Showing posts with label serang. Show all posts
Showing posts with label serang. Show all posts

Tuesday, 21 February 2012

Sekuriti Perusahaan Dealer Ditembak Polisi


21/02/2012 06:48
Liputan6.com, Lebak: Mulyadi, warga Warung Gunung, Lebak, Banten, kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang. Lelaki yang bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan dealer ini ditembak Brigadir Polisi Satu (Briptu) Pohan, anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Lebak, di bagian dadanya.

Diduga, insiden penembakan itu dipicu ketidaksukaan pelaku terhadap korban. Sebab, korban dianggap sering membawa wanita ke mes di mana dia bekerja. Namun hingga kini Kepolisian Daerah banten belum dapat memastikan motif pelaku yang diduga mendapat perintah dari seorang pengusaha untuk menembak korban.

Yang terang, atas kejadian ini, Briptu Pohan langsung diamankan Propam Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan. Bila terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan sangsi yang cukup berat berdasarkan peraturan anggota Polri. Yakni, penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan.(ANS)
http://berita.liputan6.com/read/378347/sekuriti-perusahaan-ltemgtdealerlt-emgt-ditembak-polisi

Thursday, 8 December 2011

Serang Polisi Pakai Golok, Perampok Itu Ditembak




TEMPO.COTangerang - Setelah diburu selama satu bulan, seorang gembong perampok akhirnya diringkus. Polisi terpaksa melepas tembakan karena penjahat yang bernama Sugianto, 30 tahun, itu menyerang dengan golok. "Kami terpaksa menembak kakinya," kata Kapolsek Cisoka, Ajun Komisaris Afroney Sugiarto, Kamis 8 Desember 2011.

Jejak Sugianto baru terlacak beberapa hari terakhir. Semalam polisi  menemukan tempat persembunyian lelaki itu. "Dia tinggal di sebuah rumah di Serang, Banten," kata Afroney. Tim buser bergerak dan menggerebek rumah itu. Proses penangkapan sempat menegang karena Sugianto bertindak agresif.

Menurut Afroney, Sugianto adalah penjahat kawakan yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kota Tangerang. Dia kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang. Saat ditangkap polisi menyita aneka barang bukti kejahatan seperti perhiasan dan telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp 18 juta.

Berdasarkan catatan kepolisian, komplotan yang dipimpin Sugianto pernah beraksi di sebuah toko material milik Tam Budi di Kampung Pesanggrahan, RT 06/01, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada 1 September 2011. Mereka menggasak uang tunai sebesar Rp 40 juta, perhiasan, dan 5 buah telepon genggam.

Gembong rampok asal Pandeglang, Banten, ini juga dikenal sadis. Dia tidak segan-segan melukai korban. Di hadapan polisi dia mengaku nekat merampok karena ingin mendapatkan uang dengan cara mudah. Uang hasil kejahatan itu kemudian dihabiskan untuk foya-foya di tempat hiburan malam. "Kami cuma ingin bisa terus happy," ujar Sugianto.

Setelah ditangkap, kegarangan lelaki itu seakan hilang. Dari mulutnya lebih sering terdengar suara rengekan seperti anak kecil. "Ampun Pak, saya menyesal. Saya baru lima kali merampok di sini. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," ujar Sugianto sambil menangis menahan sakit di kaki kirinya.

JONIANSYAH



http://www.tempo.co/read/news/2011/12/08/064370509/Serang-Polisi-Pakai-Golok-Perampok-Itu-Ditembak

Monday, 14 November 2011

Maling Motor Digebuki Massa

13 November, 2011

SERANG (Pos Kota) – Andai tak mampir membeli bensin, Tuho alias Bohel, 25, bisa jadi berhasil membawa kabur motor pedagang buah-buahan di depan PT Nikomas Gemilang, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.
Korban Iwan Suhandi, 25, bersama petugas Polsek Cikande, memergoki pelaku di SPBU Kampung Ocit, Kibin namun saat akan ditangkap tersangka spesialis pencurian motor parkiran ini berusaha kabur. Begitu berhasil ditangkap lalu digebuki massa.
Diperoleh keterangan aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 01:30 Wib dinihari, Iwan, pedagang buah-buahan berniat menutup lapak jualannya. Namun pedagang warga Harendong, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang ini kaget melihat motor Yamaha Mio A 3916 FJ yang di parkir disisi lapak raib. “Beberapa menit sebelumnya, motor saya masih ada,” kata Iwan.
Tidak putus asa, korban meminta bantuan petugas Polsek Cikande yang sedang tugas jaga disekitar termninal PT Nikomas Gemilang. Menggunakan mobil patroli polsek, pencarianpun dilakukan dengan cara menyisiri Jalan Raya Jakarta-Serang ke arah Kota Serang. Setiba di SPBU Ocit sekitar 3 km dari lokasi pencurian, korban mengenali satu motor yang sedang antri isi bensin. “Saat kendaraan polisi mendekat, tersangka melarikan diri ke arah perkampungan warga,” ujar Iwan lagi.
Melihat orang yang mencuri motornya melarikan diri, korban dan polisi pun berhamburan keluar mobil dan mengejar tersangka. Diteriaki maling, warga setempat berhamburan ke luar rumah ikut membantu mengejar. Begitu tertangkap, warga langsung menghadiahi berbegai pukulan. Namun kekesalan warga berhasil diredam petugas dan langsung membawanya ke Mapolsek Cikande.
Kapolsek Cikande, Kompol Agus Nugraha, S.Ik ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif. “Dari pemeriksaan sementara, tersangka mengakui sudah melakukan pencurian motor sebanyak 4 kali di daerah Kecamatan Kragilan dan Ciraus. Katanya dia melakukan sendiri dan menjual barang hasil curian ke daerahnya,” terang Kompol Agus, minggu (13/11).
Ditemui di ruang pemeriksaan, tersangka mengatakan setelah berhasil membawa motor, dia melihat bensin hampir hampir. Merasa tidak ada yang membuntuti, dia terpaksa mampir ke pom bensin. “Tadinya saya tidak mau isi bensin, karena melihat bensin mau habis, terpaksa saya mampir ke SPBU,” ujar tersangka.
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/13/maling-motor-digebuki-massa

Monday, 15 August 2011

Curi Emas di Rumah Polisi, Tersungkur Dibedil

Senin, 15 Agustus 2011 - 15:13 WIB

SERANG (Pos Kota) – Tak punya uang buat lebaran di kampung, Nurul Jakaria Lutfiari, 24, nekad curi perhiasan milik anak majikannya di Komplek Taman Kristan Blok J/01, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Tersangka berhasil diringkus Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polres Serang saat nunggu bus di Terminal Pakupatan, Kota Serang mau pulang kampung, Minggu (14/8) sekitar pukul 23:00.

Pria asal Jombang, Jawa Timur ini ditembak karena melakukan perlawanan saat disergap.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Doni Hadi Santoso mengatakan tersangka dilaporkan telah melakukan pencurian perhiasan di rumah Weber, anggota Polda Banten, di Komplek Taman Krisan. Peristiwa pencurian terjadi pada Sabtu (24/7) saat korban dan dr Sylviana, isterinya sedang pergi ke Jakarta.

“Perhiasan cincin dan gelang senilai Rp 10 juta dari dalam lemari dibawa pelaku,” ujar AKP Doni, Senin (15/8).

Dari keterangan korban, sehari sebelum terjadi aksi pencurian, tersangka di ketahui menginap di rumah korban. Antara korban dengan tersangka sudah saling kenal karena tersangka juga bekerja di GSC cafe milik pejabat Polda Banten, AKBP Jasmarni, orang tua korban.

Kecurigaan makin menguat karena tersangka tidak lagi tinggal di mess GSC cafe. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata tersangka diketahui berada di Terminal Pakupatan.

Sadar dirinya sedang diintai petugas, tersangka yang akan pulang kampung ini berusaha kabur. Melihat buronannya melarikan diri, polisipun langsung mengejar sambil membuat tembakan peringatan.

Karena tembakan peringatan tak digubris, tersangkapun akhirnya ditembak. Residivis yang baru 3 bulan bebas dari LP Tangerang tersungkur setelah betis kanannya diterjang timah panas.

Ditemui di ruang reskrin Unit Jatanras, tersangka mengakui telah mencuri perhiasan dan uang tunai di rumah anak majikannya di Komplek Taman Krisan. Perhiasan gelang dan cincin emas dikatakan sudah dijual kepada seseorang yang ditemui di Pasar Ciruas seharga Rp 3 juta.

“Rencananya saya mau pulang kampung mau lebaran. Tapi sudah ketangkep duluan,” kata tersangka. (haryono/dms)


http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/15/curi-emas-di-rumah-polisi-tersungkur-dibedil

Thursday, 30 June 2011

Nembak Warga, Anggota Densus 88 Diadili

Kamis, 30 Juni 2011 - 17:54 WIB




SERANG (Pos Kota) – Oknum anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, Brigadir Herlambang ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penembakan warga.
Pelaku diduga telah melakukan penganiaya dengan cara menembak betis kiri Satibi, 38, warga Kampung Baru, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.
Kapolres Serang, AKBP Krisnandi menyayangkan sikap oknum anggota Bhayangkara yang mudah main tembak. “Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Memang seharusnya tak terjadi aksi penembakan itu yang dilakukan seorang polisi. Seorang polisi tak boleh main tembak, karena pistol itu hanya digunakan ketika mengejar penjahat,” papar Kapolres kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/6).
Dijelaskan, tersangka akan diproses secara pidana dengan pasal yang disangkakan penganiayaan, meski melakukan tembakan dengan pistol. Ia juga berjanji akan memproses perkara itu hingga tuntas.
Kapolres mengaku sudah melakukan pertemuan dengan keluarga korban, termasuk pembiayaan pengobatan yang akan ditanggung oleh Densus 88 Mabes Polri.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Densus 88 Mabes Polri yang akan membiayai seluruh pengobatan. Bila Densus tak siap maka Polres Serang yang akan mengganti seluruh biaya pengobatan,” kata Kapolres.
Ditambahkan, berdasarkan informasi dari tersangka Brigadir Herlambang bahwa dirinya terpaksa menembak korban lantaran terdesak, karena teman korban membawa senjata tajam.
“Itu baru keterangan dari tersangka secara sepihak. Makanya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap rekan korban yang saat kejadian berada di lokasi. Apakah benar memang rekan korban membawa senjata tajam atau tidak ? Ini yang akan diluruskan,” katanya.
Sementara Sanusi, saksi yang berada di lokasi saat kejadian membantah bila pihaknya membawa senjata tajam. “Jangankan membawa senjata tajam, kata-kata kasar saja tak ada. Saya juga heran kenapa kok dihembuskan isu bahwa kalau kita yang membawa senjata tajam. Ini informasi yang menyesatkan,” katanya.
Sementara korban Satibi sudah dioperasi betisnya untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang. Bahkan pria beranak dua ini dipindahkan ke ruangan Pavilliun RSUD Serang.
“Kakak saya sudah dioperasi dan dipindahkan ke Pavilliun,” ujar Muhdi, adik korban. (haryono/dms)

http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/06/30/nembak-warga-anggota-densus-88-diadili

Monday, 30 May 2011

3 Perampok dari Sumatera Terkapar Didor Polisi di Merak

Senin, 30 Mei 2011 - 9:12 WIB

SERANG (Pos Kota) – Tiga pria yang dicurigai akan merampok di sejumlah tempat di Jakarta, Tangerang dan di Tol, Minggu (30/5) sekitar pukul 20:00, terkapar ditembak tim gabungan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheuni dan Merak. Ketiganya dilumpuhkan dengan timah panas di kawasan flyover depan Pasar Lama Pulo Merak, Kota Cilegon karena melawan saat disergap petugas.

Ketiga tersangka , Heri, 34, warga Lumbuk Linggau, Palembang, Sapriansyah, 32, warga Desa Karang Dapo, Musi Rawas, Palembang dan Jito alias Juned, 31, warga Pekanbaru. Dari ketiga tersangka,i polisi menyita barang bukti 4 pistol jenis revolver beserta 12 butir peluru dan 1 unit Toyota Avanza nopol B 8868 HF. Ketiganya diamankan di markas KSKP Merak dan rencananya akan dibawa ke Bakauheuni, Lampung.

Penyergapan yang dilakukan tim gabungan ini berawal dari tertangkapnya Sapriyansah yang membawa 4 pistol revolver oleh petugas KSKP Bakauheuni saat akan menyeberang ke Merak. Dalam pemeriksaan diketahui kalau tersangka Sapriyansah akan bertemu dua rekannya Heri dan Jito di rumah makan di sekitar Pelabuhan Merak. Berbekal dari informasi itu, tersangka langsung dibawa ke Merak untuk menemui 2 rekannya itu.

Sebelum menuju lokasi pertemuan, petugas terlebih dahulu berkordinasi dengan petugas KSKP Merak. Setelah itu , delapan anggota gabungan bergerak ke lokasi tempat pertemuan. Tersangka Sapriansyah dibawah pengawalan polisi diperintah menemui 2 rekannya yang sedang menunggu di rumah makan. Begitu bertemu dengan 2 rekannya, tersangka Sapriansyah bukannya membantu polisi malah kabur bersama 2 rekannya menggunakan mobil Avanza.

Tak mau buruannya lepas, petugas mengejarnya memggunakan mobil dan motor. Dalam aksi pengejaran itu, polisi sempat menembaki mobil yang ditumpangi tersangka. Belasan peluru bersarang di mobil tersangka bahkan 3 peluru berhasil mengenai bagian mesin hingga menghentikan kendaraan tersebut. Namun ketiga tersangka tak menyerah, mereka keluar dari mobil lalu melarikan diri. Namun langkah ketiganya, terhenti setelah beberapa butir peluru berhasil mengenai bagian kakinya.

“Mereka adalah pemain lama dan telah beberapa kali merampok di sejumlah daerah di Sumatera. Rencananya, mereka juga akan melakukan aksi yang sama di sejumlah tempat di Tangerang, Jakarta dan di Tol. Soal tempat pastinya masih kita kembangkan,” terang Iptu Ardi Agung, Waka KSKP Bakauheuni, Lampung, kepada wartawan. (haryono/B)


http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/30/3-perampok-dari-sumatera-terkapar-didor-polisi-di-merak

Tuesday, 24 May 2011

Polisi Tembak Polisi Terduga Pencuri Mobil

Selasa, 24 Mei 2011 17:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,SERANG--Oknum anggota Direktorat Polisi Udara Mabes Polri berinisial Bripda EW ditembak petugas gabungan Polsek Serang dan Polsek Metro Ciputat dalam aksi penyergapan di areal Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat. Oknum tersebut diduga mencuri mobil Toyota Avanza B 1171 WUE milik warga Kota Serang, Banten.

Kapolsek Serang, AKP Kam'ndiah, mengakui adanya penangkapan itu. Namun, dia enggan memberikan keterangan lebih jauh, dengan alasan belum memeriksa tersangka yang masih dalam perawatan. “Gimana bisa menerangkan, tersangkanya saja masih dirawat. Nanti saja, Kapolres yang menjelaskan,” kata Kam’ndiah, Selasa (24/5).

Kini, oknum bintara polisi yang terluka tembakan masih di rawat di ruang Melati No. 2 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang. Bripda EW terkena tembakan pada bagian betis kanannya.

Kapolres Serang, AKBP Krisnandi, mengakui petugas polisi yang menembak tersangka berasal dari Polsek Serang. Namun, Krisnandi enggan merinci kronologis penembakan tersebut, karena masih melakukan pengembangan. “Kita belum bisa merilisnya,” kata Krisnandi.

Dari informasi yang dihimpun, selain tersangka Bripda EW, petugas juga mengamankan 3 warga yang diduga sebagai jaringan pencurian mobil yang ditangkap di rumahnya masing-masing pada Senin (23/5) malam. Mereka yang diamankan adalah Sul (37 tahun), warga Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang Selatan dan Ar (35), dan Al (27), warga Ciputat, Tangerang Selatan.

Terungkapnya kasus pencurian mobil Avanza ini berawal dari hilangnya mobil Avanza hitam B 1171 WUE dari rumah H Asbad, warga Kampung Sempu Girang, Kelurahan Cipare, Kota Serang, pada Sabtu (21/5) sekitar pukul 05:00 WIB. Berbekal dari laporan itu, petugas Reskrim Polsek Serang langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, kendaraan yang dicuri tersebut berada di wilayah hukum Polsek Metro Ciputat.

Berbekal dari informasi tersebut, petugas reskrim segera bergerak ke lokasi yang dicurigai tempat persembunyian pelaku. Sebelum melakukan penyergapan, petugas Polsek Serang terlebih dahulu mendatangi Polsek Metro Ciputat untuk melakukan koordinasi. Beberapa anggota Polsek Metro Ciputat dikerahkan untuk membantu penyergapan. Sekitar pukul 20:00 WIB, petugas gabungan itu segera melakukan pengepungan di sekitar Kampus UIN Ciputat.

Pada saat akan ditangkap, oknum polisi yang bertugas di Pondok Cabe, Jakarta Selatan ini berusaha melarikan diri. Mengetahui buruannya melakukan perlawanan, polisi pun berupaya memberikan tembakan peringatan namun tidak digubris tersangka.

Karena tak mau buruannya lolos, tembakan pun akhirnya diarahkan ke bagian tubuh dan mengenai betis kanan tersangka. Beberapa anggota langsung membawa tersangka EW ke RSUD Serang untuk diberikan pengobatan, sedangkan lainnya terus melakukan pengejaran terhadap rekan-rekan tersangka. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti 1 unit Avanza B 1171 WUE, 4 buah kunci palsu, 1 obeng serta 1 kunci pas.

http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/05/24/llp3pf-polisi-tembak-polisi-terduga-pencri-mobil

Anggota Polisi Udara Ditembak Anggota Polres Serang

Bayu Adi Wicaksono |

Selasa, 24/05/2011 14:55 WIB
Banten
- Jajaran Kepolisian Resor Serang, Banten, terpaksa menembak seorang anggota kepolisian dari kesatuan Kepolisian Udara Mabes Polri karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Bripda EW sedianya akan ditangkap karena diduga terlibat dalam sindikat pencurian kendaraan bermotor.

Bripda EW masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang, Banten untuk mengangkat sebutir timah panas milik rekannya sesama penegak hukum yang bersarang di kaki bagian kanan Bripda EW.

Menurut sumber di kepolisian Polres Serang, Banten, Bripda EW terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak bagian kakinya karena berusaha melawan aparat dari Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Serang yang akan menangkapnya. Bripda EW disergap anggota Polres Serang saat berada di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan.

Bripda EW diduga terlibat dalam serangkaian tindak pidana pencurian kendaraan bermotor yang belakangan ini marak terjadi di Kota Serang, Banten. Kasus terakhir yang terendus kepolisian adalah kasus penggelapan satu unit kendaraan roda empat dari sebuah tempat penyewaan kendaraan di Serang.
(baw/baw)
http://today.co.id/read/2011/05/24/33987/anggota_polisi_udara_ditembak_anggota_polres_serang

Tuesday, 5 April 2011

Meski Ditembaki, 3 Pencuri Masih Lolos

Selasa, 5 April 2011 - 16:06 WIB

SERANG (Pos Kota) – Dua tersangka pencuri monitor LCD beko (alat berat, red) milik perusahaan pergudangan di Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, diringkus polisi, Selasa (5/4) pukul 03:00 WIB. Pelaku yang kini ditahan di Mapolsek Jawilan itu adalah Chandra, 35, warga Palembang, dan Marjuki, 30, warga Bangka Belitung. Tiga rekannya melarikan diri, yakni Aris dan Alay alias Yanto, keduanya warga Rangkasbitung, dan Boncong warga Bangka Belitung.

Kapolsek Jawilan, AKP Edi Irianto membenarkan penangkapan tersebut. Katanya, terungkapnya pencurian itu saat anggotanya sedang patroli malam. Petugas melihat mobil Xenia nopol A 1855 PA diparkir tak jauh dari lokasi pabrik itu. Petugas curiga karena tak lazim dini hari ada mobil di sana.

“Anggota kemudian melakukan introgasi terhadap sopir mobil itu yang diketahui bernama Chandra. Ternyata Chandra sedang menunggu rekannya yang sedang mencuri monitor kendaraan beko,” ujar Kapolsek.

Setelah agak lama menunggu, Marjuki datang membawa monitor beko hasil curian. Ketika masuk mobil, Marjuki terkejut karena di sudah ada polisi. Sementara tiga pelaku lainnya diduga mengetahui keberadaan polisi dalam mobil langsung melarikan diri.

“Saat berusaha menangkap, petugas sempat membuang beberepa tembakan namun tidak digubris. Tembakan sempat diarahkan ke tubuh namun tak mengenai sasaran. Akhirnya tiga pelaku itu berhasil kabur,” ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Ipda Khusnul Qomar.

Dikatakan, saat ini pihaknya mengamankan barang bukti berupa monitor beko yang diperkirakan harganya Rp 30 jutaan, dan mobil Xenia yang digunakan untuk beraksi.(haryono/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/05/meski-ditembaki-3-pencuri-masih-lolos