Showing posts with label napi. Show all posts
Showing posts with label napi. Show all posts

Monday, 25 March 2013

Empat Napi Lapas Sleman Ditembak Mati

24 Maret 2013 | BP
Pelakunya Diduga Oknum Kopassus
Yogyakarta (Bali Post) -

Lapas Kelas IIB Sleman, Yogyakarta, diserang oleh TNI. Pelakunya diduga kuat oknum Kopassus. Penyerangan tersebut terjadi Sabtu dini hari (23/3). Mereka menembak mati empat tersangka pengeroyokan rekannya yang ditahan di Lapas tersebut.

Keempat tahanan yang tewas bernama Hendrik alias Diki, Johan, Dedi, dan Adilado. Mereka ditangkap karena mengeroyok Sertu Santoso (31) hingga tewas. Prajurit Kopassus TNI AD ini terlibat pertengkaran dengan sekelompok orang di Cafe Hugo's.

Pejabat di Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM membenarkan anggota Kopassus menyerang Lapas Kelas IIB Sleman. Anggota Kopassus berusaha menyerang pelaku pengeroyokan.

Diberitakan sebelumnya, Sertu Santoso (31) ditemukan tewas akibat perkelahian di Sleman, Selasa (19/3).

Sumber lain menyebutkan penyerang membawa senjata api dan memaksa masuk gerbang Lapas. Para penyerbu ini marah atas tewasnya rekan mereka di Cafe Hugo's di Yogyakarta, yang dikeroyok 4 pelaku yang ditahan di Lapas.

Hingga akhirnya, para pelaku menodongkan pistol dan mengancam penjaga. Gerbang akhirnya terbuka. Para pelaku kemudian mencari pelaku pengeroyokan rekan mereka. Keempat napi itu ditembak mati.

Pihak Humas Kopassus, Mayor Munir, yang ditanya soal peristiwa ini mengaku masih melakukan pengecekan. "Kami cek dulu," kata Munir.

Wamen Denny Indrayana yang dimintai konfirmasi, menyatakan masih melakukan pengecekan. Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan, orang bersenjata itu memaksa masuk lapas melalui pintu portir. Mereka kemudian meminta petugas menunjukkan kamar empat penghuni. "Setelah menemukan ada di kamar A5, mereka langsung menembaki empat penghuni lapas hingga tewas," kata Akbar Hadi Sabtu kemarin. Kemenkumham belum mengetahui identitas pelaku penyerangan.

Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard, mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan.

Richard menegaskan, institusi Kopassus tidak membenarkan segala macam tindakan anarkisme, apalagi sampai merusak tempat dan menimbulkan korban jiwa. Jika benar pelaku penyerangan Lapas Kelas IIB tersebut adalah anggota Kopassus, kasus tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, dan pelaku harus mendapatkan hukuman yang berat.

Kapolda DIY, Brigjen Sabar Rahardjo, membenarkan bila penyerbuan lapas ini terkait dengan pengeroyokan prajurit Kopassus. (kmb)

Thursday, 6 December 2012

Residivis Ditembak Mati, Kantor Polisi Diserang Warga Manokwari


Polisi Terpaksa Lakukan Tindakan Tegas

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 18:34 WIB

LENSAINDONESIA.COM: Kematian seorang narapidana sekaligus residivis di Manokwari, Papua dengan inisial T pada Selasa, 4 Desember 2012 kemarin berimbas kepada penyerangan 3 Kantor Pos Polisi di Manokwari. T melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Manokwari untuk pertama kalinya pada 13 September 2012 lalu. Setelah ditahan, pada 16 September 2012, T kembali melarikan diri.
“Pada 4 Desember-nya kami melakukan upaya penanggulangan dan menembak mati yang bersangkutan disekitar Pantai Miriti karena yang bersangkutan melakukan perlawanan dengan senjata api, ini kejadian yang sesungguhnya, tutur Kabagpenum, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Kamis (06/12/12).
Dengan hal inilah dikatakan Agus Riyanto menyebakan penyerangan terhadap Kantor Pos Polisi di Manokwari Papua oleh warga setempat.
“Massa yang mendengar kejadian tersebut dan tidak mendapat informasi yang sesungguhnya pada Rabu, 5 Desember 2012 akhirnya melakukan penyerangan pada 3 pos polisi, yaitu Sanggeng, Amban serta Pos polisi Kaki Tiga Manokwari,” tutur Agus Rianto lagi.
Kasus pidana yang dilakukan T adalah melakukan pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan. Polisi menembak T pada bahu kirinya dan yang bersangkutan meninggal ditempat kejadian.
Hingga kini, upaya untuk meredam aksi massa yang kian meluas terus dilakukan oleh Kapolda Papua, Tito Karnavian di Manokwari. Dari peristiwa ini tidak ada jatuh korban jiwa lainnya dari warga sekitar.@aligarut

http://www.lensaindonesia.com/2012/12/06/residivis-ditembak-mati-kantor-polisi-diserang-warga-maokwari.html

Tuesday, 4 December 2012

Napi Kabur Tewas Ditembak Polisi


Napi Kabur Tewas Ditembak Polisi
KOMPAS.com/ BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARITimotius AP, Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Manokwari, yang tewas di tembak Aparat Kepolisian Polsek Manokwari dalam penyergapan di Kampung Maripi Pantai, Selasa (4/11/2012) sore
MANOKWARI, KOMPAS.com - Timotius AP, narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Manokwari, yang kabur dari penjara pada Agustus 2012, tewas setelah ditembak Satuan Buru Sergap (Buser) Polsek Manokwari, Selasa (4/11) sore di Maripi pantai. Timotius ditembak karena berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap.
AP yang terkena timah panas aparat pada bagian punggung belakang, akhirnya tewas, setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital). Selain itu dalam penyergapan ini, polisi juga berhasil mengamankan satu pucuk pistol rakitan beserta 3 butir peluru dan 1 unit kendaraan Yamaha Mio warna putih.
"Kami terpaksa melumpuhkan Timotius AP, karena saat akan ditangkap mencoba melawan petugas dengan menggunakan senpi," kata Wakil Kapolres Manokwari, Kompol Mughoni SIk di Manokwari.
Mughoni mengatakan, awal penyergapan sempat terjadi kejar-kejaran antara anggotanya dengan Tomotius AP di Kampung Maripi pantai, Distrik Manokwari Selatan. "Kejar-kejaran dengan motor itu, Timo terjatuh dari motornya. Dan saat akan ditangkap Timo melakukan perlawanan dengan pistol yang dipegang. Anggota saya langsung keluarkan tembakan, karena keselamatannya terancam," ujar Mughoni.
Mughoni menjelaskan, Timotius AP, sebelumnya telah dilaporkan melarikan dari dari Lembaga Permasyarakatan pada bulan Agustus 2012 lalu. Pria yang divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manokwari melarikan diri dengan melompat tembok Lapas.
"Permintaan bantuan Lapas ini, kita sudah tangkap pelaku. Tapi saat dibawa ke Lapas hanya semalam Timo lari lagi. Waktu lari ini dia buat kasus lagi, jadi ada 11 kasus yang dibuat, yakni perampokan dan pemerkosaan," tutur Mughoni.
Perwira Pengawas Rumah Sakit Angkatan Laut, (Rumkital) Manokwari, Lettu drg, Iwan Kurniawan mengatakan, korban saat dibawa oleh pihak kepolisian, langsung dilakukan tindakan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Kami telah mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban. Proyektil itu bersarang di bagian punggung belakang tembus di depan," katanya.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/12/04/2244067/Napi.Kabur.Tewas.Ditembak.Polisi

Wednesday, 22 February 2012

Ratusan Polisi Serbu Lapas, 2 Napi Ditembak


Beritabali.com, Denpasar. Untuk memulihkan keamanan Lembaga Pemasyarakatan dari aksi kerusuhan narapidana, ratusan personil kepolisian Polda Bali dibantu personil TNI pagi ini menyerbu ke dalam Lapas. Dalam aksi penyerbuan ini 2 Napi ditembak di bagian kaki.

Aksi penyerbuan ke dalam Lapas ini dilakukan ratusan personil kepolisian bersenjata lengkap sekita pukul 06.30 pagi ini. Saat melakukan penyerbuan, di dalam Lapas Kerobokan terdengar beberapa kali bunyi tembakan.

2 orang napi ditembak di bagian kaki dan tampak dievakuasi ke luar Lapas untuk dibawa ke rumah sakit.

Hingga berita ini dibuat, kondisi Lapas Kerobokan masih tegang. Polisi dan aparat TNI tampak berjaga-jaga di luar Lapas Kerobokan. (spy)


http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/bdg/detail/21/02/2012/Ratusan-Polisi-Serbu-Lapaskoma-2-Napi-Ditembak/201107020864

3 Napi Ditembak, Polisi Sita Senjata & Amunisi



@IRNewscom I Jakarta: AKSI kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali, mereda, Rabu (22/2). Polisi berhasil mengamankan para napi yang terlibat bentrokan dan membakar bangunan lapas. Tiga napi terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.

Sebelumnya, aparat keamanan harus berjuang keras meredakan situasi mencekam di dalam lapas. Terlebih, para napi melakukan perlawanan. Mereka melempari polisi dengan benda-benda keras. Tiga orang mengalami luka tembak.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah senjata dari dalam lapas. Masing-masing sekitar 10 senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek. Selain senjata laras panjang dan laras pendek, polisi juga menyita amunisi. Senjata-senjata dan amunisi tersebut kemungkinan didapatkan para napi dari gudang penyimpanan.

Kurang lebih enam jam aparat kepolisian dibantu TNI akhirnya bisa mengamankan situasi. Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra mengatakan saat ini kondisi di lapas sudah kondusif. Aparat kepolisian berjaga di dalam maupun di luar lapas.

”Situasi sekarang sudah kondusif,” kata Totoy Herawan Indra, Rabu (22/2/2012). Ia mengatakan, hingga saat ini kepolisian menahan tiga orang narapidana. Mereka terpaksa ditembak aparat dengan peluru karet karena mencoba melawan. Masing-masing bernama Romi, Supriyanto, dan Nyoman Tirtayasa.

Romi dan Supriyanto ditembak di kaki, sedangkan Nyoman ditembak di tangan. Ketiganya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Selain itu, polisi juga telah menyita sejumlah senjata dan amunisi yang digunakan para napi dalam kerusuhan tersebut. Ada 10 senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, detektor logam, dan lebih dari tiga dus amunisi yang dibawa aparat keluar lapas.

Para napi melakukan pembakaran di dalam lapas sejak sekitar pukul 00.00 WITA. Petugas baru dapat memadamkan api setelah tiga mobil pemadam kebakaran dan dua water canon dikerahkan. Lebih dari tiga jam si jago merah baru bisa dijinakkan dan polisi langsung mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi di area lapas. Kemudian aparat kepoilsian menerobos masuk ke dalam lapas untuk mengamankan situasi di dalam mulai pukul 06.50 WITA. [riz]

http://indonesiarayanews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4218:3-napi-ditembak-polisi-sita-senjata-a-amunisi&catid=171:hukrim-pilihan-redaksi&Itemid=710

Sunday, 16 October 2011

Rampas Pistol Polisi, Buronan Napi Ditembak


Sindikasi - Senin, 17 Oktober 2011 
04:55 WIB


INILAH.COM, Inderalaya, - Sebulan pascakerusuhan berdarah di Rumah Tahanan (Rutan) Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), yang menewaskan petugas sipir dan 13 narapidana (napi) kabur, Polres OKUS kembali membekuk seorang napi bernama Dedi Irawan (27), warga Talang Terbis, Kelurahan Kisau Kecamatan Muaradua.
Napi yang divonis hukuman 13 tahun penjara ini, ditangkap di rumah istri simpanannya di Desa Jagaraga, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Minggu (16/10) pagi.
Petugas yang menangkapnya adalah tim gabungan Polres OI dan Polres OKUS yang dipimpin Kasat Reskrim Polres OI AKP Yuskar Effendi dan Kasat Intelkam AKP Agus Slamet. Polisi terpaksa melumpuhkan Dedi Irawan dengan tiga butir timah panas lantaran berusaha melawan petugas.
Panangkapan ini berawal ketika Dedi Irawan berniat menjual HP kepada seorang informan polisi, Sabtu (15/10) sekitar pukul 17.00. Selain itu, masyarakat juga sudah mengenali Dedi lewat pemberitaan di media massa beberapa waktu lalu.
Lantaran curiga, sang informan pun menghubungi anggota Polres OI yang langsung mendatangi lokasi. Agar tak salah tangkap, anggota Polres OI mengirimkan foto Dedi ke Polres OKUS. Kemudian dipastikan Dedi Irawan benar-benar salah satu napi yang kabur pascakerusuhan di Rutan Muaradua.
Anggota Polres OKU Selatan langsung menuju OI dan menyisir lokasi persembunyian Dedi. Anggota Polres OI mengintai rumah Dedi sambil menunggu kedatangan anggota Polres OKUS. Tepat pukul 05.00 wib, rumah Dedi digrebek petugas.
Dedi yang sedang tertidur langsung terbangun begitu mengetahui polisi telah mengepung rumahnya. Ia berusaha kabur dengan cara melompat pagar rumah. Tidak ingin buruannya lepas, petugas gabungan mengejar sambil melepaskan 6 tembakan peringatan ke udara.
Namun Dedi tidak mau menggubris peringatan petugas. Saat ia melompat dari rumah istri simpanannya, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tiga tembakan di kakinya.
Meski tertembak, Dedi tak mau menyerah begitu saja. Ia terus melawan dan berusaha merampas pistol petugas. Namun, perlawanan Dedi berakhir lantaran posisinya telah terkepung dan kakinya tak bisa lagi dilangkahkan tepat di Desa Jaga Raja yang berjarak satu kilometer dari rumahnya. Polisi kemudian menggelandang Dedi ke Mapolres OI sebelum diboyong ke Polres OKUS.
Kapolres OI AKBP Deni Dharmapala melalui Kasatreskrim AKP Yuskar Effendi dan Kasatintelkam AKP Agus didampingi Kanit Pidum Ipda Herli Setiawan, mengatakan, penangkapan berawal dari informasi yang diberikan informan polisi.
“Setelah ada kepastian tersangka benar-benar buronan, anggota langsung memantau rumahnya. Kemudian bersama anggota Polres OKUS dilakukan penangkapan,” jelas Yuskar.
Sementara itu, Kapolres OKUS AKBP Azis Saputra melalui Kasatreskrim AKP Hasbullah, mengatakan, begitu mendapat kepastian tersangka adalah salah satu napi yang kabur, anggota Polres OKUS langsung meluncur ke OI.
“Kini kami tinggal memburu empat napi lainnya, yakni Hendro alias Suriadi (40), Firmansyah alias Walidin (21), Imam Arifin (21), dan Kisman alias Kailani (32). Kami yakin semua napi yang kabur bisa ditangkap kembali.
Dalam pengejaran ini kami juga berkoordinasi dengan Polres Lampung dan Bengkulu yang berbatasan dengan Kabupaten OKUS. Sedangkan sembilan napi yang telah berhasil dibekuk kembali saat ini berada di Rutan Muaradua guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. [mor]

Friday, 3 December 2010

Dikira OPM, Satu Napi Tewas Tertembak

Jumat, 3 Desember 2010 | 12:28 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com
- Miron Wetipo, napi Lembaga Pemasyarakatan Abepura Jayapura Papua, Jumat (3/12/2010), tewas ditembak aparat TNI di Perbukitan Tahiti, Tanah Hitam Abepura Kota Jayapura Papua. Korban yang sedang melarikan diri dari LP itu dikira anggota Organisasi Papua Merdeka.

Sumber
Kompas menerangkan sejak dini hari aparat TNI menemukan delapan orang sedang rapat gelap di Honai Komplek BTN Puskopad. Aparat satgas Korem 172 PWY yang sedang diperbantukan ke Polresta Jayapura menemukan parang, panah, munisi di lokasi itu. Karena itu, sejak pagi aparat bersenjata api berjaga-jaga di sekitar tanah hitam.

Saat berjaga-jaga, satu regu aparat Batalyon 751/BS melihat lima napi melintas di perbukitan dekat lokasi penggerebekan. "Kami sudah berteriak agar mereka (napi) berhenti, tetapi nekat lari. Satu orang malah mencoba melempar kami dengan botol miras, akhirnya kami tembak," ujar seorang sumber aparat di lokasi.

Alhasil, seorang dari lima napi bernama, Miron Wetipo tewas tumbang ditembak. Ia tertembus tepat di bagian belakang leher.sementara seorang napi, Jack Mabel berhasil ditangkap. Tiga napi lainnya berhasil melarikan diri.

Kini puluhan aparat TNI dan Polisi berjaga-jaga di lokasi dan jenazah telah dievakuasi. Di lokasi berkumpul Kepala Kanwil Hukum dan HAM Papua Nazaruddin Bunas, Asisten Intelijen Kodam XVII Cenderawasih Kolonel (Inf) Victor Tobing, Komandan Kodim 1701 Letkol (inf) Sihombing, Kepala Polresta AKBP Imam Setiawan, dan sejumlah perwira.

http://regional.kompas.com/read/2010/12/03/12281712/Dikira.OPM..Satu.Napi.Tewas.Tertembak