Showing posts with label Pemerkosa. Show all posts
Showing posts with label Pemerkosa. Show all posts

Thursday, 13 June 2013

Polisi di Bali Tembak Pemerkosa Turis Australia

Rabu, 12 Juni 2013 | 14:25 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Setelah melakukan pengejaran sekitar dua bulan, aparat Polsek Kuta Utara berhasil menangkap pelaku pemerkosa dan perampok turis Australia, LK Taylor (28). J, pria asal Lombok, NTB, yang merupakan residivis kasus perampokan vila itu ditangkap wilayah Denpasar, Senin (10/6/2013) lalu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus perampokan dan pemerkosaan tersebut terjadi di Villa Damais kamar nomor 3, Jalan Bumbak Nomor 189, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (27/4/2013). Korban yang sedang tertidur didatangi pelaku dan diancam dengan pisau.
Setelah dipaksa melayani nafsu bejatnya, Taylor juga dipaksa menyerahkan barang-barang berharganya, yakni 3 Ipad, 2 ponsel Iphone, uang tunai Rp1,5 juta dan 600 dollar Australia, dengan total kerugian Rp 47,5 juta.

Saat polisi membawa tersangka ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melengkapi berkas penyelidikan, tersangka berusaha kabur. Polisi terpaksa menembaknya di bagian kaki untuk melumpuhkannya. "Iya tersangka ditembak kakinya," ujar Kepala Polsek Kuta Utara Ajun Komisaris Reinhard Nainggolan saat dihubungi, Rabu (12/6/2013).

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini dan rencananya akan menggelar konferensi pers resmi, Kamis (13/6/2013) besok.
Editor : Glori K. Wadrianto

http://regional.kompas.com/read/2013/06/12/14252656/Polisi.di.Bali.Tembak.Pemerkosa.Turis.Australia

Tuesday, 3 April 2012

Polisi Ringkus Perampok Sadis



indosiar.com, Lamongan - (Senin, 02.04.2012) Inilah Muksin, seorang perampok yang dikenal sadis dan ditakuti warga beberapa desa di Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Minggu siang ia dilumpuhkan timah panas polisi setelah lama diburu, karena aksi aksi kejahatannya selama ini. Ia ditembak kakinya karena berusaha melawan saat akan ditangkap. 


Muksin ditakuti karena dalam menjalankan aksinya terutama dengan parang yang selalu dibawanya tak sungkan melukai korbannya. Merampas kendaraan, merampok, bahkan memperkosa, seperti yang baru ia lakukan terhadap sepasang kekasih dikawasan Bulu Teratai, Kecamatan Babat, baru-baru ini. Setelah melukai sang pemuda, pacarnya kemudian diperkosa, lalu motornya dibawa kabur.  Sebilah parang yang telah banyak digunakan Muksin melukai korbannya disita polisi. Begitupun sepeda motor dan barang bukti lainnya telah disita polisi. (Safari Ranu Wijaya/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/polisi-ringkus-perampok-sadis_94209.html

Wednesday, 14 March 2012

Pelaku Perkosaan Ditembak Polisi

DIPERIKSA : Tersangka perkosaan sadis saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Bungo kemarin

MUARA BUNGO - Pelaku perkosaan sadis di Bukit Telago, Pelepa, Kabupaten Bungo 16 Februari lalu, Amin (30) akhirnya ditangkap Polisi. Ia ditangkap saat berada di rumahnya di Pelepat, sekitar pukul 14.00 WIB kemarin (13/3).

Karena berusaha melawan, tersangka yang mengaku sudah dua kali berbuat yang sama ini akhirnya dilumpuhkan dengan timah panah. Menurut pengakuan pelaku yang sudah punya istri ini, modus yang ia lakukan adalah dengan cara membuat perjanjian dengan seorang perempuan.
Dalam perundingan ini, kalau perentara ini nantinya bisa mencari perempuan untuk ia perkosa, akan mendapatkan sebotol minyak mani gajah. Minyak ini sendiri ia dapat dari seorang warga Suku Anak Dalam (SAD), yang sudah lama ia temani.
“Kalau sudah ada perempuannya, kamudian kami membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat,” kata pelaku, yang menanam benda bulat di alat kelaminnya ini.
Katanya, sebelum korbannya Bunga (18), seorang sisiwi SMK Pelepat Ilir medio Ferbuari lalu, ia juga sudah pernah berbuat yang sama pada seorang janda, sebut saja Melati (30). Untuk Bunga, ia dapatkan dari seorang lelaki yang tidak lain mantan pacar Bunga sendiri, yaitu Toton.
Lelaki yang juga sudah diamankan Polisi kemarin ini, mendapat imbalan sebotol minyak manih gajah dari pelaku. Perkosaan terhadap Bunga dilakukan selama tiga hari berturut-turut di sebuah pondok dalam hutan. Agar tidak melarikan diri, korban dirantai oleh pelaku di pondok tersebut.
“Bunga saya setubuhi sebanyak 5 kali. Sebelum saya lakukan, terlebih dahulu saya memakai minyak mani gajah itu,” kata pelaku.
Hal yang sama ia lakukan pada Melati. Perantara yang sering dipanggil Mak Etek ini, katanya, juga mendapat imbalan minyak mani gajah itu. Melati sendiri ia setubuhi sebanyak 7 kali dalam hutan itu.
“Kalau dengan Melati 7 kali, namun ada lagi 3 PSK yang saya pakai, kemudian saya bayar 300 ribu setiap kali usai,” katanya.
Sebagaimana diberitakan pada 17 Februari lalu, seorang siswi SMK di Pelepat menjadi korban pemerkosaan. Berawal pada Senin (13/02), sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu korban diantar oleh Toton, petani karet setempat yang merupakan teman pelaku dan korban.
Bunga diantar ke simpang Dusun Bukit Telago, untuk menemui pelaku. Pelaku beralasan hanya ingin bertemu, karena dikabarkan keduanya sudah terlibat hubungan asmara dulunya.
Setelah saksi pulang, korban kemudian dibawa ke dalam hutan Bukit Telago. “Yang jelas dalam laporannya, korban mengatakan dibawa ke dalam kebun karet itu,” kata Harbunas waktu itu.
Niat bejat pelaku yang sudah direncanakan ini, kemudian berlanjut dengan diikatnya kaki dan tangan korban dengan menggunakan rantai. Dalam keadaan terikat inilah, korban kemudian diperkosa beberapa kali oleh pelaku, yang juga berprofesi sebagai tukang sadap karet ini.
Korban yang tidak berdaya ini, terus diikat dan diperkosa hingga berhasil melarikan diri sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (15/02). Dalam keadaan lemas, korban langsung pulang ke rumahnya dan melaporkankan kejadian ini kepada kedua orang tuanya.
Atas saran orang tuanya inilah, sekitar pukul 18.00 WIB, ia diantar untuk melaporkan kasus ini ke Mapolsek setempat.
(fad/sla/jenn)    


http://www.jambiekspres.co.id/buser/21723-pelaku-perkosaan-ditembak-polisi.html

Peluru Itu Dikeluarkan dengan Sendok




TEMPO.COJakarta - Rahmatullah, 29 tahun, warga Dusun Gluduk, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember, Jawa Timur, telah divonis empat tahun penjara, Rabu, 14 Maret 2012. Ia dinyatakan bersalah telah merampok dan memperkosa.

Padahal korban perampokan dan majikan dari pembantu yang diperkosa, Herawati alias Tacik Dani, telah membantah Rahmat merampok rumahnya. Tiga kali Rahmat dituduh merampok. Nyatanya semua korbannya menyangkal keterlibatan Rahmat.

Rahmat saat ditangkap polisi di rumahnya, 18 Agustus 2011, mendapat perlakuan keji. Selain mukanya ditinju dan dipukul dengan gagang senapan, lutut kanannya juga ditembak. (baca pengakuan Rahmat disiksa polisi)

Saat Rahmat di tahanan, polisi tak membawa Rahmat ke rumah sakit. "Saya cuma dikasih perban dan obat merah," katanya saat ditemuiTempo di Lembaga Pemasyarakatan Jember. Alhasil, luka tembaknya tambah parah. Rahmat tak bisa berjalan normal. "Untungnya orang tua dan teman yang menjenguk membawakan obat penahan nyeri dan pembersih luka."

Sekitar dua pekan Rahmat berada di tahanan Kepolisian Resor Jember. Karena tak tahan dengan peluru yang mendiami lututnya, Rahmat bertindak nekat. Awalnya, dia mencoba mengeluarkan peluru dengan benang. Tapi tak berhasil. Setelah itu, dia menggunakan kain basah. Juga tak berhasil.

Akhirnya, dibantu dua temannya sesama tahanan, Rahmat menggunakan sendok untuk mencongkel peluru itu. Peluru dalam daging keluar. Kini, kaki Rahmat tak bisa berjalan normal.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polres Jember Ajun Komisaris Polisi Bangun Witjoro membantah ada rekayasa pada kasus Rahmat. Soal penembakan dan tindak kekerasan selama penyidikan, kata Bangun, adalah kesalahan manusiawi anggota polisi yang kini sudah diadili dalam sidang etik anggota kepolisian. "Dua anggota sudah ditindak tegas," katanya.

Dua anggota Sabhara Polres Jember itu, dalam sidang kode etik yang digelar Rabu, 15 Januari, divonis 21 hari hukuman kurungan. Keduanya juga dikenakan penundaan pangkat dan pendidikan selama setahun.

PRAMONO, MAHBUB DJUNAIDY (JEMBER)
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/14/063390212/Peluru-Itu-Dikeluarkan-dengan-Sendok

Thursday, 5 January 2012

Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Dibedil Polisi


Rabu, 4 Januari 2012 - 18:21 WIB


SEMARANG ( Pos Kota ) – Tersangka pemerkosa dan pembunuh gadis balita di Semarang, Jawa Tengah ditangkap 12 jam setelah kejadian.Lelaki biadab tersebut ditembak kaki kirinya karena berupaya kabur saat disergap , Rabu (4/1).
Diberitakan sebelumnya, Putri, 5, warga Tembalang , Semarang , Selasa malam ditemukan tewas di semak-semak kuburan sekitar 50 meter dari rumahnya . Korban tewas akibat dicekik lehernya setelah diperkosa oleh pelaku AM Suli,41, yang tetangganya sendiri .
Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan, Rabu (4/1) mengatakan, tersangka ditangkap di sebuah bengkel di belakang Kantor Kelurahan Sambiroto Semarang dan mengamankan barang bukti berupa satu bungkus rokok serta korek api gas.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka dalam kondisi mabuk minuman keras saat memerkosa dan membunuh korban . Di hadapan petugas, tersangka yang sudah mempunyai dua anak tersebut mengaku awalnya menyuruh korban yang cukup dekat mengenal dirinya mengambilkan korek api gas di rumah korban.
“Setelah itu, korban mengikuti saya menuju ke semak belukar yang tidak jauh dari rumah korban,” kata tersangka yang kaki kirinya ditembak polisi.
Saat berada di semak belukar yang keadaannya sepi, tersangka langsung memerkosa korban dan setelah itu mencekik karena korban yang saat itu menangis serta berteriak minta tolong. “Saya spontan saat memerkosa dan mencekik korban,” ujar tersangka yang terlihat tak merasa bersalah.
Sarbi, 47, ayah korban yang terlihat lebih tabah dibandingkan istrinya Supadmi, 39, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pemerkosaan dan pembunuhan anaknya kepada kepolisian serta mengaku telah mengikhlaskan kepergian putrinya. “Saya serahkan semuanya kepada hukum yang berlaku,” ujar Sarbiusai pemakaman putrinya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan, dan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara. ( Suatmadji/b)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2012/01/04/pemerkosa-dan-pembunuh-gadis-cilik-dibedil-polisi

Wednesday, 28 December 2011

Korban Pemerkosaan Minta Olga Datang ke Rumahnya

Nahyudi
28/12/2011 11:45
Liputan6.com, Depok: Kondisi Ros, korban perampokan dan pemerkosaan di angkutan kota M-26, terus membaik. Saat ditemui di rumahnya di Jalan Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Rabu (28/12), Ros mengaku sanngat lega dan gembira saat mendapat kabar semua pelaku berhasil dibekuk.

Ros berharap polisi menghukum mati atau memenjarakan mereka seumur hidup. Pasalnya, jika hukumannya ringan dikhawatirkan para pelaku akan kembali melakukan perampokan dan perkosaan seperti yang dialami dirinya.

Pada bagian lain Ros sangat menyayangkan ucapan komedian Olga Syahputra. Ia meminta Olga datang ke rumahnya untuk meminta maaf karena ucapan permohonan maafnya di media massa tak cukup. Ucapan Olga, kata Ros, membuat dirinya seperti dilecehkan padahal penderitaannya amat menyakitkan.

Peristiwa perampokan yang disertai perkosaan ini terjadi pada 14 Desember dini hari lalu. Ros dirampok dan diperkosa saat hendak ke Pasar Kemiri Muka.(IAN) 
http://berita.liputan6.com/read/369495/korban-pemerkosaan-minta-olga-datang-ke-rumahnya

Seorang Pemerkosa Ros Ditembak


28/12/2011 12:32
Liputan6.com, Banten: Satu lagi tersangka pemerkosa Ros, pedagang sayur, yang terjadi di dalam angkot M26, ditangkap polisi di Medan, Sumatra Utara.

Dengan pengawalan ketat satuan Jatanras Polda Metro Jaya, tersangka Saad, Selasa (27/12) malam tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, setelah ditangkap di Siantar Medan, Sumatra Utara. Tersangka terpaksa harus menggunakan kursi roda karena dalam penangkapan itu, polisi terpaksa melumpuhkannya dengan timah panas.

Sambil meringis kesakitan saat dibawa ke mobil tahanan, tersangka mengaku tidak ikut memperkosa korban dan hanya memegangi tangan korban. "Bukan saya yang perkosa. Saya pegang tangan doang, nggak ada lagi," ujarnya dengan pelan sambil menutupkan wajahnya.

Guna proses penyidikan, tersangka dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan.

14 Desember lalu, Ros seorang ibu rumah tangga yang hendak ke Pasar Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, diperkosa dan dirampok tiga pria di dalam angkot M26 tujuan Pasar Minggu-Kampung Melayu. Selain mempreteli perhiasan dan merampas uang korban, para pelaku juga membuang korban di wilayah Cikeas, Bogor, setelah memperkosa korban.

Polisi kini telah menahan empat tersangka, salah satunya seorang mahasiswi yang merupakan pacar salah satu tersangka. Dari hasil penyelidikan polisi, para tersangka sengaja menyewa angkot M26 untuk berkeliling guna menjalankan aksi kejahatannya.(MEL)
http://tv.liputan6.com/main/read/2/1071608/0/seorang-tersangka-pemerkosa-ros-ditembak

Seorang Tersangka Pemerkosa Ros Ditembak


Tuesday, 25 October 2011

Tersangka Pemerkosa Gadis Cantik Ditembak Polisi


TRIBUNKALTENG.COM, MANADO - Upaya perburuan empat tersangka pelaku penyekapan 15 jam disertai perkosaan terhadap seorang gadis cantik berusia 18 tahun di Karombasan Selatan, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Kota Manado, 17 hari silam, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (25/10/2011) pukul 14.00 Wita.

Tim Reserse Mobil (Resmob) Khusus Polda Sulut dipimpin AKP B Torondek, berhasil melumpuhkan MS (18), warga Ranotana Weru, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea. Sebuah peluru yang mengenai kaki kanan berhasil melumpuhkan MS yang berusaha kabur. Sementara tiga tersangka lain, yakni ST, RS, dan As masih buron.

"Aduh dok, aduh, aduh sakit," ucap MS saat menjalani pengobatan luka tembak selama satu jam di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dibawa ke Polresta Manado untuk pemeriksaan. MS dan tiga rekannya, seperti diberitakan, pada  8 Oktober dini hari lalu, menyekap korban, sebut saja Melati di dekat Markas Polda Sulut.

Dibawah todongan pisau, MS dan tiga rekannya bergiliran memperkosa Melati. Sadisnya, para pelaku berusia muda ini merekam aksi mereka dengan menggunakan kamera telepon seluler. Beruntung Melati berhasil kabur ketika para pemerkosanya tertidur akibat  mabuk.

Di depan petugas Polisi yang menginterogasinya MS  pun mengakui perbuatannya. Sementara Melati yang datang didampingi Neny Rahmawati dari Lembaga Bantuah Hukum Anak, enggan berkomentar dan langsung masuk ke  ruang perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polresta
Kepada Tribun, Melati memastikan MS  satu dari tiga tersangka.

Melati hanya berharap, pelaku pemerkosanya semuanya bisa tertangkap, dan menerima hukuman setimpal "Kalau boleh dorang kase hukuman setimpal," kata perempuan asal Amurang ini.

Meski masih belum melupakan peristiwa pahit itu, Melati mengaku kasihan tersangka kena tembak di kaki. Namun Melati masih tetap khawait  rekaman perkosaan yang dipegang tersangka lain beredar. MS sendiri mengaku hasil rekaman adegan perkosaan dibawa tersangka ST.

Neny Rammawati sendiri mendesak aparat hukum mengganjar tersangka  dengan pidana seberat-beratnya. "Salut pada kepolisian yang berupaya mengungkap kasus ini. Masih ada tersangka lain yang buron, agar diupayakan segera ditangkap. Para pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya.

Untuk diketahui, MS  tertangkap di rumahnya di Ranotana Weru. MS  merupakan remaja putus sekolah dengan ciri khs kaki kiri ditato dan berprofesi sebagai tukang ojek.
MS sendiri keberadaannya diketahui saat mengunjungi pacarnya di Desa Sukur, Minahasa Utara.

Setelah pelarian dua minggu lebih, MS kehabisan uang sehingga kembali ke rumahnya, mengambil uang, laru mempersiapkan upaya pelarian kembali.

Seperti diberitakan,  Melati (19) bekerja di salah satu pub di Manado. Ia tinggal di rumah indekos, jauh dari orangtuanya yang sudah bercerai. Sekitar tengah malam, ia mengantar teman seprofesinya pulang menumpang taksi. Ia kemudian pulang seorang diri, rencana hendak pulang ke indekosnya di Malalayang.

Namun saat berjalan di Jalan Bethesda, dekat markas Polda Sulut, MS menyapanya,  mengajaknya ikut.  Melati  menolak, namun akhirnya terpaksa ikut lantaran ditodong pisau badik. "Kita takut, dorang todong, se naik di oto, ada empat orang. Dorang bawa di rumah, di Pakowa kalau tidak salah," ujar Melati.

Ia kemudian dibawa ke satu rumah di daerah Pakowa, Wanea. Dia dimasukkan ke dalam kamar ber-AC, direbahkan di karpet. Tangan wanita itu dikat, matanya ditutupi kain.
Melati mengaku tak mengenal para pemuda tersebut, ia hanya tahu dua dari empat pemuda pelaku pemerkosanya.

(tribunmanado.co.id)


http://kalteng.tribunnews.com/2011/10/26/tersangka-pemerkosa-gadis-cantik-ditembak-polisi

Wednesday, 6 July 2011

Pelaku Penculikan Wanita Ditembak Polisi

Iwan Taruna


05/07/2011 22:31 | Penculikan
Liputan6.com, Makassar: Polisi membeku pelaku penculikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (5/7). Pelaku bernama Pusri Wijaya terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur saat dibekuk di Jalan Andi Tonro.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Kota Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi Himawan Sugeha menuturkan Pusri sudah jadi target operasi karena aksinya sangat meresahkan masyarakat.

Pusri mengaku sudah beraksi tiga kali. Semua perempuan yang diculiknya disiksa dan diperkosa. Pusri mengaku tak bekerja sendirian. Ia dibantu dua orang rekannya yakni Sarifudin dan Ramli.

Dari tangan pelaku, polisi menyita senjata tajam dan mobil yang biasa digunakan mencari korban. Polisi masih mengejar rekan pelaku. Pusri sendiri dijerat pasal penculikan, pemerkosaan, dan penganiayaan.(ADI/JUM)

http://buser.liputan6.com/berita/201107/342574/pelaku_penculikan_wanita_ditembak_polisi?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed

Friday, 18 February 2011

Polisi Tembak Pemerkosa Siswi SMP

Jumat, 18 Pebruari 2011 02:28

MALILI – Aparat Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Luwu Timur menembak pelaku pemerkosaan seorang siswi SMP karena mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap,kemarin.

Pelaku pemerkosaan, Undju, 20, berniat kabur sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas. Dua pelaku lain,yakni Edy,21,dan Isra, 20,menyerahkan diri kepada petugas,kemarin. Kapolres Lutim AKBP Andi Firman menyatakan, tiga pelaku pemerkosa siswi SMP di Kecamatan Towuti itu telah ditahan polisi."Tiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka. Salah seorang pelaku bernama Undju, yang juga pelaku utama, terpaksa ditembak kakinya karena mencoba melarikan diri dari kejaran polisi," ujarnya kemarin.

Menurut dia,pelaku utama tersebut hampir saja kabur dan meloloskan diri ke wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).Undju yang mengalami luka tembak belum dibawa ke Mapolres karena harus dirawat di Puskesmas Malili. Terkait kasus pembakaran rumah milik Undju oleh keluarga korban, Kapolres berjanji akan mengusutnya secaran tuntas. Dia mengimbau para pelaku yang terlibat pembakaran rumah itu menyerahkan diri ke Polres Luwu Timur.

Kapolres mengaku telah mengidentifikasi nama pelaku pembakaran rumah itu sehingga anggota Satreskrim segera ditugaskan menangkap para pelaku jika tidak segera menyerahkan diri. "Kasus pembakaran rumah tetap diproses terpisah dengan kasus pemerkosaan karena dua kasus itu merupakan tindak pidana murni," tandas perwira menengah Polri itu. Pascaperistiwa pemerkosaan siswa SMP di Towuti pada 13 Februari lalu itu, rumah salah seorang pelaku pemerkosaan di Desa Pekaloa, Kecamatan Towuti, dirusak dan dibakar puluhan keluarga korban yang marah.

Kejadian pemerkosaan terhadap siswi SMP itu terjadi ketika dia bersama seorang teman prianya dicegat tiga pelaku saat pulang berekreasi dari Pantai Pekaloa. Malang bagi korban karena teman prianya itu tidak mampu memberikan pertolongan karena dia diancam badik oleh pelaku. Setelah memerkosa gadis di bawah umur itu, tiga pelaku melarikan diri dan dinyatakan buron selama tiga hari.

Polisi langsung mengejar pelaku utama, yakni Undju, karena dia satu-satunya yang dikenali korban. Menurut Kapolres,penangkapan para pelaku sesuai janjinya kepada keluarga korban dan warga Towuti. Dia berjanji akan membekuk pelaku paling lama sepekan setelah kejadian. Janji Kapolres tersebut dipenuhi karena pelaku hanya berhasil kabur selama tiga hari. (SI-chaerul baderu)

http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2042:polisi-tembak-pemerkosa-siswi-smp-&catid=44:info-terkini&Itemid=139

Saturday, 24 April 2010

Polisi Tembak Pemerkosa Bocah di Bali

INILAH.COM, Bali - Aparat kepolisian di Bali terpaksa menembak tersangka pemerkosa puluhan bocah di Bali. Dia adalah Salvador Da Costa Soares.

Penangkapan terhadap penculik dan pemerkosaan bocah yang menggegerkan Denpasar, Bali disampaikan kepada wartawan Sabtu (24/4) oleh Polsek Densel (Sanur).

Pria 28 tahun itu ditangkap di Jalan Pulau Moyo Denpasar. Polisi berhasil menggiring tersangka yang tinggal di Jalan Pulau Moyo, itu dari HP. Menurut polisi, terungkapnya tersangka itu karena HP tersangka tertinggal.

Dari HP itu ditemukan ada sobekan kertas berisi nomor handphone pelaku yang dititipkan oleh korban.

Polisi kemudian memburu dan menguntit tersangka sejak 16 April lalu. Waktu itu Salvador sempat melakukan pemerkosaan di Jalan Pulau Moyo Jumat (16/4). Akhirnya baru Kamis sore (22/4) polisi berhasil menghentikan langkah Salvador dan menggiringnya ke tahanan Polsek Densel.

Pelaku diketahui memiliki dua KTP, Bali dan Viqueque, Timor Leste. Modusnya, selalu berpura-pura mencari tempat kos dan rumah kontrakan untuk sementara waktu.

Selama mencari-cari rumah kontrakan, pelaku berusaha semampunya merayu bocah yang dilihatnya.

Setelah korbannya terjerat, korban untuk diajak ke sebuah tempat. Setelah diperkosa, pelaku malah memberikan korban secarik kertas berisi dua nomor HP miliknya.

Dari nomor HP yang ditinggalkan oleh tersangka itulah, polisi melakukan pengejaran. Pelacakan terhadap tersangka pemerkosaan juga menggunakan alat ukur HP yang dimiliki polisi.

Dari hasil interogasi pihak kepolisian semalam suntuk di Polsek Denpasar Selatan, pelaku mengakui dalam melakukan aksinya hanya untuk memuaskan hasrat seksualnya.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, celana dalam, celana pendek, kaus, sprei yang digunakan sebagai tempat peraduan antara korban dengan pelaku. Polisi juga melakukan penyitaan terhadap Hp, KTP, dan SIM card Hp.

Tersangka sendiri dua kakinya terluka karena ditembak polisi. Itu terjadi karena tersangka berusaha kabur saat akan ditangkap.{*/ims]

http://inilah.com/news/read/politik/2010/04/24/486471/polisi-tembak-pemerkosa-bocah-di-bali/