Showing posts with label jayapura. Show all posts
Showing posts with label jayapura. Show all posts

Friday, 10 May 2013

Ibu Rumah Tangga Tewas Tertembak di Sorong


RABU, 08 MEI 2013 | 15:41 WIB

TEMPO.CO, Jayapura - Seorang ibu rumah tangga, Salomina Klaibin, 37 tahun, yang terkena peluru dalam insiden penembakan di Aimas, Sorong, Papua Barat, Selasa, 30 April 2013 lalu, akhirnya meninggal dunia pada Selasa dinihari, 7 Mei 2013, sekitar pukul 01.00 WIT.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, menjelaskan korban sempat dirawat di Rumah Sakit Se Be Solo, Sorong, Papua Barat. Namun, nyawanya tidak bisa diselamatkan.

“Korban menderita luka tembak pada bagian perut, paha, dan lengan kiri. Dia diduga ditembak oknum aparat pada penyerangan terhadap massa di rumah Isak Klaibin, Aimas, Sorong,” kata Warinussy, Rabu, 8 Mei 2013.

Warinussy menegaskan, penembakan terhadap Salomina dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Karena itu, LP3BH Manokwari mendesak Kapolri agar mencopot Kapolres Sorong. Demikian pula Panglima TNI segera memberhentikan Dandim Sorong. “Mereka tidak dapat menunjukkan perilaku sebagai prajurit pelindung rakyat dalam era demokrasi,” ujar Warinussy.

Warinussy juga meminta agar tujuh orang yang sedang ditahan di Mapolres Sorong bisa didampingi penasehat hukum sebelum menjalani proses pemeriksaan.

Selain Salomina, Abner Malagawak, 22 tahun, dan Thomas Blesia, 28 tahun, juga tewas terkena tembakan menjelang peringatan Hari Integrasi Papua pada Rabu, 1 Mei 2013 lalu. Penembakan terjadi sekitar pukul 20.00 WIT. Dalam peristiwa tersebut, dua warga lainnya, Herman Lokden, 18 tahun, warga Kampung Wulek, terluka di betis kanan. Sedanglan Andreas Sapisa, 32 tahun, warga Distrik Makbon, terluka di jari kaki.

Pimpinan kelompok warga di Aimas, Sorong, Isak Klaibin, membantah telah menyerang polisi yang sedang melakukan patroli sehingga berujung terjadinya penembakan. “Malam itu sebenarnya kami akan melaksanakan ibadah syukur menjelang 1 Mei 2013. Tidak ada pengibaran bendera (Bintang Kejora) atau pembacaan dokumen tentang organ gerakan,” ucapnya.

Namun, ketika warga berkumpul, tiba-tiba saja mereka dikagetkan dengan suara tembakan. Sebelum ibadah dilaksanakan, terjadi penyerangan yang dilakukan oleh aparat yang menggunakan dua mobil Toyota Avanza, L-200 dan sebuah mobil patroli gabungan. ”Tiga orang mengalami luka,” tutur Isak Klaibin.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi I Gede Sumerta Jaya, membantah aparat kepolisian melakukan penembakan. Justru yang terjadi, menurut Sumerta, aparat dihadang oleh sejumlah orang yang kemudian melakukan penyerangan. Dalam insiden itu, mobil yang ditumpangi Wakapolres Sorong Kompol Yudhi Pinem dirusak olah massa.

Selain itu, kata Sumerta pula, seorang anggota Kodim/1704 Sorong luka di bagian belakang kepala sepanjang lima sentimeter.

”Salomina adalah anggota OPM berpangkat Letnan Satu. Dia saudara kandung Isak Kalaibin. Kami belum mendapatkan hasil otopsi dari RSUD Sorong sehingga belum dapat dipastikan jenis senjata apa yang menewaskan korban,” kata Sumerta.

JERRY OMONA

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/08/058478906/Ibu-Rumah-Tangga-Tewas-Tertembak-di-Sorong

Tuesday, 18 December 2012

Penembak 3 polisi Pirime tewas ditembak

MONDAY, 17 DECEMBER 2012 13:55   
JAYAPURA - Polda Papua kembali menangkap satu tersangka yang ikut menyerang Polsek Pirime, 27 November lalu, dan menewaskan tiga anggota polisi. Tersangka itu bernama Hubertus Mabel, salah satu tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Polisi mengaku terpaksa menembak tersangka karena yang bersangkutan melakukan perlawanan saat hendak dibekuk. Hubertus meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Wamena Jayawijaya akibat banyak kehilangan darah.

Kepada Bidang Humas Polda Papua Ajun Komisaris Besar I Gede Sumerta Jaya mengatakan, Hubertus dilumpuhkan aparat di Kampung Abusak Distrik Kurulu, Wamena, Minggu (16/11) sekitar pukul 10.30 WIT. Dua anggota polisi pergi ke lokasi dengan diantar MJ alias WG, salah seorang pelaku yang sebelumnya berhasil ditangkap, 14 Desember silam.

Sesampainya di lokasi, lanjut Sumerta, Hubertus tidak sendiri tetapi bersama empat rekan lainnya. Menurutnya, tersangka langsung menyerang dan berupaya merebut senjata api yang dibawa petugas.

"Seorang anggota Timsus melepaskan tembakan ke arah kaki Hubertus Mabel dengan maksud untuk melumpuhkan. Sedangkan empat orang lainnya berhasil ditangkap. Karena banyak kehilangan darah, nyawa tersangka tidak bisa ditolong saat menuju Rumah Sakit," kata Sumerta kepada Media Indonesia, Senin (17/12).

Dikemukakan Sumerta, penembakan Hubertus membuat sekelompok orang tidak dikenal membakar Pos Polisi Woma dan terjadi kontak tembak dengan pihak kepolisian. "Saat ini Kota Wamena sudah aman dan kondusif, pascakejadian Minggu malam," pungkasnya.

Selain terlibat penyerangan Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Hubertus juga terlibat dalam kasus peledakan Kantor DPRD Jayawijaya.
(dat06/media)


http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=272080:penembak-3-polisi-pirime-tewas-ditembak&catid=95:nusantara&Itemid=146

Thursday, 29 November 2012

Dalam 3 Tahun, 11 Polisi Papua Tewas Ditembak



    KBR68H, Jayapura - Kepolisian Papua mencatat dalam tiga tahun terakhir, 11 personil mereka tewas ditembak oleh kelompok sipil bersenjata. Juru bicara Polda Papua I Gede Sumerta Jaya mengatakan, kesebelas polisi tersebut tewas saat bertugas. Dalam kurun yang sama polisi mencatat terdapat 30 kali kasus penembakan oleh kelompok sipil bersenjata yang menimpa 50-an polisi.
    “Karena anggota melaksanakan tugas baik di polres-polres maupun di polsek terutama yang paling banyak adalah Puncak Jaya dan Jayapura. (meninggal dunia?) sekitar 11 orang (luka berat berapa orang ndan?) luka berat ada 2 orang,” kata I Gede Sumerta Jaya.
    Juru bicara Polda Papua I Gede Sumerta Jaya menambahkan, data tersebut masih bisa bertambah sebab masih banyak Polres-polres di jajarannya yang belum melaporkan kekerasan terhadap polisi. Misalnya saja seperti di Wamena, saat terjadi kericuhan dalam demo KNBP. Selasa lalu, 3 polisi tewas akibat diserang sekitar 50-an orang.Salah satu yang tewas adalah Kepala Kepolisian Pirime.
    http://www.kbr68h.com/berita/papua/41262-dalam-3-tahun-11-polisi-papua-tewas-ditembak

    Wednesday, 26 September 2012

    Papua Man Injured in Police Shootout


    [Updated on Wednesday, September 26, 2012]

    Jayapura. Police officers shot one person during an exchange of fire with a group of unidentified men in Urumusu, Nabire district, Papua on Tuesday. 

    “During the fire exchange, one of the members of the armed group was shot in the thigh and is currently being treated at Nabire Regional Hospital,” said Papua Police spokesman I Gede Sumerta Jaya on Tuesday. 

    The incident began when three to five people blocked the Trans Papua Road — the main road leading to several districts — to extort money from passing vehicles. 

    “Every vehicle that [was] heading to the gold mining site Topo was asked for money,” Sumerta said. “If they did not give them money, the vehicles were banned from continuing their way.” 

    Upon receiving information from local residents about the extortion, the Nabire police immediately went to the location but were greeted with fired shots. 

    “The fire exchange was inevitable because our members were shot at. One of the men from the armed group named Kristian Songgonau got shot in the left thigh.” 

    Sumerta said other members of the group managed to escape to the forest, adding that the men were using revolvers and SS1 assault rifles to shoot at the police. “Other perpetrators escaped arrest,” he said. 

    Sumerta said the road is now safe. “The situation is now under control, the traffic flow has returned to normal.” 

    Meanwhile, the police have continued to investigate Friday’s attack on the Freeport office in Timika, Papua.   

    The Mimika district police have questioned five people as witnesses in the case and police have obtained several other names. 

    Danny Siregar, Mimika district police chief, said that he will continue to investigate the case.   

    “We will investigate everything that has been committed, the vandalism and torching [of the office]. We have questioned 5 witnesses and have processed the crime scene. We’ve also gathered evidence,” Danny told reporters in Jayapura on Monday. 

    Danny said that the perpetrators will be charged for vandalism. No one has been named as suspect in the incident yet.   

    “The police already have a CCTV recording of the Friday incident and have even obtained the names [of the perpetrators].” 

    A mob of some 300 people on Friday attacked a Freeport office in Timika. 

    The angry crowd also burned two cars and threatened to burn down the Mimika district office if the gold mining company failed to fulfill their demands. 

    The incident started during a meeting between relatives of the recently deceased Papua affairs manager for Freeport, David Beanal, and the company’s management. 

    Relatives of David and the mob that later converged on the office wanted Freeport’s absent president director, Rozik B. Soetjipto, to be present at the meeting to discuss their demands, which included appointing locals to lead the company’s community development division.  

    Suara Pembaruan

    http://www.thejakartaglobe.com/home/papua-man-injured-in-police-shootout/546383

    Monday, 3 September 2012

    Ditembak, Polri Bekuk Pimpinan OPM

    Senin, 03 September 2012 , 14:44:00

    JAKARTA - Tim Reskrim Polda Papua dan Badan Reserse dan Kriminal Polri berhasil melumpuhkan lima anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Hotel Entrop Jayapura, pada Minggu (2/9) sekitar pukul 23.30 WIT. Di antara lima orang yang ditangkap terdapat Pimpinan OPM, Dani Kogoya.

    "Tersangka Dani Kogoya berupaya melakukan perlawanan dan tertembak di bagian kaki kanan," ujar Kepaa Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Anang Iskandar melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (3/9). Anang tak menyebutkan identitas empat anak buah Dani yang ikut tertangkap.

    Saat ini, Dani Kogoya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti dua senjata api laras panjang double loop. Lima anggota OPM yang ditangkap ini diduga kuat sebagai pelaku kekerasan yang terjadi di tanjakan Gunung Merah wilayah Nafri, Jayapura tahun 2011 lalu. Peristiwa itu mengakibatkan 4 warga meninggal dunia dan 3 warga mengalami luka.

    "Saat ini rekan-rekan Dani Kogoya yang tertangkap masih dalam proses pemeriksa di Jayapura,"pungkas Anang.(flo/jpnn)

    http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=138463

    Tuesday, 26 June 2012

    Polri: Penembak Warga Jerman Gunakan Senjata Polisi


    Polhukam / Selasa, 26 Juni 2012 17:52 WIB
    Metrotvnews.com, Jakarta: Senjata api yang digunakan Mako Tabuni untuk menembak sejumlah orang di Papua, ternyata milik anggota Polri yang dicuri. Berdasarkan data Kepolisian Daerah Papua, senjata api revolver jenis Taurus itu hilang pada 2010.

    "File di Polda Papua, tercatat pencurian terjadi di Waena. Kemudian dicocokkan antara nomor senjata dengan file yang ada, hasilnya cocok," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (26/6).

    Mako Tabuni adalah pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Ia tewas dalam penyergapan polisi di dekat rumahnya di Waena, Papua, beberapa waktu lalu. Polisi menyatakan Mako sebagai eksekutor penembakan warga Jerman, Pieter Dietmar Herlmut, di Pantai Base G, Jayapura. 

    Mako dikejar berdasarkan hasil pemeriksaan tiga tersangka sebelumnya. Seorang di antaranya adalah sopir mobil Toyota Avanza yang digunakan saat penembakan warga Jerman. Selain itu, Mako juga diduga pelaku penembakan seorang sekuriti yang merangkap sopir ojek, Tri Surono.  

    Dugaan itu berdasarkan hasil uji balistik proyektil yang bersarang Tri. Hasilnya cocok dengan senjata api yang digunakan Mako. Senjata api tersebut telah disita polisi saat penggerebekan.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Kota Jayapura Ajun Komisaris Besar Alfred Papare mengatakan, anggota yang senjatanya dicuri sudah menjalani sidang disiplin. Ia dianggap lalai dan kasusnya ditangani Propam Polda Papua.(IKA)



    http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/06/26/96211/Polri-Penembak-Warga-Jerman-Gunakan-Senjata-Polisi

    Monday, 25 June 2012

    Pentolan KNPB Ditembak Mati Polisi


    Jum'at, 15 Juni 2012 , 07:58:00


    Massa Mengamuk, Ruko, Mobil, Motor Dibakar






    Masyarakat berusaha memadamkan api setelah massa KNPB yang mengamuk dan membakar ruko dan kendaraan bermotor di Perumnas 3 kemarin. Foto: Marthen Boseren/Cenderawasih Pos
    JAYAPURA - Aparat kepolisian menembak mati Wakil Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Musa Mako Tabuni (32th) di Perumnas III- Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Kamis (14/6) pagi. Akibat penembakan ini membuat marah anggota dan para pendukung KNPB, mereka kemudian melampiaskan kemarahannya dengan menganiaya warga, merusak dan membakar beberapa ruko, warung, mobil dan duapuluhan motor di sekitar TKP. 

    Menurut informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos (Grup JPNN) dari saksi mata warga sekitar mengatakan, sekitar pukul 07.30 Ketua I KNPB Mako Tabuni hendak makan pinang di depan pangkalan ojek Perumnas III  Waena.

    Tak lama kemudian, aparat kepolisian dengan menggunakan mobil Daihatsu Taff warna hitam dan Avanza berwarna silver tiba- tiba berhenti dan beberapa aparat kepolisian menemui Mako Tabuni untuk menangkapnya. Lalu kemudian dilakukan upaya penangkapan, tetapi ada perlawanan, dan apart kemudian melepaskan 6 kali tembakan kearah Mako Tabuni hingga tidak berdaya. Aparat kemudian mengankat korban ke dalam kendaraan untuk dilarikan ke rumah sakit.

    Menurut versi polisi, seperti disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Bl. Tobing ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan terhadap Mako Tabuni yang berujung dengan penembakan terhadapnya hingga meninggal dunia.

    "Ya kami terpaksa melumpuhkannya yang mencoba melawan petugas yang hendak menangkapnya," ungkap Kapolda dalam jumpa Persnya di Aula Mapolda, Kamis (14/6) usai penggerebekan Asrama Rusunawa milik Universitas Uncen yang berlokasi di Waena.

    Kapolda mengatakan penangkapan ini bermula pukul, 09.30 Wit anggota tim khusus Reskrim Polda Papua mendapat informasi tersangka (Mako Tabuni) dengan jumlah 7 kasus, diantaranya kasus pengerusakan, penghasutan dan beberapa  kasus lainnya berada di Jalan Kamp Wolker Perumnas III Waena bersama dengan 3 temannya.

    "Saat itu anggota yang mendapat dia di TKP langsung menemuinya. Saat ditemui lalu terjadilah dialog antara MT dengan anggota. Dan saat itu salah satu anggota mengatakan bahwa MT akan ditangkap dan MT meminta surat penangkapannya," jelas Kapolda yang selama jumpa pers mengisialkan nama Mako Tabuni dengan MT.

    Usai memberikan surat penangkapannya, menurut Kapolda, Mako Tabuni mencoba melawan dan kemudian melarikan diri dan salah satu anggota mengejar dan terjadi perlawanan. Dikatakan, saat itu Mako Tabuni berhasil merampas senjata anggota. "Karena anggota melihat MT sedang mengarahkan senjatanya kepada anggota, sehingga anggota yang lain memberikan peringatan ke atas, namun MT tetap tidak menghiraukannya, sehingga anggota menembaknya," papar Kapolda.

    Setelah mendapat tembakan di bagian paha dan punggung, korban sehingga tersungkur. Anggota langsung membawa mako Tabuni ke dalam mobil dan di larikan ke rumah sakit Bhayangkara. Hanya saja ketika dalam perjalanan tepatnya pukul 10.10 Wit, Mako Tabuni sudah meninggal dunia.

    Mako yang sudah dibawa ke rumah sakit, tim Dokter memeriksanya dan ditemukan 1 puncuk senjata api laras pendek jenis Taurus No Seri 915682, No Body XK 255565 dan di dalamnya tersebut berisi peluru 6 butir kaliber 38, senpi yang di duga milik Anggota Polri Briptu Hendra anggota Polres Kerom yang hilang pada tahun 2010 di rumahnya. Serta di dalam tasnya ditemukan 16 butir peluru kaliber 38 masih utuh. Sedangkan di dalam noken ditemukan 1 selongsong peluru.

    "Saat ini senpi sudah dibawa ke tim labfor Mabes untuk selanjutnya disamakan dengan proyektil dari aksi penembakan yang terjadi selama ini di Jayapura. Semoga saja benar, Sebab bila ini benar maka dipastikan kita akan mengungkap teman-temannya yang lain," kata Kapolda.

    Namun, ungkap Kapolda, akibat dari penangkapan Mako Tabuni oleh Tim Sus, massa atau kelompok KNPB mengamuk dengan membakar sejumlah ruko dan mobil, motor, di sekitar Perumnas III dan Expo Waena. Selain itu juga melakukan penganiayaan terhadap 4 warga sipil yang sedang melintas.

    "Penangkapan ini situasional, karena penangkapan dia itu tidak kami rencanakan di TKP. Sebab kemarin kami juga sudah berencana menangkapnya di tempat yang lain. Hanya saja kemarin hujan. Lalu anggota yang mendapat kabar bahwa Mako akan keluar dari markasnya, maka dari itu anggota mengejarnya. Hanya pada saat penangkapan MT terpaksa di lumpuhkan. Lalu ada kelompok massa yang datang melakukan pengerusakan membabi buta di Perumnas," katanya.

    Dimana akibatnya ada puluhan motor, mobil dan beberapa kios terbakar. Selanjutnya ada empat warga sipil yang dianiaya, yang mana ke empatnya saat ini sudah dirawat di rumah sakit.

    Sedangkan dari aksi penangkapan Mako Tabuni, pihak kepolisian juga merazia sejumlah lokasi di belakang kampus Uncen yaitu di Asrama Rusunawa, dan di dalamnya ditemukan banyak dokumen perjuangan tokoh Papua merdeka, dokumen KNPB, senjata api laras pendek, laras panjang, puluhan panah, beberapa parang, kampak, pisau, linggis dan bendera bintang gejora.

    Pada kesempatan itu, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Bl. Tobing menegaskan bahwa Mako Tabuni ini terlibat dalam aksi terror yang belakangan ini terjadi di Jayapura. " Ada 7 aksi yang di lakukan oleh MT, yaitu penembakan terhadap Warga Asing (Jerman) di Pantai Base G, diduga kasus penganiayaan dan pembunuhan serta pembakaran mobil yang terjadi di kuburan Waena,"ungkap Kapolda.

    "Lalu diduga dalam kasus penembakan terhadap seorang pelajar di otonom Kotaraja. Diduga penembakan terhadap anggota TNI di Entrop dekat bengkel Surabaya. Diduga penembakan 2 orang pemuda di Jalan Sam Ratulangi. Diduga penembakan seorang PNS di belakang kantor Walikota dan di duga penembakan seorang Security di halaman Uncen," papar Kapolda.

    Kapolda juga menambahkan masih ada 8-9 nama lain yang akan menjadi target penangkapan pihak kepolisian yang merupakan dalang aksi terror penembakan yang terjadi di Jayapura Kota ini.

    "Kami optimis pasti akan menangkap dan mengungkap siapa dalang dari aksi terror yang terjadi di Jayapura Kota ini. Semoga dari senjata yang ditemukan dari MT itu bisa menjadi petunjuk untuk kami mengungkap semua aksi-aksi penembakan ini," ujarnya.

    Sedangkan terhadap masyarakat, Kapolda meminta untuk tidak panik atau pun resah atas perbuatan kelompok-kelompok ini. Selain itu pihaknya juga akan mengamankan seputar lokasi penangkapan MT.

    "Kami minta dukungan masyarakat untuk mengungkap kasus ini. Kami juga minta untuk masyarakat tidak melakukan gerakan-gerakan tambahan yang merugikan diri sendiri. Yang penting masyarakat jangan malah terpancing atau menambah situsi menjadi tidka baik," katanya.

    Di singgung terkait di temukan adanya seragam TNI Kodam XVII Cenderawasih, apakah keterlibatannya" Ini masih dalam penyelidikan, dari mana baju seragam TNI ini, apakah ada sangkut pautnya dengan kelompok ini pemiliknya. "Untuk seragam TNI masih dalam penyelidikan. Tapi untuk seragam yang lainnya adalah milik seragam tentara dari luar Indonesia. Dan seragam itu banyak dijual belikan," ujarnya.
     
    Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos langsung dari lapangan, sekitar pukul 09.40 WIT, usai penambakan yang nemewaskan Mako Tabuni, di sepanjang Jl Campwolker, Perumnas  II, Kelurahan Yabansai, Distrik Heram telah terjadi aksi pemalangan jalan dan pembakaran toko-toko, Mobil dan Mobil yang dilakukan oleh massa anggota dan pendukung KNPB yang tidak terima terhadap penangkapan dan penembakan terhadap Mako Tabuni oleh pihak keamanan. Ada  warga yang dianiaya, beberapa rumah dan ruko, warung, mobil dirusak dan dibakar. Juga duapuluhan motor dibakar disekitar  TKP.

    Salah satu warga Perumnas III Waena Jayapura yang tak mau mentebutkan namanya asli ketika ditemui Cnderawasih Pos mengatakan kerugian yang dialami yakni mobil innova, motor 2 buah, mesin foto copi, dan lamari kaca  serta kaca rumah dan semua jualan yang didagangkan habis diobrak-abik oleh masa KNPB. 

    Tiga orang warga dilaporkan menjadi korban penganiayaan massa adalah, Andi Pariang, putus lengan kanan dan leher  terkena  bacokan  parang di Expo Waena,  Jafar Mahasiswa Uncen mengalami luka bacok di kepala dan Haris, mengalami luka bacok di tangan kanan.  Kedua korban, Jafar dan Haris langsung dievakuasi ke RS Bayangkara, sedangkan Andi Pariang langsung dibawa ke RSUD Dok II, akibat luka bacok yang dialaminya cukup serius.  

    Warga di sekitar Perumnas I, II, III dan sekitar Expo ketakutan dan bersembunyi dalam rumah. Ada juga  warga yang lari ketakutan menuju arah Waena. Setelah kelompok yang mengamuk itu pergi, pukul 10.28 WIT, sebagian masyarakat di Perumnas III  berusaha memadamkam api dengan menggunakan alat seadanya sperti ember, selang air dan peralatan apa adanya.

    Kemudian sekitar 1 jam kemudian, atau sekitar pukul  10.50 WIT, barulah sebanyak 1 pleton Anggota Polsekta Abepura yang dipimpin oleh Kapolsekta AB  tiba di TKP dengan menggunkan 1 truk Polisian untuk mengamankan situasi di TKP. Lalu di susul 1 pleton Dalmas Polresta dengan menggunakan Truk menuju ke arah kantor Rektor Uncen atas, untuk mengamankan dan menyelamatkan mahasiswa yang berada terjebak didalam kampus Uncen.

    Sekitar pukul 11.00 WIT sekitar III pleton anggota dalmas Polresta yang dipimpin oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpau dan Kapolresta AKBP Alfred Papare tiba di Putaran Taxi Perumnas III dengan menggunkan 3 unit Truk Kepolisian. Pada pukul 11.09 WIT anggota Dalmas Polresta berhenti didepan fakultas Teknik Kampus Uncen dan melanjutkan perjalanan menuju belakang Rusunawa Perumnas III.

    Lalu pukul 11.16 WIT Sekitar 1 Kompi Yonif 751/Raider dibawah pimpinan Letkol Inf Rano Tilar (Dandim 1701/Jypr) tiba di Putaran Taksi Perunas III dan lansung bergerak menuju ke arah Asrama Rusunawa. Pukul 11.23 WIT Kapolresta bersama anggotanya tiba di Asrama Rusunawa dan meminta kepada penghuni Rusunawa untuk keluar dari kamar, lalu sekitar 100 orang penghuni Asrama Rusunawa dikumpulkan didepan Asrama Rusunawa.

    Pada pukul 11.26 WIT Kapolresta berhasil mengamankan Asrama lalu memberikan pengarahan kepada penghuni Asrama Rusunawa yang intinya meminta kepada penghuni Asrama Rusunawa untuk membantu pihak Kepolisian menangkap pelaku yang melakukan pengrusakan, serta meminta kepada penghuni untuk menyerahkan sajam berupa, panah, parang dan tombak ke pihak kepolisian.

    Dan kemudian pukul 11.40 WIT pihak Kepolisian dan dibantu penghuni Asrama melakukan penggeledahan Satjam di kamar-kamar penghuni Asrama Rusunawa. Kemudian pihak kepolisian menyatakan pukul 12.00 WIT situasi sudah kondusif atau benar-benar di kuasai pihak kepolisian.

    Akibat penembakan terhadap Mako Tabuni, penganiayaan warga, pengrusakan dna pembakaran ruko, rumah, warung, mobil dan motor di Waena dan sekitarnya membuat kepanikan warga Waena, Abepura, Kotaraja dan sekitarnya. Suasana kota jayapura, terutama di Waena, Abepura dan Kotaraja sempat lenggang dari pagi hingga sore.

    Warga memilih tetap dalam rumah, anak-naka sekolah dipulangkan lebih awal, pusat-pusat perekonomian, swalayan, supermarket, toko dan kios ditutup pada siang kemarin. Hany beberapa saja yang tetap buka.

    Hingga tadi malam, warga was-was dengan kondisi yang ada. Jalan-jalan utama di Kota Jayapura lenggan. Tidak banyak kendaraan lalu lalang.(ro/ren/mud/cr-176/cr-1 79)


    http://www.jpnn.com/read/2012/06/15/130721/Tokoh-KNPB-Ditembak-Mati-Polisi-