Showing posts with label april 2011. Show all posts
Showing posts with label april 2011. Show all posts

Friday, 13 April 2012

Anggota Tembak Mati Warga Magetan, Polisi Minta Maaf


13 April 2012, 14:53:44| Laporan Eddy Prastyo


suarasurabaya.net| Pihak kepolisian menyampaikan permohonan maaf pada keluarga korban penembakan yang dilakukan anggota Polsek Bendo, Magetan. Permintaan maaf ini disampaikan Kombes Polisi Hilman Thayib Kabid Humas Polda Jatim mewakili institusi Polri tadi di Mapolda Jatim.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, sebagai wujud belasungkawa institusi, tadi pagi AKBP Agus Santosa Kapolres Magetan mendatangi rumah duka di Jl. Lawu, Kecamatan Maospati, Magetan bersama Samsi Wakil Bupati Magetan. Mereka juga ikut dalam proses pemakaman alm Fauzi (32) tadi pagi.

Selain menyatakan belasungkawa dan permohonan maaf, kata Kabid Humas, Polres Magetan tadi juga menyampaikan santunan pada keluarga korban. Menurut Kabid Humas, polisi akan serius menindaklanjuti kasus ini ke proses hukum dan berjanji bersikap adil.

Seperti diberitakan sebelumnya, Fauzi (32) warga Jl. Lawu, Kec Maospati, Kab Magetan ditembak mati Briptu Andika Surya (32) anggota Unit Reskrim Polsek Bendo, Magetan. Penembakan ini terbilang cukup sadis karena dilakukan dari jarak dekat. Satu peluru yang ditembakkan mengenai pelipis kiri tembus pelipis kanan.

Menurut Kombes Polisi Hilman Thayib Kabid Humas Polda Jatim saat konferensi pers di kantornya tadi, sebelum terjadi cekcok, pelaku memang dalam keadaan mabuk karena tercium bau minuman keras dari mulutnya.(edy)



http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=3eb7762bd881898e80c9ac3122f201b22012105366

Tuesday, 3 May 2011

Giliran Travel Biro Yang Digarong

Selasa, 3 Mei 2011 - 7:40 WIB

JAKARTA (Pos Kota)- Rampok kian merajalela. Setelah di Bekasi, polisi ditembak perampok saat mengawal karyawan pom bensin menyetor uang ke bank Senin pagi kemarin, dan minimarket Alfamart di Jalan Mardani Jakarta Pusat, Senin malam, ternyata perampok juga beraksi di perusahaan trevel.

Dengan pura-pura mau memesan tiket pesawat, tiga garong menyatroni Biro Perjalanan Jelajah Travel di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, pukul 21.30. Setelah membacok karyawan dan kemudian menyekapnya di lantai tiga perusahaan travel itu, pelaku membawa kabur uang tunai Rp 10 juta dari dalam brankas.

Taufik dan Dede semula senang melihat ada tiga orang datang ke travel tersebut, Mereka mengira ketiga lelaki yang datang naik sepeda motor mau memesan tiket pesawat. Betapa kagetnya kedua karyawan itu ketika pelaku mengeluarkan golok dan langsung mengancam mereka.

Satu dari pelaku minta Taufik menunjukkan brankas tempat menyimpan uang. Taufik mencoba melawan, namun akibatnya ia dibacok dan mengenai tubuhnya. Taufik dan Dede pun pasrah ketika pelaku menyuruh keduanya naik ke lantai tiga lalu disekap.

Perampokpun leluasa mengacak-acak brankas. Mereka membawa kabur uang tunaui Rp 10 juta. Setelah pelaku kabur, korban baru berani berteriak rampok. Taufik yang menderita luka di tangan dilarikan ke RS Budi Asih. Kasusnya ditangani Polres Metro Jakarta Timur. Dan hingga Selasa pagi ini, tiga kasus perampokan tersebut belum ada yang terungkap. (warto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/03/giliran-travel-biro-yang-digarong

Empat Perampok Toko Emas Ditangkap

Hukum & Kriminal / Selasa, 3 Mei 2011 14:53 WIB
Metrotvnews.com, Bone: Dua dari empat kawanan perampok yang membawa kabur 7 kilogram emas ditembak, Selasa (3/5). Dari tengan mereka polisi menyita barang rampokan berikut uang tunai RP 21 juta.

Empat sekawan itu adalah Am, Ac, Ad, dan Co. Mereka diciduk tak lama setelah merampok toko emas di Desa Sama Enre, Kecamatan Libureng, Bone, Sulawesi Selatan.

Keempatnya sempat kabur sampai ke perbatasan Kabupaten Wajo. Tapi polisi tak mau melepas buruannya. Setelah terkepung dan akan ditangkap, tiba-tiba dua perampok melawan. Polisi pun menembaknya di bagian kaki.(ICH/Bahtiar Parenrengi).

http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/05/03/50550/Empat-Perampok-Toko-Emas-Ditangkap/

Sunday, 1 May 2011

Rusak Tempat Hiburan, Anggota PP Ditembak Polisi

Nasional - Minggu, 1 Mei 2011 | 02:05 WIB

INILAH,COM, Jakarta - Petugas Kepolisian dari Polresta Tanjungpinang menembak KomandanKomando Inti Majelis Permusyawaratan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Kepulauan Riau, Marudut Hutahean, karena melakukan pengrusakan di salah satu tempat hiburan.


Menurut Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Suhendri yang ditemui Sabtu (30/4/2011), Komandan Komando Inti Majelis Permusyawaratan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Kepulauan Riau, Marudut Hutahean, terpaksa ditembak oleh Kasat Reskrim Polreta Tanjungpinang, AKP Budi Purnomo karena dianggap telah mengancam keselamatan petugas polisi dan warga.

"Kasat Reskrim terpaksa menembak korban karena mengayun-ngayunkan pedang sepanjang satu meter dalam keadaan mabuk dan mengancam keselamatan warga dan polisi," kata Kapolresta Tanjungpinang, AKBP Suhendri, di Tanjungpinang, Sabtu (30/4/2011).

Menurut Kapolresta Tanjungpinang, kejadian tersebut berawal saat sekitar delapan orang anggota dari Pemuda Pancasila (PP) karaoke di tempat hiburan Kosmos yang berada di Tanjungpinang, pada Jumat malam (29/4/2011), sekitar pukul 23.30 WIB . Usai berkaraoke, anggota tiga anggota dari PP kemudian marah kepada resepsionis karena ditagih kekurangan uang pembayaran sejumlah Rp. 200 ribu dari total tagihan sebesar Rp. 600 ribu.

Anggota PP itu pun kemudian melakukan pengrusakan dengan memecahkan kaca dan memukul petugas keamanan tempat karaoke tersebut. Pihak tempat karaoke kemudian melaporkan kejadian itu kepada petugas kepolisian, yang langsung turun ke lokasi.

"Kasat Reskrim dan Kabag Ops yang turun pertama ke lokasi kejadian tidak menemukan tersangka, namun tiba-tiba Marudut dalam keadaan mabuk datang kembali dengan membawa pedang sambil diayun-ayunkan. Petugas sudah meminta tersangka untuk menghentikan tindakannya, namun tersangka malah semakin mengejar dan terpaksa dilumpuhkan dengan satu kali tembakan peluru kaliber 38 mm yang bersarang di betis kirinya," Jelas Kapolresta.

AKBP Suhendri mengatakan apa yang dilakukan Kasat Reskrim, Arif Budi, telah sesuai prosedur. Ditambahkan selain Marudut, menurut dia dua orang anggota PP atas nama Yusril dan Alfian juga ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kerusuhan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru. Menurut Kapolresta, kepada tiga orang tersangka akan dikenakan Pasal 170 KUHP dan UU Darurat Nomor 5 tahun 65 karena memiliki dan membawa senjata tajan yang mengancam keselamatan orang lain.

Ia menambahkan, tempat hiburan Kosmos akan tetap buka usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara.Sementara itu, Marudut menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut Tanjungpinang, setelah dipindahkan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)

http://nasional.inilah.com/read/detail/1468532/rusak-tempat-hiburan-anggota-pp-ditembak-polisi

Dikira Perampok, Polisi Tembak PNS

KRIMINAL
Sabtu, 30 April 2011 , 12:15:00

CIAMIS
– Warga yang menjadi korban peluru anggota polisi terus terjadi. Setelah pada Minggu (24/4) senjata Kanit P3D Polsek Cigalontang, Tasikmalaya melukai istri sirinya, Kamis (28/4) dinihari anggota Buser Polres Ciamis menembak warga yang tak berdosa.

Mamay Rukmaya SH, Pegawai Negeri Sipil di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukadana, Ciamis, ditembak saat berada di dalam mobil Daithatsu Xenia silver. Saat itu, Mamay yang juga pengajar di MTs Margaharja sedang bersama istrinya, Endar Suhendariyah SPd.

Akibat penembakan itu, Mamay mengalami luka tembak di tangan kanan dan luka gores di bawah ketiak. Data yang dihimpun Radar Tasikmalaya, penembakan terhadap Mamay adalah tindakan lalai. Karena sejatinya, polisi menyangka bahwa orang yang berada di dalam mobil Xenia silver itu adalah gembong perampok berinisial Jr, yang sedang mereka cari.

Endar Suhendariyah SPd, istri Mamay menjelaskan, penembakan kepada suaminya terjadi sekitar 04.00 Kamis dinihari. Saat itu mereka pulang dari sekolah MTs Margaharja usai piket mengawal soal Ujian Nasional (UN). Saat melintas di Jalan Margaharja --sekitar seratus meter dari sekolah--dari arah berlawanan datang mobil yang kemudian menghalangi laju mobil mereka. Endar dan suaminya, menyangka bahwa mobil tersebut ditumpangi kawanan perampok. Terlebih, setelah menghalangi laju, mobil yang berada di depan mereka terus merangsek hingga mobil Mamay terpojok.

Setelah itu, dari mobil tak dikenal itu turun beberapa orang sembari membawa senjata. Mereka kemudian meminta Endar dan Mamay untuk membukakan kaca mobil. Namun, karena menduga bahwa kawanan tersebut adalah perampok, permintaan tersebut tidak dilakukan. Mamay dan Endar merasa takut.

Diduga karena dia dan suaminya tak kunjung keluar dari mobil, seorang dari mereka langsung menembakan pistolnya sebanyak dua kali. Yang satu mengenai lengan kanan suaminya dan satunya lagi menyerempet bagian badan di bawah ketiak.

Setelah suaminya mengalami luka tembak, pintu mobil oleh Endar dibuka. Setelah Endar turun, baru diketahui bahwa yang menembak adalah polisi yang salah sasaran.
Karena Mamay mengalami pendarahan, dia langsung dibawa ke RSUD Ciamis, dengan menaiki mobil Buser. “Saya masih shock dan suami saya tidak bisa dimintai keterangan karena masih sakit. Saya pun tidak mau bercerita banyak, karena masih trauma. Kejadian ini seperti sinetron,” ujarnya, kemarin.

Perawat jaga RSUD Ciamis, Diki S mengatakan, saat korban datang Kamis (28/4) dinihari. Walau dia sedang tidak bertugas, berdasarkan informasi yang didaptkannya, operasi pengangkatan peluru dilakukan dokter bedah dr Dasrijal.

“Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, untuk keterangan selanjutnya besok datang lagi ke sini, karena (sekarang, red) dokternya sudah tidak ada,” ujarnya.

Terkait kejadian salah tembak, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ciamis AKP Irfan Nugraha SH mengakui kejadian tersebut memang merupakan kesalahan anak buahnya, yang tidak berhati-hati dalam melakukan operasi. “Ini memang kejadian tidak diduga. Ini intinya salah saya,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, sebenarnya saat itu anak buahnya sedang ditugaskan untuk menangkap salah satu gembong spesialis pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan berinisial Jr.

Pada jam Kamis menjelang pukul 24.00 malam sebelum kejadian tersebut, terlebih dahulu petugas telah menangkap salah satu anak buah Jr berinisial By. Penangkapan terhadap By di salah satu jalan kampung.

Dari hasil pengakuan tersangka By itulah polisi kemudian mendapatkan keterangan tentang keberadaan tersangka Jr-- yang hingga kini masih dalam buruan petugas.
Kata Irfan, berdasarkan pengakuan By, polisi mendapat informasi bahwa Jr sering lalu lalang melewati Jalan Margaharja menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver.

Saat itu petugas yang sedang mengintai, melihat sebuah mobil warna silver yang diduga merupakan mobil target, sangkaan tersebut semakin kuat setelah si pemilik tidak juga mau turun saat diminta keluar.

“Keadaan dalam mobil itu sendiri saat itu katanya gelap, sopir tidak menyalakan lampu, “ terang dia tanpa menjelaskan lagi penanganan anggotanya yang sudah salah tembak itu.
(yza/pee)

http://www.jpnn.com/read/2011/04/30/90749/Dikira-Perampok,-Polisi-Tembak-PNS-

Thursday, 28 April 2011

Bawa Sajam Pencuri di Rumah Polisi ditembak

http://halosemarang.com/blog/2011/04/27/bawa-sajam-pencuri-di-rumah-polisi-ditembak/

Tiga Pelajar Curi Motor buat Beli Kopi

Adi Sucipto | yuli | Kamis, 28 April 2011 | 07:41 WIB

GRESIK, KOMPAS.com — Polisi Gresik, Jawa Timur, membongkar dua sindikat pencurian sepeda motor jaringan Surabaya dan jaringan pantura sisi Gresik. Ada 11 tersangka, termasuk dua pelajar SMK dan satu pelajar SMP, yang sedang menjalani ujian nasional.


"Sementara jaringan Surabaya menjual hasil curian dalam bentuk utuh. Adanya pelajar yang terlibat ini karena diajak oleh preman atau pelaku yang sudah sering beroperasi," kata Jakub.Dua di antara 11 tersangka itu ditembak kakinya. Pretelan onderdil sepeda motor dan satu sepeda motor Yamaha Vixion dijadikan barang bukti. Saat gelar perkara, Rabu (27/4/2011), Kepala Polres Gresik Ajun Komisaris Besar Jakub Prajogo menjelaskan, jaringan pantura Gresik menjual barang curian dalam bentuk pretelan atau potongan-potongan suku cadang dengan harga Rp 3.700 hingga Rp 4.200 per kilogram.

Tersangka jaringan pantura Gresik yang ditangkap adalah Fatah Miftathul Abdan (26), warga Cangaan, Ujungpangkah; Suhril Khamim (26), warga Ngembo, Ujungpangkah; dan Dedik Khoirul Amin (21), warga Panceng, Kecamatan Panceng.

Adapun dua pelajar SMK dalam sindikat ini adalah KI (18) dari Cangaan, Ujungpangkah, dan FI (19) dari Delegan, Kecamatan Panceng. Seorang lagi masih duduk di bangku SMP, yakni RO (15). Saat ini RO masih diberi kesempatan menuntaskan ujian nasional dulu.

Polisi juga menangkap Latif (37), warga Melirang, Kecamatan Bungah, dan Wahyudi Hartono (33) asal Masangan Timur Bungah yang jadi penadah. Salah seorang tersangka yang berstatus pelajar SMK, KI, mengaku baru pertama kali ini mencuri karena diajak tersangka lain. Uang hasil penjualan potongan-potongan onderdil sepeda motor itu digunakan untuk membeli kopi.

Adapun jaringan Surabaya yang ditangkap adalah Achmad Sugiyanto (48), warga Mulyosari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Herry Efendi (34), warga Dupak Krembangan, Kota Surabaya.

Dua pelaku itu ditangkap saat mengunakan sepeda motor Yahama Vixion melintas di Jalan Jawa, Gresik, Kota Baru, dan berhenti di depan Rumah Sakit Bersalin Rachmi Dewi. Salah seorang pelaku turun saat mendapatkan sasaran, satunya lagi mengawasi dari atas motor.

Polisi yang mengintainya sempat memberikan tembakan peringatan dan mengejar pelaku. Seorang pelaku yang residivis ditembak kakinya. Menurut tersangka, hasil curian untuk senang-senang dan membeli jaket.

Achmad Sugiyanto mengaku pernah mengambil Honda Megapro L 3479 PD di depan Bank Mitra Syariah Gresik bersama Juki yang masih buron. Heri Efendi pernah mencuri sepeda motor di Surabaya.

http://regional.kompas.com/read/2011/04/28/07411494/Tiga.Pelajar.Curi.Motor.buat.Beli.Kopi.

Tuesday, 26 April 2011

Kondisi Istri Polisi Korban Penembakan Mulai Membaik

Metro Pagi / Hukum & Kriminal / Rabu, 27 April 2011 05:42 WIB

Metrovnews.com, Tasikmalaya: Kondisi istri polisi yang menjadi korban penembakan suaminya yang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya, Selasa (26/4) kemarin, sudah mulai membik.

Menurut ibu korban yang berada di lokasi kejadian, anaknya ditembak oleh suaminya sendiri, karena sang polisi cemburu. Bukan saat membersihkan senjata, sebagaiamana disampaikan pihak Kepolisian Resor Tasikmalaya.

Meski sudah membaik, Aida, masih tergeletak lemah di Ruang ICU RSUD Tasikmalaya. Aida sempat kritis saat dibawa ke rumah sakit, Ahad lalu. Aida tertembak pistol suaminya sendiri yang merupakan anggota Polres Tasikmalaya, yang berpangkat Aiptu.

Aida adalah istri kedua pelaku yang dinikahi secara siri tiga bulan lalu. Aida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua orang tuanya di Kampung Cilembu, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya.

Menurut ibu korban, Mumu, sebelum kejadian korban dan pelaku sempat bertengkar selama lima menit. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api.

Sebelumnya Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Polisi Prahoro melalui telepon, membantah terjadi penembakan yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, korban Aida terkena tembakan secara tidak sengaja. Saat itu menurut Kapolres, pistol yang sedang dibersihkan Aiptu IB tiba-tiba meletus dan mengenai istrinya.

Kapolres menegaskan anggotanya itu kini sedang menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.(RIZ)

Sempat Dikeroyok Warga, Pencuri Motor Didor Polisi

Selasa, 26 April 2011 - 18:28 WIB

TANGERANG (Pos Kota)- Tersangka pencuri motor Udin Syamsudin,42.yang kepergok mencuri motor di halaman mesjid, usai dikroyok warga, ditembak betisnya oleh buser Polsekta Cipondoh, saat pengembangan,Selasa (26/4).

Menurut Kanit Reskrim Polsek Cipondoh, AKP Ade R Hasibuan, tersangka Kamis (21/4) malam mencuri motor Suzuki Satria milik Ahmad Saifulmilah di parkiran Masjid Al-hidayah Kelurahan Kenanga,Kecamatan Cipondoh. Pencurian itu dilakukan bersama temannya Saiful Bachri,43. Kedua tersangka ditangkap warga dan dikeroyok hingga babak belur.

Atas kejadian itu Kanit Reskrim bersama anggota mengamankan kedua tersangka dan barang bukti 2 motor serta 2 kunci leter T. “Usai saya obati, kedua tersangka dibawa ke rumah kontrakan pelaku untuk pengembangan.Tapi tersangka Udin hendak kabur sehingga terpaksa ditembak paha kanannya,” jelasnya.

Dalam pengembangan , petugas menangkap tersangka Gun dan Yan tersangka penadah motor curian di rumah Gang Kabel Cipondoh. Petugas menyita motor Yamaha Vixion dan Vario yang diduga hasil kejahatan.

Dari hasil pemeriksaan petugas, tersangka Saiful dan Udin sudah 8 kali mencuri motor dan motornya dijual di Malimping Banten dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta.(maryoto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/26/sempat-dikeroyok-warga-pencuri-motor-didor-polisi

Rebutan Biduan, Sahab Tewas Didor Oknum Polisi


TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGMENANTI -
Penembakan terhadap Sahab (45) diawali dari perebutan seorang biduan yang bernama Indri (23).

Sahab, warga Gunungbatin Baru, Kecamatan Terusan Nyunyai, Lampung Tengah, tewas ditembak Kanit Provos Polsek Tulangbawang Udik Aipda Avit Kurniawan.

Ia diterjang peluru di tengah pesta pernikahan anak kedua Rosadi (41), di Dusun Sriagung, Kampung Gunungmenanti, Tumijajar, Tulangbawang Barat, Selasa (19/4/2011) lalu sekitar pukul 16.30 WIB.

Hal tersebut terungkap saat Tim Reskrim Polda Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di depan rumah Abadi (43), Selasa (26/4/2011) petang. Dalam olah TKP terungkap, peristiwa tewasnya Sahab bermula saat korban memanggil Indri, salah satu biduan yang sedang pentas di atas panggung.

Saat itu, Sahab meminta Srimargono (38), rekannya, untuk memanggil Indri melalui M Solihin (34), yang menjadi MC di pesta tersebut.

"Saat dipanggil Sahab, Indri enggan turun karena takut dimarahi oleh Avit yang saat itu berada di rumah Abadi," ujar Solihin kepada Tim Reskrim Polda Lampung.

Sahab, Toni Sapujagat, Srimargono, Abdullah, dan Paryadi, sebelumnya tiba di arena pesta sekitar pukul 16.00 WIB, dengan menumpang Daihatsu Xenia milik Toni Sapujagat. Mereka datang untuk menghadiri pesta tersebut, dan berangkat dari rumah Sahab.(*)

http://www.tribunnews.com/2011/04/27/rebutan-biduan-sahab-tewas-didor-oknum-polisi

Terlibat Pesta Narkoba, Sejumlah Aparat Keamanan Ditangkap

Minggu, 24 April 2011 23:36 WIB

BANJARMASIN--MICOM:
Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap tiga anggota polisi dan TNI, karena diduga terlibat pesta narkoba jenis sabu, Minggu (24/4) dini hari.

"Petugas melakukan penyergapan di dua lokasi berbeda di kawasan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, dan berhasil menangkap tiga orang. Seorang lagi berhasil melarikan diri," tutur Komisaris Besar Hilman Thoyib, Kepala Polresta Banjarmasin, saat dikonfirmasi, Minggu (24/4).

Seorang tersangka, oknum anggota polisi dari kesatuan Propam Polda Kalsel berpangkat briptu, terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap. Briptu YS merupakan oknum polisi yang selama ini dinilai kerap melanggar disiplin.

Briptu YS, tertembak di kaki bagian kanannya dan kini masih mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Polresta Banjarmasin. Selain YS, polisi juga menangkap seorang yang diduga oknum anggota polisi dan seorang lagi diduga oknum anggota TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Dalam penyergapan ini, polisi mendapatkan berbagai barang bukti seperti bong, pipet dan sisa narkoba jenis sabu.

Sebelumnya, Kepala Polda Kalsel Brigjen Syafruddin mengakui peredaran narkoba di Kalsel sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, wilayah kaya sumber daya alam ini menjadi target peredaran oleh jaringan narkoba. Tidak hanya di perkotaan, peredaran narkoba juga sampai ke daerah pedalaman. (DY/OL-11)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/24/220477/127/101/Terlibat-Pesta-Narkoba-Sejumlah-Aparat-Keamanan-Ditangkap

Sadeli Batal Kuliah karena Ditembak Mati Polisi

Tribunnews.com - Rabu, 27 April 2011 03:31 WIB
Laporan wartawan Sriwijaya Post, Ahmad Farozi

TRIBUNNEWS.COM, MUSIRAWAS -
Sadeli (31) bandit Jalinsum urung melanjutkan kuliah setelah ditembak mati saat penggerebekan di Kelurahan Majapahit Kecamatan Lubuklinggau Timur, Selasa (26/4/2011).

Tersangka dengan 19 kasus kejahatan di Jalinsum yang tinggal di Desa Batugajahlama Kecamatan Rupit Kabupaten Musirawas itu tewas dengan tiga butir peluru bersarang di tubuhnya. Satu peluru di bagian kepala kiri, lalu dada kiri dan pinggang kanan.

"Terakhir saya kontak dengannya Minggu lalu. Katanya dia akan berangkat ke Lampung, dan sudah daftar kuliah, ambil ekstensien atau kuliah malam. Tahu-tahu saya dapat informasi dia meninggal ditembak petugas. Untuk memastikannya, saya datang kesini," ujar Abdul Hamid, salah seorang kerabat tersangka, saat dibincangi Sripo di kamar mayat RS Sobirin Lubuklinggau.

Menurutnya, ia sudah mengetahui jika Sadeli buronan polisi dan sudah termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebagai kerabat, ia pernah memeringatkan agar yang bersangkutan menghentikan tindakannya.
Apalagi menurut Hamid, ayah tersangka sudah meninggal dunia dan ibunya tuna daksa. "Pembinaan terus kami lakukan, setiap ketemu selalu saya peringatkan. Saya sudah senang ia mau berubah dan ingin kuliah,
tapi kehendak berkata lain," sesalnya, seraya mengatakan, sepengetahuannya, terakhir Sadeli berprofesi sebagai penjual telor ayam yang memasok ke toko-toko.

Kapolres Musirawas AKBP Rizal Syahman Radi melalui Kasatreskrim AKP Suryadi mengatakan, tersangka merupakan DPO sejak tahun 2009. Menurutnya, tersangka diburu karena terlibat enam kali kasus pencurian dengan kekerasan di Jalinsum Kecamatan Karangjaya dan
Muararupit.

"Yang sudah pasti dari keterangan saksi-saksi itu enam kasus. Sedangkan, 13 kasus lainnya, patut diduga ia juga terlibat, karena dari keterangan yang kita kumpulkan mengarah ke dia, jadi sudah 19 kali kasus kejahatan diduga dilakukannya," katanya.

Dijelaskan, kasus terakhir yang dilakukan tersangka pada akhir tahun 2010 lalu. Bahkan, dalam satu kasus sebelumnya, tersangka diduga pernah melakukan penodongan terhadap salah seorang anggota polisi yang tengah melintas di Jalinsum menuju Kecamatan Rupit, dimana korbannya dibacok ditengah jalan.

Saat beraksi ia bersama dengan tiga orang temannya, menggunakan sepeda motor, dengan sasaran pengendara sepeda motor yang tengah melintas di Jalinsum.
Modusnya, pepet, ancam, terjang.

Dikatakan, Sadeli yang menggunakan nama samaran di KTP-nya yaitu Tedi Saputra, terpaksa diberikan tindakan tegas karena berupaya melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Saat digerebek, tersangka sempat lari ke kamar mandi, dan melepaskan tiga kali
tembakan kepada petugas.

Karena tidak ingin mengambil resiko, maka petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arahnya, setelah sebelumnya tembakan peringatan tak diindahkan. Sadeli akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Tersangka sempat akan ditangkap oleh anggota sekitar dua pekan lalu di Kecamatan STL Ulu Terawas, tapi berhasil lolos. Petugas kemudian terus berupaya membuntutinya, dan menemukan ia tinggal di Lubuklinggau, dan disergap pagi ini (kemarin pagi)," ujarnya.

http://www.tribunnews.com/2011/04/27/sadeli-batal-kuliah-karena-ditembak-mati-polisi?utm_term=TRIBUNnews.com&utm_content=Local+Breaking+News&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Thursday, 21 April 2011

Tersangka Narkoba Rebut Senjata dan Menembak Polisi

Tribunnews.com - Kamis, 21 April 2011 21:20 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI
- Penangkapan gembong pengedar Narkoba di Muaro Jambi berlangsung dramatis. Seorang petugas kesatuan Narkoba Polres Muaro Jambi, Polda Jambi tertembak senjata rekannya sendiri.

Insiden penembakan karena pistol berhasil diraih oleh tersangka yang berhasil dibekuk.

Tersangka yang bernama Marjuki, merebut senjata petugas saat akan dibawa. "Saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan,"ungkap Kapolres, AKBP Badarudin, Kamis (21/4/2011).

Perlawanan dilakukan saat Marjuki akan dibawa menggunakan motor. Marjuki ketika hendak dinaikkan merebut senjata salah seorang petugas. Namun, petugas yang memiliki senjata masih sempat memegang bagian senjatanya.

Maka aksi saling tarik antara petugas dan tersangka terjadi. Pada saat itulah kemudian senjata meletus dan mengenai salah seorang petugas.

Meskipun berhasil melukai salah seorang petugas yang menangkapnya, Marjuki tetap berhasil diamankan. Marjuki langsung dibawa ke polres Muaro Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara anggota Sat Narkoba yang tertembak diketahui bernama Marbun itu langsung dilarikan ke rumah sakit bayangkara. "Saat ini anggota kami sudah dirawat di Rumah Sakit Bayangkara,"ungkap Kapolres.

Penangkapan Marjuki dilakukan di rumahnya di Tanjung Pasir, Rabu (20/4/2011) pukul 19.30 WIB. Marjuki sendiri dijadikan target oleh sat narkoba Polres Muaro Jambi berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya.

Dimana pada waktu yang sama sekira pukul 17.00 WIB, Satnarkoba berhasil mengamankan tersangka lain bernama Muslimin alias Unyil.

"Berdasarkan keterangan Unyil bahwa dirinya mengambil sabu-sabu dari Marjuki alias Pak Ning," terang kapolres.
Ditangan Unyil saat itu berhasil disita narkoba jenis sabu senilai Rp 500 ribu. Selain itu, aparat juga berhasil mengamankan bong yang digunakan sebagai alat hisap. Unyil sendiri berhasil diciduk petugas di SPBU Sengeti. Dari nyanyian Unyil itulah maka dilakukan penangkapan langsung terhadap Marjuki.

http://www.tribunnews.com/2011/04/21/tersangka-narkoba-rebut-senjata-dan-menembak-polisi

Berebut Biduan, Polisi Bentrok Dengan Warga, 2 Tewas Tertembak

Rabu, 20 April 2011 - 19:15 WIB

LAMPUNG (Pos Kota) – Akibat cemburu rebutan seorang biduan orgen tunggal, Sahab, 34, tewas ditembak polisi di arena pesta pernikahan di Kampung Gunungmenanti, Tumijajar, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Selasa (19/4) malam.

Mendengar ada yang tewas ditembak seorang polisi, warga setempat marah. Ratusan orang kemudian menyerang kantor polsek. Sehingga terjadi bentrokan dan baku tembak antara polisi dengan warga. Akibatnya, seorang warga lagi, Anton, 27, seorang PNS di Metro, tewas tertembak.

Sahab, warga Gunungbatin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah meninggal dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Islam (RSI) Bandarjaya, Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Anton, warga Gunungbatin Udik, Terusan Nunyai, Lampung Tengah, tewas tertembak saat baku tembak dengan polisi.

Menurut , Pusat, 30, adik sepupu Sahab, Aiptu David menembak Sahab karena cemburu. Di tengah pesta, Sahab menuju panggung dan bersalaman dengan seorang biduan. Tita-tiba Aiptu David menegur dan memarahi korban.
“Ketika itulah sempat cekcok mulut di atas panggung. Sahab kemudian turun dari panggung disusul Aiptu David yang mengarahkan pistol ke dada korban. Saat itu juga terdengar suara tembakan. Tembakan itu mengenai dada dan perut. Akibat banyak kehilangan darah, korban meninggal saat dibawa ke rumah rumah sakit,” kata Pusat, Rabu (20/4).

MENYULUT KEMARAHAN

Kematian Sahab menyulut kemarahan warga Gunungbatin Udik, Lampung Tengah. Malam hari itu, sekitar pukul 22:30, massa di antaranya menggunakan 4 truk, sebuah minibus, puluhan sepeda motor berusaha mendatangi Polsek Tulangbawang Udik yang berada di Pasar Dayamurni.

Ratusan petugas kepolisian sudah berjaga-jagar 20 meter dari kantor polsek, karena sebelumnya telah mendengar kabar warga bakal mendatangi polsek.

Massa yang datang langsung dihadang polisi. Mobil Suzuki Escudo BE 1085 T warna hitam yang berada paling depan mendekati polisi. Dari dalam mobil terdengar teriakan: Serang…! Dan, terdengar suara tembakan dari dalam mobil, sehingga terjadi baku tembak dengan polisi.

Mobil berusaha kabur tetapi gagal, karena ban pecah akibat ditembak polisi. Penumpangnya turun dan kabur. Massa yang di atas truk dan sepeda motor pun kabur menjauhi petugas.Saat itulah, petugas menemukan Anton tewas dekat mobil Escudo miliknya. Dalam mobil, petugas juga menemukan sebuah senjata api rakitan.
Polisi juga menangkap dua warga berikut sebuah sepeda motor dan mobil Escuda. Di polsek, juga tampak sebuah mobil milik wartawan yang kacanya dipecahkan massa.

POS LANTAS DIBAKAR
Tidak lama setelah massa mundur, polisi juga mendapat kabar bahwa Pos Lantas Kalimiring di Kampung Murnijaya, Kecamatan Tumijajar, sekitar 10 km dari Polsek Tulangbawang Udik, dibakar massa.
Kapolres Tulangbawang, AKBP Dwi Iriyanto dan Pejabat Bupati Tulangbawang Barat, Bachtiar Basri masih berada di Polsek Tulangbawang Udik. Tetapi, keduanya enggan berkomentar. “Saya belum bisa berkomentar,” ujar kapolres,

Sementara Bachtiar Basri masih berusaha meredam massa dengan menghubungi sejumlah tokoh masyarakat.
Untuk mengantisipasi massa yang bakal berdatangan, petugas dari Polres Lampung Utara sejak dinihari dikerahkan membantu aparat yang telah berjaga-jaga di sekitar Polsek Tulangbawang Udik.
Sodikin, 42, salah satu kerabat Anton yang ditemui saat dilakukan otopsi mengatakan, ada 3 peluru bersarang di kepala Anton hasil otopsi RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, Rabu (20/4) petang.
Penembakan tersebut, kata Sodikin, menurut keluarga besar harus diproses, pihaknya sudah menyiapkan pengacara.

Satu anggota Samapta Polres Tulangbawang juga dikabarkan luka pada bagian paha kiri, karena terserempet peluru. Bahkan mobil Yusuf, wartawan Radar Lampung dirusak massa.

BANDAR NARKOBA

Sementara Kabidhumas Polda Lampung, AKBP Sulistiyaningsih mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, ternyata korban Sahab merupakan bandar narkoba di wilayah Tulangbawang dan masuk DPO.
Sementara Aiptu David yang menembak, saat ini sedang menjalani pemeriksaan terkait keberadaannya di organ tunggal tersebut.

“Masalah penyerangan yang dilakukan 250 warga yang kemudian terjadi baku tembak, apa yang dilakukan polisi sudah melalui prosedur karena massa merangsek mau menyerang polsek,” katanya, kemarin.

Sementara keluarga Anton, meminta polisi menegakkan hukum seadil-adilnya. “Kami mohon jangan ada rekayasa. Soal senjata yang ada di dalam mobil, itu sama sekali tidak benar. Saat penyerbuan warga hanya membawa botol dan kayu. Kami sama sekali tidak membawa senjata api. Saya harap hukum dapat ditegakkan,” kata Lukman, perwakilan keluarga korban.

Lukman juga mempertanyakan keberadaan uang Rp7,4 juta yang dibawa Anton. Dia mengaku, saat berada di Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi, perawat mengatakan jika uang yang dibawa Anton telah diserahkan ke polisi.
“Kami ingin tahu uang ke mana sekarang? Selain uang, ada juga dua buah handphone. Itu juga tidak jelas ada di mana sekarang. Kami menuntut keterbukaan, keadilan, dan kejujuran polisi,” lanjut Lukman. (koesma/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/20/berebut-biduan-polisi-bentrok-dengan-warga-2-tewas-tertembak

Satu Tersangka Bom-Buku Ditembak

VIVAnews - Dua kontrakan di Pondok Kopi digerebek Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri. Lima orang yang diduga pelaku bom-buku ditangkap. Salah satunya dalam kondisi tertembak.

"Saat penggerebekan, Densus sudah mengamankan beberapa tersangka dalam mobil, satu dalam kondisi tertembak bagian betis," kata saksi mata, Zain Aminuddin, Kamis, 21 April 2011.

Zain juga mengaku mendengar percakapan antar anggota Densus saat menggerebek rumah kontrakan di Jalan Rawadas RT01 RW03 Pondok Kopi, Duren Sawit.

"Saat itu, anggota Densus yang menyamar bawa sepeda orang yang tinggal di kontakan Darto," kata dia. "Dia bilang ke temannya, satu orang sudah kita tembak di Perumnas." Perumnas yang dimaksud adalah Perumnas Klender, Pondok Kopi. Diduga, pria yang ditembak itu adalah Wari.

Diceritakan Zain, sepeda yang dibawa anggota Densus itu diletakkan di dalam kontrakan, bersama dua sepeda lainnya. Sebelum meninggalkan lokasi, anggota Densus berpesan, "Pak, jangan dibuka ya, nanti kami datang lagi ke sini."

Sebelumnya, Zain mengatakan, ada dua polisi yang menyamar sebagai penagih hutang atau
debt collector. Mereka menyewa kontrakan di lokasi penggerebekan kedua di Desa Rawadas RT01 RW03, Kelurahan Pondok Kopi.

"Saya
sih percaya saja. Soalnya badannya tinggi tegap," kata Zain Aminuddin, salah satu tetangga kontrakan. Kedua polisi itu kerap berpergian di siang hari. Tetapi saat malam hari, keduanya pasti kembali ke kamar. Dua anggota yang menyamar ini baru menyewa kamar sejak dua minggu lalu.

Bagaimana Zain tahu bahwa dua orang yang menyewa kamar itu polisi? Saat penggerebekan sekitar pukul 05.00 WIB tadi, Zain melihat dua penyewa kamar itu juga ikut menggerebek.

Untuk diketahui, buku-buku berisi bom dikirimkan orang tak dikenal ke sejumlah alamat, yakni: pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdhalla, ke Kantor Badan Narkotika Nasional, ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno, dan ke rumah artis Ahmad Dhani. Bom di Utan Kayu memakan korban. Kasat Reskrim Polresta Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan putus tangan kirinya disambar ledakan. (kd)

• VIVAnews

http://us.nasional.vivanews.com/news/read/216040-satu-terduga-pelaku-bom-buku-ditembak

Dua Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Indosiar.com, Pontianak - Gepeng dan Ronga, dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor ini dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Kalimantan Barat karna terkena tembakan pada bagian kaki.

Keduanya terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas, karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Kedua pelaku ditangkap petugas karena adanya keluhan masyrakat seringnya terjadi kehilangan sepeda motor di tempat keramian, di wilayah kota Pontianak.

Dari pengaduan masyarakat, ciri ciri pelaku mengarah kepada dua tersangka. Kedua tersangka lelah lama melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di kota Pontianak dengan menggunakan koci T. Untuk keperluan penyidikan ke dua tersangka di bawa ke mapolresta Pontianak.(Andi Wardayanto/Her)

http://www.indosiar.com/patroli/90358/dua-pelaku-curanmor-ditembak-polisi

Tuesday, 19 April 2011

Kapolres: Sahab Ditembak Mati karena Todongkan Senjata

Tribunnews.com - Rabu, 20 April 2011 02:17 WIB

TRIBUNNEWS.COM, TULANG BAWANG
- Kapolres Tulangbawang AKBP Dwi Irianto menjelaskan, bentrok antar warga Terusan Nyunyai dengan aparat Polsek Tulangbawang Udik di picu upaya penangkapan Sahab (50), warga Terusan Nyunyai yang menjadi DPO Polisi lantaran terlibat kasus Narkoba.

Polisi terpaksa menembak mati Sahab, lantaran melakukan perlawanan dengan mencoba menembak petugas menggunakan Senpi Rakitan yang dibawa olehnya.

"Bentrok di picu upaya penangkapan satu warga atas nama Sahab yang terlibat kasus narkoba. Petugas terpaksa melumpuhkan tersangka karena berusaha melawan petugas dengan menodong senpi rakitan miliknya," jelas Kapolres, kepada sejumlah wartawan Rabu (20/4/2011) dini hari.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa bentrok warga dengan aparat polisi lantaran di picu upaya pengakapan Sahab, yang menjadi DPO polisi karena terlibat kasus Curas.

http://www.tribunnews.com/2011/04/20/kapolres-sahab-ditembak-mati-karena-todongkan-senjata

Ditembak, Pencuri Motor di Warnet

Selasa, 19 April 2011 - 19:37 WIB

TANGERANG (Pos Kota) – Dua tersangka pencuri motor spesialis di parkiran Warnet, terjungkal ditembak Buser Polsekta Ciledug saat kepergok mencuri motor, Selasa (19/4).

Penangkapan dua tersangka Ifan Setiawan,26 dan Safrudin,25 bagai adegan film,karena petugas sempat mengejar pelaku yang mengendarai motor Honda Revo sejauh 2 Km.

Meskipun sudah tertembak kakinya, dua tersangka masih melarikan diri dari Jalan Haji Mencong hingga ke Jalan Jalan Raden Fatah dekat Pasar Lembang sekitar pk.02.00.

Beberapa butir timah panas mengengai kedua kaki tersangka,bahkan bagian pinggang sehingga kedua tersangka ambruk di jalan. “Pada saat akan diringkus keduanya masih berusaha lari,tapi akhirnya berhasil kami ringkus,” jelas Kanit Reskrim Polsekta Ciledug, AKP Paryanto.

Kedua tersangka dibawa petugas ke RS Polri Kramatjati untuk diobati.
Menurut Paryanto, penangkapan kedua tersangka asal Lebak, Banten ini berawal saat keduanya mencuri motor Yamaha Mio milik warga yang sedang main di Warnet Jalan Haji Mencong.

Pada saat bersamaan anggota Patroli sedang melintas di TKP. Karena kedua tersangka tak menggubris tembakan peringatan, akhirnya moncong senjata api petugas diarahkan ke kaki dua tersangka.

Kedua tersangka diduga sudah sering mencuri motor di Warnet, karena banyak warga yang melaporkan kehilangan motor saat bermain Warnet.

“Saya belum bisa periksa tersangka karena masih diobati di RS Polri Kramatjati,” jelas Paryanto sambil mengatakan dari tangan tersangka petugas menyita motor Honda Revo yang dipakai untuk beraksi dan kunci leter T. (maryoto/dms).

http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/04/19/ditembak-pencuri-motor-di-warnet

Polri Akan Tindak Bripka Guntur

19/04/2011 17:42
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Palu Bripka Guntur Bripka Guntur maupun anaknya akan dikenakan sanksi karena penyalahgunaan senjata api. Ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Selasa (19/4).

Markas Besar Polri meminta tiap anggotanya selalu berhati-hati menyimpan senjata api. "Senjata itu ibarat istri. Dia harus digengam terus. Dan selalu dikontrol, dia tidak boleh salah penggunaannya," ujar Yoga. Lebih jauh Yoga mengatakan, saat ini Guntur ditangani oleh Propam lantaran dianggap teledor. Sementara Gian, anak Guntur diperiksa di Polres Palu.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, Guntur pergi ke kantornya tanpa membawa senjata api. Di rumah, anaknya, Gian tengah bermain bersama Wandi. Melihat senjata ayahnya, Gian mengambil dan memainkannya. Gian lalu mengarahkan senjata ke Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Namun saat ditarik, senjata meletus.(JUM)

18/04/2011 19:46
Liputan6.com, Palu: Ini peringatan buat aparat keamanan; berhati-hatilah menyimpan senjata api. Soalnya, Gian, anak anggota Satuan Narkoba Polres Palu Bripka Guntur, terpaksa berurusan dengan hukum karena menembak temannya sendiri, Wandi, Senin (18/4).

Informasi yang diperoleh SCTV menyebutkan, kasus penembakan berawal ketika Guntur pergi ke kantor tanpa membawa senjata api. Di rumah, Gian tengah bermain bersama Wandi.

Melihat senjata ayahnya ada di rumah, Gian mengambil dan memainkannya. Dia juga sempat mengarahkan senjata tersebut ke arah Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Tak diduga, saat pelatuk ditarik, senjata tersebut ternyata mengeluarkan peluru dan langsung mengenai dahi korban.

Wandi yang mengalami luka serius, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dia dalam kondisi kritis. Menurut dokter, kepala korban tertembus timah panas mulai dari dahi kanan hingga tembus ke dahi kiri.

Gian yang masih berusia 15 tahun diperiksa di Mapolres Palu. Sedangkan Bripka Guntur, pemilik pistol, diperiksa Propam Polda Sulawesi Tengah karena dianggap teledor menyimpan senjata api.(ADI/ULF)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201104/330438/polri_akan_tindak_bripka_guntur

Monday, 18 April 2011

Dua Perampas Motor Ditembak Polisi

Selasa, 19 April 2011 - 11:20 WIB

KEMAYORAN ( Pos Kota ) – Dua perampok terpaksa ditembak oleh petugas polisi saat melakukan aksinya di Jalan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/4) malam sekitar pukul 19.20 WIB.

Kejadian berawal ketika kedua tersangka akan merampas sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah yang dikendarai oleh Maria Anastasya Opusungguh yang sedang melintas di Jalan HBR Motik.Kebetulan saat kejadian ada petugas kepolisian yang sedang berpatroli dan melihatnya lalu mengejarnya.

Pelaku yang menggunakan motor Kawasaki Ninja B 6368 PPT kabur begitu tahu ada polisi yang mengejarnya lalu menabrak motor yang dikendarai oleh Briptu Riki dan Brigadir Siregar.Setelah terjatuh, Britu Riki mengambil pistol dan melepaskan tembakan ke kedua tersangka.Tersangka Bagas,25 mengalami luka tembak dibagian dadanya, sedangkan tersangka lainnya Rizal,30, mengalami luka tembak dibagian lehernya.Namun anehnya mereka tidak tewas, diduga kedua pelaku memiliki ilmu.

Setelah membuat tersungkur kedua pelaku, Briptu Riki melaporkan kejadian tersebut ke Kanit Polsek Kemayoran AKP Mustakim dan Kapolsek Kemayoran Kompol Robert Sitinjak.Kedua pelaku dilarikan ke Rumas Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan.(silaen)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/19/dua-perampas-motor-ditembak-polisi