Showing posts with label juli 2013. Show all posts
Showing posts with label juli 2013. Show all posts

Friday, 19 July 2013

Melawan Petugas, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Anggota TNI Tewas Ditembak Polisi di OKU Sumsel

2 WNA Ditembak, Polisi Periksa 18 Saksi

INILAH.COM, Jakarta - Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imam mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus dua orang warga negara asing yang terkena tembakan di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat.

"Sudah ada 18 orang saksi yang kita periksa, kini masih didalami lagi oleh penyidik," kata Fadil di Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Dikatakan oleh Fadil, para saksi yang sudah dimintai keterangannya itu yakni 7 orang security, 7 juru parkir, satu pacar korban, 1 orang pemilik serta 1 orang agen apartemen dan 1 orang teman pacar korban.

"Kita akan lakukan rekon supaya teridentifikasi secara jelas kejadiannya, sebab kami sudah mengarah kepada pelakunya jadi biar tambah jelas lagi," terang dia.

Di samping itu, kata Fadil, pihaknya juga telah menyita beberapa barang bukti berupa proyektil, selongsong, 2 unit HP, rekaman cctv dan print out parkir. [mes]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2010176/2-wna-ditembak-polisi-periksa-18-saksi#.UenNUeBMGZY

Dorr!! Dua Perampok Ditembak Polisi setelah Kepergok Korban


Timlo.net — Dua perampok siang tadi menjalankan beraksi di rumah mewah Jalan Narada, Pamulang, Tangerang Selatan. Aksi mereka berhasil digagalkan setelah pemilik rumah memergoki kedua pelaku dan petugas Polisi yang sedang patroli menghadiahinya dengan timah panas.
Informasi yang dihimpun peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi. Korban yang diketahui bernama Suharno memergoki dua orang pelaku dengan mengendarai motor matic masuk ke dalam halaman rumahnya.
Saat masuk, kedua pelaku langsung mengancam agar menyerahkan uang dan barang-barang berharga milik korban. Puas beraksi pelaku kemudian mencoba melarikan diri. Suharno yang tidak rela barang berharga miliknya dibawa lari, kemudian mengejar pelaku.
Disaat bersamaan, petugas patroli Polsek Metro Pamulang yang sedang berpatroli mengetahui kejadian tersebut. Dua pelaku yang hendak kabur dilumpuhkan dengan timah panas yang bersarang tepat di kakinya.
“Dua pelaku berhasil diringkus dan sedang dalam proses penyelidikan di Polsek,” ujarnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Novi Nurohmad membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan pihaknya masih mengembangkan keterangan dari kedua pelaku.
sumber : merdeka.com
http://www.timlo.net/baca/68719504436/dorr-dua-perampok-ditangkap-polisi-setelah-kepergok-korban/

Coba Kabur, Buronan Rutan Baloi Ditembak Polisi

Rabu, 17 Juli 2013, 21:56
VIVAnews - Satu lagi tahanan kabur Rutan Baloi Klas II A Batam berhasil ditangkap petugas. Indra Kumar, tahanan kasus narkoba yang kabur ini terpaksa diberi hadiah timah panas pada betis sebelah kanan karena mencoba kabur dan melawan petugas pada penyergapan di Perumahan Marina View, Batuaji, Batam, Rabu 17 Juli 2013 sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Unit Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Inspektur Satu Andi Sofyan, mengatakan penangkapan terhadap Indra Kumar dilakukan di kediamanan keluarganya di wilayah Batuaji. Saat disergap petugas, pelaku mencoba melawan dan kabur.

"Kami terpaksa menembak betis kanannya karena melawan dan berusaha kabur dari penyergapan petugas di lokasi TKP," kata Andi kepada VIVAnews.

Menurutnya, pelaku yang merupakan tahanan titipan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri ini diketahui bersembunyi di rumah keluarganya tersebut sejak tadi siang setelah berhasil kabur dari Rutan Batam. "Saat penyergapan rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya," kata Andi.

Guna penyelidikan lebih lanjut pelaku lantas diserahkan ke Rutan Baloi Klas II A Batam untuk proses hukum selanjutnya.

Kepala Rutan Baloi Klas II A Batam, Anak Agung Gde Khrisna ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku ditangkap tim buser Satreskrim Polresta Barelang dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Rutan Baloi," kata Agung.

Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, menyebutkan bahwa tiga dari 12 tahanan yang melarikan diri dari Rutan Baloi Kelas II A Batam telah berhasil ditangkap. Salah satu tahanan terpaksa ditembak di bagian kaki.

"Dari 12 tahanan, 3 sudah ditangkap. Satu tahanan terpaksa ditembak kakinya," ujar Denny usai buka puasa bersama pegawai Kemenkumham, Rabu, 17 Juli 2013.

Menurut Denny, tidak ada penyebab khusus yang menyebabkan para tahanan itu melarikan diri. "Mereka mau lari saja. Ini kan tahanan," ungkapnya.

Denny pun membantah jika penyebab tahanan narkotika itu kabur karena lemahnya sistem keamanan di Rutan. "Coba kamu sekali-kali jadi sipir deh," kata Denny sambil tertawa.

Sebelumnya diiberitakan 11 tahanan Rutan Baloi Klas II A Batam melarikan diri dengan cara merusak jendela dan teralis ruangan Kepala Rutan, Rabu 17 Juli 2013 sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelas tahanan kabur ini merupakan tahanan narkoba yang menghuni blok paviliun A1 tersebut antara lain, Mulyadi Bin Sarapudin, Edi Priyanto, Ismail Piliang, Riki Hidayat, Muhammad Darman, Indra Kumar, Yusnardi, Sufyan Bin Abidin, Hendro Gunawan, Achyar Adli, dan Aguan Bin Intan. (eh)


http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/429820-coba-kabur--buronan-rutan-baloi-ditembak-polisi

Tiga Kali Tertembak, Maling Motor Ini Tertawa


TEMPO.CO, Bima - Farlin, 36 tahun, beruntung tidak kehilangan nyawa setelah ditembak polisi. Bahkan, penduduk Desa Sie, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ini masih sempat tertawa meski tiga peluru bersarang di kakinya. Farlin ditembak penyidik Reserse Kriminal Kepolisian Kota Bima pada pukul 03.00, Jumat, 19 Juli 2013. Polisi mengejar Falin dengan sangkaan pencurian motor.

Menurut Kepala Satuan Reskrim Polres Kota Bima, Ajun Komisaris Agus Dwi Ananto, polisi terpaksa menembak Farlin setelah dua kali tembakan peringatan tak diacuhkan. "Bahkan tembakan pertama dan kedua yang mengenai kaki kiri tidak membuatnya menyerah," kata Agus. "Akhirnya tembakan ke sebelah kiri hingga tembus ke belakang membuatnya roboh."

Tiga peluru memang merobohkan Farlin. Luka bekas tembakan di betis sebelah kiri pun tampak ditutup perban. Tapi pria ini sempat tertawa ketika dokter Rumah Sakit Umum Daerah Bima mengeluarkan peluru dari kakinya. Farlin mengaku mencuri motor. Namun ia tak berkomentar ketika ditanya, apakah memiliki jimat hingga masih hidup, bahkan tertawa, meski tertembak tiga kali.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita tiga motor, kunci T, serta dua karung pretelan onderdil sepeda motor. Usai operasi pengeluaran peluru, Farlin ditahan di Polres Kota Bima. "Ia merupakan pemetik atau pelaku langsung pencurian kendaraan bermotor. Siapa penadahnya, kami masih mengembangkan kasus ini," kata Agus.

Kasus ini berawal dari laporan Anas Setiawan, guru honorer yang menjadi korban pencurian motor. Anas baru mengetahui motornya hilang ketika keluar dari rumah temannya . Pintu dapur yang berhadapan dengan kebun belakang sudah dalam keadaan terbuka dan motornya raib. "Dari keterangan saksi, olah TKP serta analisis modus operasi, polisi mengetahui ciri-ciri pelakunya adalah Farlin," ujar Agus.


http://www.tempo.co/read/news/2013/07/19/058497939/Tiga-Kali-Tertembak-Maling-Motor-Ini-Tertawa

Sunday, 14 July 2013

Judi Sabung Ayam, 3 Warga Ditembak Polisi di Dompu, Nusa Tenggara Barat

Nissan X-Trail Hajar Pohon, Tiga Orang Tewas

  • Penulis :
  • Kontributor Bali, Muhammad Hasanudin
  • Sabtu, 13 Juli 2013 | 12:37 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Sebuah mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi L 144 NK yang ditumpangi lima pegawai di lingkungan Pemkab Karangasem menabrak pohon di Jalan by passIda Bagus Mantra, timur SPBU Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Jumat (12/7/2013) malam. Mobil tersebut kemudian masuk ke pematang sawah. 

"Mobil melaju dari arah barat, menuju Karangasem," ujar Kasatlantas Polres Klungkung AKP Slamet Hs.

Kecelakaan ini mengakibatkan tiga penumpang tewas dan dua lainnya terluka parah. Penumpang tewas termasuk pengemudi mobil naas tersebut, yakni Kadek Krisna Harta. Kadek mengalami luka di kepala bagian depan, kedua telinga, hidung mengeluarkan darah, dan luka pada lutut kanan kiri.

Dua penumpang lainnya, I Gusti Bagus Oka dan I Wayan Karni, juga tewas. I Gusti Bagus Oka mengalami luka pada dagu dan pipi kanan serta memar di dada, sedangkan I Wayan Karni, PNS di lingkungan Dinas PU, tewas dengan luka di kepala bagian depan dan hidung serta telinga mengeluarkan darah.

Diduga mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan lepas kendali saat akan menyalip kendaran lain. Tabrakan yang cukup hebat tersebut mengakibatkan pohon sebesar pelukan orang dewasa tercabut dari akarnya dan mobil terlempar hingga 25 meter.

Editor : Farid Assifa

http://regional.kompas.com/read/2013/07/13/1237322/Nissan.X-Trail.Hajar.Pohon.Tiga.Orang.Tewas


Pelaku Curas Ditembak, Dua Kantor Polisi di Musirawas Dibakar

Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)


MUSIRAWAS
 - Warga membakar Mapolsek Rawas Ulu dan Mapolsek Sementara Rupit, Musirawas, Sumatera Selatan, menyusul tewasnya seorang pelaku pencurian akibat ditembak polisi. Aksi massa itu membuat kondisi di Rupit mencekam. 


Selain itu, massa juga memblokir Jalinsum dengan cara membakar ban di tengah jalan. Hingga rabu (3/7/2013) dini hari arus lalu lintas lumpuh. 

Pengamanan hanya dilakukan personel TNI AD karena saat kejadian fungsi Kepolisian belum berjalan. Personel TNI yang diterjunkan ke lokasi sebanyak dua kompi berjumlah 200 orang dari Kodim 142 dan Kodim 141. 

Aksi massa itu sebagai buntut tewasnya Heri (19) warga Karanganyar, menjadi target operasi Polres Musirawas. Heri dikenal sebagai pelaku curas 

di daerah Rupit dan meresahkan warga. Penembakan terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur.

(Era Neizma Wedya/Sindo TV/tbn)

http://news.okezone.com/read/2013/07/03/340/831081/pelaku-curas-ditembak-dua-kantor-polisi-di-musirawas-dibakar

Jambret Spesialis Angkot di Surabaya Roboh Ditembak Polisi


Jumat, 5 Juli 2013 01:16 WIB
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Dominach Amin (39) warga Jalan Pesapen Barat, Surabaya, jambret yang kerap beraksi di atas angkot terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur dan sempat melawan saat hendak diamankan, Kamis (4/7/2013).
"Dia melawan, jadi terpaksa ditembak," ujar Kanit Reskrim Polsek Simokerto AKP M Yasin, Kamis (4/7/2013).
Diceritakan, tersangka sudah tiga kali menjambret di angkot dan yang diincar rata-rata perempuan. Termasuk pada aksi terahirnya, dia merampas tas milik Laila Faiza Ba'asyin (50) warga Jl KertopatenSurabaya di dalam angkot jurusan Kapas Krampung - Semampir.
Di dalam angkot, korban sedang sendirian. Melihat itu, pelaku langsung naik. Di dalam, ia lantas membuka jaketnya, kemudian dibekapkan ke kepala korban. Bahkan pelaku mengunakan pisau lipat untuk mengancam korban.
Merasa ketakutan, korban kemudian menyerahkan tas berisi Rp 4,5 juta yang dibawanya. Namun ketika keluar dari angkot, korban berteriak keras meminta tolong. Sejumlah warga pun berusaha menangkapnya. Termasuk seorang anggota polisi yang sedang berada di dekat lokasi.
"Ternyata pelaku berusaha kabur. Dia sempat diberi tembakan peringatan, masih tetap kabur. Bahkan ketika akan diamankan, dia berusaha melawan. Terpaksa ditembak," sambung Yasin.
Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku selalu sendirian saat beraksi. Dan penjambretan kali ini merupakan aksi ketiga yang dilakoni. Dua aksi sebelumnya, dia selalu aman.
"Saya terbelit banyak utang. Termasuk istri saya juga punya utang banyak. Makanya sampai nekat seperti ini," jawabnya di sela menjalani pemeriksaan di Polsek Simokerto.(M Taufik)

http://www.tribunnews.com/regional/2013/07/05/jambret-spesialis-angkot-di-surabaya-roboh-ditembak-polisi

Residivis Curat Ditembak Mati


Jum'at, 5 Juli 2013 04:45 wib
SURABAYA - Sepak terjang Abdul Wahid alias Bahet, pelaku curanmor yang ditembak mati Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, ternyata luar biasa. Pelaku berusia 30 tahun ini, sudah delapan belas kali mencuri mobil dan sudah enam kali masuk penjara atas kasus curanmor dan curas.

Inilah barang bukti yang berhasil disita dari pelaku Abdul Wahid, pelaku spesialis l300 yang ditembak mati Anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Diantaranya, satu pisau berukuran sekitar 30 centimeter (cm), satu set kunci t, tiga unit handphone, satu unit sepeda motor Yamaha Mio dan satu unit mobil l 300 nopol L 8043 SI.

Selain menyita barang bukti milik Abdul Wahid, polisi juga menangkap Sunarto (21), komplotan Abdul Wahid. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku asal Sidorame Surabaya ini.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, mengatakan dalam aksinya, pelaku Abdul Wahid dan Sunarto ini bersama tiga pelaku lain yang masih buron. Komplotan ini selalu mencari sasaran mobil l 300, baik di Surabaya maupun di luar kota. Dengan menggunakan kunci T, komplotan Abdul Wahid ini sudah 18 kali mencuri, enam di Sidoarjo dan Gresik, sisanya di Surabaya.

Dari catatan di kepolisian, sepak terjang Abdul Wahid di dunia kriminalitas ini luar biasa. Wahid sudah enam kali keluar masuk penjara, diantaranya ditangkap Polsek Genteng, Polsek Gubeng, dan Polsek Pabean cantikan atas kasus penjambretan. Wahid juga pernah ditangkap Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim atas kasus pencurian.


http://surabaya.okezone.com/read/2013/07/05/519/832255/residivis-curat-ditembak-mati

Polisi Bekuk 5 Perampok 6 Kg Emas di Kampar, 3 Ditembak

Rabu, 10 Juli 2013 16:42 wib
Banda Haruddin Tanjung - Okezone

PEKANBARU - Polisi menangkap lima perampok enam toko emas di Kabupaten Kampar, Riau dengan berat enam kilogram. Tiga pelaku ditembak di bagian kaki lantaran melawan saat akan ditangkap.

Setelah lebih sebulan melakukan perburuan, petugas Polres Kampar menangkap kelima pelaku dari lokasi berbeda-beda. Tersangka pertama berinisial JK, ditangkap di Provinsi Jambi. Dari penangkapan tersebut, petugas menangkap empat orang lainnya, termasuk seorang wanita.

"Keempat kawanan yang diamankan itu ditangkap di daerah Jakarta dan Pekanbaru. Mereka berinisial TI, IP, MD, serta seorang wanita WY," ujar Kapolres Kampar, AKBP Auliansyah kepada Okezone, Rabu (10/7/2013).

Bersama para pelaku, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis pistol dan 50 amunisi sebagai barang bukti. Polisi masih memburu seorang lagi yang diduga sebagai penembakan seorang warga saat beraksi pada 2 Juni lalu.

"Mereka ini pemain lama, dan saat beraksi menggunakan helm. Masih ada empat orang lagi yang kami periksa, dan keterangan  mereka masih ada delapan pucuk senjati api lagi," paparnya.

Seperti diketahui, kawanan perampok tersebut menyantroni enam toko emas di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.Seorang warga tewas setelah ditembus dua peluru yang dimuntahkan pelaku. Saat kejadian, korban yang diketahui bernama Misromi berada di lokasi kejadian.

(ris)


http://news.okezone.com/read/2013/07/10/340/834917/polisi-bekuk-5-perampok-6-kg-emas-di-kampar-3-ditembak

Coba Kabur, Residivis "Keprok" Kaca Mobil di Bali Ditembak Polisi


DENPASAR, KOMPAS.com — MNF (41), seorang residivis pencurian dengan modus keprok(memecah) kaca mobil, ditembak aparat Polsek Denpasar Selatan karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka akhirnya dibekuk di rumah kosnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar.

"Tersangka kami tangkap karena aksinya terhadap sembilan korban di delapan tempat," ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Ikram Arrasyid di kantornya. Pelaku merupakan residivis kambuhan yang telah beraksi sejak tahun 1995 silam.

Saat beraksi, keahlian tersangka tidak hanya memecah kaca mobil, tetapi juga piawai dalam mencongkel pintu mobil menggunakan kunci T. Tersangka hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk membuka pintu mobil dan menguras barang di dalamnya.

Menurut pengakuan tersangka, ia beraksi bersama temannya yang masih buron. Peran tersangka sebagai eksekutor sementara rekannya sebagai pengawas TKP dan penjual barang curian. "Hasilnya kami bagi rata, sedangkan yang bertugas menjual itu S," ujar tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 juncto 65 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Farid Assifahttp://regional.kompas.com/read/2013/07/10/2208227/Coba.Kabur.Residivis.Keprok.Kaca.Mobil.di.Bali.Ditembak.Polisi.

PENJAMBRETAN : Polisi Tangkap 4 Pelaku Curas, Satu Ditembak

Jumat, 12 Juli 2013 14:56 WIB | Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS | Dilihat: 317

Solopos.com, SUKOHARJO--Empat tersangka penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Solo-Jogjakarta tepatnya di Dukuh Klewer, Desa Sraten, Kecamatan Gatak, Sukoharjo berhasil dibekuk polisi. Salah satu dari mereka adalah residivis, Feris Sanjaya, 38, warga Donukusuman, Solo ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.
Tiga tersangka lainnya adalah, Debyan Setia Kusuma, 20, warga Jebres, Solo Suwanto Hayuningtyas alias Torong, 26, warga Gandekan, Jebres, Solo, dan Suryanto alias Gundul, 27, warga Pasar Kliwon, Solo.  Tersangka Feris dan Suwanto alias Torong merupakan residivis. Tersangka Suwanto pernah masuk penjara selama empat bulan pada 2011 dan tersangka Feris telah dua kali masuk penjara dalam kasus berbeda pada 1995 dan 2012.
Keempat tersangka dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Penegasan itu disampaikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari didampingi Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Andis Arfan Tofani saat ekspose di Ruang Panjura, Mapolres Sukoharjo, Jumat (12/7/2013). “Keempat tersangka memiliki peran sendiri-sendiri. Modusnya, pelaku membuntuti korban.”
Tersangka Debi, ujar Kapolres berperan sebagai joki atau memboncengkan eksekutor atau tersangka Feris. “Tersangka Torong yang menjual barang hasil penjambretan dan tersangka Gundul yang mengenalkan tersangka Debi kepada tersangka Feris. Selain menahan keempat tersangka, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa sebuah HP, dua helm dan sepeda sepeda motor bernopol D 4597 DB.”
Kasat Reskrim AKP Andis menambahkan, keempat tersangka menjambret tas milik Sri Suparmi, 35, seorang bidan warga Krapyak, Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Menurutnya, kejadian berlangsung 27 Juni dan korban meninggal tiga hari kemudian setelah dirawat di RS Yarsis, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
“Kejadian sekitar pukul 13.40 WIB, saat korban pulang dari kerja. Waktu itu korban mengendarai sepeda motor bernopol AD 2884 MT melintas Jalan Raya Jogjakarta-Solo tepatnya di daerah Sraten, Gatak, Sukoharjo didekati kedua pelaku yang merampas tas milik korban.”
Diceritakannya, korban berusaha mempertahankan tas dan terjadi tarik-menarik yang menyebabkan korban terjatuh. Sementara itu tersangka Feris mengaku ditembak petugas karena ingin melarikan diri. “Saya dua kali masuk penjara. Pada 1995 menjalani kurungan penjara 2,5 bulan dan 2010 mendekam di penjara lagi selama delapan bulan karena mencuri.”
http://www.solopos.com/2013/07/12/penjambretan-polisi-tangkap-4-pelaku-curas-satu-ditembak-424994

Tak Napi yang Tewas Ditembak Polisi

nasional - Jumat, 12 Juli 2013 | 22:09 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Polda Sumatera Utara menegaskan tidak ada narapidana yang tewas tertembak dalam peristiwa kerusuhan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Tanjung Gusta, Medan pada Kamis (11/7/2013) kemarin.

"Narapidana yang tewas terbakar ada, ditembak tidak ada," Kombes Pol. Iwan Hari Sugiarto, Kabiro Operasi Polda Sumatera Utara, Jumat (12/7/2013).

Hal ini menegaskan adanya informasi seorang napi yang tewas tertembak saat berusaha melarikan diri ketika si jago merah melahap bangunan LP Tanjung Gusta.

Seperti yang disampaikan seorang perwakilan napi LP Klas I Tanjung Gusta, Marwan alias Wakgeng yang mengaku mendapatkan informasi jika teman satu selnya menjadi korban peluru panas saat melarikan diri. Hal itu dikatakan saat berdialog dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsudin di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas A Medan.

"Saya mendapat informasi ada teman saya yang ditembak mati. Tolong jasadnya dikembalikan," katanya.

Selain itu, napi kasus perampokan bank CIMB Niaga yang juga dituduh terlibat aksi terorisme pun berharap rekan-rekannya yang melarikan diri dari LP Tanjung Gusta agar diperlakukan dengan manusiawi ketika tertangkap.

"Tolong jangan dianiaya karena akan menjadi pemicu nantinya," harapnya. [ANT]


http://www.poskotanews.com/2013/07/12/tak-napi-yang-tewas-ditembak-polisi/

Monday, 8 July 2013

Heri Ditembak Polisi, Polsek Rupit Kembali Dibakar Massa


Rabu, 3 Juli 2013 08:17 WIB

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Yohanes Trinugroho

TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Polsek Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit kembali dibakar massa. Pembakaran tersebut diduga karena adanya penembakan hingga tewas terhadap Erlika alias Heri (19) yang dilakukan anggota kepolisian terhadap seorang warga Desa Karang Ayar Kecamatan Rupit, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (2/7/2013).

Informasi yang dihimpun Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network), Heri diduga merupakan anggota komplotan bandit jalinsum yang sering meresahkan warga. Sebelumnya terjadi baku tembak antara pelaku dengan petugas. Saat itu pelaku tewas dengan luka tembak dari tangan kanan tembus ke dada.

Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Chaidir melalui Kasat Reskrime, AKP Erlangga, mengakui bahwa pelaku terlibat baku tembak dengan aparat Kepolisian. Dikatakannya sebenarnya Heri bersama kakaknya Syaipul sudah lama diincar aparat. Karena banyak melakukan perampokan di Jalinsum dari Desa Karang Waru hingga Desa Lesung Batu.

"Saat anggota melakukan penggerebekan Syaipul langsung melarikan diri. Sementara Heri melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senpi rakitan sehingga ditembak oleh petugas," ungkapnya.

http://www.tribunnews.com/2013/07/03/polsek-rupit-kembali-dibakar-massa

Berniat Bekuk Curanmor, Polisi Ditembak Pelaku

JUMAT, 05 JULI 2013
Seorang polisi dari Pos Polisi Bunut Polsek Sragi, Lampung Selatan, Briptu Ratijo ditembak pelaku pencurian motor saat berniat membekuk. Briptu Ratijo jatuh tersungkur peluru panas bersarang di bagian punggung. Demikian disampaikan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi (Kabag Anef) Div Humas Mabes Polri, Kombes Rusli Hedyaman, Jumat (5/7).
Peristiwa bermula kala Ratijo mendapat informasi dari masyarakat adanya pencurian motor pada Kamis (4/7) malam. Bersama Aiptu Kusnan, keduanya berupaya menangkap. Di tengah jalan, keduanya berupaya menghadang tiga pelaku yang menggunakan tiga motor. Ratijo malah ditabrak oleh pelaku lalu menembaknya. “Saat ini sedang dilakukan perawatan di RS Adven Bandar Lampung,” ujar Rusli.
Menurut mantan Dirkrimsus Polda Jawa Barat itu, ketiga pelaku malrikan diri ke arah Lampung Timur. Kepolisian setempat pun masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku. “Sampai saat ini pelaku masih dikejar oleh Polres Lampung,” pungkasnya.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt51d6a80ac3432/berniat-bekuk-curanmor--polisi-ditembak-pelaku

Kronologi Amuk Massa dan Pembakaran Dua Mapolsek


Rabu, 3 Juli 2013 00:28 WIB
TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Markas Polsek (Mapolsek) sementara di Kecamatan Rupit, Selasa (2/7/2013) dibakar sekelompok massa sekitar pukul 16.30 WIB. Aksi pembakaran Mapolsek ini diduga dipicu tewasnya warga Desa Karanganyar Kecamatan Rupit, Herlika yang diduga pelaku kejahatan Jalinsum oleh Timsus Polres Musirawas.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi pembakaran Maspolsek Rupit bermula ketika sekelompok massa yang berjumlah sekitar 30-an orang menggunakan dua unit mobil dan motor yang diduga pihak keluarga dari warga yang tewas saat digerebek tersebuit.
Massa yang datang sekitar pukul 16.30 WIB langsung membakar Mapolsek. Melihat banyak massa yang datang dengan beringas, beberapa anggota Polsek yang ada didalam Mapolsek langsung menyelamatkan diri dan diselamatkan oleh warga sekitar.
"Kejadiannya tiba-tiba, massa yang naik dua mobil dan motor yang diduga dari arah Desa Karanganyar datang langsung membakar Polsek. Untung saja, api bisa dipadamkan oleh warga disini dengan menggunakan peralatan seadanya" kata Firdaus, Camat Rupit, kepada Sripoku.com Selasa (2/7/2013).
Menurutnya, dari info yang dia dapat, pembakaran Mapolsek Rupit itu diduga dipicu penembakan terhadap warga Desa Karanganyar yang disinyalir dilakukan oleh aparat kepolisian.
Menurut informasi yang berkembang ditengah masyarakat kata Firdaus, penembakan yang menyebabkan warga Karanganyar tersebut tewas, katanya dari info yang berkembang karena kurang tepat sasaran. Karena, target operasi (TO) yang dicari oleh polisi bukan yang itu.
Sementara Kapolres Musirawas AKBP Chaidir dikonfirmasi Sripoku.com Selasa (2/7/2013) malam di Muararupit mengatakan, penembakan terhadap Erlika (17) sudah sesuai dengan prosedur.
Dikatakannya, penggerebekan di Desa Karanganyar dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat, karena diwilayah Rupit dan sekitarnya banyak tindak kejahatan curas. Dari hasil inventarisir kasus, tersangka yang tewas telah sepuluh kali melakukan tindak kejahatan. 
Kelompok pelaku diidentifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan. Menurut Kapolres, TO ada beberapa orang, salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak).
"Ya, kami telah bentuk timsus untuk penegakan hukum, kita sudah identifikasi pelaku curas, salah satunya adalah kakak bertadik, atas nama SP dan Er. Kita lakukan penggerebekan, di Desa Karanganyar tapi pelaku melawan dengan senpi rakitan, kita tembak peringatan melawan, maka dilumpuhkan dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka SP, kabur" kata
Kapolres.
Tapi lanjut Kapolres, kejadian itu dipelintir oleh kelompok tersangka bahwa polisi melakukan salah tangkap dan salah tembak. Sehingga menimbilkan gejolak ditengah masyarakat dan memancing sekelompok masyarakat membakar Polsek Rupit yang merupakan Polsek sementara. Kejadian tak hanya berhenti disitu, massa juga membakar Polsek Rawasulu.
"Berimbas juga ke Polsek Rawasulu dan sekarang ada aksi pemblokiran jalan di Jalinsum Desa Karanganyar. Kita lakukan pengamanan, kita juga  minta bantuan TNI, Brimob dan kordinasi dengan Polda Jambi untuk amankan sekitar Rawasulu, kita cegah supaya tidak ada konflik horizontal antara masyarakat Karanganyar dan Rupit, penembakan sudah sesuai prosedur, pelaku inventarisir sepuluh kasus, kelompok pelaku kita identifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan, TO kita ada beberapa salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak),"ujar Kapolres.
Komentar Amrullah, paman dari Erlika (17), warga Karanganyar yang tewas ditembak mati oleh polisi, karena diduga bandit jalinsum mengatakan, Bohong kalau ada LP, dia libur sekolah dan tidak ada kerjaan maka nyadap karet supaya ada penghasilan saat liburan. Saat menyadap karet inilah digerebek polisi.
"Dia itu (Erlika-red) masih sekolah di SMA Rupit pak, kalau syaiful kakaknya okelah, kalau herlika itu, dia anak lugu, tidak masuk akal dia penjahat apalagi harus ditembak mati" kata Amrullah.(Ahmad Fahrozi)

http://www.tribunnews.com/2013/07/03/kronologi-amuk-massa-dan-pembakaran-dua-mapolsek