nasional - Jumat, 12 Juli 2013 | 22:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Polda Sumatera Utara menegaskan tidak ada narapidana yang tewas tertembak dalam peristiwa kerusuhan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas I Tanjung Gusta, Medan pada Kamis (11/7/2013) kemarin.
"Narapidana yang tewas terbakar ada, ditembak tidak ada," Kombes Pol. Iwan Hari Sugiarto, Kabiro Operasi Polda Sumatera Utara, Jumat (12/7/2013).
Hal ini menegaskan adanya informasi seorang napi yang tewas tertembak saat berusaha melarikan diri ketika si jago merah melahap bangunan LP Tanjung Gusta.
Seperti yang disampaikan seorang perwakilan napi LP Klas I Tanjung Gusta, Marwan alias Wakgeng yang mengaku mendapatkan informasi jika teman satu selnya menjadi korban peluru panas saat melarikan diri. Hal itu dikatakan saat berdialog dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Amir Syamsudin di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas A Medan.
"Saya mendapat informasi ada teman saya yang ditembak mati. Tolong jasadnya dikembalikan," katanya.
Selain itu, napi kasus perampokan bank CIMB Niaga yang juga dituduh terlibat aksi terorisme pun berharap rekan-rekannya yang melarikan diri dari LP Tanjung Gusta agar diperlakukan dengan manusiawi ketika tertangkap.
"Tolong jangan dianiaya karena akan menjadi pemicu nantinya," harapnya. [ANT]
http://www.poskotanews.com/2013/07/12/tak-napi-yang-tewas-ditembak-polisi/
Showing posts with label Sumut. Show all posts
Showing posts with label Sumut. Show all posts
Sunday, 14 July 2013
Monday, 1 July 2013
Korban penembakan okum polisi
http://www.youtube.com/watch?v=Vf6R05FBvBw
Labels:
juni 2013,
keluarga protes,
Medan,
oknum,
polisi disidang,
Sumut
Monday, 17 June 2013
Seorang Polisi di Medan Tewas Gantung Diri
- Penulis :
- Kontributor Medan, Mei Leandha
- Senin, 17 Juni 2013 | 20:34 WIB
MEDAN, KOMPAS.com - Brigadir H Turnip (27) gantung diri di rumahnya di Jalan Saudara Ujung, Gang Sahabat, Kecamatan Medan Denai, Senin (17/6/2013).
Kepala Polsekta Medan Area Kompol Rama saat dikonfirmasi mengatakan, Turnip yang bertugas di Mapolsekta Sunggal tewas dengan gantung diri menggunakan tali nilon warna biru di kamar mandi rumahnya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang kita hadirkan, dia positif meninggal dengan cara gantung diri di plafon kamar mandi menggunakan tali nilon," kata Rama.
Tidak ada keterangan dari pihak keluarga, malah seorang perempuan paruh baya yang merupakan kerabat mengatakan peristiwa ini tidak untuk publikasi.
Keluarga juga tidak melakukan otopsi kepada mayat mantan personil Polisi Sektor Medan Kota yang sempat ikut menangkap para teroris di depan taman makam pahlawan Medan pada 2009.
Seorang warga sekitar yang tak mau disebut identitasnya mengatakan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Turnip terlihat lalu lalang di depan rumahnya seperti orang bingung.
"Kami tengok dia lalu lalang di depan rumahnnya seperti orang bingung. Dia kayak ada sakitnya, tapi kami tak tahu apa masalah dia sampai bunuh diri," kata warga tersebut.
http://regional.kompas.com/read/2013/06/17/20344128/Seorang.Polisi.di.Medan.Tewas.Gantung.Diri
Labels:
juni 2013,
Medan,
polisi bunuh diri,
Sumut
Thursday, 13 June 2013
Ahok Ditemukan Tewas Di Kamar Mandi Sel
Sibolga – Seorang tahanan Polsek Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, ditemukan tewas gantung diri.
Jasad pria bernama Sulaiman alias Ahok itu ditemukan di kamar mandi sel Selasa (11/6/2013) pagi. Setelah diperiksa, jasad Ahok langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Elang, Sibolga.
Istri korban, Julaina, menuturkan, suaminya dijemput petugas Satreskrim Polsek Sambas dari rumah pada Senin pagi kemarin. Dia ditangkap terkait kasus utang piutang dengan rekan bisnisnya sebesar belasan juta rupiah.
Menurut Julaina, saat dijemput polisi kondisi suaminya sehat. Pagi tadi dia mendapat kabar bahwa korban bunuh diri. Hal tersebut dikuatkan dengan hasil visum dari RSU Sibolga.
Namun, Julaina mengaku mendapati kejanggalan karena pada tubuh suaminya ditemukan luka lebam. Dari hidung almarhum juga keluar darah segar. Wajah korban juga terlihat bengkak.
Sementara itu, Wakapolres Sibolga. Kompol Manaf, menerangkan, kalau tewas karena bunuh diri sebagaimana hasil visum rumah sakit. Namun, dia mempersilakan keluarga membuat pengaduan kembali bila menemukan kejanggalan di tubuh almarhum.
“Kami persilakan pihak keluarga membuat laporan kembali bila masih curiga penyebab kematian korban,” tegasnya.
Sumber: Okezone
http://mediajurnalindonesia.com/2013/06/11/ahok-ditemukan-tewas-di-kamar-mandi-sel/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Labels:
ditemukan tewas,
gantung diri,
juni 2013,
sambas,
sibolga,
Sumut
Monday, 27 May 2013
Polisi Bandar Sabu Tewas Ditembak Polisi
Sumutdaily.ComIMedan. Seorang bandar narkoba berinisial BS warga Sibolangit terpaksa ditembak hingga tewas, karena melakukan perlawanan saat Unit Reskrim Polsek Pancur Batu melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Jalan Medan-Brastagi tepatnya di belakang rumah makan ardini, Jumat (24/5) sekira pukul 03.20 WIB.
Sebelum melakukan penembakan yang dilakukan oleh Bripka Tupak Sihombing, anggota polisi itu sebelumnya telah memberikan tembakan peringatan ke arah atas sebanyak dua kali namun pelaku tetap melarikan diri. Bahkan, saat ditangkap pelaku dan Bripka Tupak sempat bergumul.
"Sudah diberikan tembakan dua kali ke arah atas tapi pelaku terus melarikan diri. Setelah dikejar dan dapat ditangkap, anggota dan pelaku sempat berkelahi," kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Heru Prakoso, Jumat (24/5) sekira pukul 08.00 Wib
Saat itulah, BS memukul kepala Tupak dengan batu dan menikam tangan Bripka Sihombing sehingga robek tujuh jaitan. Disitulah Bripka Sihombing terpaksa menembak pelipis kiri BS hingga tembus.
"Saat bergumul, kepala Bripka Sihombing dipukul dengan batu dan tanggannya ditikam pisau. Disitulah anggota menembak pelipis kiri pelaku hingga tewas," jelas dia.
Setelah bandar narkoba itu tewas ditempat, polisi menggeledah tas warna putih yang dibawa pelaku saat kabur dan ternyata berisi daun ganja 8 bungkus yang seberat 5 kilogram.
"Setelah BS tewas, anggota menggeledah tas yang dibawanya dan ternyata isinya ganja seberat 5 kilogram," ungkap Heru.
Sementara itu, saat Unit Reskrim Polsek Pancur Batu yang melakukan penggerebekan di rumah itu, polisi juga mengamankan tiga pelaku yang berinisial AS, KP dan KT.
Selanjutnya ketiga pelaku dan barang bukti diboyong ke Polsek sementara BS dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sedangkan Briptu Tupak Sihombing di terpaksa dilarikan ke RSU Adam Malik untuk menjalani perawatan.
"Anggota kita terpaksa dirawat di rumah sakit Adam Malik, kalau BS dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kalau tiga pelaku lainnya dan barang bukti berupa ganja 5 kilogram, batu dan pisau telah di Mako," ungkapnya.
Lokasi rumah ini, sambung Kabid Humas, telah lama menjadi sasaran polisi. Pasalnya rumah ini merupakan tempat lokasi judi, tempat penyimpanan hasil curian dan bandar narkoba. "Ini sudah jadi target Operasi Antik 2013," tambahnya.(aw)
http://sumutdaily.com/sumut-metro/380-polisi-bandar-sabu-tewas-ditembak-polisi.html?cid=dlvr.it
Labels:
Bandar sabu,
ditembak mati,
mei 2013,
rs bhayangkara,
sibolangit,
Sumut
Sunday, 26 May 2013
Bahtera tewas ditembak polisi saat digerebek
| FRIDAY, 24 MAY 2013 12:04 |
Polisi menembak mati pelaku, karena menyerang petugas saat berusaha menangkapnya. Kepala tersangka ditembak jebol, setelah belakang pelipis kirinya diterjang timah panas.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Heru Prakoso saat meninjau jenajah tersangka di RS Bhayangkara Polda Sumut mengatakan, kejadian itu berawal dari penggerebekan yang dilakukan petugas Polsek Pancurbatu di Jalan Djamin Ginting, Sibolangit, Deli Serdang, tepatnya di belakang Rumah Makan Andini.
Disebutkan, kalau Lokasi itu sudah lama diintai sebagai tempat peredaran narkoba dan perjudian. Saat penggerebekan berlangsung, tiga orang, yaitu KS, AP dan KT, langsung tertangkap. Mereka diamankan bersama barang bukti uang judi Rp65 ribu, 2 set kartu joker, dan mangkuk dadu.
Namun, Bahtera yang ada di dalam rumah nekat melarikan diri saat penggerebekan itu. Dia dikejar Bripka Tumpak Sihombing. Diberi tembakan peringatan 2 kali. Setelah dekat langsung ditangkap dan terjadi pergumulan. Tersangka yang melarikan diri ini kemudian mengambil batu dan memukul kepala Bripka Tumpak yg mengejarnya hingga memar.
Ternyata tersangka juga membawa pisau dan melukai Bripka Tumka, namun hanya kena tangan kirinya. Heru melanjutkan, Tumpak yang merasa terancam melepaskan tembakan ke arah pelaku dan mengenai pelipis sebelah kiri tembus ke bagian kanan. Tersangka meninggal di TKP.
Sementara itu dari tersangka yang tewas ditembak, bukan cuma pisau, polisi juga menemukan satu tas berisi 8 bungkus ganja dari tangan Bahtera dengan berat brutonya diperkirakan 5 kg
Setelah olah TKP, jenazah Bahtera dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Sementara itu Bripka Tumpak Sihombing dilarikan ke RSUP Adam Malik untuk mendapatkan perawatan.
Sementara, tersangka AS, KT dan KP kini ditahan di Mapolsek Pancurbatu beserta Barang buktinya diamankan.
Editor: SASTROY BANGUN
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=290782:bahtera-tewas-ditembak-polisi-saat-digerebek&catid=14:medan&Itemid=27
Labels:
bandari narkoba,
deli serdang,
ditembak mati,
Medan,
Sumut
Karena Ingin Melarikan Diri, Bandar Narkoba di Deliserdang Ditembak Mati Polisi
Fri, 24/05/2013 - 17:26 WIB | Indeks
DELISERDANG, RIMANEWS - Petugas Satreskrim Polsek Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menembak mati seorang bandar narkoba jenis ganja di kawasan Bandar Baru, Deliserdang. Pelaku ditembak karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap.
"Tersangka BS ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Dia meninggal di tempat karena kehabisan darah," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso, di Medan, Jumat (24/5/2013).
Dia menjelaskan, penggerebekan berawal saat petugas Satreskrim Pancur Batu menerima laporan dari warga akan ada transaksi narkoba di kawasan tersebut. Sebagai tindak lanjut, dibentuklah tim berjumlah delapan polisi.
Saat digerebek sekira pukul 03.20 WIB dini hari tadi, petugas mendapati empat orang, termasuk BS. Tiga lainnya berinisial KS, AP, dan KP. BS berusaha kabur sambil membawa tas hingga sempat terjadi pengejaran.
Lantaran takut tergetnya kabur, Bripka Tupak memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali ke udara, namun BS tidak menghiraukannya. Meski sudah berhasil ditangkap, BS kembali melawan dengan memukul petugas menggunakan batu serta menusukkan senjata tajam ke lengan Bripka Tupak.
"Sempat terjadi pergumulan antara pelaku dan anggota, namun karena posisi tidak seimbang Tupak terpaksa menembaknya dan mengenai kepala bagian kiri," paparnya.
BS akhirnya tewas di tempat. Dari pelaku, disita barang bukti ganja seberat lima kilogram, senjata tajam, dan batu yang digunakan untuk memukul polisi.
Tiga tersangka lainnya sudah diboyong ke Mapolsek Pancur Batu serta barang bukti lainnya, yaitu uang Rp65 ribu dan kartu remi. Sementara jenazah BS dibawa ke RS Bhayangkara, Medan.
Bripka Tupak sendiri kini menjalani perawatan di RSUP Adam Malik. [12/oke]
http://www.rimanews.com/read/20130524/103996/karena-ingin-melarikan-diri-bandar-narkoba-di-deliserdang-ditembak-mati-polisi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
Labels:
bandar ganja,
deli serdang,
ditembak mati,
mei 2013,
rs bhayangkara,
Sumut
Thursday, 16 May 2013
Pos Polisi di Medan dibakar Mahasiswa HKBP Nomensen
Kamis, 16 Mei 2013 − 10:14 WIB
Sindonews.com - Pos Polisi yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo Medan dirusak dan dibakar Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen, Medan.Pengrusakan tersebut dilakukan, Rabu (15/5) malam, saat mereka menggelar aksi unjukrasa terkait kematian rekannya yang diduga dilakukan oleh oknum polisi sebagai penyebabnya.
Ratusan mahasiswa tersebut melempari polisi yang berada di Jalan Gaharu dengan batu dan bom molotov. Polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke arah mahasiswa.
Aksi mahasiswa semakin brutal, mereka membakar pos polisi lalu lintas yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo, Medan.
Untuk memukul mundur mahasiswa, polisi menggunakan mobil water canon dan menyemprotkan air ke arah mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap melempar polisi dengan batu.
Ratusan personel Brimob Polda Sumut kemudian mengejar mahasiswa yang semakin anarkis. Polisi melakukan penyisiran di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
Sejumlah mahasiswa berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian. Mahasiswa yang di amankan langsung dibawa masuk ke dalam mobil polisi dan kemudian di bawa ke Polresta Medan.
http://daerah.sindonews.com/read/2013/05/16/24/749335/pos-polisi-di-medan-dibakar-mahasiswa-hkbp-nomensen
Labels:
mahasiswa ditembak mati,
Medan,
mei 2013,
oknum,
Sumut
Monday, 6 May 2013
Pencuri dan Pemakai Sabu Ditembak
This entry was posted by Frans | Medan Talk on 07/05/2013 at 8:50 AM
Dari kediaman SH, Satuan Narkoba Polresta Medan juga mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu, BPKB, buku tabungan serta id card kerja korban.
Penangkapan dilakukan berdasarkan pengembangan dari laporan korban ke Polsekta Labuhan Deli. Ia melaporkan pencurian berupa kamera video tiga unit, camera DSLR, emas, TV LCD, DVD player dan beberapa barang berharga lainnya yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 60 juta.
Sabtu lalu, polisi yang mengetahui pelaku adalah target narkoba kemudian melakukan penggerebekan. Hanya saja, SU yang terkepung polisi mencoba melarikan diri. Petugas tak memberi kesempatan bagi SU untuk lari dan malah memberikan hadiah tembakan. Ia pun roboh bersimbah darah dan lalu dibawa ke Mapolresta Medan.
Atas kesigapan polisi berhasil menembak tersangka SU alias H, tersangka pun langsung bersimbah darah. Tanpa ada perlawananlagi, tersangka pun langsung diboyong ke Polresta Medan untuk mempertanggungjawabkan serangkaian aksinya.
Berita Cerita Berkaitan
http://www.medantalk.com/pencuri-dan-pemakai-sabu-ditembak/
Labels:
ditembak,
Medan,
mei 2013,
Pencuri rumah,
Penguna sabu,
Sumut
Wednesday, 1 May 2013
Rebut Senjata Polisi, Pencuri Dibedil
Senin, 29 April 2013 23:38:36 WIB
MEDAN (Pos Kota) – Spesialis pencuri terpaksa ditembak petugas Polsek Medan Area di belakang Kantor Lurah Pasar Merah, Jalan Anugrah Mataram, Gang Rahayu, Medan.
Tersangka Yitno,42, penduduk Jalan Raya, Gang Banteng, Medan, kini dirawat di RS Bhayangkara, Medan, sebelum menjalani pemeriksaan.
Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra, Senin (29/4), mengatakan saat dilakukan penangkapan, tersangka bersembunyi dan mencoba merebut senjata polisi.”Karena melawan Yitno terpaksa ditembak,”kata Kapolsek.
Tersangka merupakan Daftar Pencari Orang (DPO) Polsek Medan Area. Pasalnya selama ini pelaku sudah lima kali melakukan aksi pencurian rumah di Kawasan Pasar Medah dan Menteng 7.
“Dia DPO kita. Sudah 4 hari dia berada di tempat persembunyiannya itu dan kita sudah banyak mendapat laporan dari warga masalah pencurian. Pengakuan tersangka sudah lima kali melakukan aksi. Polisi juga menyita barang bukti berupa tang pemotong besi, kunci T, obeng 5 buah, tang besar, SIM 2 buah milik korban dan tas kulit,”tutup Kapolsek. (samosir)
http://www.poskotanews.com/2013/04/29/rebut-senjata-polisi-pencuri-dibedil/?utm_campaign=poskota&utm_term=news&utm_content=berita&utm_source=lewat+tol+jagorawi&utm_medium=twitter
Keluarga tersangka narkoba tak terima polisi tembak mati Kiki
Reporter : Yan Muhardiansyah
Kamis, 25 April 2013 18:49:14
Keluarga Selly Satria Aprianto alias Kiki. ©2013 Merdeka.com
KategoriPeristiwa
Berita tag terkaitPistol milik pria di Ciputat barang pasar gelapPolisi tangkap 3 bandar, 1,65 Kg sabu disita
Keluarga
dari Selly Satria Aprianto alias Kiki (26), menilai polisi bertindak berlebihan
dan melanggar hukum. Kiki adalah satu dari dua tersangka yang tewas ditembak
petugas Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri di Medan beberapa hari lalu.
Karena itu, pihak keluarga mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, atas
apa yang menimpa Kiki.
"Kami mengadu karena abang saya diperlakukan seperti ayam potong. Di
tangannya kami temukan ada bekas gari (luka sayat), tapi dia ditembak tujuh
kali. Kalau pun abang saya memang salah, apakah memang harus ditembaki seperti
itu? Kalau dia hidup kan bisa diperiksa untuk mengungkap jaringannya,"
kata Selly Ledita Amelia (23), adik Kiki, di kantor LBH Medan, Jalan Hindu,
Medan, Kamis (25/4).
Pihak keluarga datang ke LBH Medan membawa sejumlah barang milik Kiki di
antaranya kaos lengan pendek dengan empat lubang yang disebut sebagai bekas
peluru. "Baju ini sengaja tidak kami cuci. Di baju ini ada empat lubang,
tapi di tubuh abangnya ada 7 lubang bekas peluru, karena ada peluru yang kena
di tangan," ucap Selly sambil mengangkat baju Kiki.
Dia menjelaskan, selain di tangan, lubang bekas peluru juga didapati di bagian
dada, perut dan punggung Kiki. "Kami nggak tahu apakah luka-luka itu
tembus," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, tindakan berlebihan petugas polisi dapat dilihat
dari tayangan televisi. Menurutnya, dalam tayangan televisi Kiki dalam keadaan
diborgol dan terlihat sedang memberi keterangan ke polisi.
"Berarti kan dia bekerja sama, jadi kenapa ditembaki," jelasnya.
Selly datang ke LBH Medan bersama ibunya, Elis Santi (43) dan bibinya, Bebas
Sari (53). Sejumlah kerabat mereka juga tampak menunggu di sana.
Pengaduan keluarga Kiki diterima Kepala Divisi Advokasi, HAM dan Tipikor LBH
Medan, Irwandi Lubis. "Kami hari ini menerima pengaduan dari korban
penembakan yang diduga sebagai bandar narkoba. Keluarga sudah teken kuasa agar
LBH mengawal kasus ini karena polisi dinilai telah melakukan judicial
killing," ucap Irwandi.
Pihaknya mengaku telah melihat sejumlah bukti yang dibawa keluarga Kiki.
Menurutnya, bukti-bukti tersebut menguatkan tidak adanya perlawanan yang
dilakukan Kiki saat ditangkap polisi.
Pihaknya akan langsung mengadu ke Kapolri dan mendesak pembentukan tim untuk
menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, LBH Medan juga akan mengadukan kasus
ini kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
"Kami melihat ini kejahatan yang serius yang dilakukan aparat negara. Kita
tidak boleh membiarkan kepolisian meletakkan hukum di bawah kakinya," ucap
Irwandi.
Seperti diberitakan, dua orang tersangka pengedar narkoba tewas dalam operasi
penangkapan di Medan, Selasa (23/4) petang. Ramadhan P Kesuma (26) tewas di
Hotel Grand Aston Medan dan Selly Satria Aprianto alias Kiki (26) tewas di
Perumahan Bukit Hijau Regency, Medan Selayang.
Polisi menyatakan Ramadhan ditembak karena melakukan perlawanan, sedangkan Kiki
ditembak karena mencoba melarikan diri.
[dan]
http://www.merdeka.com/peristiwa/keluarga-tersangka-narkoba-tak-terima-polisi-tembak-mati-kiki.html
Reporter : Yan Muhardiansyah
Karena itu, pihak keluarga mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, atas apa yang menimpa Kiki.
"Kami mengadu karena abang saya diperlakukan seperti ayam potong. Di tangannya kami temukan ada bekas gari (luka sayat), tapi dia ditembak tujuh kali. Kalau pun abang saya memang salah, apakah memang harus ditembaki seperti itu? Kalau dia hidup kan bisa diperiksa untuk mengungkap jaringannya," kata Selly Ledita Amelia (23), adik Kiki, di kantor LBH Medan, Jalan Hindu, Medan, Kamis (25/4).
Pihak keluarga datang ke LBH Medan membawa sejumlah barang milik Kiki di antaranya kaos lengan pendek dengan empat lubang yang disebut sebagai bekas peluru. "Baju ini sengaja tidak kami cuci. Di baju ini ada empat lubang, tapi di tubuh abangnya ada 7 lubang bekas peluru, karena ada peluru yang kena di tangan," ucap Selly sambil mengangkat baju Kiki.
Dia menjelaskan, selain di tangan, lubang bekas peluru juga didapati di bagian dada, perut dan punggung Kiki. "Kami nggak tahu apakah luka-luka itu tembus," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, tindakan berlebihan petugas polisi dapat dilihat dari tayangan televisi. Menurutnya, dalam tayangan televisi Kiki dalam keadaan diborgol dan terlihat sedang memberi keterangan ke polisi.
"Berarti kan dia bekerja sama, jadi kenapa ditembaki," jelasnya.
Selly datang ke LBH Medan bersama ibunya, Elis Santi (43) dan bibinya, Bebas Sari (53). Sejumlah kerabat mereka juga tampak menunggu di sana.
Pengaduan keluarga Kiki diterima Kepala Divisi Advokasi, HAM dan Tipikor LBH Medan, Irwandi Lubis. "Kami hari ini menerima pengaduan dari korban penembakan yang diduga sebagai bandar narkoba. Keluarga sudah teken kuasa agar LBH mengawal kasus ini karena polisi dinilai telah melakukan judicial killing," ucap Irwandi.
Pihaknya mengaku telah melihat sejumlah bukti yang dibawa keluarga Kiki. Menurutnya, bukti-bukti tersebut menguatkan tidak adanya perlawanan yang dilakukan Kiki saat ditangkap polisi.
Pihaknya akan langsung mengadu ke Kapolri dan mendesak pembentukan tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Selain itu, LBH Medan juga akan mengadukan kasus ini kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).
"Kami melihat ini kejahatan yang serius yang dilakukan aparat negara. Kita tidak boleh membiarkan kepolisian meletakkan hukum di bawah kakinya," ucap Irwandi.
Seperti diberitakan, dua orang tersangka pengedar narkoba tewas dalam operasi penangkapan di Medan, Selasa (23/4) petang. Ramadhan P Kesuma (26) tewas di Hotel Grand Aston Medan dan Selly Satria Aprianto alias Kiki (26) tewas di Perumahan Bukit Hijau Regency, Medan Selayang.
Polisi menyatakan Ramadhan ditembak karena melakukan perlawanan, sedangkan Kiki ditembak karena mencoba melarikan diri.
Labels:
April 2013,
ditembak mati,
keluarga protes,
Medan,
Sumut
Yitno tersungkur ditembak polisi setelah 5 kali mencuri
Senin, 29 April 2013 13:10:08
Seorang di antara kawanan pencuri yang biasa beraksi di kawasan Pasar Merah dan Menteng VII Medan, diringkus petugas Polsekta Medan Area. Dalam penangkapan itu, tersangka yang bernama Yitno (42) tersungkur setelah kaki kanannya diterjang peluru polisi.
"Tersangka dan kawanannya sering beraksi dengan cara merusak atap. Dia ditangkap di persembunyiannya di belakang Kantor Lurah Pasar Merah, Jalan Anugrah Mataram Gang Rahayu Medan Denai, Minggu (28/4) malam. Tersangka melawan dan mencoba mengambil senpi anggota, sehingga terpaksa ditembak," kata Kapolsek Medan Area Kompol Rama S Putra di Medan, Senin (29/4).
Yitno, warga Jalan Raya Menteng, Gang Banteng, Medan telah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) Polsekta Medan Area. Dia diketahui sedikitnya lima kali melakukan pencurian rumah di Kawasan Pasar Merah dan Menteng 7.
Sebelum melakukan penangkapan, polisi mendapat kabar mengenai keberadaan Yitno. "Dia DPO kita. Sudah 4 hari dia berada di tempat persembunyiannya itu," jelasnya.
Di tempat persembunyian Yitno itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa tang pemotong besi, kunci T, 5 buah obeng, tang besar, 2 lembar SIM milik korban, dan tas kulit.
Akibat luka tembak pada kakinya, Yitno masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut. "Selain dia, kita masih mengejar empat tersangka lainnya yang berinisial P, M, Y dan R," jelas Rama.
[cob]
http://www.merdeka.com/peristiwa/yitno-tersungkur-ditembak-polisi-setelah-5-kali-mencuri.html
Labels:
April 2013,
DPO,
Medan,
pasar merah,
pencuri,
Sumut,
Tembak Kaki
Jimat Tanah Kuburan Tak Ampuh, Kaki Safrizal Ditembak Polisi
Jumat, 26 April 2013 00:13 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Polsek Medan Area meringkus dua pelaku pencurian rumah mewah yang beroperasi di Kota Medan. Kedua tersangka itu yakni Safrizal Lubis (33) dan Bahrul Syah (21). Polisi sendiri terpaksa menghadiahi Safrizal Lubis dengan timah panas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap Rabu, (24/4/2013) malam.
Kapolsek Medan Area, Kompol Rama S Putra mengatakan jika keduanya ditangkap ditempat persembunyiannya di kawasan Teladan Medan.
"Safrizal saat ini masih berada dirumah sakit bhayangkara karena kakinya kita tembak. Saat hendak ditangkap ia sempat mau kabur dan melawan dengan memegang sangkur,"ujar Kompol Rama.
Menurut Rama dua pelaku yang melakukan pencurian ini sangat unik sebab dari barang bukti dan penyidikan tersangka pelaku menggunakan tanah kuburan untuk memperlancar aksinya. Selain itu polisi juga menemukan rompi yang bertuliskan bahasa arab. Namun semua jimat tersebut tidak ampuh, keduanya pun tak berkutik di hadapan polisi.
"Kedua pelaku ini melakukan pencurian di dua TKP yakni di Jalan Denai dan Jalan Bromo. Kita berhasil menangkapnya berkat kerja keras. Untuk tempat pertama korbannya itu mengalami kerugian hingga 228 jutaan sedangkan yang keduanya sampai 140 juta,"kata Rama.
Untuk barang bukti polisi kini sudah menyita gunting pemotong besi, linggis, obeng dan juga sangkur. Tidak hanya itu uang tunai Rp 82 juta, perhiasan emas, berlian juga sudah diamankan.
http://www.tribunnews.com/2013/04/26/jimat-tanah-kuburan-tak-ampuh-kaki-safrizal-ditembak-polisi
Labels:
April 2013,
jimat,
Medan,
Pencuri rumah,
rs bhayangkara,
Sumut,
Tembak Kaki
Thursday, 25 April 2013
Di Diduga Bandar Narkoba, 2 Pemuda Ditembak Mati Polisi
(Liputan6 TV)
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Rabu (24/2013), kedua jasad pria yang diketahui bernama Ramadhan Puda Kesuma seorang Mahasiswa serta Kiki semalam dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk diotopsi. Ramadhan ditembak saat penggerebekan di hotel berbintang di Jalan Raden Saleh, Medan. Sedangkan Kiki ditembak di kompleks perumahan Bukit Indah Permai, Medan Sunggal.
Belasan petugas berpakaian kaos bertuliskan polisi narkotika bersenjata berjaga di sekitar RS Bhayangkara. Namun, tidak seorang pun petugas yang bersedia diwawancarai terkait penggrebekan itu.
Direktur Narkoba Polda Sumatera Utara AKBP Togi Panjaitan beserta Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Donny Alexander yang mendatangi RS Bhayangkara juga tidak bersedia memberikan keterangan.
Kabar yang beredar di kalangan wartawan polisi juga menangkap seorang wanita. Petugas juga diduga menyita 2 kilogram sabu beserta 10 ribu pil ekstasi dari tangan ramadhan saat penggrebekan.(Adi)
http://news.liputan6.com/read/569406/video-diduga-bandar-narkoba-2-pemuda-ditembak-mati-polisi
Labels:
April 2013,
Bandar narkoba,
ditembak mati,
Medan,
Sumut
Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati di Hotel Berbintang Medan
Rabu, 24 April 2013, 02:22
Kedua jenazah dibawa di RS Bhayangkara.
VIVAnews - Dua orang tewas ditembak saat penggrebekan bandar narkoba oleh Tim Bareskrim Mabes Polri di kamar 1.218 salah satu hotel berbintang di Medan, Selasa 23 April 2013 sore. Sementara satu orang lagi berhasil diamankan polisi.
Korban tewas yakni Ramadan Kusuma dan Kiki. Kedua jenazah warga Medan itu dibawa ke RS Bhayangkari Medan. Mereka ditembak karena berusaha melawan petugas. Sedangkan yang berhasil diamankan, berinisial S (26).
"Sore tadi penggerebekannya, jenazahnya sampai di RS malam," ujar salah seorang petugas kepolisian yang menolak namanya disebutkan.
Saat ini ruang jenazah kedua korban tewas masih dijaga personel Brimob. Informasi yang diterima, ketiga orang tersebut merupakan bandar narkoba yang memang menjadi buruan polisi.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi pihak kepolisian terkait penggrebekan ini. Direktur Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar Toga Panjaitan juga masih enggan membeberkan kasus ini.
Korban tewas yakni Ramadan Kusuma dan Kiki. Kedua jenazah warga Medan itu dibawa ke RS Bhayangkari Medan. Mereka ditembak karena berusaha melawan petugas. Sedangkan yang berhasil diamankan, berinisial S (26).
"Sore tadi penggerebekannya, jenazahnya sampai di RS malam," ujar salah seorang petugas kepolisian yang menolak namanya disebutkan.
Saat ini ruang jenazah kedua korban tewas masih dijaga personel Brimob. Informasi yang diterima, ketiga orang tersebut merupakan bandar narkoba yang memang menjadi buruan polisi.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi pihak kepolisian terkait penggrebekan ini. Direktur Narkoba Polda Sumut Komisaris Besar Toga Panjaitan juga masih enggan membeberkan kasus ini.
Sementara keluarga Kiki, salah satu yang ditembak mati berang kepada pihak kepolisian lantaran tidak diperbolehkan melihat jenazah keluarganya.
"Kami mau melihat jezanah keponakan yang sudah tewas saja tidak bisa," ujar Subandi, paman Kiki i RS Bayangkara.
Pihak keluarga juga menyesalkan kepolisian yang tidak menjelaskan secara rinci soal penembakan itu. "Kami dikabari di suruh datang ke rumah akit karena ada keluarga yang kecelakaan, ternyata sampai di sini kami tahu dia di tembak," ujarnya. (umi)
"Kami mau melihat jezanah keponakan yang sudah tewas saja tidak bisa," ujar Subandi, paman Kiki i RS Bayangkara.
Pihak keluarga juga menyesalkan kepolisian yang tidak menjelaskan secara rinci soal penembakan itu. "Kami dikabari di suruh datang ke rumah akit karena ada keluarga yang kecelakaan, ternyata sampai di sini kami tahu dia di tembak," ujarnya. (umi)
http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/407541-dua-bandar-narkoba-ditembak-mati-di-hotel-berbintang-medan
Labels:
April 2013,
Bandar narkoba,
ditembak mati,
Medan,
rs bhayangkara,
Sumut
“Kenapa Anakku Harus Ditembak Mati?”
PIHAK keluarga dan kerabat masih tidak menyangka Ramadhan Poda Ke suma, 26, alias R tewas di tem - bak dan dituduh sebagai bandar narkoba. Kesedihan keluarga ma - kin mendalam karena sampai sore tadi belum mendapatkan kon fir - masi dari pihak kepolisian.
“Kenapa anakku harus di tembak mati? Saya yakin dia bukan gem bong narkoba seperti yang di tuduh kan. Kalau masih diduga, ke napa anakku harus ditembak mati?.” kata Suprapti, 57, ibu korban sambil me nangis kepada KORAN SINDO MEDAN, Rabu (24/4). Suprapti yang tak kuasa menahan tangis sampai membuat ma tanya bengkak. Dia me yakin kan anaknya bukanlah gembong narkoba seperti yang di tuduhkan polisi.
Apalagi anaknya yang masih status mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), masih tergolong anak yang manja. “Dia anak manja, keluarga dan teman-temannya tahu. Dia masih minta uang jajan sama saya. Asal saya suruh pulang melalui pesan singkat, dia langsung pulang,” kenang Suprapti. Dia mengingat kenangan terakhir tentang anaknya itu.
Pada Selasa (23/4) sekitar pukul 9.00 WIB, anaknya minta dibuatkan sarapan lontong. “Seusai sarapan lontong dia permisi karena harus bekerja dapat proyek dari abangnya. Baru kali ini dia bekerja, maksud kami mengajari dia supaya mandiri,” tuturnya Suprapti. Cecep, abang kandung korban, membenarkan bahwa dirinya sengaja memberi proyek pengerjaan kaca bangunan kepada adiknya agar bisa mandiri.
Selama ini adiknya dikenal manja dan masih bergantung pada keluarga. Sementara itu, Sulaiman, 56, mengakui dirinya bersama R berangkat mengerjakan proyek pengerjaan kaca dan meubel di salah satu perusahaan yang terletak di Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Sunggal. Sementara itu, Vensi Ruri Aritonang, 25, kekasih R, terlihat angat shockdan tak kuasa menahan kesedihan mengetahui kabar pujaan hati tewas ditembak.
Vensi mengaku terakhir kontak dengan kekasihnya melalui Blackberry Messanger (BBM). “Kami sudah janjian mau nonton bioskop. Kami saling memberi kabar lewat BBM sejak siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saya yang juga bekerja minta jemput di kantor untuk pergi bareng nonton. Dia bilang sedang bekerja jadi belum bisa jemput. Setelah pukul 14.00 lewat saya BBM lagi tidak dapat tanggapan,” ujar Vensi.
Vensi yang terlihat matanya membengkak dan tidak sanggup berjalan karena shock menambahkan, dirinya sangat tidak yakin kekasihnya adalah bagian dari gembong narkoba seperti yang dituduhkan. “Saya kenal betul sama dia, tak mungkin dia bisnis narkoba,” tegasnya. Pihak keluarga mencurigai bahwa tewasnya R adalah permainan. Korban sengaja dijebak dan dituduh sebagai gembong narkoba.
Pihak keluarga yang harus membayar Rp1.190.000 saat membawa jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara menjelaskan bahwa ada bekas luka di pergelengan tangan korban yang diduga bekas borgol. “Begitu saya lihat almarhum, saya lihat sekujur badannya. Ada tiga bekas tembak di badannya. Tapi yang saya pikirkan sampai sekarang, ada bekas borgol di bekas tangannya.
Berarti adeksaya sudah disergap dan diborgol, tapi kenapa kalau sudah diborgol harus ditembak mati juga?” kata Cecep. Sementara itu, Selly Satria Aprianto, 26, yang juga tewas ditembak pada penggerebekan tim Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Komplek Bukit Hijau Regency No 66, Kecamatan Medan Selayang, membuat keluarga dan rekannya tak percaya. Melihat jasad pria yang akrab disapa Kiki itu, mereka seakan mimpi di siang bolong.
Lelaki yang dikenal supel itu sudah terbujur kaku dalam balutan kain kafan di rumah duka Jalan Banten Lingkungan 2, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Rabu (24/4). Oleh rekan-rekannya, Kiki dikenal bukanlah perokok aktif, terlebih pemadat. Hal itu membuat mereka sulit percaya, jika Kiki terlibat dalam jaringan pengedar narkotika internasional.
Tragisnya Kiki tewas ditembak sebanyak tujuh kali. Diyakini Kiki ditembak dari arah belakang di bagian leher, perut bagian samping, dan punggung. Kiki diketahui baru menikah Desember lalu. Dia mempersunting istrinya, Eka, yang dikenal sejak duduk di bangku SMA Amir Hamzah Medan.
FAUZI ABDULLAH
Medan
http://www.koran-sindo.com/node/310828
“Kenapa anakku harus di tembak mati? Saya yakin dia bukan gem bong narkoba seperti yang di tuduh kan. Kalau masih diduga, ke napa anakku harus ditembak mati?.” kata Suprapti, 57, ibu korban sambil me nangis kepada KORAN SINDO MEDAN, Rabu (24/4). Suprapti yang tak kuasa menahan tangis sampai membuat ma tanya bengkak. Dia me yakin kan anaknya bukanlah gembong narkoba seperti yang di tuduhkan polisi.
Apalagi anaknya yang masih status mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), masih tergolong anak yang manja. “Dia anak manja, keluarga dan teman-temannya tahu. Dia masih minta uang jajan sama saya. Asal saya suruh pulang melalui pesan singkat, dia langsung pulang,” kenang Suprapti. Dia mengingat kenangan terakhir tentang anaknya itu.
Pada Selasa (23/4) sekitar pukul 9.00 WIB, anaknya minta dibuatkan sarapan lontong. “Seusai sarapan lontong dia permisi karena harus bekerja dapat proyek dari abangnya. Baru kali ini dia bekerja, maksud kami mengajari dia supaya mandiri,” tuturnya Suprapti. Cecep, abang kandung korban, membenarkan bahwa dirinya sengaja memberi proyek pengerjaan kaca bangunan kepada adiknya agar bisa mandiri.
Selama ini adiknya dikenal manja dan masih bergantung pada keluarga. Sementara itu, Sulaiman, 56, mengakui dirinya bersama R berangkat mengerjakan proyek pengerjaan kaca dan meubel di salah satu perusahaan yang terletak di Jalan Bunga Raya Kecamatan Medan Sunggal. Sementara itu, Vensi Ruri Aritonang, 25, kekasih R, terlihat angat shockdan tak kuasa menahan kesedihan mengetahui kabar pujaan hati tewas ditembak.
Vensi mengaku terakhir kontak dengan kekasihnya melalui Blackberry Messanger (BBM). “Kami sudah janjian mau nonton bioskop. Kami saling memberi kabar lewat BBM sejak siang sekitar pukul 12.00 WIB. Saya yang juga bekerja minta jemput di kantor untuk pergi bareng nonton. Dia bilang sedang bekerja jadi belum bisa jemput. Setelah pukul 14.00 lewat saya BBM lagi tidak dapat tanggapan,” ujar Vensi.
Vensi yang terlihat matanya membengkak dan tidak sanggup berjalan karena shock menambahkan, dirinya sangat tidak yakin kekasihnya adalah bagian dari gembong narkoba seperti yang dituduhkan. “Saya kenal betul sama dia, tak mungkin dia bisnis narkoba,” tegasnya. Pihak keluarga mencurigai bahwa tewasnya R adalah permainan. Korban sengaja dijebak dan dituduh sebagai gembong narkoba.
Pihak keluarga yang harus membayar Rp1.190.000 saat membawa jenazah dari Rumah Sakit Bhayangkara menjelaskan bahwa ada bekas luka di pergelengan tangan korban yang diduga bekas borgol. “Begitu saya lihat almarhum, saya lihat sekujur badannya. Ada tiga bekas tembak di badannya. Tapi yang saya pikirkan sampai sekarang, ada bekas borgol di bekas tangannya.
Berarti adeksaya sudah disergap dan diborgol, tapi kenapa kalau sudah diborgol harus ditembak mati juga?” kata Cecep. Sementara itu, Selly Satria Aprianto, 26, yang juga tewas ditembak pada penggerebekan tim Direktorat IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri di Komplek Bukit Hijau Regency No 66, Kecamatan Medan Selayang, membuat keluarga dan rekannya tak percaya. Melihat jasad pria yang akrab disapa Kiki itu, mereka seakan mimpi di siang bolong.
Lelaki yang dikenal supel itu sudah terbujur kaku dalam balutan kain kafan di rumah duka Jalan Banten Lingkungan 2, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Rabu (24/4). Oleh rekan-rekannya, Kiki dikenal bukanlah perokok aktif, terlebih pemadat. Hal itu membuat mereka sulit percaya, jika Kiki terlibat dalam jaringan pengedar narkotika internasional.
Tragisnya Kiki tewas ditembak sebanyak tujuh kali. Diyakini Kiki ditembak dari arah belakang di bagian leher, perut bagian samping, dan punggung. Kiki diketahui baru menikah Desember lalu. Dia mempersunting istrinya, Eka, yang dikenal sejak duduk di bangku SMA Amir Hamzah Medan.
FAUZI ABDULLAH
Medan
http://www.koran-sindo.com/node/310828
Labels:
April 2013,
Bandar narkoba,
ditembak mati,
keluarga protes,
Medan,
Sumut
Thursday, 28 March 2013
Police Chief Killed By Angry Mob in North Sumatra
Jakarta Globe | March 28, 2013
The Pardamean Police chief was killed by an unruly mob after he and three officers busted a gambling site in the North Sumatra village of Dolok Saribu on Wednesday night.Sr. Comr. Heru Prakoso, a spokesman for the North Sumatra police, told Antara News Agency on Thursday that police chief Adj. Comr. Andra Siahaan received a tip about the gambling den on Wednesday evening.
Andar brought three other officers along him to the location: First Adj. Insp. Amada Simbolon, chief Brig. Lamsar Samosir and Brig. Leo Sidauruk.
The four officers arrested Y. Saragih for selling tickets for togel, a form of gambling based on numbers that is popular in North Sumatra.
Following the arrest, Saragih’s wife, Yeni Sumbayak, proceeded to make a scene and provoke residents of the village by telling them that the four officers were actually buffalo thieves.
The mob closed in on the four men and forced them to release Saragih. Three of the officers managed to escape the mob, though Andar failed to do so.
Andar reportedly called Simalungun district police chief Adj. Sr. Comr. Andi. S. Taufik for help.
“The victim called and told me that he was surrounded by an angry mob while he was inside his car,” Andi said, as quoted by Kompas.
Andi suggested that he leave his vehicle and run to safety.
“Five minutes later, his cell phone was no longer active, and I asked my officers to go to the location,” Andi said.
By the time officers with the Simalungun police arrived on the scene, the mob had already killed Andar. He was brutally beaten over the head with blunt objects.
Andi told Suara Pembaruan that 75 people who were allegedly involved in the attack have been detained by the Simalungun police. Twenty-five others have been brought in as witnesses.
“Those who were caught have been detained for further investigation,” he said. “We need to conduct an investigation to determine who masterminded the attack on the Pardamean police chief. Some of [those detained] will be named as suspects.”
Andi noted that the police were still searching for other residents involved in the incident.
“Among those arrested included the togel agent and his wife,” Andi said. “They allegedly triggered the angry mob ... We Won’t tolerate this violation of the law.”
Andar is survived by his wife and three children. His remains will be buried on Friday at Taman Bahagia cemetery.
http://www.thejakartaglobe.com/lawandorder/police-chief-killed-by-angry-mob-in-north-sumatra/582489?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=jgnewsletter
Labels:
dolok saribu,
maret 2013,
pardamean,
perjudian,
polisi dikeroyok massa,
Sumut
Subscribe to:
Posts (Atom)
