditembak Polisi


 Padang Ekspres • Selasa, 16/04/2013 12:21 WIB • ZULFIA ANITA • 113 klik
Dharmasraya, Padek—De­di, 31, warga Jambi pelaku pen­curian uang dalam mobil sedang parkir sebesar Rp 320 juta, benar-benar apes. Pasal­nya, aksinya mencuri uang milik Jasrizal, 35, warga Tim­peh Kabupaten Dhar­mas­raya itu, ketahuan warga. Aki­bat­nya, pelaku sempat diha­jar massa. Polisi terpaksa me­nembak pelaku, akibat mela­wan petugas sewaktu akan ditangkap dan dilarikan ke RSUD Sei Daerah.

Demikian diungkapkan Ka­polres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz didampingi Kasat Reskrim AKP Lazuardi. Aksi pencurian tersebut terjadi pada Senin (16/4) sekitar pu­kul 13.30, tepatnya depan SPBU Gunung Medan, Keca­matan Sitiung. Aksi tersebut berawal saat Jasrizal baru saja selesai mengambil uang di Bank Man­diri cabang Sei Rum­bai. Tanpa disadari kor­ban, dua orang pelaku warga Jambi salah se­orang­nya Dedi Indra alias Bu­jang, 35, sudah mengintai ge­rak-gerik korban dari seberang jalan.

Ketika korban yang meng­gunakan mobil Hilux berhenti dan turun dari mobil dengan kondisi pintu tidak dikunci di TKP, pelaku langsung mem­buka pintu mobil dan me­ngam­bil uang ditaruh di ba­wah bang­ku sopir dibungkus kantong kresek. Selanjutnya, pelaku langsung melarikan diri.

Malang bagi pelaku, ak­sinya dilihat warga dan lang­sung diteriki maling. Bebe­rapa orang anggota Pol­res Dhar­masraya sedang bera­da di  TKP, langsung me­ngejar ter­sangka. Waktu itulah Dedi berhasil diamankan dan uang hasil curiannya berserakan di TKP. Sedangkan teman Dedi berhasil melarikan diri. 

Massa sudah emosi sempat meng­hajar pelaku, namun pelaku melawan dengan me­mukul balik. Guna meng­hin­dari ke­mungkinan tak diingin­kan, polisi menembak kaki pelaku.

”Tersangka kita jerat de­ngan pasal 365 KUHP anca­man hukuman di atas 10 ta­hun. Saat ini jajaran Polres Dharmasraya masih mengejar seorang ter­sangka yang kabur dan sudah ditetapkan sebagai DPO. Di­duga aksi ini dilakukan ter­sangka bukan pertama kali­nya. Meng­ingat aksi dan mo­dus serupa sudah empat kali terjadi. Selain itu, nasabahnya sama yakni nasabah Bank Mandiri,” kata­nya. Satu unit sepeda motor milik tersangka dan uang korban, kini diamankan di Polres Dhar­masraya. (*)
[ Red/Administrator ]

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=42646

Monday, 1 April 2013

Pelaku Pencurian Ditembak Polisi



Pelaku Pencurian Ditangkap By: Oki/Warta-Jatim.com
Pelaku Pencurian Ditangkap
By: Oki/Warta-Jatim.com
Warta-Jatim.com – Bondowoso | Seorang DPO pelaku pencurian dengan kekerasan, curas, ditembak aparat Resmob Polres Bondowoso saat akan dilakukan penyergapan. Pelaku yaitu Didi Kusnadi , 37 tahun, warga Dusun Lanas Desa Sukorejo Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso (20, 03).
Tim reserse mobil, Resmob, Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang pelaku pencurian dengan kekerasan, atau curas, yaitu Didi Kusnadi di wilayah Desa Baban Kecamatan Kapura Kabupaten Sumenep pada Senin malam. Pelaku yang masuk daftar pencarian orang, DPO ini ditangkap petugas saat sedang tertidur pulas bersama istrinya di Sumenep. Pelaku Didi yang dikenal sadis dalam melakukan aksinya tersebut sempat berupaya melarikan diri dan menyerang petugas dengan menggunakan sebilah celurit miliknya, namun upaya tersebut gagal karena petugas lebih dahulu menghadiahinya dengan timah panas di bagian kaki sebelah kanan.
Akibat luka tembak tersebut, pelaku akhirnya dibawa petugas ke Rumah Sakit Umum di Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan perawatan intensif, setelah itu baru digelandang ke Mapolres Bondowoso untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. Pelaku sendiri melakukan aksi pencurian dengan menyekap korbannya yaitu Haji Abdul Aziz dan keluarganya di Sukosari Bondowoso pada bulan Februari lalu. Pelaku berhasil membawa kabur beberapa perhiasan dan uang tunai sebesar sembilan belas juta rupiah.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 02 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal dua belas tahun penjara. [OKY-GTA]

http://warta-jatim.com/2013/03/20/pelaku-pencurian-ditembak-polisi/

Wednesday, 16 January 2013

Dua Begal Motor Tewas Ditembak Polisi

INILAH.COM, Jakarta - Dua orang pelaku pencurian dengan kekerasan spesialis sepeda motor, tewas ditembak oleh petugas Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Subdit Jatanras) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto mengatakan dua pelaku yang tewas ditembak masing-masing berinisial IS alias AL dan MR, warga Lampung Timur. Selain menewaskan dua orang pelaku, petugas juga menangkap dua orang pelaku lainnya yakni HH dan IT, warga Sukabumi, Jawa Barat.

"Masih ada tiga pelaku lagi yang DPO yaitu AH, AD dan R alias U," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/1/2013).

Rikwanto melanjutkan, para pelaku ini merupakan komplotan yang terbilang sadis karena beraksi dengan senjata tajam atau senjata api. Bahkan bisa melukai korbannya.

"Mereka ini bukan lagi mengambil motor di parkiran, tapi juga melakukan begal dijalan ketika melihat mangsa. Korban dicegat lalu diambil motornya," jelasnya.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Toni Harmanto mengatakan, para komplotan melakukan aksinya sudah hampir ratusan kali dan target operasi diantaranya Pasar Minggu, Jagakarsa dan Cilandak.

"Ya mereka beraksi sejak Januari 2012 sampai saat ini," ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita barang bukti dari tangan para pelaku yakni satu senjata api genggam jenis pistol merk S dan W serta dua butir peluru, satu senjata api genggam jenis pistol rakitan warna hitam berikut tiga butir peluru.

"Ada juga uang Rp 3.671.000, kunci leter T, beberapa anak kunci sepeda motor, satu pisau, dua plat nomor, dan enam sepeda motor," katanya.

Toni mengatakan timnya masih menelusuri penadah motor hasil kejahatan. Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP yakni tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau kekerasan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.[bay]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1947641/dua-begal-motor-tewas-ditembak-polisi#.UPaERI6i-fR