Showing posts with label bojonegoro. Show all posts
Showing posts with label bojonegoro. Show all posts

Thursday, 20 September 2012

Hendak Kabur, Alap-alap Curanmor Ditembak


image
TERSANGKA: Polisi menunjukkan tersangka pencurian sepeda  motor, di Mapolres Temanggung, Kamis (20/9). (suaramerdeka.com/Raditia Yoni Ariya)

20 September 2012 | 21:12 wib
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Supriyanto (32), alap-alap sepeda motor warga Dusun Ngancang, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas. Pasalnya, saat dilakukan penangkapan pria yang mengaku sudah belasan kali mencuri sepeda motor ini hendak melarikan diri.
Dia baru menyerah dan roboh setelah beberapa kali timah panas menembus kakinya. Empat titik luka tembak masing-masing satu terdapat di kaki kiri, dan tiga lainnya tepat mengenai kaki kanan bagian bawah.
Kasubag Humas Polres Temanggung, AKP Marino, mengatakan, petugas yang telah lama menyanggong tak mau kecolongan, sehingga bertindak sigap. Supriyanto sendiri disinyalir merupakan pemain lama, dan sudah menjadi target operasi polisi.
Keberhasilan penangkapan ini berawal dari adanya laporan kehilangan sepeda motor Yamaha Mio, warna merah maroon, AA 4493 AN, atas nama Nurohim, warga Dusun Kupen, Desa Termas, Kecamatan Kandangan. Motor tersebut hilang di pinggir lapangan Dusun Sewatu, Desa Campursari, Kecamatan Bulu.
"Saat dilakukan penyergapan di Desa Kundisari, Kecamatan Kedu beberapa waktu lalu tersangka yang terkenal licin ini tidak kooperatif, malah mencoba melarikan diri. Anggota kita pun dengan cepat bereaksi dan melumpuhkannya dengan timah
panas," ujarnya Kamis (20/9).
Selain menangkap Supriyanto, dari hasil pengembangan petugas juga membekuk seorang pemetik barang curian bernama Purkon (24). Pria yang menjadi penadah ini beralamat di Dusun Bantengan, Desa Kebonsari, Kecamatan Wonoboyo. Namun, berdasar pengakuan Supri mereka kerap melakukan transaksi di Pasar Lowak Tegong, Kecamatan Jumo. 
"Saya sudah 13 kali mencuri sepeda motor, lokasinya di seputar Temanggung saja. Saat beraksi saya menggunakan alat berupa cuter dan pemotong kuku. Cuter buat motong kabel sedangkan pemotong kuku buat menghidupkan motor," kata Supriyanto.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat), dan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara. Sementara, penadah dikenakan pasal 480 KUHP, tentang pertolongan kejahatan dengan ancaman empat tahun penjara.
( Raditia Yoni Ariya / CN32 / JBSM


http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/09/20/130500/Hendak-Kabur-Alap-alap-Curanmor-Ditembak

Tuesday, 27 December 2011

Keluarga Tabri Akan Perkarakan Polisi


Adi Sucipto | Nasru Alam Aziz | Senin, 26 Desember 2011 | 19:18 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com -- Keluarga Tabri (29), tersangka kasus pencurian kayu di Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyatakan akan memperkarakan polisi yang menembaknya. Tabri menilai tindakan polisi tidak manusiawi.
Sementara itu, Senin (26/12/2011), polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Tabri yang masih dirawat di RS Aisyiah Bojonegoro. Pemeriksaan dilakukan oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Budi Santoso, Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Singgahan Ajun Inspektur Satu Karsojo, serta dua penyidik. Pemeriksaan disaksikan keluarga Tabri dan pengacaranya, Sholeh.
Pihak keluarga menyayangkan polisi yang terkesan memaksakan pemeriksaan terhadap Tabri yang masih sakit dan lemah akibat luka tembak di kakinya. Mereka ingin Tabri diperiksa setelah sembuh agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik.
"Kami akan memperkarakan polisi, karena tembakan dilakukan dari arah belakang dengan jarak lima meter dan tanpa tembakan peringatan. Kami juga menuntut biaya perawatan ditanggung polisi," tutur Lawan, dari pihak keluarga Tabri.

http://regional.kompas.com/read/2011/12/26/19185594/Keluarga.Tabri.Akan.Perkarakan.Polisi.

Monday, 26 December 2011

Keluarga Tabri Akan Perkarakan Polisi


Adi Sucipto | Nasru Alam Aziz | Senin, 26 Desember 2011 | 19:18 WIB
BOJONEGORO, KOMPAS.com -- Keluarga Tabri (29), tersangka kasus pencurian kayu di Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menyatakan akan memperkarakan polisi yang menembaknya. Tabri menilai tindakan polisi tidak manusiawi.

Sementara itu, Senin (26/12/2011), polisi masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Tabri yang masih dirawat di RS Aisyiah Bojonegoro. Pemeriksaan dilakukan oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban Ajun Komisaris Budi Santoso, Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Singgahan Ajun Inspektur Satu Karsojo, serta dua penyidik. Pemeriksaan disaksikan keluarga Tabri dan pengacaranya, Sholeh.

Pihak keluarga menyayangkan polisi yang terkesan memaksakan pemeriksaan terhadap Tabri yang masih sakit dan lemah akibat luka tembak di kakinya. Mereka ingin Tabri diperiksa setelah sembuh agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik.

"Kami akan memperkarakan polisi, karena tembakan dilakukan dari arah belakang dengan jarak lima meter dan tanpa tembakan peringatan. Kami juga menuntut biaya perawatan ditanggung polisi," tutur Lawan, dari pihak keluarga Tabri.

http://regional.kompas.com/read/2011/12/26/19185594/Keluarga.Tabri.Akan.Perkarakan.Polisi.

Saturday, 24 December 2011

Tabri yang Tertembak Polisi Jalani Operasi


Adi Sucipto | Agus Mulyadi | Sabtu, 24 Desember 2011 | 17:27 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Tabri (29) warga Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, yang tertembak anggota Kepolisian Sektor Singgahan, Tuban, saat ini menjalani operasi di RS Aisyiah Bojonegoro.

Kepala Desa Sidonganti, Ahmad, yang ikut mendampingi korban di rumah sakit menuturkan, Tabri sudah mendapatkan donor darah. Akibat lukanya terus mengeluarkan darah ia perlu tambahan darah.

Menurut Ahmad, pihak keluarga menolak Tabri dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tetuko Bojonegoro, karena berharap layanan di RS Aisyiah lebih bagus.

"Selain itu, keluarga khawatir jika dirawat di rumah sakit milik polisi ada tekanan. Saat ini kami sedang menunggu proses operasi," tuturnya.

Versi Kepolisian Resor Tuban, penembakan itu bermula saat Tabri bersama sekitar 20 orang mencuri kayu di Petak 3 Resor Pemangkuan Hutan Mulya Agung Kesatuan Pemangkuan Hutan Parengan.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban, Ajun Komisaris Budi Santoso, menyebutkan, ada delapan orang bertugas membawa kayu ke luar hutan.
Saat keluar dari hutan, mereka dihadang oleh petugas Perhutani berpatroli bersama dengan anggota Polsek Singgahan. Tabri tertembak anggota Polsek Singgahan Dadang, yang lainnya melarikan diri.

Sementara menurut Tabri, dia mengangkut kayu bersama tiga temannya, Suwiji, Ali, dan Usbah. Dia ditembak dari jarak sekitar 5 meter tanpa ada tembakan peringatan lebih dulu.

http://regional.kompas.com/read/2011/12/24/17270752/Tabri.yang.Tertembak.Polisi.Jalani.Operasi

Sunday, 12 June 2011

Polisi - Perampok Adu Tembak, Seorang Tewas

indosiar.com, Bojonegoro - Seorang tersangka perampok, di Bojonegoro, Jawa Timur, tewas ditembak polisi karena melawan saat hendak ditangkap. Perampok ini tewas dengan beberapa luka tembak di punggung leher dan lengan. Dalam insiden tersebut, dua petugas juga mengalami luka yang sangat serius. Satu terkena tembakan dan yang satu lagi terkena sabetan senjata tajam saat terjadi kejar-kejaran dengan para
perampok.

Jasad perampok tanpa identitas ini langsung dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro untuk dilakukan otopsi setelah sebelumnya sempat baku tembak dengan polisi. Menurut polisi, penembakan yang terjadi saat pelaku bersama tiga kawan lainnya melakukan perampokan terhadap seorang bandar sapi. Namun aksi itu tercium oleh polisi yang langsung mengejar kawanan tersebut.

Penangkapan menemui kesulitan saat perampok melakukan perlawanan. Satu perampok akhirnya tewas ditembak polisi. Namun di pihak lain, dua anggota polisi terluka akibat terkena tembakan balasan perampok dan sabetan senjata tajam.

Polisi masih mengejar tiga kawanan lainnya, sedangkan dua anggota polisi yang terluka kini dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Bojonegoro. (Safari Ranu Wijaya/Sup)

http://www.indosiar.com/fokus/90954/polisi---perampok-adu-tembak-seorang-tewas

Saturday, 11 June 2011

Enam Peluru Cabut Nyawa Perampok

Sabtu, 11 Juni 2011 - 18:12 WIB

SURABAYA(Pos Kota)-Seorang perampok tewas ditembak di Kecamatan Kasiman Bojonegoro Jawa Timur Sabtu (11/6) dinihari. Korban belum diketahui identitasnya. Pria penuh tato itu masih disemayamkan di kamar mayat RSUD Sososodoro Jatikusumo.

AKBP Widodo Kapolres Bojonegoro mengatakan, pelaku didor karena melawan petugas. Bahkan sempat terjadi pergumulan saat petugas mengamankan senapan dari tangan pelaku. Pelaku saat itu akan menjarah rumah keluarga Paidi di Desa/Kecamatan Kasiman.

“Sebelum berhasil menjarah harta benda korban, petugas berhasil memergoki perampok,” jelas Kapolres.

Jumlah perampok empat orang. Pelaku tewas dengan luka enam tembakan antara lain di tangan, kaki dan dada. Satu tembakan yang menghabisi nyawa korban bersarang di dada. Thomas Djaya Humas RSUD Sosodoro Jatikusumo Bojonegoro mengatakan peluru di dada pelaku menembus paru-paru.

Ciri-ciri pelaku menggunakan kaos oblong hitam, celana doreng hijau, tinggi 168 Cm, kulit sawo matang, rambut cepak dan penuh tato. Para pelaku diduga komplotan dari kawasan Rembang jawa tengah. Kini kasusnya masih penyelidikan Polres Bojonegoro.(nurqomar/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/11/enam-peluru-cabut-nyawa-perampok

Tuesday, 19 October 2010

Pria yang Ditembak Polisi Akhirnya Hembuskan Napas Terakhir

Selasa, 19 Oktober 2010 13:18 WIB

BOJONEGORO--MICOM: Rambi, 50, diduga mengalami kelainan jiwa yang ditembak aparat karena mengamuk akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesomo, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (18/10) malam.

Saat ini, jenazah warga Desa Nguruhan, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, itu masih diautopsi di RSUD setempat untuk keperluan penyelidikan. Humas RSUD Bojonegoro Thomas Djaja menjelaskan, saat masuk ke RSUD, korban sudah dalam kondisi kritis.

Menurutnya, pihaknya saat itu sudah menyiapkan perangkat medis dan petugas untuk melakukan operasi. "Namun, belum sempat kami melakukan tindakan, korban sudah meninggal terlebih dulu," tegasnya saat dihubunggi
mediaindonesia.com, Selasa (19/10) siang.

Pasalnya, kondisi korban, lanjut dia, sudah pada posisi kritis saat dirujuk ke instansinya hingga nyawanya tidak tertolong. Korban meninggal pada Senin (18/10) malam sekitar pukul 18.00 WIB.

Peluru tajam yang bersarang di tubuhnya juga belum sempat dikeluarkan. Oleh keluarga, saat ini jasadnya sedang dimintakan autopsi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rambi ditembak aparat kepolisian sektor Soko, Senin (18/10) siang. Pria paruh baya yang diduga mengalami kelainan jiwa itu mengamuk dengan membawa sebilah pedang. Aparat kemudian berusaha mengamankan yang bersangkutan.

Namun, yang bersangkutan tetap mengamuk dan membuat Bripka Hendi Ema, anggota Polsek Soko, mengalami luka bacok di bagian tulang selangka sebelah kanan. Ini membuat polisi menembaknya dengan peluru tajam hingga Rambi menderita luka tembak di punggung kanan. (OL-5)


http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2010/10/19/176213/125/101/Pria_yang_Ditembak_Polisi_Akhirnya_Hembuskan_Napas_Terakhir