Showing posts with label jakbar. Show all posts
Showing posts with label jakbar. Show all posts

Friday, 19 July 2013

2 WNA Ditembak, Polisi Periksa 18 Saksi

INILAH.COM, Jakarta - Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Fadil Imam mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait kasus dua orang warga negara asing yang terkena tembakan di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat.

"Sudah ada 18 orang saksi yang kita periksa, kini masih didalami lagi oleh penyidik," kata Fadil di Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Dikatakan oleh Fadil, para saksi yang sudah dimintai keterangannya itu yakni 7 orang security, 7 juru parkir, satu pacar korban, 1 orang pemilik serta 1 orang agen apartemen dan 1 orang teman pacar korban.

"Kita akan lakukan rekon supaya teridentifikasi secara jelas kejadiannya, sebab kami sudah mengarah kepada pelakunya jadi biar tambah jelas lagi," terang dia.

Di samping itu, kata Fadil, pihaknya juga telah menyita beberapa barang bukti berupa proyektil, selongsong, 2 unit HP, rekaman cctv dan print out parkir. [mes]


http://metropolitan.inilah.com/read/detail/2010176/2-wna-ditembak-polisi-periksa-18-saksi#.UenNUeBMGZY

Tuesday, 26 March 2013

2 dari 3 pelaku maling motor ditembak polisi

http://www.beritacilegon.com/hukum-a-kriminal/2478-2-dari-3-pelaku-maling-motor-ditembak-polisi,-kasat-reskrim-jangan-parkir-sembarangan.html

Kelompok Setan Merah Ahkirnya ditembak polisi



http://www.youtube.com/watch?v=ZE-v_-5i7ik

Monday, 25 March 2013

3 PEMUDA NTT DITEMBAK: Polisi Bilang Hanya Isu


25 March 2013 12:26
JAKARTA— Polsek Metro Tamansari, Jakarta Barat, memastikan tidak ada peristiwa penembakan terhadap tiga orang pemuda asal Nusa Tenggara Timur di daerah Glodok.
“Tidak benar informasi itu,” kata Kepala Polsek Metro Tamansari, Ajun Komisaris Besar Polisi Maolana saat dihubungi di Jakarta, Senin (25/3).
Maolana mengatakan pihaknya telah mengecek informasi tersebut ke lokasi kejadian, namun tidak ada peristiwa penembakan yang bersifat provokatif tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi juga memastikan informasi penembakan tersebut tidak benar.
Sebelumnya, beredar informasi melalui pesan singkat (Blackberry Message) yang menyebutkan telah terjadi penembakan terhadap tiga pemuda NTT yang dilakukan orang tidak dikenal di dalam Gedung Pasar Jaya Glodok Lantai 5, Senin (25/3) sekitar pukul 05.30 WIB.
Pesan singkat itu menyebutkan ketiga orang korban penembakan, yakni Bobby Ngebu (Boby), Fandy Djira (Fany) dan Ayub Manafe (Pabea).
Pengirim pesan tidak bertanggung jawab itu menyatakan ketiga korban ditembak orang misterius setelah pulang dari Golden Crown Club, Jakarta Barat. Korban, lanjut pesan tersebut, ditemukan karyawan di depan mobil Alphard bernomor polisi B-1267-CF milik Mikel Deru asal NTT.
Berdasarkan cerita itu, para korban diikuti sepasang mobil “Blazer” warna hitam yang tidak memasang plat nomor polisi, usai mengikuti aksi bakar lilin di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu (24/3) sore, menuju Crown. (Antara/nj)

http://www.kabar24.com/index.php/3-pemuda-ntt-ditembak-polisi-bilang-hanya-isu/

Tuesday, 8 January 2013

Penadah motor curian ditembak polisi


Senin, 7 Januari 2013 21:22:00

Seorang penadah kendaraan bermotor spesialis roda dua, Nasir (35) ditembak kakinya di Jalan Raya Kosambi, Teluk Naga, Tanggerang, pada Senin pagi. Tersangka ditembak setelah berusaha kabur saat akan ditangkap oleh polisi Polsek Metro Kalideres, Jakarta Barat.
"Tersangka Nasir melarikan diri dan tidak menghiraukan tembakan peringatan. Polisi lanjut melumpuhkan kaki kirinya," kata Kapolsek Kalideres Kompol Danu Wiyata, saat dihubungi, Senin (7/1).
Dia menuturkan, sebelum dilumpuhkan, polisi memancing Nasir dan temannya Hermansyah untuk bertransaksi, membeli motor hasil curian.
Setelah harga dan lokasi pertemuan disepakati, lanjut Danu, kedua tersangka lalu membawa barang bukti dua buah sepeda motor ke TKP.
"Ketika kami pancing untuk bertransaksi, kedua tersangka datang dengan membawa kendaraan roda dua, Yamaha Mio," jelas Danu.
Kini para tersangka ditahan di Mapolsek Metro Kalideres, Jakarta Barat. Keduanya dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
[ian]

http://www.merdeka.com/jakarta/penadah-motor-curian-ditembak-polisi.html

Thursday, 27 December 2012

Violent Robberies on the Rise in Jakarta

Bayu Marhaenjati & Rizky Amelia | December 27, 2012
West Jakarta district Police officers shot dead two suspects and arrested five others related to a violent robbery case at the Mega Kebon Jeruk housing complex last week. The suspects were apparently working together with maids who worked in the targeted house to carry out their plan. 

There was about one crime registered about every minute so far this year, National Police deputy chief detective Insp. Gen. Saud Usman Nasution said on Wednesday.

“Every one minute, there is one crime taking place,” Saud said during a discussion at the Justice and Human Rights Ministry in Jakarta.

He said that the actual average for the year was one crime every minute and 31 seconds.

Saud said that in 2012, there were some 316,500 crimes recorded, but the police only managed to solve 53 percent of the cases. 

These crimes, Saud said, consisted of 304,835 conventional cases, 7,171 transnational crimes, 3,844 crimes against state wealth and another 650 various other crimes.

Regarding corruption, police dealt with 600 cases in 2012 and recovered Rp 250 billion ($26 million) in state losses.

Jakarta Police general crimes director Sr. Comr. Toni Hermanto said that violent robberies dominated criminal cases in Jakarta in 2012. The most common crimes involved robberies targeting bank customers and gas stations’ money.

“Robbery with violence dominated the types of crimes we recorded during the 2012 Sikat Jaya Operation,” said Toni last week, referring to a police operation this year. “Cases that targeted bank customers and gas stations were on the rise.” 

Toni said that despite the increasing number of cases of violent robbery, the police have also been able to solve more cases.

“From those incidents, there was an increase [in cases of violent robberies] over the past two months. But in terms of solving the cases, we’ve also seen an increase,” he said.

Sr. Comr Yosi Haryoso, head of Jakarta Police Public Guidance division, said that police have told gas stations to ask for police protection when they deposit their money in the banks. He added that in the most recent robbery case, the gas-station owner did not ask for protection from the police.

When asked whether gas-station owners’ refusal to seek police protection was an indication that they didn’t trust the police, Yosi denied it.

“It’s not that they don’t trust [the police]. It’s just that when our people want to take money they just take it. So, it’s not a matter of trust. We’ve already informed the gas stations, including the owners,” he said.

Data show that violent robbery dominated the types of criminal cases investigated during the 2012 Sikat Jaya Operation, with 142 cases. The Jakarta Police criminal division recorded 3 cases, Central Jakarta Police district 15 cases, North Jakarta Police district 19 cases, West Jakarta Police district 24 cases, South Jakarta Police district 27 cases, East Jakarta Police district 19 cases, Tangerang Police district 13 cases, Depok Police district 12 cases, Bekasi Police district 9 cases and the port security police unit (KP3) 1 case.
With regard to last week’s armed robbery in Kebon Jeruk, the police shot two of the suspects, killing one of them.

“We managed to catch seven people, two were shot, one was shot in the chest and died and the other in the leg. They had to be taken down because they tried to fight back during the arrest at the Merak port in Banten when [they] headed to Lampung to sell their ill-gotten goods,” said West Jakarta chief of detectives AKBP Hengki Haryadi on Sunday.

Hengki said the perpetrators equipped themselves with two units of assembled firearms, folding knives, three toy guns, sticky tape, masks, and gloves. They also surveyed the area twice and received information regarding the situation of the house from a housemaid named Septi. They went to the crime scene using a minivan.

Hengki added that the suspects arrived at the location at 7.30 p.m. and were let in by another maid called Yuli, who opened the gate for them.

“The perpetrators entered the victims’ house, tied up the house owner [Yunus], two children and other maids [who weren’t involved]. They forced the victim to tell them where he kept his valuable goods while pointing a gun at him and hit him,” said Hengki.

The perpetrators managed to get away with a safe that contained jewelry, valuable documents and cash. The victim suffered a total loss of Rp 120 million.

Closed-circuit TV recording at the victim’s house showed that before the suspects took the valuable goods, one of the robbers poured gasoline on the victim. Hengki said that the group seemed quite brutal and professional.

“They are quite brutal in carrying out their crime. The victim was hit and covered with gasoline as they threatened to set him ablaze if he refused to tell them where he kept the safe.”

The police detected something odd when the victim filed a report after the incident and detained Yuli, who had not escaped.

“After investigating the irregularity, we immediately apprehended Yuli for intensive questioning. Based on her information, it was revealed that it had been planned. We then apprehended Septi at Soekarno-Hatta [International] Airport. A day later, at around 5 p.m., we arrested suspects Tri Yulianto, also known as Tri, and Rohman, aka Tole, in Merak, Banten, who were going to Lampung to sell the stolen goods,” said Hengki.

The West Jakarta police arrested Nanang Sutanto, Bakat Santoso and Suriyanto, and the remaining pieces of evidence on Friday. “Tri and Rohman had to be shot in the chest, while Nanang was shot in the leg.” 

Hengki said that based on the suspects’ confession, they had committed similar crimes more than 25 times in Jakarta and other areas.

“We would like to call on the public to be careful in hiring maids or baby sitters because the criminals are part of a syndicate that works with maids. One of the suspects is the son in law of an institution that places house maids. We’re still digging more information on what else he’s involved in,” said Hengki.

Separately, the Jakarta Police foiled an attempted rape last week by a customer against a female night club employee.

The suspect, who was identified as Leo Utama Putra, took the victim, R, to his apartment in South Jakarta on Saturday. 

Adj. Sr. Comr. Herry Heryawan, head of the city police’s mobile unit, said that Leo attempted to force R to have sex with him by threatening her with an airsoft gun.

“We arrested one suspect by the name of Leo Utama Putra related to case 335 [misconduct coupled with threats] at the Bona Vista Apartments,” Herry told reporters on Sunday.

Herry said that the suspect, who is a customer at a karaoke house where the victim worked, called the victim and invited her to go out to dinner.

“But instead of taking her to dinner, the victim was brought to the Bona Vista Apartments. Initially they were only chatting, but then the suspect asked R to have sex with him,” he added.

Herry said that when the victim refused, the suspect pointed the gun at her and threatened her.

“The suspect took out his gas gun and threatened the victim because she turned him down. But the victim still refused and called her boyfriend PLP to get some help,” he said.

Herry said that PLP filed a report at the Jakarta Police headquarters and officers immediately apprehended the suspect at the location. 

Earlier this month, Jakarta Police also arrested two suspects who specialized in robbing customers at banks with the initials AA and IS in Bekasi.

“There are still four more on the wanted list with initials AS, WN, IR, and JM. They are still being chased,” said Jakarta Police spokesman Sr. Comr. Rikwanto last week.


http://www.thejakartaglobe.com/news/violent-robberies-on-the-rise-in-jakarta/563719

Friday, 26 October 2012

Mencoba Kabur, Seorang Pencuri Rumah Wasekjen PPP Ditembak Polisi

Jakarta - Polsek Pesanggrahan membekuk dua orang pelaku pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Salah seorang pelaku pencurian ini harus ditembak polisi karena mencoba melarikan diri saat hendak diringkus petugas. 

"Satu orang terpaksa kita tembak di bagian kakinya karena mencoba kabur saat diringkus petugas," kata Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan AKP Nurdin kepada detikcom, Senin (22/10/2012). 

Dua orang pelaku pencurian tersebut ST (47) dan DN (43) diringkus di kontrakannya di Roxy, Jakarta Barat, pada Sabtu (20/10) siang. Polisi sudah melakukan pengintaian selama seminggu terhadap kedua orang ini. Setelah keduanya terlihat, polisi langsung menyergapnya namun ST mencoba kabur sehingga petugas menembaknya. 

"Saat ini yang ditembak masih dalam perawatan di RS," katanya. 

Keduanya melakukan pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di Perum Depsos Asri Residen Bintaro Pesanggrahan Jaksel pada sabtu 29 September 2012. Saat itu keduanya berpura-pura menjadi petugas PLN sehingga bisa masuk ke dalam rumah Sigit.

(nal/try) 


http://news.detik.com/read/2012/10/22/140225/2069150/10/mencoba-kabur-seorang-pencuri-rumah-wasekjen-ppp-ditembak-polisi?9922022

Wednesday, 24 October 2012

Mencoba Kabur, Seorang Pencuri Rumah Wasekjen PPP Ditembak Polisi

Senin, 22/10/2012 14:02 WIB
Jakarta Polsek Pesanggrahan membekuk dua orang pelaku pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Salah seorang pelaku pencurian ini harus ditembak polisi karena mencoba melarikan diri saat hendak diringkus petugas. 

"Satu orang terpaksa kita tembak di bagian kakinya karena mencoba kabur saat diringkus petugas," kata Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan AKP Nurdin kepada detikcom, Senin (22/10/2012). 

Dua orang pelaku pencurian tersebut ST (47) dan DN (43) diringkus di kontrakannya di Roxy, Jakarta Barat, pada Sabtu (20/10) siang. Polisi sudah melakukan pengintaian selama seminggu terhadap kedua orang ini. Setelah keduanya terlihat, polisi langsung menyergapnya namun ST mencoba kabur sehingga petugas menembaknya. 

"Saat ini yang ditembak masih dalam perawatan di RS," katanya. 

Keduanya melakukan pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di Perum Depsos Asri Residen Bintaro Pesanggrahan Jaksel pada sabtu 29 September 2012. Saat itu keduanya berpura-pura menjadi petugas PLN sehingga bisa masuk ke dalam rumah Sigit.

(nal/try) 


http://news.detik.com/read/2012/10/22/140225/2069150/10/mencoba-kabur-seorang-pencuri-rumah-wasekjen-ppp-ditembak-polisi

Maling Motor Ditembak Polisi Di Kalideres

Selasa, 16 Oktober 2012 16:00 WIB

WartaNews-Jakarta, Asep dan empat kawannya berniat merampas motor Wiji Tri Laksono di Jalan Peta Utara, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Wiji melawan dan berteriak. Brigadir Saifudin datang menolong dan langsung menembak kaki si Asep.
Kanit Reskrim Polsektro Kalideres, AKP Saiful Anwar, menceritakan Asep yang tercatat sebagai warga Kampung Saruni, Padeglang, Banten, beraksi pada Selasa (16/10) dini hari.

Menurut Saiful, Wiji yang kala itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi B 3908 BCO dipepet oleh Asep dan kawan-kawan. Asep mengancam menembak Wiji jika ia tak menyerahkan motornya.

"Karena korban yakin para pelaku hanya menggeretak, ia melawan para pelaku," kata Saiful. Menurut dia, Wiji akhirnya teriak minta tolong. Teriakan Wiji didengar oleh personel Mabes Polri, Brigadir Saifudin.
"Anggota langsung menolong korban dan membuang tembakan. Asep terjatuh terkena tembakan di kaki. Sementara sisanya melarikan diri," ujar Saiful.(*/RTH)


http://www.wartanews.com/monaspolitan/5339c1cc-c7cf-dc4b-aeb6-a7a9ae6a0b5e/maling-motor-ditembak-polisi-di-kalideres


Saturday, 13 October 2012

Bandar Narkotika Ditembak Mati di Mangga Besar

Jumat, 12 Oktober 2012 23:04 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Narkoba Mabes Polri menembak mati seorang bandar narkotika di bawah jembatan rel kereta api di Jalan Mangga Besar, Jakarta Barat, Jumat (12/10). Tersangka ditembak karena berusaha melawan saat ditangkap.

Tersangka bernama Ed adalah bandar yang juga residivis kasus narkotika tahun 2010. Ia ditembak karena berusaha kabur dan sempat menembak petugas yang akan menangkapnya. Dari tangan tersangka, disita barang bukti 250 butir pil ekstasi, 50 gram sabu dan sebuah mobil sedan.

Direktur Narkotika Mabes Polri Brigjen Arman Depari mengatakan, Ed sempat ditangkap pada 2008 lalu. Pada waktu itu, seorang polisi terluka karena pelaku menembaknya. Saat ini, polisi masih mengejar rekan pelaku yang sudah teridentifikasi.(wtr6)


http://www.metrotvnews.com/metronews/newsvideo/2012/10/12/161601/Bandar-Narkotika-Ditembak-Mati-di-Mangga-Besar/1

Monday, 8 October 2012

Lagi Beraksi, Komplotan Berkapak Tewas Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Senin, 1 Oktober 2012 21:32 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polsek Tanjung Duren menembak seorang anggota komplotan penodong yang menggunakan kapak ketika mengancam korbannya, Senin (1/10/2012) di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat.
Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Polisi Dwi Indra Lesmana, mengatakan, sampai saat ini polisi masih belum mengetahui identitas pelaku tersebut.
"Kejadiannya itu sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, ada enam pelaku yang melakukan aksi penodongan di TKP," ucap Indra saat dihubungi wartawan.
Kejadian bermula saat enam pelaku mendekati sebuah mobil Avanza bernopol B 8542 AJ milik korban. Lalu para pelaku menodongkan sebilah kapak ke kaca mobil yang ditumpangi korban bernama Mansyur Naibaho.
Lantaran takut dengan ancaman kapak, korban langsung menyerahkan dua unit handphone miliknya. Beruntung saat itu, ada seorang anggota Polsek Tanjung Duren yang tengah berjaga di lokasi.
Mengetahui peristiwa itu, anggota dengan sigap mengejar pelaku sambil memberikan tembakan peringatan dan pelaku lari kocar kacir melarikan diri.
"Tembakan peringatan tidak diindahkan, jadi petugas mengarahkan tembakan ke para pelaku.  Satu di antara mereka tersungkur setelah tembakan petugas bersarang di dada pelaku. Pelaku pun akhirnya tewas saat dilarikan ke rumah sakit," ungkap Indra.
Indra menambahkan, di lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sebuah kapak yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Dan polisi di lapangan masih mengejar lima pelaku lainnya.
http://jakarta.tribunnews.com/2012/10/01/tengah-beraksi-komplotan-berkapak-tewas-ditembak-polisi

Friday, 31 August 2012

Tiga Pemuda Ditembak saat Bentrok di Taman Palem


Nasional / Rabu, 29 Agustus 2012 22:01 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Pascabentrokan dua kelompok pemuda di sekitar komplek Taman Palem di Jalan Kamal Raya Cengkreng, Jakarta Barat, tim Satuan Resmob Polda Metro Jaya terlibat aksi kejar-kejaran dengan sebelas orang pemuda karena berusaha kabur. Polisi terpaksa menembak tiga orang pemuda karena berusaha menyerang petugas, saat hendak ditangkap.

Inilah aksi sebelas orang pemuda yang berusaha kabur dengan sebuah mobil mini bus, ke arah jalan tol auto ring road Jakarta Barat. Mobil mini bus yang ditumpangi sebelas orang pemuda dari salah satu kelompok pemuda yang terlibat bentrokan massal, Rabu (29/8) sore, terpaksa ditembak petugas karena para pemuda tersebut mencoba melawan.

Polisi akhirnya berhasil menghentikan mobil tersebut dan meminta seluruh penumpangnya keluar dari dalam mobil. Tiga orang pemuda yang berada di dalam mobil terpaksa ditembak petugas dibagian kaki dan punggung, karena melawan saat hendak ditangkap.

Ketiga pemuda tersebut dibawa petugas ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan perawatan. Sementara tiga pemuda lainnya langsung dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Menurut Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Suntana peristiwa ini merupakan buntut dari bentrokan dua kelompok pemuda, yang memperebutkan jasa pengamanan lahan di komplek Taman Palem Lestari Cengkareng, Jakarta Barat.(DNI)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/08/29/158400/Tiga-Pemuda-Ditembak-saat-Bentrok-di-Taman-Palem/6

Dua Orang Ditembak karena Berusaha Tabrak Polisi


Penulis : Sabrina Asril | Kamis, 30 Agustus 2012 | 12:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pascabentrokan di lahan kosong Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, polisi menembak dua pelaku hingga akhirnya tewas.
Keduanya ditembak karena berusaha menabrak polisi lalu lintas yang sedang mengatur arus di sekitar lokasi bentrokan. Dua orang yang ditembak yakni Semi Binggo dan Lajuma Maswatu.
Binggo tewas dengan luka tembak pada bagian kepala belakang tembus pelipis kiri. Lajuma juga akhirnya tewas dengan luka tembak pada bagian dada belakang tembus dada depan sebelah kanan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan penembakan bermula saat polisi menggeledah kelompok Jhon key usai bentrokan.
"Tiba tiba sebuah mobil Innova melaju sangat kencang dari arah perempatan Daan Mogot. Selanjutnya hendak diberhentikan oleh personel Polri yang melaksanakan pengamanan, namun tidak dihiraukan," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/8/2012).
Pada saat anggota Polisi Lalu Lintas menghadang, mobil itu justru berusaha menabrak petugas serta membahayakan personel lainnya. Polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan, pelaku tetap tidak menghiraukan. Kemudian polisi mengarahkan tembakan ke arah mobil dan roda yang akhirnya menimbulkan korban. 
Saat ini, polisi menyelidiki kedua belah pihak. Ada 102 orang dari kelompok Jhon Kei yang diperiksa di Polres Metro Jakarta Barat. Jika terbukti terlibat, mereka akan dijerat dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 juncto pasal pasal 335 KUHP. Sementara itu dari kelompok Daud Kei yang bergabung dengan kelompok Herkules ada delapan orang yang diamankan.
Mereka diperiksa di Subdit Resmob Polda Metro Jaya terkait kasus kepemilikan senjata tajam.
Kelompok Daud Kei ini adalah kelompok yang ada di dalam mobil Toyota Innova yang ditembak polisi.
Diberitakan sebelumnya, bentrokan massa terjadi di sebuah lahan kosong di samping Komplek Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (29/8/2012) siang. Bentrokan diduga dipicu perebutan lahan antara kedua kelompok. Sekitar tiga ratus polisi dikerahkan untuk mengamankan bentrokan tersebut.
Editor :
Kistyarini


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/30/12035414/Dua.Orang.Ditembak.karena.Berusaha.Tabrak.Polisi

Wednesday, 29 February 2012

Polisi Tembak Perampok Rental Mobil


Tribunnews.com - Kamis, 1 Maret 2012 09:26 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kawanan rampok mobil rental, Selasa (28/2/2012) malam, dibekuk Polsek Cengkareng. Satu dari empat pelaku ditembak polisi.
"Keempat pelakunya itu Sup (42), BS (42), YH (38), dan Wah (30) yang ditembak kakinya kerena berusaha melawan," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Cengkareng, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Johari Bule, Rabu (29/2/2012).
Johari menuturkan kejadian berawal saat Wah bersama dua rekannya berpura-pura meminjam mobil rental jenis Daihatsu Xenia bernopol  F 1502 BE di kawasan Cipanas dan ditemani sopir rental bernama Dandi Kuswandi.
Pada sopir, pelaku minta diantarkan ke Cengkareng. Setibanya di kawasan Cengkareng, teman Wah yang lain sudah menunggu dan berpura-pura sebagai polisi yang sedang menggelar razia.
"Mobil diberhentikan di Jl Peternakan, Cengkareng. Saat buka pintu sopir langsung ditarik keluar  dan diancam akan dibunuh," jelas Johari
Kemudian  mobil rental dibawa kabur oleh para pelaku dan sopir rental  melapor ke Polsek Metro Cengkareng. Petugas pun langsung melakukan penyelidikan dan diketahui keberadaan pelaku ada di Bintaro.
"Kami langsung sergap mereka. Satu tersangka berinisial Wah terpaksa ditembak karena berusaha melawan dan kabur. Hingga kini kami masih memburu dua rampok lainnya yang sudah diketahui identitasnya " kata Johari.

Penulis: Theresia Felisiani  |  Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
http://www.tribunnews.com/2012/03/01/polisi-tembak-perampok-rental-mobil

Monday, 17 January 2011

Polisi Berondong Pelaku Curanmor

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Petugas Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat terpaksa memberodong mobil tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dalam suatu pengejaran di Jalan Jatipulo, Tomang, Jakarta Barat pada Minggu (16/01/2011) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pusat Komunikasi dan Informasi Polda Metro Jaya, Senin (17/1/2011) dalam peristiwa tersebut, pelaku bernama Herman tertembak di pipi tembus ke tangan.

“Tersangka bernama Herman, 32 tahun, kini dirawat di RS Polri Kramat Jati. Lelaki asal Indramayu, Jawa Barat ini menderita luka cukup serius. Bahkan lengan kirinya patah,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Ferdy Sambo.

Petugas Unit Ranmor Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat tidak hanya meringkus Herman. Dalam pengejaran yang dipimpin Kasat Reskrim Jakarta barat, polisi membekuk Tarsudi dan Delik. Dari mereka disita mobil Toyotan Avanza, Toyota Yaris, senjata api mainan, bor, dan alat kejahatan lainnya, termasuk celurit.

Komplotan ini diciduk berawal dari ditangkapnya Tarsudi yang mengendarai Avanza silver dengan nomor polisi B1140WU. Dari pengakuan tersangka, diketahui gembong pencuri mobil ini adalah Herman. Petugas selanjutnya mengejar Herman.

Saat Herman diketahui sedang berada di Jalan Jati Pulo, Tomang dengan mengendarai Sedan Yaris B1453TKI. Polisi lalu meminta tersangka berhenti. Namun kata Ferdy Sambo, tersangka bukannya menyerah, tetapi malah kabur tancap gas.

Tembakan peringatan pun dilepaskan petugas namun pelaku tetap tidak mau menyerah. Akhirnya polisi bertindak tegas. Sedan Yaris itu lalu ditembak hingga kacanya berantakan. Rupanya timah panas itu juga mengenai pipi Herman yang tembus ke tangannya. Mobil lalu oleng kemudian berhenti. Tak lama kemudian, polisi juga meringkus Delik. Hingga saat ini Polisi masih terus mengembangkan kasus ini.

http://www.tribunnews.com/2011/01/17/polisi-berondong-pelaku-curanmor

Tuesday, 11 January 2011

Pencuri Ranmor Tersungkur Ditembak Polisi

Pencuri Ranmor Tersungkur Ditembak Polisi

Tribunnews.com - Senin, 10 Januari 2011 20:42 WIB
Pencuri Ranmor Tersungkur Ditembak Polisi
ISTIMEWA
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Agus Tami (23) tersungkur di tembak polisi saat sedang beraksi mencuri sepeda motor di Jalan Budi Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (10/1/2011), dini hari tadi.

Polisi terpaksa melepaskan tembakan karena Agus berusaha kabur saat akan ditangkap Polisi, usai menggasak satu unit sepeda motor.

Sambil mengerang kesakitan, pelaku langsung digelandang ke Polsek Metro Kebon Jeruk. Dari tangan pengangguran ini, disita satu unit sepeda motor, sebilah pisau, serta sebuah kunci letter T sebagai barang bukti.

Kapolsek Metro Kebon Jeruk Kompol Suradi mengatakan, peristiwa penangkapan itu berlangsung sekitar 03.45 WIB. Ia menceritakan, petugas buru sergap (buser) yang sedang berpatroli memergoki aksi komplotan spesialis pencurian kendaraan roda sedang beraksi, Agus Tami dan rekannya.

Karena panik, Agus dan seorang temannya berupaya kabur. Namun, sayang pelariannya tersebut berujung pada bersarangnya sebuah peluru di kaki kanannya.

Awalnya petugas hanya melempaskan tembakan peringatan ke udara, tetapi upaya tersebut tidak membuat Agus dan rekannya takut, ia terus berlari menghinadri kejaran petugas.

Situasi tersebut akhirnya memaksa petugas melepaskan tembakan langsung ke arah kaki sebelah kanan. Seketika, tubuh pemuda itu langsur tersungkur ke jalan aspal. Tanpa perlawanan, ia akhirnya diringkus polisi. Sementara, rekan Agus yang lain berhasil meloloskan diri.

"Karena tak menggubris tembakan petugas, kami terpaksa menembak kaki pelaku. Kami juga masih memburu keberadaan pelaku lainya," kata Suradi.(*)


Penulis: Adi Suhendi | Editor: Juang Naibaho

Monday, 6 September 2010

2 Pencuri di Toko Material Ditembak Polisi

4 September 2010

JAKARTA (Pos Kota)-Dua pencuri di toko meterial ditembak polisi saat kepergok beraksi di Jalan Meruyura Ilir, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Sabtu (4/9) pukul 00,15 WIB. Pemilik toko memergoki pencuri lewat CCTV yang dipasang di tokonya. Melihat ada orang tak dikenal mau masuk toko, diam-diam pemilik menghubungi polisi.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kembangan segera muluncur ke Toko Material Metro 10 tersebut. Betul, ketika itu beberapa lelaki tak dikenal sedang membobol toko tersebut.

Melihat polisi datang, pelaku berusaha kabur. Bahkan dua di antaranya melawan polisi dengan linggis dan obeng. ” Karena melihat pelaku beringas dan sudah diberi tembakan peringatan namun tidak mau menyerah, anggota kami terpaksa menembak keduanya,”jelas Kapolsek Kembangan AKP Tri Yulianto Sik.

Tersangka Kusnadi, 48, dan Partono, 52, dilarikan ke rumah sakit untuk diobati lukanya. namun pagi ini sudah ditahan di Polsek Kembangan. “Kami masih mencari pelaku yang kabur. Diduga pelaku adalah pencuri spesialis toko material. Kasus ini masih dikembangkan,”jelas Tri Yulianto.

Belakangan ini pencurian di toko material memang marak. Ini sebagai akibat bahan bangunan yang kian mahal. Diduga ada sindikat yang juga menampung hasil curian tersebut.

Polisi mengimbau pemilik toko memasang CCTV karena sangat membantu untuk mengetetahui adanya orang tak dikenal ketika mau memasuki toko atau rumah warga.(warto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/09/04/2-pencuri-di-toko-material-ditembak-polisi

Saturday, 4 September 2010

2 Pencuri di Toko Material Ditembak Polisi

4 September 2010

JAKARTA (Pos Kota)-Dua pencuri di toko meterial ditembak polisi saat kepergok beraksi di Jalan Meruyura Ilir, Meruya Selatan, Jakarta Barat, Sabtu (4/9) pukul 00,15 WIB. Pemilik toko memergoki pencuri lewat CCTV yang dipasang di tokonya. Melihat ada orang tak dikenal mau masuk toko, diam-diam pemilik menghubungi polisi.

Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kembangan segera muluncur ke Toko Material Metro 10 tersebut. Betul, ketika itu beberapa lelaki tak dikenal sedang membobol toko tersebut.

Melihat polisi datang, pelaku berusaha kabur. Bahkan dua di antaranya melawan polisi dengan linggis dan obeng. ” Karena melihat pelaku beringas dan sudah diberi tembakan peringatan namun tidak mau menyerah, anggota kami terpaksa menembak keduanya,”jelas Kapolsek Kembangan AKP Tri Yulianto Sik.

Tersangka Kusnadi, 48, dan Partono, 52, dilarikan ke rumah sakit untuk diobati lukanya. namun pagi ini sudah ditahan di Polsek Kembangan. “Kami masih mencari pelaku yang kabur. Diduga pelaku adalah pencuri spesialis toko material. Kasus ini masih dikembangkan,”jelas Tri Yulianto.

Belakangan ini pencurian di toko material memang marak. Ini sebagai akibat bahan bangunan yang kian mahal. Diduga ada sindikat yang juga menampung hasil curian tersebut.

Polisi mengimbau pemilik toko memasang CCTV karena sangat membantu untuk mengetetahui adanya orang tak dikenal ketika mau memasuki toko atau rumah warga.(warto/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2010/09/04/2-pencuri-di-toko-material-ditembak-polisi