Showing posts with label bandarlampung. Show all posts
Showing posts with label bandarlampung. Show all posts

Wednesday, 8 August 2012

Pembunuh TNI Tewas Ditembak Polisi


KRIMINAL
Rabu, 08 Agustus 2012 , 05:26:00

BANDARLAMPUNG – Enam bulan menjadi buruan polisi, Jumadi (31), salah seorang pelaku pembunuhan Kopral Sunoto, anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/Bandarlampung, Februari silam, akhirnya meregang nyawa.

Dia tewas setelah sebutir peluru tim gabungan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan Pencurian Sepeda Motor (Ranmor) Polresta Bandarlampung menembus pinggang kirinya.

Warga Desa Sumber Sareat, Abung Barat, Lampung Utara, ini dilumpuhkan setelah melawan petugas dengan mengacungkan senjata api dan senjata tajam saat digerebek di kediamannya pukul 18.00 WIB Selasa (7/8).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu motor Suzuki warna hitam dengan nomor polisi BE 5049 Y, dua pucuk senjata api rakitan, dan amunisi. Petugas juga mengamannkan pisau yang digunakan pelaku saat membunuh korban. 

’’Saat ini, polisi masih mengejar lima rekan pelaku yang telah diketahui identitasnya,’’ kata Kapolresta Bandarlampung Kombespol Nurochman tadi malam.

Sementara, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel CZI Amalsyah Tarmizi ikut menyaksikan mayat pelaku di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). ’’Kami sangat mengapresiasi jajaran kepolisian, khususnya Polresta Bandarlampung, yang telah berhasil menangkap pelaku sekaligus gembong pembegalan yang telah menewaskan anggota saya,’’ katanya.

Diketahui, Sunoto, anggota Kodim 0410/Bandarlampung, tewas akibat luka tusuk di dada kanan setelah dibegal saat melintas di Jalan Pagar Alam Gang PU, Kedaton, Bandarlampung, pukul 05.30 WIB Kamis (16/2) silam. Korban yang berpangkat kopral itu juga kehilangan satu unit sepeda motor Suzuki Smash BE 5049 Y yang dibawa kabur pelaku yang berjumlah sekitar enam orang.

Pembegalan itu terjadi saat korban berangkat menuju Markas Kodim 0410 di Cimeng, Tanjungkarang Barat (TkB), dengan menggunakan motor Suzuki Smash.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), enam pelaku yang menggunakan tiga unit sepeda motor dan berboncengan memepet korban. Tanpa ba bi bu, salah satu pelaku langsung menusukkan pisau ke bagian dada. Korban terjatuh. Pelaku pun langsung membawa kabur sepeda motornya. (nur/c1/ary)

http://www.jpnn.com/berita.detail-136192

Thursday, 26 January 2012

Warga Ditembak Mati, Massa Bakar Mapolsek di Tulangbawang


Ilustrasi Pembakaran
Bandarlampung, Seruu.com - Aksi massa kembali terjadi di Lampung. Sekitar 30 orang warga Kampung Penawar Kecamatan Gedung Aji, Tulangbawang merusak dan membakar Mapolsek Gedung Aji, sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (25/01/12) pagi.
Menurut informasi yang berhasil kami himpun aksi pembakaran itu dipicu penembakan terhadap Doni, salah satu warga Kampung Penawar oleh anggota Polsek Gedung Aji. Penembakan yang membuat Doni tewas itu terjadi pada Senin (23/01/12) malam lalu, di areal perkebunan sawit di daerah setempat.
Namun berdasarkan versi Polisi, korban yang malam itu berboncengan mengendarai kendaraan bermotor bersama dua orang temannya hendak melakukan aksi kejahatan.
Menurut Kabidhumas Polda Lampung, AKBP  Dra Sulistiyaningsih, sebelumnya anggota Polsek mendapatkan informasi bahwa di wilayah Gedung Aji, tepatnya di Jl Pertamina  Kebun Kelapa Sawit PT SIP Tulangbawang, seringkali terjadi pembegalan.

“Dua anggota yakni Briptu Iwan dan Briptu Uji Prasetiyo berhasil menangkap salah seorang begal bernama  Hamdani. Sedangkan dua  temannya Doni dan Kiki berhasil kabur,”  katanya.

Pada Rabu (25/01), sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka Hamdani dikabarkan tewas ditembak. Mendengar informasi ini, keluarga dan kerabat mendatangi Polsek Gedung Aji lalu membakar Polsek.

“Jumlah anggota yang sedang piket dengan jumlah warga yang datang lebih banyak, membuat anggota lebih memilih mundur dari Polsek daripada harus bentrok dengan warga," ujar Sulis. [mus]

http://www.seruu.com/kota/regional/artikel/warga-ditembak-mati-massa-bakar-mapolsek-tulangbawang?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Friday, 20 January 2012

Penembak Made dalam Kasus Mesuji Terungkap


foto
Video tayangan korban Mesuji hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta. Tampak korban meninggal sudah memegang parang. Padahal di tayangan sebelumnya korban ini memegang parang. (Dok. Tempo)





Penembak Made dalam Kasus Mesuji Terungkap


TEMPO.CO Bandar Lampung:- Mantan Kepala Kepolisian Daerah Lampung Inspektur Jenderal Sulistyo Ishak menyatakan pelaku penembakan yang mengakibatkan kematian Made Aste di kawasan Register 45, Mesuji, Lampung, adalah Brigadir Satu Septiawan. Pemeriksaan terhadap Septiawan, kata dia, sudah dilakukan. "Made Aste tewas ditembak Brigadir Satu Septiawan," kata Sulistyo ketika dihubungi Jumat 20 Januari 2012 kemarin.

Sulistyo kini bertugas di Sekolah Pimpinan Kepolisian RI. Ketika tragedi ini terjadi, pejabat Kepala Polda Lampung ini sekaligus sebagai ketua tim terpadu perlindungan hutan Lampung. Sulistyo membantah tudingan polisi merekayasa laporan kematian Made Aste, 40 tahun, pada penertiban di Kawasan Pelita Jaya, Register 45, Mesuji, 6 November 2010.

Dia menyayangkan beredarnya rekaman video kasus ini. Sebab, kata Sulistyo, kesahihan rekaman masih simpang-siur. Menurut dia, isi video yang menggambarkan aksi anggota tim terpadu penertiban hutan di kawasan ini masih harus didalami. "Semuanya masih opini dan simpang-siur. Lebih jelasnya, silakan tanya Kapolda Lampung," kata Sulistyo.

Tempo belum mendapat konfirmasi dari Kepala Polda Lampung Brigadir Jenderal Jodie Rooseto, yang saat ini mengikuti Rapat Pimpinan Nasional TNI-Polri di Jakarta. Pesan pendek yang dikirim Tempo belum dibalas. Telepon dan pesan pendek yang dikirim ke Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Sulistyaningsih juga belum berbalas.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan Polri masih dalam proses penyelidikan atas kasus tersebut. Ia juga menyatakan saat ini pemeriksaan sedang dilakukan di Polda Lampung. "AKBP Priyo sedang diperiksa di Lampung, pemeriksaan dilakukan di wilayah, tidak di Mabes Polri," katanya. Priyo adalah Kepala Kepolisian Resor Mesuji, atasan Septiawan ketika terjadi insiden itu.

Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengungkapkan, Made Aste tidak membawa senjata saat ditembak polisi. Adapun polisi menyatakan Made Aste ditembak karena menyerang petugas dengan senjata tajam. "Foto kematian Made yang kami sebar juga tidak memperlihatkan dia membawa senjata," ujar Komisioner Komnas Jhony Simanjuntak, yang memimpin rombongan tiga hari setelah penembakan pada 6 November 2010 itu.

Menanggapi temuan Tim Gabungan pimpinan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Pagaralam menganggap temuan itu hasil kerja tim yang tidak profesional dan independen. Tim itu justru telah menambah masalah baru untuk Lampung, karena seolah menjadi justifikasi bagi warga untuk datang dan merambah kawasan Register 45. "Jangan cuma omong besar, mampu-tidak mengeluarkan mereka (perambah)," katanya melalui pesan pendek kepada Tempo kemarin.

Pernyataan Gubernur Sjahroedin membuat heran anggota tim, Tisnanta. Ia menyatakan pengungkapan kematian Made Aste dan penanganan perambah adalah dua hal yang berbeda.

NUROCHMAN ARRAZIE | IRA GUSLINA | FRANSISCO ROSARIANS | SUNUDYANTORO

http://www.tempo.co/read/news/2012/01/21/063378772/Penembak-Made-dalam-Kasus-Mesuji-Terungkap

Wednesday, 7 December 2011

Kawanan Langganan Rumah Kosong, Dibekuk Polresta Bandar Lampung


Selasa, 6 Desember 2011 - 16:42 WIB


LAMPUNG (Pos Kota) – Malang melintang mencuri di rumah kosong akhirnya Misron Cs harus mendekam di penjara dengan luka tembak di kaki kanan  bersama 3 rekannya saat mencoba kabur dari sergapan Jajaran Satuan Reskrim Polresta Bandar Lampung, pada Selasa (6/12) sekitar pukul 01.00 WIB.
Ke- 4 tersangka spesialis pencuri rumah kosong ini  Misron ,25, Deni Setiawan ,27, Mansur, 23, dan Juanda ,30, yang seluruhnya merupakan warga Desa pampang Tangguh Jaya, Sungkai Tengah, Lampung Utara.
Menurut pengakuan Misron mereka menggunakan modus pura-pura bertamu jika rumah dalam kedaan kosong malamnya langsung dibongkar dan seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut diambil tapi jika pemilik rumah ada mereka pura-pura menawarkan barang dagangan.
“Kami membongkar rumah pakai linggis lalu dan mengangkut barang-barang dengan motor. Barang curian kami jual ke penadah AH yang berada di daerah Bandung, Jawa Barat,” kata Misron. AH kini masuk DPO – Daftar Pencarian Orang.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Syaiful mengatakan,” polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan lutut masing-masing karena mereka mencoba kabur saat akan ditangkap di Jl. Raden Gunawan Rajabasa, Bandarlampung,” kata Sayiful.
Terakhir aksi pencurian mereka pada  LP/B/4848-B/XII/2011/RESTA BALAM/SEK RAJABASA tertanggal 05 Desember 2011. Polisi mengamankan antara lain sebuah TV 21 inchi merek Sharp, 2 unit laptop, 2 bilah pisau, 1 buah linggis, dan 1 lembar bukti pingiriman barang yang menjadi barang bukti.
“Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP dan diancam dengan hukuman 7 tahun penjara,” lanjut Sayiful. (Koesma/dms)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/06/kawanan-langganan-rumah-kosong-dibekuk-polresta-bandar-lampung

Tuesday, 29 November 2011

Pencuri Sepeda Motor Ditembak Polisi


27/11/2011 20:51 | Pencurian
Liputan6.com, Bandar Lampung: Dua pencuri sepeda motor tewas akibat ditembus peluru polisi di kawasan tempat hiburan malam di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung, Lampung, Jumat (25/11). Sebelumnya, kedua buronan itu, Salim bin Sari dan Syukur bin Kasih, terlibat baku tembak dengan polisi.

Saat digerebek, Salim dan Syukur sedang berkumpul bersama lima kawannya. Sementara kelima kawannya kabur, Salim dan Syukur terus melakukan perlawanan. “Kelompok Salim dan Syukur sedikitnya sudah beraksi di sepuluh lokasi di wilayah Bandar Lampung,” kata Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Budi Wibowo.

Dari tempat kejadian, polisi menyita satu pucuk senjata api otomastis jenis revolver beserta lima butir peluru, kunci leter T, senjata tajam jenis badik, serta tiga unit sepeda motor hasil kejahatan para tersangka.(SHA)

http://buser.liputan6.com/read/364638/pencuri-sepeda-motor-ditembak-polisi

Monday, 28 November 2011

Dua Begal Motor Mati Dibedil Polisi

LAMPUNG (Pos Kota) – Usai membegal pengendara motor, dua warga Lampung Timur, Salim ,20, dan Sukur ,26, tewas ditembak Unit Ranmor Polresta Bandar Lampung saat berusaha kaburdari segrapan polisi. Seorang lolos dengan menceburkan diri ke sungai IB, Jumat (25/11) sekitar pukul 01.00 WIB.
Keduanya ditembak saat merampas motor Antoni Yusaili ,44, di Jalan Pahlawan, Surabaya Kedaton, Bandarlampung.
Menurut Wakapolresta Bandar Lampung, AKBP. Budi Wibowo, tewasnya kedua tersangka berawal dari perampasan yang dilakukan ketiga pelaku terhadap korban.
“Dinihari itu, korban hendak keluar rumah membeli sesuatu. Berpapasan dengan tiga tersangka. Tersangka kemudian menodongkan senjata api dan pisau ke arah wajah korban,” Ucap Budi.
Saking takutnya, korban merelakan motornya Honda Supra X 125 Hitam BE-3667-YQ dibawa kabur tersangka. Saat itu Buser Polresta Bandarlampung yang melihat langsung mengejar pelaku.
“Tersangka dan anggota Buser sempat terjadi baku tembak di Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandarlampung. Salim dan Sukur tertembak dan tewas di tempat. Sedangkan rekan IB kabur dengan cara nyemplung ke sungai di daerah Yos Sudarso,” lanjut Budi.
Dia menjelaskan, dari pelaku petugas menyita barang bukti diantaranya, dua unit sepeda motor digunakan saat beraksi, Suzuki Satria 150 GU Putih, Nomor Polisi B-6363-CCQ dan Honda Beat Biru Nomor Polisi BE-6905-PQ, satu senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir amunisi. (Koesma/b)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/25/dua-begal-motor-mati-dibedil-polisi

Friday, 25 November 2011

Pelaku Pembegalan Motor Tewas Didor Polisi


Jumat, 25/11/2011, 15:27 WIB
Aparat Polresta Bandarlampung menembak mati dua dari tiga begal (pelaku perampasan dengan kekerasan) sepeda motor yang beraksi di kota itu, Jumat dini hari, karena ketika hendak ditangkap menembaki polisi.

Wakapolresta Bandarlampung, AKBP Budi Wibowo, di Bandarlampung, Jumat (25/11/2011), mengatakan, kedua pelaku begal yang tewas ditembak itu masing-masing bernama Salim (20) dan Sukur (26), keduanya warga Lampung Timur.

Keduanya ditembak beberapa jam usai beraksi melakukan pencurian motor di rumah Antoni Yusaili (44) di Jalan Pahlawan, Surabaya, Kedaton, Bandarlampung.

Menurut Wakapolresta Bandarlampung itu, keduanya melakukan pencurian bersama satu rekannya IB yang saat ini masih buron.

Peristiwa pembegalan tersebut berlangsung saat Antoni hendak ke luar membeli rokok di warung.

Korban ke luar rumah hendak membeli rokok sekitar pukul 01.00 WIB dan baru 10 meter berjalan, dia dihadang dan ditodong pistol dan pisau oleh kedua pelaku.

Karena takut, kata dia, korban merelakan motor Honda Supra X 125 Hitam bernomor polisi BE 3667 YQ yang dikendarainya dibawa kabur para tersangka.

Usai pembegalan, korban langsung melapor polisi dan petugas unit ranmor polresta kemudian melakukan pengejaran begitu mendapatkan laporan.

"Tersangka dan polisi kejar-kejaran, saat di Jalan Yos Sudarso dua pelaku melawan dan mengeluarkan tembakan dengan senjata api jenis revolver ke arah petugas, untungnya keduanya bisa dilumpuhkan dan tewas di tempat setelah terkena peluru petugas," kata dia.

Dari aksi kejahatan tersebut, polisi mengamankan tiga unit sepeda motor, dua milik pelaku dan satu milik korban.

Dua motor milik pelaku yang disita polisi adalah Suzuki Satria 150 GU Putih, Nomor Polisi B 6363 CCQ dan Honda Beat Biru Nomor Polisi BE 6905 PQ, plus satu senjata api rakitan jenis revolver beserta lima butir amunisi yang mereka gunakan untuk beraksi.

"Kami juga mengamankan satu bilah pisau, dua kunci letter T satu handphone Nokia, dua buah kunci cadangan, serta satu dompet milik tersangka Sukur," kata dia.

Budi menambahkan, modus pencurian motor yang dilakukan Salim dan rekannya termasuk berani, dengan cara mencari sasaran pengemudi motor yang sedang berada di jalan atau motor yang terparkir di dalam rumah maupun tempat umum, kemudian mereka merampas dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam ke arah korban.

Jika sepeda motor berada di parkiran, mereka merusak kunci stang menggunakan kunci leter "T", dan setelah berhasil kendaraan hasil curian kemudian dibawa ke Lampung Timur.  (Aef/An) 



http://www.berita8.com/read/2011/11/25/2/50231/Pelaku-Pembegalan-Motor-Tewas-Didor-Polisi

Thursday, 17 November 2011

Korban Penembakan di Lampung belum Mendapat Bantuan

Nasional / Kamis, 17 November 2011 19:03 WIB 
Metrotvnews.com, Lampung: Korban penembakan membabi buta aparat keamanan di Lampung, hingga kini masih dirawat di rumah sakit. Korban mengaku belum mendapat bantuan biaya perawatan.

Salah satu korban luka, Muslim, masih terbaring lemah di RS Abdul Muluk Bandar Lampung. Kaki kanannya berlubang, akibat tertembus peluru dari senjata laras panjang milik aparat. Korban sering tidak sadarkan diri karena menahan rasa sakit.

Muslim mengaku saat ditembak aparat, dirinya sedang berupaya menolong pamannya yang juga tertembak di bagian kepala, dan diseret aparat keamanan ke dalam mobil. Polisi yang kalap kemudian menembak kaki korban dari jarak dekat, tanpa memberi tembakan peringatan.

Selain Muslim korban yang masih dirawat adalah Rubin (18). Sementara empat korban lainnya menjalani rawat jalan.

Bentrok antara petani dan aparat keamanan pada Kamis pekan lalu, menewaskan satu orang dan melukai enam orang lainnya. Bentrokan dipicu perebutan lahan antara warga dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mesuji, Lampung, PT Barat Selatan Makmur.(DNI)



http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/11/17/139958/Korban-Penembakan-di-Lampung-belum-Mendapat-Bantuan/6

Thursday, 11 August 2011

Polisi Ringkus Gembong Sabu di Lampung

Oleh: Harian Kupas Tuntas
INILAH.COM, Bandarlampung - Direktorat Narkoba Polda Lampung meringkus bos pengedar narkoba, Ismail Iskambing, 43, di jalan Simpang Kemuning Lampung Timur, Rabu (10/8) sekitar pukul 03.30 WIB.
Nasional - Kamis, 11 Agustus 2011 | 03:18 WIB


Gembong narkoba ini terpaksa ditembak di kakiya karena memberontak dan hendak kabur saat ditangkap.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih mengatakan, gembong narkoba yang ditangkap Direktorat Narkoba Polda Lampung merupakan buronan yang sudah lama menjadi target operasi kepolisian.

Menurut Sulis, Ismail merupakan wiraswasta yang tinggal di Desa Negara Batin RT07 RW 7, Kabupaten Lampung Timur. Tersangka ditangkap saat sedang berjalan kaki di Simpang Kemuning, Kabupaten Lampung Timur.

"Saat mau ditangkap tersangka berontak dan sempat mau kabur, sehingga anggota melepaskan tembakan ke arah kaki kanannya," ujar Sulis.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan delapan paket sabu, dua butir ekstasi, satu pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, enam butir peluru aktif, satu pucuk senapan angin, satu bilah golok yang disita oleh anggota dari rumah tersangka. [mor]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1764011/polisi-ringkus-gembong-sabu-di-lampung