Tuesday, 23 April 2013
Tiga Perampok Ruko Ditembak Polisi
http://youtu.be/HjjlDYaWSBk
Labels:
April 2013,
DKI Jakarta,
pamulang,
perampok ruko,
serpong,
Tembak Kaki
Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi
http://youtu.be/P5TrfA9zErc
Labels:
cilandak,
ditembak mati,
DKI Jakarta,
DPO,
Indramayu,
Jabar,
maret 2013,
perampok
Pembobol ATM BRI Depok Ditembak Mati
Senin, 22 April 2013 14:40 wib
"Para tersangka membobol dengan mengangkat ATM lalu dimasukkan ke dalam mobil kemudian dibawa ke salah satu tempat untuk mengeluarkan uang sebesar Rp259 juta," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Toni Harmanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/4/2013).
Kata Toni, uang hasil kejahatan tersebut dibagikan kepada tersangka, masing-masing sebesar Rp26 juta. "Yopi, Dedi, Harun, Andi, Boyke, Buyung, masing-masing mendapatkan bagian sebesar Rp26 juta," ungkapnya.
Pada saat dilakukan penangkapan, sambung dia, petugas terpaksa memuntahkan timah panah panas kepada dua orang tersangka karena berusaha melarikan diri dan merebut senja api petugas.
"Dia (Harun dan Buyung) berusaha melarikan diri dan merebut senjata petugas, sehingga petugas menembak bagian punggung tembus dada kiri Harun dan Buyung mengenai kaki sebelah kanan, keduanya tewas ketika dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," ungkapnya.
Dari para tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti satu unit brankas ATM BRI, satu gunting besar, satu unit mobil, sebilah samurai dan satu plat nomor BE 2260 YM.
Para pelaku dikenakan Pasal 365 tentang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukuman 9 tahun penjara.
http://jakarta.okezone.com/read/2013/04/22/500/795544/pembobol-atm-bri-depok-ditembak-mati
Labels:
April 2013,
depok,
ditembak mati,
Jabar,
pembobol ATM,
polda metro jaya,
Tembak Kaki
Sempat Duel di Atap Rumah, Pedagang Daging Ditembak Polisi
Senin, 22/04/2013 15:18 WIB
Jakarta - Sepasang kaki Sugiman (35) terpaksa polisi tembak. Pedagang daging sapi di Cakung, Jakarta Timur, tersebut sebelumnya berduel melawan polisi yang mengejarnya di atap rumah.Bukan karena menjual daging oplosan, polisi menembak kaki Sugiman. Melainkan karena merampok uang hasil penjualan sapi senilai Rp 500 juta milik Nati Komaria di Pojok Salak, Cariu, Kabupaten Bogor, pada awal Maret lalu.
"Pelaku berusaha kabur melalui atap rumahnya. Saat akan ditangkap di atas, pelaku sempat berduel dengan petugas dan dengan segala pertimbangan, maka ditembak kakinya," kata Kapolres Bogor, AKBP Asep Safrudin, di kantornya, Senin (22/04/2013).
Selain Sugiman, polisi juga menangkap satu pelaku lainnya bernama Hosen (34) dalam operasi penyergapan Minggu petang lalu. Hosen juga terpaksa ditembak kakinya karena dianggap melawan petugas saat akan ditangkap.
Dari kedua pelaku, polisi mengamankan barangbukti sebuah golok dan handphone. Sementara empat pelaku lainnya, yakni MH (pemilik dua buah senpi), UM, EN, BS dan MA hingga kini masih menjadi buronan.
"Baru dua pelaku yang diamankan. Masih ada 5 pelaku lagi yang kita buru. Dari keterangan pelaku SG (Sugiman,red), dirinya mendapat bagian sebesar (Rp) 42 juta. Sementara HS (Hosen) mengaku mendapat bagian sebesar (Rp) 30 juta," terang Kapolres.
(lh/lh)
http://news.detik.com/read/2013/04/22/151853/2227106/10/sempat-duel-di-atap-rumah-pedagang-daging-ditembak-polisi
Labels:
April 2013,
cakung,
DKI Jakarta,
Jaktim,
perampok,
Tembak Kaki
2-dari-9-tersangka-curanmor-ditembak-polisi-resort-cilegon
http://www.beritacilegon.com/hukum-a-kriminal/2739-2-dari-9-tersangka-curanmor-ditembak-polisi-resort-cilegon,-ada-kelompok-anak-di-bawah-umur.html
Labels:
April 2013,
cilegon,
Curanmor,
DPO,
Jabar,
Tembak Kaki
Tiga Rampok di Tiga Lokasi Ditangkap
Selasa, 23 April 2013 12:41 WIB
SOREANG, TRIBUN - AK (29) dan AR (40), terpaksa ditembak di kakinya oleh polisi karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Bersama dengan IM (23), Polres Bandung berhasil membekuk pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di beberapa tempat di Kabupaten Bandung dan di luar kota.
Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin mengatakan, ketiga tersangka ini ditangkap pada 17 April. Para tersangka ditangkap dengan selisih waktu dua minggu. Selama dua bulan melakukan aksinya, para tersangka menggasak di tiga lokasi di Kabupaten Bandung. Di antaranya SMK Gunadarma Cicalengka, SPBU Rancamanyar Baleendah dan Kantor PDAM Soreang.
"Kita sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus curas ini. Alhamdulilah kita berhasil membekuk tiga pelaku dari jumlah tujuh orang pelaku. Untuk sisanya masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kemas di Mapolres Bandung, Selasa (23/4).
Selain tiga lokasi di Kabupaten Bandung, kata dia, sindikat pencurian ini juga beraksi di luar kota. Keempat DPO tersebut yaitu LB, AC, AS dan EL. Tersangka pernah melakukan aksi pencurian di tiga tempat di Sumedang dan satu lokasi di Subang. Dalam melakukan aksinya, tujuh orang pelaku menggunakan mobil jenis minibus. Kemudian mereka langsung masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menodong para korban menggunakan senjata tajam.
"Para tersangka ini melakukan aksinya dengan menggunakan kekerasan. Mereka menodongkan senjata tajam lalu mengikat dan menyekap korban. Setelah itu para pelaku mengambil barang-barang berharga di TKP," kata Kemas.
Tersangka dikenai pasal 365 KUHP, karena melakukan pencurian disertai dengan kekerasan. Ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun. (*)
Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin mengatakan, ketiga tersangka ini ditangkap pada 17 April. Para tersangka ditangkap dengan selisih waktu dua minggu. Selama dua bulan melakukan aksinya, para tersangka menggasak di tiga lokasi di Kabupaten Bandung. Di antaranya SMK Gunadarma Cicalengka, SPBU Rancamanyar Baleendah dan Kantor PDAM Soreang.
"Kita sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus curas ini. Alhamdulilah kita berhasil membekuk tiga pelaku dari jumlah tujuh orang pelaku. Untuk sisanya masih dalam pencarian dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," ujar Kemas di Mapolres Bandung, Selasa (23/4).
Selain tiga lokasi di Kabupaten Bandung, kata dia, sindikat pencurian ini juga beraksi di luar kota. Keempat DPO tersebut yaitu LB, AC, AS dan EL. Tersangka pernah melakukan aksi pencurian di tiga tempat di Sumedang dan satu lokasi di Subang. Dalam melakukan aksinya, tujuh orang pelaku menggunakan mobil jenis minibus. Kemudian mereka langsung masuk ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menodong para korban menggunakan senjata tajam.
"Para tersangka ini melakukan aksinya dengan menggunakan kekerasan. Mereka menodongkan senjata tajam lalu mengikat dan menyekap korban. Setelah itu para pelaku mengambil barang-barang berharga di TKP," kata Kemas.
Tersangka dikenai pasal 365 KUHP, karena melakukan pencurian disertai dengan kekerasan. Ancaman hukuman penjara maksimal sembilan tahun. (*)
Penulis : aa
Editor : dar
http://jabar.tribunnews.com/2013/04/23/tiga-rampok-di-tiga-lokasi-ditangkap?utm_source=bandung&utm_medium=twitter
Labels:
April 2013,
Bandung,
curas,
DPO,
Jabar,
perampok,
soreang,
Tembak Kaki
Melawan Saat Ditangkap, Koplotan Perampok Ditembak Polisi
Mojokerto, TV9 Surabaya
Tiga komplotan perampok nasabah bank diringkus Satuan Resmo Polresta Mojokerto kota. Ketiganya adalah Achmad Yunus, 22 tahun, warga Tembok, Surabaya, Muhammad Muchlis, 37 tahun, asal Sidotopo Sekolahan, Surabaya dan Zain, 33 tahun kecamatan Geger kabupaten Bangkalan.
Komplotan perampok spesialis nasabah bank ini sadis dalam menjalankan aksinya, ketiganya tidak segan membacok korbannya dengan parang. Bahkan pelaku mengancam akan membunuh korban jika melawan dan menodong dengan senjata api.
Dalam menjalankan aksinya seorang pelaku bernama Yunus mengincar korban dengan berpura-pura menjadi nasabah bank. Jika ada nasabah yang mengambil uang lebih dari seratus juta, Yunus segera mengontak temanya yang menunggu di luar bank untuk menjalankan aksinya.
Dua dari tiga pelaku terpaksa ditembak kakinya karena hendak melawan petugas saat ditangkap. Ketiganya ditangkap saat beraksi di BCA jalan Cokroaminoto kota Mojokerto. Saat itu pelaku menunggu korbannya, saat hendak melakukan aksi petugas yang sudah mengintai pelaku langsung meringkusnya.
Dari tangan pelaku polisi mendapatkan dua sepeda motor, senpi, golok dan beberapa ATM dengan nama korbanya. Ketiga pelaku ini sudah berkali-kali melakukan aksi, jika ditotal pelaku sudah mendapatkan uang hasil kejahatannya sebesar 800 juta rupiah.
Muhamad Mufid
http://tv9.co.id/v1/?p=1377
Labels:
April 2013,
bangkalan,
geger,
Jatim,
perampok bank,
Tembak Kaki
Subscribe to:
Posts (Atom)
