Wednesday, 8 August 2012
Pembunuh TNI Tewas Ditembak Polisi
Thursday, 26 January 2012
Warga Ditembak Mati, Massa Bakar Mapolsek di Tulangbawang
“Dua anggota yakni Briptu Iwan dan Briptu Uji Prasetiyo berhasil menangkap salah seorang begal bernama Hamdani. Sedangkan dua temannya Doni dan Kiki berhasil kabur,” katanya.
Pada Rabu (25/01), sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka Hamdani dikabarkan tewas ditembak. Mendengar informasi ini, keluarga dan kerabat mendatangi Polsek Gedung Aji lalu membakar Polsek.
“Jumlah anggota yang sedang piket dengan jumlah warga yang datang lebih banyak, membuat anggota lebih memilih mundur dari Polsek daripada harus bentrok dengan warga," ujar Sulis. [mus]
Friday, 20 January 2012
Penembak Made dalam Kasus Mesuji Terungkap
Penembak Made dalam Kasus Mesuji Terungkap
Sulistyo kini bertugas di Sekolah Pimpinan Kepolisian RI. Ketika tragedi ini terjadi, pejabat Kepala Polda Lampung ini sekaligus sebagai ketua tim terpadu perlindungan hutan Lampung. Sulistyo membantah tudingan polisi merekayasa laporan kematian Made Aste, 40 tahun, pada penertiban di Kawasan Pelita Jaya, Register 45, Mesuji, 6 November 2010.
Dia menyayangkan beredarnya rekaman video kasus ini. Sebab, kata Sulistyo, kesahihan rekaman masih simpang-siur. Menurut dia, isi video yang menggambarkan aksi anggota tim terpadu penertiban hutan di kawasan ini masih harus didalami. "Semuanya masih opini dan simpang-siur. Lebih jelasnya, silakan tanya Kapolda Lampung," kata Sulistyo.
Tempo belum mendapat konfirmasi dari Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Jodie Rooseto, yang saat ini mengikuti Rapat Pimpinan Nasional TNI-Polri di Jakarta. Pesan pendek yang dikirim Tempo belum dibalas. Telepon dan pesan pendek yang dikirim ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Sulistyaningsih juga belum berbalas.
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan Polri masih dalam proses penyelidikan atas kasus tersebut. Ia juga menyatakan saat ini pemeriksaan sedang dilakukan di Polda Lampung. "AKBP Priyo sedang diperiksa di Lampung, pemeriksaan dilakukan di wilayah, tidak di Mabes Polri," katanya. Priyo adalah Kepala Kepolisian Resor Mesuji, atasan Septiawan ketika terjadi insiden itu.
Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengungkapkan, Made Aste tidak membawa senjata saat ditembak polisi. Adapun polisi menyatakan Made Aste ditembak karena menyerang petugas dengan senjata tajam. "Foto kematian Made yang kami sebar juga tidak memperlihatkan dia membawa senjata," ujar Komisioner Komnas Jhony Simanjuntak, yang memimpin rombongan tiga hari setelah penembakan pada 6 November 2010 itu.
Menanggapi temuan Tim Gabungan pimpinan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam menganggap temuan itu hasil kerja tim yang tidak profesional dan independen. Tim itu justru telah menambah masalah baru untuk Lampung, karena seolah menjadi justifikasi bagi warga untuk datang dan merambah kawasan Register 45. "Jangan cuma omong besar, mampu-tidak mengeluarkan mereka (perambah)," katanya melalui pesan pendek kepada Tempo kemarin.
Pernyataan Gubernur Sjahroedin membuat heran anggota tim, Tisnanta. Ia menyatakan pengungkapan kematian Made Aste dan penanganan perambah adalah dua hal yang berbeda.
NUROCHMAN ARRAZIE | IRA GUSLINA | FRANSISCO ROSARIANS | SUNUDYANTORO
Wednesday, 7 December 2011
Kawanan Langganan Rumah Kosong, Dibekuk Polresta Bandar Lampung
Tuesday, 29 November 2011
Pencuri Sepeda Motor Ditembak Polisi
27/11/2011 20:51 | Pencurian
Saat digerebek, Salim dan Syukur sedang berkumpul bersama lima kawannya. Sementara kelima kawannya kabur, Salim dan Syukur terus melakukan perlawanan. “Kelompok Salim dan Syukur sedikitnya sudah beraksi di sepuluh lokasi di wilayah Bandar Lampung,” kata Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Budi Wibowo.
Dari tempat kejadian, polisi menyita satu pucuk senjata api otomastis jenis revolver beserta lima butir peluru, kunci leter T, senjata tajam jenis badik, serta tiga unit sepeda motor hasil kejahatan para tersangka.(SHA)
Monday, 28 November 2011
Dua Begal Motor Mati Dibedil Polisi
Friday, 25 November 2011
Pelaku Pembegalan Motor Tewas Didor Polisi
Jumat, 25/11/2011, 15:27 WIB
Aparat Polresta Bandarlampung menembak mati dua dari tiga begal (pelaku perampasan dengan kekerasan) sepeda motor yang beraksi di kota itu, Jumat dini hari, karena ketika hendak ditangkap menembaki polisi.
Wakapolresta Bandarlampung, AKBP Budi Wibowo, di Bandarlampung, Jumat (25/11/2011), mengatakan, kedua pelaku begal yang tewas ditembak itu masing-masing bernama Salim (20) dan Sukur (26), keduanya warga Lampung Timur.
Keduanya ditembak beberapa jam usai beraksi melakukan pencurian motor di rumah Antoni Yusaili (44) di Jalan Pahlawan, Surabaya, Kedaton, Bandarlampung.
Menurut Wakapolresta Bandarlampung itu, keduanya melakukan pencurian bersama satu rekannya IB yang saat ini masih buron.
Peristiwa pembegalan tersebut berlangsung saat Antoni hendak ke luar membeli rokok di warung.
Korban ke luar rumah hendak membeli rokok sekitar pukul 01.00 WIB dan baru 10 meter berjalan, dia dihadang dan ditodong pistol dan pisau oleh kedua pelaku.
Karena takut, kata dia, korban merelakan motor Honda Supra X 125 Hitam bernomor polisi BE 3667 YQ yang dikendarainya dibawa kabur para tersangka.
Usai pembegalan, korban langsung melapor polisi dan petugas unit ranmor polresta kemudian melakukan pengejaran begitu mendapatkan laporan.
"Tersangka dan polisi kejar-kejaran, saat di Jalan Yos Sudarso dua pelaku melawan dan mengeluarkan tembakan dengan senjata api jenis revolver ke arah petugas, untungnya keduanya bisa dilumpuhkan dan tewas di tempat setelah terkena peluru petugas," kata dia.
Dari aksi kejahatan tersebut, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor, dua milik pelaku dan satu milik korban.
Dua motor milik pelaku yang disita polisi adalah Suzuki Satria 150 GU Putih, Nomor Polisi B 6363 CCQ dan Honda Beat Biru Nomor Polisi BE 6905 PQ, plus satu senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir amunisi yang mereka gunakan untuk beraksi.
"Kami juga mengamankan satu bilah pisau, dua kunci letter T satu handphone Nokia, dua buah kunci cadangan, serta satu dompet milik tersangka Sukur," kata dia.
Budi menambahkan, modus pencurian motor yang dilakukan Salim dan rekannya termasuk berani, dengan cara mencari sasaran pengemudi motor yang sedang berada di jalan atau motor yang terparkir di dalam rumah maupun tempat umum, kemudian mereka merampas dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam ke arah korban.
Jika sepeda motor berada di parkiran, mereka merusak kunci stang menggunakan kunci leter "T", dan setelah berhasil kendaraan hasil curian kemudian dibawa ke Lampung Timur. (Aef/An)
http://www.berita8.com/read/2011/11/25/2/50231/Pelaku-Pembegalan-Motor-Tewas-Didor-Polisi
Thursday, 17 November 2011
Korban Penembakan di Lampung belum Mendapat Bantuan
Metrotvnews.com, Lampung: Korban penembakan membabi buta aparat keamanan di Lampung, hingga kini masih dirawat di rumah sakit. Korban mengaku belum mendapat bantuan biaya perawatan.
Salah satu korban luka, Muslim, masih terbaring lemah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung. Kaki kanannya berlubang, akibat tertembus peluru dari senjata laras panjang milik aparat. Korban sering tidak sadarkan diri karena menahan rasa sakit.
Muslim mengaku saat ditembak aparat, dirinya sedang berupaya menolong pamannya yang juga tertembak di bagian kepala, dan diseret aparat keamanan ke dalam mobil. Polisi yang kalap kemudian menembak kaki korban dari jarak dekat, tanpa memberi tembakan peringatan.
Selain Muslim korban yang masih dirawat adalah Rubin (18). Sementara empat korban lainnya menjalani rawat jalan.
Bentrok antara petani dan aparat keamanan pada Kamis pekan lalu, menewaskan satu orang dan melukai enam orang lainnya. Bentrokan dipicu perebutan lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mesuji, Lampung, PT Barat Selatan Makmur.(DNI)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/11/17/139958/Korban-Penembakan-di-Lampung-belum-Mendapat-Bantuan/6
Thursday, 11 August 2011
Polisi Ringkus Gembong Sabu di Lampung
Gembong narkoba ini terpaksa ditembak di kakiya karena memberontak dan hendak kabur saat ditangkap.
Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, gembong narkoba yang ditangkap Direktorat Narkoba Polda Lampung merupakan buronan yang sudah lama menjadi target operasi kepolisian.
Menurut Sulis, Ismail merupakan wiraswasta yang tinggal di Desa Negara Batin RT07 RW 7, Kabupaten Lampung Timur. Tersangka ditangkap saat sedang berjalan kaki di Simpang Kemuning, Kabupaten Lampung Timur.
"Saat mau ditangkap tersangka berontak dan sempat mau kabur, sehingga anggota melepaskan tembakan ke arah kaki kanannya," ujar Sulis.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan delapan paket sabu, dua butir ekstasi, satu pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, enam butir peluru aktif, satu pucuk senapan angin, satu bilah golok yang disita oleh anggota dari rumah tersangka. [mor]
http://nasional.inilah.com/read/detail/1764011/polisi-ringkus-gembong-sabu-di-lampung
