Showing posts with label Ciamis. Show all posts
Showing posts with label Ciamis. Show all posts

Sunday, 29 May 2011

Perampok Itu Tewas Ditembak Aparat

Sabtu, 28 Mei 2011


CIAMIS - Anggota Polres Ciamis, Jawa Barat, berhasil menembak mati seorang perampok yang mencoba kabur saat beraksi di Dusun Limus RT05/07, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis.

Insiden bermula, saat warga melihat dua orang tidak dikenal yang membawa dua karung berisi peralatan. “Atas kecurigaan itu, warga inisiatif melapor polisi,” kata Taufik (38), warga setempat, Jumat (27/5/2011).

Polisi bersama warga sempat meminta KTP, namun kedua malah melarikan diri. Tembakan peringatan polisi pun tak digubris. “Setelah melakukan pengejaran akhirnya salah seorang perampok ditemukan tewas dalam kondisi mengalami luka tembak di bagian pungung menembus dada kanan,” kata Taufik.

Jasad terduga perampok yang belum diketahui identitasnya itu hingga Jumat malam masih berada di RSUD Banjar, menunggu dokter ahli porensik untuk dilakukan outopsi.

Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso saat dikonfirmasi menjelaskan, penembakan seorang terduga perampok itu dilakukan setelah mendapat laporan warga. Rumah milik Yusep Saprulloh sebelumnya didatangi dua orang tidak dikenal dan jendela rumahnya dibongkar paksa.

“Karena pemilik rumah belum tidur, dia berteriak meminta tolong dan melakukan pengejaran. Tembakan peringatan tidak diindahkan, maka tembakan berikutnya diarahkan ke sasaran korban,” ucap Agus.

“Korban meninggal di lokasi kejadian, akibat peluru yang diletuskan petugas menembus pungung mengenai dada kanan dekat pangkal lengan. Sementara seorang pelaku lagi melarikan dir, tapi identitasnya sudah kami kantongi. Justru pelaku yang terkena tembakan hingga saat ini belum diketahui identitasnya,” tandas Agus.

http://news.okezone.com/read/2011/05/28/340/461928/perampok-itu-tewas-ditembak-aparat

Sunday, 1 May 2011

Dikira Perampok, Polisi Tembak PNS

KRIMINAL
Sabtu, 30 April 2011 , 12:15:00

CIAMIS
– Warga yang menjadi korban peluru anggota polisi terus terjadi. Setelah pada Minggu (24/4) senjata Kanit P3D Polsek Cigalontang, Tasikmalaya melukai istri sirinya, Kamis (28/4) dinihari anggota Buser Polres Ciamis menembak warga yang tak berdosa.

Mamay Rukmaya SH, Pegawai Negeri Sipil di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukadana, Ciamis, ditembak saat berada di dalam mobil Daithatsu Xenia silver. Saat itu, Mamay yang juga pengajar di MTs Margaharja sedang bersama istrinya, Endar Suhendariyah SPd.

Akibat penembakan itu, Mamay mengalami luka tembak di tangan kanan dan luka gores di bawah ketiak. Data yang dihimpun Radar Tasikmalaya, penembakan terhadap Mamay adalah tindakan lalai. Karena sejatinya, polisi menyangka bahwa orang yang berada di dalam mobil Xenia silver itu adalah gembong perampok berinisial Jr, yang sedang mereka cari.

Endar Suhendariyah SPd, istri Mamay menjelaskan, penembakan kepada suaminya terjadi sekitar 04.00 Kamis dinihari. Saat itu mereka pulang dari sekolah MTs Margaharja usai piket mengawal soal Ujian Nasional (UN). Saat melintas di Jalan Margaharja --sekitar seratus meter dari sekolah--dari arah berlawanan datang mobil yang kemudian menghalangi laju mobil mereka. Endar dan suaminya, menyangka bahwa mobil tersebut ditumpangi kawanan perampok. Terlebih, setelah menghalangi laju, mobil yang berada di depan mereka terus merangsek hingga mobil Mamay terpojok.

Setelah itu, dari mobil tak dikenal itu turun beberapa orang sembari membawa senjata. Mereka kemudian meminta Endar dan Mamay untuk membukakan kaca mobil. Namun, karena menduga bahwa kawanan tersebut adalah perampok, permintaan tersebut tidak dilakukan. Mamay dan Endar merasa takut.

Diduga karena dia dan suaminya tak kunjung keluar dari mobil, seorang dari mereka langsung menembakan pistolnya sebanyak dua kali. Yang satu mengenai lengan kanan suaminya dan satunya lagi menyerempet bagian badan di bawah ketiak.

Setelah suaminya mengalami luka tembak, pintu mobil oleh Endar dibuka. Setelah Endar turun, baru diketahui bahwa yang menembak adalah polisi yang salah sasaran.
Karena Mamay mengalami pendarahan, dia langsung dibawa ke RSUD Ciamis, dengan menaiki mobil Buser. “Saya masih shock dan suami saya tidak bisa dimintai keterangan karena masih sakit. Saya pun tidak mau bercerita banyak, karena masih trauma. Kejadian ini seperti sinetron,” ujarnya, kemarin.

Perawat jaga RSUD Ciamis, Diki S mengatakan, saat korban datang Kamis (28/4) dinihari. Walau dia sedang tidak bertugas, berdasarkan informasi yang didaptkannya, operasi pengangkatan peluru dilakukan dokter bedah dr Dasrijal.

“Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, untuk keterangan selanjutnya besok datang lagi ke sini, karena (sekarang, red) dokternya sudah tidak ada,” ujarnya.

Terkait kejadian salah tembak, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ciamis AKP Irfan Nugraha SH mengakui kejadian tersebut memang merupakan kesalahan anak buahnya, yang tidak berhati-hati dalam melakukan operasi. “Ini memang kejadian tidak diduga. Ini intinya salah saya,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, sebenarnya saat itu anak buahnya sedang ditugaskan untuk menangkap salah satu gembong spesialis pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan berinisial Jr.

Pada jam Kamis menjelang pukul 24.00 malam sebelum kejadian tersebut, terlebih dahulu petugas telah menangkap salah satu anak buah Jr berinisial By. Penangkapan terhadap By di salah satu jalan kampung.

Dari hasil pengakuan tersangka By itulah polisi kemudian mendapatkan keterangan tentang keberadaan tersangka Jr-- yang hingga kini masih dalam buruan petugas.
Kata Irfan, berdasarkan pengakuan By, polisi mendapat informasi bahwa Jr sering lalu lalang melewati Jalan Margaharja menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver.

Saat itu petugas yang sedang mengintai, melihat sebuah mobil warna silver yang diduga merupakan mobil target, sangkaan tersebut semakin kuat setelah si pemilik tidak juga mau turun saat diminta keluar.

“Keadaan dalam mobil itu sendiri saat itu katanya gelap, sopir tidak menyalakan lampu, “ terang dia tanpa menjelaskan lagi penanganan anggotanya yang sudah salah tembak itu.
(yza/pee)

http://www.jpnn.com/read/2011/04/30/90749/Dikira-Perampok,-Polisi-Tembak-PNS-

Monday, 3 January 2011

Polres Ciamis Tangkap Komplotan Curanmor

Hukum & Kriminal / Senin, 3 Januari 2011 09:24 WIB

Metrotvnews.com, Ciamis: Sebelas pemuda komplotan pencuri sepeda motor antar kota, spesialis pembobol showroom di Ciamis, Jawa Barat, berhasil dibekuk jajaran Polres Ciamis. Seorang gembong curanmor yang meresahkan warga itu terpaksa ditembak karena berusaha kabur dari sergapan polisi. Sedikitnya 32 sepeda motor hasil curian berhasil diamankan polisi dari para tangan tersangka.

Para anggota sindikat curanmor ini langsung digelandang ke Mapolres Ciamis untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Komplotan curanmor antar kota yang di bawah pimpinan Hermawan alias Ujang Sensi berhasil dibekuk petugas di rumahnya masing-masing.

Hermawan yang merupakan gembongnya curanmor di Ciamis ini langsung mendapat hadiah timah panas di kakinya karena berusaha kabur dari sergapan polisi.

Kesebelas tersangka merupakan komplotan pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Cilacap, Jawa Tengah dan terakhir mereka beraksi membobol sebuah showroom sepeda motor di Kecamatan Pangandaran.

Namun aksi mereka berhasil di ketahui tim Buser Satreskrim Polres Ciamis dan mereka pun berhasil dibekuk. Berikut sedikitnya 32 sepeda motor hasil curian dari para tangan tersangka.

Menurut seorang gembong curanmor Hermawan, sepeda motor hasil curiannya berhasil dijual ke luar kota seperti Tasikmalaya, Garut dan Cilacap.

Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso mengatakan kasus pencurian sepeda motor di wilayah Ciamis setiap harinya terus meningkat dan sangat meresahkan masyarakat. Sedikitnya dua laporan kehilangan sepeda motor dalam setiap harinya.(Yosep Trisna/RIE)


http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/01/03/38401/Polres-Ciamis-Tangkap-Komplotan-Curanmor/

Thursday, 30 December 2010

Bandar Besar Narkoba Ditangkap

30/12/2010 00:12 | Narkoba
Liputan6.com, Ciamis: Seorang bandar besar narkoba, Yayan Suhyana alias Ones, yang biasa memasok ganja di Ciamis, Jawa Barat, ditangkap setelah sebutir timah panas polisi bersarang di kakinya, Rabu (29/12).

Seorang petugas menjelaskan Yayan terpaksa dilumpuhkan polisi karena tersangka berusaha melarikan diri saat disergap di rumah kontrakannya di daerah Gaya Luhur, Cilacap, Jawa Tengah. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti sebanyak setengah kilogram ganja.

Polisi menambahkan Yayan dikenal sebagai bandar ganja licin yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang kepolisian. Ia pun mengaku menggeluti bisnis haramnya selama tujuh tahun dan belum pernah sekali pun merasakan penjara. Penangkapan itu penyergapan beberapa anak buah kepercayaannya yang tertangkap lebih dulu. (ADI/YUS)

http://buser.liputan6.com/berita/201012/313578/Bandar.Besar.Narkoba.Ditangkap

Tuesday, 21 December 2010

Melarikan Diri, Residivis Tewas Tenggelam di Sungai

CIAMIS, (PRLM).- Solehudin (40), warga Dusun Jati RT 01/02 Desa Parigi Kec. Parigi Kab. Ciamis, residivis yang baru sekitar satu bulan keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Tasikmalaya dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja, tewas secara mengenaskan terbawa arus deras Sungai Sukamanah Desa Parigi, Kec. Parigi. Jasad korban ditemukan mengapung di sungai oleh Ujang, warga setempat, Selasa (21/12) sekira pukul 13.30 WIB.

Informasi diterima “PRLM”, sebelum ditemukan tewas, Solehudin berusaha melawan petugas kepolisian yang memintanya menunjukkan barang bukti ganja. “Kalau nggak salah, Solehudin datang ke rumahnya pada Senin malam. Ia datang bersama anggota polisi. Konon Soleh diminta menunjukkan barang bukti ganja yang disimpan di rumahnya,” kata Wawan (33), warga setempat.

Menurut dia, Solehudin harusnya menuruti apa keinginan petugas. Akan tetapi, saat itu, Solehudin malah berbuat nekad. Dia menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam yang diambilnya di belakang rumah, saat mencari barang bukti. Setelah menyerang petugas, Solihudin kemudian melarikan diri dengan menyeberang Sungai Sukamanah yang airnya sedang besar.

Petugas, saat itu berusaha menangkap Solehudin. Namun upayanya gagal, karena yang dikejar sudah menceburkan diri ke sungai. “Petugas kemudian meninggalkan rumah Solehudin,” tutur Wawan.

Ternyata, keesokan harinya, Solehudin ditemukan sudah menjadi mayat, mengambang di sungai. Penemuan mayat residivis yang masih berpakaian lengkap dan bersepatu itu, telah menggegerkan warga setempat, sepanjang Selasa siang.

Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso, S.Ik didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Irfan Nugraha, SH saat dihubungi membenarkan kejadian ini. Menurut dia, korban memang berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat diminta menunjukkan barang bukti hasil pengembangan kasus ganja.

Dijelaskan, pelaku sebelumnya sempat ditangkap di kawasan jembatan Cirahong Kab. Ciamis, saat dilakukan pengembangan oleh Satuan Narkoba Polresta Ciamis. Saat ditangkap, pelaku sempat mengaku bahwa di rumahnya, dia menyimpan barang bukti ganja, disimpan di sekitar kandang domba.

“Mendengar pengakuan korban, petugas pun kemudian meluncur ke rumah pelaku. Sayangnya residivis itu melarikan diri ke wilayah Sungai Sukamanah, setelah menyerang petugas," terang Kasat Reskrim AKP Irfan Nugraha. (A-112/das)***


http://www.pikiran-rakyat.com/node/130319

Friday, 16 July 2010

Polres Ciamis Masih Buru Perampok Emas

CIAMIS, (PRLM).- Jajaran Polres Ciamis masih memburu Soni, otak perampokan satu kilogram emas di Pangandaran. Sementara enam tersangka lainya berhasil diringkus, dua di antaranya ditembak petugas karena hendak melarikan diri ketika akan ditangkap.

Diduga otak perampokan masih berada di seputar Kota Ciamis. Dugaan tersebut berkenaan dengan kaburnya tersangka ketika hendak dibawa ke Mapolsek Ciamis oleh tukang ojek bernama Sulis, Jumat (16/7) sekitar pukul 04.00 WIB.

Tersangka dengan tukang ojek sempat baku pukul. Hanya saja Soni berhasil kabur setelah jaketnya terlepas saat terjadi tarik menarik dengan Sulis. Tersangka langsung kabur menuju jembatan Sungai Cileuer yang berada di sisi sebelah barat Kantor Bupati Ciamis.

Puluhan polisi diterjunkan menyisir sungai, serta beberapa lokasi yang diperkirakan untuk bersembunyi, tetapi tersangka otak perampokan tidak ditemukan. Dari atas jembatan, tidak kurang dari seratusan warga ikut menyaksikan proses pengejaran.

Kepada petugas, Sulis mengungkapkan sekitar pukul 02.00 WIB saat mangkal datang seorang laki-laki minta diantar ke Kecamatan Sadananya, arah utara Baregbeg. Sebelum sampai ditujuan, tersangka minta diantar ke Cikinging, Kabupaten Majalengka dengan imbalan sebesar Rp 150.000.

Tukang ojek tersebut mulai curiga. Dengan berpura-pura mengantar, sepedamotornya dipacu tidak menuju Sadananya, tetapi menuju arah kota Ciamis.

Tersangka yang dibonceng juga curiga, hingga mendesak turun dari sepedamotor. Namun permintaan tersebut tidak digubris, hingga terjadi percekcokan. Sepedamotor baru berhenti setelah melewati Mapolsek. Penumpang dan tukang ojek sempat bergumul di jalan. Soni gagal ditangkap, bahkan lolos setelah jaket yang dikenakannya terlepas akibat ditarik.

"Soni dalah otak perampokan. Kami terus mengejar dan mempersempit ruang gekar tersangka," tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisari Besar Agus Santoso didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Agus Gustiaman.

Dengan tertangkapnya Slamet (30) alias Cebok warga Kelurahan Suramenggala, Kabupaten Cirebon, hari Jumat (16/7) sekitar pukul 09.00 WIB, lanjut dia, sudah enam tersangka yang berhasil diringkus. Yang bersangkutan ditangkap di Dusun Cikapas Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg. (A-101/A-26).***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/117916

Friday, 16 April 2010

Melawan Petugas, IS Akhirnya Ditembak

CIAMIS, (PRLM).- Dinilai melawan dan membahayakan keselamatan petugas, IS (35) warga Desa Mekarsari, Kec. Tambaksari, Kab. Ciamis terpaksa ditembak polisi. Sebelum ditembak pada bagian pinggulnya, Is melakukan penganiayaan terhadap Kaji (56) tetangganya sendiri.

Kaji korban penganiayaan IS mengalami luka berat pada bagian kepala dan dada akibat disabet dengan kampak. Akibat lukanya, Kaji dilarikan ke RSU Tasikmalaya, sedangkan IS dilarikan ke RSU Bandung.

Informasi yang diperoleh "PRLM" Jumat (16/4) menyebutkan, penganiayaan itu bermula ketika Dian (21) bersama dengan Reni (27) dan Nursih (27) tengah berada di rumah Kaji, ngobrol soal hilangnya telepon genggam milik Dian. Tiba-tiba datang IS yang membawa kampak menemui mereka. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul Dian. Melihat kejadian itu, korban Kaji mencoba melerai.

Is bukannya tenang, sebaliknya menumpahkan kemarahannya terhadap Kaji. Kampak yang digenggamnya langsung dipukulkan ke arah korban. Korban tersungkur akibat luka berat pada bagian dada dan kepala, sementara IS langsung melarikan diri.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsesk Rancah. Menerima laporan tersebut Kanit Reskrim Polsek Rancah Aiptu Adharudin bersama dengan dua anggotanya menuju lokasi kejadian. Ketika di perjalanan, mereka berpapasan dengan tersangka yang membawa kampak yang masih berlumuran darah. Petugas mencoba mengamankan tersangka IS, namun yang bersangkutan justru mengancam akan membunuh siapapun yang akan menangkapnya.

Karena terus melawan, akhirnya petugas memberikan dua kali tembakan ke atas. Is bukannya menyerah, sebaliknya terus merangsek petugas. Melihat kondisi anggotanya terancam, Adharudin akhirnya melumpuhkan IS dengan tembakan ke bagian pinggul.

"Apa yang dilakukan petugas sudah sesuai dengan prosedur. Dua kali tembakan peringatan tidak digubris, bahkan menyerang petugas. Apabila tidak dilumpuhkan, maka anggota yang akan terancam jiwanya, bahkan kemungkinan tersangka akan semakin brutal," ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Agus Gustiaman. (A-101/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/111363