Monday, 21 November 2011
Bentrok 2 Desa, 5 Orang Luka Dipanah & Ditembak
Warga saling serang dengan melempar batu. Sebagian warga bahkan menggunakan senjata tajam seperti golok, tombak, dan panah.
Pertikaian tersebut berawal ketika Semy Russel (25), salah seorang warga Desa Holat melewati Desa Taar dengan sepeda motornya, tiba-tiba sepeda motornya dihentikan dan korban dimintai uang dengan paksa oleh sekelompok pemuda Desa Taar.
Semy menolak menyerahkan uang, sehingga para pemuda yang mabuk itu langsung memukuli korban berkali-kali dan merampas sepeda motornya.
Semy langsung memberitahukan kejadian ini kepada keluarganya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Keluarga Semy langsung datang ke lokasi guna mencari pelaku. Semy langsung menghajar para pelaku hingga babak belur.
Tak lama kemudian, warga Desa Taar balik menyerang warga Holat serta membakar sepeda motor milik Semy dan tiga sepeda motor milik warga lainnya. Bentrok warga pun tak terhindarkan dan berlangsung hampir satu jam.
Puluhan aparat dari Polres Maluku Tenggara sempat terlihat kewalahan menghalau massa.
Massa berhasil dibubarkan setelah polisi beberapakali melepaskan tembakan peringatan. Dalam insiden tersebut lima orang menderita luka akibat terjangan anak panah serta tembakan senapan angin.
Para korban dilarikan ke RSU Karel Satsuitubun Langgur untuk mendapat perawatan medis.
Hingga sore ini, kini kondisi di perbatasan dua desa masih mencekam. Polisi juga masih disiagakan guna mengantisipasi bentrok susulan.
(Sandy Salamun/Sindo TV/to)
http://news.okezone.com/read/2011/11/21/340/532227/bentrok-2-desa-5-orang-luka-dipanah-ditembak
Monday, 17 January 2011
Warga Bentrok Dengan Polisi, 4 Tewas
Sabtu, 15 Januari 2011 - 20:18 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Warga Tual, Maluku terlibat bentrok dengan petugas Polres Kepulauan Aru, Jumat (14/1) sore. Akibatnya tiga warga dan seorang polisi tewas tertembak.
Insiden ini bermula saat salah satu warga bernama Alibaba Raharusun tewas dianiaya oknum polisi. Korban sebelumnya diketahui melanggar lalu lintas. Oleh oknum petugas Polantas, korban dibawa ke pos jaga kemudian dianiaya.
Karena mengalami luka ukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban meninggal dunia di rumah sakit tersebut.
Warga yang mengetahui kejadian ini tidak bisa menerima. Dalam waktu singkat, berkumpul ratusan warga. Mereka menyerbu kantor Polres Kepulauan Aru. Selain itu, dua pos polisi lalulintas di Kota Dobo dibakar. Suasana pun mencekam.
Petugas kepolisian tidak tinggal diam dalam mengatasi massa tersebut. Tembakan peringatan dilepaskan, dengan harapan, warga menghentikan aksinya. Tapi, tembakan tidak dipedulikan warga. Mereka menyerang polisi.
Suasana semakin panas. Tak ada jalan lain, petugas melepaskan tembakan ke arah warga. Akibatnya tiga orang tewas tertembak. Mereka, Wilman Walten, Arman Mawar, dan Majid. Selain itu, polisi bernama Jhon Maitimu, juga tewas tertembak.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam membenarkan kerusuhan di Tual, Maluku. Akibat kericuhan tersebut seorang petugas kepolisian dan tiga warga tewas.
“Seorang petugas dan warga tewas dalam kejadian tersebut,” jelas Anton, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/1). Kasus ini ditangani Polda Maluku yang berhasil menenangkan massa dan mengamankan lokasi kejadian.(edi/adin/B)
