Showing posts with label Balikpapan. Show all posts
Showing posts with label Balikpapan. Show all posts

Tuesday, 7 February 2012

Dituduh Merampok, Sopir Angkot Ditembak Mati


Senin, 06 Februari 2012 , 08:58:00


BALIKPAPAN-Suasana tegang terjadi tengah malam tadi sekitar pukul 21.00 Wita, di kawasan Komplek Pertamina. Tegang lantaran diwarnai kejar-kejaran dan suara tembakan. Seorang pria tewas diterjang pelor polisi di tengah gelap gulita. 
Keterangan yang dihimpun Balikpapan Pos di tempat kejadian perkara (TKP) malam tadi masih simpang siur. Namun diperoleh informasi  bahwa korban diduga menyerang petugas lantaran dicurigai  mengangkut belasan kayu tanpa dokumen. Korban adalah  salah satu penumpang pikap KT 8604 KY yang membawa kayu, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas kepolisian yang tengah melakukan pengejaran.

Peristiwa ini terjadi tepatnya di kawasan simpang V Volker, Gunung Dubss, Minggu (5/2) sekira pukul 21.00 Wita. Sebelum terjadi penembakan, sempat terjadi kejar mengejar antara mobil pengangkut kayu jenis Mitsubishi colt berwarna biru dengan mobil petugas. Pengejaran terjadi dari arah Volker menuju simpang lima.   Imbas pengejaran tersebut, menyebabkan  mobil pikap terperosok ke dalam sebuah parit."Saya datang ke sini mobil sudah masuk parit," terang salah satu saksi mata.

Mobil itu sendiri belum diketahui kepemilikannya. Informasi yang didapat, mobil itu berasal dari kawasan Semoi, PPU. Dari pantauan di TKP, di bagian belakang mobil tertutup plastik. Tak diketahui apakah isi muatan yang diangkut.

Belum diketahui bagaimana penembakan terjadi. Namun dari keterangan petugas sekuriti Pertamina RUV, laporan yang diterima hanyalah terjadi kasus kecelakaan lalu lintas ."Informasi masih simpang siur, yang jelas saya hanya menerima laporan lakalantas lisan maupun tertulis," terang Jerlius Marbun, Kepala Sektor Selatan Sip I Gunung Dubs.(yud/nog/brie)

http://metro.vivanews.com/news/read/286061-dituduh-merampok--sopir-angkot-ditembak-mati

Saturday, 10 April 2010

Dua Kali Ditembak, Residivis Beraksi Lagi

Sabtu, 10 April 2010

BALIKPAPAN. Wajahnya sangar dipenuhi tatto, seolah dia dilahirkan menjadi penjahat. Dialah Amat 88. Pria 25 tahun ini residivis (penjahat kambuhan) kasus pencurian HP. Dia sering berurusan dengan polisi bahkan ditembak dua kali. Namun semua itu tak membuat Amat kapok dan sadar menjadi orang baik-baik serta berguna bagi masyarakat.

Residivis bernama asli Achmad ini kembali berurusan dengan pihak kepolisian. Dia ditangkap Unit Buser Reskrim Polsekta Balikpapan Barat, Kamis (8/4) sekira pukul 23.00 Wita usai membobol rumah milik Andi (31), warga Jl 21 Januari RT 04, Balikpapan Barat, Minggu (28/3) lalu sekira pukul 01.30 Wita.

Kapolresta Balikpapan AKBP A Rafik melalui Kapolsekta Balikpapan Barat AKP M Rizal Muchtar mengatakan, ihwal penangkapan tersangka usai proses penyelidikan yang dilakukan selama sepekan lebih. "Berdasarkan ciri-ciri yang dipegang akhirnya kami mengetahui siapa pelaku berdasarkan laporan korbannya. Tersangka kini telah kita tahan dan masih menjalani proses pemeriksaan," kata Rizal kepada KPNN, Jumat (9/4) kemarin.

Tersangka berhasil diringkus tak jauh dari rumahnya dengan barang bukti berupa satu unit HP merek Nokia E71 sisa hasil aksi tersangka serta dua buah obeng sebagai alat tersangka saat beraksi. "Kami amankan tersangka bersama barang bukti satu unit HP milik korban yang nyatanya digunakan sendiri oleh tersangka, serta obeng yang digunakan untuk mencongkel jendela rumah korban," urainya.

Andi, pemilik rumah yang disatroni tersangka menjelaskan, Amat nekat masuk melalui jendela rumahnya. Oleh Amat, jendela tersebut dicongkel menggunakan obeng. Berhasil masuk, dia langsung menggasak HP yang berada di dua tempat terpisah. Tak hanya HP, Amat juga ikut menggasak uang tunai senilai Rp300 ribu. "HP ada di ruang tamu dan kamar. 3 HP merek Nokia sisanya Flexi. Uang saya juga diambil yang saya simpan dalam lemari," ujar korban kepada polisi.

Aksi Amat baru diketahui usai salah satu penghuni rumah kebingungan mencari HP yang sudah tak ada lagi di tempatnya. "Saya terbangun usai keluarga saya berteriak mencari HP mliknya yang tiba-tiba hilang," beber Andi.

Usai berhasil menggasak seluruh HP tersebut, Amat yang mengaku bahwa aksinya hanya ia lakukan sendiri menjual sebanyak 4 unit HP itu hanya dengan harga Rp400 ribu. Sementara hasil penjualan dan uang tunai yang ia curi telah dihabiskan untuk biaya hidup. "Buat beli makan dan minuman semuanya juga sudah habis," aku Amat.

Catatan kriminal Amat cukup meyakinkan. Tersangka pernah dua kali dilubangi timah panas pada kaki kanannya lantaran nekat kabur dari kejaran polisi. Bahkan gilanya lagi, saat tengah diperiksa penyidik, tersangka berhasil kabur.(bm-8/kpnn)