Showing posts with label ogan illir. Show all posts
Showing posts with label ogan illir. Show all posts

Tuesday, 31 July 2012

Kata Polisi, Angga Tewas Bukan karena Ditembak

Senin, 30 Juli 2012 15:39 wib
JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto menegaskan, tewasnya Angga bin Darmawan (12) bukan terkena peluru petugas polisi.

Angga sebelumnya tewas saat terjadi bentrokan di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

"Kita pastikan dia (Angga) tidak terkena peluru. Kita tidak temukan proyektil pada jenazah," ujar Agus kepada wartawan dalam jumpa pers, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Senin(30/7/2012).

Saat itu, lanjut Agus, keberadaan korban diakuinya jauh dari lokasi anggota polisi dan kematian Angga dipastikan bukan terkena peluru nyasar melainkan senjata tajam.

"Letak korban jauh dari lokasi anggota kita berada, sebab kematian korban akibat terkena benda tajam, kalau kita katakan peluru kita belum pastikan karena kita tidak temukan proyektil," jelas Agus.

Bentrok antara warga desa setempat dan aparat kepolisian berawal dari laporan perusahaan perkebunan tebu Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Cinta Manis yang kehilangan pupuk sebanyak 127 ton di Rayon tiga pada 17 Juli 2012.

Saat personel Polda Sumsel dan Polres Ogan Ilir mengadakan olah TKP dan patroli serta dialog dengan warga situasi cukup kondusif.

Namun, saat iring-iringan anggota dari Polres yang terdiri atas penyidik, Intel, Sabhara, dan Brimob itu melintas, mereka pun terlibat bentrok dengan warga.

Akibat bentrokan tersebut, seorang anak bernama Angga Bin Darmawan (12) tewas di tempat kejadian. Sementara, empat orang lainnya mengalami luka tembak di bagian bahu dan tangan kiri yakni, Rusman (36), Yarman (50), Farida (46) tertembak di bagian tangan kanan dan Man (30) di bagian telinga kiri.
(put)



http://news.okezone.com/read/2012/07/30/337/670638/kata-polisi-angga-tewas-bukan-karena-ditembak

Sunday, 29 July 2012

Angga Meregang Nyawa di Depan Masjid


Angga Meregang Nyawa di Depan Masjid

Tribunnews.com - Sabtu, 28 Juli 2012 00:10 WIB
Angga Meregang Nyawa di Depan Masjid
Tribun Sumsel/Andi Agus T
Angga (13), bocah yang baru duduk di kelas 1 MTs ini, meregang nyawa tepat di depan Masjid Darusalam Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu Kabuapten Ogan Ilir. Jumat (27/7/2012). Peristiwa tersebut terjadi buntut dari sengketa lahan PTPN VII Cinta Manis dengan warga. Sejak bentrok warga dengan aparat kepolisian di PTPN VII, polisi terus melakukan patroli guna pengamanan dan sosialisasi kepada warga. (Tribun Sumsel/Andi Agus T) 

TRIBUNNEWS.COM,INDRALA




A--Angga (13), bocah yang baru duduk di kelas 1 MTSini, meregang nyawa tepat di depan Masjid Darusalam Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu Kabuapten Ogan Ilir
Dalam peristiwa berdarah itu, anak ke empat dari pasangan Darmawan dan Yuana itu tertembak di bagian kepala telinga sebelah kanan dan langsung  menghembuskan nafas terakhir di tempat tersebut.
Anak ke empat dari enam bersaudara ini, menurut Yuana, Ibu korban, hendak melihat banyaknya mobil polisi yang melintas di jalan. Ketika itu, ia sempat pamitan kepada ibunya.
"Mak, banyak mobil polisi aku nak lihat. Kata dia. Kemudian langsung pergi sedangkan saya di rumah," kata ibunya sambil terus menangis.
Setelah pamitan, Yuana mendapat berita, anak  tercintanya sudah tidak bernyawa lagi. Sementara, ayahnya yang berprofesi sebagai pandai besi, baru dua hari merantau.
Usai kejadian, Paldi kakaknya, terlihat menangis berserta keluarganya yang  lain. Sementara sang ibu tidak henti-hentinya meneteskan air mata. Ia masih tidak percaya dengan kepergian sang buah hati.
Dengan tersedu-sedu, ia meminta pertanggungjawaban atas kepergian sang buah hati.
Dari informasi yang dihimpun, menurut warga sekitar, Angga sedang melihat suasana ramai, ada anggota Brimob yang dikerumuni warga. Ketika polisi memberondong warga menggunakan senjata, ia tidak bisa menghindar dan akhirnya tertembak.
Sementara, situasi empat desa di kawasan tersebut, masih mencekam. Jelang Magrib, ratusan polisi Brimob siaga di simpang Limbang Jaya. Sedangkan, situasi desa juga masih mencekam. Mereka sangat trauma dengan apa yang terjadi.
Selongsongan peluru bekas rentetan tembakan, masih disimpan warga. Mereka berharap, usut tuntas kasus tersebut. Mereka tidak terima dengan perlakuan aparat yang memborbardi warga dengan tembakan bersenjata.
http://www.tribunnews.com/2012/07/28/angga-meregang-nyawa-di-depan-masjid

Polda Sumsel Bantah Pakai Peluru Tajam


Bentrok antara warga dan Brimob pecah di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumsel.
Bentrok antara warga dan Brimob pecah di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumsel.(ANTARA/ Yusran Uccang)
Minggu, 29 Juli 2012, 14:30

"Kata siapa ada penembakan?" kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan.

VIVAnews – Polda Sumatera Selatan membantah personelnya menggunakan peluru atau senjata tajam saat terjadi bentrok antara warga dan Brimob di Desa Limbang Jaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 27 Juli 2012.

“Kata siapa ada penembakan? Kami belum tahu apakah itu kasus penembakan menggunakan laras panjang atau peluru tajam, karena saat ini kami masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara,” kata Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP R Djarod Padakova, kepada VIVAnews, Minggu 29 Juli 2012.

Djarod menuturkan, bentrok antarwarga dan Brimob itu terjadi pukul 16.00 WIB. Saat itu, rombongan Polda Sumsel sedang melintasi Desa Limbang Jaya menggunakan 15 mobil. “Kami lalu diserang warga saat melintas. Warga menggunakan batu, parang, dan melempar ke arah personel,” ujar Djarod.

Dalam kejadian tersebut, Djarot melanjutkan, lima mobil anggota Polda ditahan oleh warga, dan 10 orang di antara anggota mereka yang sempat terjebak berhasil meloloskan diri dari amukan warga. “Kami belum tahu apa motif mereka menyerang kami. Kami masih selidiki,” kata dia.

Bentrokan itu menyebabkan Angga, remaja 12 tahun yang baru duduk di kelas 1 SMP, tewas tertembak di bagian kepala saat ia keluar dari tempat bermain PlayStation. Selain satu korban tewas, sedikitnya lima orang lainnya terluka dalam bentrok warga dan Brimob ini.

Versi warga menyatakan, bentrok Ogan Ilir bermula ketika pasukan Brimob memasuki Desa Limbang Jaya guna menyisir dan mencari pelaku pencurian 127 ton pupuk milik Pabrik Gula Cinta Manis yang dikelola PTPN VII.

Melihat iring-iringan truk Brimob itu, warga beramai-ramai mendatangi mereka. Namun, melihat banyaknya warga yang menghampiri mereka, anggota Brimob disebut mengeluarkan tembakan. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Komnas HAM telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM pada peristiwa tersebut. Warga Ogan Ilir dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Cinta Manis memang telah lama bersitegang dan terlibat sengketa lahan sejak 1982. (art)

http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/339731-polda-sumsel-bantah-pakai-peluru-tajam

Saturday, 28 July 2012

Polri Sebut Tembakan Kepada Warga bukan dari Pihaknya


MI/Baharman/vg
Penulis : Fidel Ali Permana|Sabtu, 28 Juli 2012
JAKARTA--MICOM: Kepolisian Republik Indonesia hingga kini masih menyelidiki peristiwa tewasnya seorang warga akibat tembusan peluru dalam konflik lahan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan.

Hasil sementara, Polri menyebut tembakan kepada korban bukan berasal dari pihaknya, karena berasal dari belakang.

"Korban yang tewas tertembak itu dari arah belakang, sedangkan arah anggota saat itu di depan. Ini sedang dicek kembali," kata Kepala bidang Penerangan Masyarakat Markas Besar Polri Kombes Boy Rafli Amar ketika dihubungi, Sabtu (28/7).

Ia pun yakin tembakan yang menewaskan seorang remaja, Angga bin Darmawan, 12, itu bukan dari sisi polisi. Ia juga memastikan ketika peristiwa terjadi, aparat Brimob ditempat kejadian tidak ada yang menggunakan peluru tajam.

"Sudah kami cek, tidak ada yang gunakan peluru tajam. Saat itu yang digunakan hanya peluru karet, peluru hampa, dan gas air mata," sebut Boy.

Lebih jauh, Boy juga menyebut ada kemungkinan tembakan yang mengenai korban berasal dari senjata api rakitan. Ia bahkan menyebut dalam investigasi yang dipimpin Wakapolda Sumatra Selatan juga melibatkan unsur reserse.

"Ada kemungkinan dari senpi rakitan, ini masih kami dalami. Karena itu kami juga melibatkan unsur reserse untuk menyelidiki dugaan ini," jelas Boy.

Diceritakan Boy, saat itu petugas yang sedang berpatroli diserang oleh sekitar 500 massa. Ketika itu, posisi petugas kepolisian yang sedang berpatroli terkepung. Boy menyebut penyerang ada yang terprovokasi.

"Saat itu petugas sedang patroli ke desa-desa dan kebetulan ketika lewat Desa Limbang Jaya patroli ini dilempari massa. Kemungkinan ada yang provokasi karena sebelum ada lemparan kami dengar bunyi-bunyian semacam kode untuk menyerang," ungkap Boy

Diakui Boy, memang ada juga tembakan dari aparat yang terkepung itu. "Kami sempat tembakkan gas air mata, sempat juga berikan tembakan peringatan." (Fid/OL-9) 

http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/07/28/336441/126/101/Bentrok_Warga_Vs_Brimob_Polri_Sebut_Tembakan_Kepada_Warga_bukan_dari_Pihaknya?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed