Sabtu, 13 Oktober 2012 | 05:41
Dua anggota TNI terluka akibat penembakan yang dilakuka oleh kelompok bersenjata di sungai Kebo di Kabupaten Paniai, Papua.
Saat Ditembak, anggota TNI itu tengah mengendarai speedboat, guna menjaga keamanan menjelang Pemilukada, yang berlangsung 13 Oktober.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, kedua korban luka tembak dari Batlyon Infanteri 753 Nabire.
Yaitu Praka Aris yang terluka di tangan dan Praka Arisoni yang terluka di lengan hingga tembus paha.
"Lokasi di wilayah di muara sungai Distrik 1 Kebo, Kabupaten Paniai. Tiga speedboat yang membawa anggota TNI ini diserang," kata Boy Rafli kepada pers di Jakarta, Jumat.
Boy mengatakan waktu penembakan sekitar pukul 14.00 WIT pada Kamis (11/10).
Ketika anggota TNI yang bekerjasama dengan Kepolisian hendak melakukan pergeseran pasukan.
Saat ini, lanjut Boy, kedua korban sudah mengalami penanganan medis di Rumah Sakit Paniai.
Dia mengatakan saat penyerangan terjadi, sempat terjadi kontak senjata.
"Anggota TNI sempat melawan, juga sempat kembali lagi untuk menyelamatkan salah satu rekannya di lokasi," katanya.
TNI dan kepolisian hingga saat ini masih melakukan pengejaran, terhadap kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan tersebut, kata Boy.
http://www.beritasatu.com/nasional/77364-dua-anggota-tni-ditembak-saat-amankan-pemilukada-paniai.html
The killing comes days after Jubi, an independent online media organisation in Papua, reported eight people being shot dead in Degeuwo by members of the security forces. There have also been reports of destruction of civilian property in Kogekotu village, Camp Bapouda, Camp Ipakiye and Camp Madi, all close to a gold mining area that has been the scene of long-standing conflict over land rights, corruption and control of mining activity.
