panas," ujarnya Kamis (20/9).
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/20/130500/Hendak-Kabur-Alap-alap-Curanmor-Ditembak
DAFTAR PENEMBAKAN ORANG OLEH KEPOLISIAN INDONESIA
Sabtu, 11 Juni 2011 - 18:12 WIB
SURABAYA(Pos Kota)-Seorang perampok tewas ditembak di Kecamatan Kasiman Bojonegoro Jawa Timur Sabtu (11/6) dinihari. Korban belum diketahui identitasnya. Pria penuh tato itu masih disemayamkan di kamar mayat RSUD Sososodoro Jatikusumo.
AKBP Widodo Kapolres Bojonegoro mengatakan, pelaku didor karena melawan petugas. Bahkan sempat terjadi pergumulan saat petugas mengamankan senapan dari tangan pelaku. Pelaku saat itu akan menjarah rumah keluarga Paidi di Desa/Kecamatan Kasiman.
“Sebelum berhasil menjarah harta benda korban, petugas berhasil memergoki perampok,” jelas Kapolres.
Jumlah perampok empat orang. Pelaku tewas dengan luka enam tembakan antara lain di tangan, kaki dan dada. Satu tembakan yang menghabisi nyawa korban bersarang di dada. Thomas Djaya Humas RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro mengatakan peluru di dada pelaku menembus paru-paru.
Ciri-ciri pelaku menggunakan kaos oblong hitam, celana doreng hijau, tinggi 168 Cm, kulit sawo matang, rambut cepak dan penuh tato. Para pelaku diduga komplotan dari kawasan Rembang jawa tengah. Kini kasusnya masih penyelidikan Polres Bojonegoro.(nurqomar/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/11/enam-peluru-cabut-nyawa-perampok
BOJONEGORO--MICOM: Rambi, 50, diduga mengalami kelainan jiwa yang ditembak aparat karena mengamuk akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesomo, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (18/10) malam.
Saat ini, jenazah warga Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, itu masih diautopsi di RSUD setempat untuk keperluan penyelidikan. Humas RSUD Bojonegoro Thomas Djaja menjelaskan, saat masuk ke RSUD, korban sudah dalam kondisi kritis.
Menurutnya, pihaknya saat itu sudah menyiapkan perangkat medis dan petugas untuk melakukan operasi. "Namun, belum sempat kami melakukan tindakan, korban sudah meninggal terlebih dulu," tegasnya saat dihubunggi mediaindonesia.com, Selasa (19/10) siang.
Pasalnya, kondisi korban, lanjut dia, sudah pada posisi kritis saat dirujuk ke instansinya hingga nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal pada Senin (18/10) malam sekitar pukul 18.00 WIB.
Peluru tajam yang bersarang di tubuhnya juga belum sempat dikeluarkan. Oleh keluarga, saat ini jasadnya sedang dimintakan autopsi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rambi ditembak aparat kepolisian sektor Soko, Senin (18/10) siang. Pria paruh baya yang diduga mengalami kelainan jiwa itu mengamuk dengan membawa sebilah pedang. Aparat kemudian berusaha mengamankan yang bersangkutan.
Namun, yang bersangkutan tetap mengamuk dan membuat Bripka Hendi Ema, anggota Polsek Soko, mengalami luka bacok di bagian tulang selangka sebelah kanan. Ini membuat polisi menembaknya dengan peluru tajam hingga Rambi menderita luka tembak di punggung kanan. (OL-5)
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2010/10/19/176213/125/101/Pria_yang_Ditembak_Polisi_Akhirnya_Hembuskan_Napas_Terakhir