Monday, 8 October 2012

Lagi Beraksi, Komplotan Berkapak Tewas Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Senin, 1 Oktober 2012 21:32 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polsek Tanjung Duren menembak seorang anggota komplotan penodong yang menggunakan kapak ketika mengancam korbannya, Senin (1/10/2012) di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat.
Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Polisi Dwi Indra Lesmana, mengatakan, sampai saat ini polisi masih belum mengetahui identitas pelaku tersebut.
"Kejadiannya itu sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, ada enam pelaku yang melakukan aksi penodongan di TKP," ucap Indra saat dihubungi wartawan.
Kejadian bermula saat enam pelaku mendekati sebuah mobil Avanza bernopol B 8542 AJ milik korban. Lalu para pelaku menodongkan sebilah kapak ke kaca mobil yang ditumpangi korban bernama Mansyur Naibaho.
Lantaran takut dengan ancaman kapak, korban langsung menyerahkan dua unit handphone miliknya. Beruntung saat itu, ada seorang anggota Polsek Tanjung Duren yang tengah berjaga di lokasi.
Mengetahui peristiwa itu, anggota dengan sigap mengejar pelaku sambil memberikan tembakan peringatan dan pelaku lari kocar kacir melarikan diri.
"Tembakan peringatan tidak diindahkan, jadi petugas mengarahkan tembakan ke para pelaku.  Satu di antara mereka tersungkur setelah tembakan petugas bersarang di dada pelaku. Pelaku pun akhirnya tewas saat dilarikan ke rumah sakit," ungkap Indra.
Indra menambahkan, di lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sebuah kapak yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Dan polisi di lapangan masih mengejar lima pelaku lainnya.
http://jakarta.tribunnews.com/2012/10/01/tengah-beraksi-komplotan-berkapak-tewas-ditembak-polisi

Tuesday, 2 October 2012

Pelaku Curanmor Ditembak

Senin, 01 Oktober 2012 | 19:40:07 WITA | 86 HITS
SENGKANG, FAJAR -- Salah seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Mulyadi bin Muh Nasir, 39 tahun, terpaksa dilumpuhkan dengan “dihadiahi” sebutir timah panas.

Saat itu, Sabtu 29 September petang, aparat Polres Wajo yang melakukan pengembangan, membawa Mulyadi untuk menujukkan siapa-siapa jaringannya, termasuk tempat menyembunyikan di mana barang bukti (BB) curian disembunyikan.

“Hanya saja, dalam perjalanan menunjukkan tempat menyembunyikan BB tersebut, tersangka pelaku curanmor tersebut, berusaha kabur. Polisi pun tidak mau mengambil risiko, setelah member tembakan peringatan dan diindahkan, terpaksa dilumpuhkan dengang menembak betisnya,” jelas Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Aska Mappe, yang dikonfirmasi, Minggu 30 September kemarin.

Atas luka tembak di betis kanan Mulyadi tersebut, terpaksa dilarikan ke RSUD Lamaddukkelleng, untuk mendapatkan perawatan intensif, akibat perbuatannya sendiri.

Menurut Kasat Reskrim, Aska Mappe, tersangka Mulyadi, sudah tergolong residivis dalam kasus curanmor. “Sebelum dibekuk, dia mencuri satu unit motor Vega R di Kabupaten Bone, kemudian membawanya ke Sengkang. Namun, warga Lanca Baru Bone ini, sebelumnya sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian di Wajo,” jelasnya.

Dikatakan Aska Mappe, atas informasi masyarakat, Mulyadi dapat dibekuk pihaknya, di jalur dua Sempangnge setelah sempat baku kejar dengan aparat, bersama BB 1 unit motor yang dicuri di Bone.


http://www.fajar.co.id/read-20120930194007-pelaku-curanmor-ditembak
Menurut Aska Mappe, dari pengakuan tersangka saat introgasi, sudah melakukan aksi pencurian motor sebanyak lima kali di tempat yang berbeda di Kabupaten Wajo sejak tahun 2010. Namun, sebelum menjadi pelaku curanmor, pelaku sudah beberapa kali mendekam di tahanan Polres Bone karena aksi pencurian barang-barang elektronik.

Saat ini, tersangka sudah diamankan di Polsek Tempe untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Kita masih kembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan, tersangka punya jaringan," pungkasnya (lin/lis)


http://www.fajar.co.id/read-20120930194007-pelaku-curanmor-ditembak

Residivis Ditembak



SYAMSUL ARIFIN
Supiandi di RS Bhayangkara Polda Kalbar
Supiandi di RS Bhayangkara Polda Kalbar
PONTIANAK – Berupaya kabur dan melawan polisi, Supiandi, 22, pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) terkapar ditembus timah panas di Gang Rambutan, Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat, Sabtu (29/9) malam.
Supiandi merupakan buronan polisi yang kabur dari Polsekta Pontianak Barat beberapa waktu lalu. Dua bulan sudah polisi mencarinya, hingga akhirnya berhasil dibekuk kembali.
“Saat dilakukan penangkapan, Supiandi sempat melakukan perlawanan dan berusaha lari dari kejaran petugas. Karena tidak mengindahkan peringatan, terpaksa petugas gabungan Reskrim Polresta Pontianak dan Polsek Barat melepaskan tembakan ke arah kakinya,” kata Kompol Puji Prayetno, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, kemarin.
Peluru polisi mengenai kaki kanan Supiandi. Pemuda itu terjatuh karena tidak mampu mengontrol keseimbangan tubuhnya. Polisi langsung mengejar dan memborgolnya. Supiandi langsung digelandang ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar.
“Pelaku ini telah lama melakukan tindak pidana curanmor. Jika beraksi dia tidak sendiri. Bersama kedua rekannya, mereka dengan cepat melarikan sepeda motor korbannya,” ungkap Puji.
Berbekal kunci ganda, sepeda motor yang menjadi target mereka langsung dibawa kabur. “Jika motor tersebut dalam keadaan terkunci setang, kami patahkan setangnya,” jelas Supiandi kepada wartawan.
Supiandi tidak mau membeberkan komplotannya. Dia bungkam dan menatap wartawan serta petugas dengan wajah geram serta penuh marah. “Saya hanya melakukannya sendiri. Saya tidak membawa teman kalau mencuri,” kilahnya.
Kembali dikatakan Puji, pelaku ditangkap berdasarkan laporan tindak pidana curanmor di Mapolsekta Pontianak Barat beberapa waktu lalu. Ia bersama beberapa rekannya mencuri Yamaha V-ixion dengan modus menduplikatkan kunci kontak motor korbannya. “Pelaku juga merupakan buronan. Ia sempat kabur setelah diperiksa penyidik Polsek Barat dua bulan lalu,” papar Puji.
Warga Jungkat Kabupaten Pontianak itu dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. (sul)

http://www.equator-news.com/patroli/20121001/residivis-ditembak


Perampok Yang Ditembak Intel Kolinlamil Akhirnya Tewas

kolin110

Senin, 1 Oktober 2012 22:22:15 WIB 
BEKASI (Pos Kota) – Perampok yang beraksi di rumah Intel Kolinlmil akhirnya tewas setelah dirawat beberapa jam di RS Polri Kramat Jati.
Diberitakan sebelumnya tujuh perampok beraksi di rumah Intelijen Angkatan Laut (AL) di Perumahan Pantai Makmur, Taruma Jaya, kabupetan Beksi. Seorang dari pelaku ditembak di lehernya Senin (1/10) dinihari.
Serka Lis Mujiono, petugas Intelijen Kolinlamil, terpaksa menembak perampok bernisial MPS, 21, Pasalnya, pelaku yang beraksi bersama enam temannya, menyerang Lis Mujiono pakai clurit.
“Serka Lis Mujiono baru pulang dari bepergian dengan istrinya,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Kolinlamil Letkol Laut Khusus Maman Sulaeman.
Melihat ada tamu dikenal di depan rumah, pasangan itu memutuskan masuk rumah melalui pintu belakang. Mujiono kaget, karena pintu belakang sudah dirusak. Tak buang waktu, petugas intel ini naik ke lantai dua rumah. Di sana, ia menemukan banyak jejak bekas sepatu. Selain itu, terdengar pula suara gaduh.
Tak lama, dua pria tak dikenal dipergoki dalam rumah. Ketika ditanyai, kedua tamu tak diundang itu malah mengeluarkan clurit dan golok sambil berteriak mengancam hingga lima pria yang ada di depan rumah merangsek masuk.
Upaya melindungi diri dan keluarga, Serka Mujiono melepaskan tembakan peringatan. Namun, tindakan itu tidak digubris. Sebaliknya, pelaku malah menyerang dengan senjata tajam. “Serka Mujiono terpaksa menembak pelaku dan mengenai salah satunya. Enam pelaku lainnya kabur,” ungkap Letkol Maman.
Ketika suasana sudah terkendali, Siti Sundari istri Mujiono menghubungi polisi dan kantor suaminya, Kolinlamil. Tak lama, polisi datang bersama dengan petugas Kolinlamil.
Pelaku yang terkapar dengan darah mengalir dari leher diperiksa. Dari identitasnya, pria itu diketahui berinsial MPS, 21, yang tinggal di Kali Abang Nangka, Bekasi Utara. Polisi membawa MPS ke RS Polri Kramatjati. Setelah mendapat pertolongan, ia tewas sekitar Pk. 15:00. “Kasus ini ditangani polisi. Kami hanya membantu,” ujar Letkol Maman. Serka Mujiono dan istrinya dimintai keterangan di Polsek Taruma Jaya.(saban)
Teks : Tersangka perampok ditembak

http://www.poskotanews.com/2012/10/01/perampok-yang-ditembak-intel-kolinlamil-akhirnya-tewas/

Bandar Narkoba Layak Ditembak Mati


Bandar Narkoba Layak Ditembak Mati
Selasa, 11 September 2012 15:00 WIB
WartaNews-Jakarta - Personil Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul mengatakan Bandar Narkoba harusnya dihukum mati dengan cara ditembak mati. Sebab, kata Ruhut, Badan Narkotik Nasional (BNN) telah memusnahkan barang bukti hingga awal September ini sebanyak sabu 47202,71 gram dan ganja 4319,95 gram.

"Aku dari dulu minta yang namanya bandar besar, hukumannya harus berat. Tapi kita terbelenggu HAM," ujar Ruhut di Gedung DPR, Selasa (11/9).

Ketua DPP Partai Demokrat itu mengatakan jika Narkoba termasuk persoalan yang mengganggu ketertiban umum, dan merusak generasi bangsa, sehingga layak mendapatkan hukuman mati.

"Patut hukumanya hukuman mati, tinggal lembaga HAM sadar atau tidak dengan koruptor dan narkoba itu memiskinkan, jadi hukuman seberat-beratnya itu harus ada," tukasnya.

Seperti diketahui, BNN dalam menumpas sindikat jaringan narkoba telah merubah strategi dari sebelumnya melalui bandara-bandara internasional besar, seperti Soekarno-Hatta, Juanda Surabaya, dan Polonia medan. Kali ini BNN bekerja sama dengan polisi malaysia, dan Timor Leste untuk mengungkap 1 sindikat yang mengirim kurir indonesia ke India.

Dari hasil penangkapan tersebut, berhasil mengamankan 2 koper sabu di Timor Leste, namun kasus ini masih dalam pengembangan.

Kemudian berhasil mengamankan sabu sebanyak 8,689,2 gram di Medan. Lantas pengembangan pada 1 Februari 2012, tertangkap 1 jaringan 12 kg sabu. (ipk)
http://www.wartanews.com/nasional/fdb5cd23-09bc-589a-5c05-83ae2723ea4c/bandar-narkoba-layak-ditembak-mati

Melawan, Pentolan Geng Motor Ditembak Polisi

Selasa, 2 Oktober 2012 16:23

Wen, pentolan geng motor tak sekedar ditangkap, tetapi juga ditembak lututnya. Aparat melumpuhkannya karena melawan saat ditangkap.

Riauterkini-PEKANBARU-Penangkapan terhadap Wen, ketua geng motor yang menjadi tersangka pembacokan terhadap Febriandi (20) ternyata tak berlasngsung mudah. Pria yang dalam daftar polisi sering melakukan tindak kriminal tersebut tak terima ditangkap. Ia melawan aparat.

Tidak ingin buruannya lepas dan mencelakakan petugas, akhirnya diputuskan melumpuhkan pentolan geng motor. Dor! satu timah panas menembus tempurung lutut kanannya.

"Saat ditangkap tim kita, tersangka melakukan perlawanan dengan mengeluarkan pisau komando. Langsung kita lumpuhkan dengan timah panas di kakinya," papar Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar kepada wartawan di kantornya, Selasa (2/10/12).

Tindakkan tegas terhadap Wen, lanjut Adang juga karena selama ini tersangka dikenal sangat brutal dan sudah sangat sering melakukan tindak penganiayaan. "Ketua geng motor ini sangat brutal dan sudah meresahkan masyarakat. Korban lainnya juga masih ada seperti dianiaya dan dijambret HP dan dompetnya," kata Adang.
Dijelaskan Adang, Wen selama ini juga terlihat kasus jambret. Dan baru hitungan beberapa bulan ini, tersangka baru keluar dari penjara. Tak cuma itu saja, ketau geng motor ini juga masuk dalam sindikat curanmor di Pekanbaru.

Ditambahkan Adang, pihak kepolisian masih mendalami kasus pengeroyokan yang dilakukan geng motor tersebut. "Tim masih mendalami kasus ini untuk mengungkap siapa saja anggota geng motor yang terlibat pengeroyoka tersebut," demikian penjelasan Kapolresta Pekanbaru.***(mad)http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=51532

Perampok Berkapak Merah Tewas Ditembak Polisi



ilustrasi
Anggota kepolisian berhasil menembak mati seorang anggota komplotan "Kapak Merah" yang sedang beraksi di Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (1/10/2012) malam.

Akhirnya seorang anggota komplotan Kapak Merah yang belum diketahui identitasnya tersebut menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan ke RS Sumber Waras setelah tertembak di bagian leher. Kini jenazah anggota Kapak Merah tersebut dikirim ke RSCM untuk diotopsi oleh pihak kepolisian.

Menurut Kepala Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kompol Dwi Indra Lesmana, Kelompok tersebut berusaha melancarkan aksinya dengan menodong korban yang mengendarai Toyota Avanza bernopol B 7542 AJ pada saat lampu merah. "Satu orang terpaksa kita lakukan tindakan tegas," lanjutnya.

Selain itu, kata Indra, polisi berhasil menyita satu buah kapak merah yang didapat dari tangan pelaku. Petugas kepolisian juga masih terus mencari kelima tersangka yang berhasil meloloskan diri. (aks) 

Dibaca 589 X 


http://www.berita8.com/read/2012/10/02/27/57655/Perampok-Berkapak-Merah-Tewas-Ditembak-Polisi