Tuesday, 21 September 2010
Iwan Dikabarkan Ditembak di Depan Anaknya
Sunday, 19 September 2010
3 Perampok Bank Niaga Ditembak Mati
| Sunday, 19 September 2010 | |
| MEDAN(SINDO) – Lima dari 16 diduga tersangka pelaku perampokan Bank CIMB Niaga ditangkap tadi malam. Dari kelima yang diamankan tersebut tiga di antaranya tewas dan dua tertembak dari dua lokasi berbeda yakni di Tanjung Balai dan Belawan. Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno menjelaskan ada dua pelaku yang diamankan di Tanjung Balai.Keduanya tewas ditembak karena melakukan perlawanan. Dari kedua pelaku ini,polisi penyita senjata 1 AK-47 dan dua 2 senjata FN serta beberapa sangkur. Sedangkan tiga pelaku yang diamankan dari Belawan di di Jalan Bulu Cina Dusun I Harang Galoh, Desa Kota Rantang,Kecamatan Hamparan Perak.Kejadian ini berlangsung bersamaan sekitar pukul 19.30 WIB. “Yang di Belawan satu tewas dan sudah di RS Brimob sedangkan dua di antaranya ditembak dan saat ini berada di Rumah Sakit Deli,” ujarnya, usai mengunjungi RS Brimob sekitar pukul 22.30 WIB. Kapolda menjelaskan penangkapan ini kemungkinan berkaitan dengan perampokan Bank CIMB Niaga yang terjadi 18 Agustus 2010 lalu.“Jadi ada kemungkinan kaitannya dengan perampokan Bank Niaga. Aksi penangkapan ini juga dilakukan karena data-data perampokan yang kami berikan kepada Densus dan hasilnya temuan di Tanjung Balai dan Belawan ini,” jelasnya. (haris dasril/ sucipto) http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/351606/ |
Saturday, 18 September 2010
Jambret Ditembak Polisi
18 September 2010
SURABAYA(Pos Kota)-Polsek Kenjeran Surabaya menembak dtersangka penjambretan. Junaedi Abdullah,19 dan Wahyudi,19 didor karena menjambret kalung milik Jumini,56 warga Kapas Madya Barat IX-A, Surabaya.
Kapolsek Kenjeran AKP , Sayen Victor Taregan mengatakan, penjambretan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Pogot depan gang IX-B Surabaya.“Waktu itu korban baru saja pulang dari pasar dan hendak pulang ke rumahnya. Sementara kedua pelaku sedang mencari sasaran dengan mengendarai motor Yamaha Vega R nopol 5852 DW,” ujar Sayen.
Saat beraksi, Junaedi yang mengendarai motor, sedangkan Wahyudi berada di belakang. Meski mengendarai motor, tapi Junaedi-lah yang merampas kalung korban. Namun aksi kedua pelaku ini berhasil digagalkan warga.
“Jadi begitu kalung miliknya dirampas, korban berteriak yang didengar warga dan langsung menghadang motor pelaku,” kata Sayen.
Warga yang kesal langsung menghajar kedua pelaku. Beruntung tak lama, anggota reskrim Polsek Kenjeran mengamankan kedua pelaku dengan membawa ke Polsek. Petugas pun langsung membawa Junaedi untuk menunjukkan TKP.
“Namun saat itu Junaedi melarikan diri, terpaksa kita tembak. Untuk sementara dia mengaku baru beraksi di Pantai Ria Kenjeran dan di Sidoarjo sebanyak dua kali,” papar Sayen.(nurqomar/B)
Polri: Brimob Tak Akan Ditarik dari Manokwari
"Brimob kan polisi juga, masa masyarakat tidak butuh penegak hukum?" kata Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Mabes Polri, Kombes Marwoto Soeto di Jakarta, Sabtu 18 September 2010.
Marwoto menerangkan dalam kejadian bentrok di Manokwari, posisi anggota Brimob yang melepaskan tembakan peringatan saat itu sangat beralasan. Biar bagaimana pun, masyarakat Manokwari masih membutuhkan Brimob.
"Waktu itu kan tujuannya ingin membubarkan masyarakat. Brimob masih dibutuhkan, masyarakat kan tidak mungkin bisa menyelesaikan masalah seperti ini tanpa penegak hukum," tegasnya.
Bentrok Brimob-warga terjadi Rabu malam sekitar pukul 19.30 WIT. Saat itu terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Esau Sesa, Manokwari Selatan.
Seorang pejalan kaki ditabrak motor. Lalu warga yang berada di lokasi melihat pengendara motor kabur ke arah markas Brimob yang tidak jauh dari tempat terjadinya kecelakaan. Puluhan warga kemudian menuju markas Brimob, di sana terjadi percekcokan.
Warga lantas memanah dua anggota Brimob masing-masing Brigadir Amri dan Ismail. Akibatnya, oknum anggota Brimob mengamuk dan menyisir warga ke perkampungan di sekitar lokasi kecelakaan.
Oknum Brimob kemudian menembaki warga di sekitar secara membabi buta. Dua warga, Naftali Kuan dan Septianus Kuan tewas. Sementara warga bernama Antipeniman kritis.
Massa yang tak terima kemarin mengamuk dan memblokir jalan menuju Bandara Rendani Manokwari. Massa juga sempat mengarak jenazah Septinuas Kuan ke kantor DPRD Manokwari.
Di kantor Bupati Manokwari, massa menuntut ganti rugi Rp30 milliar, seluruh biaya pemakaman korban ditanggung Kapolres.
Mereka juga menuntut Brimob angkat kaki dari Manokwari, tanah Markas Brimob harus ditarik dan jangan digunakan lagi sebagai markas. (umi)
Laporan: Dwifantya Aquina
Alap-alap motor dibekuk
Friday, 17 September 2010
Percobaan perkosaan itu sendiri berhasil digagalkan oleh korban, yang melawan dan berhasil kabur dari cengkraman tersangka, sebelum akhirnya ditolong oleh warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Buser I Polres Pekalongan dipimpin Kanit Buser, Aiptu Agung Bali P, melakukan penyelidikan di lapangan. Pelaku pun berhasil diketemukan tengah nongkrong di daerah Wonopringgo, kemarin petang.
Polisi berusaha menangkap pelaku, namun mencoba melawan sehingga ditembak kakinya. Dari pengembangan, pelaku juga diduga terlibat sejumlah aksi pencurian sepeda motor, di antaranya di Kajen, Kedungwuni, Karangdadap, Talun, dan Wonopringgo.
Hingga semalam, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki Satria Vu nopol B 6598 BWB, satu ponsel merk KTouch H899, celana panjang, dan satu buah helm. Sepeda motor tersebut merupakan barang bukti tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan di salah satu rumah di Dukuh Kembang RT 05 RW 02, Desa Sukoyoso, Kecamatan Kajen.
Diburu
Sepeda motor itu raib dari rumah korban pada hari Rabu (6/1), sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku dengan beberapa temannya yang masih diburu masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu samping kiri. Sementara, ponsel, celana panjang, dan helm merupakan barang bukti perampasan, dan percobaan pemerkosaan dengan korban Linda.
Kapolres Pekalongan, AKBP Edy Murbowo SIK MSi, melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Purnomo, semalam, mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan kasus dugaan perampasan Hp dan percobaan perkosaan dengan korban Linda Ambita di Mapolsek Kedungwuni.
Berdasarkan kejelian penyidik, tersangka diduga juga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian sepeda motor di beberapa tempat, seperti di Kajen, Talun, dan Karangdadap. ’’Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 368 KUHP tentang perampasan. Kami juga masih terus melakukan pengembangan,’’ terang Kasat Reskrim. haw-die
Friday, 17 September 2010
Alap-alap motor dibekuk
17 sept 2010
KAJEN - Hadiyanto alias Hadi Yusuf alias Ba’I (23), warga Desa Kranji, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat akan ditangkap polisi, semalam. Selain terkenal sebagai alap-alap motor, tersangka juga terlibat dugaan percobaan pemerkosaan dan perampasan handphone. Penangkapan tersangka berawal dari laporan Linda Ambita (18), warga Desa Petukangan, Wiradesa, di Mapolsek Kedungwuni. Korban mengaku, akan diperkosa tersangka di kebun tebu di tepi Jalan Raya Wonopringgo, dan dirampas handphone dan helm miliknya.
Percobaan perkosaan itu sendiri berhasil digagalkan oleh korban, yang melawan dan berhasil kabur dari cengkraman tersangka, sebelum akhirnya ditolong oleh warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Buser I Polres Pekalongan dipimpin Kanit Buser, Aiptu Agung Bali P, melakukan penyelidikan di lapangan. Pelaku pun berhasil diketemukan tengah nongkrong di daerah Wonopringgo, kemarin petang.
Polisi berusaha menangkap pelaku, namun mencoba melawan sehingga ditembak kakinya. Dari pengembangan, pelaku juga diduga terlibat sejumlah aksi pencurian sepeda motor, di antaranya di Kajen, Kedungwuni, Karangdadap, Talun, dan Wonopringgo.
Hingga semalam, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Suzuki Satria Vu nopol B 6598 BWB, satu ponsel merk KTouch H899, celana panjang, dan satu buah helm. Sepeda motor tersebut merupakan barang bukti tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan di salah satu rumah di Dukuh Kembang RT 05 RW 02, Desa Sukoyoso, Kecamatan Kajen.
Diburu
Sepeda motor itu raib dari rumah korban pada hari Rabu (6/1), sekitar pukul 02.00 WIB. Pelaku dengan beberapa temannya yang masih diburu masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu samping kiri. Sementara, ponsel, celana panjang, dan helm merupakan barang bukti perampasan, dan percobaan pemerkosaan dengan korban Linda.
Kapolres Pekalongan, AKBP Edy Murbowo SIK MSi, melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Purnomo, semalam, mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan kasus dugaan perampasan Hp dan percobaan perkosaan dengan korban Linda Ambita di Mapolsek Kedungwuni.
Berdasarkan kejelian penyidik, tersangka diduga juga terlibat dalam serangkaian aksi pencurian sepeda motor di beberapa tempat, seperti di Kajen, Talun, dan Karangdadap. ’’Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan 368 KUHP tentang perampasan. Kami juga masih terus melakukan pengembangan,’’ terang Kasat Reskrim. haw-die
3 Warga Ditembak, Jenazahnya Diarak ke Kantor Bupati
Salah satu warga Manokwari Christian Warinussi mengatakan, saat ini ribuan warga Kota Manokwari sedang mengarak ketiga jenazah tersebut didepan kantor bupati setempat.
“Arak-arak jenazah korban yang tertembak sedang dilakukan warga Manokwari, dan sebagian warga berjaga-jaga disepanjang ruas jalan. Mereka marah dan ingin agar pelaku penembakan dapat dihadirkan,” kata Christian saat dihubungi okezone per telepon, Kamis (16/9/2010).
Sementara itu, menurut salah satu anggota Polisi Manokwari yang enggan disebutkan namanya (A.S), insiden tertembaknya tiga warga sipil tersebut berawal saat ada pengendara sepeda motor yang menabrak seorang ibu tepat didepan Mako Brimob yang berlokasi di Jalan Esau Sesa Manokwari Selatan, Rabu (15/9/2010) sekira pukul 18.30 WIT.
Usai menabrak, pelaku langsung mengamankan diri di Mako Brimob, warga lalu menduga pengendara sepeda motor tersebut adalah anggota Brimob, hingga mereka marah dan melakukan penyerangan pos piket yang saat itu dijaga dua petugas piket.
Saat itu, tembakan peringatan dikeluarkan salah satu petugas piket karena salah satu dari petugas piket pingsan terkena hantaman balok warga persis dibagian kepalanya.
“Saat itu, posisi kedua petugas tersebut terhimpit warga yang menyerang dengan parang dan balok, sehingga tembakan peringatan dikeluarkan,” terang A.S saat dihubungi per telepon, Kamis (16/9/2010).
Dia mengatakan, Rabu malam lalu sebanyak tiga tembakan dikeluarkan anggota Brimob, dan salah satu korban tewas tertembak dibagian kaki. Diduga karena usia korban yang sudah tua hingga menyebabkan korban tewas seketika.
Sementara dua korban lainnya baru ditemukan tewas di semak-semak pada Kamis pagi tadi. Menurut informasi, kedua korban tersebut tewas tertembak dibagian telinga.
“Warga mengatakan korban-korban itu tertembak dibagian telinga, tapi mereka menolak untuk dilakukan otopsi sedangkan untuk menengok jasad kedua korban saja mereka tidak mau” terang A.S.
Saat ini, kata A.S, Muspida setempat masih melakukan rapat untuk penyelesaian kasus tertembaknya tiga warga sipil Kota Manokrawi Tersebut.
http://news.okezone.com/read/2010/09/16/340/372800/3-warga-ditembak-jenazahnya-diarak-ke-kantor-bupati
