Showing posts with label latihan penembakan. Show all posts
Showing posts with label latihan penembakan. Show all posts

Thursday, 27 October 2011

Dua Teroris "Mati" Ditembak


KOMPAS/WISNU WIDIANTORODua pemeran teroris digambarkan tewas dalam sebuah penyerbuan oleh pasukan Detasemen 81 Kopassus di Gedung TVRI, Kamis (27/10/2011). Adegan ini merupakan bagian dari latihan penanggulangan terorisme yang digelar TNI-Polri di empat lokasi di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua teroris "tewas" ditembak oleh oleh petugas keamanan di gedung TVRI, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2011). Teroris tersebut dilumpuhkan oleh Satuan 81 Komando Pasukan Khusus.
Ini bukan kejadian sungguhan, melainkan aksi dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan dan Ketanggapsegeraan TNI/Polri yang juga digelar di empat lokasi lainnya.
Dalam latihan tersebut juga diperlihatkan kemampuan personel Satuan 81 turun dari gedung menggunakan tali. Bukan itu saja, mereka juga menembak sasaran dengan jarak lebih dari 400 meter. Dalam aksi tersebut, dua bom diledakkan dan satu bom lainnya berhasil diamankan.
Selama latihan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, ruas jalan di depan TVRI ditutup total. Akibat penutupan tersebut, kemacetan terjadi di sepanjang Jalan Asia Afrika. Saat ini ruas Jalan Gerbang Pemuda sudah dibuka kembali.

Monday, 17 May 2010

4 Pemberontak Mati Ditembak

Jumat, 14 Mei 2010 - 16:54 WIB

PONTIANAK (Pos Kota) – Pasukan Satuan Tempur Batalyon 465 Paskhas berhasil melaksanakan perebutan Pangkalan TNI AU Supadio dari pasukan separatis. Dan pasukan separatis tersebut berhasil dilumpuhkan dan diindikasikan beberapa anggota separatis masih hidup dan berlari di pemukiman penduduk yang letaknya disekitar Lanud Supadio.

Mengetahui situasi seperti itu maka pasukan mendapat perintah dari Danlanud Supadio untuk melaksanakan pengejaran dilanjutkan dengan patroli disekitar Lanud khususnya daerah yang telah diinformasikan oleh pihak intelejen. Kemudian melaksanakan gelar pertahanan Pangkalan Horizontal maupun Vertikal.

Menurut informasi intelijen dicurigai ada 5 orang separatis berada di daerah Kampung Parit Jepang yang letaknya tidak jauh dari Lanud Supadio dengan perlengkapan bersenjata campuran. Oleh sebab itu maka pasukan Hanlan agar waspada dan melakukan pengejaran terhadap sekelompok separatis tersebut.

Sejerus kemudian pasukan Hanlan dari Lanud Supadio mengejar dan mengepung anggota separatis yang telah diketahui keberadaannya namun demikian anggota separatis yang sudah terjepit berhasil meledakkan dan membakar rumah penduduk. Namun demikian tim Pemadam Kebakaran (PK) dari Lanud Supadio dengan sigap dapat memadamkan api.

Anggota pemberontak yang telah terjepit berhasil dihancurkan dan dikuasai, dengan hasil 4 orang berhasil ditembak mati dan langsung ditangani oleh pihak Rumkit Tk III Lanud Supadio, dan satu orang berhasil ditangkap hidup beserta mengamankan 2 pucuk senjata AK 47 dengan 1.200 amunisi dan 7 buah granat, 260 Grm TNT. Anggota separatis yang dihidup dibawa ke Markas Pomau untuk diinterogasi oleh anggota Pomau dan Intelpam Lanud Supadio.

Kejadian tersebut bukanlah kejadian sebenarnya namun hanya skenario Latihan Kamhanlan yang termasuk didalam Latihan Alap Gesit Mandau Terbang Tahun 2010.

”Dengan adanya latihan seperti ini diharapkan agar seluruh anggota dapat mengetahui dan memahami akan tugas dan tanggung jawabnya apabila skenario latihan ini benar-benar terjadi. Oleh sebab itu keseriusan dan kepatuhan akan instruksi pimpinan di lapangan harus betul-betul diikuti oleh seluruh anggota sehingga latihan ini berjalan sesuai skenario latihan,” kata Danlanud.

Latihan Kamhanlan ini diawali dengan apel kesiapan personel di gudang persenjataan Lanud Supadio. Kemudian anggota mengambil senjata laras panjang SS 1 buatan PT. Pindad dan amunisi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedikitnya 53 personel ikut serta dalam latihan Kamhanlan yang dilaksanakan tahun ini. (pentak lanud supadio/syamsir)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/05/14/4-pemberontak-mati-ditembak