Showing posts with label pencopet. Show all posts
Showing posts with label pencopet. Show all posts

Monday, 8 October 2012

Kaki Pencopet Itu Ditembak Polisi


DORR.JPG


SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA

Lukman Hakim (47) pelaku pencopetan yang dilumpuhkan petugas dengan satu kali 


tembakan pada kaki kanannya ketika digiring petugas di Polresta Palembang, Sabtu 
 
(6/10/2012).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran hendak kabur ketika diciduk, Lukman Hakim (47), diduga spesialis pelaku pencopetan di kawasan Pasar 16 Ilir, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan tembakan pada kaki kanannya. Lukman dibekuk petugas di depan Masjid Agung Palembang, Sabtu (6/10/2012).

Dari tangan Lukman, petugas mendapatkan satu unit ponsel Nokia milik H Serap Ali (64), korban pencopetan. Lukman mengaku telah mencopet H Serap Ali, ketika sedang di dalam angkutan umum jurusan Tangga Buntung. Korban diikuti Lukman sewaktu masih di Pasar 16 Ilir.

"Aku lihat hapenya terlihat sedikit di dalam kantong, jadi langsung aku ambil. Aku copet hape karena sedang banyak utang dan lagi ribut sama istri. Sumpah, aku baru sekali mencopet," ujar Lukman yang memiliki empat anak dan empat cucu.

Sementara itu, H Serap Ali yang melapor ke SPKT Polresta Palembang mengakui, sewaktu pelaku mencopet ponselnya, ia sama sekali tidak sadar dan mengetahuinya. Barulah ketika sampai dirumah, ia sadar  saat anaknya menanykan ponselnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Katim Opsnal Pidum Reskrim Ipda Robert mengatakan, kini petugas penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Lukman yang merupakan spesialias pelaku pencopetan.

"Dalam aksinya, pelaku selalu beraksi sendirian dan setiap kali beraksi, penampilannya selalu rapi sehingga tidak mencurigakan," ujarnya.

Penulis : Welly Hadinata

Editor : Eko Adiasaputro

http://palembang.tribunnews.com/2012/10/06/kaki-pencopet-itu-ditembak-polisi?utm_source=sriwijaya+post&utm_medium=twitter

Sunday, 30 September 2012

Raja Copet Pasar 16 Ditembak Polisi


Jumat, 28 September 2012 20:00 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tarmizi (32), raja copet yang sering beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir, keok dilumpuhkan petugas dengan satu kali tembakan pada kaki kanannya. Tersangka Tarmizi dibekuk petugas, ketika beraksi mencopet seorang nenek-nenek yang sedang menyebrang jalan di depan pasar 16 Ilir, Jumat (28/9/2012).

Aksi copet yang diakui tersangka  untuk kedelapan-kalinya ini, dipergoki Kanit Pidum Polresta Palembang Iptu Nanang Supriyatna bersama dua anggota Bripka Agus dan Brigadir Zulkarnain yang saat itu sedang melakukan pengintaian. Namun ketika akan dibekuk, tersangka Tarmizi berusaha melarikan diri dan hendak melawan petugas, sehingga tersangka Tarmizi terpaksa dilumpuhkan.

“Korban itu memang sudah aku buntuti dari belakang sewaktu masih pasar. Aku tidak atahu ternyata ada polisi yang melihat. Seingta aku sudah delapan kali aku mencopet di Pasar 16,” ujar Tarmizi yang tercatat sebagai warga Jl Mujahidin Lrg Khotib II Kel Talang Semut Kec Bukit Kecil.

Sementara menurut Nurhayati (71) yang tak menyangka menjadi korban aksi pencopetan, ia sama sekali tak sadar ketika pelaku mengambil tas sandang berwarna kuning yang berisi uang Rp200 ribu, obat-obatan dan KTP.

“Aku mau menyebrang jalan, karena mau naik angkot jurusan bukit setelah beli obat. Memang wakti itu tas aku seperti ada yang menarik dari belakang,” ujar Nurhayati.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum Iptu Nanang Suprayitna mengatakan, tersangka Tarmizi merupakan pelaku spesialis kasus copet yang sering beroperasi di kawasan Pasar 16 sekitar.

“Kini tersangka masih terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut, biasanya tersangka sering berkasi dengan rekan-rekannya,” ujarnya.

http://palembang.tribunnews.com/m/index.php/2012/09/28/raja-copet-pasar-16-ditembek-polisi

Sunday, 20 May 2012

Jualan Sepi Dedi Alih Profesi Jadi Copet


Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Welly Hadinata
Tribunnews.com - Minggu, 20 Mei 2012 20:41 WIB
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Berdalih terdesak kebutuhan biaya sekolah anak, Dedi Irawan (38), pedagang buah-buahan, nekat mencopet di dalam angkutan umum. Dedi pun harus berurusan dengan polisi. Kaki kirinya ditembak polisi karena menurut polisi ia berusaha kabur ketika ditangkap.
"Aku mencopet karena jualan buah lagi sepi, aku jualan buah di daerah OI. Terus anak aku lagi butuh biaya untuk masuk sekolah SMP dan SD," ujar Dedi kepada Sripoku.com, di Polresta Palembang, Minggu (20/5/2012).
Dedi ditangkap petugas Unit Ranmor pimpinan Kasubnit Aiptu Saliman, di kawasan Jl Jenderal Sudirman dekat Jembatan Pusri, Sabtu (19/5/2012). Ketika itu, Dedi kepergok petugas usai beraksi mencopet HP merek Samsung, milik Anastasi (23), penumpang angkutan jurusan Perumnas-Ampera.
Jualan Sepi Dedi Alih Profesi Jadi Copet"Memang aku sudah dua kali mencopet. Aku mencopet sendirian, tidak pernah dengan kawan. Aku menyesal karena ingat sama istri dan tiga anak aku di rumah," ujar Dedi yang tercatat sebagai warga Jl Psi Lautan Lrg Budiman RT 22 RW 05 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II Palembang.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, tersangka Dedi merupakan spesialis pencopet yang sering beraksi di dalam angkutan umum.
Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik dan perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP.


Dedi Irawan (38), pelaku spesialis copet yang kakinya ditembak petugas ketika diamankan di Polresta Palembang, Minggu (20/5/2012).