Showing posts with label tahanan tewas. Show all posts
Showing posts with label tahanan tewas. Show all posts

Sunday, 2 December 2012

Tahanan Tewas, Penyidik Polres Badung Diperiksa


Tahanan Tewas, Penyidik Polres Badung DiperiksaFabian Januarius KuwadoIlustrasi tewas

DENPASAR, KOMPAS.com —
 Sejumlah personel termasuk penyidik Reskrim Polres Badung yang menangani kasus Saiful Bahri, tahanan yang tewas di Rumah Sakit Umum Pusat  Sanglah, Denpasar, Kamis (22/11/2012) dini hari tadi, menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan. Namun setelah selesai diperiksa, Kapolres Badung Ajun Komisaris Besar  Benny Arjanto memastikan tak ada pelanggaran yang dilakukan personelnya.

"Saya jamin saat penangkapan dan di ruang tahanan tidak ada kekerasan. Untuk meng-counter jika ada pihak yang menuntut seperti keluarga, kami periksa anggota kami," ujar Benny saat dihubungi siang tadi.
Benny juga sudah menawarkan kepada pihak keluarga jika masih belum terima kematian Saiful untuk dilakukan otopsi. "Pihak keluarga sudah percaya hasil pemeriksaan dokter, jenazah sudah kami serahkan kepada keluarga," katanya.
Seperti diberitakan, Saiful Bahri, tahanan Polres Badung, tewas pada hari Kamis sekitar pukul 00.30 Wita dini hari tadi. Saiful Bahri dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pusing-pusing saat mendekam di sel tahanan Mapolres Badung, Selasa (20/11/2012).
Dalam seminggu terakhir sudah tiga tahanan di Bali yang mendekam di balik jeruji besi tewas. Sebelumnya, Sabtu (17/11/2012), tahanan titipan Kejaksaan Negeri Denpasar yang menghuni Lapas Kerobokan tewas akibat keracunan obat. Sementara itu, Rabu (21/11/2012), napi narkoba eks Densus 88 yang menghuni Lapas Kerobokan juga ditemukan tewas.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/11/22/16095536/Tahanan.Tewas.Penyidik.Polres.Badung.Diperiks
a

Tahanan Tewas Tergantung di Kantor Polisi


Tribunnews.com - Kamis, 8 November 2012 05:15 WIB
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Syaparrudin (32), tahanan di Mapolsek Klangenan, Kabupaten Cirebon, ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di ruang tahanan, Rabu (7/11/2012).
Polisi sempat berusaha menyelamatkan pria asal Kecamatan Kertasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, namun gagal. Syaparrudin meninggal sekitar pukul 07.00 WIB. Syaparrudin ditangkap dan diserahkan warga ke polisi, Selasa (6/11/2012).
Ia dan seorang rekannya diduga terlibat pencurian di Puskesmas Klangenan. Kedua tersangka sempat membawa kabur sebuah ponsel, uang senilai Rp 980 ribu, dan sebuah laptop dari puskesmas sebelum warga menangkapnya.
Warga membawa Syaparuddin ke Mapolsek Klangenan untuk menjalani proses penyidikan. Namun, pria itu justru tewas sebelum pemeriksaan terhadapnya berlangsung.
Tubuh Syaparrudin yang tergantung pertama kali diketahui Briptu Sugeng Supriyatna.
Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar, melalui Kabag Humas Polres Cirebon Iptu Hasanudin mengatakan, belum dapat menginformasikan penyebab tewasnya Syaparuddin.
"Kami sedang menyelidiki hal itu dan masih menunggu hasil otopsi," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, kemarin.
Jenazah Syaparuddin diotopsi oleh tim dokter di Rumah Sakit Bhayangkara, Losarang, Kabupaten Indramayu. (*)

http://www.tribunnews.com/2012/11/08/tahanan-tewas-tergantung-di-kantor-polisi

Sidang Tahanan Tewas Dikawal Ketat


 Padang Ekspres • Rabu, 14/11/2012 12:03 WIB • • 118 klik
Sijunjung, Padek—Sidang perdana tahanan tewas di Polsek Sijunjung berlangsung di Pengadilan Negeri Muarosijunjung, Selasa (13/11), dika­wal puluhan aparat Polres dan Polsek Sijunjung. Sidang yang dimu­lai pukul 10.00 WIB tersebut, dipim­pin Hakim Ketua Suhasmairita dan ang­gota Susi Dyah Caturini dan Ab­dul Basyir. Sidang sendiri mengagen­dakan pem­bacakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Syaiful Amri dan Reni Novita yang terdiri dua berkas itu.

Pada sidang pertama ini, mengha­dirkan terdakwa Syamsul Bahri, Rendi Agusta, Al-Indra serta Irzal. JPU dalam berkas dakwaannya me­nga­takan bahwa Syamsul Bahri yang menjadi Kapolsek Sijunjung ketika itu, didakwa melakukan pangania­yaan terhadap kedua korban ketika diinte­ro­gasi dalam kasus pencurian sel taha­nan, di Polsek Sijunjung tahun lalu.

Dakwaan JPU ini ditolak pihak kuasa hukum terdakwa. Menurutnya, ada uraian dan kronologis kejadian tidak sinkron dan dipertanyakan. ”Kita selalu mengajukan keberatan pada setiap dakwaan yang dibacakan, karena kita keberatan terhadap formalitas dalam rangkaian uraian dakwaan yang dibacakan. Artinya, ada cerita kronologis kejadian yang terputus dan tidak termaktub dalam dakwaan JPU,” terang M Riyaldi, pengacara keempat terdakwa kepada wartawan setelah persidangan.

Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung Senin (19/11) nanti, sidang sendiri mengagendakan pem­bacaan eksepsi (keberatan) dari kuasa hukum terdakwa. Didi Cahyadi yang juga kuasa Al-Indra mengata­kan, dia akan menyampaikan materi keberatan dalam sidang mendatang.

”Senin (19/11), kita akan mem­baca­kan eksepsi tentang adanya ketimpangan dakwaan yang dibaca­kan. Sebab, hasil otopsi kedua korban disimpulkan bahwa korban mati lemas. Sementara dalam dakwaan JPU, adalah tentang penganiayaan berat pada pasal 351 ayat 1, 2 dan 3, sehingga ada informasi yang terputus dan tidak dibacakan oleh JPU, dan unsur bunuh diri, juga tidak dijelas­kan. Jadi, tidak terdapat sinkronisasi antara kronologis kejadian dengan dakwaan,” jelas Didi.

Kasus kematian dua tahanan kakak beradik Faisal Akbar, 14, dan Budri M  Zein, 17, terjadi pada 28 Desember 2011. Keduanya tewas di sel Mapolsek Sijunjung. (mg19)

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=36969

Saturday, 17 November 2012

Seorang Tahanan LP Kerobokan Tewas Misterius

Sabtu, 17 November 2012 15:50

DENPASAR - Baru empat hari menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, Made Andi Mas Widiadnyana (31), tahanan kasus narkoba ditemukan tewas dengan sejumlah luka.

Informasi di lapangan, tahanan berstatus titipan kejaksaan itu masuk sel pada Senin, 12 November 2012 dan menghuni sel di Blok D.

Pada tubuh korban ditemukan luka gores dan memar. Andi sempat dilarikan ke RSUP Sanglah, Denpasar, dini hari tadi sekira pukul 01.00 Wita. Dua jam setelah menjalani perawatan, pria asal Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Singaraja, itu tewas.

Pihak rumah sakit tidak bersedia memberi komentar terkait penyebab tewasnya korban berdalih permintaan keluarga.

“Korban meninggal pukul 03.00 Wita, keluarga tidak mengizinkan kami menjelaskan lebih jauh perihal kematiannya, jadi kami tidak bisa memberikan keterangan,” ujar Kepala Forenik RSUP Sanglah, Dudut Rustyadi, Sabtu (17/11/2012).

Paman korban, Wayan Seriartha, mengatakan, ada bekas luka ditemukan pada tubuh korban. “Ada bekas luka lecet dan lebam di badan, terus di tangannya juga ada luka lecet. Di kaki juga ada,” sebut Wayan di RSUP Sanglah.

Meksi penyebab kematian Andi masih misterius, namun pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum.

Nongil, ayah korban, saat mengurus pemulangan jasad anaknya, menuturkan, keluarga tidak akan menuntut siapa-siapa.

Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Wayan Arta Ariawan, menyatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan.

Diakui Artha, memang ditemukan sejumlah luka, namun luka-luka tersebut bukan penyebab kematian korban.

”Dua orang sudah kami mintai keterangan. Soal penyebab kematiannya apakah karena pengeroyokan atau over dosis kami belum berani memastikan," sergahnya.

Penjelasan berbeda disampaikan Kepala LP Kerobokan, I Gusti Ngurah Wiratna, dari keterangan warga binaan di bloknya, korban sempat dipergoki membentur-benturkan kepalanya di kamar mandi.

“Sejak datang, perilaku korban agak aneh, terlihat sudah stres,” jelas Wiratna.

(ton)


http://news.okezone.com/read/2012/11/17/340/719593/seorang-tahanan-lp-kerobokan-tewas-misterius

Saturday, 3 November 2012

Tahanan Kasus Narkoba Meninggal di RS Polri


Penulis : Ambrosius Harto Manumoyoso | Sabtu, 3 November 2012 | 19:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Tahanan kasus narkoba Kepolisian Resor Bekasi Kota bernama BG meninggal dalam perawatan di RS Bhayangkara Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2012) pukul 10.40.
Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bekasi Kota Komisaris Sangadi, kematian tersangka berdasarkan keterangan RS Polri terkait dengan virus HIV yang diidap tersangka.
Budi ditangkap aparat karena kepemilikan 1 bungkus dan 1 linting ganja seberat 60 gram pada 8 Oktober 2012. Sehari kemudian, Budi ditahan sebagai tersangka kasus.
"Sejak ditahan selama 17 hari, kondisi kesehatannya melemah sehingga kami rujuk ke RS Polri," kata Sangadi.
"Hasil analisa dokter RS Polri, tersangka meninggal diduga terkait HIV," kata Sangadi.
Karena virus itu, sistem kekebalan tubuh melemah sehingga tidak tahan dengan serangan penyakit apa pun termasuk yang ringan. Sangadi mengatakan, biarpun tersangka sudah meninggal, kasusnya belum akan ditutup.
Editor :
Marcus Suprihadi


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/03/19035881/Tahanan.Kasus.Narkoba.Meninggal.di.RS.Polri

Thursday, 5 April 2012

Tahanan Polisi Ditemukan Tewas di Bak Kamar Mandi


Sumut - Rabu, 04 Apr 2012 01:08 WIB

Stabat, (Analisa). Tersangka kasus cabul, Su (41) Kecamatan Hinai, ditemukan tewas dalam kamar mandi sel tahanan Mapolres Langkat, Selasa (3/4) dinihari.
Polisi menduga, dia tewas diduga akibat menderita sakit epilepsi. Saat ditemukan tahanan lain, posisi wajahnya masuk atau tenggelam ke dalam bak air di kamar mandi sel. Guna mencari tahu penyebabnya, jasadnya dibawa ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk otopsi.

Kapolres Langkat AKBP Leonardus Eric Bhismo, SIK, SH, ketika dikonfirmasi Analisa, Selasa (3/4) mengakui, pihaknya sudah melakukan otopsi di RSUD dr Pringadi Medan. Langkah ini diambil setelah ada persetujuan dari pihak keluarga.

"Dugaan sementara sebelum ada hasil otopsi, dia menderita epilepsi, karena saat ditemukan pada pukul 03.00 WIB, dia sedang berada di dalam kamar mandi sel tahanan," jelas Eric.

Saat ini, sambung Eric, hasil otopsinya belum dapat diperoleh, mungkin pekan depan. Namun, dari informasi diperoleh dari tim otopsi, tidak ditemukan luka luar maupun dalam. Bahkan tidak ada lembam dari tubuh korban. 

"Kita juga sudah memeriksa atau memintai keterangan dari tiga orang teman selnya dan dua petugas penjaga sel tahanan juga kita mintai keterangan," katanya.

Dari keterangan teman satu selnya, tersangka sudah meninggal ketika dia terbangun tidur dan hendak buang air kecil. Ketika itu tubuh Su sudah berada di dalam bak air kamar mandi. Kejadian itu membuat teman satu selnya geger, lalu menjerit memanggil petugas. Saat itulah, diketahui Su sudah meninggal dunia. 

Kasat Reskrim AKP Aldi Subartono SH SIK secara terpisah mengatakan hal yang sama kepada Analisa. 

"Hasil otopsinya belum dapat diperoleh sekarang, mungkin seminggu lagi. Namun dari informasi didapat dari tim otopsi, tidak ditemukan luka luar maupun dalam bahkan lembam dari tubuh korban," tegas Aldi.

Seperti diketahui, korban merupakan tahanan Polres Langkat terkait kasus pencabulan terhadap anak tirinya, terjadi awal Maret lalu. Berdasarkan pengaduan diterima polisi, korban ditahan di sel Mapolres sebelum kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. 

Di RSUD dr Pirngadi Medan, keluarga korban, Yono (40) warga Jalan Brigif Pasar 12 T. Morawa mengatakan, otopsi dilakukan atas permintaan keluarga untuk memastikan kematian korban. "Ini dilakukan agar tidak ada kecurigaan keluarga dan tidak ada dendam," katanya.

Sebelum meninggal, katanya, korban yang bekerja sebagai agen kelapa di Stabat sempat menelpon keluarganya. "Saya tidak tahu pasti siapa yang ditelponnya, tapi dari keluarga lain menyatakan dia sempat menelpon semalam dan sehat, makanya kami minta visum," jelasnya.

Terkait kasusnya ini, salah satu keluarga mengatakan, baru dua minggu masuk penjara akibat dugaan mencabuli anak tirinya. "Dia diduga memperkosa anak tirinya. Ketahuannya ketika, si anak melakukan tes kesehatan untuk masuk keperawatan. Dari tes kesehatan itu, anak tirinya ini tidak perawan," ungkapnya.

Atas dasar itulah, pihak keluarga melaporkannya ke Polsek Stabat. "Terlepas dari kesalahannya ini, pihak keluarga ingin memastikan kematiannya," jelasnya. Usai diotopsi mayat langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan. (hpg/nai/dgh)

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/04/04/43998/tahanan_polisi_ditemukan_tewas_di_bak_kamar_mandi/#.T318nO2EOfQ

Tuesday, 21 February 2012

Tahanan Tewas di Sel Batal Diotopsi


KOMPAS.com/JunaediJenazah Sahabuddin batal diotopsi karena pihak keluarga memilih berdamai dengan polisi.
Junaedi | Glori K. Wadrianto | Selasa, 21 Februari 2012 | 11:16 WIB


POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Meski semula pihak keluarga Sahabuddin --tersangka pencurian telepon selular yang tewas di dalam sel tahanan-- keberatan dengan alasan kematian, namun hari ini, Selasa (21/2/2012), pihak keluarga memilih berdamai dengan petugas Polsek Tinambung, Polewali Mandar. Semula, jasad Sahabuddin akan diotopsi di sebuah rumah sakit di Makassar tadi malam.

Burhanuddin, orang tua Sahabuddin menyatakan para keluarga sepakat mengiklaskan kematian Sahabuddin meski sebelumnya sejumlah keluarga keberatan dan menolak alasan kematian korban karena dinilai tak wajar.  Jenazah Sahabuddin selanjutnya akan dikemumikan di kampung halamannya di Kecamatan Pamboang Majene, hari ini juga.

Seperti dilaporkan petugas Polsek Tinambung, korban dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan petugas gantung diri di sel tahanan menggunakan sobekan celananya. Kabar kematian korban ini tak hanya mengejutkan keluarga korban, namun ratusan warga sekitar Polsek Tinambung. Mereka langsung memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan kabar kematian tahanan.

Jasad Sahabuddin sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Polewali untuk menjalani pemeriksaan fisik dan visum. Jenazah Sahabuddin pun sempat tertahan sejak pagi hingga malam hari di RS, karena keluarga korban sedang berada di Mamuju mengurus kebun dan lahan pertanian. Sahabuddin baru dievakuasi dari RS oleh orang tuanya dinihari tadi. Sahabuddin kemudian dipulangkan ke kampung halaman untuk dikemuikan.

http://regional.kompas.com/read/2012/02/21/11160589/Tahanan.Tewas.di.Sel.Batal.Diotopsi

Monday, 20 February 2012

Tahanan Tewas di Sel, Keluarga Tak Terima



KOMPAS.com/Junaedi
Junaedi | Kistyarini | Senin, 20 Februari 2012 | 16:21 WIB

Petugas mengevakuasi jenazah Sahabuddin, tahanan Mapolsek Tinambung Polewali Mandar yang ditemukan meninggal dunia di dalam selnya, Senin (20/2/2012). Polisi menduga Sahabuddin tewas akibat gantung diri.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com
 - Seorang tahanan ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di ruang sel tahanan polsek Tinambung, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (20/2/2012) siang tadi. Polisi memperkirakan tahanan bernama Sahabuddin itu meninggal dunia karena gantung diri.

Mapolsek Tinambung Polewali Mandar mendadak ramai dan dipenuhi warga sekitar lokasi yang mendengar berita itu. Mereka penasaran dengan kabar kematian Sahabuddin, warga asal Kecamatan Pamboang, Majene.Sahabuddin menjadi tahanan Polsek Tinambung setelah ditangkap beberapa hari lalu dalam kasus pencurian ponsel.
Kepolisian menyatakan Sahabuddin diduga meninggal dunia di selnya karena gantung diri menggunakan celan panjangnya. Polisi menolak siapa pun, termasuk para wartawan, masuk ke dalam sel sekalipun untuk memotret ataun sekadar untuk melihat jenazah Sahabddin.
Jenazah Sahabuddin kemudian dievakuasi Polsek Tinammbung ke Rumah Sakit Umum Polewali Mandar untuk diotopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
Kapolres Polewali Mandar, AKBP I Gusti Ngurahrai Mahaputra membenarkan bahwa tahanan bernama Sahabuddin meninggal dunia di dalam sel . "Dugaan sementara, kita perkirakan korban tewas gantung diri di sel tahanannya. Namun untuk memastikan penyebabnya pihaknya membawa jenazah korban ke rumah sakit Polewali untuk menjalani otopsi," jelasnya.
Abudarda, seorang keluarga korban mengaku keberatan dan tidak percaya begitu saja saudaranya itu dinyatakan tewas karena gantung diri. Dia menilai kematian Sahabuddin tidak wajar dan dia akan melaporkan hal itu ke Polda Sulbar.


http://regional.kompas.com/read/2012/02/20/16210698/Tahanan.Tewas.di.Sel..Keluarga.Tak.Terima
.

Saturday, 18 February 2012

Pencuri Bebek Tewas Gantung Diri di Sel Tahanan




Polhukam / Sabtu, 18 Februari 2012 04:06 WIB


Metrotvnews.com, Tangerang:

Seorang tahanan kasus pencurian bebek ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi dalam sel tahanan Markas Kepolisian Sektor Benda, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/2) kemarin. Polisi menyatakan tahanan tewas tersebut murni bunuh diri.

Isak tangis dan teriak histeris keluarga pecah saat jenazah Awi tiba di rumah duka di Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Awi ditemukan tewas gantung diri dengan bahan celana miliknya dan kain pel, yang disambung menjadi seutas tali di kamar mandi sel tahanan Mapolsek Benda.

Sebelumnya, Awi diserahkan sejumlah warga karena tertangkap tangan sedang mencuri sejumlah bebek milik warga.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisiaan Resor Metro Tangerang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Rahmat, penyebab kematian Awi murni bunuh diri. Diduga Awi merasa malu tertangkap mencuri hewan peliharaan dan diketahui anggota keluarganya.(RIZ)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/18/145534/Pencuri-Bebek-Tewas-Gantung-Diri-di-Sel-Tahanan/1

Tuesday, 7 February 2012

Kapolda: Provos Periksa Penjaga Sel Suryo


MINGGU, 5 FEBRUARI 2012, 06:00 WIB

VIVAnews - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didik Tri Sutomo menyatakan, kepolisian menginginkan kasus kematian Suryo yang meninggal saat ditahan menjadi terang. Didik menyampaikan, Polda Jateng sangat mendukung langkah keluarga Suryo yang meminta otopsi atas kematian pria berusia 48 tahun itu.

Selain menunggu hasil otopsi, Kapolda langsung memerintahkan pemeriksaan terhadap semua aparatnya yang berhubungan dengan korban. "Kami pastikan semua diperiksa, baik itu penyidik, penjaga sel, maupun teman satu selnya. Untuk penyidik dan penjaga sel, tentu yang memeriksa adalah provos. Kita tunggu saja, ya," kata Kapolda kepada VIVAnews, Sabtu malam, 4 Februari 2012.

Sebelumnya, Kapolda menjelaskan, sebelum meninggal Suryo menderita sakit. Polisi kemudian membawa tersangka penjual judi togel itu ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Dalam pemeriksaan tersebut, menurut Kapolda, tim medis RS Bhayangkara tidak menemukan kejanggalan atau bekas penyiksaan di jenazah Suryo yang mendekam di tahanan sejak Rabu 1 Februari lalu.

"Tapi pihak keluarga tidak terima. Mereka merasa mungkin meninggalnya dipukuli atau bagaimana, dan malam ini kami masih menunggu hasil otopsi di RS Dr Kariadi," kata Kapolda.

Suryo ditangkap petugas Polda Jateng di rumahnya, desa Wonoplumbon Kecamatan Mijen, Semarang, pada Rabu lalu. Setelah tiga hari di tahanan, ada petugas Polda Jateng yang menemui keluarga mengabarkan Suryo telah meninggal dunia.
• VIVAnews 

http://metro.vivanews.com/news/read/285626-kapolda--provost-periksa-penjaga-sel-suryo

Sunday, 5 February 2012

Tahanan Polda Jateng Tewas, Keluarga Curiga Dianiaya


Nasional / Sabtu, 4 Februari 2012 17:43 WIB

Metrotvnews.com, Semarang: Seorang tahanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang, Jawa Tengah. Terdapat luka memar pada tubuh dan kepala.  Keluarga dan warga langsung mendatangi Markas Polda Jateng untuk meminta pertanggungjawaban atas kematian korban.

Suryo (45) tahun, warga Wonoplumbon RT 01, RW 02, Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah, menjadi tahanan kasus judi togel. Ia dibawa polisi ke RS Bhayangkara karena sakit jantung. Namun, pihak keluarga korban menduga korban meninggal bukan karena sakit jantung, tapi karena dianiaya polisi. Dugaan keluarga korban ini bukan tanpa alasan. Pasalnya pada tubuh korban ditemukan luka memar di bagian punggung dan kepala.

Suryo ditangkap anggota Polda Jateng pada Selasa, 24 Januari 2012 di rumahnya tanpa surat penangkapan. Ia langsung dijebloskan di sel tahanan Mapolda Jateng. Setelah dua hari penangkapan, polisi baru menyerahkan surat penangkapan kepada keluarga.

Karena curiga, keluarga korban dan warga secara bersama-sama membawa mayat Suryo ke RS Wira Bhakti Tamtama, Semarang, Jawa Tengah, untuk dilakukan visum ulang.

Menurut Arif Tirtama, anak korban, pihak keluarga tidak menerima perlakuan polisi terhadap ayahnya. Apalagi, waktu ditangkap dan dibawa polisi ayahnya dalam kondisi sehat. Bahkan sewaktu keluarga membesuk di sel tahanan, ayahnya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Padahal, Arif mengaku telah membayar Rp1,5 juta untuk keamanan ayahnya.

Setelah melakukan visum di RS Wira Bhakti Tamtama, mayat korban dibawa ke RS Dokter Kariadi untuk dilakukan visum dalam. Keluarga korban beserta warga memutuskan mendatangi Mapolda Jateng guna meminta pertanggungjawaban pihak polisi terkait kematian korban dengan melaporkan kasus ini ke Propam Polda Jateng.(Ardiyansyah/BEY)

Monday, 22 November 2010

Tahanan LPAnak Palembang Tewas Dikeroyok

PALEMBANG, KOMPAS.com - Eko Adi Saputro (18) tahanan LP Anak Palembang ditemukan tewas di dalam sel isolasi, Senin (22/11). Eko tewas akibat dikeroyok teman-teman satu selnya yang berjumlah delapan orang sekitar pukul 01.00 malam. '

Sadisnya, setelah korban meninggal, para pelaku memotong kedua kuping dan kemaluan korban dengan sendok.

Kepala Keamanan LP Anak Palembang, Giyono, mengatakan, korban dikeroyok karena teman-teman satu selnya jengkel kepada korban sebab korban berusaha membuat lubang di dinding sel untuk melarikan diri.

Menurut Giyono, teman-teman korban sudah memperingatkan korban agar berhenti membuat lubang. Namun karena korban tidak menghiraukan, teman-teman korban memegangi korban dan membekapnya.

Sementara teman-temannya yang lain mencekik korban dengan kain sarung sampai tewas. Setelah tewas baru para pelaku memotong kuping dan kemaluan korban.

Giyono menambahkan, ia tidak tahu bagaimana pelaku menyimpan sendok tersebut. Sebab dalam razia yang dilakukan petugas sebelumnya tidak menemukan sendok tersebut. Saat ini delapan teman satu sel korban sedang diperiksa di Markas Polsek Ilir Barat I, Palembang.

http://regional.kompas.com/read/2010/11/22/14502671/Tahanan.LPAnak.Palembang.Tewas.Dikeroyok

Wednesday, 1 September 2010

Bentrok, Polisi Bantah Aniaya Napi di Sulteng

Rabu, 1 September 2010 - 15:47 wib
JAKARTA
- Mabes Polri mengklarifikasi bentrok yang berawal dari dugaan penganiayaan aparat kepolisian Polsek Biau Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, terhadap salah seorang tahanan.

Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Iskandar Hasan, mengatakan berdasarkan hasil autopsi tidak ditemukan adanya penganiayaan terhadap tahanan yang bernama Kasmir.

"Hasil pemeriksaan luar sementara oleh Dr Elli di Rumah Sakit Bual, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Iskandar, Jakarta Selatan, Rabu (1/9/2010).

Namun, Iskandar menambahkan masyarakat tidak mempercayai hasil autopsi dan melakukan penyerangan. "Polisi bela diri dan terjadi salah sasaran, akibatnya meninggal lima orang. Semuanya laki-laki," katanya.

"Pertama, Arfan Salatea, Ridwan, Ling, Amran, satu korban belum jelas identitas," ucapnya.

Selain korban tewas, terdapat 28 korban luka-luka. Akibat peristiwa penyerangan tersebut, seluruh kaca kantor Polsek Biau pecah.(hri)

http://news.okezone.com/read/2010/09/01/340/369058/bentrok-polisi-bantah-aniaya-napi-di-sulteng