Showing posts with label polisi ditembak. Show all posts
Showing posts with label polisi ditembak. Show all posts

Thursday, 13 June 2013

Selamatkan Uang, Polisi di Kediri Ditembak Perampok


Jum'at, 7 Juni 2013 17:47 wib
SURABAYA- Bripka Didik Puguh Anggota Sentra Pelayanan Kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Kota Kediri harus menderita luka tembak di bagian pantat sebelah kiri.

Akibatnya, pria berusia 43 tahun itu harus menjalani perawatan intensif. Beruntung uang senilai Rp143 Juta miliknya masih berhasil diselamatkan.

Kabid Humas Polda Jatim, AKBP Awi Setiyono, mengatakan, kejadian itu bermula ketika Bripka Didik baru saja mengambil uang di Bank. Uang senilai Rp143 juta hasil penjualan mobil pribadinya. Sementara Bripka Didik hendak menuju ke Kantor Samsat, Kediri.

"Yang bersangkutan sudah dikuntit oleh orang tak dikenal sejak keluar dari Bank tersebut. Dia memang mengambil uang hasil penjualan mobil pribadinya," papar Awi di Mapolda Jatim, Jumat (7/6/2013).

Setelah membututi dari Bank, Bripka Didik dihentikan tepat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Kediri. Bripka Didik yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja itu dicegat bahkan sempat terjadi duel dengan pelaku.

Bripka Didik harus berjibaku untuk menyelamatkan uang tersebut.  Usai menembak itu, dua pelaku tersebut langsung kabur.

"Setelah melakukan penembakan, dua tersangka langsung kabur, tapi uang korban yang ditaruh di tas ransel belakang berhasil diselamatkan," ujarnya.

Meski terluka di bagian belakang, Bripka Didik sekuat tenaga untuk menuju RS Baptis. Didik berusaha melajukan kendaraannya menuju rumah sakit. "Kini dirawat di RS Baptis, Kediri, dan kondisinya membaik," tukasnya. 


http://surabaya.okezone.com/read/2013/06/07/519/818789/selamatkan-uang-polisi-di-kediri-ditembak-perampok

Tuesday, 18 December 2012

Penembak 3 polisi Pirime tewas ditembak

MONDAY, 17 DECEMBER 2012 13:55   
JAYAPURA - Polda Papua kembali menangkap satu tersangka yang ikut menyerang Polsek Pirime, 27 November lalu, dan menewaskan tiga anggota polisi. Tersangka itu bernama Hubertus Mabel, salah satu tokoh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Polisi mengaku terpaksa menembak tersangka karena yang bersangkutan melakukan perlawanan saat hendak dibekuk. Hubertus meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Wamena Jayawijaya akibat banyak kehilangan darah.

Kepada Bidang Humas Polda Papua Ajun Komisaris Besar I Gede Sumerta Jaya mengatakan, Hubertus dilumpuhkan aparat di Kampung Abusak Distrik Kurulu, Wamena, Minggu (16/11) sekitar pukul 10.30 WIT. Dua anggota polisi pergi ke lokasi dengan diantar MJ alias WG, salah seorang pelaku yang sebelumnya berhasil ditangkap, 14 Desember silam.

Sesampainya di lokasi, lanjut Sumerta, Hubertus tidak sendiri tetapi bersama empat rekan lainnya. Menurutnya, tersangka langsung menyerang dan berupaya merebut senjata api yang dibawa petugas.

"Seorang anggota Timsus melepaskan tembakan ke arah kaki Hubertus Mabel dengan maksud untuk melumpuhkan. Sedangkan empat orang lainnya berhasil ditangkap. Karena banyak kehilangan darah, nyawa tersangka tidak bisa ditolong saat menuju Rumah Sakit," kata Sumerta kepada Media Indonesia, Senin (17/12).

Dikemukakan Sumerta, penembakan Hubertus membuat sekelompok orang tidak dikenal membakar Pos Polisi Woma dan terjadi kontak tembak dengan pihak kepolisian. "Saat ini Kota Wamena sudah aman dan kondusif, pascakejadian Minggu malam," pungkasnya.

Selain terlibat penyerangan Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Hubertus juga terlibat dalam kasus peledakan Kantor DPRD Jayawijaya.
(dat06/media)


http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=272080:penembak-3-polisi-pirime-tewas-ditembak&catid=95:nusantara&Itemid=146

Thursday, 22 November 2012

Polisi ditembak perampok lintas provinsi


Sabtu, 17 November 2012 17:19:00
Seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Indragiri Hilir, Riau, menjadi korban penembakan pelaku perampokan yang diduga beroperasi lintas provinsi.

"Benar, ada seorang anggota polisi yang menjadi korban penembakan. Yakni atas nama Brigadir Aulia Harahap," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau AKBP Anggaria Lopis seperti dilansir dari Antara, Sabtu (17/11).

Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika sejumlah anggota polisi tengah melakukan penyergapan terhadap seorang perampok di Tembulihan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (16/11).

Pelaku kata dia diketahui atas nama Hendro yang melakukan perlawanan saat akan disergap aparat berwajib.

Bahkan pelaku ini, kata dia, melakukan perlawanan dengan cara meletuskan tembakan senjata api secara membabi buta ke arah petugas.

"Akibatnya, salah satu anggota polisi atas nama Brigadir Aulia Harahap, mengalami luka tembak di bagian pelipis," katanya.

Ketika itu, lanjut Anggaria, korban lansung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada yang kebetulan berjarak tidak jauh dari lokasi baku tembak antara aparat dengan pelaku perampokan.

"Ketika itu, proyektil peluru sempat bersaranh di pelipis wajah korban anggota polisi. Namun kabar terakhir, telah berhasil dikeluarkan," katanya.

Kepala Polres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahmat yang dihubungi terpisah membenarkan peristiwa tersebut.

"Saat ini kami tengah dalam upaya pemeriksaan tersangka yang berhasil ditangkap saat itu juga," katanya.

Untuk sementara, demikian Dedi, dinyatakan benar bahwa pelaku perampokan ini merupakan pelaku kelas kakap yang kerap berpindah-pindah wilayah hingga antarprovinsi.

"Informsi terakhir, pelaku sempat melakukan aksi perampokan di Air Molek, Riau. Kasusnya masih akan terus didalami," katanya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-ditembak-perampok-lintas-provinsi.html

Pergoki Pencuri, Polisi Malah Ditembak


TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin sedang apes, seorang polisi, anggota Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok, menjadi bulan-bulanan pencuri. Kejadian bermula saat Brigadir Dhanny Isriyono mencurigai tingkah laku sekelompok orang di sebuah rumah di kawasan Jatirangon, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 22 November 2012.

Sekitar pukul 04.30 tadi, Brigadir Dhanny melewati sebuah rumah di Jalan Ganceng RT 03/06, Jatirangon. Saat itu, ia memperhatikan gelagat empat orang yang diduga hendak mencuri di rumah itu. Dua orang perampok itu berusaha memasuki rumah, dan dua lagi berjaga di depan.

Penasaran, Brigadir Dhanny perlahan mendekati rumah itu untuk mengetahui apa yang terjadi. Sialnya, tiba-tiba salah satu pencuri yang berjaga di depan rumah mengeluarkan senjata api.

Mengetahui keselamatannya terancam, Brigadir Dhanny lari dan bersembunyi di sebuah kebun yang tak jauh dari rumah itu. "Para pencuri sempat mengeluarkan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Brigadir Dhanny," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Kamis 22 November 2012.

Dihujani tembakan, Brigadir Dhanny balas menembak. Sayang, satu kali muntahan pelurunya meleset. Pencuri yang mengetahui tembakannya berbalas tembakan lalu melarikan diri. "Tidak ada korban dan kerugian," ujar Rikwanto. Kasus ini ditangani Kepolisian Sektor Pondok Gede.

SYAILENDRA
http://www.tempo.co/read/news/2012/11/22/064443378/Pergoki-Pencuri-Polisi-Malah-Ditembak

Sunday, 18 November 2012

Perampok tertembak di bokong, polisi di pipi

Sabtu,  17 November 2012  −  02:10 WIB
Sindonews.com - Setelah kontak senjata sekira empat jam dengan seorang terduga rampok, akhirnya polisi berhasil membekuk tersangka. Pelaku terduga rampok yakni Hendro yang mengalami luka tembak dibagian bokong akhirnya menyerah.

Kapolres Indragiri Hilil, AKBP Dedi Rahman Dayan juga membenarkan kalau seorang anggota personil Polda Riau terkena luka tembak dibagian pipinya dalam insiden yang terjadi dari pagi hingga siang itu.

"Sekitar pukul 12.45 WIB tadi akhirnya kita bersama Polda Riau berhasil membekuk pelaku," kata Dedi, Jumat (16/11/2012).

Mengenai anggota polisi yang tertembak, yakni Brigadir Aulia Rahman Harahap personil Polda Riau. Dia mengalami luka tembak dibagian pipinya. Peluru bersarang diwajahnya itu saat ini sudah berhasil keluarkan," tambahnya.

Dari tangan pelaku yang diduga mantan anggota TNI, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis FN. Selain itu di tas tersangka juga kita amankan baju TNI. 

"Tapi kita tidak bisa memastikan bahwa dia  mantan anggota TNI karena masih dalam pengembangan. Selain itu, kita juga mengamankan sebuah rompi anti peluru yang dipakai dalam kontak tembak tadi," tukasnya.

Seperti diketahui tadi pagi tadi polisi melakukan penyergapan disebuah rumah jalan Suhanda, Kecamatan Tembilahan Hulu, Inhil. Pelaku merupakan DPO polisi dalam kasus perampokan.


http://daerah.sindonews.com/read/2012/11/17/24/689037/perampok-tertembak-di-bokong-polisi-di-pipi

Saturday, 17 November 2012

Oknum Tni Polri Diduga Gembong Narkoba Ditangkap



Terkini - Jumat, 16 Nov 2012 11:48 WIB


Pekanbaru (ANTARA News) - Kepolisian Resort
Kota (Poltresta) Pekanbaru 
berhasil menangkap empat orang oknum 
TNI Angkatan Darat dan tiga oknum 
anggota Polri yang diduga anggota kawanan 
sindikat gembong narkoba yang 
membuka jaringan di Riau.
Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Adang 
Ginanjar di Pekanbaru, Jumat, 
mengatakan, para oknum Polri dan TNI itu ditangkap 
secara terpisah.

Selain oknum TNI dan Polri, demikian Adang, pihaknya 
juga berhasil menangkap 
seorang warga sipil yang juga diduga terlibat jaringan 
 narkoba di Riau.

"Para pelaku ini juga merupakan para tersangka 
 penculikan dan penganiaya Briptu 
Joko Fabianto beberapa waktu lalu," katanya. 

Dia menjelaskan, empat orang di antaranya yang terdiri 
 atas satu warga sipil dan 
tiga oknum Polri ditahan dan menjalani proses hukum di 
Polresta Pekanbaru.

Sementara empat lagi yang merupakan oknum TNI Angkatan 
 Darat, juga sudah 
di tahan oleh Detasemen Polisi Militer I/3 Pekanbaru untuk 
 menjalani proses 
hukum lanjutan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Poltresta 
 Pekanbaru, AKP 
Arief Fajar Satria secara terpisah mengatakan, tiga orang di 
 antaranya yakni 
satu warga sipil dan dua anggota Polri ditangkap di Pekanbaru.

"Sementara satu orang oknum polisi lainnya ditangkap oleh
 Polres Rohul 
karena dia bertugas di sana (Polres Rohul)," katanya.

Kemudian untuk empat pelaku lainnya yang merupakan 
oknum TNI, demikian 
Arief, berhasil dibekuk secara terpisah oleh Detasemen 
Polisi Militer I/3 Pekanbaru. 

Para pelaku terduga gembong narkoba ini sebelumnya 
sempat melakukan 
tindak penganiayaan terhadap seorang anggota Polresta 
Pekanbaru atas 
nama Briptu Joko Fabianto.

Penganiayaan ini dilakukan para pelaku diduga karena 
 Briptu Joko mengetahui 
jaringan narkoba yang melibatkan oknum polisi dan TNI itu.

Beruntung Joko masih bisa kabur dan menyelamatkan diri, 
 meski sekujur 
tubuhnya mengalami luka memar dan sayat yang cukup 
parah. 

Bahkan akibat perlakuan para tersangka, sampai saat ini 
 korban masih 
mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara 
 Pekanbaru 
dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/11/16/87963/
oknum_tni_polri_
diduga_gembong_narkoba_ditangkap/#.UKdiBY6w6fQ



Oknum TNI-Polri Penganiaya Briptu Joko Dibayar Narkoba



Nasional | Sabtu, 17 November 2012 16:34 WIB
Metrotvnews.com, Pekanbaru: Oknum anggota TNI dan Polri yang menjadi pelaku penyiksaan Briptu Joko diduga bertindak sesuai bisnis dengan bayaran narkotika serta obat-obatan terlarang atau narkoba.

"Saya rasa, kasus ini murni bisnis gelap yang kerjaannya bandar narkoba. Pelakunya mungkin dibayar dengan narkoba juga," kata Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Adang Ginanjar di Pekanbaru, Sabtu (17/11).

Dugaan itu muncul karena oknum TNI dan Polri tidak dibayar uang. Keterangan itu diperoleh dari tersangka, korban dan saksi-saksi. "Bisa jadi, pelaku bertindak berani bahkan mencoba membunuh korban karena kepemilikan saham di jaringan narkoba," katanya. Benar-tidaknya terhadap dugaan itu masih didalami.

Di tempat terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Polisi Arief Fajar Satria mengatakan, seorang tersangka berinisial Jn dipastikan bandar narkoba.

Jn merupakan warga sipil. Jn membuka jaringan narkoba di Pekanbaru, Riau, dengan melibatkan sejumlah oknum Polri dan TNI. "Maka dari itu, Jn sama sekali tidak mengeluarkan uang kepada oknum anggota TNI dan Polri untuk menganiaya Briptu Joko," katanya.

Arief menegaskan, keterlibatan oknum anggota Polri dan TNI itu murni hubungan bisnis gelap. "Bisnis yang dilakoni oleh tersangka Jn, apalagi kalau bukan bisnis narkoba," katanya.

Kasus penganiayaan Briptu Joko didalangi oleh delapan pelaku, tiga di antaranya merupakan anggota Polri dan empat lainnya oknum anggota TNI Angkatan Darat. Seorang lainnya warga sipil. Mereka semua sudah ditangkap. (ant/DOR)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/11/17/114226/Oknum-TNI-Polri-Penganiaya-Briptu-Joko-Dibayar-Narkoba

Tuesday, 13 November 2012

Polisi Ditombak, Disayat-sayat Lalu Ditembak

Selasa, 13 November 2012 23:54:38 WIB 

PEKANBARU (Pos Kota) – Tindakan keji yang dilakukan oleh 8 pria terdiri dari 1 sipil, 3 polisi dan 4 tentara terhadap Briptu Joko Bobianto, 28, tak beda dengan kekejaman geng mafia. Anggota Polresta Pekanbaru, Riau ini ditikam, disayat pisau, dilempar ke danau berlumpur lalu ditembaki. Tapi Tuhan masih menyelamatkan nyawanya.
Briptu Joko lolos dari maut dan ditemukan sekarat oleh penduduk setelah ia merangkak menuju mesjid di dekat kubangan air di Jl. Kubang Raya, Kab. Kampar, Riau, Selasa (13/11) pagi. Dengan tubuh penuh luka, Joko ditolong warga lalu dilarikan ke rumah sakit. Dia kini dirawat di RS Bhayangkara Riau dengan penjagaan ketat.
Polda Riau kini tengah mengusut motif penyiksaan yang dialami Joko. Diduga kuat, pelaku telah menyusun rencana untuk menghabisi nyawa polisi ini. Pelaku mengira korban telah tewas saat dilempar ke danau, padahal Briptu Joko meski tubuhnya penuh luka namun masih mampu berenang ke tepi.
Peristiwa sadis yang dialami, anggota Shabara Polresta Pekanbaru, Riau, berawal ketika ia ditelepon oleh seorang rekannya sesama polisi, Senin (12/11) sore. Keduanya berjanji ketemu di Jalan Kartama, Marpoyan Damai, Riau.
Sesampai di tempat itu, ternyata teman sejawatnya tak sendirian karena ada tujuh lelaki lainnya. Delapan pria yang menunggu Briptu Joko terdiri dari 3 polisi, 4 tentara dan satu warga sipil.
DITIKAM TOMBAK
Tanpa sempat berbincang apapun, Briptu Joko langsung disergap. Dada kiri Briptu Joko ditikam pakai tombak kecil, tubuhnya diikat dan dilemparkan ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan korban terus dianiaya, tubuhnya disayat-sayat pakai pisau cutter.
Selama 8 jam perjalanan, korban mengalami penyiksaan. Pelaku yang mengira Briptu Joko telah tewas, melempar tubuh korban ke danau kecil di tempat sepi. Bahkan pelaku juga menembaki korban, tapi peluru tak mengenai tubuhnya.
Tuhan berkata lain, Briptu Joko ternyata masih hidup bahkan ia mampu berenang ke tepi danau lalu merangkak menuju mesjid dekat danau. Penduduk sekitar gempar saat melihat seorang lelaki sekarat penuh luka. Sebagian menolong Joko, warga lainnya menghubungi polisi.
PELAKU DITANGKAP
Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar mengatakan, Briptu Joko sempat mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. “Ada empat orang yang sudah ditangkap. Seorang sipil dan 3 polisi. Sedangkan untuk 4 anggota TNI , kami akan koordinasi dengan Polisi Militer,” ungkap Adang.
Menurutnya, motif kasus ini belum terungkap karena korban belum bisa dimintai keterangan. “Kami masih mengorek keterangan dari 3 polisi dan satu warga sipil yang sudah ditangkap,” katanya.
Sedangkan Komandan Denpom 1/3 Pekanbaru, Mayor CPM Donald Siagian mengatakan akan bersikap tegas terhadap oknum TNI yang diduga terlibat. Ia juga sudah menjenguk Briptu Joko, namun korban belum bisa dimintai keterangan. (samosir)

http://www.poskotanews.com/2012/11/13/polisi-ditombak-disayat-sayat-lalu-ditembak/

Dianiaya 8 Orang & Ditembak, Joko Selamat karena Merayap ke Masjid


Ambulans yang membawa Joko ke RS Bhayangkara Polda Riau (chaidir at/detikcom)
Selasa, 13/11/2012 14:39 WIB

Pekanbaru
 - Nasib baik menghampiri Joko, anggota Polresta Pekanbaru. Dianiaya 8 orang, ia bertahan. Joko sempat ditembak, tapi untungnya tidak kena. 

Informasi yang dihimpun di kepolisian, tindak kriminal itu berawal saat Joko ditelepon rekan sesama anggota polisi, Senin (12/11/2012). Keduanya janjian bertemu di Jalan Kartama, Pekanbaru. Di lokasi, 8 orang, salah satunya rekan yang sebelumnya janjian, mengeroyok Joko.

Joko ditusuk di dada bagian kanan, kemudian dia diikat lalu dimasukkan ke mobil. Selama dalam perjalanan, kurang lebih pada jarak 8 km, Joko dianiaya. Di kawasan Kubang, perbatasan Pekanbaru-Kampar, warga Penayam Raya itu dilempar ke kubangan lumpur. Lalu terdengar tembakan.

Mengira Joko sudah mati, ke-8 orang yang terdiri dari 1 orang sipil, 3 anggota polisi, dan 4 anggota TNI itu meninggalkan Joko. Ternyata dugaan mereka keliru. Joko masih hidup. Di tengah guyuran hujan, Joko bangun dari kubangan lumpur dan merayap.

Tubuh Joko ditemukan di sebuah masjid terdekat. Warga langsung melaporkan ke polisi. Sementara Joko dilarikan ke rumah sakit.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar membenarkan kejadian tersebut. "Ada empat orang yang sudah ditangkap. Seorang sipil dan 3 polisi. Untuk empat anggota TNI, kami akan koordinasi dengan Polisi Militer," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (13/11/2012).

Polisi tidak mengizinkan wartawan dan pengunjung melihat kondisi Joko di UGD RS Bhayangkara Polda Riau. Informasi yang didapatkan di lapangan, Joko terluka tusuk di dada bagian kanan.

(try/nrl) 


http://news.detik.com/read/2012/11/13/143927/2090440/10/dianiaya-8-orang-ditembak-joko-selamat-karena-merayap-ke-masjid?9911012

Sunday, 16 September 2012

Kondisi Polisi yang Tertembak Belum Pulih


image
TERBARING LEMAS: Kondisi kesehatan Bripka Endro Margiyanto (46), anggota polisi yang menjadi korban penembakan teroris di Pospam Gemblegan, Serangan, hingga kini, belum pulih. (suaramerdeka.com/Muhamad Nurhafid)
16 September 2012 | 15:35 wib
SOLO, suaramerdeka.com -Kondisi kesehatan Bripka Endro Margiyanto (46), anggota polisi yang menjadi korban penembakan terduga teroris di Pospam Gemblegan, Serangan, Jumat (17/8) lalu, belum pulih. Kendati telah diijinkan pulang dari RS
Kasih Ibu, namun dia masih tergolek lemas di kediamannya di Asrama Polisi Panularan, Jalan Moh Yamin, Serengan.
Hingga hari ini, Endro belum bisa berjalan walau sudah bisa berkomunikasi. Peluru menembus pingga kirinya hingga ke perut sebelah kanan dan mengenai saraf motorik. Akibatnya, salah satu kaki Endro hingga kini belum bisa digerakan normal, meski peluru yang menyarang di bagian perutnya telah dikeluarkan oleh tim dokter RS Kasih Ibu. Endro dirawat di RS Kasih ibu sesaat setelah ditembak hingga tanggal 9 September kemarin.
"Kesehatan saya sudah semakin membaik, tetapi belum bisa berjalan sendiri," terang Endro saat dijumpai sejumlah wartawan di tempat tinggalnya di Aspol Panularan, tadi pagi. Menurut dia, kaki kirinya masih lemah dan belum bisa untuk berjalan, kendati sudah bisa digerakkan. Untuk kaki kanannya tidak bermasalah. Tetapi, dia masih harus mendapat bantuan orang lain jika ingin ke kamar mandi atau duduk dan diwajibkan kontrol ke dokter untuk memulihkan fungsi kakinya tersebut.
Endro menceritakan, aksi penembakan di Pospam Gemblegan yang dilakukan dua terduga teroris Jumat (17/8) dini hari, dimana dia tengah berjaga dan bertugas mengatur arus mudik, berlangsung sangat cepat. Saat kejadian, dia baru saja dari kamar mandi di pos jaga Satpam BPR yang di belakang Pospam.
( Muhammad Nurhafid / CN32 ) 


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/16/130070/Kondisi-Polisi-yang-Tertembak-Belum-Pulih

Tuesday, 28 August 2012

Polisi Lakukan Olah TKP Penembakan Polisi



KOMPAS.COM/M Wismabrata
Jumat, 17 Agustus 2012 | 07:53 WIB

Pospam Lebaran di Solo setelah ditembaki oknum tak dikenal

SOLO, KOMPAS.com
 - Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Resor Kota Surakarta berada di Pospam 5 Gemblegan, Solo, Jumat (17/8/2012), untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan dua polisi luka-luka.


Seperti diberitakan sebelumnya, dua anggota kepolisian yang berjaga di Pospam Gemlegan menjadi korban penembakan dari pengendara motor tak dikenal, Jumat pukul 01.10 WIB. Bripka Endro Margiyanto terluka pada pinggang kiri dan Brigadir Kukuh Budiyanto mengalami luka ibu jari kaki kiri. Keduanya kini dirawat  di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.

Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombesn Pol Asjima’in, peristiwa tersebut berawal dari pengendara sepeda motor berboncengan melaju dari selatan (Solo Baru) menuju utara, Jalan Yos Sudarso, sambil mengeluarkan tembakan di Pospam 5 Gemblegan.

Rentetan penembakan tersebut melukai pinggang sebelah kiri anggota jaga di Pospam Gemblegan, Bripka Endro Margiyanto dan Brigadir Kukuh Budiyanto terkena ibu jari kaki kirinya. Pelaku penembakan adalah pengendara yang ada di depan.

Petugas menemukan sebanyak sembilan selongsong peluru dan enam proyektil di depan Pospam 5 Geblegan di Jalan Brijen Sudiarso.

Selain itu, peritiwa tersebut mengakibatkan tiga lubang dinding depan pospam, terkena tembakan, sedangkan di sebelah kiri juga tiga lubang tembakan. Tembakan juga mengena kursi plastik.  Ia menjelaskan, pelaku diduga menggunakan senjata api jenis pistol FN kaliber sembilan milimeter.
Sumber :
Antara
Editor :
Kistyarini
http://regional.kompas.com/read/2012/08/17/07532216/Polisi.Lakukan.Olah.TKP.Penembakan.Polisi

Tuesday, 26 June 2012

Dua Polisi Ditembak di Jalur Freeport Timika

nasional - Senin, 25 Juni 2012 | 19:44 WIB


INILAH.COM, Jakarta - Dua anggota polisi yang tengah berpatroli di jalur PT Freeport Indonesia, Timika, Papua, terkena sasaran tembak oleh orang yang tidak dikenal.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Saud Usman Nasution, penembakan terjadi di Mil 45. Korban adalah Briptu Mujahidin dan Briptu Suprapto yang biasa berjaga di pos Mil 41,5.
"Briptu Mujahidin ini akan buang air kecil, tapi tiba-tiba didatangi tiga orang tak dikenal dan langsung merampas senjatanya," kata Saud di Mabes Polri, Senin (24/6/2012).

Tiga orang langsung menembak Mujahidin di bagian kakinya. Beruntung ia masih bisa menyelamatkan diri dengan cara meloncat. Ia selamat meski harus mengalami cedera patah kaki. Briptu Suprapto segera melepaskan tembakan balasan.
Saud menerangkan, pelaku langsung menghilang ke hutan. Briptu Mujahidin kini mendapat perawatan intensif di RS Kencana, Timika, untuk menyembuhkan luka-lukanya. [mvi]
http://nasional.inilah.com/read/detail/1875998/dua-polisi-ditembak-di-jalur-freeport-timika