Showing posts with label ditembak dada. Show all posts
Showing posts with label ditembak dada. Show all posts

Thursday, 29 November 2012

Penyerang Polisi di Cimanggis Kakak Beradik, Mengaku Punya Ilmu Kebal


Salah satu penyerang polisi di Cimanggis, Depok (Foto: hendrik ir/detikcom)
Rabu, 28/11/2012 15:32 WIB

Depok - Dua penyerang polisi di Cimanggis, Depok merupakan kakak beradik. Salah satunya mengaku punya ilmu kebal sehingga berani melawan polisi yang menggunakan senjata.

Kedua bersaudara itu bernama Ardiansyah (21) dan Taufik (20)--sebelumnya ditulis berusia 14 tahun. Mereka menyerang anggota tim Buser Polsek Cimanggis, Brigadir Puguh dengan celurit. Taufik tertembak di bagian dada.

Kepada polisi, Taufik mengaku berniat merampas motor di Jalan Raya Tapos. Kawasan tersebut terkenal sepi dan jauh dari permukiman. Sebagai 'bekal', ia membawa dua senjata tajam, sangkur dan celurit. 

"Pelaku bilang kakaknya punya ilmu kebal. Ya, tapi nggak pengaruh buat petugas," ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto kepada detikcom di Mapolsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Rabu (28/11/2012). 

Penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (28/11/2012). Anggota Buser, Brigadir Puguh dan Brigadir Sisgiarto, sedang berpatroli di Jalan Raya Tapos. Keduanya melihat pelaku mendorong motor Mio yang tak bernopol. 

Saat akan diperiksa, Ardiansyah menyerang Puguh. Dia tak menggubris dua tembakan peringatan. Puguh pun menembak Ardiansyah, kena di dada kanan. Namun hal ini tidak membuat Ardiansyah tumbang. 

"Pelaku masih sempat menyuruh adiknya lari. Tapi cepat ditangkap," sebut Andre. 

Saat ini, Ardiansyah dirawat di RS Polri Kramatjati. Sedangkan adiknya, ditahan dan diperiksa di Mapolsek Cimanggis. Sementara Brigadir Puguh sempat dirawat di RS Polri Kramatjati. 

Andre membantah Brigadir Puguh mengalami luka parah dan kritis. "Hanya terluka di tangan saja. Ada beberapa jahitan. Sekarang sudah pulang ke rumah untuk istirahat. Dokter sudah memperbolehkannya pulang," tegas Andre.

(try/try) 


http://news.detik.com/read/2012/11/28/153216/2104001/10/penyerang-polisi-di-cimanggis-kakak-beradik-mengaku-punya-ilmu-kebal

Wednesday, 28 November 2012

Ditembak tidak tewas


PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Ardiansyah (20), satu dari dua perampok yang menclurit, Brigadir Sisgiarto dan  Brigadir Puguh Subiyanto anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok diduga menggunakan ilmu kebal. Pasalnya, warga Tapos Bogor Jawa Barat tersebut masih bisa bertahan saat polisi melepaskan tembakan yang mengenai dada kanannya.

"Ya, diduga gunakan ilmu kebal, padahal petugas kami sempat melepaskan tembakan dan mengenai dadanya bagian kanannya setelah ia (Ardiansyah) menclurit petugas kami  Brigadir Puguh. Dalam keadaan terhyung pelaku masih sempat menebaskan clurit ke arah Brigadir Sisgianto," ungkap Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kahardi, Rabu (28/11)

Memang, katanya lagi, Ardiansyah dirawat di  RS. Sentra Medika Depok dan masih bisa bertahan dan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Sedangkan, lanjutnya, satu anak buahnya Brigadir Sisgianto yang terluka di bagian perut sebelah kirinya dalam perawatan intesif di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Sedangkan Brigadir Puguh Subiyanto  yang terkena clurit di bagian tanggannya dijahit dengan 36 jahitan.

Pihaknya, kata Kapolres sedang melakukan pengejaran terhadap temannya yang lain yang diduga masih berkeliaran di Depok, Bogor dan Jakarta.

"Mereka ini spesialis pelaku curanmor," tambahnya.

Brigadir Sisgiarto dan  Brigadir Puguh Subiyanto, anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok, terluka setelah diclurit saat duel dengan dua perampok  yang saat itu sedang melakukan patroli di Pebayunan Tapos Cimanggis, Depok, Rabu (28/11) sekira pukul 02:00. (jak)

http://portalkriminal.com/index.php/crime-story/2889-ditembak-tak-tewas-perampok-yang-menusuk-polisi-gunakan-ilmu-kebal-3

Kena Tembak, Pembacok Polisi Tetap Membabi Buta


Penulis : Lariza Oky Adisty | Rabu, 28 November 2012 | 17:07 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa pembacokan yang menimpa dua anggota polisi, yakni Brigadir Sisgianto dan Brigadir Puguh, di Kabayunan, Tapos, Depok, Rabu (28/11/2012) dini hari tadi, masih berada dalam penyidikan kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, polisi belum dapat mengajukan pertanyaan kepada kedua korban serta kedua pelaku, yakni Ardiansyah (20) dan Taufik Hidayat alias Dower (24). "Kedua petugas serta tersangka Ardiansyah masih berada dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11/12).
Dalam peristiwa tersebut, Puguh mengalami luka bacok di kedua tangannya akibat menangkis sabetan celurit yang dilayangkan secara membabi-buta oleh Ardiansyah. Meski demikian, petugas polisi ini masih sempat melepaskan tembakan ke Ardiansyah.
"Tembakan tersebut mengenai dada dan tembus ke punggung pelaku. Namun, pelaku tak merasakan apa-apa sampai ia tersungkur di semak-semak," kata Rikwanto.
Setelah itu, Ardiansyah dibawa ke RS Sentra Medika, Depok. Puguh dan Sisgianto yang terluka di bagian perut juga dirawat di sana sebelum dirujuk ke RS Polri. Sekitar pukul 06.00 WIB, satpam RS Sentra Medika menelepon polisi dan memberi tahu bahwa ada pasien yang mengalami luka tembak di dada kanan. Polisi kemudian datang dan mengamankan orang itu, yang tak lain adalah Ardiansyah.
Celurit yang dibawa oleh Ardiansyah kini telah diamankan oleh petugas kepolisian. Adapun sangkur yang turut dibawa pelaku hingga kini masih dalam pencarian polisi.
Editor :
Laksono Hari W


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/28/17072055/Kena.Tembak..Pembacok.Polisi.
Tetap.Membabi.Buta

Monday, 16 July 2012

Muliadi Ditembak Nazaruddin di Dada


Tribunnews.com - Senin, 16 Juli 2012 16:54 WIB
Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar
TRIBUNNEWS.COM, LUBUK PAKAM-Sugiarti, Adik almarhum Muliadi alias Adi Ndelo, korban penembakan mati yang dilakukan oleh seorang oknum polisi  mengatakan, Nazaruddin, polisi yang melakukan penembakan dihukum seberat beratnya. Mereka tidak rela jika sampai saat ini pelaku masih
menjalankan tugas di kepolisian.
Diceritakannya jika kejadian ini terjadi pada tanggal 23 Agustus 2011, dimana pada saat itu almarhum yang hendak pulang dari kerjaannya dipepet oleh Nazaruddin di Pasar IV Sungai Merah Tanjung Morawa.
Di sinilah Nazaruddin melakukan penembakan di samping dada korban. “Kejam kali dia, nembak badan adikku dengan pistol hingga tembus, pistolnya dilengketkan dibadannya, gak tertolong lagi dia,” ujar Sugiarti yang juga ikut menangis Senin, (16/7/2012)
Sikap Nazaruddin ini tidak diterima oleh Keluarga besar, sebab walaupun almarhum ikut dalam pencurian lembu namun antara Koban dan Pelaku pencurian sudah ada perdamaian yang ditulis
diatas kertas putih.
“Adikku ini memang waktu itu buron, tapi kan sudah ada perdamaian dengan uang 25 juta kepada pemilik lembu, tapi kenapa pula dua hari sudah ada perdamaian dia ditembak mati, kami tidak terima pokoknya, kami juga gak akan lelah minta dia di penjara,” ujar Sugiarti.
Aksi keluarga yang beralamat di Desa Naga Rejo Kecamatan Galang inipun mendapat tanggapan, tiga orang perwakilan diterima oleh Polres. Ketika di Konfirmasi Kasat Reskrim Polres Deliserdang, Anggoro Wicaksono mengatakan jika akan segera menyerahkan berkasnya ke Kejaksaan.
“Hari ini dia lagi dinas, berkasnya sudah P21 kok, besok pagi kita akan limpahkan,” ujar Anggoro.
http://www.tribunnews.com/2012/07/16/muliadi-ditembak-nazaruddin-di-dada

Wednesday, 2 May 2012

Bambang, Pentolan Perampok Sadis Ditembak Mati



Bambang, Pentolan Perampok Sadis Ditembak Mati
ilustrasi perampokan 
Tribunnews.com - Minggu, 29 April 2012 19:27 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bambang (40), pentolan dari komplotan perampok yang berhasil ditembak tim Resmob Polda Metro Jaya Sabtu (28/4/2012) malam tewas di tempat lantaran dua kali tembakan mengenai dadanya.
Kepala Subdit Reserse Mobile Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan mengatakan Bambang terpaksa ditembak lantaran melawan petugas dengan senpi serta melarikan diri dari kejaran petugas. "Bambang ini otak perampokan. Dia kapten dalam kelompok perampok ini. Kelompok ini dikenal sadis," jelas Herry Minggu (29/4/2012).
Dituturkan Herry,  Bambang tumbang setelah dua butri peluru menembus dadanya, di Jalan Lebak Bulus Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (29/4/2012) kemarin.
Untuk diketahui, aksi pengejaran terhadap Bambang dan pelaku lainnya yang masih buron bermula dari Tol Cikarang dan berakhir di Lebak Bulus, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dengan tertembak dan tewasnya Bambang.
Berikut pengejaran kepolisian terhadap Bambang :
 
Pukul 16.00 WIB Polisi mendapat informasi para pelaku ada di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Tim pun  meluncur ke lokasi.
Pukul 16.30 WIB Tim berhasil mengetahui posisi para pelaku yang tengah mengendarai mobil Toyota Avanza. Oleh tim mobil itu kemudian dibuntuti.
 
Pukul 17.00 WIB Polisi mendapat info  pelaku memegang senpi maka polisi lebih berhati-hati dalam perburuan. Mobil Avanza pelaku melaju ke Tol Cikarang kemudian mengarah ke Tol Cikampek.
Pukul 17.30 WIB Di Tol Cikampek, pelaku memutar arah dan keluar di pintu tol Bekasi Barat, pelaku pun menyadari mereka tengah dibuntuti.
Saat itu pelaku sempat menembak ke arah petugas.
Pukul 18.00 WIB Pelaku kemudian melaju ke tol dalam kota, Tendean, Jalan Wijaya, Lebak Bulus mengarah ke Tol Pondok Pinang. Bambang pun turun lantaran kondisi jalan macet.
Ia juga sempat melepaskan tembakan ke arah petugas.
"Kami sempat melepaskan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan sampai akhirnya anggota menembak Bambang. Bambang tertembak dua kali di bagian dada dan tewas ditempat," jelas Herry.
Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan sebelum kepolisian telah menciduk empat pelaku lainnya yakni Cecep (42), dan Imam (45) di Cikampek, lalu Sihombing (34) dan Roy Pandu di tangkap di Depok.
Bambang berhasil ditangkap dan ditembak petugas sementara pelaku lainnya berhasil melarikan diri menggunakan sebuah mobil Avanza.
Kini keempat pelaku itu mendekam di tahanan Polda Metro Jaya dan tengah menjalani pemeriksaan. Atas perbuatannya mereka dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.
Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan para tersangka yakni senpi jenis FN beserta empat butir peluru, senpi air soft gun, senpi replika korek api, kendaraan roda empat pick up Suzuki cery, kendaraan roda dua shogun, dua borgol, lakban dan dua pisau.

Penulis: Theresia Felisiani  |  Editor: Hendra Gunawan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tuesday, 21 February 2012

Sekuriti Perusahaan Dealer Ditembak Polisi


21/02/2012 06:48
Liputan6.com, Lebak: Mulyadi, warga Warung Gunung, Lebak, Banten, kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang. Lelaki yang bekerja sebagai sekuriti di salah satu perusahaan dealer ini ditembak Brigadir Polisi Satu (Briptu) Pohan, anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Lebak, di bagian dadanya.

Diduga, insiden penembakan itu dipicu ketidaksukaan pelaku terhadap korban. Sebab, korban dianggap sering membawa wanita ke mes di mana dia bekerja. Namun hingga kini Kepolisian Daerah banten belum dapat memastikan motif pelaku yang diduga mendapat perintah dari seorang pengusaha untuk menembak korban.

Yang terang, atas kejadian ini, Briptu Pohan langsung diamankan Propam Polda Banten untuk menjalani pemeriksaan. Bila terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan sangsi yang cukup berat berdasarkan peraturan anggota Polri. Yakni, penundaan kenaikan pangkat hingga pemecatan.(ANS)
http://berita.liputan6.com/read/378347/sekuriti-perusahaan-ltemgtdealerlt-emgt-ditembak-polisi

Wednesday, 16 November 2011

Pelaku Curas Ditembak


MAKASSAR, UPEKS---Dua pelaku pencurian dan pemerasan dibekuk Satuan Unit Khusus Polsek Rappocini di Jl Talasalapang, Rappocini, Senin (13/11).
Kedua pelaku itu, Burhanuddin Sarro (32) dan Irman Dg Mangun (37) masing-masing warga Kab. Gowa.
 
Salah satu pelaku, Irman dilumpuhkan dengan sebutir peluru bersarang di bagian dada sebelah kiri, saat berusaha melarikan diri dari kejaran polisi.
Mereka dibekuk, usai merampas dompet coklat berisi uang tunai Rp500 ribu milik, Risnawati (28) warga Jl Sultan Alauddin.
Kejadian itu berawal korban keluar dari pegadaian dan menuju ke parkiran motor. Tiba-tiba pelaku Burhanuddin mendekati dan merampas tas korban.
Sempat terjadi tarik menarik antara korban dengan pelaku. Namun, pelaku berhasil merampas tas dari korban dan melarikan diri ke rekannya Irman yang sementara menunggu tak jauh dari TKP menggunakan sepeda motor Suzuki Spin.
Kapolsek Rappocini, Kompol Herman mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terjadi kasus pencurian.
Dari laporan itu, pihaknya lansung menuju ke lokasi kejadian dan meringkus pelaku.
" Pelaku Irman terpaksa ditembak karena lari dari tangkapan", kata Herman.
Ia mengungkapkan dari tangan dua pelaku bersepupu itu, polisi menyita sebilah badik sebagai barang bukti.
"Pelaku dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemerasan dengan ancaman lima tahun", tegas Herman. ()

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=75887

Tuesday, 15 November 2011

Penjambret Nasabah Pegadaian Ditembak Polisi


Tribun Timur - Senin, 14 November 2011 22:26 WITA





Melaporkan : Mahyuddin Wartawan  Tribun Timur Makassar    

Makassar, Tribun---Seorang pelaku jambret berinisial  IR terpaksa ditembak petugas Unit Sabhara Polrestabes Makassar di Jalan Talasalapang Makassar, Senin, (14/11/2011) , Akibatnya, timah panas mengenai kiri dadanya.

Pelaku jambret tersebut ditembak polisi dan mengenai dada kiri, karena mencoba melawan polisi saat akan ditangkap. Petugas bernama Briptu AS terpaksa menembak pelaku ketika mengarahkan badik ke arahnya.

Satu butir peluru hingga saat ini masih bersaran di tulang rusuk pelaku yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara. Penembakan terhadap Ir ini bermula saat pelaku mencoba menjabret salah seroang nasabah Pegadaian Talasalapang berinisial Rw warga Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini.

Menurut Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait, kejadian berawal saat pelaku mencoba menjabret korban  saat korban keluar dari pegadaian. Ketika pelaku menarik tas, korban berusaha mempertahankan tas miliknya. Sambil mempertahankan tasnya, korban juga berteriak minta tolong. Briptu AS yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung berhenti dan berusaha menangkap pelaku jambret tersebut.

Saat pelaku berusaha menikam polisi Shabara tersebut dengan badik, AS langsung menembaknya dengan alasan merasa terancam.

Saat menjalankan aksinya, Ir tidak sendiri. Saat itu, pelaku bersama seorang temannya, BS. Pelaku yang satu ini juga berhasil ditangkap oleh polisi dan warga yang ada di sekitar Pegadaian Talasalapang. Bs sendiri telah diamankan di Polsek Rappocini.

Hotman juga menmabahkan bahwa pelaku jambret yang ditembak polisi memiliki banyak tato di badannya. Hanya saja, polisi belum memastikan apakah dia termasuk residivis atau bukan. Barang bukti berupa badik serta satu kunci T yang digunakan pelaku beraksi diamankan polisi..(*/tribuntimur.com) 
. 

http://makassar.tribunnews.com/2011/11/14/penjambret-nasabah-pegadaian-ditembak-polisi