Showing posts with label perampok bersenjata. Show all posts
Showing posts with label perampok bersenjata. Show all posts

Wednesday, 7 December 2011

Wah, Polisi Baku Tembak dengan Kawanan Perampok

Nasional / Rabu, 7 Desember 2011 17:54 WIB 



Meetrotvnews.com, Tapanuli Utara: Sejumlah polisi terlibat baku tembak dengan kawanan rampok di Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Satu perampok terkapar setelah terkena peluru polisi, sementara lima perampok lainnya melarikan diri ke dalam hutan.

Aksi baku tembak ini terjadi di Jalur Lintas Sumatra yang menghubungkan Sibogat Taruntung di Dusun Huta Raja, Tapanuli Utara. Polisi mencegat mobil yang di tumpangi para kompolotan rampok menggasak uang korban sebesar Rp.25 juta, lalu terjadilah baku tembak.

Para perampok sempat kabur menggunakan mobil, namun terus ditembak polisi dan mengenai bagian ban mobil. Mengetahui ban mobilnya kempes, mereka lari masuk ke dalam hutan sambil menembak kerah polisi.

Akibatnya, satu orang dari kawanan perampok ditemukan terkapar setelah tertembus timah panas polisi dibagian punggung. Sementara lima rekannya kabur ke hutan untuk melarikan diri.

Perampok yang terluka kini mendapat perawatan medis. Sementara mobil yang digunakan perampok diamankan di Mapolres Tapanuli Utara.

Dari informasi yang di himpun, para kawanan rampok tersebut kerap melancarkan aksinya di daerah Adiankoting, Tapanuli Utara.(DNI)


http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/12/07/141049/Wah-Polisi-Baku-Tembak-dengan-Kawanan-Perampok/6

Friday, 30 September 2011

Buronan Ditembak Mati


Pantai Timur - 1 October 2011 | 6 Komentar

di Rayeuk | Harian Aceh – Polisi menembak mati Juwaini alias Wani alias Wel, 22, warga Seunebok Aceh, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur. Almarhum telah lama jadi buronan polisi karena diduga terlibat serangkaian perampokan dengan menggunakan senjata api.
Jasad Juwaini saat hendak ditandu ke ruang IGD RSUD Idi, Kamis (29/9) malam. Buronan polisi itu ditembak mati karena berupaya melarikan diri saat ditangkap petugas.(HARIAN ACEH/ISKANDAR ISHAK)
Tersangka dilumpuhkan karena berusaha kabur saat disergap petugas di Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, pada Kamis (29/9),” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman kepada Harian Aceh, Jumat (30/9).
Polisi juga membekuk dua anggota komplotan Juwaini, yakni Hus, 19, warga Desa Balee Buya yang tertangkap pada Agustus lalu, serta Ham alias Apek Kaleng, 37, warga Desa Matang Peulawi, yang ditangkap di kediamannya, Jumat (30/9) sekira pukul 06.00 WIB. Polisi juga menyita sepeda motor RX King BL 3236 UL yang digunakan Ham.
Kapolres Ridwan Usman menjelaskan, penembakan terhadap DPO itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang ketika itu menyebutkan keberadaan tersangka di seputaran Desa Gelanggang Merak, Alue Nireh. Berdasarkan informasi tersebut, polisi bergerak ke lokasi dimaksud.
Setiba di sana, polisi mendapati tersangka. Namun, ketika hendak ditangkap, tersangka berusaha menghindar dan melarikan diri. “Petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tidak digubris tersangka bahkan berupaya kabur, sehingga aparat terpaksa menembak mati tersangka,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo SIk. Menurut Kapolres, Juwaini sudah masuk dalam DPO terkait kasus perampokan yang terjadi di Desa Cot Keh pada 25 Agustus lalu. “Dia juga terlibat sejumlah kriminal bersenjata lainnya,” terang Kapolres.
Terkait DPO perampokan itu, kata Ridwan Usman, pihaknya juga menangkap dua orang lainnya yakni Hus dan Ham. Keduanya disinyalir ikut membantu Juwani dalam berbagai tindakan kriminal. “Keduanya ditangkap di rumah masing-masing dan tidak melakukan perlawanan,” katanya.(isk)
http://harian-aceh.com/2011/10/01/buronan-ditembak-mati?utm_source=%23harianaceh&utm_medium=harian-aceh.com&utm_campaign=%23visitaceh

Perampok Bersenjata Api di Perlak Tewas Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Jumat, 30 September 2011 17:12 WIB

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmadi Yusuf
SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Juwaini alias Wel (22), buronan polisi yang diduga terlibat serangkaian tindak kriminal menggunakan senjata api di wilayah Perlak, Aceh Timur, akhirnya tewas ditembak di kawasan Alue Nireh, Kecamatan Perlak Timur.
Peristiwa pada Kamis (29/9/2011) petang itu, kata Kapolres Aceh Timur AKBP Ridwan Usman, melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo, berawal ketika tersangka berusaha melarikan diri setelah diberikan tembakan peringatan aparat Polisi.
Juwaini alias Wel adalah warga Desa Seunebok Aceh, Kecamatan Peureulak Kota.
AKP Priyo Utomo mengatakan, Wel selama ini telah menjadi buronan polisi dalam dugaan terlibat serangkaian aksi kriminalitas menggunakan senjata api di kawasan Peureulak.
Saat ditangkap, tersangka berusaha menghindari petugas dan berupaya melarikan diri. Melihat hal itu, kata Kasat Rekrim, polisi memberi tembakan peringatan, tapi tidak digubris. Sehingga terpaksa polisi menembak mati.
Aparat Polres Aceh Timur juga berhasil menangkap dua rekannya, yaitu Hus (19) warga Desa Balee Buya, dan Ham alias Apek Kaleng (37) warga Desa Matang Peulawi, yang diciduk di rumah mereka.
Ikut disitas dalam penangkapan tersebut, satu unit sepeda motor jenis RX King BL 3236 UL milik Ham.
Kapolres mengatakan, ditembak matinya Juwaini, dan ditangkapnya dua tersangka Hus dan Ham, maka polisi telah menangkap tiga tersangka kasus perampokan pegawai rendahan di Cot Keh, Peyureulak Kota.
Sebelumnya, polisi juga sudah membekuk seorang pemuda yang diduga terlibat kejahatan terorganisir tersebut.
Saat ini, polisi masih memburu dua tersangka lainnya yang diduga memiliki dua unit senjata api laras panjang. Sebelumnya, polisi juga mengidentifikasi mereka sebagai kelompok binaan perompak yang beroperasi di perairan timur Aceh.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Serambi Indonesia
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com