Showing posts with label simulasi. Show all posts
Showing posts with label simulasi. Show all posts

Saturday, 16 October 2010

Puluhan buruh ’ditembak’ polisi

Saturday, 16 October 2010

SURABAYA – Satreskrim Polrstabes Surabaya kembali menembak dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), Sabtu (16/10) dini hari tadi. Satu pelaku tewas dan satunya masih hidup dengan beberapa peluru bersarang di pahanya. Pelaku yang ditembak mati itu bernama Ferry Setiawan (27), warga Kampung Malang Utara I. Sedangkan pelaku lainnya, Resi Tamura, warga Banyu Urip Lor II. Kedua pelaku curas ini diringkus di depan gedung Siola Jl Tunjungan sekitar pukul 04.30 WIB.

Sehari sebelumnya, Jumat (15/10) jajaran Polrestabes telah menembak mati, Simon Sudarmadji (29) warga Jalan Kutai II. Dia salah satu pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) yang menjadi buruan polisi.

Wakil Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Wakasat Reskrim) Polrestabes Surabaya Kompol Sudamiran mengatakan, Ferry ditembak mati setelah berusaha melawan petugas

”Sekitar pukul 04.30 WIB, anggota memergoki Fery ini beraksi di kawasan Siola. Anggota langsung mengejar pelaku," kata Sudamiran, Sabtu siang tadi.

Ferry yang berboncengan dengan rekannya rupanya tidak mau menyerah setelah petugas memberikan tiga kali tembakan peringatan. Bahkan, mereka berusaha melawan petugas dengan clurit. Petugas pun terpaksa mengarahkan tembakan ke tubuh pelaku. Dua peluru bersarang di dada kanan dan kiri, sedangkan satu peluru di lengan kanan. Sudamiran mengatakan, kedua pelaku ini dikejar petugas setelah berusaha merampas korbannya para mahasiswa.

Tempat kejadian perampasan diketahui di daerah sekitar Jl. Ngagel. ”Ada empat korban tapi yang jadi korban perampasan satu orang, katanya mahasiswa,” ujar Sudamiran.

Ia menegaskan, kalau Ferry dan Resi ini bukan komplotan Simon Sudarmadji, pelaku curat yang ditembak mati polisi, Jumat dini hari.

Polisi sendiri saat ini tengah memburu jaringan Simon, salah satunya ke Semarang Jawa Tengah. Perlu diketahui, anggota unit Pidum Satreskrim Polrestabes Surabaya kemarin menembak mati Simon Sudarmadji (29) warga Jalan Kutai II.

Sebelumnya pada Juli lalu, polisi juga menembak mati si penjahat bercelurit, M Nuri (22), warga Banyu Urip, Surabaya. Nuri sempat melakukan penjambretan di Jalan Dharmahusada Indah di depan SMK 5 dengan korban Yeni Aprilia (31), warga Keputran Pasar Kecil I.

Dalam catatan Surabaya Post, aparata kepolisian di awal Januari 2010 juga , saat memburu komplotan Sukandar cs, yang selama ini dikenal sebagai penjahat dengan modus menebar sandal paku ditembak mati. Sukandar (31), warga Glagah Lamongan, ditembak mati saat beraksi bersama dengan Budianto (38) dan Suyantono (37), keduanya warga

Tambak Asri Gg. Kembang Turi, Surabaya. sab, faz

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=d94de3696df7260a4bb04c5d443c44c3&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


Friday, 16 July 2010

’3 anggota separatis ditembak mati’

KENDAL - Ratusan anggota Brimob dari Polda Jateng tiba-tiba datang dan langsung mengendap-endap mendekati sebuah bangunan tua di Desa Plantaran Kecamatan Kaliwungu, Kamis (15/7) sekitar pukul 16.00. Tanpa banyak basa-basi mereka langsung bersiaga. Puluhan anggota tiarap mengelilingi rumah tua itu, sementara puluhan lainnya mendekat dengan cara mengendap-endap dengan senjata siap tembak.

Setelah sampai di depan pintu rumah, dua orang di antaranya memasang peledak di pintu masuk. Tak lama kemudian terdengar ledakan. Pintu gedung pun terbuka. Baku tembak pun tidak dapat dihindari antara anggota Brimob dan anggota sparatis. Tak lama kemudian keluarlah beberapa Brimob, sambil membawa tiga orang sipil dan seorang anggota sparatis yang mengalami luka tembak pada paha kanannya.

Sedang tiga anggota sparatis lain, tergeletak tak bernyawa karena mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap. Hal tersebut terungkap dalam simulasi pembebasan tiga masyarakat sipil yang disandera empat anggota separatis di lapangan Brimob Desa Plantaran, Kecamatan Kaliwungu, Kamis (15/7). Kapolda Jateng, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengatakan, jajaran anggota Brimob Polda Jateng sedang menggelar latihan dan simulasi.

Simulasi tersebut sebagai bentuk latihan rutin yang dilakukan oleh pasukan Brimob Jawa Tengah untuk mewujudkan suasana aman di tengahtengah masyarakat.

Tempa keahlian
Menurut kapolda, latihan tersebut untuk mewujudkan anggota Brimob yang berkemampuan nusantara. Latihan tersebut meliputi, pertempuran jarak dekat, pengepungan, musuh dan lorong reaksi. "Ada sekitar 450 anggota Brimob dari Polda Jateng yang mengikuti latihan rutin ini. Mereka akan berlatih selama lima hari untuk menempa keahlian mereka agar tidak lupa dan selalu siap menjalankan tugas jika sewaktu-waktu diperlukan," katanya. mar-ip