Wednesday, 1 May 2013

Perampok Juragan Sapi di Jonggol Ditembak Polisi


TEMPO.CO, Bogor - Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor membekuk dua dari enam perampok yang beraksi di Pasar Hewan Tradisional, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin, 22 April 2013. Kedua perampok itu adalah Sagiman, 35 tahun, warga Cakung, Jakarta Timur, dan Hosen, 30 tahun, warga Dusun Trebung, Kabupaten Sampang.

Keduanya ditembak karena melawan saat disergap polisi di Cakung. 
"Empat pelaku lagi masih dikejar," kata Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Asep Safrudin.
Asep mengatakan, penangkapan ini didasarkan pada hasil penyelidikan dan laporan Nati Komari, 45 tahun, penjual sapi asal Jonggol yang menjadi korban. Dia mengaku dibegal setelah menjual sapinya di Pasar Hewan Tradisional Jonggol, 7 Maret 2013 lalu. "Perampok menggasak uang Rp 500 juta," kata dia.

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. "Dari tangan tersangka, kami menyita sebilah mandau, uang tunai Rp 900 ribu, tiga unit telepon genggam, dan sejumlah kartu ATM," kata Asep.

Saat diperiksa polisi, Sugiman mengaku dirinya memang menodongkan senjata ke arah korban. Dari hasil perampokan, dia mendapat bagian sebesar RP 42 juta. Sedangkan Hosen mendapat bagian Rp 30 juta.  

M. SIDIK PERMANA


http://www.tempo.co/read/news/2013/04/22/064474979/Perampok-Juragan-Sapi-di-Jonggol-Ditembak-Polisi

Polisi Klaim Penembakan Sesuai SOP di Musi Rawas


Penulis : Irene Sarwindaningrum | Selasa, 30 April 2013 | 09:04 WIB
PALEMBANG, KOMPAS.com — Penembakan di Musi Rawas yang mengakibatkan empat orang tewas diklaim polisi telah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Semua sudah sesuai tahapan pembubaran massa, mulai mengimbau hingga memberi tembakan peringatan.
-- Djarod Padakova

"Semua sudah sesuai tahapan pembubaran massa, mulai mengimbau hingga memberi tembakan peringatan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Ajun Komisaris Besar Djarod Padakova di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).
Menurut Djarod, pelepasan tembakan mendatar merupakan langkah terakhir karena tahapan sebelumnya gagal. Saat ketegangan kepolisian dan massa meningkat, juga terdengar suara letusan yang diduga merupakan suara tembakan rakitan (kecepek).
Dalam bentrokan itu, belasan anggota polisi terluka. Sebanyak empat luka parah dan 10 lainnya luka ringan.
Polisi mengerahkan Brimob untuk mengatasi kondisi di Musi Rawas. Pasukan TNI juga dikirim untuk mendukung pengamanan.

Editor :

Robert Adhi Ksp


http://regional.kompas.com/read/2013/04/30/09042843/Polisi.Klaim.Penembakan.Sesuai.SOP.di.Musi.Rawas

Bentrok Musi Rawas: Polisi Tembak Lebih Dulu?


Bentrok Musi Rawas: Polisi Tembak Lebih Dulu?Googlemaps/KSPLokasi Musi Rawas, Sumatera Selatan
Penulis : Irene Sarwindaningrum | Selasa, 30 April 2013 | 10:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Presidium Pemekaran Muratara tengah mencari tahu apakah kepolisian telah bertindak sesuai prosedur dalam bentrok di Musi Rawas Senin tengah malam. Hal ini guna menilai ada tidaknya faktor kekerasan polisi dalam peristiwa yang menewaskan empat warga itu.
Seluruh korban tewas karena tembakan peluru tajam di bagian kepala dan kaki. Proyektil terlihat dalam visum yang dilakukan di RS Sobirin.
Ketua Presidium Muratara, Ibrahim, mengatakan, laporan dari warga sekitar bentrok menyebutkan pihak kepolisian menembak lebih dulu. "Masyarakat tak ada yang bersenjata saat unjuk rasa," katanya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).
Selain itu, tak menutup kemungkinan adanya tokoh penggerak massa dalam unjuk rasa yang berakhir dengan bentrok dan pembakaran markas Polsek Muara Rukit itu.
Sejauh ini, 4 korban tewas tertembak, 1 dalam kondisi kritis, dan 9 warga lain terluka. Di pihak polisi, belasan anggota polisi terluka.
Ibrahim memastikan seluruh korban tewas karena tembakan peluru tajam di bagian kepala dan kaki. Proyektil terlihat dalam visum yang dilakukan di RS Sobirin.
Menurut Ibrahim, unjuk rasa tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Presidium Muratara. Aksi tersebut merupakan kekecewaan warga karena pelepasan Muratara dari Kabupaten Musi Rawas tak disetujui. Diduga aksi menjadi tak terkendali. 

http://regional.kompas.com/read/2013/04/30/10590542/Bentrok.Musi.Rawas.Polisi.Tembak.Lebih.Dulu
Editor :
Robert Adhi Ksp

Polisi Bekuk 4 Penjambret, Otak Pelaku Ditembak


Senin, 29 April 2013 21:30 Mumuh Muhyiddin Kunjungan

Para pelaku pemjambretan saat digiring petugas Polres Kuningan

Kuningan News - Petugas Satuan Reskrim Polres Kuningan berhasil membekuk 4 kawanan penjambret yang selama ini meresahkan warga kuningan timur. Polisi terpaksa menembak kaki salah satu tersangka yang diketahui sebagai otak kejahatan karena berusaha kabur saat dilakukan penangkapan, Senin (29/4/2013). Keempat pelaku jambret tersebut yaitu Koko Alpian (22), Wiwik Setiawan (23) Deris Volever (17) dan Ridwan alias Wawan (17), semuanya merupakan warga Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi.

Dua tersangka yakni Koko dan Wiwik ditangkap saat melakukan aksinya di wilayah Maleber, bahkan salah satunya berhasil dilumpuhkan oleh petugas sedangkan Deris dan Ridwan dibekuk di rumahnya masing-masing. Keempat orang tersangka itu adalah kawanan jambret yang kerap melakukan aksi kriminal di wilayah Kuningan bagian timur dengan sasaran korbannya adalah para wanita.

Kapolres Kuningan AKBP Wahyu Bintono HB SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP H Sobirin mengatakan, dalam aksinya, para tersangka tidak segan-segan menodongkan senjata tajam hingga melukai korbannya bila melakukan perlawanan. Dengan berboncengan menggunakan sepeda motor, tersangka melakukan aksinya di jalanan sepi dengan terlebih dulu memepet korbannya dan langsung merampas tas maupun barang berharga milik korban.
“Perbuatan mereka sangat meresahkan. Bahkan akibat perbuatan tersangka, ada salah satu korban yang harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena terjatuh dari kendaraannya,” kata Sobirin.
Dijelaskan Sobirin, dari keeempat tersangka, petugas berhasil mengamankan uang tunai ratusan ribu rupiah, sebuah nootbook, dua unit handphone dan satu camera poket sebagai barang bukti hasil kejahatan. Pihaknya saat ini sedang melakukan pengembangan karena diduga masih ada pelaku lain yang belum ditangkap.
“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini ditahan di sel tahanan Mapolres Kuningan. Sedangkan satu tersangka lainnya yakni Wiwik ditahan di Mapolsek Lebakwangi guna melakukan pengembangan. Para tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” jelasnya
Sementara itu, otak pelaku penjambretan, Koko Alpian, kepada petugas mengaku selama sebulan ia bersama komplotannya telah melakukan aksinya sebanyak tujuh kali. Korban yang mereka incar rata-rata perempuan yang mengendarai sepeda motor sendirian.
“Kami melakukan aksinya sekitar pukul 4 sampai 6 sore. Saat incaran kami berada dijalan sepi, baru kami beraksi. Uang hasil dari kejahatan kami pakai untuk bersenang-senang,” aku Koko yang masih menahan sakit akibat luka tembak dikakinya. (muh)

http://www.kuningannews.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13387:polisi-bekuk-4-penjambret-otak-pelaku-ditembak&catid=324:hukum-dan-kriminal&Itemid=616

Komplotan Perampok Tepergok Polisi Saat Beraksi di Garut, 1 Ditembak



Selasa, 30/04/2013 13:41 WIB

Garut - Komplotan perampok tepergok polisi yang berpatroli saat beraksi di Garut. Semua dibekuk tanpa perlawanan, satu ditembak.

Pelaku kriminal ini sudah membobol kunci rumah calon korbannya di Kampung Salagedang, Desa Cibatu, Kecamatan Cibatu, Garut, Selasa (30/4/2013). Tak dinyana, rombongan polisi yang berpatroli lewat. Para perampok tak berkutik.

"Seorang dilumpuhkan saat hendak kabur," kata Kapolsek Cibatu Kompol Agus Ahmad Wahyu kepada wartawan di Mapolsek Cibatu.

Ke-6 perampok masing-masing berinisial Ja (50), Rn (33), Mw (25), Us (27), Fs (26) dan Dd (33). Mereka beralamat di Perum Cikawao Blok F, Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sebuah mobil, gunting pemotong baja, senjata api mainan, gulungan golong tali, lakban untuk membekap korban, dan 3 golok serta alat-alat kejahatan lainnya.

"Jika melihat dari alat-alatnya, mereka tergolong profesional," duga Agus.

Hingga kini, para pelaku masih diperiksa di Mapolsek Cibatu. Diperkirakan, selain di Cibatu, mereka juga beraksi di tempat lain.

"Pengakuan sementara, pelaku beraski di beberapa TKP (tempat kejadian perkara)," tutup Agus.

(try/try)

http://news.detik.com/read/2013/04/30/134110/2234042/10/komplotan-perampok-tepergok-polisi-saat-beraksi-di-garut-1-ditembak

Pelaku Penikaman Ditembak Polisi


Pekanbaru, (Analisa). Pelaku penikaman pengusaha otomotif Pekanbaru, Hermizar (45) terpaksa ditembak tim gabungan Polsek Tampan dan Polsek Payung Sekaki karena saat dibekuk berusaha melawan polisi.
Dari pantauan Analisa di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau, Selasa sore (30/4), tersangka yang merupakan warga Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan ditembak di bagian kaki sebelah kanan. Ia terlihat tertatih-tatih usai menjalani operasi.
Kapolsek Tampan Kompol Suparman SIK kepada wartawan menyebutkan, tersangka ditangkap saat melintas Jalan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki mengendarai mobil bersama temannya. Saat penyergapan dan penangkapan, Hermizar mencoba melawan dan melarikan diri.
“Aparat kita sudah melepaskan tembakan peringatan, tetapi tersangka tetap melawan. Sehingga anggota kita terpaksa menembak kaki kanannya,” kata Kapolsek yang mengaku telah memburu pelaku sejak seminggu lalu.
 Sebelumnya, tersangka melakukan penikaman terhadap pengusaha otomotif, Nasrun (52), warga Jalan Cipta Karya, Gang Kuindra Ujung Nomor 4, Tampan, Selasa (30/4) petang, sekira pukul 15.00 WIB. Nasrum mengalami luka tusukan pisau di dada, perut dengan ususnya terburai keluar, dan luka bacokan di kepala. Korban langsung diselamatkan para tetangga ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru.
Menurut istri korban, Lia Angelina (21) antara suaminya dengan pelaku memiliki hubungan bisnis jual beli mobil. Korban bercerita uang hasil jual beli masih ada di tangan tersangka sekira Rp400 juta. Tetapi ketika ditagih, tersangka menjadi marah dan menikam suaminya itu. (dw)

http://www.analisadaily.com/news/2013/13366/pelaku-penikaman-ditembak-polisi/

Warga Tewas Ditembak Polisi


indosiar.com, Sumatera Selatan - (Rabu, 01/05/2013) Bentrokan memanas antara polisi dan warga di Sumatera Selatan Selasa kemarin. Ratusan warga Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas yang menuntut pemekaran wilayah berujung terlibat bentrok dengan pihak kepolisian. Polisi yang meminta masa untuk membuka jalan dan membubarkan diri dibalas dengan lemparan batu oleh warga. 4 orang warga tewas dan belasan orang termasuk polisi mengalami luka-luka.

18 warga yang mengalami luka tembak Selasa dini hari dilarikan ke RSUD Dokter Sobirin Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Namun sayang, 4 warga yang kritis tidak dapat diselamatkan. Ke empatnya adalah Fadilah (40), Suharto (18), Nisar (21) dan Indra (15) yang mengalami luka tembak pada bagian kepala, dada dan punggungnya.

Bentrok warga dengan aparat keamanan ini terjadi saat ratusan warga melakukan aksi unjukrasa di jalan lintas Sumatera, terkait tuntutan pemekaran wilayah Musi Rawas Utara atau Muratara. Namun, karena dilakukan pada malam hari dan menganggu arus lalu lintas, massa diminta membubarkan diri oleh aparat kepolisian.

Akibatnya, massa emosi dan melempari polisi dengan batu hingga terjadi aksi penembakan. Atas kasus kekerasan ini, warga menuntut pihak kepolisian untuk bertanggungjawab. (Dedi Irwansyah/Sup)

http://www.indosiar.com/fokus/warga-tewas-ditembak-polisi_105864.html