Showing posts with label mojokerto. Show all posts
Showing posts with label mojokerto. Show all posts

Thursday, 27 June 2013

2 Perampok Juragan Barang Bekas Ditembak Polisi

Senin, 17/06/2013 15:50 WIB

Mojokerto - 2 Kawanan perampok yang membawa kabur uang senilai Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah dari rumah Ismail (59), pengusaha barang bekas ditangkap. Kedua pria itu ditembak karena melawan.

"Dua pelaku sudah kami tangkap. Mereka dilumpuhkan karena mencoba melukai anggota saat ditangkap," kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Widji Suwartini saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/6/2013).

Informasi yang dihimpun detikcom, pelaku perampokan yang berjumlah 4 orang ini, disergap polisi di suatu tempat di Kota Mojokerto. Dua lainnya pelaku berhasil kabur. Sementara dua pelaku berhasil diringkus anggota Resmob.

Kedua pelaku yang ditembak pada kakinya ini informasinya dirawat di RSUD Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto. Selain itu polisi juga masih memburu pelaku lainnya. "Dua pelaku lainnya masih diburu," ujar Widji.

Sebelumnya, 4 kawanan perampok bersenjata tajam, membawa kabur uang senilai Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah dari rumah Ismail (59), seorang pengusaha barang bekas di Jalan KH Usman, Kota Mojokerto, Rabu (12/6/2013) malam.

(fat/fat) 


http://news.detik.com/surabaya/read/2013/06/17/155005/2275761/475/2-perampok-juragan-barang-bekas-ditembak-polisi

Monday, 17 June 2013

2 Perampok Juragan Barang Bekas Ditembak Polisi

Senin, 17/06/2013 15:50 WIB

Mojokerto - 2 Kawanan perampok yang membawa kabur uang senilai Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah dari rumah Ismail (59), pengusaha barang bekas ditangkap. Kedua pria itu ditembak karena melawan.

"Dua pelaku sudah kami tangkap. Mereka dilumpuhkan karena mencoba melukai anggota saat ditangkap," kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Widji Suwartini saat dikonfirmasi detikcom, Senin (17/6/2013).

Informasi yang dihimpun detikcom, pelaku perampokan yang berjumlah 4 orang ini, disergap polisi di suatu tempat di Kota Mojokerto. Dua lainnya pelaku berhasil kabur. Sementara dua pelaku berhasil diringkus anggota Resmob.

Kedua pelaku yang ditembak pada kakinya ini informasinya dirawat di RSUD Wahidin Soediro Husodo Kota Mojokerto. Selain itu polisi juga masih memburu pelaku lainnya. "Dua pelaku lainnya masih diburu," ujar Widji.

Sebelumnya, 4 kawanan perampok bersenjata tajam, membawa kabur uang senilai Rp 100 juta dan perhiasan emas senilai puluhan juta rupiah dari rumah Ismail (59), seorang pengusaha barang bekas di Jalan KH Usman, Kota Mojokerto, Rabu (12/6/2013) malam.

(fat/fat) 


http://news.detik.com/surabaya/read/2013/06/17/155005/2275761/475/2-perampok-juragan-barang-bekas-ditembak-polisi

Wednesday, 17 April 2013

Dua Perampok Nasabah Bank Ditembak


Selasa, 16 April 2013 | 06:51 WIB

Metrotvnews.com, Mojokerto: Dua dari tiga perampok nasabah bank ditembak tim Satuan Reskrim Kepolisian Resor Kota Mojokerto, Jawa Timur, Senin (14/4) malam. Keduanya diketahui membawa senjata api jenis FN dan parang.

Ahmad Yunus (22) Muchlis (37), dan Zainal (33) dibekuk tak lama setelah beraksi di kantor BCA Cabang Mojokerto. Yunus dan Zainal adalah dua tersangka yang ditembak.

Yunus dan Zainal bertugas sebagai eksekutor. Muchlis menjadi teliksandi keduanya. Tugas Muchlis adalah melapor kepada Yunus dan Zainal andai ada nasabah yang menarik uang dalam jumlah besar.

Catatan kepolisian, kompolatan ini pernah dua kali perampokan di Pasuruan; satu di Gresik; satu di Kecamatan Pungging, Mojokerto; dan di BCA Cabang Kota Mojokerto. Mereka sedikitnya menggasak Rp880 juta milik korban.

Kapolres Mojokertp Ajun Komisaris Besar Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya kini tengah menyelidiki kepemilikan senjata api di tangan tersangka. Soalnya senjata FN adalah standar yang digunakan TNI dan Polri.

Editor: Ichoel


http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/16/6/146955/Dua-Perampok-Nasabah-Bank-Ditembak

Wednesday, 16 March 2011

Penambang Pasir Liar Brantas Ditembak

Rabu, 16 Maret 2011 | 11:21 WIB

MOJOKERTO – Tiga penambang pasir illegal di Sungai Brantas saat beroperasi di daerah perbatasan Desa Mlirip, Kec. Jetis Kab. Mojokerto dan Kelurahan Wates, Kec. Magersari, Kota Mojokerto diserang tembakan senapan angin.

Dalam serangan itu, seorang penambang mengalami luka tembak di punggung telah dirawat di RSUD RA Basoeni, Kec. Gedeg Kab. Mojokerto. Sedangkan dua penambang lainnya yang mengalami luka sama di bagian kaki memilih mengobati sendiri di rumahnya karena takut ditangkap polisi karena kegiatan menambang di Brantas.

Ada dugaan penyerangnya adalah warga sekitar yang jengkel dengan kegiatan tambang pasir di Kali Brantas karena merusak lingkungan. Apalagi, meski sudah sering dioperasi petugas terkait maupun pihak kepolisiaan, kegiatan tambang pasir di Kali Brantas tetap saja masih semarak. “Kemungkinan motif penyerangan ini karena jengkel ulah penambang pasir liar itu. Seperti di Kediri atau di Jombang, juga sudah sering masyarakat menghalau sendiri dengan menyerang penambang pasir di Brantas,” kata petugas Polres Mojokerto, Rabu (16/3) pagi tadi. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Penambang pasir yang dirawat di RSUD itu adalah Suwarno (58) warga Desa Kemantren, Kec. Gedeg, Kab. Mojokerto. Hingga Rabu (16/3) tagi tadi, proyektil yang bersarang dipunggungnya belum bisa dikeluarkan tim medis. Pihak rumah sakit menyarankan pasien dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya, namun pihak keluarga menolaknya.

Rohadi (45), keluarga korban mengatakan, saat itu Suwarno bersama dua temannya,

pada Selasa tengah hari pukul 01.00, berangkat menambang pasir dengan menggunakan perahu kayu dilengkapi mesin penyedot pasir di bantaran Sungai Brantas di Desa Mlirip, Jetis.

Baru setengah jam beroperasi, Suwarno merasakan pinggangnya nyeri. Setelah diperiksa, ternyata pinggangnya mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tak berapa lama, dua teman korban juga merasakan betisnya nyeri. Lukanya seperti tertembak senapan angin.

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=67d4889419fc77e2cb0d49795e4c506d&jenis=1679091c5a880faf6fb

Tuesday, 15 March 2011

Penambang Pasir Liar Brantas Ditembak

Rabu, 16 Maret 2011 | 11:21 WIB








MOJOKERTO – Tiga penambang pasir illegal di Sungai Brantas saat beroperasi di daerah perbatasan Desa Mlirip, Kec. Jetis Kab. Mojokerto dan Kelurahan Wates, Kec. Magersari, Kota Mojokerto diserang tembakan senapan angin.

Dalam serangan itu, seorang penambang mengalami luka tembak di punggung telah dirawat di RSUD RA Basoeni, Kec. Gedeg Kab. Mojokerto. Sedangkan dua penambang lainnya yang mengalami luka sama di bagian kaki memilih mengobati sendiri di rumahnya karena takut ditangkap polisi karena kegiatan menambang di Brantas.

Ada dugaan penyerangnya adalah warga sekitar yang jengkel dengan kegiatan tambang pasir di Kali Brantas karena merusak lingkungan. Apalagi, meski sudah sering dioperasi petugas terkait maupun pihak kepolisiaan, kegiatan tambang pasir di Kali Brantas tetap saja masih semarak. “Kemungkinan motif penyerangan ini karena jengkel ulah penambang pasir liar itu. Seperti di Kediri atau di Jombang, juga sudah sering masyarakat menghalau sendiri dengan menyerang penambang pasir di Brantas,” kata petugas Polres Mojokerto, Rabu (16/3) pagi tadi. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,” tambahnya.

Penambang pasir yang dirawat di RSUD itu adalah Suwarno (58) warga Desa Kemantren, Kec. Gedeg, Kab. Mojokerto. Hingga Rabu (16/3) tagi tadi, proyektil yang bersarang dipunggungnya belum bisa dikeluarkan tim medis. Pihak rumah sakit menyarankan pasien dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya, namun pihak keluarga menolaknya.

Rohadi (45), keluarga korban mengatakan, saat itu Suwarno bersama dua temannya,

pada Selasa tengah hari pukul 01.00, berangkat menambang pasir dengan menggunakan perahu kayu dilengkapi mesin penyedot pasir di bantaran Sungai Brantas di Desa Mlirip, Jetis.

Baru setengah jam beroperasi, Suwarno merasakan pinggangnya nyeri. Setelah diperiksa, ternyata pinggangnya mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tak berapa lama, dua teman korban juga merasakan betisnya nyeri. Lukanya seperti tertembak senapan angin.

Melihat itu, ketiga penambang langsung memilih kembali ke bantaran, lalu pulang mengobati lukanya. Karena luka terasa sangat sakit, pihak keluarga Suwarno membawanya ke RSUD RA Basoeni Gedeg Kab. Mojokerto. Sedangkan dua penambang lainnya yang bernasib sama,--luka tembak di bagian kaki tak berobat ke rumah sakit karena takut diamankan polisi atau Satpol PP atas perbuatan menambang liar di Brantas itu.

Direktur RSUD RA Basoeni, Kec. Gedeg Kab. Mojokerto, dr Suyatmi mengatakan, pihaknya sudah menyarankan keluarga korban agar dirujuk dirawat di RSU Dr Soetomo Surabaya yang peralatannya lebih lengkap. “Karebna pihak keluarga menolaknya, dan meminta tetap dirawat di sini, kami pun kuasa menolaknya. Saat ini masih dalam upaya mengeluarkan proyektil di punggungnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Mojokerto, AKP Lilik Achiril Ekawati mengatakan, untuk memastikan korban tembak senapan angin, pihaknya masih perlu memintai keterangan penambang pasir liar itu. “Untuk ua korban lagi belum diketahui dan masih dalam pelacakan,” ujarnya. bas

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=67d4889419fc77e2cb0d49795e4c506d&jenis=1679091c5a880faf6fb

Sunday, 14 November 2010

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Dicopot

Minggu, 14/11/2010 00:09 WIB

Mojokerto
- Polres Mojokerto, AKP Manang Soebeti, dicopot dari jabatannya imbas kasus penembakan salah satu anggota TNI yang aktif di salah satu batalyon. Anggota TNI itu diduga terlibat kasus pencurian kabel telepon yang diamankan beberapa hari lalu.

"Sertijab tersebut dilakukan sebagai bentuk penindakan terhadap anggota yang melakukan kesalahan. Tidak ada intervensi dari siapapun," kata Kapolres Mojokerto AKBP Prasetijo Utomo kepada wartawan di Mapolres Jalan Mojokerto-Mojosari, Sabtu (13/11/2010).

Manang Soebeti digantikan AKP Ari Fadli, yang sebelumnya menjabat sebagai Perwira Pertama (Pama) Polda Jawa Timur. Sementara Manang Soebeti dipindah ke Pama Polda Jawa Timur. Pergantian itu terjadi dua hari pasca penembakan anggota TNI.

Menyinggung adanya kesalahan prosedur yang dilakukan Kasat Reskrim Polres Mojokerto terkait penembakan anggota TNI, Prasetijo mengaku masih mendalami dugaan itu. "Masih didalami oleh Polda Jawa Timur," jelasnya.

Sementara menurut sumber resmi kepolisian yang dihimpun
detiksurabaya.com, salah satu anggota TNI yang terlibat sindikat pencuri kabel telepon itu ditembak saat sedang dikejar polisi di lokasi pencurian kabel telepon, di Desa Tinggar Buntut Kecamatan Bangsal, Mojokerto.

Namun informasi lain yang dihimpun detiksurabaya.com, anggota TNI itu justru ditembak di bagian kaki, saat sudah tertangkap dan dibawa ke Mapolres Mojokerto. Bahkan anggota TNI itu juga tidak dibawa ke rumah sakit, meski diberitakan di media sedang dirawat di rumah sakit.

"Kala jajaran Denpom V/Brawijaya meminta keterangan ke oknum pelaku, dia mengaku ditembak di Mapolres dengan mata kepala tertutup. Sehingga tidak tahu siapa penembaknya," kata seorang sumber berita yang meminta namanya tidak disebutkan.

Sedangkan AKP Manang Soebeti dan 12 anggota lainnya kini dibawa ke Polda Jatim untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasus pencurian kabel telepon ini, diungkap Polres Mojokerto dan dirilis, Kamis (11/11/2010). Polisi menangkap 4 pelaku, seorang diantaranya anggota TNI. Polisi menyita 400 meter kabel hasil curian. Dari 4 pelaku, seorang pelaku diduga sebagai penadah, tidak ditembak. Sementara 3 pelaku ditembak kakinya, termasuk anggota TNI.
(fat/fat)

http://us.surabaya.detik.com/read/2010/11/13/000910/1493756/475/kasat-reskrim-polres-mojokerto-dicopot