Rabu, 17 Juli 2013, 21:56
VIVAnews - Satu lagi tahanan kabur Rutan Baloi Klas II A Batam berhasil ditangkap petugas. Indra Kumar, tahanan kasus narkoba yang kabur ini terpaksa diberi hadiah timah panas pada betis sebelah kanan karena mencoba kabur dan melawan petugas pada penyergapan di Perumahan Marina View, Batuaji, Batam, Rabu 17 Juli 2013 sekitar pukul 17.00 WIB.
Kepala Unit Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Inspektur Satu Andi Sofyan, mengatakan penangkapan terhadap Indra Kumar dilakukan di kediamanan keluarganya di wilayah Batuaji. Saat disergap petugas, pelaku mencoba melawan dan kabur.
"Kami terpaksa menembak betis kanannya karena melawan dan berusaha kabur dari penyergapan petugas di lokasi TKP," kata Andi kepada VIVAnews.
Menurutnya, pelaku yang merupakan tahanan titipan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri ini diketahui bersembunyi di rumah keluarganya tersebut sejak tadi siang setelah berhasil kabur dari Rutan Batam. "Saat penyergapan rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya," kata Andi.
Guna penyelidikan lebih lanjut pelaku lantas diserahkan ke Rutan Baloi Klas II A Batam untuk proses hukum selanjutnya.
Kepala Rutan Baloi Klas II A Batam, Anak Agung Gde Khrisna ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan intensif. "Pelaku ditangkap tim buser Satreskrim Polresta Barelang dan sekarang sedang menjalani pemeriksaan di Rutan Baloi," kata Agung.
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, menyebutkan bahwa tiga dari 12 tahanan yang melarikan diri dari Rutan Baloi Kelas II A Batam telah berhasil ditangkap. Salah satu tahanan terpaksa ditembak di bagian kaki.
"Dari 12 tahanan, 3 sudah ditangkap. Satu tahanan terpaksa ditembak kakinya," ujar Denny usai buka puasa bersama pegawai Kemenkumham, Rabu, 17 Juli 2013.
Menurut Denny, tidak ada penyebab khusus yang menyebabkan para tahanan itu melarikan diri. "Mereka mau lari saja. Ini kan tahanan," ungkapnya.
Denny pun membantah jika penyebab tahanan narkotika itu kabur karena lemahnya sistem keamanan di Rutan. "Coba kamu sekali-kali jadi sipir deh," kata Denny sambil tertawa.
Sebelumnya diiberitakan 11 tahanan Rutan Baloi Klas II A Batam melarikan diri dengan cara merusak jendela dan teralis ruangan Kepala Rutan, Rabu 17 Juli 2013 sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelas tahanan kabur ini merupakan tahanan narkoba yang menghuni blok paviliun A1 tersebut antara lain, Mulyadi Bin Sarapudin, Edi Priyanto, Ismail Piliang, Riki Hidayat, Muhammad Darman, Indra Kumar, Yusnardi, Sufyan Bin Abidin, Hendro Gunawan, Achyar Adli, dan Aguan Bin Intan. (eh)
http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/429820-coba-kabur--buronan-rutan-baloi-ditembak-polisi
Showing posts with label kabur dari tahanan. Show all posts
Showing posts with label kabur dari tahanan. Show all posts
Friday, 19 July 2013
Saturday, 11 February 2012
Tahanan Narkoba Kabur Ditembak
10 Februari 2012 | 19:05 wib
SEMARANG, suaramerdeka.com – Polrestabes Semarang akhirnya menangkap kembali tersangka kasus narkoba yang kabur dari tahanan. Djoko Sukmo Sutrisno (36) ditangkap di tempat persembunyiannya di Kebumen.
Djoko dibekuk di sebuah kos-kosan di Kecamatan Kedawung, Kebumen, Kamis (9/2). Sempat melawan, tersangka akhirnya menyerah setelah polisi melumpuhkan kakinya dengan timah panas. Petugas langsung membawanya ke Semarang dan pukul 22.30 Djoko dijebloskan kembali ke sel tahanan Polrestabes.
"Setelah mengejar beberapa hari, kami berhasil menemukan persembunyiannya di Kebumen. Kami tangkap dan kembali masukkan tahanan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan.
Warga Jalan Durian Raya No 37 RT 1 RW 1, Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik itu kabur dari tahanan Polrestabes Semarang, Selasa (31/1) sekitar pukul 15.30. Tersangka lolos dari pengawasan petugas saat ditinggal sendiri di dalam ruang pemeriksaan lantai dua Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti).
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes AKBP Djoko Tjahyono menambahkan, usai kabur tersangka sempat bersembunyi di tempat pemakaman umum Bergota hingga malam. Setelah merasa aman, ia lari ke Ungaran, Kabupaten Semarang. Rabu (1/2) Djoko kembali ke Semarang untuk menemui temannya di Tembalang.
Pada hari yang sama, Djoko berangkat ke Kebumen, daerah yang pernah ditinggalinya beberapa tahun lalu. Tersangka sempat kebingungan menentukan tempat bersembunyi sehingga beberapa hari menginap di sebuah gubuk pinggiran kota.
"Akhirnya ia menjual handphone lalu menuju kos kosan temannya. Dulu ketika tinggal di Kebumen dia juga ngekos di situ. Tiga hari di kos itu, kami menemukan kemudian menangkapnya," kata Djoko Tjahyono.
Djoko menjadi tahanan setelah ditangkap Senin (30/1) malam di rumahnya bersama barang bukti satu paket sabu-sabu, empat kantong plastik sisa sabu-sabu, HP, Bong, korek dan beberapa sedotan. Beberapa jam sebelum kabur, Djoko baru saja diekspos oleh Kapolrestabes Semarang di hadapan wartawan.
Saat itu Djoko dihadirkan bersama tiga tersangka narkoba lainnya yakni Muhammad Saerozi (23) warga Rejomulyo, Semarang
Timur; Setia Rizqia Jannata (30) warga Jalan Padi, Perum Genuk Indah; dan Istiono alias Mbing (40) warga Tanah Mas, Semarang Utara.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM ) Timur; Setia Rizqia Jannata (30) warga Jalan Padi, Perum Genuk Indah; dan Istiono alias Mbing (40) warga Tanah Mas, Semarang Utara.
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2012/02/10/109160/Tahanan-Narkoba-Kabur-Ditembak
Labels:
ditembak,
februari 2012,
Jateng,
kabur dari tahanan,
pengguna narkoba,
Semarang
Subscribe to:
Posts (Atom)
