Showing posts with label Kaltim. Show all posts
Showing posts with label Kaltim. Show all posts

Tuesday, 26 March 2013

Dikenali Nopol Motor, Dua Jambret Ditembak Polisi


Selasa, 26 Maret 2013 , 13:08:00


BANJARMASIN – Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah, berhasil meringkus dua spesialis pelaku jambret yang beraksi di Banjarmasin, Senin (25/3). Kedua pelaku ini juga diberi pelajaran oleh petugas dengan menembak kakinya.
    
Kedua pelaku yang ditangkap tersebut adalah Riky (23) warga Pekauman Gg Mutiara, Banjarmasin Selatan, dan Gunawan (20) warga Jln KS Tubun Gg Damai, Banjarmasin Selatan. Selain mengamankan pelaku, anggota juga menyita satu unit sepeda motor Suzuki Satria F dengan nopol DA 4228 milik Riky

Penangkapan pelaku berawal dari pengintaian terhadap sepeda motor yang dicurigai digunakan pelaku ketika menjambret. Petugas mengetahui ciri-ciri sepeda motor pelaku setelah salah seorang perempuan yang menjadi korban penjambretan mengenal nopol sepeda motor pelaku.

Secara tak sengaja petugas melihat sepeda motor tersebut sedang parkir di depan Hotel Candi di kawasan Jln Ujung Murung. Karena tak tahu siapa pemiliknya, petugas kemudian melakukan pengintaian. Setelah ditunggu beberapa saat, Riky keluar dari hotel dan menuju sepeda motor yang dicurigai.

Melihat pelaku mau naik sepeda motor, petugas langsung meringkus pelaku. Setelah diinterogasi akhirnya Riky mengaku ia pernah melakukan penjambretan di wilayah hukum Polsekta Banjarmasin Tengah bersama dengan Gunawan.

Tak mau buruannya kabur, petugas kemudian memancing Gunawan untuk mendatangi Riky. Gunawan akhirnya berhasil ditangkap tak jauh dari rumahnya. Ketika dilakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, kedua pelaku berusaha kabur hingga akhirnya ditembak di kakinya masing-masing. Gunawan ditembak dua kali di bagian kaki kiri dan Riky ditembak dua kali di bagian kaki kanan.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Raymond membenarkan anggotanya berhasil meringkus dua orang pelaku jambret. Dari keterangan kedua pelaku terungkap kalau aksi penjambretan tersebut dilakukan di tujuh tempat. Dari laporan polisi, pelaku beraksi di Banjarmasin Utara 3 kali, Banjarmasin Tengah 2 kali, dan Banjarmasin Barat 3 kali. 

"Kasus ini akan terus kami kembangkan. Dari pengakuan mereka, masih ada pelaku lainnya,” bebernya. (hni)


http://www.jpnn.com/read/2013/03/26/164526/Dikenali-Nopol-Motor,-Dua-Jambret-Ditembak-Polisi-

Monday, 21 January 2013

Perampok dan Pemerkosa Ibu Guru Ditembak Polisi

Minggu, 20 Januari 2013 - 12:34:58 WIB
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 56 kali
KUTAI, selaluonline.com- Tim buser dari Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Loa Janan, kembali berhasil menangkap dua pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap seorang guru di Kutai Kartanegra yang terjadi Senin (15/1/2013), lalu. Keduanya terpaksa ditembak dengan timah panas saat berusaha kabur.

Kedua pelaku bernama Nurdin dan Dullah, lalu dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Sebelumnya, keduanya disergap dan dibekuk dalam pelariannya hingga di Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, yang berjarak ratusan kilometer dari Samarinda.

"Benar, keduanya perampok dan pemerkosa itu berhasil ditangkap. Kita lumpuhkan karena berusaha kabur," kata Kasubbag Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Suwarno, Sabtu (19/1/2013) malam.

Dengan tertangkapnya Nurdin dan Dullah, 4 dari 5 pelaku perampokan dan pemerkosaan telah ditangkap kepolisian. Selain menangkap para pelaku itu, kepolisian juga menangkap 4 orang penadah yang membeli barang-barang hasil kejahatan dari 4 pelaku perampokan.

"Nurdin adalah otak aksi kejahatan perampokan dan pemerkosaan itu. Jadi sekarang masih ada 1 orang yang masih kita buru dan masuk DPO. Tim langsung bergerak lagi di lapangan," ujar Suwarno.

Seperti diberitakan, seorang Ibu guru di Kutai Kartanegara, rumahnya dirampok dan dia diperkosa lebih dari 4 orang kawanan perampok. Pelaku melakukan perbuatan biadabnya terhadap korban di bawah ancaman senjata tajam samurai di belakang rumah sang ibu guru itu, saat suaminya tertidur pulas. Selain itu pelaku juga menggondol laptop, telepon selular dan uang Rp450.000. (gani)


http://selaluonline.com/detail-10444-perampok-dan-pemerkosa-ibu-guru-ditembak-polisi-.html#.UPw0HnmhsTM.twitter

Monday, 8 October 2012

Perampok Sadis Ditembak Ketika Ditangkap


indosiar.com, Samarinda - (Senin, 08.10.2012) Badan Stefanus boleh mungil, tapi di kalangan temannya sesama perampok, dia dikenal paling sadis. Tak sungkan melukai korban yang berusaha melawan. Minggu kemarin, Stefanus tak berkutik. Saat ditangkap dan upayanya melawan malah dibalas polisi dengan menembak kedua kakinya.
Kepada polisi Stefanus mengaku selama dua bulan terakhir ia dan teman-temannya sudah melakukan lebih dari sepuluh kali aksi kejahatan diberbagai kota di Samarinda. Umumnya yang jadi incaran tersangka yakni kawasan perumahan dan pengendara sepeda motor kalangan perempuan.
Saat ini polisi masih terus memburu tiga kawanan Stefanus yang berhasil kabur saat ditangkap polisi. Polisi yakin bisa meringkus mereka, karena lokasi dan keberadaannya sudah terlacak. (Amir Hamzah/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/perampok-sadis-ditembak-ketika-ditangkap_99706.html

Thursday, 24 May 2012

Pencuri Baterai BTS Telkomsel Ditembak


Banjarmasin – Pelaku dalam komplotan pencuri baterai BTS (Base Transceiver Station) milik PT Telkomsel ternyata tak hanya berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Komplotan ini juga melibatkan pelaku asal Balikpapan, Kalimantan Timur.
   
Kawanan pencuri tersebut beraksi di kawasan hulu sungai dan sekitarnya. Pelakunya adalah Setiawan alias Boy (15), warga Jln MT Harmona, Balikpapan, Misran Chandra (19), warga Jln Jenderal Sudirma, Balikpapan, Rudiansyah alias Vera (32), warga Djohor, Balikpapan, dan Rudiansyah alias Rudi (31), warga Komplek PGRI, Balikpapan. Keempat pelaku ini ditangkap di rumahnya masing-masing, Minggu (20/5).
   
Dari laporan polisi, aksi pencurian ini dilakukan pelaku sejak April 2012. Ada 14 lokasi pencurian baterai BTS yang dilakukan komplotan ini. Yakni di kawasan Hulu Sungai Selatan ada 4 lokasi dengan barang bukti baterai BTS yang dicuri berjumlah 36 unit baterai BTS.
   
Kemudian wilayah Tapin ada 2 lokasi dengan barang bukti 19 baterai BTS. Selanjutnya wilayah Hulu Sungai Tengah ada 4 lokasi dengan barang bukti 40 baterai BTS. Terakhir, wilayah Tabalong di 4 lokasi dengan barang bukti 24 baterai BTS.
   
Dari pengakuan Vera, ia hanya diajak Agus (ditangkap di Balikpapan kasus judi). Ketika itu ia ditawari Agus bekerja di tambang batubara di kawasan hulu sungai. Karena tak curiga, ia bersama dengan ketiga temannya berangkat ke Kalsel. “Setiba di Kalsel, ternyata kami diajak mencuri baterai BTS oleh Agus,” ujarnya.
   
Diungkapkannya, setiap beraksi ia selalu berhasil membawa 8 hingga 16 unit baterai BTS. “Lokasi pencurian yang kami lakukan selalu berpindah-pindah. Setiap BTS ada sekitar 8 baterai,” beber Vera.
   
Setelah terkumpul, lanjutnya, baterai BTS tersebut dijual kepada pengumpul besi dengan harga Rp7.500 perkilogram. “Saya mendapat bagian sekitar Rp5 juta dari seluruh baterai yang dijual,” ucapnya.
   
Lain halnya dengan Rudi. Pemuda ini terpaksa ditembak anggota Ditreskrimum Polda Kalsel di bagian kaki kanannya karena berusaha melarikan diri ketika ditangkap. “Saya juga diajak Agus melakukan pencurian baterai BTS. Saya bertugas mencabut kabel sedangkan yang membawa baterainya adalah Vera,” tuturnya yang mengaku mendapat bagian Rp500 ribu.
   
Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Winarto membenarkan jajaran Ditreskrimum Polda Kalsel menangkap komplotan pencuri baterai asal Balikpapan. “Sebelumnya Polda Kalsel menciduk 5 orang tersangka pencuri baterai BTS asal Kalsel yang beraksi di kawasan Batulicin, Tanah laut, dan Kotabaru,” tegasnya. (hni)
http://www.jpnn.com/read/2012/05/23/128168/Pencuri-Baterai-BTS-Telkomsel-Ditembak-#

Wednesday, 18 April 2012

Bacok Polisi, Penjambret Ini Langsung Ditembak Mati

Rabu, 18 April 2012, 12:46 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN---Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ulin Gambut terpaksa harus menahan sakit setelah mendapat bacokan dan sabetan dari pelaku penjambretan. Akibat perbuatan itu, pelaku langsung ditembak mati.
Kepala Kepolisian Sektor Ulin Gambut, AKP Deddi Sireger SH mengatakan, pelaku berjumlah dua orang saat sebelumnya melakukan penjambretan di kawasan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar sekitar pukul 09.00 WITA, Rabu (18/4).
Pelaku yang berjumlah dua orang itu diketahui bernama Yusuf (30 tahun) dan Amrullah yang juga diketahui keduanya warga Jalan Astambul Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.
Terus ditambahkan, dari kedua pelaku itu satu orang terpaksa harus ditembak mati karena sempat melukai anggota polisi di lapangan yang ingin melakukan penangkapan terhadap diri mereka.
Anggota polisi yang sempat menerima bacokan dari pelaku itu diketahui seorang Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ulin Gambut, Aiptu Haji Ruspandi, yang juga memimpin penangkapan itu.
"Saat ini Kanit Reskrim tersebut sudah dalam perawatan pihak Rumah Sakit Sari Mulia, dan empat mata luka yang dia alami sudah dilakukan pengobatan dari pihak medis," terangnya Kepada Wartawan.
Deddi juga menuturkan, bahwa untuk kedua pelaku dibawa ke Rumah Sakit Ratu Jaleha Martapura Kabupaten Banjar, dan satu pelaku yang masih hidup dilakukan penanganan medis.
Diceritakan sebelumnya, mereka itu sebelumnya melakukan penjambretan di wilayah Sungai Tabuk dan saat melintas dicegat oleh para anggota polisi yang sudah lebih dulu menerima laporan bahwa ada penjambretan di wilayah tersebut.
Saat itu salah satu pelaku menghampiri petugas dan membabi buta melakukan penyerangan dengan parang, Kanit sempat mengalami luka tusuk dan sabetan parang pelaku, saat itu juga pelaku langsung ditembak dan mengenai bagian dada dan tewas ditempat.
"Pelaku Yusuf kita tembak karena terus melawan petugas menggunakan senjata tajam, dan mengenai dadanya, pelaku langsung tumbang dan meninggal di tempat kejadian," katanya.
 http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/18/m2nuos-bacok-polisi-penjambret-ini-langsung-ditembak-mati

Tuesday, 27 March 2012

Doorr, Pembobol Toko Elektronik yang Melawan Ini Ditembak Polisi


Selasa, 27 Maret 2012 01:11 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN---Satuan Reserse Kriminal Unit Kejahatan dan Kekerasan Polresta Banjarmasin menembak satu pelaku pembobolan toko di wilayah Pasar Cempak, Jalan Samudra, Kota Banjarmasin.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Roy Satya Putera SH Sik mengatakan, pelaku pembobolan terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas karena dia mencoba melawan saat dilakukan penangkapan.
Penangkapan terhadap pelaku pembobolan itu dilakukan Unit Jatanras Polresta Banjarmasin pada Senin (26/3) sekitar pukul 12.00 Wita di lorong Pasar Cempaka saat sedang santai istirahat,
Pelaku sendiri diketahui berinisial AM alias Anang Kapau (47 tahun), warga Pasar Cempaka Jalan Samudra yang mana pekerjaan sehari-hari pelaku sebagai "wakar" atau penjaga malam di pasar tersebut. "Kita tangkap dia karena adanya laporan polisi yang masuk bahwa pelaku telah melakukan pembongkaran di sebuah toko elektronik di Pasar Cempaka dan sempat mengambil delapan unit radio komunikasi dari toko tersebut," ucap pria murah senyum itu.
Roy terus menambahkan, pelaku saat ini sudah diamankan di Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin beserta satu unit radio komunikasi merek Motorola yang belum sempat dijual oleh pelaku.
Hingga saat ini pelaku sudah mendapatkan perawatan pihak medis untuk mengeluarkan timah panas yang bersarang di betis kaki sebelah kira pelaku pembobolan toko elektronik di pasar Cempaka itu. "Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan ia juga seorang residivis dalam kasus yang sama dan pernah di penjara di 1998 dan segera dilakukan penahanan di rumah tahanan kita," katanya.
Untuk diketahui korban yang juga pemilik toko elektronik di pasar Cempaka itu diketahui bernama Ramadani alias Dani (30), warga Jalan Padat Karya komplek Herlina Perkasa, Sungai Andai Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.
Sedangkan tersangka Anang Kapau sendiri mengakui bahwa ia mengambil delapan unit radio komunikasi di toko elektronik di Pasar Cempaka yang juga sebagai tempat jagaan dia. "Delapan unit radio komunikasi itu saya jual dengan satu unitnya terjual dengan harga Rp 400 ribu, dan semua uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-harinya," katanya.
Redaktur: Endah Hapsari
Sumber: antara


http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/12/03/26/m1hexx-doorr-pembobol-toko-elektronik-yang-melawan-ini-ditembak-polisi

Tuesday, 7 February 2012

Dituduh Merampok, Sopir Angkot Ditembak Mati


Senin, 06 Februari 2012 , 08:58:00


BALIKPAPAN-Suasana tegang terjadi tengah malam tadi sekitar pukul 21.00 Wita, di kawasan Komplek Pertamina. Tegang lantaran diwarnai kejar-kejaran dan suara tembakan. Seorang pria tewas diterjang pelor polisi di tengah gelap gulita. 
Keterangan yang dihimpun Balikpapan Pos di tempat kejadian perkara (TKP) malam tadi masih simpang siur. Namun diperoleh informasi  bahwa korban diduga menyerang petugas lantaran dicurigai  mengangkut belasan kayu tanpa dokumen. Korban adalah  salah satu penumpang pikap KT 8604 KY yang membawa kayu, dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas kepolisian yang tengah melakukan pengejaran.

Peristiwa ini terjadi tepatnya di kawasan simpang V Volker, Gunung Dubss, Minggu (5/2) sekira pukul 21.00 Wita. Sebelum terjadi penembakan, sempat terjadi kejar mengejar antara mobil pengangkut kayu jenis Mitsubishi colt berwarna biru dengan mobil petugas. Pengejaran terjadi dari arah Volker menuju simpang lima.   Imbas pengejaran tersebut, menyebabkan  mobil pikap terperosok ke dalam sebuah parit."Saya datang ke sini mobil sudah masuk parit," terang salah satu saksi mata.

Mobil itu sendiri belum diketahui kepemilikannya. Informasi yang didapat, mobil itu berasal dari kawasan Semoi, PPU. Dari pantauan di TKP, di bagian belakang mobil tertutup plastik. Tak diketahui apakah isi muatan yang diangkut.

Belum diketahui bagaimana penembakan terjadi. Namun dari keterangan petugas sekuriti Pertamina RUV, laporan yang diterima hanyalah terjadi kasus kecelakaan lalu lintas ."Informasi masih simpang siur, yang jelas saya hanya menerima laporan lakalantas lisan maupun tertulis," terang Jerlius Marbun, Kepala Sektor Selatan Sip I Gunung Dubs.(yud/nog/brie)

http://metro.vivanews.com/news/read/286061-dituduh-merampok--sopir-angkot-ditembak-mati

Saturday, 28 January 2012

Luka di Kaki, Disangka Tewas Tertembak


Minggu, 29 Januari 2012

SAMARINDA. Warga di jalan poros Samarinda-Bontang, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara digegerkan dengan penemuan sosok pria yang tengah terbaring di salah satu pondok tempat rekreasi kolam pemancingan Pagar Alam, Sabtu (28/1) pagi kemarin.

Pria yang belakangan diketahui bernama Zainal Abidin (30) ditemukan terluka seperti bekas terkena timah panas pada kaki kirinya. Warga yang menduga itu adalah mayat korban penembakan pun segera melapor kepada pihak berwajib.

Polisi yang menerima kabar tersebut kemudian segera berangkat menuju lokasi yang terletak berseberangan dengan lapangan golf di kawasan Tanah Merah tersebut. Namun ketika sedang akan melakukan olah TKP dan memasang Police Line, polisi menemukan adanya tanda-tanda kehidupan pada sosok pria tersebut. Saat terbangun, Zainal langsung diamankan Polisi menuju Polsekta Samarinda Utara.

Dalam keterangannya, Zainal mengaku bisa sampai berada di kolam pemancingan tersebut lantaran dikejar-kejar oleh dua orang pengendara motor yang tidak dikenalnya di Jl Juanda, Samarinda Ulu, malam sebelum ditemukan polisi.

"Awalnya saya sedang beli makanan di Jl Juanda, lalu saat pulang dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba ada dua orang yang tidak saya kenal dan menggunakan motor menggedor-gedor kaca mobil saya," ujar Zainal saat memberi keterangan di kantor polisi.

Aksi kejar-kejaran itu berlanjut hingga di Jl Ahmad Yani, Sungai Pinang, tidak jauh dari kediaman Zainal. Lantaran panik, pria yang mengaku bekerja sebagai sopir di Sangatta itupun melarikan mobilnya hingga menuju jalan poros Samarinda-Bontang, Tanah Merah.
"Sampai di jalur satu, saya masuk ke sebuah perkampungan dan menyembunyikan mobil saya di sana. Lalu saya lari masuk ke hutan dan sampai di kolam pemancingan itu," ungkap Zainal.

Warga Jl Pemuda I, RT 45, Kelurahan Temindung Permai itu mengaku mendapat luka menyerupai luka tembak di kaki itu lantaran tersangkut kawat berduri saat masuk ke areal kolam pemancingan.

"Ini karena kena pagar, bukan karena ditembak," tangkis Zainal.

Sementara itu ketika hendak mengamankan mobil Xenia KT 1630 ME yang dikendarai Zainal, polisi lagi-lagi dikejutkan lantaran menemukan satu pucuk senjata api mainan dan dua butir amunisi di dalam kendaraan tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan penemuan tersebut, Zainal lalu menjalani pemeriksaan polisi. Sementara mobil, senjata api mainan dan amunisi tersebut diamankan.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Prapto S, melalui Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Bramanti Agus S menjelaskan Zainal diperiksa atas dugaan tindak pidana kepemilikan amunisi senjata api, sesuai dengan pasal 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

"Mengenai motif atau tujuan yang bersangkutan menyimpan senjata api mainan dan amunisi tersebut masih kami dalami," ujar Bramanti.

Sementara, terkait luka di tubuh korban, Bramanti memastikan bahwa luka tersebut bukanlah luka akibat terkena peluru yang ditembakkan.

"Bukan luka tembak, luka itu diduga didapat saat melarikan diri dari kejaran sejumlah orang yang belum dikenali identitasnya," pungkas Bramanti. (rm-1/lee)

http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/31095

Wednesday, 18 January 2012

Bentrok Kota Bangun Diabaikan


Sindikasi - Rabu, 18 Januari 2012 | 09:15 WIB

INILAH.COM, Tenggarong – Kasus penembakan Sirin, seorang warga Kubar di Desa Kedang Murung, Kota Bangun, Kukar oleh seorang anggota Brimob Polda Kaltim pada Agustus 2008 lalu hanya berakhir dengan surat peringatan (SP) III saja kepada polisi yang bersangkutan.


Brimob penembak itu dianggap hanya melakukan pelanggaran disiplin, sementara sisanya sudah sesuai prosedur.
Kemarin siang (17/1) Direktur Kelompok Kerja (Pokja) 30 Carolus Tuah bersama keluarga Sirin mendatangi Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana di Mapolres Kukar. Setelah bertemu 10 menit, pertemuan bubar. Tuah merasa kecewa dengan jawaban Kapolres. Apalagi sampai sekarang sama sekali tidak ada pihak yang memberikan kepastian soal status lahan yang ketika itu dipersengketakan dengan PT Arkon, sebuah perusahaan batu bara yang beroperasi di sana.
”Saat ini saya masih punya komitmen terhadap keluarga korban untuk memperjuangkan lahan mereka yang telah direbut,” kata Tuah.
Peristiwa berawal dari demonstrasi ratusan warga Desa Kedang Murung dan menutup jalur hauling PT Arkon. Mereka menuduh Arkon mencaplok lahan mereka, sedangkan Arkon berdalih telah membebaskan lahan tersebut. Tumpang tindih kepemilikan lahan diduga terjadi di sana. Brimob Polda Kaltim dikerahkan mengamankan aksi tersebut. Bentrokan antara warga dan Brimob kemudian pecah ketika polisi mencoba membubarkan paksa. Sirin sebagai salah satu peserta aksi, tewas tertembak.
Menurut polisi, Sirin ditembak karena polisi tidak punya pilihan. Sirin dan ratusan demonstran lainnya membawa senjata tajam dan menyerang aparat. Empat anggota Brimob terluka dalam kejadian ini. Polisi juga mengatakan, empat warga ikut terluka dan 22 orang ditahan.
Dilanjutkan Tuah, sampai sekarang Pemkab Kukar tidak pernah memastikan lahan sengketa itu milik siapa. Menurut Tuah, Pemkab saat ini masih sibuk pencitraan diri. Setali tiga uang dengan DPRD Kukar terlebih yang berasal dari daerah pemilihan Kota Bangun. Mereka punya tanggungjawab moral kepada masyarakatnya untuk menyelesaikan pekara ini. Empat orang, Tuah Sebut, menderita cacat permanen pasca bentrok itu.
”Perhatian anggota DPRD Kukar sekarang seperti apa? Kasus seperti ini seperti siklus kegilaan atau kematian yang seperti terjadi di daerah lain yakni Mesuji dan Papua,” terangnya.
Dulu sempat dibentuk sebuah tim khusus untuk mengusut hal ini. Tim terdiri dari Komisi I DPRD Kukar, Badan Pertanahan Negara (BPN) Kukar dan Pemkab Kukar. Tapi sampai sekarang kelanjutannya masih gelap.
”Saat ini para warga Kota Bangun yang berkonflik telah masuk penjara, bahkan ada yang cacat dan tanahnya tidak jelas statusnya. Selain itu korban yang meninggal itu statusnya juga sebagai tersangka," cetusnya.
Sementara itu, Kasubag Humas AKP I Nyoman Subrata saat ditemui mengaku tidak mengikuti pertemuan tersebut. Tapi setahu dia memang ada pertemuan singkat tersebut di ruang Dhira Brata Mapolres Kukar. Dijelaskannya, kasus sengketa lahan tersebut bermula pada bulan 2008 lalu dan sudah dibahas berulang kali namun tak ada hasilnya.
”Masalah tersebut sudah dibahas di Kantor Desa, Kantor Camat, DPRD Kukar hingga Pemda tingkat II. Namun, tak ada hasilnya,” katanya.
Lantaran tak ada hasilnya tersebut, ungkapnya, ratusan warga yang merasa tak puas langsung melakukan aksi di PT Arkon dengan membawa tombak pada tanggal 20 Agustus 2008. Saat ingin dibubarkan oleh anggota yang bertugas melakukan pengamanan, mereka menolaknya dan tetap bertahan. Bahkan, tambahnya, mereka melakukan tindak anarkis dengan menyerang anggota dengan melempar tombak.
”Saat itu terdapat empat anggota kami yang terkena tombak di bagian tangan dan dada. Kemudian anggota melakukan perlawanan dengan menembak senjata sehingga satu warga meninggal dunia,” jelas Nyoman kepada Koran Kaltim.
Nyoman menceritakan kalau kasus tersebut terjadi saat masa jabatan Kapolresnya AKBP Heru Dwi P. Saat itu, ungkapnya, sekitar puluhan hektare milik warga setempat dibeli oleh PT Arkon dan sudah dilakukan pembebasan. Tapi, sambungnya, setelah dibebaskan ada warga lain datang dan mengakui tanah tersebut sebagai miliknya.” Makanya terjadi aksi demo tersebut,” ucapnya. [mor
http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1820226/bentrok-kota-bangun-diabaikan