Showing posts with label pekanbaru. Show all posts
Showing posts with label pekanbaru. Show all posts

Sunday, 14 July 2013

Polisi Bekuk 5 Perampok 6 Kg Emas di Kampar, 3 Ditembak

Rabu, 10 Juli 2013 16:42 wib
Banda Haruddin Tanjung - Okezone

PEKANBARU - Polisi menangkap lima perampok enam toko emas di Kabupaten Kampar, Riau dengan berat enam kilogram. Tiga pelaku ditembak di bagian kaki lantaran melawan saat akan ditangkap.

Setelah lebih sebulan melakukan perburuan, petugas Polres Kampar menangkap kelima pelaku dari lokasi berbeda-beda. Tersangka pertama berinisial JK, ditangkap di Provinsi Jambi. Dari penangkapan tersebut, petugas menangkap empat orang lainnya, termasuk seorang wanita.

"Keempat kawanan yang diamankan itu ditangkap di daerah Jakarta dan Pekanbaru. Mereka berinisial TI, IP, MD, serta seorang wanita WY," ujar Kapolres Kampar, AKBP Auliansyah kepada Okezone, Rabu (10/7/2013).

Bersama para pelaku, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis pistol dan 50 amunisi sebagai barang bukti. Polisi masih memburu seorang lagi yang diduga sebagai penembakan seorang warga saat beraksi pada 2 Juni lalu.

"Mereka ini pemain lama, dan saat beraksi menggunakan helm. Masih ada empat orang lagi yang kami periksa, dan keterangan  mereka masih ada delapan pucuk senjati api lagi," paparnya.

Seperti diketahui, kawanan perampok tersebut menyantroni enam toko emas di Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.Seorang warga tewas setelah ditembus dua peluru yang dimuntahkan pelaku. Saat kejadian, korban yang diketahui bernama Misromi berada di lokasi kejadian.

(ris)


http://news.okezone.com/read/2013/07/10/340/834917/polisi-bekuk-5-perampok-6-kg-emas-di-kampar-3-ditembak

Monday, 1 July 2013

Melawan saat ditangkap, lelaki ditembak polisi di Pekanbaru


Senin, 1 Juli 2013 00:30:00

Seorang lelaki bernama Ramos Simanjuntak (33) warga Jalan Yos Sudarso KM 16 Kelurahan Muara Fajar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau, terpaksa ditembak petugas kepolisian Unit Reskrim Polsek Rumbai, karena melawan dan melukai 3 anggota polisi termasuk kapolseknya, Sabtu (29/6) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Saat ini, Ramos mengidap penyakit Epilepsi sejak kelas tiga SMP masih terbaring lemas dan mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Riau. Dia mendapat pengawalan ketat dari personil Polsek Rumbai.

Kakak korban, Ricardo Simanjuntak mengatakan, malam itu sekitar pukul 01.00 WIB adiknya sedang berada di dalam rumah langsung dijemput oleh beberapa petugas Polsek Rumbai.

"Adik saya dijemput oleh beberapa petugas Polisi karena dituduh melakukan penganiayaan terhadap seorang anak-anak. Adik saya dijemput dari rumah, lalu langsung dibawa ke Polsek Rumbai," ujar Ricardo Simanjuntak, Minggu (30/6).

Pihak keluarga tidak ada yang menyangka Ramos akan mendapat tembakan di bagian paha.

"Kami mau kasus ini ditindaklanjuti, kenapa mereka asal main tembak. Kan mereka bertugas ada prosedurnya, dan kami mau kasus ini ditindaklanjuti bapak Kapolda," kata RiCardo.

Sementara itu, Kapolsek Rumbai AKP Franky Tambunan membenarkan penembakan tersebut. "Penembakan itu dilakukan karena korban terlebih dahulu melakukan perlawanan dan mencoba merebut senjata petugas," ungkap Franky.

Ramos ditangkap karena petugas mendapat laporan dari Satria (16). Satria mengalami luka akibat pukulan di bagian dahi yang dilakukan Ramos karena berselisih paham saat hendak melihat truk terbalik.

Atas laporan itu, petugas mencoba mengklarifikasi apakah kejadian itu benar-benar dilakukan Ramos. Tetapi, Ramos justru mengamuk dan memukul petugas.
[dan]

http://www.merdeka.com/peristiwa/melawan-saat-ditangkap-lelaki-ditembak-polisi-di-pekanbaru.html

Sunday, 26 May 2013

Tersangka Curanmor 20 TKP Ditembak Polisi

Selasa, 21 Mei 2013 17:05

Seorang aksi curanmor di banyak tempat berhasil dibekuk. Polisi terpaksa melumpuhkan dengan tembakan, karena tersangka berusaha melarikan diri.

Riauterkini-PEKANBARU- Karena akan melarikan diri, tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tembak polisi. Tersangka yang kerap disapa Kicuk (21) warga Kelurahan Tanjung Rhu yang ditangkap anggota Polsek Limapuluh itu sudah melancarkan aksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

Hal ini sesuai yang diungkapkan Kapolsek Limapuluh, Kompol Defrianto SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Herman Pelani SH. Dikatakannya, pelaku ditangkap di Jalan Kuantan, pukul 22.00 WIB, tadi malam.

"Kita melacaknya. Dan mendapatkan informasi dia sedang berada di Kuantan. Dia terpaksa kita tembak karena mau melarikan diri," jelasnya.

Dikatakan Kanit, biasanya korban melakukan aksinya bersama temannya. "Sudah 20 tkp. Masih ada beberapa rekanannya yang belum tertangkap. Dan sedang kita kejar," katanya.

Tersangka terpaksa ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolsek Limapuluh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. ***(gem)


http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=60115

Tuesday, 21 May 2013

Tersangka Curanmor 20 TKP Ditembak Polisi

Selasa, 21 Mei 2013 17:05


Seorang aksi curanmor di banyak tempat berhasil dibekuk. Polisi terpaksa melumpuhkan dengan tembakan, karena tersangka berusaha melarikan diri.

Riauterkini-PEKANBARU- Karena akan melarikan diri, tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tembak polisi. Tersangka yang kerap disapa Kicuk (21) warga Kelurahan Tanjung Rhu yang ditangkap anggota Polsek Limapuluh itu sudah melancarkan aksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

Hal ini sesuai yang diungkapkan Kapolsek Limapuluh, Kompol Defrianto SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Herman Pelani SH. Dikatakannya, pelaku ditangkap di Jalan Kuantan, pukul 22.00 WIB, tadi malam.

"Kita melacaknya. Dan mendapatkan informasi dia sedang berada di Kuantan. Dia terpaksa kita tembak karena mau melarikan diri," jelasnya.

Dikatakan Kanit, biasanya korban melakukan aksinya bersama temannya. "Sudah 20 tkp. Masih ada beberapa rekanannya yang belum tertangkap. Dan sedang kita kejar," katanya.

Tersangka terpaksa ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolsek Limapuluh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. ***(gem)


http://riauterkini.com/hukum.php?arr=60115

Wednesday, 1 May 2013

Pelaku Penikaman Ditembak Polisi


Pekanbaru, (Analisa). Pelaku penikaman pengusaha otomotif Pekanbaru, Hermizar (45) terpaksa ditembak tim gabungan Polsek Tampan dan Polsek Payung Sekaki karena saat dibekuk berusaha melawan polisi.
Dari pantauan Analisa di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau, Selasa sore (30/4), tersangka yang merupakan warga Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan ditembak di bagian kaki sebelah kanan. Ia terlihat tertatih-tatih usai menjalani operasi.
Kapolsek Tampan Kompol Suparman SIK kepada wartawan menyebutkan, tersangka ditangkap saat melintas Jalan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki mengendarai mobil bersama temannya. Saat penyergapan dan penangkapan, Hermizar mencoba melawan dan melarikan diri.
“Aparat kita sudah melepaskan tembakan peringatan, tetapi tersangka tetap melawan. Sehingga anggota kita terpaksa menembak kaki kanannya,” kata Kapolsek yang mengaku telah memburu pelaku sejak seminggu lalu.
 Sebelumnya, tersangka melakukan penikaman terhadap pengusaha otomotif, Nasrun (52), warga Jalan Cipta Karya, Gang Kuindra Ujung Nomor 4, Tampan, Selasa (30/4) petang, sekira pukul 15.00 WIB. Nasrum mengalami luka tusukan pisau di dada, perut dengan ususnya terburai keluar, dan luka bacokan di kepala. Korban langsung diselamatkan para tetangga ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru.
Menurut istri korban, Lia Angelina (21) antara suaminya dengan pelaku memiliki hubungan bisnis jual beli mobil. Korban bercerita uang hasil jual beli masih ada di tangan tersangka sekira Rp400 juta. Tetapi ketika ditagih, tersangka menjadi marah dan menikam suaminya itu. (dw)

http://www.analisadaily.com/news/2013/13366/pelaku-penikaman-ditembak-polisi/

Sunday, 18 November 2012

Perampok Penembak Polisi Tewas Ditembak


Minggu, 18 November 2012 12:12 WIB

Pekanbaru, (tvOne)

Hendro (45), pelaku perampokan sekaligus penembakan terhadap seorang anggota polisi Brigadir Aulia Harahap, akhirnya tewas usai diterjang peluru tajam milik aparat saat insiden baku tembak beberapa waktu lalu. "Pelaku perampokan dan juga penembak seorang anggota polisi itu meninggal diperjalanan saat mau dibawa ke rumah sakit di Pekanbaru pada Sabtu (17/11)," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Anggaria Lopis, di Pekanbaru, Minggu.

Hendro (Alm) yang dikabarkan juga merupakan mantan anggota Marinir diindikasi terlibat dengan sejumlah kasus perampokan toko emas di wilayah Riau. Terakhir, demikian Anggaria, keterlibatan pelaku bersama rekan-rekannya yakni merampok beberapa toko emas di Air Molek, Kabupaten Indragiri Hulu.

Sebelumnya, antara aparat kepolisian dengan pelaku sempat terjadi baku tembak. Pelaku berusaha melawan saat hendak diringkus aparat dari rumahnya yang berada di Jalan Suhada, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Akibat peristiwa itu, seorang polisi bernama Brigadir Aulia Harahap juga sempat menjadi korban terjangan peluru tajam yang dilepaskan dari pistol pelaku. Namun masih dapat diselamatkan.

Pelaku pun sempat berupaya melarikan diri dengan menenteng dua unit pistol bahkan dengan terus menembaki aparat yang mengejarnya.

Pada akhirnya, petugas berhasil melumpuhkan tersangka dengan melepaskan peluru tajam yang bersarang di beberapa bagian tubuh pelaku. "Saat itu juga, petugas kemudian mengikat tersangka dan membawanya dengan menggunakan mobil menuju ke rumah sakit terdekat. Setelah itu baru dibawa ke Pekanbaru," kata Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, AKBP Onny Trimurti secara terpisah. Namun dalam perjalanan, demikian Onny, diduga akibat kehabisan darah, pelaku akhirnya meninggal dunia. (Ant)
http://nusantara.tvonenews.tv/berita/view/64426/2012/11/18/perampok_penembak_polisi_tewas_ditembak.tvOne

Saturday, 17 November 2012

Oknum Tni Polri Diduga Gembong Narkoba Ditangkap



Terkini - Jumat, 16 Nov 2012 11:48 WIB


Pekanbaru (ANTARA News) - Kepolisian Resort
Kota (Poltresta) Pekanbaru 
berhasil menangkap empat orang oknum 
TNI Angkatan Darat dan tiga oknum 
anggota Polri yang diduga anggota kawanan 
sindikat gembong narkoba yang 
membuka jaringan di Riau.
Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Adang 
Ginanjar di Pekanbaru, Jumat, 
mengatakan, para oknum Polri dan TNI itu ditangkap 
secara terpisah.

Selain oknum TNI dan Polri, demikian Adang, pihaknya 
juga berhasil menangkap 
seorang warga sipil yang juga diduga terlibat jaringan 
 narkoba di Riau.

"Para pelaku ini juga merupakan para tersangka 
 penculikan dan penganiaya Briptu 
Joko Fabianto beberapa waktu lalu," katanya. 

Dia menjelaskan, empat orang di antaranya yang terdiri 
 atas satu warga sipil dan 
tiga oknum Polri ditahan dan menjalani proses hukum di 
Polresta Pekanbaru.

Sementara empat lagi yang merupakan oknum TNI Angkatan 
 Darat, juga sudah 
di tahan oleh Detasemen Polisi Militer I/3 Pekanbaru untuk 
 menjalani proses 
hukum lanjutan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Poltresta 
 Pekanbaru, AKP 
Arief Fajar Satria secara terpisah mengatakan, tiga orang di 
 antaranya yakni 
satu warga sipil dan dua anggota Polri ditangkap di Pekanbaru.

"Sementara satu orang oknum polisi lainnya ditangkap oleh
 Polres Rohul 
karena dia bertugas di sana (Polres Rohul)," katanya.

Kemudian untuk empat pelaku lainnya yang merupakan 
oknum TNI, demikian 
Arief, berhasil dibekuk secara terpisah oleh Detasemen 
Polisi Militer I/3 Pekanbaru. 

Para pelaku terduga gembong narkoba ini sebelumnya 
sempat melakukan 
tindak penganiayaan terhadap seorang anggota Polresta 
Pekanbaru atas 
nama Briptu Joko Fabianto.

Penganiayaan ini dilakukan para pelaku diduga karena 
 Briptu Joko mengetahui 
jaringan narkoba yang melibatkan oknum polisi dan TNI itu.

Beruntung Joko masih bisa kabur dan menyelamatkan diri, 
 meski sekujur 
tubuhnya mengalami luka memar dan sayat yang cukup 
parah. 

Bahkan akibat perlakuan para tersangka, sampai saat ini 
 korban masih 
mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara 
 Pekanbaru 
dengan pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

http://www.analisadaily.com/news/read/2012/11/16/87963/
oknum_tni_polri_
diduga_gembong_narkoba_ditangkap/#.UKdiBY6w6fQ



Oknum TNI-Polri Penganiaya Briptu Joko Dibayar Narkoba



Nasional | Sabtu, 17 November 2012 16:34 WIB
Metrotvnews.com, Pekanbaru: Oknum anggota TNI dan Polri yang menjadi pelaku penyiksaan Briptu Joko diduga bertindak sesuai bisnis dengan bayaran narkotika serta obat-obatan terlarang atau narkoba.

"Saya rasa, kasus ini murni bisnis gelap yang kerjaannya bandar narkoba. Pelakunya mungkin dibayar dengan narkoba juga," kata Kepala Polresta Pekanbaru Komisaris Besar Polisi Adang Ginanjar di Pekanbaru, Sabtu (17/11).

Dugaan itu muncul karena oknum TNI dan Polri tidak dibayar uang. Keterangan itu diperoleh dari tersangka, korban dan saksi-saksi. "Bisa jadi, pelaku bertindak berani bahkan mencoba membunuh korban karena kepemilikan saham di jaringan narkoba," katanya. Benar-tidaknya terhadap dugaan itu masih didalami.

Di tempat terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Polisi Arief Fajar Satria mengatakan, seorang tersangka berinisial Jn dipastikan bandar narkoba.

Jn merupakan warga sipil. Jn membuka jaringan narkoba di Pekanbaru, Riau, dengan melibatkan sejumlah oknum Polri dan TNI. "Maka dari itu, Jn sama sekali tidak mengeluarkan uang kepada oknum anggota TNI dan Polri untuk menganiaya Briptu Joko," katanya.

Arief menegaskan, keterlibatan oknum anggota Polri dan TNI itu murni hubungan bisnis gelap. "Bisnis yang dilakoni oleh tersangka Jn, apalagi kalau bukan bisnis narkoba," katanya.

Kasus penganiayaan Briptu Joko didalangi oleh delapan pelaku, tiga di antaranya merupakan anggota Polri dan empat lainnya oknum anggota TNI Angkatan Darat. Seorang lainnya warga sipil. Mereka semua sudah ditangkap. (ant/DOR)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/11/17/114226/Oknum-TNI-Polri-Penganiaya-Briptu-Joko-Dibayar-Narkoba

Tuesday, 13 November 2012

Polisi Ditombak, Disayat-sayat Lalu Ditembak

Selasa, 13 November 2012 23:54:38 WIB 

PEKANBARU (Pos Kota) – Tindakan keji yang dilakukan oleh 8 pria terdiri dari 1 sipil, 3 polisi dan 4 tentara terhadap Briptu Joko Bobianto, 28, tak beda dengan kekejaman geng mafia. Anggota Polresta Pekanbaru, Riau ini ditikam, disayat pisau, dilempar ke danau berlumpur lalu ditembaki. Tapi Tuhan masih menyelamatkan nyawanya.
Briptu Joko lolos dari maut dan ditemukan sekarat oleh penduduk setelah ia merangkak menuju mesjid di dekat kubangan air di Jl. Kubang Raya, Kab. Kampar, Riau, Selasa (13/11) pagi. Dengan tubuh penuh luka, Joko ditolong warga lalu dilarikan ke rumah sakit. Dia kini dirawat di RS Bhayangkara Riau dengan penjagaan ketat.
Polda Riau kini tengah mengusut motif penyiksaan yang dialami Joko. Diduga kuat, pelaku telah menyusun rencana untuk menghabisi nyawa polisi ini. Pelaku mengira korban telah tewas saat dilempar ke danau, padahal Briptu Joko meski tubuhnya penuh luka namun masih mampu berenang ke tepi.
Peristiwa sadis yang dialami, anggota Shabara Polresta Pekanbaru, Riau, berawal ketika ia ditelepon oleh seorang rekannya sesama polisi, Senin (12/11) sore. Keduanya berjanji ketemu di Jalan Kartama, Marpoyan Damai, Riau.
Sesampai di tempat itu, ternyata teman sejawatnya tak sendirian karena ada tujuh lelaki lainnya. Delapan pria yang menunggu Briptu Joko terdiri dari 3 polisi, 4 tentara dan satu warga sipil.
DITIKAM TOMBAK
Tanpa sempat berbincang apapun, Briptu Joko langsung disergap. Dada kiri Briptu Joko ditikam pakai tombak kecil, tubuhnya diikat dan dilemparkan ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan korban terus dianiaya, tubuhnya disayat-sayat pakai pisau cutter.
Selama 8 jam perjalanan, korban mengalami penyiksaan. Pelaku yang mengira Briptu Joko telah tewas, melempar tubuh korban ke danau kecil di tempat sepi. Bahkan pelaku juga menembaki korban, tapi peluru tak mengenai tubuhnya.
Tuhan berkata lain, Briptu Joko ternyata masih hidup bahkan ia mampu berenang ke tepi danau lalu merangkak menuju mesjid dekat danau. Penduduk sekitar gempar saat melihat seorang lelaki sekarat penuh luka. Sebagian menolong Joko, warga lainnya menghubungi polisi.
PELAKU DITANGKAP
Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar mengatakan, Briptu Joko sempat mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. “Ada empat orang yang sudah ditangkap. Seorang sipil dan 3 polisi. Sedangkan untuk 4 anggota TNI , kami akan koordinasi dengan Polisi Militer,” ungkap Adang.
Menurutnya, motif kasus ini belum terungkap karena korban belum bisa dimintai keterangan. “Kami masih mengorek keterangan dari 3 polisi dan satu warga sipil yang sudah ditangkap,” katanya.
Sedangkan Komandan Denpom 1/3 Pekanbaru, Mayor CPM Donald Siagian mengatakan akan bersikap tegas terhadap oknum TNI yang diduga terlibat. Ia juga sudah menjenguk Briptu Joko, namun korban belum bisa dimintai keterangan. (samosir)

http://www.poskotanews.com/2012/11/13/polisi-ditombak-disayat-sayat-lalu-ditembak/

Dianiaya 8 Orang & Ditembak, Joko Selamat karena Merayap ke Masjid


Ambulans yang membawa Joko ke RS Bhayangkara Polda Riau (chaidir at/detikcom)
Selasa, 13/11/2012 14:39 WIB

Pekanbaru
 - Nasib baik menghampiri Joko, anggota Polresta Pekanbaru. Dianiaya 8 orang, ia bertahan. Joko sempat ditembak, tapi untungnya tidak kena. 

Informasi yang dihimpun di kepolisian, tindak kriminal itu berawal saat Joko ditelepon rekan sesama anggota polisi, Senin (12/11/2012). Keduanya janjian bertemu di Jalan Kartama, Pekanbaru. Di lokasi, 8 orang, salah satunya rekan yang sebelumnya janjian, mengeroyok Joko.

Joko ditusuk di dada bagian kanan, kemudian dia diikat lalu dimasukkan ke mobil. Selama dalam perjalanan, kurang lebih pada jarak 8 km, Joko dianiaya. Di kawasan Kubang, perbatasan Pekanbaru-Kampar, warga Penayam Raya itu dilempar ke kubangan lumpur. Lalu terdengar tembakan.

Mengira Joko sudah mati, ke-8 orang yang terdiri dari 1 orang sipil, 3 anggota polisi, dan 4 anggota TNI itu meninggalkan Joko. Ternyata dugaan mereka keliru. Joko masih hidup. Di tengah guyuran hujan, Joko bangun dari kubangan lumpur dan merayap.

Tubuh Joko ditemukan di sebuah masjid terdekat. Warga langsung melaporkan ke polisi. Sementara Joko dilarikan ke rumah sakit.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar membenarkan kejadian tersebut. "Ada empat orang yang sudah ditangkap. Seorang sipil dan 3 polisi. Untuk empat anggota TNI, kami akan koordinasi dengan Polisi Militer," katanya saat dihubungi detikcom, Selasa (13/11/2012).

Polisi tidak mengizinkan wartawan dan pengunjung melihat kondisi Joko di UGD RS Bhayangkara Polda Riau. Informasi yang didapatkan di lapangan, Joko terluka tusuk di dada bagian kanan.

(try/nrl) 


http://news.detik.com/read/2012/11/13/143927/2090440/10/dianiaya-8-orang-ditembak-joko-selamat-karena-merayap-ke-masjid?9911012

Tuesday, 30 October 2012

Pentolan Geng Motor Pekanbaru Ditembak Polisi


Ketua geng motor yang menjadi pelaku pengrusakan dan tindak kekerasan berinisial BS alias Madam
Pekanbaru – Jajaran Sat Reskrim Polresta Pekanbaru menembak seorang tersangka ketua geng motor yang menjadi pelaku pengrusakan dan tindak kekerasan berinisial BS alias Madam.
“Dia mencoba melawan petugas sehingga terpaksa dilumpuhkan,” kata Kasat Reskrim, AKP Arif Fajar, kepada wartawan di Pekanbaru, Selasa.
Pelaku ditangkap di Perumahan Sidomulyo, Tampan pada Senin (29/10). Madam diketahui merupakan ketua dari geng motor RMS (Romusha), yang selama ini terus dicari polisi karena diduga menjadi pelaku pengrusakan dan pembakaran Mapolresta Pekanbaru dan pos polisi di simpang Jalan Sudirman-Tuanku Tambusai, Pekanbaru.
Menurut Arif Fajar, Madam melawan polisi saat ditangkap sehingga petugas terpaksa menembaknya di kaki kanannya. Dari hasil penyidikan diketahui bahwa, Madam sudah lama bergabung dengan geng motor, awalnya dari XTC pada 2011, dan kini berganti nama menjadi RMS.
Selama menjadi incaran polisi, Madam selalu berpindah tempat tinggal.
“Selain menjadi salah satu pelaku pengrusakan, tersangka juga menjadi provokator dan penggerak massa,” ujarnya.
Selain diduga terlibat penyerangan terhadap Mapolresta dan pembakaran pos polisi, Madam juga diduga terlibat aksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Ia diduga kerap beraksi di daerah Panam, Pekanbaru.
Sebelumnya, jajaran Polresta Pekanbaru juga telah melumpuhkan seorang ketua geng motor, yakni Wen. Wen juga ditembak saat ditangkap karena  melawan petugas menggunakan sebilah sangkur.
Polisi Pekanbaru menyatakan tidak akan memberi toleransi pada tindak kriminal yang dilakukan geng motor. Sebabnya, para pelaku yang kebanyakan pemuda dan pelajar telah meresahkan masyarakat dengan melakukan tindak penganiayaan dan pengrusakan.(ant)

http://www.riaulive.com/pentolan-geng-motor-pekanbaru-ditembak-polisi.php?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter