Showing posts with label polisi ditahan. Show all posts
Showing posts with label polisi ditahan. Show all posts

Wednesday, 21 December 2011

Mabes Tahan Perwira Polri Tersangka Pembunuh Istri


Kamis, 22 Desember 2011 , 09:29:00

BATAM - Mantan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Mindo Tampubolon akhirnya ditahan Penyidik Bareskrim Mabes Polri. Ia resmi ditahan sekitar pukul 14.00 WIB kemarin (21/12) karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan istrinya, almarhumah Putri Mega Umboh .

Informasi yang dihimpun Batam Pos, Mindo ditahan setelah diperiksa secara maraton sejak Selasa (19/12) lalu oleh tim penyidik gabungan Ditreskrim Polda Kepri dan Bareskrim Mabes Polri di Jakarta.

Alumni Akpol tahun 1995 itu ditahan di rutan Bareskrim Mabes Polri. Kepada Batam Pos, Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono membenarkan penahanan Mindo tersebut. "Memang betul. Pak Mindo telah resmi ditahan di rutan Bareskrim Mabes Polri terhitung pukul 14.00 WIB kemarin," ujar Hartono, Rabu (21/12).

Hartono juga mengungkapkan, Mindo sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pembunuhan istrinya Putri Mega Umboh,25, Jumat (21/6) lalu. "Beliau ditahan karena sudah jadi tersangka dalam kasus pembunuhan istrinya," kata Hartono lagi.

Dugaan keterlibatan Mindo dalam kasus pembunuhan istrinya di kediaman mereka Perumahan Anggrek Mas 3 sebenarnya telah terungkap secara terang benderang atas pengakuan tersangka lainnya Gugun Gunawan alias Ujang dan kekasihnya Rosma.

Rosma adalah pembantu rumah tangga di kediaman Mindo. Menurut Ujang, nyawa putri turut dihabisi oleh Mindo.

Mindo bahkan menggorok leher istrinya itu di depan kamar mandi mereka di lantai dua rumahnya sekitar pukul 05.00 subuh.

Pengakuan Ujang dan Rosma ini tidak serta merta membuat keder Mindo. Mantan Kasat Pamobvit Poltabes Barelang itu menampik semua tudingan Ujang dan kekasihnya Rosma.

Putri Mega Umboh sendiri tewas secara mengenaskan dengan sekitar tujuh luka tusukan di perut dan dadanya. Leher putri mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh itu juga nyaris putus karena digorok.(spt/jpnn)


Tuesday, 1 November 2011

Polisi Penembak Pedagang Tempe Ditahan


Maria Natalia | Heru Margianto | Selasa, 1 November 2011 | 16:06 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengungkapkan, saat ini Briptu Eko Ristanto resmi ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Timur. Eko adalah pelaku penembakan terhadap Riyadi Solikin, warga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Penetapan penahanan dirinya dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi-saksi di tempat kejadian.
"Berdasarkan pemeriksaan saksi di TKP, kini pelaku Briptu E telah di tahan di Polda Jatim dalam rangka untuk pertangungjawabkan perbuatannya," ujar Saud di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (1/11/2011).
Briptu Eko Ristanto, anggota Kepolisian Resor Sidoarjo, menembak Riyadi Solikin, seorang penjual tempe, hingga tewas, Jumat (28/10/2011) dinihari.
Versi polisi, Solikin yang mengendarai minibus menabrak Briptu Widiarto yang sedang melakukan patroli di jalan Pahlawan Sidoarjo. Rekan-rekan Widiarto, yang berjumlah lima orang, diantaranya Eko, mengejar Solikin hingga ke arah Sepande. Eko menembak Solikin hingga tewas karena melawan dengan celurit.
Keterangan polisi ini mendapat perlawanan dari masyarakat dari pelbagai elemen. Ribuan massa melakukan demo di Sidoarjo, Senin (31/10/2011). Mereka tidak percaya Solikin membawa celurit, apalagi melawan petugas.
Penetapan Eko sebagai tersangka dengan tuduhan kelalaian juga diprotes karena penembakan dilakukan dengan sengaja. Massa juga meyakini Eko dalam keadaan mabuk setelah minum minuman keras di kafe Ponti.
Solikin yang juga dikenal sebagai guru ngaji ini tewas dan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil.

http://regional.kompas.com/read/2011/11/01/16065576/Polisi.Penembak.Pedagang.Tempe.Ditahan