Showing posts with label lombok. Show all posts
Showing posts with label lombok. Show all posts

Friday, 14 December 2012

Ditembak, Dua Pelaku Rampok Disergap Polisi



Dua pelaku rampok yang dirawat di RS Bhayangkara

MATARAM
 - Dua dari tiga orang kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) alias perampok dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri ketika disergap polisi, Kamis sore (13/12/12). Kedua pelaku yang di dor tersebut masing-masing bernama Dedi (25) Warga Buk-Buk Kecamatan Lingsar Lobar dan Nasir (40) Warga Jabon Loteng.

Dedi dan Nasir terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak di bagian kakinya, Dedi ditembak kaki kirinya sedangkan Nasir ditembak kaki kanannya. Sedangkan satu kawanan lainnya bernama Sahdi alias Ded warga Buk-Buk Lingsar, Lobar, menyerahkan diri saat ditangkap.

Ketiga kawanan rampok ini ditangkap ditempat yang berbeda, Dedi dan Sahdi ditangkap dirumahnya di Buk-Buk Lingsar, demikian pula dengan Nasir. Diketahui pula bahwa salah satu dari kawanan tersebut yaitu, Nasir merupakan buronan aparat kepolisian kerena melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Praya satu tahun lalu.

Ketiga kawanan perampok yang berhasil diamankan ini, terkenal sangat sadis saat menjalankan aksinya, dimana mereka selalu membawa senjata tajam dan tidak segan-segan melumpuhkan korbannya dengan cara melukainya.

Selama ini mereka menjalankan aksinya dibeberapa wilayah seperti, Lingsar, Gunungsari dan Cakranegara. Penangkapan terhadap kawanan rampok ini dilakukan oleh tim gabungan dari Jatanras Polda NTB, Buser Polres. Polsek Gunungsari dan Polsek Lingsar. Kini, kedua rampok yang dilumpuhkan dengan timah panas tersebut, masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda NTB.

Kapolres Mataram, AKBP Kurnianto Purwoko mengatakan bahwa pelaku ini telah melakukan aksinya selama tujuh kali. "Mereka beraksi empat kali di wilayah Gunungsari, dua kali di wilayah Lingsar dan satu kali di wilayah cakra," katanya, ketika ditemui di RS Bhayangkara didampingi oleh Wakapolres, Kasat Reskrim Polres, Kapolsek Gunungsari dan Kapolsek Lingsar.

Menurutnya, ketiga pelaku yang berhasil diamankan tersebut merupakan jaringan sindikat rampok yang berjumlah sekitar lima belas orang. "Pelaku saat menjalankan aksinya tidak segan-segan melukai korbannya," jelasnya.

Ditegaskan juga, bahwa kepolisian Polres Mataram akan mengambil tindakan sangat tegas terhadap para pelaku kejahatan yang beraksi di wilayah hukum Polres Mataram, karena dianggap meresakan masyarakat. Kini, para pelaku lain yang sudah dikantongi identitasnya tersebut akan terus dilakukan pengejaran. Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis, 365 KUHP dan 363 KUHP.

Hal senada juga disampaikan oleh, Kasubdit III (Jatanras) Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Yulianus Yulianto menegaskan, pengungkapan ini diawali dengan banyaknya kejadian, kemudian melakukan input data terkait dengan pencurian di kewilayahan dan ketemulah nama-nama pelaku.

"kita tim bergerak, untuk melakukan penangkapan terhadap kelompok-kelompok tersebut," kata calon Kapolres Lobar ini. Ditambahkan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap kawanan lain dari para pelaku yang berhasil ditangkap. "mereka pelaku melarikan diri saat ditangkap," tegasnya.

Dalam penangkapan tersebut berhasil diamankan sejumlah barang bukti yang selama ini diduga digunakan dalam menjalankan aksinya dan hasil kejahatannya berupa, parang, senter, sebo, sajam. Bahkan saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pemetaan terhadap sindikat lainnya dengan memeinta keterangan dari pelaku yang berhasil ditangkap.

http://www.mataramnews.com/hukum-a-kriminal/1949-ditembak-dua-pelaku-rampok-disergap-polisi.html

Saturday, 17 November 2012

Perampok Bercadar Ditembak Mati


KRIMINAL
Jum'at, 16 November 2012 , 10:12:00

MATARAM-Jaelani alias Zen, buronan rampok yang ditembak mati polisi merupakan anggota komplotan perampok yang kerap beraksi di Mataram. Setiap beraksi, ia dan komplotannya selalu memakai cadar.

Hasil pengembangan terbaru penyidik Polda NTB, Zen telah tujuh kali merampok dengan modus yang sama. Sasarannya, rumah-rumah pengusaha kaya yang menyimpan uang dalam jumlah banyak. ‘’Zen pemain lama. Dia bersama komplotannya selalu beraksi menggunakan cadar,’’ kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Sukarman Husein dihubungi Lombok Post (Grup JPNN), Kamis (15/11).

Menurut Sukarman, mereka ini tidak hanya merampok di wilayah Mataram, namun daerah lain juga pernah dirambah pelaku.  Modus yang dimainkan kawanan mereka sama. Sebelum beraksi, mereka lebih dulu melakukan pengintaian terhadap mangsanya. ‘’Komplotan mereka ini punya pertunjuk jalan. Dan sebagian kawanan Zen sudah ada yang tertangkap, salah satunya Ondrong,’’ ungkap Sukarman.

Ketika beraksi, kawanan mereka ini melengkapi diri dengan senjata api (senpi). Bahkan, mereka kerap bertindak sadis dan tidak segan melukai korban jika berusaha melawan.  ‘’Ada sejumlah korban pernah disekap dan ditodong dengan senpi,’’ jelasnya.

Diungkapkan, Zen memang sudah lama jadi buruan polisi.  Hanya saja, dia selalu berhasil lolos dari penelusuran polisi. Terakhir, saat beraksi di Sekotong dan Sumbawa, pelaku sempat diketahui keberadaannya. Namun, dia mampu menghilang dari kejaran polisi dengan melarikan diri ke luar daerah.

Nah, di tengah pelarian itu, ayah dua orang anak tersebut melakukan aksi yang sama bersama rekannya yang ditangkap di Sulawesi dan Batam. Tapi, dia kembali berhasil lolos dengan bersembunyi di Malaysia. ‘’Pelaku ini cukup lihai. Dia juga punya jaringan,’’ jelasnya.

Dijelaskan Sukarman, setelah Zen tertangkap, tim buru sergap kembali turun lapangan. Anggota memburu kawanan Zen yang sudah terdaftar dalam DPO.  ‘’Pelaku lain sedang kita kejar. Ada beberapa buronan lagi yang belum tertangkap. Mereka itu kawanan Zen,’’ tandas Sukarman. (mis)

http://www.jpnn.com/read/2012/11/16/147087/Perampok-Bercadar-Ditembak-Mati-