Showing posts with label denpasar. Show all posts
Showing posts with label denpasar. Show all posts

Sunday, 14 July 2013

Nissan X-Trail Hajar Pohon, Tiga Orang Tewas

  • Penulis :
  • Kontributor Bali, Muhammad Hasanudin
  • Sabtu, 13 Juli 2013 | 12:37 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Sebuah mobil Nissan X-Trail dengan nomor polisi L 144 NK yang ditumpangi lima pegawai di lingkungan Pemkab Karangasem menabrak pohon di Jalan by passIda Bagus Mantra, timur SPBU Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Jumat (12/7/2013) malam. Mobil tersebut kemudian masuk ke pematang sawah. 

"Mobil melaju dari arah barat, menuju Karangasem," ujar Kasatlantas Polres Klungkung AKP Slamet Hs.

Kecelakaan ini mengakibatkan tiga penumpang tewas dan dua lainnya terluka parah. Penumpang tewas termasuk pengemudi mobil naas tersebut, yakni Kadek Krisna Harta. Kadek mengalami luka di kepala bagian depan, kedua telinga, hidung mengeluarkan darah, dan luka pada lutut kanan kiri.

Dua penumpang lainnya, I Gusti Bagus Oka dan I Wayan Karni, juga tewas. I Gusti Bagus Oka mengalami luka pada dagu dan pipi kanan serta memar di dada, sedangkan I Wayan Karni, PNS di lingkungan Dinas PU, tewas dengan luka di kepala bagian depan dan hidung serta telinga mengeluarkan darah.

Diduga mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan lepas kendali saat akan menyalip kendaran lain. Tabrakan yang cukup hebat tersebut mengakibatkan pohon sebesar pelukan orang dewasa tercabut dari akarnya dan mobil terlempar hingga 25 meter.

Editor : Farid Assifa

http://regional.kompas.com/read/2013/07/13/1237322/Nissan.X-Trail.Hajar.Pohon.Tiga.Orang.Tewas


Coba Kabur, Residivis "Keprok" Kaca Mobil di Bali Ditembak Polisi


DENPASAR, KOMPAS.com — MNF (41), seorang residivis pencurian dengan modus keprok(memecah) kaca mobil, ditembak aparat Polsek Denpasar Selatan karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka akhirnya dibekuk di rumah kosnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar.

"Tersangka kami tangkap karena aksinya terhadap sembilan korban di delapan tempat," ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Ikram Arrasyid di kantornya. Pelaku merupakan residivis kambuhan yang telah beraksi sejak tahun 1995 silam.

Saat beraksi, keahlian tersangka tidak hanya memecah kaca mobil, tetapi juga piawai dalam mencongkel pintu mobil menggunakan kunci T. Tersangka hanya membutuhkan waktu kurang dari dua menit untuk membuka pintu mobil dan menguras barang di dalamnya.

Menurut pengakuan tersangka, ia beraksi bersama temannya yang masih buron. Peran tersangka sebagai eksekutor sementara rekannya sebagai pengawas TKP dan penjual barang curian. "Hasilnya kami bagi rata, sedangkan yang bertugas menjual itu S," ujar tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 juncto 65 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Editor : Farid Assifahttp://regional.kompas.com/read/2013/07/10/2208227/Coba.Kabur.Residivis.Keprok.Kaca.Mobil.di.Bali.Ditembak.Polisi.

Thursday, 13 June 2013

Kabur dari Pengawalan Polisi, Dua Pencuri Motor Ditembak

Senin, 10 Juni 2013 | 22:02
Beritabali.com, Denpasar. Dua pencuri sepeda motor asal Madura, Jawa Timur, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh Satuan Jatanras Dit Reskrimum Polda Bali.

Keduanya ditembak karena berusaha kabur dari pengawalan polisi, pasca penangkapan pada Jumat (07/06) lalu. Sementara otak pelaku pencurian sepeda motor bernama Syarif, kini masih diburon.

Kedua tersangka pencuri motor yang ditembak masing-masing Samawi asal Sepudi, Madura, dan Atnawi asal Raas, Madura. Mereka ditembak kakinya saat dikawal menuju Gianyar, pada Minggu (09/06) lalu. Keduanya kini mendekam di tahanan Dit Reskrimum Polda Bali.

Kasubdit III Dit Reskrimum Polda Bali AKBP Harry Hariyadi mengatakan, kedua pencuri motor itu ditangkap setelah pihaknya menerima banyak laporan pencurian motor yang terjadi di Denpasar.

“Laporan pencurian sepeda motor marak dan kita menyelidikinya,” terangnya pada Senin (10/06).

Satuan Jatanras Polda Bali dipimpin Kompol Pande Sugiarto melakukan pengejaran dan menemukan tersangka Samawi di patung Ngurah Rai, Kuta, pada Jumat (07/06) sekitar pukul 10.00 wita.

Tersangka asal Madura ini kemudian diperiksa. Dari keterangannya, tersangka Samawi mengakui mencuri bersama temanya Atnawi asal Madura juga. Setelah dipancing, tersangka Atnawi ditangkap di Jalan Kelan Tuban sekitar pukul 14.00 wita.

“Dua tersangka mengaku telah beraksi disejumlah tempat,” jelasnya.

Petugas Dit Reskrimum Polda Bali kemudian menggiring dua tersangka untuk menunjukkan lokasi pencurian lainnya, diwilayah Gianyar, pada Minggu (09/06) lalu. Namun, dua tersangka berusaha melarikan diri. Tak ingin buruannya kabur, polisi menembak kaki kedua tersangka.

“Dua pencuri ini asal Madura Jawa Timur. Mereka dilumpuhkan karena berusaha kabur saat dikawal,” tegasnya.

Dipemeriksaan, dua tersangka mengaku telah beraksi di 25 TKP. Yakni, 5 TKP di Ubud Gianyar, 10 TKP di Denpasar dan 3 TKP di Sukawati Gianyar. Sementara barang bukti yang diamankan petugas dari dua tersangka yakni 4 unit sepeda motor, yakni Bison, Yupiter MX dan 2 sepeda motor Honda Beat. Barang bukti ini diamankan di wilayah Situbondo, Jawa Timur.

Dua tersangka beraksi dengan menggunakan 1 unit mobil jenis Terios warna hitam. Sebelum beraksi, mereka mensurvei sasaran dengan mengendarai mobil. Begitu ada sasaran, kawanan maling ini menggunakan kunci palsu dan membawa kabur motor curian. Kepada petugas, dua tersangka mengaku telah mencuri sedikitnya 15 unit sepeda motor. Motor hasil curian itu dibawa oleh Syarif (buron) melalui pelabuhan Jangkar Sitobondo, Jawa Timur.

“Syarif kita duga otak pelaku aksi pencurian sepeda motor ini. Dia masih dikejar,” tegas AKBP Harry. (Spy)


http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/dps/detail/10/06/2013/Kabur-dari-Pengawalan-Polisikoma-Dua-Pencuri-Motor-Ditembak--/201107022851

Polisi di Bali Tembak Pemerkosa Turis Australia

Rabu, 12 Juni 2013 | 14:25 WIB
DENPASAR, KOMPAS.com — Setelah melakukan pengejaran sekitar dua bulan, aparat Polsek Kuta Utara berhasil menangkap pelaku pemerkosa dan perampok turis Australia, LK Taylor (28). J, pria asal Lombok, NTB, yang merupakan residivis kasus perampokan vila itu ditangkap wilayah Denpasar, Senin (10/6/2013) lalu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus perampokan dan pemerkosaan tersebut terjadi di Villa Damais kamar nomor 3, Jalan Bumbak Nomor 189, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (27/4/2013). Korban yang sedang tertidur didatangi pelaku dan diancam dengan pisau.
Setelah dipaksa melayani nafsu bejatnya, Taylor juga dipaksa menyerahkan barang-barang berharganya, yakni 3 Ipad, 2 ponsel Iphone, uang tunai Rp1,5 juta dan 600 dollar Australia, dengan total kerugian Rp 47,5 juta.

Saat polisi membawa tersangka ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melengkapi berkas penyelidikan, tersangka berusaha kabur. Polisi terpaksa menembaknya di bagian kaki untuk melumpuhkannya. "Iya tersangka ditembak kakinya," ujar Kepala Polsek Kuta Utara Ajun Komisaris Reinhard Nainggolan saat dihubungi, Rabu (12/6/2013).

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini dan rencananya akan menggelar konferensi pers resmi, Kamis (13/6/2013) besok.
Editor : Glori K. Wadrianto

http://regional.kompas.com/read/2013/06/12/14252656/Polisi.di.Bali.Tembak.Pemerkosa.Turis.Australia

Tuesday, 14 May 2013

5 Teroris Ditembak Mati Di Bali


March 18, 2012 | Unik
Minggu (18/3/2012) sekitar pukul 20.30 Wita telah terjadi baku tembak antara polisi anti teror dengan 5 orang tersangka teroris yang juga berkaitan dengan perampok bank CIMB Niaga Medan tahun lalu di Denpasar-Bali. Kelima tersangka ini melakukan perlawanan terhadap polisi dengan senjata api pistol jenis FN.
Kelima teroris tersebut adalah:
1. HH, umur 32, asal Bandung, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
2. AG, umur 30, asal Jimbaran, Bali tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
3. UH alias Kapten, tewas dalam penggerebekan di jalan Gunung Soputan Denpasar
4. M, alias Abu Hanif, umur 30, asal Makassar, tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
5. DD, umur 27, asal Jawa Barat tewas dalam penggerebekan di jalan Danau Poso Sanur
Selain terkait dengan perampokan di CIMB Niaga Medan, para terduga teroris ini rencananya akan melakukan teror di Bali serta merampok toko emas dan money changer di Bali.
Bahkan dari data barang bukti yang di dapat, ada beberapa lokasi yang sudah menjadi incaran mereka. Yaitu sebuah toko emas di Uluwatu, Bali Money Changer dan Kafe La Vida Loca.
Sudah diintai selama sebulan
Kombes Pol Boy Rafli Amar menyatakan bahwa jejak teroris sudah dicium sejak sebulan lalu. Menurut Kabag Penum Mebes Polri itu, yang merupakan DPO CIMB Medan ialah tersangka teroris berinisial HH (32 tahun) asal Bandung. Tersangka ditembak mati di Jalan Gunung Soputan Denpasar.
Ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi petugas dalam memberantas teroris yang meresahkan. Apalagi kelima tersangka yang ditembak mati itu ialah kelompok gabungan teroris yang selama ini pernah ikut terlibat di CIMB Medan.
Dalam penggerebekan itu, polisi meyita 2 pucuk senjata api jenis FN, 2 magazene dan 48 butir peluru kaliber 9 milimeter, serta cebo penutup wajah.

http://www.natural.co.id/5-teroris-ditembak-mati-di-bali-2.html

Monday, 25 March 2013

Dua Pelaku Perampokan di Denpasar Ditembak Polisi



Rabu, 20 Maret 2013 16:33 wib


DENPASAR - Polisi menembak dua pelaku perampokan di dua lokasi berbeda di Denpasar, Bali, karena berusaha kabur saat akan dibekuk. Selain dua tersangka, polisi lebih dulu menangkap seorang tersangka penadah barang curian.

Mereka adalah Angga Prasetya (20), warga Desa Dingin Puri, Denpasar, dan Maha Indrad Saputra (20), warga Desa Guwo Rejo, Kecamatan Karang Malang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Wayan Arta Ariawan, menjelaskan, penangkapan keduanya merupakan hasil pengembangan setelah petugas menangkap Andita Pramana (21), warga Kelurahan Dalung, Kecamatan Kuta Utara. 

Dia ditangkap saat membeli barang curian di kawasan Panjer, Denpasar. Dia mengaku membeli barang tersebut dari seorang bernama Ojin, yang kini masih buron. "Ojin berperan sebagai penjual barang curian yang hingga kini masih buron," kata Arta dalam keterangan resminya di Denpasar, Rabu (20/3/2013).

Dia melanjutkan, tersangka Angga merupakan residivis kambuhan dalam kasus sama. Dia ditangkap Polsek Kuta pada 2011 lalu kemudian divonis 1,4 tahun penjara oleh pengadilan dan bebas pada Desember 2012. "Kelompok ini terlibat dalam aksi pencurian di 12 TKP di wilayah Denpasar dan Badung," terangnya.

Terbongkarnya kasus itu, sambungnya, berdasarkan laporan Ana Dewi Kristianti (22), warga Dalung, Kecamatan Kuta Utara. Ana mengaku tas miliknya dirampok oleh dua pengendara sepeda motor saat melintasi Jalan Raya Uma Alas, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kota Utara pada Senin dini hari kemarin sekira pukul 02.30 Wita.

Polisi mengendus keberadaan pelaku berdasarkan pin smartphone korban yang ikut hilang. Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara empat tahun. 


http://news.okezone.com/read/2013/03/20/340/778862/dua-pelaku-perampokan-di-denpasar-ditembak-polisi

Sunday, 2 December 2012

Tahanan Tewas, Penyidik Polres Badung Diperiksa


Tahanan Tewas, Penyidik Polres Badung DiperiksaFabian Januarius KuwadoIlustrasi tewas

DENPASAR, KOMPAS.com —
 Sejumlah personel termasuk penyidik Reskrim Polres Badung yang menangani kasus Saiful Bahri, tahanan yang tewas di Rumah Sakit Umum Pusat  Sanglah, Denpasar, Kamis (22/11/2012) dini hari tadi, menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan. Namun setelah selesai diperiksa, Kapolres Badung Ajun Komisaris Besar  Benny Arjanto memastikan tak ada pelanggaran yang dilakukan personelnya.

"Saya jamin saat penangkapan dan di ruang tahanan tidak ada kekerasan. Untuk meng-counter jika ada pihak yang menuntut seperti keluarga, kami periksa anggota kami," ujar Benny saat dihubungi siang tadi.
Benny juga sudah menawarkan kepada pihak keluarga jika masih belum terima kematian Saiful untuk dilakukan otopsi. "Pihak keluarga sudah percaya hasil pemeriksaan dokter, jenazah sudah kami serahkan kepada keluarga," katanya.
Seperti diberitakan, Saiful Bahri, tahanan Polres Badung, tewas pada hari Kamis sekitar pukul 00.30 Wita dini hari tadi. Saiful Bahri dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pusing-pusing saat mendekam di sel tahanan Mapolres Badung, Selasa (20/11/2012).
Dalam seminggu terakhir sudah tiga tahanan di Bali yang mendekam di balik jeruji besi tewas. Sebelumnya, Sabtu (17/11/2012), tahanan titipan Kejaksaan Negeri Denpasar yang menghuni Lapas Kerobokan tewas akibat keracunan obat. Sementara itu, Rabu (21/11/2012), napi narkoba eks Densus 88 yang menghuni Lapas Kerobokan juga ditemukan tewas.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/11/22/16095536/Tahanan.Tewas.Penyidik.Polres.Badung.Diperiks
a

Saturday, 17 November 2012

Seorang Tahanan LP Kerobokan Tewas Misterius

Sabtu, 17 November 2012 15:50

DENPASAR - Baru empat hari menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, Made Andi Mas Widiadnyana (31), tahanan kasus narkoba ditemukan tewas dengan sejumlah luka.

Informasi di lapangan, tahanan berstatus titipan kejaksaan itu masuk sel pada Senin, 12 November 2012 dan menghuni sel di Blok D.

Pada tubuh korban ditemukan luka gores dan memar. Andi sempat dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, dini hari tadi sekira pukul 01.00 Wita. Dua jam setelah menjalani perawatan, pria asal Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Singaraja, itu tewas.

Pihak rumah sakit tidak bersedia memberi komentar terkait penyebab tewasnya korban berdalih permintaan keluarga.

“Korban meninggal pukul 03.00 Wita, keluarga tidak mengizinkan kami menjelaskan lebih jauh perihal kematiannya, jadi kami tidak bisa memberikan keterangan,” ujar Kepala Forenik RSUP Sanglah, Dudut Rustyadi, Sabtu (17/11/2012).

Paman korban, Wayan Seriartha, mengatakan, ada bekas luka ditemukan pada tubuh korban. “Ada bekas luka lecet dan lebam di badan, terus di tangannya juga ada luka lecet. Di kaki juga ada,” sebut Wayan di RSUP Sanglah.

Meksi penyebab kematian Andi masih misterius, namun pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum.

Nongil, ayah korban, saat mengurus pemulangan jasad anaknya, menuturkan, keluarga tidak akan menuntut siapa-siapa.

Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Wayan Arta Ariawan, menyatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

Diakui Artha, memang ditemukan sejumlah luka, namun luka-luka tersebut bukan penyebab kematian korban.

”Dua orang sudah kami mintai keterangan. Soal penyebab kematiannya apakah karena pengeroyokan atau over dosis kami belum berani memastikan," sergahnya.

Penjelasan berbeda disampaikan Kepala LP Kerobokan, I Gusti Ngurah Wiratna, dari keterangan warga binaan di bloknya, korban sempat dipergoki membentur-benturkan kepalanya di kamar mandi.

“Sejak datang, perilaku korban agak aneh, terlihat sudah stres,” jelas Wiratna.

(ton)


http://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719593/seorang-tahanan-lp-kerobokan-tewas-misterius

Thursday, 29 March 2012

Perampok CIMB Medan Ditembak Mati di Bali

Polisi berjaga-jaga di gerbang pintu masuk TKP, jalan danau Poso 99 X, Sanur, Denpasar, sementara polisi lainnya di dalam






MIFTAHUDDIN/RADAR BALI
Polisi berjaga-jaga di gerbang pintu masuk TKP, jalan danau Poso 99 X, Sanur, Denpasar, sementara polisi lainnya di dalam
DENPASAR-Buronan perampokan CIMB Medan berhasil ditembak mati di Bali. Tercatat lima pelaku teror tewas di tempat tadi malam setelah baku tembak dengan Densus 88 di dua lokasi berbeda di Denpasar.
Mabes Polri mengumumkan penyergapan terhadap sejumlah pelaku yang diduga terkait jaringan teroris di Bali. “Telah dilumpuhkan 5 pelaku kejahatan,” kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam siaran pers, Minggu (18/3).
Penyergapan terhadap pelaku jaringan teror itu dilakukan di dua lokasi. Penyergapan dilakukan tadi malam. “Lokasi pertama di Jl Gunung Sapotan, Denpasar dan lokasi kedua di Jl Danau Poso, Sanur, Denpasar,” jelas Boy.
5 Pelaku yang tewas dikabarkan ada yang buronan perampokan CIMB Niaga Medan beberapa waktu lalu. Adalah HN (32) asal Bandung, pelaku yang dimaksud. Bersama HN, ada AG (30) warga Jimbaran yang disergap di kawasan Gunung Soputan. 3 Orang lainnya yakni UH alias Kapten, Dd (27) asal Bandung, dan M alias Abu Hanif (30) asal Makasar mereka disergap di kawasan Jl Danau Poso. “Para pelaku adalah kelompok gabungan terkait DPO CIMB Niaga di Medan. Semua tersangka meninggal dunia pada saat dilakukan penangkapan karena melakukan perlawanan dengan senjata api pistol,” terangnya.
Dari para pelaku, polisi menyita dua pucuk senjata api jenis FN. Satu pucuk ditemukan di TKP Saputan dan satu lainnya di Danau Poso. Selain itu, disita pula satu magasen, 48 butir peluru caliber 9 mm, dan cebo penutup wajah. “Para pelaku telah dipantau dalam sebulan terakhir,” papar Boy.
Mereka diduga hendak melakukan serangkaian aksi kriminal di Pulau Dewata itu. “5 pelaku kejahatan akan melakukan aksi teror dan perampokan money changer juga toko emas di beberapa tempat di Bali,” jelas Boy Rafli.
“Para pelaku telah diikuti, mereka melakukan survey beberapa tempat antara lain Toko Mas Uluwatu, Bali money changer, dan cafe Lavida Loca. Semua tersangka meninggal dunia,” tambah Boy.
Setelah menembak mati 3 teroris di Sanur, Densus 88 Antiteror menembak mati dua teroris lagi di Jl Gunung Soputan, Denpasar. Di TKP penembakan terdapat ceceran darah. Menurut saksi mata, ditembak mati dua orang teroris di Jl soputan No 2 Banjar Abiantumbul Denpasar, pukul 21.30 WITA, Minggu (18/3). Kronologis penembakan, awalnya ada orang jalan dari lampu merah. Setelah berupaya lari ditembak di depan bengkel oleh Densus 88 Antiteror. Terdapat ceceran darah dan bekas ditarik dibawa ke mobil. Peristiwa terjadi sangat cepat, kurang dari 5 menit.
TKP sudah ditutup dengan police line. Brimob menjaga ketat lokasi penembakan. Penembakan dilakukan oleh puluhan anggota Densus Mabes Polri yang melakukan penggerebekan TKP. Puluhan Brimob, Polsek Denpasar Selatan melakukan penjagaan ketat TKP.
Puluhan warga Sanur juga memadati TKP. Mereka ikut menjaga lokasi dan memeriksa setiap orang yang melintas di kawasan ini “Setiap orang ditanya oleh warga. Di cek KTPnya,” kata seorang warga yang sengaja melihat TKP.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Bali (grup Sumut Pos), saat penyergapan pelaku di kawasan Jalan Danau Poso 99X, Sanur, itu, sempat terjadi balasan tembakan. “Saya sempat melihat adegan penembakan itu dari kejauhan,” papar Ketut Ariawan, sopir taksi Blue Bird, bernomor DK 185 IA semalam, seusai kejadian.
Menurutnya, kejadian berlangsung dengan sangat cepat. Petugas yang sudah bersiaga melakukan penyergapan di bungalow yang masuk kawasan abu-abu itu menghujani tembakan dan dibalas. “Kayaknya, ada juga petugas yang kena,” ujarnya.
Yang jelas, baku tembak itu berlangsung dalam rentetan tembakan. “Mereka tiadak diam saja saat diserbu, tapi membalas,” terang Ariawan, perihal adegan baku tembak yang menyebabkan mereka roboh.
“Saya di lokasi di Danau Poso. Di sini tertembak tiga orang. di Jalan Gunung Soputan dua orang, informasi ini valid dari pihak polisi,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya yang tadi malam berada di lokasi di Jalan Danau Poso.
Arjaya mengatakan, dia mampu masuk ke dalam untuk melihat proses pengangkutan mayat yang diduga teroris tersebut. “Saya masih di dalam, masih sedang bicara. Sebentar lagi saya telepon ya,” ungkap Arjaya sambil mematikan telepon.
Sementara itu, Kelian Banjar Adat Belanjong Wayan Sabra mengatakan sekitar pukul 21.00 ada tiga kali tembakan yang terdengar. “Kami awalnya tidak tahu ada penyergapan, yang kabarnya teroriris. Setelah ada tembakan tiga kali baru saya ke sini (Jalan Danau Poso). Suaranya keras tiga kali..tar..tar..tar, berturut-turut,” ujar Sabra.
Dia mengatakan setelah ada tembakan, situasi ramai. Bahkan polisi juga sangat ramai, dengan jumlah hampir seratus orang. Dia mengatakan beragam polisi, mulai Gegana, Tim Forensik sudah masuk ke penginapan dan kos-kosan milik Pak Losen.
Namun Sabra mengaku tidak bisa masuk, lantaran masih proses steril kawasan penginapan Pak Losen itu. “Yang punya namanya Pak Losen, tempat itu penginapan dan kos-kosan,” ungkap Sabra. (art/pra/dwi/wan/jpnn)
http://www.hariansumutpos.com/2012/03/29183/perampok-cimb-medan-ditembak-mati-di-bali.htm

Wednesday, 22 February 2012

Ratusan Polisi Serbu Lapas, 2 Napi Ditembak


Beritabali.com, Denpasar. Untuk memulihkan keamanan Lembaga Pemasyarakatan dari aksi kerusuhan narapidana, ratusan personil kepolisian Polda Bali dibantu personil TNI pagi ini menyerbu ke dalam Lapas. Dalam aksi penyerbuan ini 2 Napi ditembak di bagian kaki.

Aksi penyerbuan ke dalam Lapas ini dilakukan ratusan personil kepolisian bersenjata lengkap sekita pukul 06.30 pagi ini. Saat melakukan penyerbuan, di dalam Lapas Kerobokan terdengar beberapa kali bunyi tembakan.

2 orang napi ditembak di bagian kaki dan tampak dievakuasi ke luar Lapas untuk dibawa ke rumah sakit.

Hingga berita ini dibuat, kondisi Lapas Kerobokan masih tegang. Polisi dan aparat TNI tampak berjaga-jaga di luar Lapas Kerobokan. (spy)


http://www.beritabali.com/index.php/page/berita/bdg/detail/21/02/2012/Ratusan-Polisi-Serbu-Lapaskoma-2-Napi-Ditembak/201107020864

3 Napi Ditembak, Polisi Sita Senjata & Amunisi



@IRNewscom I Jakarta: AKSI kerusuhan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali, mereda, Rabu (22/2). Polisi berhasil mengamankan para napi yang terlibat bentrokan dan membakar bangunan lapas. Tiga napi terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.

Sebelumnya, aparat keamanan harus berjuang keras meredakan situasi mencekam di dalam lapas. Terlebih, para napi melakukan perlawanan. Mereka melempari polisi dengan benda-benda keras. Tiga orang mengalami luka tembak.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah senjata dari dalam lapas. Masing-masing sekitar 10 senjata laras panjang dan dua senjata laras pendek. Selain senjata laras panjang dan laras pendek, polisi juga menyita amunisi. Senjata-senjata dan amunisi tersebut kemungkinan didapatkan para napi dari gudang penyimpanan.

Kurang lebih enam jam aparat kepolisian dibantu TNI akhirnya bisa mengamankan situasi. Kapolda Bali Irjen Pol Totoy Herawan Indra mengatakan saat ini kondisi di lapas sudah kondusif. Aparat kepolisian berjaga di dalam maupun di luar lapas.

”Situasi sekarang sudah kondusif,” kata Totoy Herawan Indra, Rabu (22/2/2012). Ia mengatakan, hingga saat ini kepolisian menahan tiga orang narapidana. Mereka terpaksa ditembak aparat dengan peluru karet karena mencoba melawan. Masing-masing bernama Romi, Supriyanto, dan Nyoman Tirtayasa.

Romi dan Supriyanto ditembak di kaki, sedangkan Nyoman ditembak di tangan. Ketiganya telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Selain itu, polisi juga telah menyita sejumlah senjata dan amunisi yang digunakan para napi dalam kerusuhan tersebut. Ada 10 senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, detektor logam, dan lebih dari tiga dus amunisi yang dibawa aparat keluar lapas.

Para napi melakukan pembakaran di dalam lapas sejak sekitar pukul 00.00 WITA. Petugas baru dapat memadamkan api setelah tiga mobil pemadam kebakaran dan dua water canon dikerahkan. Lebih dari tiga jam si jago merah baru bisa dijinakkan dan polisi langsung mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi di area lapas. Kemudian aparat kepoilsian menerobos masuk ke dalam lapas untuk mengamankan situasi di dalam mulai pukul 06.50 WITA. [riz]

http://indonesiarayanews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=4218:3-napi-ditembak-polisi-sita-senjata-a-amunisi&catid=171:hukrim-pilihan-redaksi&Itemid=710

Thursday, 12 January 2012

Tahanan Titipan Ditemukan Tewas di Denpasar

Nasional / Kamis, 12 Januari 2012 15:46 WIB


Metrotvnews.com, Denpasar: Seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Denpasar, Bali, ditemukan tak bernyawa di dalam sel khusus, Kamis (12/1). Kepala Pengamanan LP Anang Khuzaini mengatakan pihaknya masih menyelidiki temuan tersebut.

Edi Suwito ditemukan tewas di dalam sel blok khusus nomor dua. Sel tersebut diketahui berisi enam orang tahanan. Tahanan kasus pencurian titipan Polsek Kuta kepada Polresta Denpasar.

Sementara itu, Kapolres Badung AKBP Beny Arjanto mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

"Penyebab kematian masih menunggu hasil visum dan hasil otopsi, dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi lima orang temannya dan satu pegawai Lapas. Kami juga masih periksa pihak-pihak terkait mulai dari penyerahan korban ke Lapas sampai meninggal," jelasnya.(Ant/RRN)


http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/01/12/78293/Tahanan-Titipan-Ditemukan-Tewas-di-Denpasar/6

Wednesday, 7 December 2011

Pria Kritis Ditembak Oknum TNI

indosiar.com, Denpasar - (Rabu, 07.12.2011) Seorang warga di Denpasar Bali, sekarat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, karena ditembak seorang oknum anggota TNI. Belum jelas motif penembakan, karena pelaku hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh Denpom Denpasar Bali. Sementara korban sendiri masih harus menjalani serangkaian operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru dari tubuhnya. 

Wayan Surata, 26 tahun, warga Padang Sambian Denpasar Bali, korban penembakan ini hingga Selasa siang masih tergolek tidak sadarkan diri pasca ditembak orang tidak dikenal. Tembakan itu mengenai dada kanan bagian bawah korban dan Selasa kemarin, Wayan harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru.

Belum jelas penyebab tertembaknya korban yang saat kejadian sedang bertugas menjadi security di Santa Fee Café Seminyak, Kuta Bali. Namun menurut informasi di lapangan, korban ditembak oleh seorang pengunjung kafe yang diduga kuat adalah anggota TNI.

Dugaan pelaku penembakan anggota TNI juga dikuatkan oleh keterangan pihak Denpom Denpasar yang membenarkan pelaku penembakan adalah anggota TNI berinisial koptu AM yang bertugas di kesatuan Korem 163 Denpasar. Tersangka saat ini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas Denpom. 

Sementara hingga Selasa siang, suasana TKP penembakan didepan Santa Fee Jalan Seminyak Kuta masih dipasangi garis polisi oleh petugas dan belum dibuka untuk umum. (Riadis Sulhi/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/pria-kritis-ditembak-oknum-tni_93042.html

Friday, 14 October 2011

Perampok Digulung, Seorang Ditembak Mati


15 Oktober 2011 | BP


Denpasar (Bali Post) -

Kinerja pasukan Subdit III Jatantras Dit. Reskrim Polda Bali untuk mengungkap kasus perampokan di wilayah Kuta Utara, perlu diacungi jempol. Selama sebulan melakukan lidik, pasukan di bawah kendali Kasubdit AKBP I Putu Wendi beserta Kanit II Jatanras Dit.Res Polda Bali Kompol Pande Sugiarta membekuk empat pelaku perampokan asal Jembrana. Mereka masing-masing bernama Putu Bayu Widiantara alias Bayu (24), Ida Bagus Putu Parwita (22), I Made Pebri Kartika (24) dan Jhon Martin (28).

Satu dari empat tersangka yakni Bayu ditembak mati karena berusaha melakukan perlawanan saat diminta menunjukkan TKP. Tersangka juga berupaya merebut senjata petugas, sehingga kepalanya terpaksa ditembak. Tersangka pun meninggal dunia dan kini jenazahnya masih di RS Sanglah. "Para tersangka ditangkap Rabu (12/10) pukul 23.30 wita. Mereka dibekuk secara serempak di tempat kosnya di Jalan Tukad Badung Gang V, Renon, Denpasar," kata Wadir Reskrim Polda Bali AKBP Bonar Sitinjak, Jumat (14/10) kemarin.

Kawanan rampok ini pun digiring ke Polda Bali untuk diinterogasi. Hasil pemeriksaan sementara, mereka mengaku sudah beraksi di 40 TKP. Semua TKP itu tersebar di wilayah Denpasar dan Badung. Kemungkinan besar, banyak TKP lainnya yang belum diakui kawanan rampok yang kerap meresahkan warga ini. "Kami masih kembangkan kasusnya. Kemungkinan juga, mereka mempunyai komplotan lainnya," terangnya didampingi AKBP Suci Antara.

AKBP Bonar menerangkan, keberhasilan menangkap para tersangka ini berkat hasil lidik di lapangan. Penyidik menerima banyak laporan dari warga, sehingga mereka menyebar di lapangan. Sebulan melakukan lidik dengan mengumpulkan data, pasukan berhasil mengidentifikasi lokasi persembunyian tersangka. Ternyata mereka ngontrak rumah lantai dua di Jalan Tukad Badung Gang V, Renon, Denpasar.

Tempat kontrakannya pun digerebek dan keempat tersangka diringkus tanpa melakukan perlawanan. Untuk mengembangkan kasusnya, polisi pun memboyong keempat tersangka untuk menunjukkan TKP-nya. Hari terakhir mereka diajak keluar yakni Jumat (14/10) pukul 04.00 wita, tersangka Bayu berusaha kabur. Bahkan, ia pun berupaya merebut senjata polisi. "Tersangka Bayu dan petugas sempat bergulat di Discovery Vila di Jalan Tibubeneng, Canggu, Kuta Utara, Badung. Akhirnya anggota kami menembak mati tersangka," ucapnya.

Selain empat tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) yang diperkirakan nilai materialnya mencapai Rp 500 juta lebih. BB tersebut di antaranya perhiasan emas, berlian, jam tangan, barang elektronik seperti HP, laptop dan lainnya serta kosmetik dan beberapa tas. ''BB yang kami sita jumlahnya baru segini. Namun, kami menduga masih banyak BB lainnya yang disembunyikan. Bahkan, sebagian BB sudah dijual,'' jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tersangka Bayu ini merupakan residivis. Tersangka yang juga sebagai otak pelaku ini, sudah tiga kali keluar-masuk LP. Pertama dia terjerat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) pada 2005. Tersangka dihukum selama dua setengah tahun. Kedua, terjerat kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan dia ditahan di Rutan Klungkung lalu dipindahkan ke Rutan Tabanan. ''Tersangka Bayu ini baru keluar LP pada Januari 2011. Dia langsung beraksi dan merekrut tiga tersangka lainnya,'' imbuhnya. (kmb21)



http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=57611